SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for the ‘Bulutangkis’ Category

Vita/Nadya Turun di Sirnas Makassar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 10, 2012

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemain senior ganda putri Vita Marissa/Nadya Melati akan turun di turnamen bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, yang akan berlangsung 10-14 April 2012.

Kehadiran mereka akan meramaikan persaingan, karena beberapa pemain nasional lainnya juga sudah menyatakan akan tampil. Seperti di tiga seri sebelumnya, Djarum Sirnas Makassar akan mempertandingkan empat kelompok umur, mulai dari pemula, remaja, taruna, dan dewasa.

Persaingan sengit akan terjadi di nomor dewasa, nomor yang akan memperebutkan hadiah total Rp 200 juta, yang disiapkan oleh Djarum ini akan diramaikan oleh pemain-pemain nasional.

Bagi Nadya Melati dan Vita Marissa, ini merupakan pertama kalinya turun di arena Djarum Sirnas di 2012. Meski mereka punya ranking BWF tertinggi di turnamen ini, perjuangan mereka tak berarti mudah.

Pemain muda Keshya Hanadia Nurvita/Devi Tika Permatasari yang sudah dua kali menjadi juara di 2012, akan menjadi pesaing mereka.

Sementara di sektor ganda putra, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan yang baru menjuarai seri ketiga di Jambi, kembali di favoritkan menjadi juara.

Di sektor tunggal putra akan diramaikan Alamsyah Yunus, yang baru saja tampil di GP Australia Terbuka dengan hasil akhir di babak perempat final. Selain Alamsyah juga ada Senatria Agus Setia Putra serta pebulutangkis muda asal PB Tangkas Alfamart.

Di sektor ganda campuran, Nova Widianto akan turun bersama dengan Devi Tika Permatasari, sementara atlet ganda campuran senior, Tri Kusharjanto akan menggandeng Vita Marissa. Juara bertahan Ardiansyah Putra/Lita Nurlita tentu akan mendapat tantangan baru.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

MILO School Competition 2012 Jambi : Perjuangan Habib Alfarizi Mengikuti Jejak Taufik Hidayat

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 10, 2012

Bulutangkis.com – Kesempatan memang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi. Apalagi kesempatan itu membuka peluang bagi anaknya untuk bisa bertanding di Jakarta dan menjadi juara nasional. Harapan ini disampaikan S Saudah (43) ibunda dari Habib Alfarizi pemain unggulan pertama dari SD 100 Muara Bongo Jambi yang ditemui di sela babak penyisihan hari pertama MILO School Competition Jambi, Senin hari ini (09/04/12), di GOR Kotabaru Jambi.

Menurut Saudah, kerja keras dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Habib anaknya membuat dia layak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti MILO School Competition yang untuk pertama kalinya dilangsungkan di kota Jambi. Ini dibuktikan dengan kerelaan Habib untuk menempuh perjalanan darat selama 6 jam dari Kabupaten Bongo, tempat tinggalnya menuju kota Jambi.

‘’Sebagai orangtua tentunya saya berharap yang terbaik bagi anak-anak saya. Kebetulan seluruh keluarga suka bulutangkis dan kakak Habib, Arizko Asyuro juga juara Ganda di salah satu kompetisi bulutangkis yang diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi. Habib sendiri anak bungsu tapi tekadnya bertanding tidak mau kalah dengan kakaknya,’’ ujar Saudah.

Melihat semangat dan kerja keras Habib yang harus membagi waktu antara belajar dan bertanding, Saudah rela menghabiskan waktu mendampingi Habib hingga MILO School Competition berakhir pada tanggal 14 April mendatang. Ini sekaligus bentuk dorongan yang diberikan untuk Habib agar terus termotivasi mencapai prestasi di bidang olahraga bulutangkis.

Habib dikenalkan pada olahraga bulutangkis sejak masih TK dan baru serius berlatih saat kelas 3 SD meski hanya pada kegiatan esktra kurikuler SD 100 Muara Bongo.

‘’Mudah-mudahan MILO School Competition di Jambi ini bisa membawa Habib ke Jakarta. Selama ini, prestasi Habib baru di tingkat daerah, untuk tingkat nasional sudah beberapa kali masuk, namun belum berhasil mendapatkan nomor,’’ungkapnya.

Bagi Habib, MILO School Competition Jambi, merupakan kesempatan emas baginya untuk melangkah menjadi pemain professional. Walau berasal dari daerah luar pulau Jawa, ia yakin, suatu saat dirinya bisa seperti Taufik Hidayat meski harus melalui jalan yang panjang.

Jarak tempuh perjalanan yang dialami dari Muara Bongo hingga ke Jambi, menurut Habib, tidak pernah menjadi hambatan baginya untuk berprestasi, “Aku tidak merasa lelah ketika harus menempuh waktu 6 jam dari rumah ke Jambi, yang penting aku bisa mengikuti kompetisi bulutangkis ini dan berjuang dengan keras agar bisa menjadi juara dan dikirim ke Jakarta,” ujar Habib.

Namun yang menjadi perhatian saat ini, Habib mau tidak mau harus bisa membagi waktu antara belajar dan bertanding, mengingat sebentar lagi dirinya mengikuti ujian nasional masuk SMP. ‘’Dua-duanya penting dijalani, Aku hanya menginginkan hasil yang terbaik, antara sekolah dan bulutangkis. Soal lawan tanding di MILO School Competition, aku rasa semua tangguh terutama dari SD Xaverius dan SD yang ada di Kota Jambi. Siapapun lawannya aku siap bertanding,” tambahnya. (id)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Aksi Ricky Subagja dan Sigit Budiarto Hangatkan Mabar MBI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2012

Bulutangkis.com – Legenda bulutangkis Indonesia, Ricky Subagja dan Sigit Budiarto yang merupakan Brand Ambassador Flypower, perusahaan peralatan bulutangkis nasional, mampu hangatkan suasana kegiatan Mabar (Main bareng) Masyarakat Bulutangkis Indonesia (MBI) yang berlangsung di Ben Stadium, Bogor hari Minggu kemarin (08/04/12).

Kehadiran Ricky Subagja peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky dan Sigit Budiarto, juara All England 2003 berpasangan dengan Candra Wijaya tampil dalam dua partai eksibisi. Eksibisi pertama Ricky dan Sigit bermain ganda campuran berpasangand dengan atlit-atlit putri Bogor yang masih muda, Riris dan Stefani. Dan eksibisi kedua Ricky berpasangan dengan Sigit melawan atlit muda Bogor, Ferdinad dan Angger juara MILO School Competition Jakarta tahun 2010.

Pertarungan eksibisi Rexy/Riris melawan Sigit/Stefani berlangsung rame dan menghibur. Aksi kocak Ricky dan Sigit di lapangan dimulai dari awal pertandingan yang membuat wasit Sajar sedikit ‘kewalahan’. Betapa tidak, saat wasit meminta Ricky dan Sigit bertarung dalam format ganda campuran, malah Ricky dan Sigit berpasangan ganda putra hendak melawan Riris/Stefani. Saat wasit meminta Ricky pindah, malah Sigit mengikuti Sigit ke seberang net, begitu kejadian berulang. Riris dan Stefani hanya tersenyum-senyum melihat ulah jenaka Ricky dan Sigit.

Saat pertarungan berjalan, ulah konyol Ricky dan Sigit tak berhenti juga. Pertarungan yang berjalan seru, tiba-tiba saja Ricky memukul kok ke lapangan sebelah. Sigit pun tak tinggal diam, pindah ke lapangan sebelah meladeni bola-bola lob Ricky. Stefani dan Riris pun sempat bingung, namun akhirnya keduanya ikut pindah ke lapangan sebelah meladeni permainan Ricky/Sigit. Tak lama Ricky/Sigit balik lagi bermain di lapangan semula, mau tak mau Stefani dan Riris pun mengikutinya. Ricky terus memukul bola ke lapangan sebelah di belakang wasit. Sigit pun meladeni di lapangan sebelah, begitu juga Riris dan Stefani kembali mengikuti ke lapangan sebelah. Wasit pun harus memutar badan untuk melihat pemain yang bermain di lapangan sebelah yang berada di belakangnya.

Aksi seru lainnya, saat Ricky melakukan smes-smesh tajam ke arah Sigit dan Sigit pun terus menaikkan bola memancing Ricky melakukan smes-smesh. Akhirnya Ricky terlihat kelelahan dan keluar lapangan untuk minum. Dan Wahyu Agung Setiawan, salah seorang Direktur Flypoer yang hadir yang berada dekat dengan Ricky pun melanjutkan smes-smesh ke arah Sigit. Usai minum, Ricky kembali masuk ke lapangan membawa kok mengajak Stefani latihan pukulan-pukulan kecil di bibir net. Tepuk tangan penonton pun memberikan applause