Siswanto Digulung Bandar
Posted by valsus on October 8, 2010
SURABAYA, Kompas.com – Atlet Pelatnas, Siswanto kembali harus mengakui keunggulan Bandar Sigit Pamungkas di babak 16 besar Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional IV Victor di Surabaya kali ini. Keduanya sempat bertemu di Djarum Sirnas Tegal tahun lalu. Kala itu, Bandar juga berhasil menghentikan Siswanto dengan dua game langsung.
Bandar yang diunggulkan di tempat 3/4 kali ini, terlihat berhasil mengendalikan jalannya pertandingan. Kendati di awal game pertama ia sempat tertinggal 0-2. Kemudian ia berhasil meraih tiga angka berturut-turut untuk balik memimpin.
Atlet yang kini kembali bernaung di PB Djarum itu terus mendominasi perolehan angka, tercatat ia malah berhasilmeraih empat angka berturut-turut untuk memimpin 12-7. Variasi pukulan Bandar akhirnya berhasil memperlebar jarak perolehan angka, ia pun menutup game pertama ini dengan 21-15 setelah shuttlecock pengembalian Siswanto gagal menyebrangi net.
Game kedua tak banyak berubah, pertahanan Bandar sulit ditembus, dan tak jarang Siswanto malah melakukan kesalahan sendiri, hingga menguntungkan atlet yang pernah mengecap kerasnya Cipayung itu. Bandar memimpin 4-1 di awal sampai akhirnya ia terus memimpin tanpa terkejar jelang interval dengan skor 11-5. Setelah itu, Bandar terus menjaga jarak perolehan angka, ia memimpin jauh 17-8 dan menang 21-11 di akhir game kedua.
“Siswanto mengikuti tempo bertanding saya, jadi dia tidak bisa mengembangkan permainannya sendiri,” ungkap Bandar.
Bandar juga menjelaskan selain hal tersebut, modal kemenangannya hari ini adalah dengan yakin pada kemampuannya, mengingat pertemuan terakhir keduanya berhasil ia menangkan. Bandar yang mentargetkan juara ini pun berujar bahwa pertandingan yang ia lakoni melawan Siswanto sebisa mungkin ia nikmat, hingga tak ada beban dan akhirnya bisa bermain dengan baik. “Sebisa mungkin saya menikmati pertandingan saya,” pungkasnya.
Kekalahan Siswanto di babak 16 besar ini pun disusul oleh rekannya, Seto Danu Kusuma. Seto yang bermain melawan Andreas Adityawarman tak sanggup untuk mengimbangi permainan atlet PB Djarum itu, Seto menyerah mudah 9-21 di game pertama dan sempat memberikan perlawanan sampai akhirnya ia kalah 17-21.







