SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for November, 2011

Makau Terbuka : Simon dan Taufik Berpeluang Juara

Posted by valsus on November 30, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Mundurnya pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei dan absennya pemain papan atas China, seperti Lin Dan, Chen Long, dan Chen Jin, membuka peluang buat pemain Indonesia untuk menjadi juara di turnamen Makau Terbuka.

Harapan terbesar ada di tangan Simon Santoso dan Taufik Hidayat, sekaligus meraih gelar pertama buat mereka musim ini.

Simon, yang pekan lalu tampil sebagai semifinalis di turnamen Premier Super Series China Terbuka, punya lebih besar. Ditempatkan sebagai unggulan kelima, Simon berada di grup atas.

Untuk mencapai partai puncak, Simon menghadapi persaingan dari pemain Hongkong, Wong Wing Ki, dan pemain China, Du Pengyu.

Dari statistik rekor pertemuan, Simon sudah pernah berjumpa sekali dan mengalahkan keduanya. Pada Turnamen China Terbuka, pekan lalu, permainan Simon cukup baik, sebelum dihentikan Chen Long.

Di babak pertama, kemarin, Simon tidak terlalu kesulitan mengalahkan pemain Taiwan, Chun Shih Kuei, 23-21, 21-14. Di babak kedua, Simon kemungkinan akan dijajal juara asia yunior dan juara dunia yunior dari Malaysia Zulfadli Zulkifli.

Jika lolos, Simon akan bertemu unggulan ke-12, Wong Wing Ki, yang pernah mengalahkan Lin Dan di turnamen Premier Super Series Denmark Terbuka.

“Ini memang kesempatan bagus buat Simon. Setelah juara di SEA Games, dia semakin percaya diri. Yang penting, dia harus fokus di setiap pertandingan,” kata pelatih tunggal putra pelatnas Cipayung, Agus Dwi.

Peluang bagus juga dimiliki Taufik. Ditempatkan sebagai unggulan ketiga, Taufik berada di grup bawah. Namun, perjalanan Taufik agak lebih berat dibandingkan dengan Simon karena lawan-lawannya relatif lebih sulit, seperti Hu Yun dari Hongkong, Le Hyun Ill dari Korea Selatan dan Kenichi Tago dari Jepang.

Di atas kertas, seharusnya Taufik bisa dengan mudah melewati mereka. Akan tetapi, permainan Taufik masih belum stabil dan tidak konsisten.

Di turnamen Premier Super Series China Terbuka, pekan lalu, Taufik tersingkir di babak kedua di tangan Simon Santoso. Taufik menyerah dua gim langsung, 15-21, 10-21.

Kemarin, Taufik juga harus bekerja keras untuk menaklukkan pemain Singapura peringkat ke-170 dunia, Huang Chao, 24-26, 21-8, 21-16.

Di babak kedua, Taufik akan ditantang pemain Hongkong, Wei Nan. Jika lolos, selanjutnya juara Olimpiade Athena ini kemungkinan akan menghadapi unggulan kesepuluh, Hu Yun.

Selain Taufik dan Simon, di tunggal putra, Indonesia juga punya empat wakil lainnya, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka, Tommy Sugiarto, Sony Dwi Kuncoro, dan Alamsyah Yunus. Keempat pemain ini juga sukses melaju ke babak kedua.

Hayom menang atas pemain Filipina, Ronel Estanislao, 21-9, 21-13, dan akan menghadapi pemain Taiwan, Teng Shih Hua. Sementara Tommy menang atas pemain Filipina, Philip Joper, 21-9, 21-8, dan akan menghadapi pemain Malaysia, Pei Wee Chung.

Sony, yang tidak tampil di SEA Games, harus bersusah payah mengalahkan pemain Hongkong, Tam Chun Hei, 15-21, 21-18, 21-16. Di babak selanjutnya, Sony akan melawan bintang muda China, Wang Zhengming.

Adapun Alamsyah Yunus kemarin menang atas pemain Malaysia, Misbun Ramdan, dalam pertandingan dua gim langsung, 21-12, 21-12.

Penampilan Fran Kurniawan/Shendy Puspa di turnamen ini menjadi debut buat pasangan ganda campuran itu. Fran sebelumnya berpasangan dengan Pia Zebadiah yang memutuskan mundur dari pelatnas. Di babak pertama, Fran/Shendy langsung diuji pasangan China, He Hanbin/Bao Yixin.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Makau Terbuka Grand Prix Gold : Hayom Lengkapi Kesuksesan Tunggal Putra Indonesia

Posted by valsus on November 30, 2011

JAKARTA, Kompas.com — Dionysius Hayom Rumbaka melengkapi kesuksesan seluruh pemain tunggal putra Indonesia yang tampil di babak pertama turnamen Makau Terbuka Grand Prix Gold, Selasa (29/11/11). Unggulan ke-13 ini hanya membutuhkan waktu 18 menit guna menyingkirkan pemain Filipina, Ronel Estanislao, dengan dua gim langsung, 21-9, 21-13.

Dengan demikian, enam tunggal putra Indonesia melangkah ke babak kedua turnamen berhadiah 200.000 dollar AS (sekitar Rp 1,8 miliar) ini. Hayom mengikuti jejak Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Alamsyah Yunus, Taufik Hidayat, dan Tommy Sugiarto, yang lebih dulu merengkuh tiket babak kedua.

Pada babak berikutnya, Rabu (30/11/11), Hayom akan bertemu pemain Taiwan, Teng Shih Hua, yang menang 21-13, 21-17 atas pemain Malaysia, Goh Soon Huat. Sementara itu, Simon—yang merupakan unggulan kelima—ditantang pemain muda Malaysia, Zulkiffli Zulfadli. Sony bertemu unggulan ketujuh dari China, Wang Zhengming; Taufik (unggulan ke-3) ditantang pemain Hongkong, Wei Nan; Alamsyah (unggulan ke-15) masih menunggu lawan, antara Chan Yun Lang (Hongkong) atau Huang Po Jui (Taiwan), dan Tommy (unggulan ke-9) bertemu pemain Malaysia, Pei Wee Chung.

Peluang pemain Indonesia untuk meraih prestasi di sini cukup besar karena para pemain top dunia absen. Unggulan utama dari Malaysia, Lee Chong Wei, memutuskan untuk mundur sehingga jalan Simon yang tergabung di paruh atas bakal lebih mulus untuk mencapai final.

Adapun di paruh bawah, Taufik punya peluang menembus final, begitu juga dengan Tommy. Jika perjalanan mereka mulus, Tommy dan Alamsyah akan bertemu di perempat final, sebelum bertemu Taufik di semifinal. Sedangkan di paruh atas, Hayom bisa saja langsung bentrok dengan Sony di babak ketiga, sebelum bertemu Simon di semifinal.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Maria Kristin Jadi Ujung Tombak di Kejurnas

Posted by valsus on November 29, 2011

SEMARANG, Kompas.com – Peraih medali perunggu Olimpiade 2008, Maria Kristin Yulianti, akan menjadi ujung tombak PB Djarum Kudus saat tampil pada kejuaraan nasional (Kejurnas) bulu tangkis di Pekanbaru, Riau, 29 November hingga 3 Desember 2011.

Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin ketika dihubungi dari Semarang, Senin (28/11/11), mengatakan, Maria Kristin menjadi andalan di kelompok tunggal putri dewasa setelah Fransiska Ratnasari dan Ana Rovita absen pada kejurnas tersebut. Kemudian, lanjut dia, Febby Angguni juga absen karena tampil pada Liga Bulu Tangkis Republik Ceko.

“Nana (panggilan akrab Fransiska Ratnasari) mengalami cedera punggung, sedangkan Ana Rovita cedera lengan kanan,” katanya.

Mantan tunggal putri pelatnas tersebut bakal tampil bersama Rosaria Yusfin Pungkasari. “Kalau Maria Kristin, cedera lututnya tidak kambuh tentunya peluang meraih prestasi maksimal terbuka lebar,” katanya.

Apalagi pemain pelatnas utama seperti Lindaweni Fenetri, Adriyanti Firdasari, Aprilia Yuswandari, Maria Febe Kusumastuti, Beleatrix Manuputty, dan Hera Desi tampil pada kejuaraan bulu tangkis Kumpoo Macau Open yang pelaksanaannya bersamaan (29 November hingga 3 Desember 2011).

Kemudian di nomor tunggal dewasa putra, PB Djarum mengandalkan Andre Kurniawan Tedjono, Andreas Adityawarman, Bandar Sigit Pamungkas, dan Garry. Mereka akan bersaing dengan Fauzi Adnan dan para pemain lainnya, sedangkan pemain utama seperti Taufik Hidayat, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Alamsyah Yunus, dan Sony Dwi Kuncoro juga turun di Macau Open. Hal yang sama juga terjadi pada nomor ganda putri, putra, dan campuran.

“Saya kira peluang kita terbuka lebar, terutama untuk kelompok taruna yang turun dengan kekuatan penuh,” katanya.

Pada nomor ganda campuran, PB Djarum menurunkan pasangan juara Asia junior, Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia, kemudian juara dunia 2011, Gloria Emanuella Widjaya (berpasangan dengan Alfian Eko Prasetya). Pada kejurnas ini, Gloria bakal berpasangan dengan Edi Subaktiar.

“Kami berharap bisa membawa pulang gelar juara dari nomor ganda putra, putri, dan campuran kelompok taruna,” katanya seraya menambahkan, pada kejurnas tersebut, pebulu tangkis PB Djarum tersebut turun atas nama Jawa Tengah.

Unggulan pertama tunggal putri dewasa adalah Ganis Nur Ramadhani (DKI  Jakarta), kedua Risky Amelia (DKIB Jakarta), sedangkan Rosaria Yusfin Pungkasari menjadi unggulan ketiga. Pada tunggal dewasa putra unggulan pertama Alamsyah Yunus (Banten), kedua Senatria Agus (Jabar), dan ketiga Fauzi Adnan (Jatim).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Malaysia International Challenge 2011 : Dua Gelar Juara dari Malaysia

Posted by valsus on November 28, 2011

Bulutangkis.com – Indonesia membawa pulang dua gelar juara dari Malaysia setelah Alamsyah Yunus dan Bellaetrix Manuputty meraih kemenangan pada babak final Malaysia International Challenge 2011 yang berlangsung di Sandakan, Sabah, Borneo, Malaysia, hari Minggu (27/11/11).

Alamsyah yang menempati unggulan satu menyabet gelar juara setelah menekuk andalan Malaysia unggulan tiga, Mohamad Arif Abdul Latif lewat pertarungan tiga game 21-12, 17-21, 21-14.

Kemenangan Alamsyah atas Mohamad Arif memupuskan harapan tuan rumah meraih tiga gelar juara. Sebelumnya di nomor ganda putri, pasangan Malaysia, Yin Loo Lim/ Marylen Poau Leng Ng yang merupakan unggulan tiga gagal melewati pasangan ganda putri Jepang, Naoko Fukuman/ Kurumi Yonao 16-21, 13-21.

Malaysia hanya meraih satu gelar juara dari nomor ganda campuran yang merupakan partai pembuka melalui pasangan Aik Quan Tan/ Pei Jing Lai. Pasangan Aik/ Pei yang merupakan unggulan satu menekuk dengan ganda campuran Indonesia, Andhika Anhar/ Nurvita Hanadia Keshya dua game langsung, 21-18, 21-17.

Sedangkan Bella meraih kemenangan atas temannya dari Indonesia, Hera Desi melalui pertarungan tiga game 21-19, 19-21, 21-12.

Jepang meraih gelar juara kedua di nomor ganda putra melalui pasangan Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda. Tanpa banyak kesulitan, Takeshi/ Kurumin Yonae menekuk pasangan unggulan enam, Chung Jen Chen/ Yen Jui Lin dua game langsung 21-13, 21-17. (*)

Hasil Pertandingan Final (Minggu, 27/11/11)
Ganda Campuran :
- Aik Quan Tan/Pei Jing Lai [1] [Malaysia] vs Andhika Anhar/Nurvita Hanadia Keshya 21-18, 21-17
Ganda Putri :
- Naoko Fukuman/Kurumi Yonao [4][Japan] vs Yin Loo Lim/Marylen Poau Leng Ng [3] [Malaysia] 21-16, 21-13
Tunggal Putra :
- Alamsyah YUNUS [1] vs Mohamad Arif Abdul Latif [3] [Malaysia] 21-12, 17-21, 21-14
Tunggal Putri :
- Belaetrix MANUPUTTY [6] vs Desi HERA [7] 21-19, 19-21, 21-12
Ganda Putra :
- Takeshi Kamura/Keigo Sonoda [8][Japan] vs Chung Jen Chen/Yen Jui Lin [6][Chinese Taipei] 21-13, 21-17.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Premier Super Series : China Sabet Empat Gelar

Posted by valsus on November 28, 2011

SHANGHAI, KOMPAS.com — Pemain-pemain China mendominasi dengan meraih empat gelar dari lima nomor pada turnamen Premier Super Series China Terbuka yang berlangsung di Shanghai, China. Satu-satunya gelar yang tidak bisa dikuasai pemain China hanya pada nomor ganda putra.

Gelar di ganda putra direbut pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Mereka menjadi yang terbaik setelah di final mengalahkan pasangan Korea Selatan, Ko Sun Hyun/Yoo Yeon Seong dengan angka meyakinkan 21-17, 21-13.

Dominasi China sudah bisa terlihat sebelum partai final dimulai. Mereka sudah bisa memastikan tiga gelar karena di tiga nomor, yakni tunggal putri dan putra serta ganda putri, terjadi final sesama pemain China.

Satu gelar didapat pemain China lagi dari nomor ganda campuran. Pasangan nomor satu dunia Zhang Nan/Zhao Yunlei sukses menuntaskan balas dendam atas dua kekalahan beruntun di Denmark dan Perancis Terbuka dari pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Mereka bahkan meraih kemenangan dengan angka yang cukup meyakinkan, 21-11, 21-14.

Pada ganda putri, pasangan Wang Xiaoli/Yu Yang memastikan gelar juara dengan mengalahkan kompatriotnya, Tang Jinhua/Xia Huan, 21-11, 21-10. Pada tunggal putri, Wang Yihan tak perlu bekerja keras untuk meraih gelar juara. Hal ini karena kompatriotnya Wang Xin memutuskan mundur karena cedera lutut di gim pertama saat dia dalam posisi tertinggal 12-18 dari Wang Yihan.

Sementara di tunggal putra, Lin Dan sukses menekuk kompatriotnya, Chen long, dengan kemenangan dua gim langsung 21-17, 26-24.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Diapresiasi Candra Wijaya

Posted by valsus on November 27, 2011

SERANG – Kejuaraan bulu tangkis Bupati Serang Cup V yang digelar Pengcab PBSI Kabupaten Serang mulai  20  November di GOR Fla­mengo, Ke­pandean, Kota Serang di­­­apresiasi mantan pe­bulutangkis terbaik Indonesia Candra Wijaya. Candra mengapresiasi kejuaraan ini karena penyelenggaraan me­li­bat­­kan berbagai kelompok umur, ter­utama umur usia dini.
Candra Wijaya merupakan pe­bu­lu­tangkis yang meraih medali emas Olimpiade tahun 2000 di Sydney, Australia, dan salah seorang pemain gan­da putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. “Pen­ye­leng­garaan kejuaraan bulu tang­kis Bupati Cup ini merupakan kejuaraan yang tepat untuk pembinaan prestasi usia dini,” kata Candra saat ditemui di GOR Flamengo seusai memberikan pembinaan kepada anak didiknya yang akan tampil di kejuaraan ini, Selasa (22/11).
Menurutnya, kejuaraan bulu tangkis yang kelima kali digelar ini merupakan momen yang tepat untuk pembinaan pres­tasi pebulutangkis usia muda. “Saya menerjunkan anak didik saya pada kejuaraan ini dan akan saya dam­pingi sampai selesai. Pe­bu­lu­tang­kis asal klub Candra Wijaya untuk usia dini saya terjunkan sebanyak 10 orang, pe­mula dan dewasa 20 orang sebagai ajang pem­bi­naan re­ge­nerasi pebulutangkis,” paparnya.
Candra menilai, kejuaraan bulu tangkis Bupati Cup ini layak untuk diubah status kejuaraannya. “Ke­jua­raan ini sudah masuk kriteria pa­da kejuaraan tingkat nasional,” ujar­nya.
Hanya saja, lanjut Candra, sumber daya manusia (SDM) dan tempat penyelenggaraan harus bisa menampung penonton minimal 500 peserta. “Saya yakin Banten bisa me­lahirkan pebulutangkis muda yang handal dan berprestasi. Jika ke­giatan ini terus digelar dan ko­or­dinasi antara pengurus cabor bulu tangkis dan klub berjalan dengan maksimal,” ujarnya.
Kendati demikian, syarat mutlak untuk bisa me­lahirkan pebulutangkis berprestasi harus didukung dengan SDM pelatih. “Prestasi dalam pem­bi­naan pebulutangkis berprestasi ha­rus didukung dengan tersedianya pe­latih spesialis. Pelatih khusus ber­da­sarkan kelompok umur peserta didik yang akan dibina,” pungkasnya. (mg-12/alt/ags)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

China Terbuka Superseries Premier : Lagi, Lin Dan Singkirkan Chong Wei

Posted by valsus on November 27, 2011

AKARTA, KOMPAS.com — Lin Dan selangkah lagi mewujudkan ambisinya untuk merengkuh gelar China Terbuka Superseries Premier. Unggulan ketiga ini lolos ke partai puncak turnamen berhadiah 350.000 dollar AS tersebut setelah menyingkirkan musuh bebuyutannya dari Malaysia yang merupakan unggulan utama, Lee Chong Wei.

Dalam pertarungan berdurasi 1 jam 16 menit, Sabtu (26/11/2011), Lin Dan menang rubber game 19-21, 21-12, 21-11. Hasil ini menunjukkan betapa dominannya Lin Dan atas Chong Wei karena dari total 26 pertemuan mereka, Lin Dan unggul 18-8. Kemenangan terakhir Chong Wei adalah di All England pada 13 Maret 2011, sebelum tiga kali berturut-turut ditaklukkan Lin Dan, termasuk pekan lalu di semifinal Hongkong Terbuka Superseries, di mana Chong Wei takluk 16-21, 14-21.

Keberhasilan Lin Dan ini memastikan China merengkuh gelar nomor tunggal putra karena terjadi all-Chinese final. Pasalnya, Lin Dan akan bertemu unggulan kedua, Chen Long, yang menang dua gim langsung 21-14, 21-14 atas satu-satunya pemain Indonesia, Simon Santoso. Jika keluar sebagai pemenang, Lin Dan berhasil merengkuh dua gelar dalam dua pekan.

China pasti sabet tiga gelar

Jika pekan lalu China menyapu bersih gelar di Hongkong Terbuka Superseries, pekan ini mereka harus kehilangan satu gelar dari sektor ganda putra. Pasalnya, “Negeri Tirai Bambu” ini tak memiliki wakil di partai puncak, yang mempertemukan unggulan ketiga dari Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan unggulan keempat dari Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong.

Boe/Mogensen, yang di perempat final mengalahkan ganda putra terbaik Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, kembali meraih kemenangan dramatis atas pasangan Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Dalam duel selama 1 jam 21 menit, Boe/Mogensen menang 19-21, 23-21, 22-20. Sementara itu, Ko/Yoo menyingkirkan ganda putra Jepang, Naoki Kawamae/Shoji Sato, dengan dua gim 21-12, 21-18.

Tetapi, di sektor lain, China memiliki wakil. Bahkan, raksasa bulu tangkis dunia ini sudah pasti membawa pulang tiga gelar juara karena terjadi pertarungan sesama pemain China, yaitu di tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri. Khusus di sektor putri, China menunjukkan bahwa dominasi mereka belum tergoyahkan karena nyaris di setiap turnamen, nomor tunggal dan ganda putri selalu menjadi milik mereka.

Di tunggal putri terjadi all-Chinese semifinal di mana unggulan kedua Wang Yihan ditantang pemain non-unggulan Liu Xin, dan partai semifinal lainnya mempertemukan unggulan ketiga Wang Xin dengan pemain non-unggulan Li Xuerui. Sedangkan di ganda putri, unggulan utama Wang Xiaoli/Yu Yang menghentikan langkah unggulan ketiga dari Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa, sehingga di final mereka bertemu pemenang unggulan kedua Tian Qing/Zhao Yunlei dengan pasangan non-unggulan Tang Jinhua/Xia Huan.

Sementara di sektor ganda campuran, unggulan ketiga dari Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, berhasil menyisihkan unggulan ketujuh dari Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, dengan 21-18, 21-14. Mereka akan bertemu pemenang antara sesama pemain China, yaitu unggulan utama Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan pasangan non-unggulan Jiaming Tao/Xia Huan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

China Terbuka Superseries Premier : Simon Gagal ke Final

Posted by valsus on November 27, 2011

JAKARTA, Kompas.com – Satu-satunya harapan Indonesia, Simon Santoso gagal lolos ke final China Terbuka Superseries Premier setelah disingkirkan Chen Long, Sabtu.

Simon yang tidak diunggulkan gagal mengatasi perlawanan unggulan 2 asal China, Chen Long. Simon menyerah dalam dua game 14-21 14-21 dalam 44 menit.

Ini merupakan kekalahan beruntun Simon dari Chen Long dalam sebulan terakhir. Bulan lalu, pemain utama pelatnas Cipayung ini menyerah rubber game 21-18 16-21 8-21 dalam pertemuan di Denmark Terbuka Superseries.

Dengan kekalahan Simon, Indonesia berarti gagal meloloskan wakil di final. Sebelumnya, ganda senior Markis Kido/Hendra Setiawan juga tersingkir di babak perempat final.

Di final, Chen Long akan menunggu pemenang pertandingan semifinal lainnya antara dua musuh bebuyutan, Lee Chong Wei (unggulan 1) dan unggulan 3, Lin Dan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Results Quarterfinal Round China Open Premier SS 2011 Simon : “Saya Harapan Terakhir Indonesia”

Posted by valsus on November 26, 2011

Bulutangkis.com – Satu-satunya wakil Indonesia yang bertahan di sektor tunggal, Simon Santoso kembali menjadi pahlawan merah putih di sektor ini usai menundukkan unggulan ke-4, Peter Gade. Sementara itu di sektor putri, Inthanon dan Petya yang diharapkan mampu menjegal hegemoni China, akhirnya harus tumbang di tangan pemain putri China lainnya.

Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Simon pada gim pertama sehingga membuat Gade unggul 17-14 setelah sebelumnya tertinggal 9-12 sempat mengkhawatirkan kubu Indonesia. Terlebih ketika tunggal terbaik Eropa tersebut akhirnya mampu mempertahankan kepemimpinannya hingga memetik kemenangan 21-15.

Namun keadaan ternyata berbalik saat memasuki paruh akhir set kedua. Simon yang tertinggal 6-9 perlahan bangkit dan berbalik unggul 12-10 dan 15-12. Momentum kemenangan ini terus dipelihara oleh Simon dengan permainan menyerangnya yang lebih agresif dibandingkan dengan gim sebelumnya. Terus meluncur dengan 18-13, Simon akhirnya berhasil memaksakan rubber set, 21-15.

Penurunan performa Gade di gim penentuan membuat Simon dengan mudah mendominasi pertandingan dan tampil menekan. Simon yang terus unggul 9-4, 12-7 dan 15-9 akhirnya memimpin hingga kedudukan 20-11. Di titik ini, Gade sempat bangkit dan memanfaatkan beberapa pengembalian Simon yang tidak sempurna. Mematahkan 5 kali ‘match point’ Simon dengan mengoleksi 5 poin beruntun, Gade akhirnya menyerah, 16-21.

“Saya sangat senang bisa menang karena pada pertemuan sebelumnya (di Jepang) saya kalah dan juga di banyak pertemuan sebelumnya. Tapi hari ini saya bisa mengalahkan dia dan memetik kemenangan,” ujar Simon usai pertandingan.

“Saya hanya bermain santai dan mencoba untuk menikmati pertandingan namun tetap harus percaya diri karena saya harapan terakhir tunggal Indonesia,” lanjut Simon kemudian.

Saat ditanya strategi permainannya menghadapi Gade, Simon hanya berujar, “Sangat tipis, saya harus terus menyerang.”

Sementara itu Gade mengaku hari ini tidak bermain dalam kecepatan terbaiknya, “Simon seorang pemain yang baik. Ketika saya tidak bermain dalam kecepatan terbaik saya, dia (Simon) akan mampu mengembangkan permainan dan mendominasinya. Sangat sulit untuk bisa tampil maksimal di dua pertandingan yang ketat. Saya sudah mencoba yang terbaik dan inilah hasilnya.”

Sang unggulan ke-2, Chen Long akan menjadi lawan tanding Simon di laga berikutnya setelah peraih ‘hattrcik’ di turnamen China Masters, Japan Open dan Denmark Open tersebut menumbangkan kompatriotnya, Chen Jin (5), 21-13, 21-17.

Sementara itu pada partai semifinal lainnya, ulangan turnamen pekan lalu antara Lee Chong Wei (1) dan Lin Dan (3) akan kembali terurai setelah masing-masing meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Chong Wei mengubur Sho Sasaki (6), 21-18, 21-13 sedangkan Lin Dan melindas Jan O Jorgensen, 21-17, 21-14.

China Pastikan Satu Gelar

Meskipun kubu tuan rumah sempat dilanda was-was usai kekalahan dua wakil unggulannya, Jiang Yanjiao (5) dan Wang Shixian (1), para pemain pelapisnya selalu mampu menjaga dominasi putri China untuk melanjutkan konsistensi hingga ke partai puncak.

Wang Yihan (2) memastikan tiket semifinal pertama untuk putri China setelah melewati pertarungan tiga gim menghadapi tunggal Bulgaria, Petya Nedelcheva. Kemajuan performa yang di ukir Petya pada turnamen ini kembali dia tunjukkan pada gim kedua setelah kalah mudah 11-21 di gim pertama.

Meskipun tertinggal dalam perolehan poin, Petya senantiasa mampu mengimbangi permainan Yihan dengan pertahanan yang cukup baik. Bola-bola sulitnya juga seringkali membuat pukulan Yihan menjadi tanggung atau melakukan akhirnya melakukan kesalahan sendiri. Berbalik unggul 18-17 setelah sebelumnya tertinggal 9-13 membuat keperecayaan diri Petya bangkit dan akhirnya menutup set ini, 21-18.

Konsistensi Petya sayangnya tidak terjaga pada gim penentuan. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Petya dan perubahan ritme permainan yang dilakukan Yihan membuat Petya kesulitan untuk mengembangkan permainan terbaiknya. Memimpin jauh 11-4 dan 17-6, Yihan tanpa banyak kesulitan menghentikan perlawanan Petya, 21-9. Di babak semifinal, Yihan akan menantang Liu Xin yang memetik kemenangan atas wakil Korea, Bae Youn Joo melalui laga 73 menit, 21-17, 20-22, 21-16.

Kuda hitam lainnya yang di babak sebelumnya menggusur unggulan teratas, Wang Shixian adalah Ratchanok Inthanon. Menghadapi andalan China lainnya, Li Xuerui, Inthanon yang tampil menekan sejak awal gim pertama langsung unggul dan tidak memberikan kesempatan bagi Xuerui untuk mengembangkan permainannya, 21-16.

Keadaan berbalik di gim kedua ketika Xuerui yang sudah mampu beradaptasi akhirnya terus memimpin dan berhasil memaksakan rubber, 21-13. Meskipun Inthanon nyaris tidak melakukan kesalahan sendiri pada gim ketiga, tunggal Thailand tersebut lebih banyak bermain defensif dan mengikuti alur yang diskenariokan oleh Xuerui. Penguasaan Xuerui yang lebih baik di semua lini, membuatnya mampu mengukir kemenangan telak, 21-9.

Xuerui yang menjadi runner up turnamen French Open SS 2011 yang lalu usai dikalahkan seniornya, Wang Xin (3) di partai final kali ini kembali akan menghadapi lawan yang sama untuk memperebutkan tiket partai puncak. Xin sendiri melaju ke semifinal setelah menaklukkan juniornya, Yao Xue, 21-10, 21-15. (FEY – Bulutangkismania.wordpress.com)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Peringkat Taufik Semakin Merosot

Posted by valsus on November 26, 2011

JAKARTA, Kompas.com - Peringkat dunia tunggal putera Indonesia Taufik Hidayat pekan ini makin merosot dan berada di posisi sembilan.

Taufik yang baru saja tersingkir di babak kedua China Terbuak Superseries Premier di Shanghai pekan ini, merosot satu tingkat dibandingkan peringkatnya pekan lalu. Posisinya digeser oleh pemain asal China, Du Pengyu yang kini menempati peringkat delapan.

Seiring dengan prestasinya yang memburuk, peringkat Taufik Hidayat mmemang semakin merosot. Pada akhir Mei lalu, ia masih menempati peringkat dua di bawah  pemain Malaysia Lee Chong Wei. Namun sejak Juni  peringkatnya terus menggelinding hingga menempati peringkat sembilan pekan ini.

Namun peringkat Taufik masih di atas pemain-pemain Indoeseia lainnya. Simon Santoso kini berada di peringkat sebelas, diikuti Tommy Sugiarto (peringkat 19)  Dionysius Hayom Rumbaka di peringkat 25, Alamsyah Yunus (31), Andre Kurniawan Tedjono (peringkat 62) dan Sony Dwi KUncoro (peringkat 70).

Pemain China, Lin Dan menyodok ke peringkat dua dengan menggeser rekan senegaranya Chen Long ke posisi tiga. Sementara posisi puncak masih dikuasai oleh jago Malaysia, Lee Chong Wei.

Sementara di  ganda putera, peringkat juara Olimpiade, Markis Kido/Hendra Setiawan juga melorot dua tingkat. Kido/hendra kini berada di peringkat 10, turun dua tingkat dibanding pekan lalu. Sementara dua ganda putera lainnya, bertahan di 10 ebsar yaitu Bona Septano/Muhammad Ahsan (peringkat 6) dan Alvent Yulianto/Hendra AG di peringkat delapan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers