SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Road to Quarterfinal Sudirman Cup 2011 : Duel Alot Korea-Denmark Pukau Penonton

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 26, 2011

Bulutangkis.com – Menghabiskan waktu tanding selama lebih kurang 5,5 jam, partai hidup-mati Korea-Denmark tidak hanya mencatat sebagai rekor pertandingan terlama di turnamen ini namun juga berhasil menjadi ‘match of the day’ sebagai pertandingan terseru yang mampu memukau para penonton yang memadati Qingdao Sports Centre Conson Stadium rabu (25/05) malam.

Sorak sorai menonton kian membuat seru pertarungan antara Denmark dan Korea di partai tunggal putra antara Peter Gade dan Lee Hyun Il. Dua pemain generasi ‘tua’ini mampu menyajikan partai alot 3 set setelah di laga sebelumnya Korea memetik angka pertama lebih dulu dari pasangan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun yang melibas tandem senior Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Duet Denmark yang baru ‘comeback’ setelah rehat panjang paska cedera yang dialami oleh Thomas belum mampu menyajikan performa terbaiknya dan kalah dua set langsung, 17-21, 10-21.

Hyun Il unggul lebih dulu 21-15 di set pertama dengan permainan agresif smash-smash kerasnya dan penempatan bola di depan net. Meskipun Gade beberapa kali sempat mencoba mengimbangi, penempatan bola-bola akurat Hyun Il di tempat-tempat yang strategis sempat menyulitkan Gade untuk mengimbangi tunggal paling senior Korea ini. Pertandingan berjalan jauh lebih seru di set kedua. Meskipun Gade secara umum mampu mendominasi jalnnya pertandingan dengan tampil lebih menekan, pengembalian-pengembalian tak terduga Hyun il secara konsisten mampu menghasilkan poin bagi Hyun Il sebelum menyarah 18-21.

Gade yang kembali tampil superior di paruh awal set ketiga, berbalik tertinggal ketika Hyun Il kembali mampu menampilkan permainan agresifnya dan tampil menekan. Tertinggal 6-9, Hyun Il mampu membalikkan keadaan dan berbalik unggul 14-11, dan 19-11. Di titik inilah terlihat keuletan dan pengalaman seorang Peter Gade yang dengan sabar meladeni permainan menyerang Hyun Il dan meraih momentum balik untuk menyerang hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan di angka 19. Hyun Il mendapatkan ‘game point’ lebih dulu namun kembali Gade mampu menyamakan kedudukan dan di luar dugaan menutup set ini 22-20 sekaligus menyamakan kedudukan 1-1 bagi negaranya.

“Saya pikir hari ini saya berhasil menunjukkan kemenangan mental dan deterimanasi yang cukup kuat” ungkap Gade usai pertandingan. “Pertandingan tadi benar-benar luar biasa tapi saya akhirnya berhasil membuat skor pertandingan menjadi 1-1”, papar Gade dengan semangat.

Di partai ke-3, duet Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang menantang Mathias Boe/Carsten Mogensen juga harus memerah keringat dalam laga rubber set. Kejar mengejar poin dalam perseteruan permainan cepat khas ganda putra tersaji di set pertama. Meskipun Jung/Lee selalu saja mampu mengguungguli Mathias/Carsten, konsistensi tandem Denmark untuk terus bermain agresif mampu menyamakan keadaan pada poin kritis 18-13 menjadi 18-18. Dititik inilah kejar mengejar satu demi satu poin dengan reli-reli panjang ganda putra yang memperlihatkan kehebatan masing-masing pasangan dari sisi pertahanan dan momentum menyerang kembali memukau penonton. Sorak sorai penonton yang semakin menambah intens suasana pertikaian kedua pasangan terus berlanjut hingga kedudukan 25-23 yang ditutup lebih dulu oleh Jung/Lee.

Di paruh awal set kedua, kedua pasangan kembali menyajikan permainan alot saling menyerang untuk meraih poin demi poin hingga kedudukan 10-10. Denmark mendapatkan momentum untuk memaksa rubber set ketika duet Jung/Lee sedikit memperlambat tempo serangan dan gagal mengantisipasi penempatan bola-bola tak terduga pasangan Denmark. Berada di atas angin, Denmark menutup set ini 21-16.

Di set ketiga agresivitas masing-masing pasangan kembali tersaji intens meskipun secara perolehan poin, ganda Korea masih mendominasi. Jung/Lee yang lebih unggul dalam hal penempatan bola dan permainan cepat di depan net akhirnya memetik kemenangan 21-14 dan kembali membuat posisi Korea unggul 2-1 atas Denmark.

Kemenangan Tine Baun atas Sung Ji Hyun 18-21, 21-18,21-18 setelah berjuang selama satu jam menyebabkan partai terakhir menjadi penentu kemenangan bagi kedua tim. Duet Ha Jung Eun/Kim Min Jung yang menantang runner up All England Premier SS 2011, Line Kruse/Marie Roepke ternyata tidak berlangsung semenarik 3 partai sebelumnya. Meskipun Line/Marie sempat bermain lebih agresif di set kedua setelah kalah telak 10-21 di set pertama, kesolidan Ha/Kim akhirnya lebih teruji dan kembali me