SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    July 2017
    M T W T F S S
    « Jun    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,681 other followers

Tontowi/Liliyana Juarai BCA Indonesia Open 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2017


JAKARTA, KOMPAS.com – Pasangan ganda campuran nasional, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, akhirnya berhasil menjuarai turnamen bulu tangkis BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017.

Tontowi/Liliyana merengkuh gelar juara Indonesia Open untuk kali pertama setelah mengalahkan pasangan unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan 22-20, 21-15, pada laga final di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (18/6/2017).

Ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Tontowi/Liliyana atas pasangan tersebut dari total dua laga. Pada pertemuan sebelumnya di China Terbuka 2014, Tontowi/Liliyana kalah.

Pertandingan gim pertama diawali dengan kedudukan imbang hingga 2-2. Setelah itu, Tontowi/Liliyana terus mengumpulkan poin hingga akhirnya bisa mencatatkan keunggulan 10-6 atas lawannya.

Permainan Zheng/Chen mulai meningkat pasca-interval. Pasangan unggulan pertama itu perlahan bangkit dan sukses menekan Tontowi/Liliyana hingga skor menjadi imbang 11-11.

Persaingan di antara kedua pasangan pun semakin ketat. Zheng/Chen yang sempat unggul 15-14, kemudian berbalik tertinggal 16-15. Sejak itu, perolehan poin Tontowi/Liliyana tak terkejar lagi hingga berakhirnya gim pertama.

Partai gim kedua berjalan semakin sengit. Kedua pasangan sama-sama menampilkan permainan impresif dan saling mengejar angka.

Zheng/Chen awalnya mendominasi jalannya laga gim pertama. Namun, menjelang interval, Tontowi/Liliyana berhasil keluar dari tekanan dan sukses berbalik unggul 10-9.

Perjuangan Tontowi/Liliyana berlanjut setelah interval. Sang lawan kembali memberikan perlawanan dan kedudukan menjadi imbang 14-14.

Dukungan penuh dari para penonton di JCC membuat Tontowi/Liliyana semakin bersemangat. Mereka pun tampil lebih agresif hingga akhirnya berhasil memastikan gelar juara Indonesia Open 2017.

Berikut Hasil Lengkap :

  • Ganda putri – Chang Ye Na/Lee So Hee (KOR) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (CHN): 19-21, 21-15, 10-21
  • Tunggal putra – Kazuma Sakai (JPN) vs Kidambi Srikanth (IND): 11-21, 19-21
  • Tunggal putri – Sayaka Sato (JPN) vs Sung Ji Hyun (KOR): 21-13, 17-21, 21-14
  • Ganda putra – Li Junhui/Liu Yuchen (CHN) vs Mathias Boe/Casten Mogensen (DEN): 21-19, 19-21, 21-18
  • Ganda campuran – Zheng Siwei/Chen Qingchen (CHN) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (IDN): 20-22, 15-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Harapan Juara Hanya Pada Tontowi/Liliyana

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 18, 2017


JAKARTA, Kompas.comTontowi Ahmad/ Liliyana Natsir menjadi satu-satunya  wakil Indonesia di partai final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 usai mengalahkan pasangan baru dari Malaysia, Chan Peng Soon/ Peck Yen Wei, dengan skor 21-13, 21-14.

Penampilan Tontowi/Liliyana malam ini sangat baik dan terus memegang kendali permainan dari awal pertandingan. Tontowi juga bermain agresif di depan net.

“Kami tahu Chan adalah pemain yang berpengalaman, kami sudah mempelajari video pertandingan pasangan baru ini. Chan memang banyak mengcover lapangan. Walaupun sempat ramai, mereka tertekan terus dan sulit keluar dari tekanan,” kata Liliyana.

“Kami cukup puas dengan penampilan hari ini, kami bermain dengan fokus dan konsentrasi. Saya bisa mengurangi error saya yang biasanya banyak banget. Musuh pun susah untuk berkembang. Mudah-mudahan besok kami bisa tampil lebih baik,” tutur Tontowi.

Sebagai pasangan ganda campuran terbaik Indonesia saat ini, Tontowi/Liliyana sudah mengantongi segudang prestasi, puncaknya medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun Tontowi/Liliyana masih belum berjodoh dengan gelar Indonesia Open. Sebelumnya, Tontowi/Liliyana pernah dua kali melangkah ke final.

Pada tahun 2012 mereka dikalahkan oleh Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand).  Pada tahun 2011, Tontowi/Liliyana juga ke final dan dikalahkan oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok).

“Pasti ingin juara, tetapi kami mau fokus, nggak mikirin besok juara. Yang penting komunikasi dan strategi bisa berjalan,” kata Tontowi.

Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan unggulan pertama, Zheng Siwei/Chen Qingchen (Tiongkok). “Lawan besok tidak mudah, mereka adalah pemain muda yang lagi on fire, semangat, punya kecepatan dan power. Kami harus bisa menerapkan pola yang benar. Semoga kami bisa bermain lebih baik dan kasih juara untuk Indonesia,” jelas Liliyana.

Sementara itu, pasangan ganda putri Anggia Shita Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani gagal melangkah ke final usai dikalahkan Chen Qingchen/Jia Yifan (Tiongkok), dengan skor 21-12, 21-17.

Sebelumnya, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak dapat berlanjut di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Pasangan ganda putra muda Indonesia ini dihentikan unggulan kedua, Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), dengan skor 17-21, 21-18, 12-21.

Jadwal lengkap final:
Chang Ye Na/Lee So Hee [Korea/3]-Chen Qingchen/Jia Yifan [China/5]
Kazumasa Sakai [Japan]-Kidambi Srikanth [India]
Sayaka Sato  [Japan]-Sung Ji Hyun [Korea/5]
Li Junhui/Liu Yuchen  [China/3]-Mathias Boe/Carsten Mogensen  [Denmark/2]
Zheng Siwei/Chen Qingchen  [China/1]-Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [Indonesia/6]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Puteri Lengkapi Tiga Wakil di Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 17, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Indonesia akhirnya meloloskan tiga wakil di babak semifinal BCA Indonesia Open SSP 2017, setelah ganda puteri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani memastikan lolos pada Sabtu (17/6/2017) dinihari.

Anggia/Ketut lolos dengan perjuangan berat setelah menyisihkan wakil Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taetrattanachai dalam pertandingan rubber game 13-21, 21-19,, 21-11.

Pertandingan antara ganda puteri kedua negara ini berlangsung ketat dan marathon selama 1 jam 14 menit.  Partai terakhir ini baru usai pada pukul 01.00 dinihari.

Pada partai semifinal, Sabtu (17/06/2017), Anggia/Ketut akan ditantang lawan berat, yaitu unggulan 5 asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Sebelumnya Indonesia telah memloskan dua wakil di semifinal. Juara Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi wakil Indonesia kedua yang berhasil lolos ke babak semi final BCA Indonesia Open  SSP 2017, Jumat (16/06/2017). Tontowi/Liliyana  berhasil mengalahkan pasangan asal Malaysia,  Tan Kian Meng/Lai Pei Jing. Pasangan Indonesia ini menang dua gim 21-18, 21-16.

Sebelumnya, Indonesia telah menempatkan satu wakil di semi final setelah  ganda putera Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos perempatfinal dengan mengalahkan pasangan Thailand, Kedren Kittinupong/Dechapol Puavaranukroh (Thailand), dengan skor 21-13, 18-21, 21-12.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Empat Wakil di Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 16, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Sebanyak empat wakil Indonesia berhasil melaju ke babak perempat final kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi wakil pertama yang lolos setelah mengalahkan senior mereka, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Fajar/Rian akan menantang wakil Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Kittiharakul dalam perebutan tiket semifinal.

Sektor ganda putri mengirim dua wakilnya ke perempat final. Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari yang mengalahkan unggulan keenam, Luo Ying/Luo Yu, menjadi wakil ganda putri pertama yang melaju. Sukses Della/Rosyita kemudian disusul oleh Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani yang menumbangkan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan (Korea).

Ini adalah kemenangan kedua Anggia/Ketut atas Jung/Shin, sebelumnya di ajang yang sama tahun lalu, Anggia/Ketut juga menang dengan skor 21-19, 19-21, 21-19.

“Kami mencoba untuk fokus di tiap poin. Pada game kedua, kami terburu-buru untuk menyerang, karena kami ‘kalah angin’, serangan kami tidak tembus-tembus. Lawan tidak mudah, jadi kami harus lebih tenang,” ujar Anggia.

“Pokoknya selama pertandingan tadi, kami tidak mau kalah,” Ketut menambahkan.

Di sektor ganda campuran, partai perang saudara antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia akhirnya dimenangkan oleh Tontowi/Liliyana. Di babak perempat final, Tontowi/Liliyana akan menantang Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia).

“Kami akan mempelajari permainan Tan/Lai karena kami belum pernah bertemu. Akhir-akhir ini penampilan mereka cukup baik,  mereka salah satu andalan Malaysia. Kami harus lebih fokus, semakin ke sini semakin berat lawannya, mudah-mudahan kami bisa tampil lebih baik dan bisa menang,” ujar Liliyana

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

China Yang Berubah Pasca Era Li Yongbo

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 30, 2017


GOLD COAST, Kompas.com – Tim China datang ke Gold Coast dengan label unggulan pertama dan juara bertahan dalam enam edisi terakhir Piala Sudirman.

Namun, di Carrara Indoor Stadium rekor kemenangan mereka di turnamen beregu campuran ini harus terhenti. Mereka harus mengakui keunggulan Korea di partai puncak dengan skor tipis 2-3.

“Salah satu faktor kami kehilangan angka di sektor ganda adalah di semifinal kami bermain sampai larut malam, jadi kebugaran pemain pun berbeda. Di tambah pemain ganda putri kami pun bermain rangkap kemarin,” ujar pelatih kepala ganda, Zhang Jun.

Mereka pun menuturkan bahwa strategi permainan mereka adalah mereka tak akan menurunkan pemain yang sama dalam dua hari beruntun. Hal ini pun terbukti, dari susunan pemain mereka, hanya Chen Qingchen/Jia Yifan yang kembali diturunkan.

“Kami memang menurunkan pemain yang berbeda di final kali ini, hanya ganda putri saja yang kami turunkan di semifinal dan final. Kami cukup puas dengan penampilan ganda putra, tunggal putra dan tunggal putri kami hari ini, mereka menunjukkan keinginan mereka untuk menampilkan yang terbaik,” tambah Zhang.

Mereka pun menuturkan bahwa kekalahan mereka kali ini, karena mereka baru saja mengalami perombakan di organisasi mereka. Paska mundurnya Li Yongbo sebagai kepala pelatih, saat ini Tiongkok memang dipimpin oleh dua pelatih untuk sektor tunggal dan ganda. Sektor ganda berada di bawah komando Zhang Jun, sementara sektor tunggal berada di bawah komando Xia Xuanze.

“Kami mengalami pergantian pelatih di organisasi kami, sekarang kami memiliki pelatih kepala di sektor tunggal dan sektor ganda, kami juga banyak pemain-pemain baru. Kami akan membutuhkan strategi baru untuk mengembangkan pemain-pemain kami. Tapi memang persaingan bulutangkis kali ini memang semakin berat, kami banyak menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dari pada sebelumnya. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami, tantangan dari negara-negara lain, dan kami menyukai tantangan,” pungkas Xia

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan China, Korea Juara Piala Sudirman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 30, 2017


JAkARTA, Kompas.com – Korea merebuat Piala Sudirman 2017, Minggu (28/05/2017) dengan mengalahkan juara bertahan China 3-2 di final.

Keberhasilan Korea dipastikan setelah pada partai kelima, ganda campuran Choi Solgyu/Chae Yoo Jung mampu mengalahkan ganda campuran China, Lu Kai/Huang Yaqiong dalam dua gim  21-17, 21-13.

Keberhasilan ini membuat Korea unggul 3-2 dan mengulangi sejarah membawa Piala Sudirman setelah terakhir kali melakukannya pada 2003 lalu. Saat itu, Korea menjadi juara dengan mengalahkan juara bertahan China 3-1.

Korea telah empat kali menjuarai Piuala Sudirman. Sementara China masih memegang rekor terbanyak dengan sepuluh kali menjadi juara. Indonesia sebagai penggagas turnamen ini menjadi juara saat kejuaraan ini pertamakali digelar pada 1989. Namun sejak itu, prestasi tertinggi Indonesia adalah menjadi finalis dalam enam kesempatan.

Pada turnamen 2017 ini, tim Indonesia gagal total setelah menbjadi juru kunci di grup 1D di bawah Denmark dan India.

Hasil pertandingan final China-Korea
FU Haifeng/Zhang Nan-Choi Solgyu/Seo Seung Jae 21-14 21-15
He Bingjiao/SUNG Ji Hyun 12-21 16-21
Chen Long-Jeon Hyeok Jin 21-10 21-10
Chen Qingchen/Jia Yifan-Chang Ye Na/Lee So Hee 19-21 13-21
Lu Kai/Huang Yaqiong-Choi Solgyu/Chae Yoo Jung 17-21, 13-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Tersingkir dari Piala Sudirman 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 25, 2017


GOLD COAST, KOMPAS.com – Tim Indonesia tersingkir dari Piala Sudirman 2017 setelah pasangan ganda putrinya, Greysia Polii/Apriyani, dikalahkan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark).

Pada laga yang digelar di Gold Coast Sports & Leisure Centre, Rabu (24/5/2017), Greysia/Apriyani kalah rubber game, 18-21, 21-13, 13-21.

Secara keseluruhan, Indonesia menang 3-2 atas Denmark. Poin mereka di grup 1D juga setara dengan Denmark dan India.

Namun, hasil itu tak cukup bagi tim Garuda untuk lolos ke perempat final karena jumlah kemenangan gim mereka paling rendah di Grup 1D.

Denmark dinyatakan lolos ke perempat final Piala Sudirman 2017 sebagai juara grup, sedangkan India menduduki posisi runner-up.
Greysia/Apriyani sempat memberikan perlawanan sengit terhadap Juhl/Pedersen pada laga gim pertama.

Meski demikian, performa yang ditampilkan Greysia/Apriyani masih bisa dibendung oleh Juhl/Pedersen, pasangan nomor dua dunia.

Juhl/Pedersen berhasil mengantisipasi berbagai upaya dari pasangan Indonesia dan menyudahi gim pertama dengan kemenangan.

Kemenangan pada gim pertama sudah cukup bagi Denmark untuk lolos ke perempat final, sekaligus menyingkirkan Indonesia dari Piala Sudirman 2017.

Mengacu kepada jumlah kemenangan gim di antara dua negara, Greysia/Apriyani memang wajib mengalahkan Juhl/Pedersen dua gim langsung untuk lolos ke perempat final.

Pada gim kedua, permainan Greysia/Apriyani meningkat signifikan. Sejak awal hingga akhir, mereka selalu unggul atas lawannya.

Pertandingan kemudian dilanjutkan ke gim ketiga. Pada sesi ini, Juhl/Pedersen kembali menancapkan dominasinya.

Pasangan nomor dua dunia itu tampil lebih sigap. Berkali-kali pukulan smes yang dilancarkan Apriyani berhasil dibendung Juhl/Pedersen.

Pertandingan ini akhirnya dimenangi Juhl/Pedersen dalam waktu 69 menit

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Marcus/Kevin Pertahankan Gelar Juara India Open 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 3, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mempertahankan gelar juara turnamen India Open 2017 dengan mengalahkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi di final, Minggu (02/04/2017).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi ini, Kevin/Marcus merebut gelar juara dengan kemenangan dua gim 21-11, 21-15

Ini merupakan pertemuan ulangan final tahun lalu bagi kedua pasangan. Tahun lalu, Kevin/Marcus mengalahkan Angga/Ricky di final India Open.

Saat itu, Marcus/Kevin berhasil menjadi juara berkat kemenangan straight game 21-17, 21-13.

Berdasarkan rekor pertemuan, Angga/Ricky sudah tiga kali berjumpa dengan Marcus/Kevin. Dari seluruhnya, Marcus/Kevin selalu meraih kemenangan.

Ini merupakan gelar juara kedua  dalam satu bulan buat Marcus/Kevin. Bualn lalu, kevin/marcus merebut gelar juara di turnamen All England.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Sirnas Balikpapan : Jesica Juara Baru

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 2, 2017


BALIKPAPAN, Kompas.com – Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Kalimantan Timur Open 2017 yang baru saja berakhir  sore tadi, Sabtu (1/4) di GOR Hevindo Balikpapan, nampaknya banyak melahirkan juara baru. Salah satunya yakni di nomor tunggal dewasa putri.

Pebulutangkis besutan Shamrock Medan,  Jesica Moeljati secara mengejutkan keluar sebagai juara setelah di laga final Sabtu, (1/4) mampu menundukan andalan Exist Jakarta, Ni Made Pranita Sulistya Devi. Tanpa kesulitan yang berarti, Jesica mampu menyudahi perlawanan Made dengan kemenangan telak dua gim langsung 21-17 dan 21-11.

“Senang sekali di luar dugaan bisa juara. Kunci kemenangan dipertandingan final tadi saya berani melayani permaian lawan, dan berusaha agar tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Akan tetapi faktor kemenangan saya di Sirnas kali ini karena saya bisa terus semangat di setiap pertandingan, dan persiapan yang cukup matang sebelum berangkat kesini,”tutur Jesica usai laga.

Perjalanan Jesica di seri kedua Djarum Sirnas kali ini terlihat mencolok ketika dirinya mampu menundukan si “Ratu Sirnas” Hera Desi Ana Rachmawati dari Mutiara Cardinal Bandung pada babak semifinal Jumat (31/3).  Itu pun diakuinya sebagai salah satu tambahan modal kepercayaan diri di laga final tadi.

“Setelah bisa mengalahkan Hera di Semifinal kemarin, saya menjadi lebih percaya diri menghadapi lawan. Dan semoga ke depannya di turnamen Djarum Sirnas Premier Jakarta Open saya bisa mempertahankan gelar ini. Dan tentunya saya pun akan kembali menjalani latihan keras untuk mendapatkan hasil terbaik di setiap turnamen,”pungkas Jesica.

Sementara itu di nomor tunggal dewasa putra, gelar juara berhasil diraih oleh pebulutangkis kawakan, Nugroho Andi Saputro dari Halim. Andi berhasil naik podium juara tertinggi setelah di laga final sore tadi, mampu menundukan wakil Djarum Kudus, Ryanto Subagja dengan 21-13 dan 21-10.

Di sisi lain, pada ajang Djarum Sirnas Li Ning Kalimantan Timur Open 2017 ini, tim Exist Jakarta kembali meraih sukses usai membawa pulang sebanyak tujuh gelar juara. Yakni dari nomor ganda remaja campuran, tunggal remaja putra, tunggal taruna putra,  ganda remaja putri, tunggal remaja putri, tunggal taruna putri, dan ganda taruna putra.

Sebelumnya di seri pertama Djarum Sirnas yang berlangsung di Manado beberapa waktu lalu, Exist mampu memboyong sebanyak lima gelar juara. Diakui Alex Chandra selaku  pelatih kepala tunggal putra Exist, jika hasil ini melebihi target sebelumnya, yang hanya menargetkan meraih lima gelar juara.

“Puji tuhan di Sirnas kedua ini kami bisa sukses seperti di seri pertama kemarin. Sebenarnya target kami disini mengincar lima gelar juara, tetapi faktanya anak-anak mampu berjuang maksimal dan melebihi target. Terutama di empat noomor yang bisa menciptakan all Exist final, kami sangat tidak memprediksikan sebelumnya, karena sebenarnya yang kami kirim ke turnamen inipun bukan seluruhnya  pemain nomor satu Exist. Semoga di seri Djarum Sirnas berikutnya kami bisa terus konsisten menjadi klub yang paling banyak membawa gelar juara, karena Djarum Sirnas adalah turnamen prioritas yang bakal diikuti terus oleh atlet-atlet kami,”ungkap Alex.

Rangkaian seri Djarum Sirnas akan berlanjut ke seri ketiga, bertajuk Djarum Sirnas Li Ning Premier Jakarta Open 2017, dan akan berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjung Prikuk, mulai tanggal 1 hingga 6 Mei 2017 mendatang

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Praveen/Debby Gagal di Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 20, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Harapan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto gagal meraih gelar juara di Swiss Open setelah dikalahkan pasangan Thailand di final, Minggu (19/03/2017).

Dalam pertadingan  final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel ini  Praveen/Debby gagal mengembangkan permainan  terbaik. Mereka menyerah pada unggulan 2 dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanchai 18-21, 15-21.

Degan hasil ini, pasangan Indonesia dan Thailand ini sementara berbagi dua kali kemenangan dalam empat pertemuan mereka. Dalam pertemuan terakhir di Denmark Open Oktober 2016, Praveen/Debby menang 21-18, 21-19.

Ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi satu-satunya wakil Indonesia di turnamen Swiss Open GP Gold setelah menyingkirkan ganda Tiongkok, Zhang Nan/Li Yunhui, Sabtu (18/03/2017) 17-21, 21-19, 21-16.

Hasil final:
Hen Xiaoxin [CHN]-Chen Yufei [CHN/3] 21-19 21-14
Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai [THA/3]-Praveen Jordan/Debby Susanto [INA/2] 21-18 21-15
Chen Qingchen/Jia Yingfan [CHN/1]-Gariela Stoeva/Stefani Stoeva  [BUL/4] 21-16 21-15
Chai Biao/Hong Wei [CHN/1]-Liu Cheng/Zhang Nan [CHN] 13-21 21-16 21-15
Lin Dan [CHN/1]-Shi Yuqi [CHN/2] 21-12 21-11

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: