SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for January 29th, 2012

Jelang Olimpiade London : Lin Dan Tak Masuk Tim Thomas China

Posted by valsus on January 29, 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — China benar-benar memanfaatkan babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber di Makau, 13-19 Februari, untuk mendongkrak peringkat pemain dalam penghitungan olimpiade.

Hal ini bisa dilihat dari materi pemain yang diturunkan. Sejumlah pemain utama sengaja disimpan. Untuk tim Thomas, China tidak menyertakan pemain tunggal utamanya, Lin Dan.

Nomor ini mereka percayakan kepada Chen Long, Chen Jin, Du Pengyu, dan Wang Zhengming.

Di nomor ganda, mereka tidak diperkuat pasangan utama Cai Yun/Fu Haifeng. Mereka memainkan pasangan Guo Zhendong/Chai Biao, Liu Xiaoling/Qiu Zihan, serta pemain ganda campuran Zhang Nan dan Li Gen.

Demikian juga untuk tim Uber. Negeri ”Tirai Bambu” ini tidak menurunkan trio Wang yang menguasai tiga peringkat teratas dunia tunggal, Wang Yihan, Wang Xin, dan Wang Shixian.

Sebagai gantinya mereka menurunkan peringkat enam dunia Jiang Yanjiao, Li Xuerui (7), Liu Xin (10) dan Wang Lin (101).

Dipercayanya Wang Lin masuk tim Uber cukup mengejutkan karena juara dunia 2010 ini penampilannya belum konsisten akibat cedera yang memaksanya istirahat panjang.

Di nomor ganda, China tidak memainkan Wang Xiali/Yu Yang. Mereka mempercayakan sektor ini kepada pasangan Zhao Yunlei/Tian Qing, Cheng Sun/Pan Pam, dan Zhong Qianxin/Bao Yixin.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Peluang Tim Uber Cukup Berat

Posted by valsus on January 29, 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Peluang Tim Uber Indonesia untuk lolos ke putaran final cukup berat. Dalam daftar tim unggulan yang dikeluarkan Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC), Indonesia tidak termasuk dalam tim unggulan empat besar.

Artinya, Indonesia nantinya bisa saja satu grup dengan China dan salah satu tim kuat lainnya. China mantap berada di posisi unggulan pertama dengan total poin 449,193.61. Jepang dan Taiwan menyusul dengan selisih jumlah poin yang cukup jauh dari unggulan pertama, yaitu 271,615.86 dan 225,683.70.

Sementara posisi unggulan keempat diisi Thailand. Indonesia berada di posisi kelima dengan total poin 188,328.80. India berada di posisi keenam, disusul Singapura, Hongkong, Malaysia, Sri Lanka, Vietnam, Makau, Kazakhstan, dan Filipina.

Dengan gambaran di atas, lolos kualifikasi bukanlah perkara mudah bagi tim Indonesia.

Undian pembagian grup akan dilakukan pada 30 Januari. Kualifikasi Uber zona Asia akan berlangsung di Makau, 13-19 Februari 2012.

Empat tempat akan diperebutkan tim Piala Uber dari 14 negara. Putaran final akan berlangsung di Wuhan, China, pada 20-27 Mei 2012.

Tim Thomas Unggulan ke – 4

Tim Indonesia pada Piala Thomas ditempatkan sebagai unggulan keempat dalam daftar unggulan Kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2012 zona Asia yang dirilis oleh Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC), Sabtu (28/1/2012). Unggulan ditentukan dari peringkat pemain berdasarkan daftar peringkat yang dikeluarkan oleh Federasi Bulu Tangkis Asia (BWF) pada 26 Januari 2012.

China yang tak diperkuat Lin Dan diunggulkan di tempat pertama dengan total poin tertinggi, yaitu 403,977.41. Korea dan Jepang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga dengan total poin 305,419.19 dan 267,922.69.

Indonesia yang berada di posisi keempat memiliki selisih poin yang tak jauh dari tim Jepang, yaitu 263,575.34. Tempat kelima dan seterusnya ditempati oleh Malaysia, Taiwan, Thailand, India, Hongkong, Singapura, Vietnam, Sri Lanka, Filipina, Makau, dan Kazakhstan.

Kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia akan berlangsung di Makau, 13-19 Februari 2012. Tim Piala Thomas dari 15 negara akan memperebutkan lima tempat teratas. Putaran final akan berlangsung di Wuhan, China, pada 20-27 Mei 2012.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Piala Thomas dan Piala Uber : China Tetap Sulit Ditandingi

Posted by valsus on January 29, 2012

JAKARTA, KOMPAS.com —Meski China menyimpan sejumlah pemain utamanya pada babak penyisihan Piala Thomas dan Piala Uber, mereka tetap sulit ditandingi.

Demikian dikatakan mantan pemain nasional tahun 1950-1960-an, Tan Joe Hok. Di balik keputusan ini, China pasti menyimpan suatu strategi yang sudah diperhitungkan dengan matang.

”Tidak mungkin mereka berani menyimpan Lin Dan dan beberapa pemain utama jika tanpa strategi yang matang. Saya melihat ini keberanian mereka untuk melakukan regenerasi pemain,” kata Tan Joe Hok ketika dimintai pendapat soal materi pemain China, di Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Mantan pemain yang pernah tiga kali membela tim Thomas Indonesia ini juga menilai strategi China ini bisa dipastikan tidak lepas untuk sasaran olimpiade.

”Mereka tentunya ingin menempatkan wakil sebanyak-banyak di olimpiade. Makanya mereka ikut kualifikasi dengan memberi tempat kepada pemain lain,” kata Tan Joe Hok.

Soal peluang tim Indonesia, Tan Joe Hok mengatakan, untuk lolos kualifikasi cukup terbuka, terutama tim Thomas. Sementara tim Uber perjuangannya akan lebih berat.

”Kenyataannya, kita tidak punya materi pemain sekuat China. Tapi apa pun harus dihadapi. Faktor nonteknis kadang bisa ikut menentukan, seperti kekompakan, semangat, dan motivasi,” kata Tan Joe Hok.

Babak kualifikasi akan digelar di Makau pada 13-19 Februari mendatang.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Chong Wei’s biography published

Posted by valsus on January 29, 2012

Bulutangkis.com – Lee Chong Wei is no common athlete. National hero in his home land of Malaysia, the hard working and talented Chong Wei has won everything but two major titles – World Championships and Olympic Games – he was short of one point only to bag Malaysia’s first evern world crown in the men’s singles this summer in London. He explains how that happened, and how he felt at that precise point in a biography published this wednesday January 18th.

“Dare to be a champion” is the title of the book – one of the few badminton biographies and the only one about a shuttler still in the circuit ( Peter Gade will shortly be publishing his own biography) and oversees Chong Wei’s career, with its ups and down, amongst which this moment where he was so close to the Graal in London, in the summer of 2012.

Here is an excerpt from the book (thanks to the Malaysia’s Star) :

ON Aug 14, 2011, the BWF World Championship, the most prestigious tournament in badminton was held at London’s Wembley Arena Indoor Stadium. I had never made it to the final in this competition, winning only a bronze medal in 2005. This has always been the biggest title that I wanted to win.

Wembley Arena is going to be the venue for badminton in the 2012 London Olympics. Competitors from all around the world saw the world championship as a great opportunity to warm up for the Olympic Games.

I spent a lot of time and effort to prepare for this World Championship. I really wished to excel and win. In the past, I often felt unready, mentally or physically, and I missed the final. This time, I sensed that it was different. I knew it was different.

Lin Dan was my opponent in the final. He walked to the court under the glaring light. Grasping the attention of the world, here we were, on the stage.

We had met each other on the court many times and knew each others’ style of play very well. In the first set, the score was fairly even.

Breathtaking climaxes from varied plays and tactics overwhelmed the crowd and intensified the atmosphere. I played carefully and decisively….

Lin Dan won the BWF World Championship for the fourth time.

We were both worthy opponents in the final as we fought hard till the last. I walked towards coach Tey with a smile. We hugged each other. We both knew we have tried our best. More importantly, I had displayed a stronger mentality compared to the past.

I accepted the defeat without any bitterness.

By: Raphael Sachetat
Badzine.net

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

BAM must focus on quality, not quantity

Posted by valsus on January 29, 2012

Bulutangkis.com – The Badminton Association of Malaysia (BAM) must increase the quality – not the quantity – of training sessions to raise their players’ fitness level.

Academician Sheikh Kamaruddin Sheikh Ahmad does not agree with BAM’s move to raise the number of sessions – especially before the Thomas Cup qualifying tournament in Macau from Feb 13-19.

“Coaches want to increase training hours but it would be better to spend more time strengthening their existing training programme. They need to come up with an effective programme to augment the players’ focus and attention span,” said Kamaruddin, a sports science lecturer with Universiti Putra Malaysia (UPM).

“It is pointless conducting more training sessions if there is no quality. Focus should not only be on their skills … most of our players are skilful enough. They need to place more emphasis on physical conditioning.”

Kamaruddin hoped that BAM would heed his advice and focus on the quality of training when the Thomas-Uber Cup team begin centralised training on Monday.

“It isn’t right to increase the frequency of training just before a major event. We need more quality in training and I hope that they will not put unnecessary pressure on the players,” he said.

Kamaruddin was one of five candidates shortlisted for the High Performance Director’s post, which eventually went to Ng Chin Chai, Datuk James Selvaraj and Wong Ah Jit, following BAM’s decision to form a three-man High Performance Team instead. (thestar.com.my)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers