MILO School Competition 2012; Piala Taufik Hidayat Diperebutkan di Empat Kota
Posted by valsus on February 23, 2012
Bulutangkis.com – MILO School Competition (MSC) yang merupakan satu-satunya kompetisi bulutangkis berskala nasional di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali akan digelar tahun ini di empat kota.
Empat kota yang menjadi ajang penyelenggaraan kali ini adalah Malang (29 Februari – 4 Maret), Bandung (26 Maret-31 Maret), Jambi (9 April- 14 April), dan Manado (7 Mei-12 Mei) dengan target peserta lebih dari 2.800 murid SD dan SMP. Para pemenang di setiap kota berhak melaju ke Grand Final MSC 2012 di Jakarta pada bulan Juni.
MSC sebagai ajang pencarian bibit-bibit bulutangkis melalui jalur sekolah akan mempertandingkan nomor perorangan dan nomor beregu. Pada nomor beregu, Taufik Hidayat peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 yang merupakan Duta MILO School Competition menyumbangkan piala atas nama dirinya untuk diperebutkan. Perebutan Piala Taufik Hidayat ini telah berlangsung sejak tahun 2005 saat pertama kali Taufik menjadi Duta MILO School Competition.
Sejak tahun 2002 turnamen bulutangkis yang bertujuan sebagai wadah pemasalan bulutangkis di tingkat SD dan SMP ini didukung MILO salah satu produk minuman berenergi dari Nestle. Dan selama sepuluh tahun pula sebanyak 24 kota di seluruh Indonesia telah kebagian menyelenggarakan turnamen yang mencatat jumlah peserta sebanyak 25.600 siswa pada tingkat SD dan SMP. Sejumlah nama pebulutangkis Indonesia lahir dari ajang MSC diantaranya Tommy Sugiarto (juara tahun 2003) dan Febby Angguni (juara tahun 2007).
Tommy Sugiarto, salah satu tim Thomas Cup Indonesia di putaran final mendatang mengungkapkan, kompetisi ini sangat berguna bagi para pemain belia untuk unjuk kebolehan. Menurutnya, turnamen ini sebagai salah satu wahana untuk pembinaan dan pembibitan pemain.
‘’Saya senang pada saat bisa menjadi pahlawan untuk sekolah saya (SMP 176 Jakarta),’’ ungkap Tommy, putra Icuk Sugiarto yang merupakan juara dunia 1983.
Semetara Febby Angguni, yang kini menjadi andalan tunggal putri PB Djarum mengungkapkan kebanggaanya menjadi juara MILO School Competition 2004 yang pada saat itu masih bersekolah di SD Ujung Berung begitu antusias saat mendengar turnamen akan digelar di Bandung.
‘’Saya sangat senang karena waktu itu Bandung menjadi tuan rumah dan akhirnya saya menjadi juara, karena keberhasilan tersebut saya disambut teman-teman dan guru-guru. Bahkan, ada upacara khusus waktu itu,’’ ujar pemain asal Bandung.
‘’Setelah mengikuti MILO School Competition saya lebih percaya diri, saya bisa belajar sportifitas, pantang menyerah menghadapi siapa pun,’’ kata Febby yang juga menjuarai MILO Junior Indonesia Open 2007.
Para juara di masing-masing kota tidak hanya mengikuti turnamen grand final, namun mendapat kesempatan mengikuti pelatihan bulutangkis dan pengembangan mental juara oleh Taufik Hidayat di Taufik Hidayat Arena yang berada di Jakarta selama dua minggu.
Tahun lalu para juara mendapat kesempatan emas pelatihan phisik dari legenda bulutangkis nasional Christian Hadinata, mantan pebulutangkis nasional yang kini menjadi kepala pelatih ganda di Pelatnas Cipayung. Selain itu para juara juga mendapat kesempatan emas lainnya dengan berlatih tanding dengan para legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, Sarwendah, Alan Budi Kusuma, Candra Wijaya dan Icuk Sugiarto.
Melalui kompetisi olahraga anak-anak dapat belajar banyak tentang nilai-nilai kehidupan seperti pantang menyerah, percaya diri, kerjasama dan sportivitas. (fk)







