SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2017
    M T W T F S S
    « Jan    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,700 other followers

Tommy Sugiarto Juara Thailand Masters 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 13, 2017


BANGKOK, KOMPAS.com – Pebulu tangkis tunggal putra nasional, Tommy Sugiarto, berhasil menjadi juara pada final Thailand Masters 2017, di Nimibutr Stadium, Bangkok, Minggu (12/2/2017).

Tommy meraih kemenangan dua gim sekaligus atas pemain tuan rumah, Kantaphon Wangcharoen, dengan kedudukan 21-17, 21-11. Laga ini berlangsung selama 40 menit.

Kantaphon mengawali pertandingan gim pertama dengan keunggulan dua poin. Namun, Tommy tetap bermain tenang dan perlahan sanggup menyaingi perolehan angka pemain tuan rumah.

Setelah keduanya saling mengejar poin, Tommy akhirnya berhasil menutup fase interval dengan keunggulan 11-9 atas Kantaphon.

Selepas interval, Tommy sukses menjaga performanya. Meski Kantaphon memberikan perlawanan sengit, Tommy terus meraih poin dan mampu memenangi gim pertama dalam waktu 20 menit.

Pada gim kedua, Tommy masih tampil prima. Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu berhasil meraih lima angka beruntun dan unggul 5-0 atas Kantaphon.

Kantaphon tak lantas tertekan. Ia tetap berupaya keras untuk keluar dari pola permainan Tommy.

Di sisi lain, Tommy tidak kehilangan konsentrasinya. Ia menambah keunggulannya menjadi 11-14, dan kemudian menjadi 15-7.

Sejak itulah, Tommy semakin mendominasi permainan. Perolehan poin dia sudah tak dapat dikejar lagi oleh Kantaphon.

Tommy akhirnya berhasil memenangi gim kedua. Dia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih gelar pada Thailand Masters 2017.

Bagi Tommy, prestasi kali ini adalah gelar turnamen grand prix kelima sepanjang kariernya.

Sebelumnya, Tommy pernah meraih gelar pada turnamen Taiwan Terbuka (2011), Rusia Terbuka (2015), Vietnam Terbuka (2015), dan Indonesia Masters (2015).

Berikut adalah hasil pertandingan final Thailand Masters 2017.

WD: Chen Qingchen/Jia Yifan (1-CHN) vs Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (2/THA): 21-16, 21-15

WS: Busanan Ongbumrungphan (1/THA) vs Aya Ohori (4/JPN): 21-18, 21-16

MD: Lu Ching Yao/Yang Po Han (TPE) vs Huang Kaixiang/Wang Yilyu (6/CHN): 21-19, 21-23, 21-16

XD: Zhang Nan/Li Yunhui (5/CHN) vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (2/THA): 21-11, 20-22, 21-13

MS: Kantaphon Wangcharoen (THA) vs Tommy Sugiarto (3/INA): 21-17, 21-11

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Malaysia Masters 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 23, 2017


SIBU, KOMPAS.com – Indonesia berhasil meraih satu gelar pada turnamen Malaysia Masters 2017. Gelar tersebut didapat pasangan ganda putra, Berry Angriawan/Hardianto.

Pasangan yang baru ditandemkan pada turnamen level grand prix gold ini menang atas wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzudin, dengan 21-19, 21-12 di Sibu Indoor Stadium, Sarawak, Malaysia, Minggu (22/1/2017).

“Pada awal gim pertama, kami kalah start dan musuh lebih siap menyerang. Setelah itu, kami dapat pola mainnya dan bisa mengejar ketinggalan dan bisa memenangi gim pertama,” kata Hardianto seperti dilansir Djarumbadminton.com.

“Mulai gim kedua, kami lebih rileks saat bermain. Pasangan Malaysia juga banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Hardianto.

Lima gelar juara Malaysia Masters terbagi rata ke lima negara berbeda yaitu Thailand, Indonesia, Malaysia, India, dan Hong Kong.

Malaysia mendapatkan gelar lewat jagoan mereka di nomor ganda campuran pasangan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing yang mengalahkan rekan sesama pelatnas, Goh Soon Huat/Shevron Jemie Lai.

Malaysia punya peluang untuk mendulang dua gelar. Namun, kesempatan tersebut digagalkan wakil Indonesia, Berry/Hardianto yang menjadi satu-satunya wakil pada laga puncak. (Delia Mustikasari) 

Berikut hasil pertandingan final Malaysia Masters, Minggu (22/1/2017): 

WD: Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (1-THA) vs Poon Lok Yan/Tse Ying Suet (HKG) 21-17, 21-9

MS : Ng Ka Long Angus (1-HKG) vs Lee Hyun Ill (5-KOR) 14-21, 21-15, 10-9 (ret)

XD: Goh Soon Huat/Shevron Jemie LAI (MAS) vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (2-MAS) 17-21, 9-21

MD: Goh Sze Fei/Nur Izzudin (MAS) vs Berry Angriawan/Hardianto (INA) 19-21, 12-21

WS: Saina Nehwal (1-IND) vs Pompawee Chochuwong (THA) 22-20, 22-20

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PBSI Siapkan Gloria Sebagai Pengganti Liliyana

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 31, 2016


JAKARTA, Kompas.com – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menetapkan empat target prestasi yang akan dicapai tim Indonesia sepanjang 2017.

“Kami berharap dapat meraih prestasi dalam All England 2017, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017, Kejuaraan Dunia Junior 2017, dan Piala Sudirman 2017,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti selepas diskusi Refleksi Akhir Tahun 2016 Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Selain empat target itu, lanjut Susy, PBSI juga membutuhkan waktu untuk meningkatkan prestasi sektor tunggal putri yang selama ini tertinggal. “Kami harus bekerja keras untuk mengubah dan meningkatkan prestasi dengan program-program pelatihan,” katanya.

Namun, peningkatan prestasi sektor tunggal putri itu tidak dapat dituntut dalam periode dua sampai tiga bulan. “Hasil dari pelatihan nanti baru akan terlihat dalam dua hingga tiga tahun,” kata mantan atlet peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Susi mengatakan bahwa pihaknya akan membahas perencanaan program latihan bagi atlet-atlet pelatnas PP PBSI bersama para pelatih, termasuk program latihan bagi pemain-pemain pelapis. “Itulah alasan kenapa kami akan menghidupkan lagi pelatnas pratama yang menjadi dasar bagi para atlet yang masih muda,” kata Susy.

Meskipun belum menetapkan program pelatihan maupun komposisi pemain, Susy mengakui akan tetap menjalankan program pelatihan dari periode sebelumnya, seperti memasangkan atlet ganda campuran Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja.

“Itu adalah program pelatih ganda campuran untuk mencari formula baru mengombinasikan pasangan atlet. Saya melihat itu sebagai hal positif seandainya Liliyana Natsir pensiun nanti dan Tontowi belum mempunyai pasangan,” kata Susu.

Tontowi, lanjut Susy, juga berarti telah mendapatkan kepercayaan dari pelatih ganda campuran untuk turut membimbing atlet-atlet pelapis di bawahnya dalam pertandingan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Lengkap BWF Superseries Finals 2016

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 19, 2016


DUBAI, KOMPAS.com – BWF Superseries Finals 2016 telah selesai bergulir. Turnamen tersebut berlangsung di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab pada 14-18 Desember.

Dari sejumlah pebulu tangkis yang ambil bagian dalam ajang ini, nama Chen Qingchen paling menarik perhatian.

Pasalnya, dara 19 tahun asal China itu sukses merengkuh dua gelar juara sekaligus.

Gelar pertama Chen diraih dari nomor ganda putri. Berpasangan dengan Jia Yifan, Chen berhasil menundukkan peraih mendali emas Olimpiade Rio 2016, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang).

Chen/Jia menang dengan 21-15, 13-21, 21-17 dalam laga yang berlangsung selama 1 jam 16 menit.

Adapun gelar kedua Chen direngkuh saat melakoni nomor ganda campuran bersama Zheng Siwei.

Pada nomor tersebut, Zheng/Chen sanggup menaklukkan juara bertahan asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Sementara itu, pebulu tangkis putra asal Denmark, Viktor Axelsen, sukses menasbihkan diri sebagai juara baru dari sektor tunggal putra.

Axelsen meraih gelar berkat kemenangan atas wakil China, Tian Houwei, dengan 21-14, 6-21, 21-17 dalam 63 menit.

Pencapaian mengagumkan juga berhasil dicapai oleh pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia, Tai Tzu Ying.

Pebulu tangkis asal Taiwan tersebut meraih gelar setelah mengalahkan pemain Korea Selatan, Sung Ji-hyun dengan 21-14, 21-13.

Tai adalah satu-satunya pemain tunggal putri yang berhasil menembus babak final Superseries Finals sebanyak tiga kali.

Berikut ini adalah hasil lengkap BWF Superseries Finals 2016:

Tunggal Putra
Viktor Axelsen (Denmark) Vs Tian Houwei (China) (21,14, 6-21, 21-17)

Tunggal Putri
Tai Tzu-ying (Taiwan) Vs Sung Ji-hyun (Korea Selatan) (21-14, 21-13)

Ganda Putra
Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) Vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) (21-14, 21-19)

Ganda Putri
Chen Qingchen/Jia Yifan (China) Vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) (21-15, 13-21, 21-17)

Ganda Campuran
Zheng Siwei/Chen Qingchen (China) Vs Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) (21-12, 21-12)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Pertandingan BWF Superseries Finals Sabtu (17/12/2016)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 18, 2016


DUBAI, JUARA.net – Pasangan ganda campuran Inggris, Chris Adcock, selangkah lagi mempertahankan gelar pada turnamen BWF Superseries Finals setelah lolos ke laga puncak.

Tiket final didapat seusai mengatasi pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, dengan 21-19 17-21 21-9 pada laga yang digelar di Hamdan Sports Complex, Dubai, Sabtu (17/12/2016).

Laga ini merupakan pertemuan ulangan superseries finals tahun lalu. Kala itu, kedua pasangan juga bertemu pada fase empat besar.

Adcock/Adcock menjadi satu-satunya juara bertahan yang menembus laga puncak turnamen yang hanya diikuti delapan pebulu tangkis terbaik dalam satu musim untuk setiap nomor ini.

Pada nomor tunggal putri, Tai Tzu-ying (Taiwan) berpeluang meraih gelar kedua di Dubai setelah mengatasi Sun Yu (China) dengan 21-19, 21-19. Titel pertama dia dapat dua tahun lalu.

Titel ini sempat lepas dari genggaman Tai pada 2015. Saat itu, dia gagal melaju ke semifinal akibat menelan dua kekalahan dan hanya sekali menang pada babak penyisihan grup.

Berikut hasil pertandingan semifinal BWF Superseries Finals, Sabtu (17/12/2016).

WD: Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (1-JPN) vs Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen (2-DEN) 21-12, 21-11

MS: Tian Houwei (3/4-CHN) vs Jan O Jorgensen (1-DEN) 21-17, 19-21, 21-13

WD: Chang Ye-na/Lee So-hee (3/4-KOR) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (5/8-CHN) 21-23, 20-22

XD: Praveen Jordan/Debby Susanto (5/8-INA) vs Chris Adcock/Gabrielle Adcock (5/8-ENG) 19-21, 21-17, 9-21

WS: Tai Tzu Ying (1/TPE) vs Sun Yu (3/4-CHN) 21-19, 21-19

MD: Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding (5/8-DEN) vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (1-JPN) 17-21, 19-21

MS: Viktor Axelsen (5/8-DEN) vs Son Wan-ho (2-KOR) 21-17, 21-19

WS: Sung Ji-hyun (3/4-KOR) vs Pusarla V Sindhu (5/8-IND) 21-15, 18-21, 21-15

XD: Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (3-DEN) vs Zheng Siwei/Chen Qincheng (4-CHN) 14-21, 18-21

MD: Chai Biao/Hong Wei (3/4-CHN) vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong (2-MAS) 18-21, 16-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan Djarum, Jaya Raya Juara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 18, 2016


Bintaro, Kompas.com – Klub Jaya Raya mengukuhkan diri sebagaian klub terbaik di Tanah Air. Predikat tersebut didapat setelah klub yang lahir pada tahun 1976 ini tampil sebagai juara dalam kejuaraan bulutangkis beregu junior memperebutkan Pembangunan Jaya Cup VI/2016.

Dalam laga final yang berlangsung Sabtu, 17 Desember 2016 di GOR PB Jaya Raya, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jaya Raya  mengalahkan Djarum Kudus dengan 3-0. Inilah adalah gelar ketiga bagi Jaya Raya setelah merebut pada tahun 2011 dan 2012.

“Puji Tuhan akhirnya Jaya Raya keluar sebagai juara. Kemenangan ini sekaligus membayar lunas kekalahan tim senior Jaya Raya dari Djarum dalam Kejurnas di Solo pekan lalu,” kata Imelda Wigoena, Ketua Harian PB Jaya Raya.

Kemenangan pasangan  Adnan Maulana/Reza Dwicahya Purnama di partai ketiga atas Bagas Maulana/Calvin Kristanto, 21-19, 21-18 memastikan Jaya Raya keluar sebagai jawara kejuaraan berhadiah total Rp 425 juta yang diikuti delapan klub di Tanah Air ini.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Alfandy Risky Putra/Apriani Rahayu membawa Jaya Raya unggul 1-0 setalah menekuk Rehan Naufal Kusharjanto/Ribka Sugiarto 21-18, 21-12. Lalu di tunggal putra, Nyoman Tryadnyana Arya Kurniawan menang 21-10, 21-6 atas Alberto Alvin Yulianto yang membuat Jaya Raya memimpin 2-0.

“Saya main nyaman dan bisa bermain bagus, apalagi dukungan dari teman-teman begitu luar bisa. Mereka terus berteriak mendukung saya di lapangan,” kata Nyoman.

Pasangan Adnan/ Reza akhirnya menjadi pahlawan kemenangan bagi klub yang didirikan Ir. Ciputra ini. Kemenangan di partai ketiga ini memastikan Jaya Raya menang 3-0 dan sekaligus merebut gelar juara. “Saya menikmati pertandingan. Apalagi Jaya Raya sudah unggul 2-0. Kami makin bersemangat untuk menang. Akhirnya kami menang dan Jaya Raya juara,” kata Adnan.

Sebaliknya, Bagas/Calvin tampil penuh tekanan. Setelah tertinggal 0-2, pasangan ini tidak mampu tampil bagus untuk menyelamatkan Djarum. Padahal Bagas/Calvin adalah pasangan yang tidak terkalahkan sejak Sirnas di Makassar awal tahun 2016.

“Saya tertekan. Setelah ketinggalan 0-2, beban mental saya makin berat. Dampaknya saya nggak bisa jeluar dari tekanan dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Bagas.

Bagi Jaya Raya, kemenangan kali ini adalah gelar kampiun yang ketiga. Sebelumnya klub yang lahir tahun 1976 ini menjadi jawara kejuaraan beregu campuran junior ini pada edisi pertama dan kedua tahun 2011 dan 2012.

Sedangkan bagi Djarum, kembali harus menelan pil pahit. Sejak kejuaraan ini digelar tahun 2011, Djarum belum pernah juara. Tahun lalu klub asal Kudus ini juga maju ke final, namun sayang akhirnya dikalahkan Mutiara Cardinal dengan skor 1-3.

Sebagai pemenang, Jaya Raya berhak hadiah terbesar Rp200 juta, sedangkan Djarum hanya mendapat hadiah Rp125 juta.

Kemenangan yang dipetik penggawa junior Jaya Raya ini pun seperti membayar lunas kekalahan skuad seniornya pada Kejurnas Beregu Campuran di Solo, pekan lalu. Kala itu Hendra Setiawan dkk., dikalahkan Djarum dengan skor 0-3.

Sebelumnya, Jaya Raya lolos ke final setelah di babak empat besar menekuk Exist Jakarta Utara dengan skor 3-1. Sementara Djarum merebut tiket ke partai puncak setelah dengan susah payah mengalahkan juara tiga kali beruntun 2013, 2014, dan 2015 Mutiara Cardinal Bandung sengan 3-2.

Sementara dalam perebutan peringkat ketiga,  klub Mutiara Cardinal mengalahkan Exist dengan skor 3-2. Dengan hasil ini, Mutiara Cardinal berhak hadiah sebesar Rp75 juta dan Exist kebagian Rp25 juta.

Hasil Final Pembangunan Jaya Cup
2011 Jaya Raya vs Djarum 3-1
2012 Jaya Raya vs Djarum 3-1
2013 Mutiara Cardinal vs Djarum  3-2
2014 Mutiara Cardinal vs Jaya Raya 3-1
2015 Mutiara Cardinal cs Djarum 3-1
2016 Jaya Raya vs Djarum 3-0

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Pertandingan Hari Pertama Superseries Finals 2016

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 15, 2016


DUBAI, JUARA.net – Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, meraih kemenangan pertama pada babak penyisihan grup turnamen BWF Superseries Finals 2016.

Pada laga yang belangsung di Hamdan Sports Complex, Dubai, Rabu (14/12/2016), Marcus/Kevin menundukkan senior mereka di pelatnas, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, dengan 21-18, 17-21, 21-14.

Di sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto juga mengantongi satu kemenangan setelah menundukkan wakil Indonesia lainnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, 21-11, 21-12.

Kejutan juga sudah mewarnai hari pertama turnamen. Lee Chong Wei (Malaysia) di luar dugaan kalah dua gim langsung dari pemain yang dia kalahkan 10 kali dari 11 pertemuan sebelumnya, Son Wan-ho (Korea Selatan).

Pada babak penyisihan grup, setiap peserta akan bermain tiga kali. Dua terbaik dari setiap grup berhak melangkah ke babak berikutnya.

Berikut ini hasil pertandingan hari pertama Superseries Finals 2016.

Lapangan 1

MS-Grup A: TIAN Houwei (3/4-CHN) vs Marc ZWIEBLER (5/8-GER) 21-15, 21-7

WS-Grup A: SUNG Ji-hyun (3/4-KOR) vs Ratchanok INTANON (5/8-THA) 21-19, 21-12

MD-Grup A: Mads CONRAD-PETERSEN/Mads Pieler KOLDING (5/8-DEN) vs Takeshi KAMURA/Keigo SONODA (1-JPG) 21-15, 21-17

XD-Grup B: Chris ADCOCK/Gabrielle ADCOCK (5/8-ENG) vs Kenta KAZUNO/Ayane KURIHARA (5/8-JPG) 21-15, 21-9

WS-Grup B: SUN Yu (3/4-CHN) vs Carolina MARIN (5/8-SPA) 21-18, 24-22

MS-Grup A: Jan O JORGENSEN (1-DEN) vs HU Yun (5/8-HKG) 21-8, 21-5

MS-Grup B: SON Wan-ho (2-KOR) vs LEE Chong Wei (5/8-MAS) 21-10, 21-16

WD-Grup B: Kamilla Rytter JUHL/Christinna PEDERSEN (2-DEN) vs Vivian HOO/Khe Wei WOON (5/8-MAS) 21-7, 21-17

WS-Grup B: PUSARLA Venkata Sindhu (5/8-IND) vs Akane YAMAGUCHI (2/JPG) 12-21, 21-8, 21-15

WD-Grup B: CHEN Qingchen/JIA Yifan (5/8-CHN) vs JUNG Kyung-eun/SHIN Seung Chan (3/4-KOR) 21-18, 21-13

MS-Grup B: Viktor AXELSEN (5/8-DEN) vs NG Ka Long Angus (3/4-HKG) 21-13, 21-17

Lapangan 2

XD-Grup A: Joachim FISCHER NIELSEN/Christinna PEDERSEN (3-DEN) vs KO Sung-hyun/KIM Ha-na (1-DEN) 21-14, 21-23, 21-16

XD-Grup B: ZHENG Siwei/CHEN Qingchen (4-CHN) vs LU Kai/HUANG Yaqiong (2-CHN) 21-18, 13-21, 21-14

WS-Grup A: TAI Tzu Ying (1/TPE) vs HE Bingjiao (5/8-CHN) 21-16, 21-13

WD-Grup A: CHANG Ye-na/LEE So-hee (3/4-KOR) vs LUO Ying/LUO Yu (5/8-CHN) 21-19, 21-15

MD-Grup B: GOH V Shem/TAN Wee Kiong (2-MAS) vs Mathias BOE/Carsten MOGENSEN (5/8-DEN) walkover

Lapangan 3

XD-Grup A: Praveen JORDAN/Debby SUSANTO (5/8-INA) vs Tontowi AHMAD/Liliyana NATSIR (5/8-INA) 21-11, 21-12

MD-Grup A: Marcus Fernaldi GIDEON/Kevin Sanjaya SUKAMULJO (3/4-INA) vs Angga PRATAMA/Ricky Karanda SUWARDI (5/8-INA) 21-18, 17-21, 21-14

MD-Grup B: CHAI Biao/HONG Wei (3/4-CHN) vs LI Junhui/LIU Yuchen (5/8-INA) 21-18, 16-21, 21-15

WD-Grup A: Misaki MATSUTOMO/Ayaka TAKAHASHI (1-JPG) vs Naoko FUKUMAN/Kurumi YONAO (5/8-JPG) 21-19, 21-19

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Pastikan Satu Gelar, Rian/Ahsan Gagal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 27, 2016


HONG KONG, Kompas.com – Indonesia dipastikan akan membawa satu gelar dari Hong Kong Open Super Series 2016. Ini terjadi usai Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengamankan kemenangannya di babak semifinal. Mereka lolos ke final setelah mengalahkan pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, 23-21 dan 21-14.

Sebelumnya Praveen Jordan/Debby Susanto sudah aman ke partai puncak dengan mengalahkan pasangan Korea, Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. “Satu gelar sudah pasti buat Indonesia. Ini merupakan prestasi yang menggembirakan buat ganda campuran di Hong Kong Open,” kata Liliyana.

“Yang penting sama-sama Indonesia dan kami bermain maksimal aja. All out dan tetap enjoy di lapangan,” kata Tontowi.

Pertama kali berhadapan di lapangan dengan Tang/Tse, Tontowi/Liliyana berhasil mengatasi laganya dengan baik. Meski sempat tertinggal 7-12 di game pertama dan lawan memperoleh game point lebih dulu 19-20, Tontowi/Liliyana tak lantas menyerah begitu saja. Mereka berhasil bangkit dan membalikkan keadaan hingga menang 23-21.

Masuk ke game dua, langkah Tontowi/Liliyana tampak lebih ringan. Keduanya mampu membuat lawan tak berkutik, dan akhirnya menang dengan 21-14.

“Seperti kemarin-kemarin kami main enjoy aja. Memaksimalkan kemampuan yang masih kami punya. Kadang ada posisi-posisi yang di luar jangkauan saya, agak takut ambilnya. Terus di game pertama sempat tertinggal juga. Tapi dengan faktor ketenangan dan pengalaman, hal tersebut bisa kami atasi,” kata Liliyana.

Sayang di nomor ganda putera, pasangan baru, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro gagal ke final setelah ditaklukkan pasangan pengalaman Denmark, Carsten Mogensen/Mathgias Boe  18-21, 11-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tontowi/Liliyana Buat China Nihil Gelar di Kandangnya

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 21, 2016


FUZHOU, KOMPAS.com — Ganda campuran Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad meraih gelar juara turnamen China Open Super Series Premier sekaligus melengkapi dua gelar juara buat Indonesia.

Pada final, Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan sepasang pemain baru China, Zhang Nan/Li Yunhui, dalam pertandingan rubber game 21-13, 22-24, dan 21-16. Ini merupakan kemenangan pertama atas sepasang pemain baru tersebut. Sebelumnya, Zhang Nan berpasangan dengan Zhao Yunlei.

Dalam pertandingan yang ditempatkan di partai terakhir ini, Owi/Butet harus menghadapi tekanan dari penonton. Pada turnamen kali ini, tuan rumah sama sekali gagal meraih gelar juara.

Tontowi/Liliyana memijak partai puncak, juga dengan mengalahkan wakil Korea, Choi Solgyu/Chae Yoo Jung, dengan skor 21-17 dan 25-23. Sementara itu, Zhang/Li sendiri melaju ke babak final usai mengalahkan unggulan pertama, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, dari Korea, dengan 21-19, 10-21, dan 21-15.

Sebelumnya Indonesia meraih gelar juara di nomor ganda putra setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil mengalahkan pemain ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-18, 22-20.

Di nomor tunggal putra, juara Olimpiade, Chen Long, gagal mengatasi perlawanan pemain Denmark, Jan O Jorgensen, dan menyerah 20-22, 13-21.

Berikut hasil lengkap China Open:   
CHANG Ye Na/Lee So Hee [Korea/6]-Huang Dongping/Li Yunhui [China] 13-21, 21-14, 21-17                                                                                                                             Pusarla V Sindhu [India/7]-Sun Yu [China/8] 21-1, 17-21, 21-11
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo [Indonesia/7]-Mathias Boe/Carsten Mogensen [Denmark/4]  21-18, 22-20
Jan O Jorgensen [Denmark/4]-Chen Long [China/2]  22-20, 21-13
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [Indonesia/2]-Zhang Nan/Li Yinhui [China] 21-13, 22-24, 21-16

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Putra Sisakan Kevin/Marcus

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 18, 2016


FUZHOU, KOMPAS.com

 — Terus melaju ke babak perempat final China Open Super Series Premier 2016, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi satu-satunya wakil ganda putra Indonesia yang tersisa. Mereka lolos usai mengalahkan Marcus Ellis/Chris Langridge, Inggris, 21-16 dan 21-13.

“Dari awal kami berusaha menikmati pertandingan. Lawan juga enggak gampang. Mereka kalau di lapangan suka banyak alasan buat stop-stop pertandingan, jadi sebelum mereka aneh-aneh, kami terus menekan duluan. Enggak mau kalah di non-teknisnya,” kata Kevin.

Kevin/Marcus sempat beberapa kali tertinggal pada gim pertama. Namun, mereka tak patah arang untuk mengejar poin lawan. Dengan penuh percaya diri, Kevin/Marcus kemudian terus menekan lawannya tersebut. Mereka unggul 18-14 dan menang 21-16.

Masuk ke gim kedua, dominasi Kevin/Marcus semakin terasa. Mereka terus beradu kecepatan dan mencetak poin demi poin. Keduanya menang tanpa pernah tersusul lawan, 5-1, 12-4, dan 17-6, hingga menang 21-13.

Lolos ke delapan besar, lawan berikutnya pun sudah menunggu. Takuro Hoki/Yugo Kobayashi harus mereka atasi untuk melaju ke semifinal. Kevin/Marcus pernah sekali berhadapan dengan sepasang pemain Jepang tersebut. Di Chinese Taipei Grand Prix 2015, mereka menang 17-21, 21-13, dan 22-20.

“Percaya diri harus, supaya mainnya enak, tetapi harus tetap mengontrol supaya enggak lepas. Jangan berlebihan percaya dirinya. Yang penting siap terus aja di lapangan,” ujar Marcus.

“Buat besok saya mau mengeluarkan yang terbaik aja. Semaksimal mungkin semuanya dikeluarkan,” imbuh Kevin.

Kevin/Marcus menjadi wakil ketiga Indonesia yang lolos ke perempat final. Sebelumnya dua pasang ganda campuran juga melaju ke delapan besar. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: