SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    November 2019
    M T W T F S S
    « Mar    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Ahsan / Hendra juara All England 2019

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 11, 2019


BIRMINGHAM, KOMPAS.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan, akhirnya berhasil menjuarai turnamen bulu tangkis All England 2019. Bertanding di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (10/3/2019), Ahsan/Hendra sukses mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. Dengan demikian, Ahsan/Hendra menggenapi koleksi gelar juara All England mereka menjadi dua. Sebelumnya, mereka juga juara pada tahun 2014.

Gim pertama

Ahsan/Hendra mengawali gim pertama dengan cukup baik. Pasangan senior Indonesia ini mampu menorehkan tiga poin beruntun yang membawa mereka unggul 4-1. Namun, beberapa pengembalian bola Hendra yang tersangkut di net membuat Chia/Soh mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Pertandingan semakin berjalan sengit. Permainan dengan tempo cepat diperlihatkan oleh kedua pasangan. Namun, lagi-lagi Ahsan/Hendra melakukan kesalahan. Sejumlah pukulan yang dilakukan out sehingga mereka tertinggal 6-11 saat interval. Setelah jeda istirahat, Ahsan/Hendra mencoba bangkit untuk mengejar selisih skor pertandingan. Perlahan, mereka memang berhasil memangkas jarak poin. Namun, Chia/Soh masih lebih sigap. Mereka memeragakan pergerakan cepat dan melepaskan pukulan-pukulan tajam yang gagal dikembalikan Ahsan/Hendra. Skor 14-9 untuk Chia/Soh. Kesalahan saat melakukan servis juga sempat dilakukan Hendra. Pukulannya juga kembali membentur net. Alhasil, Chia/Soh unggul 17-10. Serangan efektif, keras, dan cepat yang dipergakan Chia/Soh membuat Ahsan/Hendra kesulitan. Gim pertama pun dimenangi Chia/Soh dengan kedudukan 21-11.

Gim kedua

Pasangan Indonesia langsung tancap gas pada awal gim kedua dengan menorehkan lima angka beruntun. Ahsan/Hendra pun unggul 5-0. Chia/Soh tak menyerah begitu saja. Mereka tetap memberikan perlawanan dengan pukulan tipuan yang keras. Upaya itu cukup berhasil untuk memangkas selisih skor laga. Namun, Chia/Soh seolah berada di bawah tekanan. Dua kesalahan yang mereka lakukan membuat Ahsan/Hendra unggul 11-6 saat interval. Setelah jeda, ritme permainan Ahsan/Hendra mengendur. Beberapa kesalahan dilakukan pasangan ganda putra senior Indonesia tersebut. Meski demikian, Ahsan/Hendra masih bisa kembali ke ritme semula. Mereka terus melancarkan tekanan hingga bisa unggul 14-10. Chia/Soh sempat memperkecil kedudukan menjadi 13-16. Namun, mereka juga melakukan kesalahan. Pukulan Chia/Soh yang keluar lapangan membuat Ahsan/Hendra menang 21-14 saat gim kedua, dan memaksakan laga dilanjutkan ke gim ketiga.

Gim penentuan

Pertandingan gim ketiga berjalan semakin menarik. Kedua pasangan silih berganti melakukan tekanan. Ahsan/Hendra sempat unggul 8-4 atas Chia/Soh setelah mencatatkan empat angka beruntun. Namun, Chia/Soh juga tak mau kalah. Serangan agresif diperlihatkan Chia/Soh dan membuat Ahsan/Hendra cukup kewalahan. Namun, keadaan masih bisa dikuasai pasangan Indonesia. Drop shot cerdik yang dilepaskan Hendra membuat dia dan Ahsan unggul 11-8 atas Chia/Soh saat interval. Setelah jeda istirahat, Ahsan/Hendra bermain semakin trengginas. Mereka sukses melepaskan pukulan yang sulit dikembalikan Chia/Soh. Ahsan/Hendra pun unggul 13-8. Pada fase ini, Chia/Soh juga tak jarang melakukan kesalahan. Situasi itu membawa Ahsan/Hendra unggul 16-10 atas sang lawan. Ahsan/Hendra kian tak terbendung. Mereka terus mempertahankan ritme permainan hingga akhirnya gim ketiga berhasil dimenangi kubu Indonesia dengan skor 21-12.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Final Indonesia Masters 2019 – Gelar Tersebar Merata di 5 Negara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 28, 2019


BOLASPORT.COM – Indonesia meraih satu gelar juara pada final Indonesia Masters 2019 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Titel juara didapat lewat pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mengalahkan rekan senegara, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, 21-17, 21-11.

Adapun pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum berhasil menyumbang gelar setelah kalah dari unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Laga ini bersejarah karena merupakan pertandingan terakhir Liliyana sebelum resmi gantung raket.

Sebelum partai final dimulai, digelar sesi Liliyana Natsir‘s farewell event untuk mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan Liliyana setelah 24 tahun mengukir prestasi untuk Indonesia.

Hasil yang didapat pada tahun ini menurun daripada 2018.

Pada 2018, Indonesia meloloskan empat wakil ke babak final, kecuali nomor tunggal putri.

Hasilnya, Merah Putih mendapat dua gelar dari Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan dua runner-up dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Tontowi/Liliyana.

Sementara itu, gelar tersebar merata ke lima negara. Jepang mendapat satu gelar melalui pasangan ganda putri Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Adapun Anders Antonsen (Demark) memupus asa Jepang menambah gelar setelah mengalahkan Kento Momota.

Adapun India dan China juga kebagian satu trofi juara lewat Saina Nehwal (India) dan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China).

Berikut hasil lengkap final Indonesia Masters 2019.

Ganda Putri

Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2/JPN) vs Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR) 21-19, 21-15

Tunggal Putra

Anders Antonsen (DEN) vs Kento Momota (1/JPN) 21-16, 14-21, 21-16

Ganda Putra

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1/INA) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (8/INA) 21-17, 21-11

Tunggal Putri

Saina Nehwal (8/IND) vs Carolina Marin (5/ESP) 4-10- mundur

Ganda Campuran

Zheng Siwei/Huang Yaqiong (1/CHN) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (4/INA) 19-21, 21-19, 21-16

 

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Turnamen | Leave a Comment »

Liliyana Natsir: Saya Pensiun dengan Tenang…

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 28, 2019


JAKARTA, KOMPAS.com — Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, mengaku pensiun dengan tenang meski dia dan pasangannya, Tontowi Ahmad, hanya menjadi runner-up pada Indonesia Masters 2019. Pernyataan itu disampaikan Liliyana Natsir saat konferensi pers seusai pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019) petang.

Pada laga final, Liliyana dan Tontowi Ahmad kalah 21-19, 19-21, 16-21 dari Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China). Liliyana tetap bersyukur dengan hasil yang didapat dan merasa kariernya berakhir dengan indah. “Saya bersyukur, pada akhir karier saya ini, saya masih didampingi Tontowi dan bahkan bisa sampai ke final (Indonesia Masters 2019). Saya benar-benar pensiun dengan tenang,” ucap Liliyana. “Kami harus akui, tadi pemain China punya kecepatan dan power yang kuat. Mereka juga jauh lebih muda dari kami. Masih on fire,” kata dia menambahkan. Kini bisa bersantai

Dengan sepenuhnya pensiun dari bulu tangkis, Liliyana pun akhirnya terbebas dari rutinitas disiplinnya, dan bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga dan teman-temannya. Butet, sapaan akrab Liliyana, bercerita bahwa selama ini kehidupannya sebagai atlet tak sekadar bertanding. Ketika kebanyakan orang libur karena tanggal merah, atlet harus tetap berlatih karena perlu mempersiapkan diri untuk pertandingan yang akan dihadapi. Rutinitas seperti itu sudah dijalani Butet selama bertahun-tahun sehingga waktu berkumpulnya bersama keluarga sangat minim. “Sebagai atlet, kita enggak kenal yang namanya tanggal merah, hari raya, atau hari kejepit. Kami tetap latihan karena harus mengikuti pertandingan, kan,” kata Butet. “Makanya, setelah ini, saya pengin liburan, kumpul-kumpul keluarga dan ke rumah teman-teman. Bangun juga enggak harus terlalu pagi. Intinya, mulai besok sudah agak santai,” tutur Butet.

Dalam kesempatan itu, Butet pun berharap agar Tontowi dan pasangan barunya bisa meraih hasil yang positif. Australian Open 2019 Tontowi sendiri sudah dipastikan akan berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow, pebulu tangkis muda yang selama ini kerap berduet dengan Akbar Bintang Cahyono. “Berikutnya, Tontowi akan ‘menggendong’ pasangannya yang lebih muda. Dia harus bisa meredam kesalahannya saat di lapangan,” kata Butet berpesan kepada Tontowi. Video Pilihan

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

Inilah Susunan Pelatih Pelatnas PBSI 2019

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 14, 2019


59953-herry-iman-pierngadiSuara.com – Setelah mengumumkan nama-nama atlet, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PBSI ) juga resmi menginformasikan siapa saja yang bakal melatih di Pelatnas PBSI 2019 pada, Jumat (4/1/2019).

Dari susunan kepelatihan yang diumumkan, tak banyak perubahan yang terjadi. Hanya susunan kepelatihan sektor tunggal putri dan beberapa sektor pelatnas pratama yang sedikit berubah.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanty, sedikitnya perombakan yang dilakukan mengacu pada cukup baiknya setiap sektor meningkatkan prestasi masing-masing.

“Kami melihat prestasi dari semua sektor ada peningkatan, sehingga kami ingin meneruskan program menuju ke Olimpiade,” ujar Susy dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (4/1/2019).

Dari sektor tunggal putra, tak ada perubahan yang terjadi pada susuan pelatnas utama. Hendry Saputra Ho masih menjabat sebagai pelatih dengan didampingi asistennya, Irwansyah.

Sementara dari sektor tunggal putri, posisi Minarti Timur mengalami pergeseran menjadi asisten. Posisi pelatih di pelatnas utama masih akan lowong hingga All England 2019.

Sektor ganda putra juga tak mengalami perubahan. Herry Iman Pierngadi masih akan menjabat sebagai pelatih, disusul Aryono Miranat sebagai asistennya.

Hal sama juga terlihat dari susunan kepelatihan ganda putri pelatnas utama. Eng Hian masih menjadi pelatih dengan didampingi Chafidz Yusuf sebagai asisten.

Sedangkan, sektor ganda campuran mengalami sedikit perubahan. Di tahun ini, Richard Mainaky akan didampingi Nova Widianto.

Sementara Vita Marissa yang tahun lalu menjadi asisten pelatih utama, kini akan menjadi asisten ganda campuran pratama yang dikepalai Amon Santoso.

Berikut susunan lengkap kepelatihan Pelatnas PBSI 2019:

1. Tunggal Putra
– Utama:
Pelatih: Hendry Saputra Ho
Asisten Pelatih: Irwansyah

– Pratama:
Pelatih: Jeffer Rosobin
Asisten Pelatih: Harry Hartono

2. Tunggal Putri
– Utama:
Pelatih: –
Asisten Pelatih: Minarti Timur

– Pratama:
Pelatih: Herli Djaenudin
Asisten Pelatih: –

3. Ganda Putra
– Utama:
Pelatih: Herry Iman Pierngadi
Asisten Pelatih: Aryono Miranat

– Pratama:
Pelatih: Thomas Indratjaja
Asisten Pelatih: David Yedija Pohan.

4. Ganda Putri
– Utama:
Pelatih: Eng Hian
Asisten Pelatih: Chafidz Yusuf

– Pratama:
Pelatih: Rudy Gunawan Haditono
Asisten Pelatih: Anggun Nugroho

5. Ganda Campuran
– Utama:
Pelatih: Richard Mainaky
Asisten Pelatih: Nova Widianto

– Pratama:
Pelatih: Amon Santoso
Asisten Pelatih: Vita Marissa

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PBSI Panggil 98 Pemain ke Pelatnas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 14, 2019


Sebanyak 98 pebulutangkis putra dan putri dipanggil untuk mengisi jajaran pelatnas utama dan pratama PBSI. Mengacu pada Surat Keputusa nomor SKEP/001/0.3/I/2019, telah ditetapkan nama-nama pemain berdasarkan hasil pantauan serta penilaian pelatih dan tim Pembinaan dan Prestasi PP PBSI dalam satu tahun terakhir.
Ketua Umum PP PBSI Wiranto telah menandatangani SK Promosi dan Degradasi 2019, surat keputusan juga telah telah diinformasikan kepada klub-klub yang menaungi para pemain pelatnas.

Seluruh atlet yang dipanggil memulai latihan di pelatnas pada hari Senin (7/1/2019). Sebelumnya pada 10 Desember 2018, seluruh pemain telah dipulangkan ke klub masing-masing. Namun ada beberapa pemain yang tak meninggalkan pelatnas masih mengikuti latihan untuk persiapan menuju turnamen Thailand Masters yang akan berlangsung di Bangkok pada awal Januari 2019.

Sama seperti tahun sebelumnya, penghuni pelatnas tetap akan dibagi menjadi dua level yaitu level utama dan pratama. Mulai tahun 2019, PBSI menetapkan empat klasifikasi Surat Keputusan (SK) bagi tiap atlet, terdiri dari SK Prioritas, SK Utama, SK Pratama dan SK Magang. Atlet dengan SK Prioritas adalah mereka yang diproyeksikan untuk Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Perbedaan mendasar dari keempat SK ini adalah jumlah turnamen yang diikuti para atletnya dalam setahun. Jika ingin menambah jumlah turnamen yang diikuti, pemain dapat berangkat menggunakan biaya sendiri. Selebihnya, soal fasilitas latihan, makan, asrama, semua ditanggung oleh PBSI.
Nama pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kini tak lagi ada di daftar tim ganda putra karena keduanya memutuskan untuk menjadi pemain profesional. Pasangan Juara Dunia 2015 dan 2013 ini masih tetap akan berlatih bersama tim ganda putra pelatnas, namun sebagai pemain profesional, Hendra/Ahsan menanggung sendiri biaya turnamen yang akan mereka ikuti.

Pemain ganda putri Nitya Krishinda Maheswari juga tak tercantum di daftar tim ganda putri. Namun ia rencananya akan membantu tim kepelatihan di pelatnas.
Sementara itu, dua pemain ganda campuran, Liliyana Natsir dan Debby Susanto yang telah memutuskan untuk gantung raket, menjadi penghuni pelatnas SK Utama hingga Januari 2019.

“Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan nama-nama pemain yang dipanggil kembali ke pelatnas. Diantaranya dilihat dari segi prestasi, potensi, usia dan target baik di jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Susy Susanty, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

“Untuk Nitya, melihat kondisi pasca cedera dan usianya, tidak memungkinkan untuk bisa bersaing lagi. Tetapi rencananya akan diperbantukan di tim kepelatihan dan ini akan kami bicarakan lebih lanjut,” ungkap Susy.

Berikut daftar selengkapnya :

TUNGGAL PUTRA

PELATNAS UTAMA
1.    Anthony Sinisuka Ginting (PB SGS PLN Bandung) – SK Prioritas
2.    Jonatan Christie (PB Tangkas Intiland) – SK Prioritas
3.    Ihsan Maulana Mustofa (PB Djarum)
4.    Chico Aura Dwi Wardoyo (PB Exist)
5.    Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (PB Djarum)
6.    Shesar Hiren Rhustavito (PB Djarum)

MAGANG
1.    Firman Abdul Kholik (PB Mutiara Cardinal Bandung)

PELATNAS PRATAMA
1.    Syabda Perkasa Belawa (PB Djarum)
2.    Yonathan Ramlie (PB Exist)
3.    Christian Adinata (PB Tangkas Intiland)
4.    Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu (PB Exist)
5.    Karono (PB Jaya Raya)

MAGANG
1.    Alberto Alvin Yulianto (PB Djarum)
2.    Bobby Setiabudi (PB Djarum)
3.    Iqbal Aji Tri Pamungkas (PB Exist)

