Nana dan Olimpiade London 2012
Posted by valsus on October 11, 2011
Bulutangkis.com – Pada Olimpiade Beijing 2008, Indonesia patut berbangga dengan torehan prestasi Maria Kristin Yulianti yang menyumbangkan medali perunggu di tengah persaingan ketat pebulutangkis putri China yang mendominasi. Kini Maria Kristin Yulianti tak mungkin lagi mengulang suksesnya seperti olimpiade lalu. Cedera yang berkepanjangan membuat prestasinya merosot dan kini kembali ke klubnya PB Djarum selepas dari Pelatnas Cipayung. Pada siapa harapan tumpuan tunggal putri Indonesia meraih medali di ajang Olimpiade London 2012?
‘’Putri Tak Mungkin lagi, PB PBSI Hanya Prioritaskan Empat Nomor’’, demikian judul berita di KaltimPost.co.id pada Rabu lalu (05 Oktober 2011). Kaltim Post menyebutkan, bahwa bahwa PB PBSI mulai bersikap realistis. Mengutip pernyataan Kabid Binpres PB PBSI Hadi Nasri, bahwa pengiriman atlit ke ajang superseries hanya memprioritaskan empat nomor (tunggal putra, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran). Sementara pengiriman atlit tunggal putri ke luar negeri masih terbuka pada ajang level grand prix.
Kebijakan ini, menurut Hadi kepada KaltimPost, diambil karena kekuatan Indonesia di tunggal putri cukup berat bersaing dengan pebulutangkis negara lain, khususnya yang beredar di daftar 16 besar dunia. Dan hampir pasti Indonesia tidak akan mengirimkan pebulutangkis putri di Olimpiade London 2012.
Bagaimana tunggal putri Indonesia? Akankah PB PBSI benar-benar melepaskan kesempatan yang ada? Melihat peringkat tunggal putri Indonesia saat ini memang sangat memprihatinkan.
‘’Indonesia masih bisa meloloskan satu wakilnya di tunggal putri,’’ ungkap Hendri Kustian, salah seorang pemerhati bulutangkis di tanah air kepada Bulutangkis.com dalam satu kesempatan obrol-obrol. Penilaian Hendri Kustian atas peluang tunggal putri Indonesia di Olimpiade dengan melihat peringkat pebulutangkis tunggal putri kita saat ini. ‘’Jatah tunggal putra dan tunggal putri ada 38, jika pada bulan April 2012 peringkat kita masuk, ada satu wakil yang bisa lolos,’’ tambah Hendri.
Peringkat terakhir yang dirilis Badminton World Federation (BWF) pada hari Kamis, lalu (06/10/11) ada lima tunggal putri kita yang berada di 100 besar dunia, Fransisca Ratnasari (31), Lindaweni Fanetri (34), Adriyanti Firdasari (39), Aprillia Yuswandari (40), dan Maria Febe Kusumastuti (48).
Seorang diantaranya, Fransisca Ratnasari Hari Saputra kelahiran Yogyakarta, 2 Oktober 1986 yang biasa disapa ‘Nana’ saat ini bukanlah penghuni Pelatnas Cipayung. Sebelum bergabung di Pelatnas Cipayung, Nana bergabung dengan PB Jaya Raya. Sebelum keluar dari Pelatnas Cipayung tahun 2009, Nana yang pernah memperkuat tim Uber Cup Indonesia tahun 2004, 2008, dan tim Sudirman Cup 2005.
Peluang kesertaan pada ajang Olimpiade tentunya tidak semata hanya menjadi milik atlit-atlit Pelatnas. Atlit non pelatnas yang berprestasi melebihi atlit-atlit pelatnas tentunya memiliki peluang yang sama. Pada tunggal putri peluang ini bisa diraih Nana, soalnya peringkat Nana seperti yang dirilis BWF selalu bersaing ketat dengan atlit-atlit Pelatnas Cipayung.
Bagaimana Nana melihat peluangnya menghadapi ajang Olimpiade London 2012 mendatang?
‘’Keinginan untuk bisa main ke Olimpiade 2012 pasti ada,’’ ungkap Nana kepada Bulutangkis.com.
‘’Gimana persiapannya Na?’’ tanya Bulutangkis.com.
‘’Selalu berusaha dengan latihan maksimal, kalo dikirim ke setiap turnamen selalu berusaha memberikan yang terbaik,’’ ungkap Nana optimis.
Nana yang kini sehari-harinya berlatih di Kudus bersama Maria Kristin Yulianti patut bersyukur berada di klub PB Djarum yang selalu mendorong atit-atlitnya meraih prestati tertinggi.
‘’Kita semakin semangat mendorong atlit PB Djarum lolos ke Olympiade 2012’’ ungkap Yoppy Rosimin, Ketua Umum PB Djarum kepada Bulutangkis.com, memberikan penilaian atas pencapaian prestasi Nana.
‘’Artinya PB Djarum, akan mengupayakan pengumpulan poin dengan mengikutkan Nana pada beberapa turnamen? Punya program khusus buat Nana?’’ tanya Bulutangkis.com.
’’Iya dong, fight until the end,’’ tambah Yoppy Rosimin, yang selalu memberi motivasi kepada atlit-atlitnya dengan cara yang khas dan personal melalui telepon genggamnya.
Lebih jauh Yoppy berharap ada atlitnya yang bisa mengulang prestasi Maria Kristin Yulianti seperti tahun 2008, mampu menembus tembok China dan membuat Lu Lan menangis karena gagal meraih perunggu. ‘’Ini impian kita semua,’’ tambah Yoppy Rosimin.
Pendapat yang sama dilontarkan Hendri Kustian. ‘’Benar sekali dengan dukungan klub mengirimkan Nana ke turnamen-turnamen akan memudahkan impian Nana, karena beberapa nilai turnamennya pada bulan November dan Desember akan hangus,’’ ungkap Hendri.
Bagi Nana perjalanan menembus Olimpiade London 2012 tidaklah mudah. Kerja keras Nana dan dukungan klub tentunya tidak akan menutup peluang Nana menembus ajang Olimpiade London 2012 yang paling bergengsi dan teramat langka. Semoga berhasil Na! (fk)
Top 100 Peringkat Atlit Indonesia 6 Oktober 2011
Tunggal Putra :
5. (5) Taufik Hidayat
15. (15) Simon Santoso
19. (18) Tommy Sugiarto
25. (27) Dionysius Hayom Rumbaka
30. (31) Alamsyah Yunus
70. (67) Sony Dwi Kuncoro
99. (84) Andre Kurniawan Tedjono
Tunggal Putri :
31. (37) Fransiska Ratnasari
34. (33) Lindaweni Fanetri
39. (40) Adriyanti Firdasari
40. (42) Aprillia Yuswandari
48. (41) Maria Febe Kusumastuti
Ganda Putra:
6. (6) Mohammad Ahsan/Bona Septano
7. (7) Markis Kido/Hendra Setiawan
9. (9) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan
27.(26) Angga Pratama/Ryan Agung Saputra
37. (42) Yohanes Rendy Sugiarto Yohanes/Afiat Yuris Wirawan
63. (65) Robert Blair [SCO] / Flandy Limpele
70. (90) Gideon Markus Fernaldi/Agripinna Prima Rahmanto Putra
71. (64) Fernando Kurniawan/ Wifqi Windarto
95. (99) Rendra Wijaya/Rian Sukmawan
Ganda Putri :
8. (8) Greysia Polii/ Meiliana Jauhari
13. (13) Vita Marissa/ Nadya Melati
22. (24) Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari
37. (36) Della Destiara Haris/ Suci Rizky Andini
41. (37) Imawan Gebby Ristiyani/ Nuraidah Tiara Rosalia
54. (54) Lita Nurlita/ Saralee Thoungthongkam [INA/THA]
68. (70) Komala Dewi/Jenna Gozali
Ganda Campuran :
3. (2) Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir
13. (10) Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet
19. (22) Nova Widianto/ Vita Marissa
24. (21) Muhammad Rijal/Debby Susanto
55. (44) Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
62. (62) Hendra Setiawan [INA]/ Anastasia Russkikh [RUS]
70. (74) Irfan Fadhilah/ Weni Anggraini
78. (53) Markis Kido/Lita Nurlita
82. (75) Okvana Viki Indra/Gustiani Sari Megawati
98. (78) Muhammad Rizky Delynugraha/Richi Dili Puspita







