SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2017
    M T W T F S S
    « Nov    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Kevin/Marcus Pertahankan Gelar Juara di China

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 19, 2017


FUZHOU, KOMPAS.com – Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo mempertahankan gelar juara China Open Super Series Premier dengan mengalahkan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, Minggu (19/11/2017).

Dalam pertandingan final di  Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou ini Marcus/Kevin bermain tanpa cela untuk menang dalam dua gim 21-19, 21-11.

Selain mempertahankan gelar juara, pasangan muda Indonesia ini mengulangi prestasi tahun lalu saat mereka mengalahkan Boe/Mogensen di final dalam dua gim juga 21-18, 22-20.

Pasangan Indonesia ini bermain tanpa bebas setelah sampat mengalami cedera pekan lalu. Di babak semifinal Marcus/Kevin menyisihkan harapan terakhir tuan rumah China, Li Junhui/Li Yuchen 21-14, 21-18.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ahsan Tak Puas dengan Permainan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 19, 2017


FUZHOU, Kompas.com – Ganda putra, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro terhenti di babak semifinal China Open Super Series Premier 2017, Sabtu (18/11). Mereka gagal mengatasi unggulan dua asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dan kalah dua gim langsung 20-22, 12-21.

“Sampai sejauh ini kami bersyukur dulu dengan hasil ini. Tapi memang penampilan di semifinal ini di luar harapan, kami tidak puas dengan permainan kami. Banyak yang harus di evaluasi dari kami berdua. Harus latihan lagi,” ungkap Ahsan ditemui di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok.

“Pertama memang mereka bagus mengontrol kami. Tapi yang paling mencolok adalah kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambah Ahsan.

Pertandingan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Ahsan/Rian dengan Boe/Mogensen. Sebelumnya di Hong Kong Open 2016, Ahsan/Rian kalah dua game langsung dengan 18-21 dan 11-21.

“Gim pertama kami masih bisa mengikuti permainan mereka. Tapi di game kedua kebanyakan salah-salah sendiri. Kadang saya juga kaget dengan pola mereka. Saya juga kurang tenang dan mengatur tempo permainan,” jelas Rian mengenai pertandingannya tersebut.

Dengan demikian, Indonesia hanya berhasil mengirimkan satu wakil ke babak final. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan berhadapan dengan Boe/Mogensen. Laga final ganda putra ini menjadi final ideal karena mempertemukan unggulan satu, Kevin/Marcus dengan Boe/Mogensen yang merupakan unggulan dua.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Gregoria Juara Tunggal Putri pada Kesempatan Terakhir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 23, 2017


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, menuntaskan misinya pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017 dengan meraih medali emas. Pada partai final di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (22/102017), Gregoria mengalahkan wakil China, Han Yue, dengan skor 21-13, 13-21, 24-22.

Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi Gregoria pada penampilan terakhirnya dalam event tersebut. Tahun depan, pemain 18 tahun tersebut tak bisa berpartisipasi laga dalam ajang ini karena usianya usianya sudah tidak memenuhi syarat.

Gregoria, yang menjadi unggulan ketiga, membuka gim kesatu dengan sangat baik. Dia langsung unggul 5-0. Han mencoba menipiskan selisih skor dengan meraih tiga poin beruntun, tetapi kendali permainan yang dipegang Gregoria belum berpindah tangan.

Sebuah netting tipis membawa Gregoria menutup interval gim kesatu dalam kedudukan 11-5. Keunggulan ini berlanjut pada paruh kedua gim kesatu. Meski sempat mendapat fault saat bersiap menerima servis dari Han, Gregoria tetap bisa menjaga fokusnya.

Gregoria memastikan gim kesatu menjadi miliknya setelah pengembalian Han mendarat terlalu panjang di belakang lapangan.

Unggul satu gim tak lantas memudahkan jalan Gregoria pada gim kedua. Alih-alih meneruskan momentum kemenangan gim kesatunya, Gregoria justru bermain di bawah tekanan Han.

Gregoria sempat menyamakan skor menjadi 7-7, tetapi empat poin beruntun yang diraih Han menutup fase interval dalam kedudukan 11-7 untuk keunggulan wakil China itu. Selepas interval, laju Han kian tak terbendung. Dia terus mendulang poin hingga akhirnya memenangi gim kedua.

Berhasil memaksa terjadinya rubber game menambah kepercayaan diri Han. Dia langsung unggul 4-0 pada gim ketiga yang menjadi penentu. Namun, Gregoria yang tidak mau kalah begitu saja merespons tantangan Han dengan memenangi enam poin beruntun.

Melalui tambahan poin itu, Gregoria yang semula tertinggal 1-6 berbalik unggul 7-6. Setelah itu, duel berjalan sengit. Kedua pemain terus bergantian mendulang poin.

Situasi ini berlangsung sampai kedudukan imbang 20-20. Alhasil, gim ketiga harus diselesaikan melalui adu setting. Pada fase inilah, mental bertanding Gregoria terbukti lebih baik. Gregoria memenangi laga final setelah pengembalian Han mendarat jauh di belakang lapangan.

Dengan hasil ini, Indonesia dipastikan meraih dua medali emas kategori perorangan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017. Sebelumnya, pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari meraih medali emas setelah memenangi all-Indonesian final melawan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Marcus/Kevin Gagal Raih Gelar Denmark Terbuka

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 23, 2017


KOMPAS.com – Ganda putra terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo, gagal meraih gelar turnamen Denmark Terbuka Superseries Premier 2017. Pada partai final di Odense Park, Minggu (22/10/2017), pasangan dengan julukan The Minions ini kalah 16-21, 24-22, 19-21 dari wakil China, Zhang Nan/Liu Cheng.

Dengan demikian, pupuslah harapan Indonesia memperoleh gelar dalam turnamen berhadiah 750.000 dollar AS tersebut. Pasalnya, Marcus/Kevin menjadi satu-satunya wakil dari Tanah Air yang sukses menembus final.

Pada game pertama, Marcus/Kevin selalu berada di bawah tekanan sehingga mereka sempat tertinggal cukup jauh, 5-11. Namun selepas jeda, unggulan kedua ini bisa bangkit dengan meraih delapan poin secara beruntun untuk balik memimpin 13-11. Sayang, setelah itu langkah Marcus/Kevin mulai tersendat sehingga Zhang/Liu bisa menyusul dan berbalik unggul untuk menang 21-16.

Game kedua berlangsung ketat. Marcus/Kevin selalu unggul tetapi selisih poinnya tidak lebih dari tiga angka. Bahkan Zhang/Liu yang justru meraih match point ketika unggul 20-19 setelah menyabet empat angka berturut-turut. Marcus/Kevin bisa menahan laju lawan dan menang 24-22 dalam adu setting sekaligus memaksa rubber game.

Pada game penentuan, Marcus/Kevin memulainya dengan sangat bagus karena unggul 11-9 saat interval. Setelah itu, Zhang/Liu yang melaju dengan raihan enam angka beruntun untuk memimpin 15-12 dan tak tersentuh lagi hingga menang 21-19 untuk menjadi juara dalam duel berdurasi 1 jam 3 menit tersebut.

Sebelumnya, Korea Selatan meraih gelar dari sektor ganda putri. Lee So-he/Shin Seung-chan menang 21-13, 21-16 atas unggulan keenam dari Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Kemudian, giliran Hongkong yang memperoleh gelar dari nomor ganda campuran melalui Tang Chun Man/Tse Ying Suet, yang menang 24-22, 19-21, 23-21 atas unggulan utama dari China, Zheng Siwei/Chen Qingchen.

Dari sektor tunggal putri, Thailand menjadi juara. Ratchanok Intanon yang tidak diunggulkan, menang 14-21, 21-15, 21-19 atas unggulan keempat dari Jepang, Akane Yamaguchi.

Partai pamungkas final ini mempertemukan pemain Korea, Lee Hyun-il dengan pemain India, Kidambi Srikanth. Duel sedang berlangsung saat laporan ini diturunkan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Lengkap Babak Semifinal Denmark Terbuka 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 22, 2017


ODENSE, KOMPAS.comMarcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak final Denmark Open ( Denmark Terbuka) 2017.

Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad

Pasangan ganda putra nomor satu dunia itu meraih tiket fase pamungkas setelah mengalahkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang juga berasal dari Indonesia.

Marcus/Kevin meraih kemenangan straight games 21-18, 21-11 atas Angga/Ricky dalam waktu 34 menit.

Pada laga final, Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pasangan China, Liu Cheng/Zhang Nan, yang mengalahkan wakil tuan rumah, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Sementara itu, langkah Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir terhenti setelah ditaklukkan oleh wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Berikut ini adalah hasil lengkap semifinal Denmark Terbuka 2017.

Lapangan 1:

WS: Akane Yamaguchi (JPN/4) vs Chen Yufei (CHN) 10-21 21-18 21-19

XD: Tang Chun Man/Tse Ying Suet (HKG/8) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (INA/3) 21-16 21-18

WS: Ratchanok Intanon (THA) vs Tai Tzu Ying (TPE/1) 21-14 20-22 21-14

MD: Liu Cheng/Zhang Nan (CHN/5) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN/1) 21-18 18-21 21-13

MS: Kidambi Srikanth (IND/8) vs Wong Wing Ki Vincent (HKG) 21-18 21-17

Lapangan 2:

XD: Zheng Siwei/Chen Qingchen (CHN/1) vs Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (MAS) 21-16 21-16

WD: Lee So-hee/Shin Seung-chan (KOR) vs Chang Ye-na/Jung Kyung Eun (KOR/7) 21-9 22-20

MS: Lee Hyun Il (KOR) vs Son Wan-ho (KOR/1) 25-23 18-21 21-17

WD: Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (JPN/6) vs Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (JPN/8) 21-16 14-21 21-14

MD: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (INA/2) vs Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama (INA/8) 21-18 21-11

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Della/Rizki Singkirkan Unggulan Dua

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 20, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Ganda puteri Della Destiara Haris/Rizki Ameleia Pradipta membuat kejutan dnegan lolos ke perempatfinal Denmark Open Super Series Premier dengan menyingkirkan unggulan 2, Chen Qingchen/jia Yifan.

Della/Rizki tampil maksimal di Odense Sports Park untuk menang rubber game 21-23, 21-18, 21-10. Pertandingan berlangsung cepat dan ketat dalam 53 menit.

Di gim pertama, Chen/Jia mampu mendikte dan unggul gterus h9iingga game [point 2015. Namun pasangan Indonesia tdiak mau mudah meneyrah dna mekasakan deuce 20-20. Chen/Jia akhirnyua mefrebut gim pertama dengan kedudukan 23-21.

Di gim kedua, Della/Rizki langsung unggul 8-0.  Pasangan Indonesia ini terus memimpin perolehan poin hingga merebut gim kedua 21-18.

Gim ketiga berlangsung lebih alot pada awal. Kedua ganda ini saling mengungguli sampai kedudukan sama kuat 8-8. Namun setelah ini Della/Rizki tak tertahankan lagi dan merebut gim ketiga 21-10.

Di perempatfinal, Della/Rizki akan bertemu  ganda asal Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Ini merupakan pertemuan pertama Della/Rizki dengan ganda Jepang yang menempati unggulan 6 ini.

Pekan lalu, Della/Rizkli menjuarai Dutch Open Grand Prix 2017 di Belanda. Di babak final, mereka mengalahkan sesama ganda Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani 21-17, 21-16.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Anthony Ginting Tersingkir, Jonatan Christie Jadi Andalan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 19, 2017


KOMPAS.com – Anthony Sinisuka Ginting gagal melanjutkan kiprahnya dalam turnamen Denmark Terbuka Superseries Premier 2017. Langkahnya langsung terhenti pada babak pertama karena disingkirkan pemain nomor satu Korea Selatan, Son Wan-ho.

Dalam pertandingan babak pertama di Odense, Rabu (18/10/2017) atau Kamis dini hari WIB, Anthony kalah setelah bermain tiga game. Sempat menang 23-21 pada game pembuka, juara Korea Terbuka Superseries 2017 ini kalah pada dua game selanjutnya dengan skor identik, 17-21, dalam duel berdurasi 81 menit.

Hasil ini juga sekaligus menjadi balas dendam Son Wan-ho. Pemain nomor dua dunia ini di luar dugaan kalah dari Anthony saat tampil dalam ajang Korea Terbuka Superseries bulan lalu.

Hasil ini membuat Indonesia tinggal mengandalkan Jonatan Christie dari sektor tunggal putra. Sebelumnya, Jonatan melewati hadangan pemain senior Hongkong, Hu Yun, dengan kemenangan 21-8, 21-11 hanya dalam tempo 27 menit.

Pada babak kedua, Jonatan akan berhadapan dengan pemain Inggris, Rajiv Ouseph. Di luar dugaan, pemain jangkung ini menyingkirkan unggulan keempat dari China, Shi Yuqi, dengan straight game 21-19, 21-13.

Peluang Jonatan untuk menang dan meraih tiket ke babak perempat final cukup terbuka lebar. Rekor pertemuan masih menjadi milik Jonatan karena dari tiga pertemuan, pemain pelatnas ini unggul 2-1 di mana kemenangan tersebut diraih dalam dua laga terbaru pada Malaysia Terbuka dan Prancis Terbuka 2016.

Saksikan siarang langsung babak kedua Denmark Terbuka di Kompas TV:

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kevin/Marcus Gagal, Indonesia Dapat Dua Gelar Juara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 18, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera utama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal meraih gelar juara Korea terbuka Superseries setelah di final dikalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen, Minggu (17/09/2017).

Pasangan Indonesia yang menjadi unggulan kedua ini dikalahkan lawannya yang menempati unggulan pertama dalam pertandingan rubber game 19-21, 21-19, 15-21.

Kevin/Marcus  selalu berada dalam posisi tertekan menghadapi lawan mereka. Di gim ketiga, pasangan Denmark merebut poin-poin kritis karena beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Marcus sehingga mereka mampu menang rubber game.

Ini merupakan kekalahan keempat Marcus/Kevin dalam lima pertemuan dengan pasangan Denmark ini. Satu-satunya kemenangan diraih  pasangan Indonesia di China Open pada November 2016. Saat itu pasangan kita menang dua gim 21-18, 22-20.

Gagalnya Kevin/marcus membuat Indonesia “hanya” merebut dua gelar juara pada Korea Terbuka Superseries tahun ini. Gelar juara dipersembahkan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dengan mengalahkan ganda China, Wang Jilyu/Huang Dongping 21-17, 21-18, serta tunggal putera Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekan senegara Jonathan Chritie 21-13 19-21 22-20.

Tiga gelar lainnya jatuh ke Denmark, India dan China.

Berikut hasil final Korea Terbuka Superseries:
Praveen Jordan/Debby Susanto [INA/4]-Wang Yilyu/Huang Dongping [CHN] 21-17 21-18
Huang Yaqiong/Yu Xiaohan [CHN]-Chang Ye Na/Lee So Hee [KOR/3] 21-11 21-15
Anthony Sinisuka Ginting [INA]-Jonatan Christie [INA] 21-13 19-21 22-20
Pusarla V. Sindhu [IND/5]-Nozomi Okuhara [JPN/8] 22-20 11-21 21-18
Mathias Boe/carsten Mogensen [DEN/1]-Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo [INA/2] 21-19 19-21 21-15

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Akhirnya, 29 Peserta Raih Beasiswa Bulu tangkis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 17, 2017


KUDUS, 16 September 2017 – Sebanyak 29 atlet peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 berhasil merampungkan Tahap Final dan Fase Karantina dengan baik dan berhak memperoleh beasiswa bulutangkis untuk dibina di Perkumpulan  Bulutangkis (PB) Djarum. Puluhan atlet tersebut berhasil melewati proses terakhir dari rangkaian audisi, yakni proses karantina sejak Senin (11/9) hingga Jum`at (15/9).

Proses karantina Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 oleh diikuti 67 peserta dan dilakukan di dua GOR Djarum, yakni di Jati dan Kaliputu. Selama sepekan, puluhan pebulutangkis muda tersebut kembali diseleksi oleh jajaran Tim Pelatih PB Djarum, yang terdiri dari Fung Permadi, Rusmanto Djoko Semaun, Hastomo Arbi, Engga Setiawan, Nimas Rani Wijayanti, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Ellen Angelina, dan Ferry.

Fung Permadi, Manajer Tim PB Djarum, mengungkap bahwa pada fase-fase terakhir jelang pengumuman, para pebulutangkis muda ini mampu menunjukkan performa terbaik mereka. “Secara teknis maupun cara permainan memang perlu perbaikan. Tapi pada tahap akhir atau Grand Final, mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka sehingga sulit bagi kami untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa,” papar Fung, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (16/9) siang.

Lebih lanjut Fung menjelaskan, pasca-tahap karantina, baik ke-29 pebulutangkis maupun Tim Pelatih PB Djarum ini harus saling melakukan penyesuaian. Setelah masuk asrama, lingkungan baru bakal dijumpai atlet-atlet muda ini. “Tahun ini terbilang unik bagi kami di PB Djarum, karena adanya audisi U11 putra maupun putri. Kami harus melakukan penyesuaian terutama dalam sisi pengasuhan mereka, karena di Indonesia jarang ada penggemblengan atlet-atlet U11 yang masih muda belia,” jelasnya.

“Usia mereka tergolong masih memerlukan perhatian, arahan, dan bimbingan, dari orangtua. Suasana kangen rumah itu pasti jelas ada. Sementara masuk asrama di PB Djarum di Kudus ini merupakan hal yang berbeda buat mereka. Lantas untuk urusan di lapangan bulutangkis, kami akan utamakan pembentukan teknis dasar dan skill,” Fung menambahkan

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 digelar dalam serangkaian Tahap Seleksi di beberapa kota. Pada tahun ini, PB Djarum menggelar Audisi Umum di delapan kota, yakni Pekanbaru, Banjarmasin, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus.

Sebanyak 4,058 atlet muda mengikuti Audisi Umum yang kemudian menghasilkan 139 atlet yang berhasil lolos dari Tahap Seleksi di delapan kota tersebut, untuk melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8-10 September 2017.

Di Tahap Final mereka kembali berkompetisi dan diseleksi secara langsung oleh Tim Pelatih PB Djarum. Melalui Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis berlangsung selama tiga hari, sebanyak 67 atlet muda dinyatakan lolos dan berhak masuk ke tahapan paling akhir, yakni masa karantina.

Mereka yang terpilih ini layak menyandang predikat sebagai bibit pebulutangkis terbaik Indonesia, setelah berhasil menyisihkan ribuan pebulutangkis lainnya yang berpartisipasi sejak Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 digelar pada akhir Maret 2017.

Tahap terakhir merupakan Tahap Karantina. Para peserta yang terpilih dari Tahap Final akan merasakan kehidupan di asrama PB Djarum, sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet perkumpulan bulutangkis yang resmi berdiri pada tahun 1974 ini.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10 tahun/kelahiran 2007-2011) dan U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun/kelahiran tahun 2005 dan 2006). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman http://www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.

Berikut nama-nama peserta lolos Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017:

U11 Putri
– Devira Angelica Pascoal (Kota Manado)
– Christabel Calista Purwanto (Kota Semarang)
– Atresia NaufaCandani (Solo)
– Allensya Anally Yullyana (Kabupaten Bandung)
– Angelita Magdalena Yusup (Kabupaten Bandung)
– Nurul Tetra Junia Br Matondang (Sumatera Utara)
– Fadillah Adia Mekah Rivai (Kota Kotamobagu)
– Gusti Ayu Komang Sanita Cinta (Kabupaten Buleleng)
– Hawa Kahla Humairoh (Kabupate nWonosobo)

U13 Putri
– Agatri Wibowo (Kota Serang)
– Stephanie Cornelia Vanessa (Jawa Tengah)
– Melly Damai Setiani (Riau)
– Aura Ihza Aulia (Pati)
– Violeta Cahya Mayda (Kebumen)
– Nazura Trisyah (Kabupaten Aceh Barat)

U11 Putra
– Maharishiel Timotius Gain (Kabupaten Banyumas)
– Calvin Kennedy Chendrawinata (Riau)
– Alga Fauzi Harfani (Kabupaten Kebumen)
– Billy Purwangsa (Bandung)
– Arga Rabbani Abyasa (Kabupaten Banyumas)
– Muhammad Rizki Mubarok (Solo)

U13 Putra
– Salman Nur Fauzi (Sukabumi)
– Michael Owen (Bandung)
– Alfonsus William (Kota Palembang)
– I Made Vemas Saifulihza Afrizal (Magelang)
– Zuhdi Fauzul Hakim (Kabupaten Demak)
– Dewangga Surya Negara (Kabupaten Boyolali)
– Muhammad Bangkit Satria Wibowo (Kota Semarang)
– Regzi Albert Tamahari (Kota Makassar)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Korea Terbuka 2017, Final Sesama Tunggal Putra Indonesia Tercipta

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 17, 2017


SEOUL, KOMPAS.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, lolos ke final Korea Terbuka 2017 setelah menekuk peringkat pertama dunia, Son Wan-ho (Korea Selatan), 16-21, 21-18, dan 21-13 pada laga semifinal, Sabtu (16/9/2017).

Sementara itu, tunggal putra Jonatan Christie, melaju ke final setelah menumbangkan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei, 21-13, 21-17.

Atas hasil ini, akan terjadi final sesama pebulu tangkis Indonesia di nomor tunggal putra Korea Terbuka 2017.

Bagi Anthony, ini merupakan final pertamanya pada turnamen level superseries.

“Menurut saya, ini merupakan kesempatan besar untuk tembus ke final karena pemain top seperti Lee Chong Wei, Lin Dan, Chen Long, dan Viktor Axelsen tidak turun. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini walaupun tidak gampang juga bisa ke final,” kata Anthony ditemui usai berlaga.

Pada gim pertama, Anthony unggul 11-9 pada interval. Namun, Son mengubah strategi sehingga Anthony balik tertinggal 11-14, 14-20.

Pemain besutan klub SGS PLN Bandung tersebut akhirnya harus merelakan gim pertama jadi milik Son.

“Pada gim pertama, saya sempat lengah dan hilang fokus. Meski sempat leading, akhirnya malah kalah,” ujar Anthony.

Pada gim kedua, Anthony tampil meyakinkan dengan skor 10-1 hingga 11-3 di interval.

Son mencoba memperkecil selisih poin. Anthony memang masih tetap memimpin, tetapi jaraknya semakin tipis menjadi 12-8 dan 13-11. Anthony yang tetap fokus akhirnya menyentuh angka 21 lebih dulu.

Pada gim ketiga, Anthony yang tertinggal 2-3 di awal berusaha memacu poin dan meninggalkan Son dengan 11-7, 14-7 dan 19-10. Ia akhirnya menang setelah bertanding selama 78 menit.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: