SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2018
    M T W T F S S
    « Jul    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,603 other followers

Hasil Indonesia Open 2018, Indonesia Raih Dua Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 9, 2018


JAKARTA, KOMPAS.com – Ajang bulu tangkis Indonesia Open 2018 telah rampung digelar pada Minggu (8/7/2018). Dalam lima partai final yang digelar di Istora Senayan itu, Indonesia berhasil menyabet dua gelar juara. Dua gelar tersebut diraih pada sektor ganda campuran dan ganda putra.

Pada ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mempertahankan gelar juara seusai mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Sementara pada ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih gelar Indonesia Open pertamanya setelah mengalahkan wakil Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

Sama seperti Indonesia, Jepang juga meraih dua gelar pada sektor tunggal putra dan ganda putri. Adapun China yang hanya menempatkan satu wakilnya di partai final, gagal membawa pulang gelar juara. Tunggal putri China, Chen Yufei kalah dari pebulu tangkis asal Taiwan, Tai Tzu Ying.

Hasil lengkap final Indonesia Open 2018 :

WS : Tai Tzu Ying (TPE) vs Chen Yufei (CHN) – 21-23, 21-15, 21-9

WD : Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (JPN) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (JPN) – 14-21, 21-16, 14-21

MS : Viktor Axelsen (DEN) vs Kento Momota (JPN) -14-21 8-21

XD : Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (INA) vs Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (MAS) – 21-17 , 21-8

MD : Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (INA) vs Takuto Inoue/Yuki Kaneko (JPN) – 21-13, 21-16

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Dafar Lengkap Pebulu Tangkis Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 25, 2018


JAKARTA, KOMPAS.com – Persatuan Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI) telah merilis daftar lengkap wakil Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2018 pada Selasa ((19/6/2018).

Wakil terakhir yang akan ikut serta adalah pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Annisa Saufika. Dengan bergabungnya Ronald/Annisa, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti tak sungkan membeberkan target Indonesia pada kejuaraan dunia. Susy Susanti menargetkan satu gelar pada kejuaraan yang dilangsungkan di China itu. “Target di kejuaraan dunia adalah satu gelar. Semoga ada kejutan dari pemain-pemain muda kita,” ucap Susy seperti dilansir BolaSport.com dari Badmintonindonesia.org.

Ronald/Annisa merupakan wakil ke-16 Indonesia yang mendapat tiket pada Kejuaraan Dunia 2018 setelah masuk di daftar tunggu selama beberapa pekan.

Sementara itu, skuatd bulu tangkis Indonesia tidak akan diperkuat oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang mempersembahkan satu-satunya gelar juara pada Kejuaraan Dunia 2017 harus absen tahun ini karena fokus pada Asian Games 2018.

Kejuaraan Dunia 2018 akan digelar pada 30 Juli-5 Agustus mendatang di Nanjing, China.

Berikut adalah daftar lengkap pebulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia 2018.

Tungal Putra : Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto

Tunggal Putri : Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung

Ganda Putra : Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso

Ganda Putri : Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela

Ganda Campuran : Praveen Jordan/Melati Daeva Octavianti, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, Ronald Alexander/Annisa Saufika

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

CHINA JUARA PIALA THOMAS 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 27, 2018


Jakarta, CNN Indonesia — China berhasil menyabet juara Piala Thomas 2018 setelah mengalahkan Jepang dengan skor 3-1 di Stadion Impact Arena, Minggu (27/5).

Keberhasilan China meraih gelar itu menggagalkan ambisi Jepang untuk mencetak sejarah kali pertama mengawinkan gelar bergengsi bulutangkis di dunia itu.

Momota membawa Jepang unggul 1-0 pada laga partai pertama menghadapi tunggal China, Chen Long. Pemain yang pernah dihukum karena kasus judi ilegal tersebut mengecundangi Chen Long dua gim langsung, 21-9 dan 21-18.

China bangkit di ganda pertama pada partai kedua. Liu Cheng/Zhang Nan mampu mengalahkan ganda Negeri Sakura, Takuto Inoue/Yuki Kaneko dengan dua gim, 21-10 dan 21-18.

Negeri Tirai Bambu itu pun mampu membalikkan keadaan, berbalik unggul 2-1 atas Jepang. Adalah tunggal kedua mereka, Shi Yu Qi, yang mampu menaklukkan perlawanan Kenta Nishimoto dengan skor 21-12 dan 21-17

Duel Shi Yu Qi dan Nishimoto berlangsung cukup sengit pada set kedua setelah tunggal China itu menang di set pertama. Nishimoto yang sempat tertinggal lima poin, perlahan berusaha menyusul hingga bisa menyamakan poin menjadi 17-17.

Beberapa kali Shi juga melakukan sejumlah kesalahan. Namun, perolehan poin Nishimoto terhenti di angka 17, sedangkan lawannya terus melaju hingga set kedua ditutup dengan kemenangan 21-17 untuk Nishimoto.

Pada partai ketiga, ganda Jepang, Keigo Sonoda/Yuta Watanabe, dikecundangi Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 21-17, 19-21, dan 20-22. Pertarungan di sektor itu juga berlangsung sangat sengit.

Sonoda/Yuta sempat membuat ganda China tersebut kesulitan, namun akhirnya bisa memastikan kemenangan dalam pertandingan yang berdurasi 70 menit. Kemenangan Li/Liu pun memastikan trofi juara ke pangkuan Negeri Tirai Bambu.

China memastikan gelar ke-10 di ajang Piala Thomas atau tertinggal tiga gelar dari capaian Indonesia. (nva)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan Thailand, Jepang Juara Piala Uber 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 26, 2018


Bangkok – Mohammad Resha Pratama – detikSport. Jepang keluar sebagai juara Piala Uber 2018. Pada laga final kontra Thailand, tim Matahari Terbit itu menang mudah dengan skor 3-0.

Pada partai yang dihelat di Impact Arena, Bangkok, Sabtu (26/5/2018) siang WIB, Jepang tak gentar dengan Thailand yang didukung ribuan suporternya.

Buktinya, Jepang dengan mudah merebut tiga partai pertama dengan straight game. Turun di partai pertama adalah tunggal putri Akane Yamaguchi.

Menghadapi Rathcanok Intanon, Akane menang 21-15 dan 21-19 dalam waktu 46 menit. Di gim pertama, Kejar-kejaran angka sempat terjadi hingga sama kuat di angka 14-14.

Setelah unggul 16-15, Akane tak terkejar lagi dan menyudahi gim pertama dengan 21-19. Di gim kedua, Akane terlibat kejar-mengejar skor lagi dengan Intanon hingga sama kuat di 8-8.

Lalu, susul menyusul sampai angka sama lagi di 19-19 sebelum Akane menutup gim kedua dengan 21-19.

Pada partai kedua, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota juga menghabiskan waktu 46 menit menghadapi Jongkolphan Kititharakul/Puttita Supajirakul sebelum menang 21-18 dan 21-12.

Di gim pertama, Yuki/Sayaka sempat unggul jauh 11-6 di interval sebelum dikejar Jongkolphan/Puttita hingga 9-12. Ganda tuan rumah terus mengejar hingga sama kuat 16-16.Yuki/Sayaka menjauh 20-16, sempat diperkecil lagi hingga selisih dua poin sebelum memastikan kemenangan 21-16. Di gim kedua, duel cuma ketat di awal ketika skor sama kuat 4-4.

Skor menjadi 6-4 untuk keunggulan Yuki/Sayaka yang lantas memimpin 11-6 di interval. Setelah itu Yuki/Sayaka tak terkejar lagi untuk menutup gim kedua dengan 21-11.

Pada gim ketiga alias gim penentuan, Nozomi Okuhara dengan mudah menuntaskan perlawanan Nitchaon Jindapol dengan 21-12 dan 21-9.

Okuhara unggul 11-7 di interval gim pertama sebelum ngebut 19-9 dan akhirnya menang 21-12. Di gim kedua, Jindapol tak bisa mengimbangi Okuhara yang akhirnya menang 21-9.

Bagi Jepang ini adalah gelar keenam di Piala Uber sekaligus yang pertama sejak 1981. Sementara, Thailand gagal jadi juara di penampilan perdananya di final turnamen ini.

Mohammad Resha Pratama – detikSport

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalah dari China, Indonesia Gagal ke Final Piala Thomas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 25, 2018


BANGKOK, KOMPAS.com – Tim Thomas Indonesia harus mengubur mimpinya tampil di babak final seusai kalah 1-3 dari China pada babak semifinal, Jumat (25/5/2018).

Pada laga keempat, pasangan Indonesia, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan kalah dari Junhui/ Liu Yuchen. Hendra/Ahsan takluk dalam tiga gim dengan skor 17-21, 21-18, dan 21-12.

Pertandingan berjalan ketat pada gim pertama. Saling kejar mengejar poin pun tidak terhindarkan. Hendra/Ahsan mampu unggul tipis pada interval pertama dengan skor 11-8. Selepas jeda, pasangan China berhasil mengejar hingga skor imbang 15-15.

Pada titik ini, Hendra/Ahsan selalu tertekan dari pasangan China. Li Junhui/Liu Yuchen pun berhasil mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-17.

Pada gim kedua, Hendra/Ahsan menaikkan tempo permainan dan menghindari reli panjang. Pasangan Indonesia ini pun unggul jauh di interval pertama dengan skor 11-4. Sama seperi gim pertama, pasangan China berhasil mengejar perolehan poin selepas jeda interval hingga skor 12-15.

Tidak mau mengulangi kesalahan, Hendra/Ahsan berhasil menang 21-18 pada gim kedua. Pada gim penentuan, Hendra/Ahsan mengalami kesulitan mengimbangi permainan pasangan China. Pasangan Indonesia terlihat sudah kelelahan sehingga tertinggal 6-11 di interval pertama. Selepas jeda, perolehan poin pasangan China semakin tidak terbendung hingga skor menjadi 17-10. Pasangan China terus melaju dan berhasil menang di gim ketiga dengan skor 21-12.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Kalahkan Thailand 4 – 1

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 23, 2018


BANGKOK, KOMPAS.com – Indonesia berhasil mengalahkan tuan rumah Thailand 4-1 pada laga kedua Grup B, Selasa (22/5/2018).

Pada laga pamungkas, tunggal putra Indonesia Firman Abdul Kholik mengalahkan Pannawit Thongnuam (Thailand) dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-14. Dari lima laga melawan Thailand ini, Indonesia hanya kehilangan poin saat pertandingan kedua. Pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, takluk dari Kittisak Namdash/Nipitphon Phuan (Thailand).

Dengan kemenangan ini, Indonesia berhak atas satu tempat di perempat final Piala Thomas 2018. Indonesia akan ditemani oleh Korea Selatan yang mengalahkan Kanada dengan skor 4-1.

Indonesia dan Korea Selatan akan bertemu pada laga pamungkas Grup B, Rabu (23/5/2018). Pemenang dari pertandingan ini akan lolos ke perempat final dengan status juara grup.

Hasil lengkap Piala Thomas 2018,

Indonesia vs Thailand :

  • MS1 : Anthony Sinisuka Ginting vs Khosit Phetpradab – 21-8, 21-14
  • MD1 : Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Kittisak Namdash/Nipitphon Phuan – 16-21, 21-13, 12-21
  • MS2 : Ihsan Maulana Mustofa vs Kantaphon Wangcharoen – 16-21, 21-8, 24-22
  • MD2 : Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Tinn Isriyanet/Dechapol Puavaranukroh – 21-10, 21-18
  • MS3 : Firman Abdul Kholik vs Pannawit Thongnuam – 21-19, 21-14

 

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jadwal Tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 18, 2018


BANGKOK, KOMPAS.com – Piala Thomas dan Uber 2018 di IMPACT Arena, Bangkok akan dimulai pada Minggu, 20 Mei 2018. Pada jadwal hari pertama, tim Thomas dan Uber Indonesia sudah langsung bertanding.

Di Piala Thomas, tim putra Indonesia tergabung di Grup B bersama Korea Selatan, Kanada, dan tuan rumah Thailand. Indonesia akan menjamu Kanada terlebih dahulu pada hari pertama (20 Mei) pukul 9.00 WIB.

Setelah itu, Kevin Sanjaya dkk akan berhadapan dengan tuan rumah pada 22 Mei pukul 19.00 WIB. Mereka lantas akan melakoni laga pamungkas melawan Korea Selatan pada 23 Mei pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, di Piala Uber, tim putri Indonesia tergabung di Grup D. Indonesia satu grup dengan tim tangguh China, lalu ada Prancis dan Malaysia.

Malaysia menjadi lawan pertama tim Piala Uber Indonesia, 21 Mei pukul 14.00 WIB. Pada laga kedua, tim putri Indonesia ditantang Prancis pada 22 Mei pukul 9.00 WIB.

China menjadi lawan terakhir Greysia Polii dkk pada 24 Mei pukul 9.00 WIB.

Pertandingan fase grup akan berlangsung pada 20 Mei hingga 23 Mei 2018.

Babak perempat final akan dimulai pada 24 Mei dan satu hari berselang. Jadwal semifinal Piala Thomas dan Piala Uber 2018 masih akan berlangsung serentak yakni pada Jumat, 25 Mei 2018.

Perbedaan terjadi pada partai puncak dari kejuaraan bulu tangkis beregu dunia tersebut. Final Piala Uber 2018 akan berlangsung pada Sabtu, 26 Mei 2018. Adapun final Piala Thomas 2018 akan dilangsungkan pada Minggu, 27 Mei 2018.

Piala Thomas dan Uber 2018 akan disiarkan langsung oleh televisi berlangganan K-Vision.

Jadwal Piala Thomas dan Uber 2018 :

Fase grup                     : 20-23 Mei 2018

Perempat final             :      24 Mei 2018

Semifinal                     :      25 Mei 2018

Final Piala Uber          :      26 Mei 2018

Final Piala Thomas      :      27 Mei 2018

Berikut nama-nama atlet Indonesia yang akan bertanding di Piala Thomas dan Uber 2018 :

Piala Thomas

  1. Anthony Sinisuka Ginting
  2. Jonatan Christie
  3. Ihsan Maulana Mustofa
  4. Firman Abdul Kholik
  5. Marcus Fernaldi Gideon
  6. Kevin Sanjaya Sukamuljo
  7. Mohammad Ahsan
  8. Hendra Setiawan
  9. Fajar Alfian
  10. Muhammad Rian Ardianto

Piala Uber

  1. Fitriani
  2. Gregoria Mariska Tunjung
  3. Ruselli Hartawan
  4. Dinar Dyah Ayustine
  5. Greysia Polii
  6. Apriyani Rahayu
  7. Della Destiara Haris
  8. Rizki Amelia Pradipta
  9. Ni Ketut Mahadewi Istarani
  10. Nitya Krishinda Maheswari

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Susunan Skuad Indonesia Untuk Piala Thomas dan Uber 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 2, 2018


JAKARTA, Kompas.com – Sebanyak 20 atlet putra dan putri Pelatnas PBSI Cipayung, terpilih untuk bertanding di Paiala Thomas dan Uber di Bangkok, Thailand pada 20-27 Mei 2018 mendatang.

Masing-masing tim Thomas dan Uber terdiri dari empat pemain tunggal dan enam pemain ganda.

“Inilah tim yang akan memperkuat Indonesia pada Piala Thomas dan Uber di Bangkok nanti. Pemilihan tim sendiri dilihat berdasarkan rangking pemain, penampilannya sejauh ini dan berdasarkan kebutuhan untuk menghadapi lawan, head to head,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti.

Jelang pertandingan Piala Thomas dan Uber 2018, tim Indonesia terus melakukan latihan dan persiapan secara intensif. PBSI juga akan mengadakan team building untuk membangun kebersamaan tim.

Berikut nama-nama atlet Indonesia yang akan bertanding di Piala Thomas dan Uber 2018 :

Piala Thomas :

  1. Anthony Sinisuka Ginting
  2. Jonatan Christie
  3. Ihsan Maulana Mustofa
  4. Firman Abdul Kholik
  5. Marcus Fernaldi Gideon
  6. Kevin Sanjaya Sukamuljo
  7. Mohammad Ahsan
  8. Hendra Setiawan
  9. Fajar Alfian
  10. Muhammad Rian Ardianto

Piala Uber :

  1. Fitriani
  2. Gregoria Mariska Tunjung
  3. Ruselli Hartawan
  4. Dinar Dyah Ayustine
  5. Greysia Polii
  6. Apriyani Rahayu
  7. Della Destiara Haris
  8. Rizki Amelia Pradipta
  9. Ni Ketut Mahadewi Istarani
  10. Nitya Krishinda Maheswari

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kisah Huang Hua, Mantan Pebulu Tangkis Dunia Asal China yang Menetap di Klaten

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 16, 2018


KOMPAS.com — Di tahun 1990-an, sosok perempuan asal China ini menjadi sorotan dunia. Kiprahnya di dunia bulu tangkis melesat dan menjadi pemain perempuan nomor satu dunia. Namun saat karirnya mencapai puncak, Huang Hua, yang asal Nanning, Guangxi, China itu memilih mundur dari dunia perbulutangkisan. Tak lama setelah mundur, Huang Hua menikah dengan pria asal Klaten, Jawa Tengah dan menjadi warga negara Indonesia. Setelah 25 tahun menetap di Jalan Mayor Kusmanto, Sekarsulu, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah, Huang Hua benar-benar tak aktif lagi di dunia bulu tangkis. Ia memilih menjadi ibu rumah tangga, mengurus tiga putranya, dan membantu bisnis properti suaminya.

Saat ditemui Minggu (1/4 /2018) dua pekan lalu di kediamannya, Huang Hua yang didampingi suaminya, Tjandra Budi Darmawan, menceritakan keinginannya dulu pindah dan menetap di Indonesia. Huang Hua yang kini lancar berbahasa Indonesia juga menceritakan bagaimana susahnya move on dari dunia bulu tangkis. Selama dua tahun awal di Indonesia, Huang Hua kesulitan karena berada lingkungan baru dan tidak punya teman. “Setelah pensiun dari tim China sejak tahun 1993, selama empat hingga lima tahun saya seperti susah terlepas dari bulu tangkis. Saya seperti kangen terus bermain bulu tangkis. Namun situasi sepertinya tidak memungkinkan saya main lagi. Dan akhirnya saya memilih fokus mengurus rumah tangga,” ujar Huang Hua. Walau tidak lagi bermain, Huang Hua masih mengikuti pertandingan di televisi.

Sepuluh tahun setelah pensiun dari timnas China, ia masih sempat berkumpul dengan eks pemain dunia untuk reuni di Jepang. “Jadi mantan juara dunia kumpul bertanding di Jepang di Osaka,” kenang Huang Hua. Ia juga masih sering berkomunikasi dengan lawan mainnya, mantan pemain kelas dunia asal Indonesia, Susi Susanti. Bahkan sesekali, ia bersama suaminya menyambangi dan berdiskusi dengan Susi di markas pelatnas PBSI di Jakarta. Setelah lama menetap di Indonesia, tawaran menjadi pelatih tunggal putri Indonesia pun pernah didapatkannya. Namun putri pasangan Huang Yu Hui dan Shi Juan itu menolak tawaran itu.

Bagi Huang Hua, melatih sebuah tim butuh totalitas waktu dan pikiran. Keberadaannya sebagai ibu rumah tangga yang harus menjaga tiga anak dan dan tinggal jauh dari Jakarta menjadi alasannya menolak tawaran jadi pelatih pemain putri Indonesia. “Setelah saya bicara dengan suami dan anak-anak bila saya jadi pelatih saya harus ke Jakarta. Semua waktu harus fokus melatih makanya bagi saya sangat berat. Apalagi bisnis suami saya semuanya di sini,” kata Huang Hua. Menurut dia, menjadi pelatih tidak bisa sambilan. Seorang pelatih yang baik harus mendedikasikan waktu dan tenaganya secara penuh untuk melatih pemainnya menjadi yang terbaik. “Semua pelatih yang saya lihat penuh dengan dedikasi dan tidak bisa bekerja sambilan. Jadi pelatih juga harus mengikuti seluruh perkembangan pemain,” ungkap Huang Hua.

Tentang tim putri bulu tangkis Indonesia saat ini, Huang Hua menilai tim tunggal putri Indonesia masih butuh perjuangan. Ia menilai pemain tunggal putri Indonesia main kurang percaya diri. “Saya lihat pemain ladies single main kurang percaya diri. Padahal saya lihat mereka latihannya keras lho. Dan sekarang masih dibenahi sama Susi,” jelas Huang Hua. Bagaimana caranya menumbuhkan rasa percaya diri? Huang Hua menyatakan, mental dan teknis mainnya harus kuat. Ia mencontohkan pemain tunggal putri India dan Jepang yang berjuang gigih dan pantang menyerah saat bertanding.

Huang Hua pernah mencoba melatih tiga putranya saat masih kecil, yaitu Tjandra Michael (22), Tjandra Christian (18), dan Tjandra William (18) agar tertarik bermain bulutangkis. Namun rupanya tiga putranya itu tak tertarik. “Saat masih kecil saya pernah coba ajarkan mereka latihan. Saya ingin waktu itu anak saya lebih baik dari saya. Tetapi rupanya mereka tidak menyukai bulu tangkis, ” kata Huang Hua tersenyum.

Dia sendiri mulai berlatih main bulu tangkis sejak kecil. Ia mengenal bulu tangkis sejak usia sembilan tahun. Dua tahun bermain di tingkat kabupaten, prestasi Huang Hua tidak begitu gemilang. Setelah berumur 11 tahun, ia dipilih masuk tim Propinsi Guangxi. Uniknya, Huang Hua terpilih bukan karena dirinya menjuarai turnamen tingkat kabupaten atau provinsi. Tim pelatih saat itu memilih Huang Hua masuk karena fisik dan kemampuannya yang bagus. Empat tahun bergabung di tim propinsi, Huang Hua akhirnya bertemu dengan Chen Yu Niang, pelatih yang ditunjuk pemerintah China saat itu. Di tangan Chen, Huang Hua menjadi pemain yang matang hingga menjadikannya pemain bulu tangkis top dunia di era 1990-an. Menurut dia, sebelum berkiprah menjadi pelatih, Chen yang masih bersaudara dengan Tjandra (suaminya), pernah tinggal di Indonesia. Chen pindah ke Hongkong kemudian diminta wakil perdana menteri saat itu untuk melatih tim bulu tangkis putri China. Awalnya Chen menolak. Namun Chen kemudian memberikan syarat, ia mau melatih asal dia pilih sendiri pemain-pemainnya. Persyaratan itu diterima pemerintah China. Chen mulai melatih tim bulu tangkis putri China tahun 1984.

Chen memilih Huang Hua untuk dilatih karena menilai dia masih lugu. Tak hanya itu, Chen memilih pemain yang belum juara agar mudah dibentuk pola permainannya. Chen khawatir kalau mengambil pemain yang sudah jadi susah mengubah pola permainannya. Saat itu ia ingin mengubah karakter dan pola permainan seperti yang diinginkannya. “Makanya dia memilih saya karena lugu sehingga masih bisa ditanam apa saja,” jelas Huang Hua.

Setelah berumur 20 tahun, karir Huang Hua mulai menonjol. Tahun 1991, Huang Hua menyabet gelar pemain nomor satu dunia. Saat itu pula berbagai gelar kejuaraan dunia disabetnya. Saat karirnya menanjak, Huang Hua terserang penyakit infeksi pankreas. Selama 40 hari, ia dirawat di rumah sakit. Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Huang Hua dilamar Tjandra, pria asal Klaten. Huang Hua menerima pinangan Tjandra dan akhirnya menikah tahun 1993. Tak lama kemudian mereka menikah dan memutuskan tinggal di Indonesia.

Meski memiliki modal sebagai pemain nomor satu dunia, Huang Hua tak mengikuti jejak Susi Susanti yang berbisnis peranti bulu tangkis. Pasalnya, namanya tidak sebesar Susi Susanti di Indonesia. “Nama saya kurang besar untuk membuat itu. Saya sekarang malah pintar buat bakpao. Siapa tahu bakpao saya laku,” ujarnya. Tjandra mengenal Huang saat Huang mengikuti turnamen Indonesia Open di Malang tahun 1991. Setelah selesai bermain, Huang Hua diajak Chen, pelatihnya yang berkerabat dengan Tjandra, ke Klaten. “Waktu itu saya mengikuti Indonesia Open di Malang. Terus pelatih saya, setiap tahun mengunjungi keluarganya di Klaten. Kebetulan saya saat itu sudah selesai main lalu saya diajak ke Klaten. Lalu berkenalan dengan Tjandra. Tetapi kenal hanya sekedar say hallo saja,” kata Huang Hua. Tjandra ternyata menyukai Huang Hua. Tjandra mulai intens ke China untuk lebih dekat dengan Huang. “Untuk tambah dekat dengan Huang Hua saya sering ke sana. Dan di sana saya belajar bahasa Mandarin selama setengah tahun agar mudah berkomunikasi dengan Huang Hua,” kata Tjandra.

Saat akan memboyong Huang Hua, Tjandra mengalami kesulitan. Apalagi saat itu posisi tim Indonesia dan China masih kuat di dunia bulu tangkis. “Saat itu mau membawa Huang Hua keluar saja kesulitan. Pasalnya Huang Hua menjadi aset negara China saat itu,” ujar Tjandra. Tak hanya itu, ada media di China yang menulis Huang Hua berkhianat setelah menikah dengan Tjandra. Karena itu, Huang Hua memilih tidak bermain bulu tangkis setelah menikah dengan Tjandra. “Kalau Huang Hua main dari Indonesia maka finalnya pasti ketemu China. Kalau ketemu China kalah pasti dikiranya mengalah. Tetapi kalau menang , Chinanya pastinya nggak senang,” ujar Tjandra.

Usai menikah, Huang Hua dan Tjandra tidak langsung tinggal di Klaten. Keduanya memilih tinggal di Amerika Serikat (AS) selama beberapa tahun. Di AS, Huang Hua belajar bahasa dan Tjandra sekolah di penerbangan. “Dan tidak sampai seratus jam saya sudah lulus,” jelas Tjandra. Setelah puluhan tahun hidup di Indonesia, Huang Hua sudah akrab dengan masakan Indonesia. Ia menyukai rendang, rawon, ayam goreng hingga nasi kuning. “Kalau masak masakan jawa belum bisa. Tapi kalau masakan China bisa dan enak,” ungkap Tjandra.

Beberapa waktu lalu, Tjandra mengajak istrinya itu bermain ketoprak berjudul Rebut Kuasa pada perayaan Imlek 2018. Ia berperan sebagai Jagawara dan Huang Hua memerankan istri Jagarawa. Tjandra menerima tawaran main ketoporak yang dimainkan warga keturunan Tionghoa itu setelah ada permintaan Pemkab Klaten. Meski sudah lancar berbahasa Indonesia, Tjandra menyatakan terkadang orang masih tersenyum mendengarkan Huang Hua berbahasa Indonesia. “Orang lain dengarnya lucu. Omongnya masih terbalik-balik,” ujar Tjandra.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

Indonesia Sabet Lima Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2018


JAKARTA, Kompas.com – Indonesia meraih lima gelar juara dari turnamen bulu tangkis internasional Pembangunan Jaya Junior Grand Prix 2018 yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya di Bintaro. Kelima gelar Indonesia di dapat dari nomor ganda putra U17, ganda campuran U17, tunggal putri U15, ganda putri U15 dan tunggal putri U-17.

Di nomor ganda putra U17, pasangan Rian Cannavaro/Asghar Herfanda tampil percaya diri saat menghadapi pasangan Indonesia lainnya Muhammad Satria/Muhammad Haikal Zaki. Pasangan klub PB Djarum ini menang dua game langsung 21-17, 21-18. Penampilan gemilang juga ditunjukkan pasangan ganda campuran Muhammad Nendi Novantino/Tryola Nadia. Pemain asal klub PB Jaya Raya ini mengalahkan pasangan Indonesia lainnya Galuh Dwi Putra/Nabila Putri Arsyila 21-7, 20-22, 21-19 untuk merebut gelar dari kategori U17.

Sementara di nomor tunggal putri U15, pemain Indonesia Ellena Manaby Yullyana tampil sebagai yang terbaik. Pemain unggulan tiga ini sukses menaklukkan pemain muda asal Thailand Pittcamon Opatniput. Duel keduanya berlangsung seru dan ketat. Kalah di gim pertama 19-21, Ellena kemudian bangkit untuk merebut dua gim berikutnya 22-20, 22-20. Gelar keempat Indonesia didapat dari pasangan Mikala Kani/Febi Setianingrum yang turun di kategori U15. Meski berstatus pemain non unggulan, pasangan ini justru mampu mengalahkan pemain unggulan empat asal Indonesia lainnya Farica Abela/Ester Nurumi Tri Wardoyo lewat pertarungan tiga gim 23-21, 13-21, 21-18. Aisyah Sativa melengkapi kesuksesan Indonesia. Pemain uggulan sembilan asal PB Djarum ini sukses mengalahkan pemain Korea Selatan Lee So Yui 15-21, 21-13, 21-19.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan, turnamen ini menyuguhkan kompetisi yang cukup baik untuk pemain-pemain muda Indonesia. Dia menilai secara teknis, level permainan pemain muda sekarang sudah jauh lebih bagus dan bahkan hampir sempurna. “Peta persaingan bulu tangkis dunia cukup ketat. Indonesia masih bisa bersaing dengan negara lain,” kata Susy. Turnamen Pembangunan Jaya Junior Grand Prix 2018, diikuti sekitar 1.054 atlet dari 19 negara. Hasil dari turnamen ini akan memberikan tambahan poin BWF bagi pemain yang turun di kategori U-19. Sementara untuk pemain kategori U-15 dan U-17 akan mendapatkan poin untuk peringkat BAC. Tiongkok mengoleksi empat gelar dari turnamen ini. Negara lain yang mendapatkan gelar dari turnamen ini, yakni Malaysia, India, Korea Selatan, dan Thailand.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: