SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2016
    M T W T F S S
    « Nov    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Indonesia Pastikan Satu Gelar, Rian/Ahsan Gagal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 27, 2016


HONG KONG, Kompas.com – Indonesia dipastikan akan membawa satu gelar dari Hong Kong Open Super Series 2016. Ini terjadi usai Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengamankan kemenangannya di babak semifinal. Mereka lolos ke final setelah mengalahkan pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, 23-21 dan 21-14.

Sebelumnya Praveen Jordan/Debby Susanto sudah aman ke partai puncak dengan mengalahkan pasangan Korea, Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. “Satu gelar sudah pasti buat Indonesia. Ini merupakan prestasi yang menggembirakan buat ganda campuran di Hong Kong Open,” kata Liliyana.

“Yang penting sama-sama Indonesia dan kami bermain maksimal aja. All out dan tetap enjoy di lapangan,” kata Tontowi.

Pertama kali berhadapan di lapangan dengan Tang/Tse, Tontowi/Liliyana berhasil mengatasi laganya dengan baik. Meski sempat tertinggal 7-12 di game pertama dan lawan memperoleh game point lebih dulu 19-20, Tontowi/Liliyana tak lantas menyerah begitu saja. Mereka berhasil bangkit dan membalikkan keadaan hingga menang 23-21.

Masuk ke game dua, langkah Tontowi/Liliyana tampak lebih ringan. Keduanya mampu membuat lawan tak berkutik, dan akhirnya menang dengan 21-14.

“Seperti kemarin-kemarin kami main enjoy aja. Memaksimalkan kemampuan yang masih kami punya. Kadang ada posisi-posisi yang di luar jangkauan saya, agak takut ambilnya. Terus di game pertama sempat tertinggal juga. Tapi dengan faktor ketenangan dan pengalaman, hal tersebut bisa kami atasi,” kata Liliyana.

Sayang di nomor ganda putera, pasangan baru, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro gagal ke final setelah ditaklukkan pasangan pengalaman Denmark, Carsten Mogensen/Mathgias Boe  18-21, 11-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tontowi/Liliyana Buat China Nihil Gelar di Kandangnya

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 21, 2016


FUZHOU, KOMPAS.com — Ganda campuran Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad meraih gelar juara turnamen China Open Super Series Premier sekaligus melengkapi dua gelar juara buat Indonesia.

Pada final, Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan sepasang pemain baru China, Zhang Nan/Li Yunhui, dalam pertandingan rubber game 21-13, 22-24, dan 21-16. Ini merupakan kemenangan pertama atas sepasang pemain baru tersebut. Sebelumnya, Zhang Nan berpasangan dengan Zhao Yunlei.

Dalam pertandingan yang ditempatkan di partai terakhir ini, Owi/Butet harus menghadapi tekanan dari penonton. Pada turnamen kali ini, tuan rumah sama sekali gagal meraih gelar juara.

Tontowi/Liliyana memijak partai puncak, juga dengan mengalahkan wakil Korea, Choi Solgyu/Chae Yoo Jung, dengan skor 21-17 dan 25-23. Sementara itu, Zhang/Li sendiri melaju ke babak final usai mengalahkan unggulan pertama, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, dari Korea, dengan 21-19, 10-21, dan 21-15.

Sebelumnya Indonesia meraih gelar juara di nomor ganda putra setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil mengalahkan pemain ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-18, 22-20.

Di nomor tunggal putra, juara Olimpiade, Chen Long, gagal mengatasi perlawanan pemain Denmark, Jan O Jorgensen, dan menyerah 20-22, 13-21.

Berikut hasil lengkap China Open:   
CHANG Ye Na/Lee So Hee [Korea/6]-Huang Dongping/Li Yunhui [China] 13-21, 21-14, 21-17                                                                                                                             Pusarla V Sindhu [India/7]-Sun Yu [China/8] 21-1, 17-21, 21-11
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo [Indonesia/7]-Mathias Boe/Carsten Mogensen [Denmark/4]  21-18, 22-20
Jan O Jorgensen [Denmark/4]-Chen Long [China/2]  22-20, 21-13
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [Indonesia/2]-Zhang Nan/Li Yinhui [China] 21-13, 22-24, 21-16

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Putra Sisakan Kevin/Marcus

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 18, 2016


FUZHOU, KOMPAS.com

 — Terus melaju ke babak perempat final China Open Super Series Premier 2016, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi satu-satunya wakil ganda putra Indonesia yang tersisa. Mereka lolos usai mengalahkan Marcus Ellis/Chris Langridge, Inggris, 21-16 dan 21-13.

“Dari awal kami berusaha menikmati pertandingan. Lawan juga enggak gampang. Mereka kalau di lapangan suka banyak alasan buat stop-stop pertandingan, jadi sebelum mereka aneh-aneh, kami terus menekan duluan. Enggak mau kalah di non-teknisnya,” kata Kevin.

Kevin/Marcus sempat beberapa kali tertinggal pada gim pertama. Namun, mereka tak patah arang untuk mengejar poin lawan. Dengan penuh percaya diri, Kevin/Marcus kemudian terus menekan lawannya tersebut. Mereka unggul 18-14 dan menang 21-16.

Masuk ke gim kedua, dominasi Kevin/Marcus semakin terasa. Mereka terus beradu kecepatan dan mencetak poin demi poin. Keduanya menang tanpa pernah tersusul lawan, 5-1, 12-4, dan 17-6, hingga menang 21-13.

Lolos ke delapan besar, lawan berikutnya pun sudah menunggu. Takuro Hoki/Yugo Kobayashi harus mereka atasi untuk melaju ke semifinal. Kevin/Marcus pernah sekali berhadapan dengan sepasang pemain Jepang tersebut. Di Chinese Taipei Grand Prix 2015, mereka menang 17-21, 21-13, dan 22-20.

“Percaya diri harus, supaya mainnya enak, tetapi harus tetap mengontrol supaya enggak lepas. Jangan berlebihan percaya dirinya. Yang penting siap terus aja di lapangan,” ujar Marcus.

“Buat besok saya mau mengeluarkan yang terbaik aja. Semaksimal mungkin semuanya dikeluarkan,” imbuh Kevin.

Kevin/Marcus menjadi wakil ketiga Indonesia yang lolos ke perempat final. Sebelumnya dua pasang ganda campuran juga melaju ke delapan besar. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jordan/Debby Susul Tontowi/Liliyana

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 18, 2016


FUZHOU, Kompas.com
– Ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menyusul Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ke babak perempat final China Open Super Series Premier 2016.

Mereka mengamankan posisi dengan menghentikan wakil Tiongkok, Liu Yuchen/Chen Lu. Jordan/Debby menang melalui tiga gim, 17-21, 21-7 dan 21-17.

Jordan/Debby harus kehilangan gim pertamanya lebih dulu. Masalah angin dikatakan Jordan/Debby menjadi kendala permainannya kali ini. Kondisi angin yang sangat berbeda di dua lapangan pun, berhasil membuat Jordan/Debby unggul jauh 21-7 di gim kedua.

“Lapangannya di sini menang kalah angin. Tapi bisa dibilang pengaruhnya besar. Lapangan awal kami kurang begitu enak. Sedangkan lapangan di game kedua itu benar-benar sangat menguntungkan kami,” kata Debby.

Masuk ke game ketiga, Jordan/Debby balik tertinggal jauh, dengan 0-9 dan 2-11. Baru kemudian ketika berpindah lapangan, mereka terus melaju menyamakan kedudukan. Poin 14-14 menjadi titik awal Jordan/Debby untuk memimpin perolehan angka. Mereka akhirnya menang 21-17.

“Di gim ketiga pas awal juga kami ketinggalan jauh poinnya, kondisi lapangan benar-benar nggak enak. Baru ketika pindah lapangan kami dapat poin banyak banget. Selebihnya kami main lebih sabar dan fokus aja,” ujar Debby.

Selanjutnya di perempat final, Jordan/Debby akan menantang pasangan Korea, Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. Menghadapi hal tersebut, Jordan/Debby mengaku waspada.

“Lawan besok harus waspada, karena skillnya mereka juga bagus,” pungkas Debby.

“Hari ini kami baru pertama main dari pertama datang. Jadi masih adaptasi. Sebenarnya ada untungnya juga kami main rubber tadi, jadi bisa ngenakin pukulan-pukulannya. Untuk besok semoga bisa lebih baik lagi,” ungkap Jordan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Sisakan 6 Wakil pada China Terbuka

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 17, 2016


FUZHOU, JUARA.net – Indonesia menyisakan enam wakil pada turnamen China Terbuka 2016 yang berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, 15-20 November.

Jumlah tersebut berkurang lebih dari separuh perwakilan Indonesia yang bertolak ke China. Secara keseluruhan, tahun ini tim Merah Putih mengirim 13 wakil.

Indonesia sudah kehilangan enam wakil pada sektor putra hingga pertandingan babak kesatu, Rabu (16/11/2016).

Kelima wakil itu terdiri dari dua pemain tunggal yakni Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro, serta tiga pasangan ganda yaitu Berry Angriawan/Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro, dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Sebelumnya, pemain tunggal Andre Marteen gagal menembus babak utama setelah dikalahkan Guo Kai (China) 16-21, 12-21.

Indonesia juga terpaksa kehilangan pasangan ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang menjadi unggulan kelima pada turnamen level superseries ini.

Nitya/Greysia mengundurkan diri setelah ayahanda Nitya meninggal dunia pada Rabu (16/11/2016) pagi.

Melalui hasil-hasil tersebut, Indonesia kini hanya bisa menaruh harapan kepada Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra) serta Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari (ganda putri).

Dari nomor ganda campuran, Indonesia masih menjaga peluang meraih gelar melalui pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti.

Berikut jadwal pertandingan keenam wakil Indonesia pada China Terbuka, Kamis (17/11/2016), mulai pukul 11.45 waktu setempat atau 10.45 WIB.

MD: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (7) vs Marcus Ellis/Chris Langridge (ENG)

WD: Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen (3/DEN) vs Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani

WD: Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari vs Luo Ying/Luo Yu (4/CHN)

XD: Zheng Siwei/Chen Qingchen (5/CHN) vs Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti

XD: Liu Yuchen/Chen Lu (CHN) vs Praveen Jordan/Debby Susanto

XD: Kenta Kazuno/Ayane Kurihara (JPN) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Chico ke Semi Final Hadapi Malaysia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 12, 2016


2224413chico-aura780x390BILBAO, Kompas.comChico Aura Dwi Wardoyo sukses melangkah ke semifinal Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2016 untuk bertemu unggulan dua dari Malaysia, Lee Zii Jia.

Di perempat final yang digelar pada Jum’at (11/11) siang waktu setempat, Chico berhasil menundukkan wakil Singapura, Zin Rei Ryan Ng. Menghadapi unggulan delapan itu, Chico berhasil menerapkan strateginya. Ia berhasil unggul 11-9 di interval. Sempat kehilangan empat angka beruntun dan balik tertinggal 17-18, Chico akhirnya mampu meraih empat angka berikutnya. Ia menang 21-18 di gim pertama.

Di game kedua, atlet yang resmi bergabung bersama Pelatnas di pertengahan tahun ini terlihat lebih tenang. Ia bisa mengombinasikan penempatan bola yang dipadu dengan netting serta smes-smes keras. Chico pun menutup laga dengan 21-14.

“Di game pertama itu saya sendiri memang sempat kehilangan fokus, terutama setelah interval. Tetapi akhirnya saya bisa kembali fokus ke pertandingan dan akhirnya menang di game pertama. Kalau di game kedua, saya hanya mencoba untuk menerapkan pola permainan saya, dan ini berhasil,” ujar Chico usai laga.

Di semifinal yang akan digelar besok (12/11), Chico sudah dinanti oleh wakil Malaysia, Lee Zii Jia. Unggulan kedua ini melaju setelah membungkam atlet berbakat dari Perancis, Toma Junior Popov dengan 21-12 dan 21-18.

Pertemuan Chico dan Lee di semifinal nanti akan menjadi pertemuan ketiga mereka. Di dua laga awal, Chico selalu dipaksa mengakui keunggulan Lee, dimana pertemuan terakhir mereka terjadi pekan lalu di Bilbao Arena. Chico gagal menyumbang angka untuk tim merah putih usai mengakui keunggulan Lee dengan 15-21 dan 11-21.

“Zii Jia ini pemain yang cerdas, ini yang membuat saya kesulitan untuk mengalahkan dia di dua pertemuan terakhir. Semoga di semifinal besok saya bisa mengeluarkan semua kemampuan terbaik saya, dan belajar lagi dari permainan saya lawan dia sebelumnya,” pungkas Chico.

Saat berita ini diturunkan, wakil Indonsia di nomor ganda putri, Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah tengah bertarung melawan wakil Korea, Seong Ah Yeong/Seong Na Yeong. Sementara itu, Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy akan melawan Fan Qiuyue/Xiangyu Ren dari Tiongkok

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ahsan/Berry Tak Mau Ulangi Kesalahan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 27, 2016


PARIS, Kompas.com –

Di turnamen kedua mereka sebagai pasangan,  Mohammad Ahsan/Berry Angriawan mengaku mulai saling memahami pola permainan di lapangan dengan menaklukkan lawan dari Malaysia, Yew Sin Ong/Ee Yi Teo 21-17 dan 21-17.

Pekan lalu di Denmark Open Super Series Premier 2016, Ahsan/Berry kalah di babak pertama, dari pasangan Choi Solgyu/Kim Gi Jung, Korea. Mereka kalah dua game langsung 21-23 dan 12-21.

“Kami sudah lebih baik mainnya dari kemarin. Sudah tahu bagaimana mencari solusi untuk mendapatkan poin,” kata Berry.

“Perbaikan dilakukan oleh kami berdua, bukan hanya Berry tapi juga saya. Kami bisa main lebih tenang dan mengatur irama. Tidak terlalu terburu-buru, belajar dari pengalaman kemarin,” ungkap Ahsan.

Di babak dua, Ahsan/Berry akan berhadapan dengan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, Denmark. Pasangan Denmark tersebut  bisa melewati lawannya di babak pertama, yaitu Joshua Magee/Sam Magee dari Irlandia 21-15, 21-12.

“Lawan besok sudah bagus. Mereka pukulannya bagus, posturnya juga tinggi. Kami sebisa mungkin harus lebih siap dan ingin menerapkan pola permainan kami,” tambah Ahsan.

Sayangnya kemenangan Ahsan/Berry tak bisa diraih oleh dua wakil Indonesia lainnya. Ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika dihentikan pemain campuran Skotlandia dan Inggris, Adam Hall/Lauren Smith. Skor 20-22 dan 16-21 menjadi akhir perjalanan Alfian/Annisa di Perancis.

Sedangkan pasangan ganda putri, Tiara Rosalia Nuridah/Rizki Amelia Pradipta ditaklukkan unggulan lima asal Tiongkok, Luo Ying/Luo Yu, 13-21 dan 11-21.

“Lawan mereka sebenarnya nggak bisa mengandalkan teknik saja. Tetapi juga kekuatan dan ketahanan di lapangan. Kami sudah berusaha yang terbaik, tapi ternyata belum berhasil. Kebanyakan bola-bola lawan nggak cocok dengan tipe kami. Jadinya cukup susah buat diatasi,” jelas Tiara.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kebanyakan Acara, Tontowi/Liliyana Tersingkir di Babak Dua

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 22, 2016


JAKARTA, Kompas.com –

Juara Olimpiade, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terpaksa angkat koper dari Denmark Open Super Series Premier 2016 setelah disingkirkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping 18-21, 21-19, 17-21.

Unggulan dua turnamen ini harus kehilangan gim pertamanya lebih dulu dengan 18-21. Masuk ke game dua, Tontowi/Liliyana juga sempat tertinggal jauh dengan 3-7 dan 9-16. Namun mereka kemudian mengejar poin hingga skor 17-17 dan membalikkan keadaan menjadi 21-19.

Di gim penentu, kedua pasangan ini sempat saling mengejar poin dengan tipis. Tontowi/Liliyana kemudian memimpin 10-7 dan 15-11. Sayangnya dengan jarak poin yang cukup jauh, Tontowi/Liliyana kembali harus terkejar. Skor menjadi imbang 16-16 dan 17-17. Hingga akhirnya, Wang/Huang mengunci langkah pasangan Indonesia tersebut dan merebut empat poin berurutan. Tontowi/Liliyana kalah 17-21.

“Gim kedua kami sempat ketinggalan tapi akhirnya bisa bangkit. Di game ketiga, sudah leading jauh, tapi banyak melakukan kesalahan sendiri. Apalagi di poin-poin terakhir. Pas 17 sama, kami langsung kehilangan empat poin beruntun. Itu sebuah kesalahan fatal yang nggak boleh kami lakukan,” ungkap Liliyana.

“Tadi Tontowi terlalu terburu-buru kalau saya lihat. Di tiga poin terakhir itu ada bola tanggung tapi keluar, itu yang bikin lawan menjadi yakin lagi. Padahal pas posisi 17 sama, lawan juga belum yakin bisa menang,” tambah Liliyana.

Tontowi/Liliyana kini akan mempersiapkan diri lagi menuju turnamen berikutnya. Akan absen di French Open 2016, Tontowi/Liliyana dijadwalkan turun kembali di China Open Super Series Premier 2016, November mendatang.

“Kami harus banyak persiapan lagi. Walaupun ini bukan sebuah alasan, kami turun di pertandingan ini dengan persiapan yang kurang,” kata Tontowi.

“Kami sebelum ke sini memang cukup banyak acara. Karena ini pertandingan level super series premier, jadi kami harus turun. Tapi ini bukan menjadi alasan. Di sini kami bertanding dengan memaksimalkan yang ada aja,” jelas Liliyana.

Meski kalah, hasil pertandingan Tontowi/Liliyana mendapat apresiasi langsung dari Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI. “Good match. Owi/Butet sudah melakukan yang terbaik, namun kemenangan hari ini masih milik pasangan Tiongkok,” kata Gita.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Astec Daihatsu Open Masuki Babak Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 8, 2016


JAKARTA, Kompas.com –

Setelah melewati enam seri penyisihan di enam kota di Indonesia, turnamen bulutangkis “Astec Daihatsu Open 2016” yang berlangsung sejak 18 April lalu akan memasuki babak Final di Gelanggang Mahasiswa Sumantri Brojonegoro, Jakarta, 9-15 Oktober.

Turnamen bulutangkis yang digagas pasangan emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma dan Susy Susanti ini telah melewati enam seri Babak Penyisihan di enam kota. Berturut-turut berlangsung di Medan, 20-23 April diikuti 714 peserta, di Makassar. 27-30 April diikuti 507 peserta, di Surabaya, 27-30 Juli diikuti 527 peserta, di Solo, 24-27 Agustus diikuti 653 peserta, di Semarang, 7-10 September diikuti 556 peserta, serta di Palembang, 14-17 September diikuti 606 peserta.

“Kami sangat gembira karena di setiap seri yang dilalui selalu berlangsung meriah dan peserta tampil luar biasa. Terbukti di masing-masing seri rata-rata diikuti lebih dari 500 peserta,” jelas Alan Budikusuma yang juga pemilik produk peralatan bulutangkis Astec.

Di masing-masing seri mempertandingkan mulai dari kelompok Anak-anak, Pemula, Remaja, Taruna hingga Veteran. Dari sejumlah kelompok pertandingan tersebut hanya Juara kelompok Remaja dan Taruna yang diundang khusus untuk mengikuti putaran final di Jakarta dengan mendapatkan subsidi biaya dari panitia.

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menyatakan ketertarikan pihaknya mensponsori Astec Open 2016 karena sejalan dengan tagline “Daihatsu Sabahatku” yang ingin menjadikan Daihatsu sebagai sabahat bangsa Indonesia.

“Sebagai salah satu pemain otomotif terbesar di Indonesia, Daihatsu berkepentingan untuk memajukan dunia olahraga di Tanah Air. Bulutangkis dipilih karena merupakan olahraga populer di Indonesia yang sering melahirkan juara-juara tingkat dunia,” kata Amelia.

“Melalui turnamen seperti Daihatsu Astec Open ini, kami berharap dapat melahirkan atlet muda bulutangkis yang mampu berkiprah di ajang nasional dan internasional,” imbuhnya.

Selain memperebutkan total hadiah Rp585 juta, di sela-sela penyelenggaraan Turnamen Daihatsu Astec Open 2016 di masing-masing kota juga selalu diselingi kegiatan coaching clinic oleh Alan dan Susy untuk para pemain muda.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sony dan Dua Ganda Putra Lolos ke Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 8, 2016


BANGKOK, Kompas.com –

Sony Dwi Kuncoro menjadi wakil ketiga Indonesia yang berhasil lolos ke babak semifinal Thailand Open Grand Prix Gold 2016, menyusul pasangan Rian Agung Saputro/Berry Angriawan dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian.

Sony mengamankan tempat di babak semifinal dengan memetik kemenangan atas Hsueh Hsuan Yi, dari Taiwan, dengan skor 21-12, 21-15. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya di Chinese Taipei Open Grand Prix 2015, kali ini Sony relatif mudah mengatasi Hsueh. Smash keras yang menjadi andalan Hsueh, tak banyak terlihat di pertandingan ini.

“Memang di pertemuan ini saya lebih bermain taktis, saya tidak mau meladeni permainan lawan karena bisa merugikan saya. Pokoknya saya buat saja dia merasa tidak nyaman di permainan ini, dan yang menguntungkan buat saya, hari ini lawan sering membuat kesalahan sendiri,” ujar Sony ketika ditemui Badmintonindonesia.org.

Turnamen ini merupakan turnamen ketiga dari tiga rangkaian turnamen yang diikuti Sony secara berturut-turut. Sebelumnya, bapak dua anak ini juga mengikuti turnamen Japan & Korea Open Super Series 2016. “Di Jepang dan Korea, saya kalah di babak awal, jadi tidak terlalu capek. Sebetulnya yang capek itu fokusnya, susah jaga fokus di kejuaraan berturut-turut.

Pada babak semifinal, Sony akan kembali berjumpa dengan Lee Cheuk Yiu, pemain asal Hong Kong yang mengalahkannya di perhelatan negeri sendiri, Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2016. Kala itu Sony dikalahkan dengan skor 21-17, 14-21, 19-21.

“Tentunya saya sudah menyiapkan strategi tersendiri kalau bertemu lagi dengan Lee. Waktu di Indonesian Masters, saya kalah dari dia, selain karena dia memang pemain bagus, waktu itu saya tidak bisa keluar dari tekanan dan tidak mengubah permainan, jadi begitu-begitu terus sampai selesai,” tuturnya.

Di pool atas, wakil tuan rumah Tanongsak Saensomboonsuk akan berhadapan dengan Kenta Nishimoto dari Jepang.

Selain Sony, Indonesia juga mengirim dua wakil ganda putra ke babak semifinal. Rian Agung Saputro/Berry Angriawan yang merupakan unggulan kedua, lolos ke semifinal dengan mengalahkan Hoon Thien How/Teo Kok Siang (Malaysia), 21-16, 21-17.

Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian juga sukses ke babak empat besar usai memenangkan duel seru melawan unggulan keempat dari Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang, dengan skor 13-21, 29-27, 21-19.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: