JAKARTA, KOMPAS.com — Mundurnya pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei dan absennya pemain papan atas China, seperti Lin Dan, Chen Long, dan Chen Jin, membuka peluang buat pemain Indonesia untuk menjadi juara di turnamen Makau Terbuka.
Harapan terbesar ada di tangan Simon Santoso dan Taufik Hidayat, sekaligus meraih gelar pertama buat mereka musim ini.
Simon, yang pekan lalu tampil sebagai semifinalis di turnamen Premier Super Series China Terbuka, punya lebih besar. Ditempatkan sebagai unggulan kelima, Simon berada di grup atas.
Untuk mencapai partai puncak, Simon menghadapi persaingan dari pemain Hongkong, Wong Wing Ki, dan pemain China, Du Pengyu.
Dari statistik rekor pertemuan, Simon sudah pernah berjumpa sekali dan mengalahkan keduanya. Pada Turnamen China Terbuka, pekan lalu, permainan Simon cukup baik, sebelum dihentikan Chen Long.
Di babak pertama, kemarin, Simon tidak terlalu kesulitan mengalahkan pemain Taiwan, Chun Shih Kuei, 23-21, 21-14. Di babak kedua, Simon kemungkinan akan dijajal juara asia yunior dan juara dunia yunior dari Malaysia Zulfadli Zulkifli.
Jika lolos, Simon akan bertemu unggulan ke-12, Wong Wing Ki, yang pernah mengalahkan Lin Dan di turnamen Premier Super Series Denmark Terbuka.
“Ini memang kesempatan bagus buat Simon. Setelah juara di SEA Games, dia semakin percaya diri. Yang penting, dia harus fokus di setiap pertandingan,” kata pelatih tunggal putra pelatnas Cipayung, Agus Dwi.
Peluang bagus juga dimiliki Taufik. Ditempatkan sebagai unggulan ketiga, Taufik berada di grup bawah. Namun, perjalanan Taufik agak lebih berat dibandingkan dengan Simon karena lawan-lawannya relatif lebih sulit, seperti Hu Yun dari Hongkong, Le Hyun Ill dari Korea Selatan dan Kenichi Tago dari Jepang.
Di atas kertas, seharusnya Taufik bisa dengan mudah melewati mereka. Akan tetapi, permainan Taufik masih belum stabil dan tidak konsisten.
Di turnamen Premier Super Series China Terbuka, pekan lalu, Taufik tersingkir di babak kedua di tangan Simon Santoso. Taufik menyerah dua gim langsung, 15-21, 10-21.
Kemarin, Taufik juga harus bekerja keras untuk menaklukkan pemain Singapura peringkat ke-170 dunia, Huang Chao, 24-26, 21-8, 21-16.
Di babak kedua, Taufik akan ditantang pemain Hongkong, Wei Nan. Jika lolos, selanjutnya juara Olimpiade Athena ini kemungkinan akan menghadapi unggulan kesepuluh, Hu Yun.
Selain Taufik dan Simon, di tunggal putra, Indonesia juga punya empat wakil lainnya, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka, Tommy Sugiarto, Sony Dwi Kuncoro, dan Alamsyah Yunus. Keempat pemain ini juga sukses melaju ke babak kedua.
Hayom menang atas pemain Filipina, Ronel Estanislao, 21-9, 21-13, dan akan menghadapi pemain Taiwan, Teng Shih Hua. Sementara Tommy menang atas pemain Filipina, Philip Joper, 21-9, 21-8, dan akan menghadapi pemain Malaysia, Pei Wee Chung.
Sony, yang tidak tampil di SEA Games, harus bersusah payah mengalahkan pemain Hongkong, Tam Chun Hei, 15-21, 21-18, 21-16. Di babak selanjutnya, Sony akan melawan bintang muda China, Wang Zhengming.
Adapun Alamsyah Yunus kemarin menang atas pemain Malaysia, Misbun Ramdan, dalam pertandingan dua gim langsung, 21-12, 21-12.
Penampilan Fran Kurniawan/Shendy Puspa di turnamen ini menjadi debut buat pasangan ganda campuran itu. Fran sebelumnya berpasangan dengan Pia Zebadiah yang memutuskan mundur dari pelatnas. Di babak pertama, Fran/Shendy langsung diuji pasangan China, He Hanbin/Bao Yixin.







