SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for October, 2011

Novel Bulutangkis ’’2’’ Wujudkan Mimpi Melalui Bulutangkis

Posted by valsus on October 31, 2011

Indonesia, di mana impian dibawa ke dunia nyata, tidak berlaku untuk Gusni Annisa Puspita, remaja yang ”kelebihannya” adalah keterbatasannya. Cita-citanya sejak kecil untuk membuat orang tuanya senang dengan bermain bulutangkis terus kandas.

Demikian cuplikan kalimat yang tertera di cover belakang novel ”2” karya Donny Dhirgantoro yang merupakan karya keduanya setelah ”5cm” yang kini telah difilmkan. Novel yang mengisahkan mimpi seorang Gusni, sang tokoh yang terlahir dengan kelebihan berat badan. Dengan keberadaannya Gusni juga memiliki mimpi yang ingin diraihnya. Membahagiakan orangtuanya.

Novel diawali dengan lahirnya Gusni pada 28 Oktober 1986 di Jakarta. ”Malam itu hujan turun deras sekali, di sebuah rumah sakit besar di Jakarta sebuah peristiwa besar akan segera terjadi.” Demikian Donny membuka novelnya, mengisahkan lahirnya Gusni.

Peristiwa kelahiran yang merupakan peristiwa mencekam dan merupakan pertarungan hidup mati bagi seorang wanita, mampu dilukiskan Donny dengan bumbu guyonan yang menyegarkan.

”Kacamata saya mana ya, suster?”

Nah, lho?!

Sekarang dokter tua itu bingung mencari kacamatanya, tangannya meraba-raba kantong. Papa melihat sebuah kacamata bertengger di jidat Dokter. Papa mengusap-usap keningnya. Keyakinan itu hilang lagi. Tabah, sabar. Mama menggangguk lemah meyakinkan papa. Papa akhirnya menggangguk. Suster cepat mendorong Mama ke ruang operasi.

Bagaimana tidak kalut seorang suami yang melihat dokter yang akan melakukan proses operasi persalinan sang isteri terlihat sebagai seorang yang pelupa. Bagaimana tidak khawatir. Ilustrasi kelucuan mampu dihadirkan Donny di tengah suasana yang mencekam.

Bagi penggemar bulutangkis yang kerap menyaksikan secara langsung pertandingan bulutangkis, membaca novel ini pastilah bisa merasakan suasana yang pertandingan sesungguhnya. Pertarungan perebutan poin yang begitu ketat, suasana gemuruhnya penonton membawa kita ke suasana yang benar-benar nyata dan menghanyutkan.

Ainun bersiap serve, tidak ada lelah di mata mereka berdua, tidak ada takut. Ketegangan semakin meninggi. Dan ….. tick…… raket Ainun menerbangkan kok pendek untuk Gita, dikembalikan pendek lagi oleh Gita, netting yang cantik dari Ainun, dikembalikan pendek lagi oleh Gita, netting yang cantik dari Ainun, dikembalikan pendek oleh Gusni, drive menyilang dari Malaysia jauh ke belakang. Mati langkah. Tapi sekuat tenaga Gita mengambilnya….dan berhasil. Masih tanggung…… smash dari Malaysia! Bisa dikembalikan Gusni. Sekarang smash untuk Gita, tapi masih bisa ditahan. Kembali smash untuk Gita lagi…..dikembalikan dengan drive yang lemah di depan net. Penonton menarik nafas, tegang sekali. Kembali kok diangkat Reina jauh ke belakang tinggi sekali untuk Gusnu.

”Saudara-saudara, luar biasa, pertandingan yang luara biasa, ganda kita luar biasa, begitu juga ganda Malaysia, keduanya diacungi jempol. Kembali smash Gusni…. Masih bisa Ainun, tidak menyerah, kok melayang tinggi di atas Gusni, masih Championship Point untuk Indonesia!”

Tak berbeda dengan suasana penggemar bulutangkis kini yang selalu mengikuti jalannya pertandingan bulutangkis melalui LiveScores maupun Live Streaming (sementara televisi Indonesia kini sudah jarang menyiarkan pertandingan bulutangkis seperti di eranya Sambas dari TVRI), suasana mencekam seperti di atas terasa begitu kental. Kekecewaan yang membekas saat tim kita kalah, lama bisa terobati.

Mengapa sang penulis memberikan judul novelnya yang kedua ini ’’2’’? Seakan menjadi misteri, apakah karena merupakan karyanya yang kedua? Atau ada makna lain? Jawabannya ada di novel yang patut dibaca bagi manusia Indonesia yang selama ini mengaku cinta bulutangkis.

Membaca Novel ’’2’’ karya Donny Dhirgantoro yang merupakan Best Seller ini mungkin mampu mengobati kekecewaan yang dalam dengan prestasi bulutangkis kita yang sedang menuai musim kemarau juara yang belum berkesudahan.

Mungkin kita patut merenungkan ungkapan Gusni diakhir kisah, ’’Seperti hidup yang tidak sempurna. Kamu tidak akan menyerah. Cintai impianmu. Cintai kerja kerasmu. Cintai hidupmu dengan berani, jangan menyerah dan jangan berputus asa.” (ferry kinalsal)

Judul : 2

Penulis : Donny Dhirgantoro

Penata Isi : Suwarto & Oya Pamungkas

Desain Kover : Donny Dhirgantoro & Diberu Karina

Ilustrasi : Bayu Abdinegoro

Penerbit : Grasindo

Cetakan : Pertama

Tebal : vi + 418 halaman

Harga : Rp. 60.000,-

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

BWF World Junior Team Championships 2011 : Malaysia Juara, Taklukkan Korea 3-0

Posted by valsus on October 31, 2011

Bulutangkis.com – Tim junior Malaysia keluar sebagai juara merebut Piala Suhandinata setelah menaklukkan tim Korea pada babak final Kejuaraan Dunia Junior 2011 nomor beregu yang berlangsung di Taoyuan City, Taiwan pada Senin sore (31/10/11).

Tanpa kehilangan satu poin, Malaysia merebut gelar juara dengan mengungguli Korea 3-0. Poin pertama Malaysia diraih dari nomor tunggal putra melalui pebulutangkis muda Malaysia, Zulfadli Zulkifli yang diharapkan kelak meneruskan kiprah Lee Chong Wei. Zulkifli menaklukkan tunggal putra Korea, Lee Hong Je lewat pertarungan tiga game 17-21, 21-11, 21-14.

Poin kedua disumbangkan pebulutangkis putri Malaysia, Sonia Su Ya Cheah menaklukkan Kim Hyo Min 25-23, 21-12. Dan poin penentu Malaysia diraih pasangan ganda putra, Nelson Wei Keat Heg/ Ee Yi Teo yang menakukkan ganda putra Korea, Choi Sol Kyu/ Jun Bong Chan 16-21, 21-18, 21-12.

Pada perebutan posisi ketiga, junior China Taipei keluar sebagai pemenang setelah menekuk tim Thailand 3-0 pada pertandingan pagi hari ini.

China yang merupakan juara bertahan kali ini tidak turun berpartisipasi. Sementara tim Indonesia sendiri harus puas berada di posisi ketujuh. Setelah istirahat satu hari, pertarungan perebutan nomor perorangan akan dimulai hari Rabu (02/11/11).

Hasil Pertandingan Penentuan Peringkat 1-2
Malaysia vs Korea 3-0
Tunggal Putra :
- Zulfadli Zulkifli vs Hong Je Lee 17-21, 21-11, 21-14
Tunggal Putri :
- Sonia Su Ya Cheah vs Hyo Min Kim 25-23, 21-12
Ganda Putra :
- Nelson Wei Keat Heg/Ee Yi Teo vs Sol Kyu Choi/Bong Chan Jun 16-21, 21-18, 21-12
Ganda Putri :
- Mei Kuan Chow/Meng Yean Lee vs So Hee Lee/Seung Chan Shin – Tidak dipertandingkan
Ganda Campuran :
- Mei Kuan Chow/Ee Yi Teo vs Hong Je Lee/Seung Chan Shin – Tidak dipertandingkan

Hasil Pertandingan Penentuan Peringkat 3-4
Taipei vs Thailand 3-0
Ganda Campuran :
- Ti Jung Wu/Po Jui Huang vs Samatcha Tovannakasem/Wiranpatch Hongchookeat 21-9, 21-15
Tunggal Putra :
- Tzu Wei Wang vs Sitthikom Thammasin 21-8, 20-22, 21-14
Ganda Putra :
- Chia Yu Lin/Po Jui Huang vs Kritti Cholprasertsuk/Samatcha Tovannakasem 21-13, 21-17
Tunggal Putri :
- Ying Chun Lin vs Rawinda Prajongjai – Tidak dipertandingkan
Ganda Putri :
- Ti Jung Wu/Pei Ling Shuai vs Chonthicha Kititharakul/Pancharskamon Arkornsakul – Tidak dipertandingkan

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

French Open Superseries 2011 : Jae Sung/Yong Dae Kembali Taklukkan Cai/Fu

Posted by valsus on October 31, 2011

Bulutangkis.com – Ganda putra Korea, Jung Jae Sung/ Lee Yong Dae meraih gelar juara setelah menekuk ganda putra terbaik China, Cai Yun/ Fu Haifeng pada babak final French Open Superseries 2011 yang berlangsung di Paris, Perancis Minggu (30/10/11).

Jae Sung/Yong Dae yang menempati unggulan dua harus bermain tiga game untuk menekuk Cai/ Fu yang merupakan unggulan satu dengan skor 14-21, 21-15, 21-11. Ini kemenangan ketiga kalinya secara berturut bagi Jae Sung/ Yong Dae menghadapi Cai/ Fu, mulai dari China Masters 2011 dan Denmark Open 2011 pekan lalu. Sekaligus Jae Sung/ Yong Dae mengungguli Cai/ Fu dengan sepuluh kali kemenangan dari delapan belas pertemuan keduanya sejak tahun 2006.

Pada nomor ganda campuran China juga menuai kegagalan setelah pasangan ganda campuran Denmark unggulan empat, Joachim Fischer Nielsen/ Christinna Pedersen menekuk pasangan China unggulan dua, Xu Chen/ Ma Jin hanya dua game 21-17, 21-14. Ini gelar kedua secara beruntun bagi Joachim/ Christinna setelah pekan lalu pada ajang Denmark Open Premier Superseries 2011 juga menekuk Xu/Ma di partai final 22-20, 21-16.

Kali ini China hanya merebut dua gelar juara pada nomor tunggal putri dan ganda putri yang merupakan pertarungan sesama pebulutangkis China. Gelar juara tunggal putri menjadi milik unggulan tiga, Wang Xin yang menaklukkan rekannya Li Xuerui 21-15, 21-19. Sedangkan gelar tunggal putri diraih pasangan Wang Xiaoli/ Yu Yang unggulan dua yang menaklukkan pasangan unggulan dua, Tian Qing/ Zhao Yunlei 26-24, 21-15.

Pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei kembali memperlihatkan keperkasaannya dengan merebut gelar juara di nomor tunggal putra setelah menaklukkan pebulutangkis Jepang, Kenichi Tago 21-16, 21-11. Ini merupakan kemenangan Chong Wei yang kedelapan kali dari Kenichi tanpa pernah sekalipi kalah dari Kenichi. Juara yang diraih Chong Wei ini sekaligus menebus kegagalannya pekan lalu pada Denmark Open Premier Superseries 2011 di Odense, Denmark yang harus tersingkir di babak final menghadapi pebulutangkis China, Chen Long yang kali ini ditekuknya pada babak semifinal.

Pada turnamen superseries berhadiah total USD 200.000 ini, Indonesia kembali pulang dengan tangan kosong. Satu wakil Indonesia yang melangkah jauh diraih pasangan ganda campuran, Tantowi Ahmad/ Liliyana Natsir hingga babak semifinal. Namun sayang, langkah Tantowi/Liliyana yang terakhir merebut gelar juara pada ajang Singapore Open Superseries 2011 di Singapura bulan Juni lalu kandas di tangan ganda campuran China, Xu Chen/ Ma Jin dalam pertarungan tiga game 21-16, 14-21, 11-21. (*)

Hasil Pertandingan Babak Final (Minggu, 30/10/11)
Ganda Campuran :
- Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen [4][DEN] vs Chen Xu/Jin Ma [2][CHN] 21-17, 21-14
Tunggal Putri :
- Xin Wang [3] [CHN] vs Xuerui Li [CHN] 21-15, 21-19
Tunggal Putra :
- Chong Wei Lee [1][MAS] vs Kenichi Tago [JPN] 21-16, 21-11
Ganda Putri :
- Xiaoli Wang/Yang (F) Yu [1][CHN] vs Qing Tian/Yunlei Zhao [2][CHN] 26-24, 21-15
Ganda Putra :
- Jae Sung Jung/Yong Dae Lee [2][KOR] vs Yun Cai/Haifeng Fu [1] [CHN] 14-21, 21-15, 21-11

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Bulu tangkis Kejuaraan Dunia Yunior : Indonesia Tempati Posisi Ketujuh

Posted by valsus on October 31, 2011

TAOYUAN CITY, Kompas.com – Tim bulutangkis junior Indonesia menempati posisi ketujuh pada pertandingan beregu Kejuaraan Dunia Junior 2011 setelah mengalahkan Belanda 3-0.

Pasangan ganda putra Selvanus Geh/Ronald Alexander menyumbang poin pertama dengan mengalahkan Robin Tabeling/Russell Muns dalam dua gim langsung 21-17, 21-13. Elisabeth Purwaningtyas mengukuhkan poin kedua bagi Indonesia saat berhasil menundukkan tunggal putri Belanda, Gayle Mahulette 21-15, 21-7.

Wisnu Yuli Prasetyo menjadi penentu kemenangan Indonesia 3-0 atas Belanda. Tanpa kesulitan, Wisnu menghentikan perlawanan De Vincent Vries, juga dalam dua gim langsung 21-7, 21-15.

Posisi kelima dan enam masing-masing ditempati oleh Jepang dan India. Sementara itu di babak final besok, regu bulutangkis Malaysia akan menantang tim Korea. Tuan rumah Taiwan akan menghadapi Thailand dalam perebutan tempat ketiga dan keempat.

“Inilah pertandingan, bisa menang bisa kalah. Namun harus kita akui apapun alasannya, tadi pagi kita kalah dan Jepang bermain lebih baik dari Indonesia.” kata Yacob Rusdianto, manajer tim Indonesia.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

French Open Superseries 2011 : Tantowi/Liliyana Tersingkir, Pupus Harapan

Posted by valsus on October 30, 2011

Bulutangkis.com – Penggemar bulutangkis Indonesia kembali harus merasakan kekecewaan yang dalam setelah Tantowi Ahmad/ Liliyana Natsir satu-satunya harapan meraih gelar juara pada French Open Superseries 2011 tersingkir pada babak perempatfinal yang berlangsung di Paris, Perancis Sabtu malam (29/10/10).

Tantowi/Liliyana yang merupakan unggulan dua harus mengakui keunggulan ganda campuran China unggulan tiga, Xu Chen/ Ma Jin setelah bertarung tiga game selama 50 menit. Game pertama menjadi milik Tantowi/ Liliyana setelah poin 1-1 meraih poin tanpa pernah terkejar Xu Chen/ Ma Jin, dan menutup game dengan skor 21-15. Game kedua Tantowi/ Liliyana gagal mengembangkan permainan seperti pada game pertama. Tantowi/ Liliyana hanya mampu bersaing dengan Xu Chen/ Ma Jin hingga poin 4-4, selanjutnya tertinggal hingga game berakhir dengan skor 14-21.

Seperti pada game kedua, pada game ketiga Tantowi/ Liliyana kembali mendapat tekanan dari Xu Chen/ Ma Jin seperti pada game kedua. Tak mampu keluar dari tekanan, perolehan poin Tantowi/ Liliyana tertinggal setelah kedudukan 4-4, 4-7, 6-11 hingga paruh pertama game ketiga. Paruh kedua game ketiga Tantowi/ Lilyana semakin tertinggal dari Xu Chen/ Ma Jin tanpa bisa keluar dari tekanan, dan menyerah 11-21.

Kekalahan ini merupakan kekalahan pertama atas Xu Chen/ Ma Jin. Dan merupakan kegagalan kesekian kalinya bagi Tantowi Ahmad/ Liliyana Natsir peraih India Open Superseries 2011, Malaysia Open Grand Prix Gold 2011 dan Singapore Open Superseries 2011. Bagi Xu Chen/ Ma Jin kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan mereka dari Tantowi/ Liliyana pada Singapore Open Superseries 2011 dengan skor 14-21, 10-21.

Pada turnamen berhadiah total USD 200.000 pasangan Tantowi/Liliyana merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang lolos dari babak perempatfinal setelah lima wakil Indonesia lainnya kandas. Kelima wakil Indonesia yang kandas di babak perempatfinal Nova Widianto/ Vita Marissa pada nomor ganda campuran, Vita Marissa/ Nadya Melati dan Anneke Feinya Agustin/ Nitya Krishinda Maheswari di nomor ganda putri, serta Mohammad Ahsan/ Bona Septano dan Angga Pratama/ Ryan Agung Saputra pada nomor ganda putra. (*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

BWF World Junior Team Championships 2011 : Indonesia Gagal Atasi Thailand

Posted by valsus on October 30, 2011

Bulutangkis.com – Regu bulutangkis junior Indonesia akhirnya dikalahkan oleh Thailand dengan skor 2-3 pada babak play-off grup Z Kejuaraan Dunia Junior 2011. Seperti sudah diprediksi, pertarungan kedua negara berlangsung alot, semua partai dimainkan rubber game dengan durasi yang cukup panjang.

Indonesia kehilangan poin pertama dari pasangan ganda putra Selvanus Geh/ Ronald Alexander yang menyerah dari pasangan Wannawat Ampunsuwan/ Tinn Isriyanet dengan skor 13-21, 21-16, 19-21.

“Kami tidak bermain maksimal karena tegang, pertandingan beregu ini pressure nya lebih berat,” kata Ronald mengomentari pertandingannya.

Hanna Ramadini juga gagal menyumbang poin di nomor tunggal putri setelah ditundukkan Busanan Ongbamrungphan. Hanna yang sempat merebut gim kedua, akhirnya harus menyerah setelah bermain satu jam lebih, 17-21, 21-19, 14-21.

Wisnu Yuli Prasetyo berhasil mengamankan posisi Indonesia dengan mencetak angka pertama setelah berhasil menang atas Khosit Phetpradab, 21-14, 19-21, 21-10.

Thailand hampir saja memastikan kemenangan saat pasangan ganda putri Suci Rizki Andini/ Tiara Rosalia Nuraidah nyaris kalah setelah tertinggal 15-19 dari Narissapat Lam/ Puttita Supajirakul. Namun Suci/Tiara menyelesaikan tugasnya dengan baik saat merebut gim ketiga sekaligus menambah poin bagi Indonesia dan memaksakan dimainkannya partai kelima.

Sayangnya Lukhi Apri Nugroho/ Ririn Amelia terjegal oleh pasangan Wannawat Ampunsuwan/ Chonthicha Kititharakul. Lukhi/Ririn menyerah setelah bermain sengit tiga gim dengan skor tipis 21-19, 19-21, 20-22.

“Mereka sudah berusaha sebaik mungkin, hanya lawan bermain lebih baik dan jarang melakukan kesalahan sendiri. Lukhi/Ririn juga harus memperbaiki koordinasi mereka di lapangan agar lebih kompak dan tidak terjadi miss-understanding,” kata Sigit Budiarto, pelatih ganda putra yang mendampingi Lukhi/Ririn saat bertanding. (pb-pbsi.org)

Hasil Pertandingan Play-off Group Z
Indonesia vs Thailand 2-3
Ganda Putra :
- Ronald Alexander/Selvanus Geh vs Wannawat Ampunsuwan/Tinn Isriyanet 13-21, 21-16, 19-21 0-1
Tunggal Putri :
- Hana Ramadhini vs Busanan Ongbamrungphan 17-21, 21-19, 14-21 0-1
Tunggal Putra :
- Wisnu Yuli Prasetyo vs Khosit Phetpradab 21-14, 19-21, 21-10 1-0
Ganda Putri :
- Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah vs Narissapat Lam/Puttita Supajirakul 18-21, 21-15, 23-21 1-0
Ganda Campuran :
- Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia vs Wannawat Ampunsuwan/Chonthicha Kititharakul 21-19, 19-21, 20-22 0-1

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kejuaraan Dunia Junior Bulu tangkis : Indonesia Libas Macau 5-0

Posted by valsus on October 29, 2011

TAOYUAN CITY, Kompas.com- Skuad junior Indonesia berhasil melewati rintangan pertamanya pada babak penyisihan Kejuaraan Dunia Junior 2011 dengan mengalahkan tim Macau 5-0.

Secara keseluruhan, Macau memang berbeda kelas dengan Indonesia. Terlihat dari skor yang cukup telak, para pemain Indonesia tampaknya belum menghadapi kesulitan berarti di babak penyisihan kali ini.

Kemenangan pertama dibuka oleh pasangan ganda putra Ronald Alexander/Selvanus Geh yang mengalahkan pasangan Lou Jason King Ching/Iek U Ieong dalam dua gim langsung 21-12, 21-8.

Poin kedua diraih Indonesia lewat tunggal putri Yulia Yosephine Susanto, setelah berhasil menundukkan Ieong Pek San 21-8, 21-10. Riyanto Subagja menjadi penentu kemenangan dengan mengalahkan tunggal putra Macau, Wong Chi Chong dengan skor telak 21-5, 21-5.

“Mungkin secara permainan, saya masih lebih unggul dibanding lawan, namun saya tidak menganggap remeh dan mencoba yang terbaik saja. Permainan tadi juga saya gunakan untuk penyesuaian lapangan,” kata Riyanto usai kemenangannya.

Dua nomor terakhir turut menyempurnakan kemenangan Indonesia. Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah merebut dua gim atas pasangan ganda putri Ieong Pek San/Wong Kit Ieong 21-7, 21-10.

Nomor ganda campuran juga turut menyumbang poin lewat pasangan juara Asia Junior 2011, Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia setelah menumbangkan Lou Hok Man/U Teng Iok, 21-10, 21-7.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Greysia/Meiliana Diganti Anneke/Nitya di SEA Games

Posted by valsus on October 29, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com - Karena cedera yang belum pulih, pasangan ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari batal tampil di SEA Games yang akan berlangsung pada bulan depan. Dengan mundurnya Greysia/Meiliana, maka posisi pasangan ini digantikan oleh Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari.

Hal ini disampaikan oleh Maria Fransisca, manajer tim SEA Games. “Posisi pasangan ganda putri Greysia/Meiliana digantikan oleh Anneke/Nitya. Hal ini disebabkan karena cedera Greysia yang masih belum pulih,” ujarnya seperti dikutip situs PBSI.

Sementara itu Greysia Polii juga membenarkan kabar batalnya ia dan Meli bergabung dengan tim inti SEA Games.

“Kami memutuskan untuk mundur karena bermain di SEA Games itu adalah tanggung jawab besar untuk Indonesia. Kami tidak mau main-main mengemban tanggung jawab tersebut. Sementara ini memang dibutuhkan waktu untuk latihan dan mengembalikan tenaga pasca cedera yang saya alami. Kami sadar bahwa kemampuan kami belum kembali normal lagi,” kata Greysia yang saat ini tengah berada di Paris.

Greysia beberapa waktu lalu mengalami cedera pada tangan kanannya ketika terjatuh saat bermain di final Taipei Open Grand Prix Gold 2011. Sejak cedera tersebut, penampilan pasangan Greysia/Meiliana belum maksimal.

Pada tiga turnamen terakhir yang mereka ikuti yaitu Japan Open Superseries, Denmark Open Superseries Premier dan French Open Superseries 2011, pasangan ini belum tampil pada performa terbaiknya dan harus terhenti di babak-babak awal.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

French Open Superseries 2011 : Tantowi/Liliyana ke Semifinal, Vita/Nadya & Angga/Ryan Terhenti

Posted by valsus on October 29, 2011

Bulutangkis.com – Pasangan Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir memastikan diri ke babak semifinal setelah meraih kemenangan pada babak perempatfinal French Open Superseries 2011 yang berlangsung di Paris, Perancis Jumat (28/10/11) siang waktu setempat.

Langkah Tantowi/Liliyana yang merupakan unggulan tiga menuju semifinal dengan menaklukkan ganda campuran China Taipei unggulan enam, Chen Hun Ling/ Cheng Wen Hsing dua game langsung 21-9, 21-14. Kemenangan kali ini menambah rekor kemenangan Tantowi/ Liliyana menjadi 5-0 atas Chen/Cheng, tanpa sekalipun menderita kekalahan.

Pada babak semifinal Tantowi/Liliyana akan menghadapi pemenang pertarungan antara pasangan Nova Widianto/ Vita Marissa dari Indonesia melawan ganda campuran China unggulan dua, Xu Chen/Ma Jin.

Sementara langkah Vita Marissa yang bertarung di ganda putri berpasangan dengan Nadya Melati harus terhenti di tangan pasangan ganda putri China unggulan satu, Wang Xiaoli/ Yu Yang. Vita/Nadya harus menyerah dalam pertarungan yang tidak berimbang selama 25 menit dengan skor akhir 9-21, 7-21.

Kekalahan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Vita/ Nadya menghadapi Wang Xiaoli/ Yu Yang. Sebelumnya pada Djarum Indonesia Open Premier Superseries 2011, Vita/Nadya menyerah di partai final melawan Wang Xiaoli/ Yu Yang dengan skor 12-21, 10-21.

Pasangan ganda putra Indonesia, Angga Pratama/ Ryan Agung Saputra juara Vietnam Grand Prix Open 2011 gagal mengulangi sukses menggulung ganda putra Korea unggulan dua, Jung Jae Sung/ Lee Yong Dae saat bertemu pada ajang Djarum Indonesia Open Premier Superseries 2011. Kala itu Angga/Ryan menekuk Jung/Lee 21-17, 21-17.

Sementara kali ini Angga/Ryan harus mengakui keunggulan Jung/Lee dengan skor 16-21, 12-21, sekaligus menggagalkan langkah Angga/Ryan menuju babak semifinal. Sementara bagi Jung/Lee mengantarkannya ke babak semifinal menghadapi pemenang sesame pasangan Denmark antara Mads Conrad-Petersen/ Jonas Rasmussen melawan Mathias Boe/ Carsten Mogensen yang merupakan unggulan tiga. (*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

French Open Superseries 2011 : Empat Wakil Susul Ke Perempatfinal

Posted by valsus on October 28, 2011

Bulutangkis.com – Setelah Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Vita Marissa/ Nadya Melati, empat wakil Indonesia melaju ke perempatfinal setelah meraih kemenangan pada babak kedua (16 besar) yang berlangsung di Paris, Perancis hari ini (Kamis, 27/10/11).

Ganda putra Indonesia unggulan enam, Bona Septano/ Mohammad Ahsan melaju ke perempatfinal dengan menaklukkan ganda putra China Taipei, Fang Chieh Min/ Lee Sheng Mu melalui pertarungan tiga game 22-20, 13-21, 21-16. Pada babak perempatfinal Bona/Ahsan akan bertemu dengan unggulan satu dari China, Cai Yun/ Fu Haifeng yang menyingkirkan ganda putra Malaysia, Goh Wei Shem/ Lim Khim Wah 21-19, 21-16. Bagi Bona/Ahsan pertemuan besok merupakan yang keempat menghadapi Cai/Fu dengan rekor tiga kali tanpa pernah sekalipun mencicipi kemenangan. Terakhir bertemu di Japan Open Superseries 2011, Bona/Ahsan kalah di final dengan skor 13-21, 21-23.

Langkah Bona/Ahsan juga diikuti rekannya, Angga Pratama/ Ryan Agung Saputra dengan menggulung ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/ Kenichi Hayakawa juga melalui pertarungan tiga game 21-17, 18-21, 21-15. Selanjutnya di perempatfinal Angga/Ryan akan menghadapi ganda putra Korea unggulan dua, Jung Jae Sung/ Lee Yong Dae yang menekuk Yoshiteru Hirobe/ Kenta Kazuno dari Jepang, 21-14, 21-16. Pertarungan di perempat final akan menjadi pertemuan kedua Angga/Ryan dengan Jung/Lee setelah pada Djarum Indonesia Open Premier Superseries 2011, Angga/Ryan menekuk Jung/Lee 21-17, 21-17.

Anneke Feinya Agustin/ Nitya Krishinda Maheswari ikut menyusul Vita Marissa/ Nadya Melati ke perempatfinal dengan menaklukkan ganda putri Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/ Khe Wei Woon 21-9, 25-23. Kemenangan ini membalas kekalahan Greysia Polii/ Meiliana Jauhari yang ditekuk Vivian/ Khe pada babak pertama. Selanjutnya di perempatfinal Anneke/Nitya akan menantang ganda putri Jepang unggulan tiga, Mizuki Fujii/ Reika Kakiiway yang mengkandaskan pasangan Mariana Agathangelou/ Heather Olver dari Inggris, 21-14, 21-13.

Tak mau kalah, pasangan Nova Widianto/ Vita Marissa juga merebut tiket ke perempatfinal dengan menyingkirkan ganda campuran Korea, Kim Ki Jung/ Jung Kyung Eun dua game langsung 26-24 21-14. Selanjutnya Nova/Vita akan menghadapi ganda campuran China unggulan dua, Xu Chen/ Ma Jin yang mengkandaskan finalis kejuaraan dunia 2011 dari Inggris/Skotlandia, Chris Adcock/ Imogen Bankier 23-21, 21-19. Bagi Nova/Vita pertemuan dengan Xu Chen/ Ma Jin akan menjadi pertemuan kedua setelah menderita kekalahan pada ajang Indonesia Open Grand Prix Gold 2011 lewat pertarungan tiga game, 17-21, 21-16, 13-21. (*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers