SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Sukma Tulus dan Renaldi Meraih Prestasi dari Klub Kecil

Posted by valsus on October 29, 2010

Bulutangkis.com – Kejuaraan Bulutangkis PBSI Provinsi (Kejurprov) DKI Jakarta Tahun 2010 yang dilangsungkan di GOR Pelita Bakrie, Jakarta Barat dari tanggal 19-23 Oktober 2010 telah berlangsung dengan baik. Bagaimana pebulutangkis klub kecil mampu bersaing dengan pebulutangkis besar?

Hasilnya, dari 25 nomor yang dipertandingkan, hampir seratus persen juaranya didominasi atlet-atlet dari klub-klub besar seperti Jaya Raya, Tangkas Alfamart, Pelita Bakrie, Aufa, Pertamina, Aqma. Kecuali Sukma Tulus dan Renaldi Samosir yang menggaet juara pertama ganda anak-anak putra. Pasangan ganda putra anak-anak ini berasal dari PB. Jaya Utama Muda, sebuah klub kecil dari PBSI Cabang Jakarta Utara.

Suka duka klub kecil

PB Jaya Utama Muda, sebuah klub bulutangkis kecil yang dikelola oleh Drs. Djaka Harisna. Sebagai sebuah klub kecil yang tidak memiliki sponsor, harus mampu bertahan dengan dana minim. Partisipasi para orang tua atlit yang juga bukan dari kalangan mampu menjadi solusi penanggulan biaya. Para orang tua bergotong royong membantu menanggulangi biaya pelatihan sehari-hari dan untuk mengikuti sebuah turnamen.

Tak jarang minat bulutangkis datang dari atlit-atlit cilik dari keluarga tidak mampu. Klub tak kuasa menolak keinginan atlit yang terlihat berpotensi dan memperlihatkan minat yang cukup tinggi dalam mengkikuti pelatihan yang ada.

Klub harus berjuang untuk membiayai sendiri untuk menutupi biaya-biaya yang diperlukan seperti sewa lapangan, pembelian shuttlecock. Dan biaya mengikuti sebuah turnamen. Klub bukanlah sebagai alat mencari pendapatan yang ideal tapi merupakan bentuk dedikasi kepada bulutangkis.

Sukma Tulus dan Renaldi

Menjadi juara tentunya harapan semua atlit yang mengikuti sebuah turnamen sebagai bentuk jerih payah selama berlatih. Bagi klub besar dan kecil tentulah menjadi kebanggaan bila atlit-atlitnya ada yang berhasil meraih juara. Ini membuktikan pelatihan yang dijalankan selama ini menuai hasil.

PB Jaya Utama Muda sebagai klub kecil juga merasakan kegembiraan yang sama. Kegembiraan ini juga dirasakan Djaka Harisna sang pelatih kepala bersama orang tua atlit lainnya. Sebuah klub kecil ternyata mampu mengantar atlitnya untuk meraih gelar juara.

Dan kegembiraan yang sama tentunya dirasakan Sukma Tulus dan Renaldi sang atlit yang telah berlatih keras dan tekun. Sukma yang bermarga Samosir adalah bersaudara sepupu dengan Renaldi dan sama-sama lahir pada tahun yang sama, tahun 1999. Keduanya saat ini berada di klas VI di SD Negri Sunter Jaya 01, Sunter Jaya, Jakarta Utara.

Dukungan sekolah, terutama dari Ibu Kepala Sekolah dan guru-gurunya sangat membantu kedua atlit kecil ini menekuni bulutangkis. Bulutangkis dan sekolah berjalan beriring tanpa tertinggal satu dengan yang lain. Prestasi bulutangkis berhasil diraih tanpa meninggalkan prestasi sekolah.

Sukma dan Renaldi walau bersaudara sepupu mempunyai pribadi yang berbeda. Sukma sangat eksplosif sedangkan Renaldi tenang. Sukma full tenaga sedangkan Renaldi taktis penempatan bola. Namun saat di lapangan saat bertanding, pasangan ganda cilik ini mampu menjadi pasangan yang serasi. Hasilnya, Sukma Tulus dan Renaldi yang mulai berlatih bulutangkis sejak usia 8 tahun ini sering meraih gelar juara.

Pengalaman Pahit

Suka duka dalam menekuni bulutangkis juga dialami pasangan ganda putra cilik ini. Semuanya dilalui dengan kewajaran, Kalah menang dalam sebuah turnamen adalah sebuah kewajaran.

Tak jarang pengalaman jelek diterima bukanlah karena menderita kekalahan dalam sebuah turnamen, namun hal-hal yang terjadi diluar kuasa kita. Dan bisa mematahkan semangat berlatih bulutangkis.

Sebuah kejadian yang memprihatinkan hampir saja memupuskan gairah berlatih Sukma Tulus dan Renaldi. Saat pasangan ini meraih gelar juara Ganda Putra Seleksi O2SN SD Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2010. Tapi dengan gelar juara yang diraih ini, mereka tidak dikirim pada turnamen ke O2SN Tingkat Nasional. Yang dikirim malahan atlit lain.

Untuk meraih gelar juara ini hingga ke tingkat provinsi saja harus melewati seleksi beberapa tahap yang melelahka. Mulai dari seleksi tingkat sekolah, kelurahan, kecamatan, kotamadya dan provinsi. Semuanya menyita waktu dan biaya yang ditanggung sendiri oleh orang tua atlit. Bukan jerih payah dan biaya yang dikeluhkan tapi hasil yang dicapai tidak menjadi dasar pengiriman atlit berprestasi.

Sebuah keprihatinan yang patut mendapat perhatian dari semua pihak tentuknya. Kejadian seperti ini bila dibiarkan akan menjadi salah menjadi penyebab merosotnya prestasi bulutangkis nasional. Atlit berprestasi kehilangan gairah berlatih dan para orang tua mengurungkan niat untuk melepaskan anak-anaknya menekuni olahraga sebagai salah satu pilihan berkarir.

Kejadian ini tidak menyurutkan langkah Djaka Harisna, ayah kandung Della Destiara Haris atlit pelatnas utama, mengelola klub kecil. ”Bulutangkis adalah jalan hidup kita,” ungkap Djaka menceritakan pengalamannya mengelola klub kecil. ”Saat ini, dukungan orang tua atlit banyak membantu. Kami dan para orang tua atlit saling berbagi.” jelas Djaka.

Kiprah klub-klub kecil di Indonesia, seperti yang dijalankan PB Jaya Utama Muda, banyak melahirkan atlit-atlit bulutangkis yang mengharumkan nama Indonesia. Kita berharap agar regenerasi atlit bulutangkis berjalan dengan mulus dan meraih prestasi lebih tinggi kita berharap agar insane-insan yang terlibat di bulutangkis bisa bekerja secara profesional. Pembinaan terhadap klub-klub kecil patut diperhatikan sebagai sarana melahirkan atlit-atlit bulutangkis Indonesia. (deha)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers