Rudy Gunawan : “Ini bukan Akhir Bagi Gloria Tapi Baru Awal’’
Posted by valsus on November 12, 2011
Bulutangkis.com – Atlit muda PB Djarum, Gloria Emmanuelle Widjaja menerima reward berupa uang sebesar empat puluh juta rupiah atas prestasinya meraih juara dunia ganda campuran nomor perorangan pada Kejuaraan Dunia Yunior 2011 berpasangan dengan Alfian Eko Prasetya di Taiwan.
PB Djarum sebagai klub tempat Gloria berlatih sehari-harinya memberikan bonus sebesar tiga puluh juta rupiah. Pemberian reward atau bonus disampaikan langsung oleh Yoppy Rosimin, Program Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam acara resmi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (10/11/11). Pemberian reward kepada Gloria disaksikan kedua orang tua Gloria, Samuel Widjaja dan Aida Puspita.
Pemberian bonus kepada para atlitnya yang berpretasi merupakan tradisi PB Djarum sebagai bentuk kepedulian dan perhatian dari klub, demikian menurut Yoppy. “Ini apresiasi kami kepada para atlet berprestasi. Kami berharap penghargaan ini akan memacu para pemain untuk lebih termotivasi dalam mengejar prestasi,” jelas Yoppy.
Terakhir PB Djarum juga melakukan hal yang sama kepada atlit PB Djarum lainnya, Lukhi Apri Nugroho/ Ririn Amelia. Prestasi membanggakan dicapai Lukhi/ Ririn ketika mereka membawa pulang gelar juara ganda campuran dari ajang Badminton Asia Youth Under 19 Championships 2011 di Luchnow, India bulan Juli lalu.
Selain dari klubnya PB Djarum, Gloria juga menerima bonus sebesar sepuluh juta rupiah dari Blibli.com, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang online yang bersimpati atas prestasi yang telah diraih Gloria mengharumkan nama bangsa Indonesia.
“Saya tidak menyangka bisa juara, apalagi sampai mendapatkan penghargaan luar biasa ini. Saya sangat berterima kasih kepada PB Djarum yang telah memberikan banyak hal, khususnya yang berkaitan dengan apresiasi peningkatan karier kami sebagai pemain bulutangkis, hal ini memicu kami untuk menjadi yang terbaik, pokoknya jangan pernah puas kalau belum juara,” ungkap Gloria, yang lahir di Jakarta, 28 Desember 1993.
Selain meraih gelar juara dunia prestasi, Gloria juga mencatat beberapa prestasi prestisius lain diantaranya
Juara I Djarum Sirnas Jakarta 2011 dan Juara I Piala Walikota Surabaya 2011.
Tak hanya bonus uang yang diterima, Gloria juga menerima hadiah peralatan bulutangkis dari Flypower, produsen peralataan bulutangkis yang selama ini merupakan pendukung atlit-atlit PB Djarum. Pemberian hadiah dari Flypower disampaikan langsung Hariyanto Arbi, salah satu direktur Flypower yang juga mantan pebulutangkis nasional, didampingi Ricky Subagdja.
‘’Flypower ikut merasa bangga atas prestasi yang dicapai Gloria. Menjadi juara dunia tidaklah mudah saat ini. Hasil yang dicapai ini tentunya karena Gloria telah berlatih keras, dan untuk kedepannya perlu berlatih lebih keras lagi dan terus ditingkatkan,’’ demikian Ricky Subagja, peraih medali emas olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky yang kini merupakan Brand Ambassador Flypower, memberi dorongan kepada Gloria.
Sementara Rudy Gunawan, sang pelatih Gloria juga merasa bangga dengan prestasi yang telah dicapai Gloria. ‘’Semoga ini bukan merupakan akhir bagi Gloria, tapi merupakan awal,’’ tambah Rudy memberikan dorongan bagi Gloria.
Gloria yang berpasangan dengan Alfian Eko Prasetya satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Dunia Yunior 2011 yang berlangsung di Taiwan. Pada babak final pasangan Alfian/Eko menaklukkan rekannya dari Indonesia, Ronald Alexander/ Tiara Rosalia Nuraidah 12-21, 21-17, 25-23. Kemenangan yang diraih Alfian/Gloria akhirnya mengantarkan mereka ke podium juara dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan mengibarkan sang Merah Putih.
‘’Saya juga tidak menyangka kalau Gloria bisa juara. Saya senang Gloria bisa meraih gelar juara,’’ ungkap Sigit Budiarto yang ikut mendampingi atlit Indonesia ke Taiwan. ‘’Secara kualitas Gloria kalah dengan lawannya, namun dengan semangat yang tinggi dan tidak mau menyerah akhirnya bisa meraih juara,’’ cerita Sigit menilai penampilan Gloria di Kejuaraan Dunia Junior lalu.
Pada kejuaraan dunia junior yang baru lalu, Indonesia menempatkan dua wakil di partai final. Namun sayang kedua wakil gagal meraih kemenangan. Elyzabeth Purwaningtyas di nomor tunggal putri ditaklukkan Ratchanok Inthanon, pebulutangkis Thailand yang merupakan unggulan satu dengan skor 6-21, 21-18, 13-21.
Pada nomor ganda putri satu wakil Indonesia lainnya pasangan Shella Devi Aulia/ Anggia Shitta Awanda juga melaju ke final. Namun sayang, Shelle/Anggia harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan, Lee So Hee/ Shin Seung Chan setelah bertarung tiga game 16-21, 21-13, 9-21. (fk)







