SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for January 8th, 2012

Icuk Khawatir Arah Pembinaan Bulutangkis

Posted by valsus on January 8, 2012

JAKARTA-Agenda penyusunan ranking nasional bulutangkis lewat turnamen Sirkuit Nasional (Sirnas) mulai dikritisi Icuk Sugiarto. Penjenjangan ranking nasional, dinilai tidak tepat sasaran dan salah arah. Solusi yang ditawarkan, memperbanyak keikutsertaan di sejumlah turnamen international challenge. Namun, Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) malah menjawabnya dengan penambahan slot jumlah turnamen Sirnas sepanjang 2012 ini.

Ya, mulai 2012 nanti, otoritas tertinggi olahraga bulutangkis nasional memang sudah menyiapkan spare lebih buat kuota turnamen Sirkuit Nasional. Sepanjang 2011 silam, even Sirnas digelar sebanyak 9 kali di seluruh pelosok Tanah Air. Dan untuk seri 2012 ini, PB PBSI berniat menggelar 10 turnamen Sirnas. Lagi-lagi, penambahan ini hanya diperuntukkan untuk kawasan Pulau Jawa. Padahal, agenda penambahan turnamen ini sebelumnya sudah diplot untuk digelar di Papua.

”Saya kira ini sudah salah kaprah. Indonesia harusnya tidak boleh terlena dengan pola pembinaan semacam ini. Kalau bidikannya nasional terus, ke depannya pasti bakal sulit. Harusnya yang digarap adalah perbaikan ranking dunia. Bukan ranking nasional,” terang juara dunia 1985 dan 1986, Icuk Sugiarto, kemarin (1/1).

Saat ini, Icuk mengaku sangat khawatir dengan arah pembinaan bulutangkis nasional. Apalagi, saat menyambangi Italia, Desember silam, suami Nina Yaroh itu banyak menemui pemain-pemain Eropa yang sangat berkualitas. Pemain-pemain muda Rusia, Jerman, Inggris, serta Uzbekistan dinilai sudah sangat improved di level international challenge. Rata-rata, sudah banyak yang bisa mengimbangi permainan atlet-atlet Tiongkok, negara raksasa bulutangkis dunia.

”Saya sendiri sangat kaget saat melihat permainan atlet-atlet Eropa. Yang bagus-bagus jumlahnya ada ratusan. Kalau ini dibiarkan terus, lama-lama Indonesia bisa makin ketinggalan lagi. Harus ada keberanian untuk mengirimkan pemain muda tanding di luar negeri,” paparnya.

Menanggapi ini, Mimi Irawan, Kabid Turnamen dan Perwasitan PB PBSI, mengaku bisa memahami kekhawatiran Icuk tadi. Namun, wanita berkacamata itu mengaku akan tetap menjalankan agenda Sirnas. Dalihnya, even ini dinilai masih sangat berkualitas.

”Ini adalah cikal bakal pencetakan atlet berkualitas di pelatnas pratama. Jadi mulai 2012 jumlahnya kami tambah menjadi sepuluh. Kota tambahannya Jogjakarta,” tuturnya.

Di sisi lain, PB PBSI juga mengaku siap menambah range pengiriman atlet pelapis ke sejumlah turnamen internasional. Namun, hanya pemain yang dinilai berkualitas saja yang bakal diberi kesempatan tanding di luar negeri. Level turnamennya, tentu saja akan disesuaikan dengan kualitas permainan masing-masing atlet.

”Maunya kami memang mengirim sebanyak mungkin pemain ke luar negeri. Tapi ini kan terhalang dana. Untuk 2012, ini akan dilakukan secara berjenjang, dari international challenge ke Grand Prix. Untuk Grand Prix, mungkin bisa lebih dari sepuluh kali pengiriman. Syaratnya, mereka harus berprestasi dulu atau lolos seleksi ketat di internal Pelatnas,” timpal Hadi Nasri, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI. (ags)

sumber : http://sport.indopos.co.id/?p=14248

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers