SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    October 2016
    M T W T F S S
    « Sep    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,698 other followers

13 Atlet Tanda Tangani Kontrak Individu

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 15, 2016


Setelah memanggil sebanyak 13 atlet menjadi penghuni baru Pelatnas pada bulan Juli lalu, PBSI kemudian mengadakan proses bidding untuk kontrak individu mereka. Proses bidding dilakukan dengan beberapa perusahaan apparel ternama seperti Yonex, Victor, Li Ning dan Flypower. Acara ini berlangsung di Pelatnas Cipayung, Selasa (13/9) dan dipimpin oleh Kasubid Pemasaran dan Sponsorship PP PBSI, Yoppy Rosimin.

“Proses bidding berjalan lancar. Atlet-atlet muda kita tetap mendapat apresiasi dari pihak sponsor,” ujar Yoppy kepada badmintonindonesia.org

Selain 13 atlet, dua orang pelatih juga dibidding oleh pihak sponsor. Pelatih tunggal putra, Irwansyah, digaet Victor, sedangkan pelatih tunggal putri, Sarwendah Kusumawardhani masih belum mencapai kesepakatan dengan sponsor.

Salah satu atlet ganda campuran, Marsheilla Gischa Islami, yang dua pekan lalu menjadi juara di turnamen Singapore Open International Series 2016 mengaku senang dengan hasil bidding ini.

“Setelah mendapat sponsor baru, saya berharap bisa lebih berprestasi lagi,” kata Gischa.

Tania Oktaviani Kusumah, salah satu pebulutangkis muda sektor ganda putri, juga menyatakan hal yang sama dengan Gischa. “Senang dapat sponsor baru. Semoga ini dapat memacu semangat saya untuk lebih berprestasi dan lebih baik dibanding sebelumnya.”

Berikut daftar pemain yang menandatangani kontrak sponsor individu tahun 2016:

Victor: Chico Aura Dwi Wardoyo, Putri Ayu Desiderianti, Eprilia Mega Ayu Swastika, Isra Faradila, Angelica Wiratama, Andika Ramadiansyah
Pelatih: Irwansyah

Yonex: Aurum Oktavia Winata, Tania Oktaviani Kusumah, Yantoni Edy Saputra, Marsheilla Gischa Islami, Rahmadhani Hastiyanti Putri

Li Ning: Gabriela Meilani Moningka

Flypower: Ruselli Hartawan

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tri Kusuma/Suci Raih Gelar Juara Kali Pertama

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 28, 2016


MEDAN, KOMPAS.com —

 Ganda campuran dewasa berbeda bendera, Tri Kusuma Wardhana/Suci Rizki Andini (Exist Jakarta/Mutiara Cardinal Bandung) keluar sebagai juara di ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Sumatera Utara Open 2016.

Ini merupakan gelar yang pertama kalinya bagi mereka. Pasangan yang mengawali debutnya di awal tahun 2016 ini keluar sebagai juara Djarum Sumatera Utara Open 2016 setelah di laga final yang berlangsung siang tadi, Sabtu (27/8/2016), mampu menundukkan lawannya, Tedi Supriadi/Keshya Nurvita Hanadia (Djarum Kudus/Berkat Abadi Banjarmasin).

Sejak dimulainya laga gim pertama, Tri Kusuma/Suci mampu tampil lebih meyakinkan. Keduanya selalu memimpin angka demi angka atas lawannya tersebut, seperti 5-1, 11-6, hingga akhirnya mampu unggul 21-14 di gim pembuka itu.

Tri Kusuma/Suci justru mengawali gim kedua dengan kurang siap. Keduanya pun sempat tertinggal angka 1-6, 9-11, atas Tedi/Keshya. Namun, Tri Kusuma/Suci kembali mampu bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan, 15-15, sampai akhirnya kemenangan pun dipastikan Tri Kusuma/Suci di final tadi, setelah di gim kedua unggul tipis 21-19.

“Kunci kemenangan tadi kami tetap bermain fokus satu demi satu angka, jangan mikirin menang atau kalah. Meskipun di gim kedua tertinggal jauh, kami enggak gampang menyerah  dan akhirnya bisa balik unggul,” tutur Tri Kusuma.

Di sisi lain, Suci yang merupakan pemain spesialis ganda putri mengaku tak menyangka bisa meraih gelar juara di nomor ganda campuran.

“Enggak nyangka bisa juara ganda campuran, soalnya saya targetnya di ganda putri saja. Tetapi, melihat ada kesempatan juga di ganda campuran, jadi saya pun mau enggak mau ingin fokus dua-duanya dan alhamdulillah akhirnya bisa juara di ganda campuran. Semoga di ganda putri pun saya bisa juara,” kata Suci.

Suci sendiri masih berpeluang meraih satu gelar lagi lewat nomor ganda putri bersama pasangannya, Yulfira Barkah, di ajang Djarum Sirnas Sumatera Utara Open 2016 kali ini.

Suci/Yulfira di final yang akan berlangsung sore nanti akan berjumpa Dian Fitriani/Nadiya Melati (Pertamina Fastron).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Distribusi Medali Cabang Bulutangkis Di Olimpiade Rio 2016

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 21, 2016


chenlong-rio-gold-600-20-1471710595RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com – 

Kegagalan Lee Chong Wei pada nomor final tunggal putra merefleksikan kiprah Malaysia dalam cabang bulu tangkis di Olimpiade Rio 2016. Meloloskan tiga wakil ke final, tetapi tak satu pun berujung medali emas.

Pada nomor tunggal putra – partai terakhir bulu tangkis di Olimpiade Rio 2016, Sabtu (20/8/2016), Lee Chong Wei kembali gagal di final lantaran kalah dari pebulu tangkis China, Chen Long dalam dua gim langsung, 21-18, 21-18.

Bagi China, medali emas Chen Long merupakan yang kedua dari cabang bulu tangkis. Sebelumnya, mereka telah lebih dahulu mendapatkannya dari nomor ganda putra.

Fu Haifeng/Zhang Nan yang melakoni debut Olimpiade di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, menuntaskan perjalanannya sebagai juara. Mereka mengalahkan wakil Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, pada babak final.

Satu medali lain yang diraih China datang dari pasangan atlet ganda campuran, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Sementara itu, Lin Dan gagal menambah perolehan medali perunggu karena kalah dari Viktor Axelsen (Denmark).

Meski kembali menempati peringkat pertama, raihan medali China menurun drastis jika dibandingkan dengan Olimpiade London 2012.

Empat tahun lalu, skuat Negeri Tirai Bambu berhasil menyapu bersih medali emas pada lima nomor pertandingan. China menggenapi kedigdayaan mereka dengan meraih dua medali perak dan satu medali perunggu.

Di Rio 2016, Jepang menempati urutan kedua dengan satu medali emas dan satu perunggu berkat kemenangan pasangan ganda putri Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Pada babak final, Matsutomo/Takahashi menang dramatis atas wakil Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl.

Indonesia dan Spanyol berbagi tempat di peringkat ketiga setelah sama-sama meraih satu medali emas.

Indonesia memenangi medali emas dari pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sedangkan Spanyol mendapatkan emas pertama dari bulu tangkis lewat pemain nomor satu dunia, Carolina Marin.

Bagi Indonesia, hasil ini jauh lebih baik ketimbang Olimpiade London 2012. Pada pesta olahraga dunia empat tahunan edisi ke-30 itu, tim Merah Putih gagal membawa pulang sekeping medali pun. (Diya Farida) 

Berikut distribusi medali bulu tangkis pada Olimpiade Rio 2016 (negara-emas-perak-perunggu-total medali): 

1. China: 2-0-1 3
2. Jepang: 1-0-1 2
3. Indonesia: 1-0-0 1
3. Spanyol: 1-0-0 1
5. Malaysia: 0-3-0 3
6. Denmark: 0-1-1 2
7. India: 0-1-0 1
8. Britania Raya: 0-0-1 1
8. Korea Selatan: 0-0-1 1

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Chong Wei Gagal Lagi, Kali Ini di Tangan Chen Long

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 21, 2016


RIOEC8K13HFEE_768x432RIO DE JANEIRO, Kompas.com

 – Kisah sedih pebulu tangkis Malaysia, Lee Chong Wei di ajang Olimpiade berulang lagi setelah dikalahkan pemain China, Chen Long di final Olimpiade Rio de Janeiro, Sabtu (20/8/2016).

Pebulu tangkis China Chen Long melangkah keluar dari bayang-bayang rekan senegaranya Lin Dan setelah memupuskan harapan Lee Chong Wei di babak final dan memenangi medali emas bulu tangkis tunggal putra.

Penakluk andalan Malaysia di final kejuaraan dunia 2014 dan 2015 secara berturut-turut, itu menang 21-18 21-18 di babak final, mengatasi tekanan sengit dan menghancurkan pertahanan Lee di Riocentro.

Dalam kariernya yang didominasi kegagalan, Lee selalu kalah di tiga babak final Olimpiade secara berturut-turut setelah ditaklukkan andalan China Lin Dan untuk perebutan medali emas di Beijing dan London.

Sementara itu, juara bertahan dua kali, Lin Dan gagal dalam perebutan medali perunggu. Lin Dan dikalahkan pemain Denmark, Viktor Axelsen 21-15, 10-21, 17-2 dalam pertandingan perebutan medali perunggu.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lee Chong Wei Harapan Terakhir Medali Emas Malaysia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 20, 2016


0057189hend1780x390RIO DE JANEIRO, Kompas.com

 – Tunggal utama dunia, Lee Chong Wei bicara dari hati ke hati dengan pelatihnya, Hendrawan, sebelum menyingkirkan juara bertahan Lin Dan di babak semifinal tunggal putera Olimpiade Rio de Janeiro, Jumat.

Bertemu untuk ketigakalinya -dengan dua kekalahan sebelumnya- di ajang Olimpiade, Chong Wei  tampil habis-habisan menghadapi Lin Dan. Kedua pemain  bermain habis-habisan  sebelum Chong Wei menang rubber game 15-21, 21-11, 22-20 dalam 79 menit.

Chong Wei mengaku sempat berbicara lama dengan pelatih asal Indonesia, Hendrawan yang merupakan juara dunia 2001 dan peraih medali perak di Olimpiade Sydney 2000. Dalam pembicaraan 30 menit tersebut, Chong Wei dan Hendrawan saling bertukar pengalaman.

“Saya berbicara selama 30 menit dengan dia, bertanya soal pengalamannya dan hal lainnya.  Setelah itu, baru saya tidur,” kata Chong Wei.

Bagi Chong Wei, keberhasilannya mengalahkan Lin Dan sekaligus lolos ke final Olimpiade merupakan buah dari kesabaranb. Ia sempat terkena larangan bertanding selama delapan bulan dan memulai kualifikasi lolos ke Olimpiade di peringkat di atas 150 pada Mei 2015.

Namun ketekunannya untuk terus berlatih selama masa skorsing membuat Chong Wei mamapu menjaga konsistensi permainan sehingga ia masuk Olimpiade dalam status peringkat satu dunia.

Di final, Chong Wei akan menghadapi pemain China lainnya, Chen Long. Unggulan dua Olimpiade ini lolos ke final setelah mengalahkan pemain Denmark, Viktor Axelsen  21-14, 21-15 dalam 48 menit.

Ini merupakan harapan terakhir Malaysia buat meraih medali emas bulu tangkis setelah ganda putera Goh V Shem/tan Wee Kiong ditumbangkan ganda China, Zhang Nan/Fu Haifeng 21-16, 11-21, 21-23.

Hasil pertandingan Jumat (19/8/2016)
Semifinal
Tunggal putera
Lee Chong Wei [MAS/1]-Lin Dan [CHN/3] 15-21 21-11 22-20
Chen Long [CHN/2]-Viktor Axelsen [DEN/4] 21-15 21-15

Perebutan perunggu
Tunggal puteri
Nozomi Okuhara [JPN/6]-Li Xuerui [CHN/3] WO

Final
Tunggal puteri
Carolina Marin [SPA/1]-Pusarla v. Sindhu [IND/9] 19-21 21-12 21-15

Ganda putera
Zhang Nan/Fu Haifeng [CHN/4]-Goh V. Shem/tan Wee Kiong [MAS] 16-21 21-11 23-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Carolina Marin Jadi Pebulu Tangkis Eropa Kedua yang Raih Emas Olimpiade

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 20, 2016


2342473carolina-marin780x390RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com

– Carolina Marin mewujudkan ambisinya meraih medali emas Olimpiade. Dia meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 sekaligus menjadi pebulu tangkis Eropa kedua yang mencatat prestasi tersebut.

Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Spanyol itu mengalahkan Pusarla Venkata Sindhu (India) melalui rubber game, 19-21, 21-12, 21-15, di Riocentro Pavilion 4, Jumat (19/8/2016).

Kesuksesan Marin memenangi medali emas Olimpiade menjadikannya sebagai atlet Spanyol pertama mencatat prestasi ini. Dia juga kini tercatat sebagai pebulu tangkis Eropa kedua yang mampu meraih emas.

Sebelum Marin, Poul-Erik Hoyer Larsen (Denmark) memenangi medali emas pada Olimpiade Atlanta 1996 dari nomor tunggal putra.

Marin membuka gim pertama dengan baik. Dia memenangi poin pertama dan berhasil mencapai poin interval lebih dulu dalam kedudukan 11-7.

Sindhu mengejar pada paruh kedua gim kesatu. Sindhu yang bermain sabar mampu mendekati perolehan poin menjadi 14-16 setelah servis Marin dinyatakan fault oleh service judge.

Marin sempat membuka peluang memenangi gim kesatu setelah smes keras yang dilepasnya tidak bisa dijangkau Sindhu. Skor 19-16 untuk keunggulan Marin.

Akan tetapi Marin gagal memanfaatkan momentum. Dia terus membuat kesalahan sendiri yang membuahkan tambahan poin bagi Sindhu.

Sindhu akhirnya memenangi gim pertama setelah sebuah backhand yang dilepasnya gagal dikembalikan Marin.

Marin bermain lebih agresif pada gim kedua. Dia langsung memegang kendali permainan untuk unggul 4-0 dan 8-2.

Sebuah follow-up smash Marin memastikan interval gim kedua berakhir dalam kedudukan 11-2 untuk keunggulannya.

Selepas interval, Marin sempat melakukan dua kesalahan beruntun. Namun dia mampu menjaga konsistensi permainan.

Marin memenangi gim kedua dan memaksa terjadinya rubber game setelah drop shot yang dilepasnya tidak bisa dijangkau Sindhu.

Marin melanjutkan momentum kebangkitannya dengan sangat baik pada gim ketiga. Dia unggul 6-1.

Sindhu yang belum mau menyerah berupaya mengejar. Dia berhasil menyamakan kedudukan setelah memenangi dua poin beruntun dalam kedudukan 8-10, tetapi Marin tetap bertahan dan menutup interval dengan skor 11-10.

Duel Marin kontra Sindhu semakin sengit pada paruh kedua. Dua kesalahan beruntun yang dibuat Marin membuat Sindhu berhasil menipiskan selisih skor dari 12-16 menjadi 14-16.

Sindhu masih sempat menambah satu poin lagi untuk mengubah skor menjadi 15-20, tetapi laju Marin sudah tidak bisa dibendung.

Marin memenangi pertandingan final Olimpiade Rio setelah smes ke arah kiri lapangan Sindhu gagal dikembalikan.

Lewat kemenangan ini, Marin kini kian melengkapi gelar prestisius pada cabang bulu tangkis. Sebelum memenangi medali emas Olimpiade, Marin juga sudah pernah menjadi Juara Dunia (2014-2015) dan meraih gelar All England (2015). (Diya Farida)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Luar Biasa ! Tontowi/Liliyana Kembalikan Tradisi Emas Olimpiade !

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 18, 2016


JAKARTA, Kompas.com

GoldGanda campuran  Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade untuk Indonesia.

Di final, Tontowi/Liliyana mengalahkan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying 21-14, 21-12.

Di gim pertama, Tontowi/Liliyana unggul cepat. Cegatan Butet – panggilan Liliyana – di depan net serta smash dari Owi – panggilan Tontowi – membuat unggul 7-2. Mereka unggul 11-4 saat interval sebelum mengakhiri gim pertama 21-14.

Gim kedua berlangsung lebih ketat.  Pasangan Malaysia memberi perlawanan ketat pada awal gim. Namun setelah interval, Owi/Butet mampu melaju dan merebut gim kedua 21-12.

Tontowi/Liliyana lolos ke final setelah melalui pertarungan menegangkan di babak semifinal dengan menyingkirtkan unggulan pertama  asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.  Juara bertahan Olim[piade ini mereka kalahkan 21-16, 21-15.

Tontowi/Liliyana  merupakan satu-satunya wakil Indonesia di final. Dua harapan medali lainnya, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan dan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari telah gagal di babak sebelumnya.

Sebelumnya, bulu tangkis telah menyumbang enam medali emas Olimpiade yaitu Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma (1992), Ricky Subagdja/Rexy Mainaky (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004), dan Hendra Setiawan/Markis Kido (2008).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Pemain China Bertumbangan Sebelum Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 17, 2016


RIO DE JANEIRO, Kompas.com

China kehilangan kesempatan mengulang sapu bersih medali emas bulu tangkis Olimpiade seperti yang mereka lakukan di London 2012.

Setelah gagal meloloskan wakil di babak final ganda campuran, mereka juga kehilangan wakil di final ganda puteri. Satu-satunya wakil, Tang Yuanting/Yu Yang tersingkir di semifinal setelah dikalahkan ganda Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen.

Yu/Tang yang menyingkirkan ganda Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di babak perempatfinal, menyerah rubber game 16-21, 21-14, 19-21.

“Saat kedudukan 19-20, saya katakan kepada Christinna,’kita harus ambil ini,’ kata Rytter Juhl.

China baru kebagian satu medali perunggu setelah di nomor ganda  campuran, unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei berhasil mengalahkan rekan senegara, Xu Chen/Ma Jin 21-7, 21-11.

Hasil pertandingan:
Tunggal puteri
Perempatfinal
Carolina Marin (ESP) kalahkan Sung Ji Hyun (KOR) 21-12, 21-16
Li Xuerui (CHN) bt Porntip Buranaprasertsuk (THA) 21-12, 21-17
Nozomi Okuhara (JPN) bt Akane Yamaguchi (JPN) 11-21, 21-17, 21-10
V. Sindhu Pusarla (IND) bt Wang Yihan (CHN) 22-20, 21-19

Ganda putera
Semi-final
Goh Shem/Tan Wee Kiong (MAS) bt Chai Biao/Hong Wei 21-18, 12-21, 21-17
Fu Haifeng/Zhang Nan (CHN) bt Marcus Ellis/Chris Langridge (GBR) 21-14, 21-18

Ganda puteri
Semi-final
Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (JPN) bt Kyung Eun Jung/Seung Chan Shin (KOR) 21-16, 21-15
Christina Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (DEN) bt Tang Yuanting/Yu Yang (CHN) 21-16, 14-21, 21-19

Ganda campuran
Perebutan perunggu
Zhang Nan/Zhao Yunlei (CHN) bt Xu Chen/Ma Jin (CHN) 21-7, 21-11

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Nitya/Greysia Gagal Melangkah ke Babak Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 16, 2016


Pasangan ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii, gagal melangkah ke semifinal Olimpiade Rio 2016. Nitya/Greysia kalah dari pasangan China, Tang Yuanting/Yu Yang.

Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii kalah dengan skor 11-21 dan 14-21 di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Senin (15/8/2016).

Nitya/Greysia sempat unggul 5-2 pada awal gim pertama. Namun, Tang/Yu berhasil menyamakan kedudukan pada 8-8.

Selanjutnya, persaingan berjalan ketat dan pasangan China mulai memimpin.

Nitya/Greysia tertinggal 10-17. Mereka berhasil menambah satu angka sebelum Tang/Yu melaju cepat dan memenangi gim ini.

Pada awal gim kedua, skor sempat imbang 2-2. Pasangan China mulai menambah angka dan menjauh hingga unggul 8-4.

Nitya/Greysia berusaha mengejar. Saat interval, Tang/Yu memimpin dengan 11-8.

Tang/Yu terus menjauh hingga unggul 13-9. Saat unggul 16-12, Yu Yang sempat meminta paint killer (penghilang rasa sakit) untuk ankle kanannya.

Tang/Yu masih dominan. Mereka terus menambah poin hingga unggul 18-12 dan akhirnya memenangi pertandingan.

Tang/Yu kini menunggu lawan untuk dihadapi pada semifinal, yaitu antara Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) dan Chang Ye-na/Lee So-hee (Korea Selatan).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

2 Pasangan Ganda Campuran Indonesia Bertemu di Perempat Final Olimpiade

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 15, 2016


RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com – Indonesia pastikan satu tempat di semifinal pada nomor ganda campuran cabang bulu tangkis di Olimpiade Rio 2016. Hal ini tak lepas dari pertemuan dua wakil Indonesia di perempat final.

Dua pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto, akan saling berhadapan pada babak perempat final Olimpiade Rio 2016.

Drawing babak perempat final ini dilakukan di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Sabtu (13/8/2016) tengah malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB.

Bertemunya Tontowi/Liliyana dan Praveen/Jordan ini berarti mengurangi satu peluang Indonesia untuk meraih medali. Sisi positifnya, Indonesia sudah pasti meloloskan satu wakil ke babak semifinal.

Pada babak semifinal, ujian berat akan muncul. Siapa pun yang lolos harus bersiap menghadapi unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei. Pasangan China ini akan bertemu Kenta Kazuno/Ayane Kurihara pada babak perempat final.

 

Babak perempat final mempertemukan para juara dengan runner-up grup. Dari delapan posisi, hanya juara Grup A dan juara Grup D yang sudah pasti berada di sisi teratas dan sisi terbawah.

Hal ini tak lepas lantaran di Grup A terdapat unggulan pertama, sementara di Grup D ada unggulan kedua.

Juara Grup B dan C lalu diundi untuk menentukan posisi mereka. Tontowi/Liliyana merupakan juara Grup C. Hasil undian menempatkan mereka di sisi yang sama dengan Zhang/Zhao.

Setelah itu, empat runner-up grup diundi untuk menentukan lawan masing-masing. Praveen/Debby merupakan runner-up Grup A. Mereka mendampingi Zhang/Zhao lolos ke perempat final.

Berikut hasil undian perempat final ganda campuran Olimpiade 2016:

Zhang Nan/Zhao Yunlei (1/CHN) vs Kenta Kazuno/Ayane Kurihara (JPG)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3/INA) vs Praveen Jordan/Debby Susanto (INA)
Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (MAS) vs Robert Mateusiak/NadiezdaZieba (POL)
Xu Chen/Ma Jin (CHN) vs Ko Sung-hyun/Kim Ha-na (2/KOR)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: