Korea Terbuka Superseries Premier : Tontowi/Liliyana “Out”, Indonesia Habis
Posted by valsus on January 7, 2012
JAKARTA, Kompas.com – Pupuslah harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar juara dari turnamen Korea Terbuka Superseries Premier yang berlangsung di Seoul Olympic Gymnasium, Korea Selatan. Pasalnya, tiga wakil Tanah Air yang tampil di perempat final turnamen berhadiah 1 juta dollar AS tersebut, Jumat (6/1/12), sudah tersingkir.
Kali ini giliran ganda campuran terbaik Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang harus angkat koper. Unggulan keempat tersebut kalah 16-21, 21-15, 16-21 dari pasangan tuan rumah Lee Yong Dae/Ha Jung Eun. Ini merupakan kekalahan kedua secara beruntun bagi Tontowi/Liliyana atas pasangan Korea tersebut, setelah Denmark Terbuka 19 Oktober 2011 lalu – secara head-to-head, Tontowi/Liliyana unggul 3-2.
Sebelumnya, tunggal putra Simon Santoso dan ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang tersingkir. Simon, unggulan kedelapan, kalah 16-21, 19-21 dari pemain China, Du Pengyu, sedangkan Meiliana/Greysia, unggulan kedelapan, kalah 8-21, 9-21 dari pasangan tuan rumah yang merupakan unggulan keempat, Ha Jung Eun/Kim Min Jung.
Hasil ini menunjukkan bahwa bulu tangkis Indonesia masih terpuruk dan belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Sebuah indikasi yang buruk untuk menghadapi Olimpiade London 2012, karena tradisi emas bisa sirna – bahkan terancam tak memiliki wakil ke pesta olahraga terbesar di dunia itu.
Atas kemenangan tersebut, Yong Dae/Jung Eun maju ke semifinal. Di babak empat besar nanti, Sabtu (7/1/12), mereka bertemu pasangan Rusia, Alexandr Nikolaenko/Valeri Sorokina, yang menang 21-14, 13-21, 21-12 atas pasangan China, He Hanbin/Yixin Bao.
Yong Dae dan Jung Eun pun tetap memelihara asa untuk merebut dua gelar dalam turnamen ini. Pasalnya, di nomor lain pun mereka maju ke semifinal, yaitu ganda putri dan ganda putra (Yong Dae berpasangan dengan Jung Jae Sung sebagai unggulan kedua, menang 21-16, 21-12 atas pasangan Taiwan, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu).








Tahukah Anda said
Benar2 terpuruk … sebenarnya apa yg salah dg bulutangkis di Indonesia ?