TUNGGAL PUTRI

PELATNAS UTAMA
1.    Gregoria Mariska Tunjung (PB Mutiara Cardinal Bandung) – SK Prioritas
2.    Fitriani (PB Exist) – SK Prioritas
3.    Ruselli Hartawan (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
4.    Aurum Oktavia Winata (PB Sarwendah)
5.    Choirunnisa (PB Mutiara Cardinal Bandung)
6.    Bening Sri Rahayu (PB Exist)

PELATNAS PRATAMA
1.    Putri Kusuma Wardhani (PB Exist)
2.    Stephanie Widjaja (PB Jaya Raya)
3.    Yasnita Enggira Setyawan (PB Exist)

MAGANG
1.    Alifia Intan Nurrokhim (PB Djarum)
2.    Aisha Galuh Maheswari (PB Djarum)
3.    Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum)

GANDA PUTRA

PELATNAS UTAMA
1.    Kevin Sanjaya Sukamuljo (PB Djarum) – SK Prioritas
2.    Marcus Fernaldi Gideon (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
3.    Fajar Alfian (PB SGS PLN Bandung) – SK Prioritas
4.    Muhammad Rian Ardianto (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
5.    Hardianto (PB Mutiara Cardinal Bandung)
6.    Berry Angriawan (PB Djarum)
7.    Akbar Bintang Cahyono (PB Djarum)
8.    Moh. Reza Pahlevi Isfahani (PB Jaya Raya)
9.    Sabar Karyaman Gutama (PB Exist)
10.    Frengky Wijaya Putra (PB Exist)
11.    Ade Yusuf Santoso (PB Wima)

PELATNAS PRATAMA
1.    Bagas Maulana (PB Djarum)
2.    Mohammad Shohibul Fikri (PB SGS PLN Bandung)
3.    Daniel Marthin (PB Djarum)
4.    Leo Rolly Carnando (PB Djarum)
5.    Ghifari Anandaffa Prihardika (PB Jaya Raya)
6.    Pramudya Kusumawardana Riyanto (PB Djarum)
7.    Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (PB Exist)

MAGANG
1.    Syahrizal Dafandi Arafixqli (PB Pratama)
2.    Syahrozi Dafandi Arafixqli (PB Pratama)
3.    Dwiki Rafian Restu (PB Djarum)
4.    Bernardus Bagas Kusumawardhana (PB Djarum)

GANDA PUTRI

PELATNAS UTAMA
1.    Greysia Polii (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
2.    Apriyani Rahayu (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
3.    Della Destiara Haris (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
4.    Rizki Amelia Pradipta (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
5.    Ni Ketut Mahadewi Istarani (PB Suryanaga) – SK Prioritas
6.    Tania Oktaviani Kusumah (PB Djarum)
7.    Yulfira Barkah (PB Mutiara Cardinal Bandung)
8.    Jauza Fadhila Sugiarto (PB Jaya Raya)
9.    Siti Fadia Silva Ramadhanti (PB Djarum)
10.    Agatha Imanuela (PB Djarum)
11.    Ribka Sugiarto (PB Djarum)
12.    Febriana Dwipuji Kusuma (PB Djarum)
13.    Virni Putri (PB Jaya Raya)
14.    Vania Arianti Sukoco (PB Djarum)

PELATNAS PRATAMA
1.    Nita Violina Marwah (PB Exist)
2.    Putri Syaikah Ulima Hidayat (PB Exist)
3.    Indah Cahya Sari Jamil (PB Djarum)

MAGANG
1.    Melanni Mamahit (PB Exist)
2.    Tryola Nadia (PB Jaya Raya)
3.    Metya Inayah Cindiani (PB Djarum)
4.    Amalia Cahaya Pratiwi (PB Mutiara Cardinal Bandung)
5.    Rayhan Vania Salsabila (PB Mutiara Cardinal Bandung)
6.    Febby Valencia Dwijayanti Gani (PB Djarum)

GANDA CAMPURAN

PELATNAS UTAMA
1.    Praveen Jordan (PB Djarum) – SK Prioritas
2.    Melati Daeva Oktavianti (PB Djarum) – SK Prioritas
3.    Hafiz Faizal (PB Jaya Raya) – SK Prioritas
4.    Gloria Emanuelle Widjaja (PB Djarum) – SK Prioritas
5.    Tontowi Ahmad (PB Djarum)
6.    Liliyana Natsir (PB Djarum)
7.    Debby Susanto (PB Djarum)
8.    Winny Oktavina Kandow (PB Tangkas Intiland)
9.    Ronald Alexander (PB Suryanaga)
10.    Annisa Saufika (PB Djarum)
11.    Alfian Eko Prasetya (PB Jaya Raya)
12.    Marsheilla Gischa Islami (PB Djarum)
13.    Rinov Rivaldy (PB Djarum)
14.    Pitha Haningtyas Mentari (PB Jaya Raya)

PELATNAS PRATAMA
1.    Rehan Naufal Kusharjanto (PB Djarum)
2.    Mychelle Crhystine Bandaso (PB Djarum)
3.    Andika Ramadiansyah (PB Djarum)
4.    Bunga Fitriani Romadhini (PB Mutiara Cardinal Bandung)
5.    Renaldi Samosir (PB Exist)
6.    Hediana Julimarbela (PB Exist)
7.    Angelica Wiratama (PB Exist)
8.    Lisa Ayu Kusumawati (PB Djarum)

MAGANG
1.    Zachariah Josiahno Sumanti (PB Exist)
2.    Adnan Maulana (PB Jaya Raya)
3.    Andre Timotius Tololiu (PB Jaya Raya)
4.    Dinda Dwi Cahyaning (PB Jaya Raya)

Tunggal putra: 15 atlet
Tunggal putri: 12 atlet
Ganda putra: 22 atlet
Ganda putri: 23 atlet
Ganda campuran: 26 atlet
Total: 98 atlet

Posted in Badminton | Leave a Comment »

Kalahkan Wakil Tuan Rumah, Fitriani Juara Thailand Masters 2019

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 14, 2019


BANGKOK, KOMPAS.com – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, sukses menyabet gelar juara Thailand Masters 2019, Minggu (13/01/2019). Gelar ini didapat Fitriani setelah pada partai final mengalahkan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan kedelapan, Busanan Ongbamrungphan.

Fitriani mengatasi perlawanan Busanan dalam straight game dengan skor 21-12 dan 21-14 selama 41 menit. Ini adalah kali pertama Fitriani meraih kemenangan dengan straigth game sepanjang Thailand Masters 2019.

Kemenangan ini memperlebar keunggulan rekor pertemuan Fitriani atas Busanan menjadi 3-1.

Laga final kali ini berjalan alot karena reli panjang sudah terjadi sejak awal. Fitriani yang bermain lebih sabar mampu membuat Busanan banyak melakukan kesalahan sendiri hingga kedudukan 7-1. Keunggulan Fitriani terus berlanjut hingga interval pertama 11-6. Selepas interval, Busanan mengubah gaya bermain dengan lebih agresif dan berani memainkan bola di depan net. Jarak poin yang cukup jauh membuat Fitriani memilih mengikuti permainan Busanan dan menunggu kesalahan lawan. Fitriani sempat mencetak lima poin beruntun karena pengembalian tidak sempurna dari Busanan hingga kedudukan 18-9. Keunggulan itu tetap terjaga hingga akhir gim pertama dengan skor 21-12.

Gim kedua berjalan semakin ketat hingga kedudukan 7-6 untuk keunggulan Fitriani. Kesalahan sendiri masih sering dilakukan Busanan di gim kedua dan memberi banyak keuntungan poin untuk Fitriani. Fitriani tetap unggul saat interval dengan skor 11-9. Permainan Busanan terlihat tidak bisa berkembang dan sudah sangat frustrasi ketika jauh tertinggal 11-18. Perlawanan Busanan pada akhirnya terhenti dengan skor 14-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Indonesia Open 2018, Indonesia Raih Dua Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 9, 2018


JAKARTA, KOMPAS.com – Ajang bulu tangkis Indonesia Open 2018 telah rampung digelar pada Minggu (8/7/2018). Dalam lima partai final yang digelar di Istora Senayan itu, Indonesia berhasil menyabet dua gelar juara. Dua gelar tersebut diraih pada sektor ganda campuran dan ganda putra.

Pada ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mempertahankan gelar juara seusai mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Sementara pada ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih gelar Indonesia Open pertamanya setelah mengalahkan wakil Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

Sama seperti Indonesia, Jepang juga meraih dua gelar pada sektor tunggal putra dan ganda putri. Adapun China yang hanya menempatkan satu wakilnya di partai final, gagal membawa pulang gelar juara. Tunggal putri China, Chen Yufei kalah dari pebulu tangkis asal Taiwan, Tai Tzu Ying.

Hasil lengkap final Indonesia Open 2018 :

WS : Tai Tzu Ying (TPE) vs Chen Yufei (CHN) – 21-23, 21-15, 21-9

WD : Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (JPN) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (JPN) – 14-21, 21-16, 14-21

MS : Viktor Axelsen (DEN) vs Kento Momota (JPN) -14-21 8-21

XD : Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (INA) vs Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (MAS) – 21-17 , 21-8

MD : Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (INA) vs Takuto Inoue/Yuki Kaneko (JPN) – 21-13, 21-16

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Dafar Lengkap Pebulu Tangkis Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 25, 2018


JAKARTA, KOMPAS.com – Persatuan Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI) telah merilis daftar lengkap wakil Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2018 pada Selasa ((19/6/2018).

Wakil terakhir yang akan ikut serta adalah pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Annisa Saufika. Dengan bergabungnya Ronald/Annisa, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti tak sungkan membeberkan target Indonesia pada kejuaraan dunia. Susy Susanti menargetkan satu gelar pada kejuaraan yang dilangsungkan di China itu. “Target di kejuaraan dunia adalah satu gelar. Semoga ada kejutan dari pemain-pemain muda kita,” ucap Susy seperti dilansir BolaSport.com dari Badmintonindonesia.org.

Ronald/Annisa merupakan wakil ke-16 Indonesia yang mendapat tiket pada Kejuaraan Dunia 2018 setelah masuk di daftar tunggu selama beberapa pekan.

Sementara itu, skuatd bulu tangkis Indonesia tidak akan diperkuat oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang mempersembahkan satu-satunya gelar juara pada Kejuaraan Dunia 2017 harus absen tahun ini karena fokus pada Asian Games 2018.

Kejuaraan Dunia 2018 akan digelar pada 30 Juli-5 Agustus mendatang di Nanjing, China.

Berikut adalah daftar lengkap pebulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia 2018.

Tungal Putra : Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto

Tunggal Putri : Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung

Ganda Putra : Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso

Ganda Putri : Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela

Ganda Campuran : Praveen Jordan/Melati Daeva Octavianti, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, Ronald Alexander/Annisa Saufika

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

CHINA JUARA PIALA THOMAS 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 27, 2018


Jakarta, CNN Indonesia — China berhasil menyabet juara Piala Thomas 2018 setelah mengalahkan Jepang dengan skor 3-1 di Stadion Impact Arena, Minggu (27/5).

Keberhasilan China meraih gelar itu menggagalkan ambisi Jepang untuk mencetak sejarah kali pertama mengawinkan gelar bergengsi bulutangkis di dunia itu.

Momota membawa Jepang unggul 1-0 pada laga partai pertama menghadapi tunggal China, Chen Long. Pemain yang pernah dihukum karena kasus judi ilegal tersebut mengecundangi Chen Long dua gim langsung, 21-9 dan 21-18.

China bangkit di ganda pertama pada partai kedua. Liu Cheng/Zhang Nan mampu mengalahkan ganda Negeri Sakura, Takuto Inoue/Yuki Kaneko dengan dua gim, 21-10 dan 21-18.

Negeri Tirai Bambu itu pun mampu membalikkan keadaan, berbalik unggul 2-1 atas Jepang. Adalah tunggal kedua mereka, Shi Yu Qi, yang mampu menaklukkan perlawanan Kenta Nishimoto dengan skor 21-12 dan 21-17

Duel Shi Yu Qi dan Nishimoto berlangsung cukup sengit pada set kedua setelah tunggal China itu menang di set pertama. Nishimoto yang sempat tertinggal lima poin, perlahan berusaha menyusul hingga bisa menyamakan poin menjadi 17-17.

Beberapa kali Shi juga melakukan sejumlah kesalahan. Namun, perolehan poin Nishimoto terhenti di angka 17, sedangkan lawannya terus melaju hingga set kedua ditutup dengan kemenangan 21-17 untuk Nishimoto.

Pada partai ketiga, ganda Jepang, Keigo Sonoda/Yuta Watanabe, dikecundangi Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 21-17, 19-21, dan 20-22. Pertarungan di sektor itu juga berlangsung sangat sengit.

Sonoda/Yuta sempat membuat ganda China tersebut kesulitan, namun akhirnya bisa memastikan kemenangan dalam pertandingan yang berdurasi 70 menit. Kemenangan Li/Liu pun memastikan trofi juara ke pangkuan Negeri Tirai Bambu.

China memastikan gelar ke-10 di ajang Piala Thomas atau tertinggal tiga gelar dari capaian Indonesia. (nva)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan Thailand, Jepang Juara Piala Uber 2018

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 26, 2018


Bangkok – Mohammad Resha Pratama – detikSport. Jepang keluar sebagai juara Piala Uber 2018. Pada laga final kontra Thailand, tim Matahari Terbit itu menang mudah dengan skor 3-0.

Pada partai yang dihelat di Impact Arena, Bangkok, Sabtu (26/5/2018) siang WIB, Jepang tak gentar dengan Thailand yang didukung ribuan suporternya.

Buktinya, Jepang dengan mudah merebut tiga partai pertama dengan straight game. Turun di partai pertama adalah tunggal putri Akane Yamaguchi.

Menghadapi Rathcanok Intanon, Akane menang 21-15 dan 21-19 dalam waktu 46 menit. Di gim pertama, Kejar-kejaran angka sempat terjadi hingga sama kuat di angka 14-14.

Setelah unggul 16-15, Akane tak terkejar lagi dan menyudahi gim pertama dengan 21-19. Di gim kedua, Akane terlibat kejar-mengejar skor lagi dengan Intanon hingga sama kuat di 8-8.

Lalu, susul menyusul sampai angka sama lagi di 19-19 sebelum Akane menutup gim kedua dengan 21-19.

Pada partai kedua, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota juga menghabiskan waktu 46 menit menghadapi Jongkolphan Kititharakul/Puttita Supajirakul sebelum menang 21-18 dan 21-12.

Di gim pertama, Yuki/Sayaka sempat unggul jauh 11-6 di interval sebelum dikejar Jongkolphan/Puttita hingga 9-12. Ganda tuan rumah terus mengejar hingga sama kuat 16-16.Yuki/Sayaka menjauh 20-16, sempat diperkecil lagi hingga selisih dua poin sebelum memastikan kemenangan 21-16. Di gim kedua, duel cuma ketat di awal ketika skor sama kuat 4-4.

Skor menjadi 6-4 untuk keunggulan Yuki/Sayaka yang lantas memimpin 11-6 di interval. Setelah itu Yuki/Sayaka tak terkejar lagi untuk menutup gim kedua dengan 21-11.

Pada gim ketiga alias gim penentuan, Nozomi Okuhara dengan mudah menuntaskan perlawanan Nitchaon Jindapol dengan 21-12 dan 21-9.

Okuhara unggul 11-7 di interval gim pertama sebelum ngebut 19-9 dan akhirnya menang 21-12. Di gim kedua, Jindapol tak bisa mengimbangi Okuhara yang akhirnya menang 21-9.

Bagi Jepang ini adalah gelar keenam di Piala Uber sekaligus yang pertama sejak 1981. Sementara, Thailand gagal jadi juara di penampilan perdananya di final turnamen ini.

Mohammad Resha Pratama – detikSport

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: