SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2009
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for February 14th, 2009

PELATNAS: Pemain Mundur, PBSI Tak Khawatir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 14, 2009


CINTA OLAHRAGA INDONESIA – SURABAYA – Beberapa pebulu tangkis top Indonesia memutuskan untuk mundur dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Meskipun demikian, PB PBSI tak khawatir dan tetap optimistis bisa mendongkrak prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto, di Surabaya, Jumat (13/2). Dia mengatakan hal tersebut untuk menanggapi berbagai kritikan tentang mundurnya sejumlah pemain pelatnas utama itu.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini sejumlah pemain pelatnas mengundurkan diri. Mereka adalah Taufik Hidayat, Vita Marissa, Alvent Yulianto dan Hendra AG.

“Kami tidak ingin berpolemik terlalu jauh soal itu. Kendati sakit dan pahit, tapi Pak Djoko (Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso, red) menganggap itu sebagai obat,” kata Yacob.

Ketua Pengprov PBSI Jawa Timur ini justru berharap ada efek positif dari berbagai kritikan, sorotan serta masukan yang datang dari elemen masyarakat. Yang penting, semua itu demi kemajuan bulu tangkis Indonesia.

“Persoalan mundurnya beberapa pemain terus kami upayakan untuk mencari penyelesaian, salah satunya dengan mendekati pemain,” jelasnya.

Yacob menambahkan, PBSI tidak pernah menghalangi atau menghambat prestasi atlet. Namun mereka berharap, para atlet hendaknya bisa mengukur seberapa layak nilai kontrak yang diterima.

Sebagian besar atlet yang mengundurkan diri dari Pelatnas karena persoalan nilai kontrak yang tidak menemui kata sepakat. PB PBSI menetapkan nilai kontrak berdasarkan prestasi dan pencapaian peringkat dunia pemain.

Namun, sebagian pemain menolak kontrak yang disodorkan pengurus, karena nilainya tidak sesuai yang diharapkan. Pemain senior spesialiasi ganda, Vita Marissa yang dipasangkan dengan pemain muda Mohammad Rijal, merupakan salah satu pemain yang menolak tawaran kontrak baru tersebut. (sihc/skoc)

Posted in Berita | Leave a Comment »

TOP SEED BUT NOT FAVOURITE

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 14, 2009


NST Online : 13 February 2009
By : K.M. Boopathy

LEE Chong Wei will be the first Malaysian men’s singles player to be seeded top in the All England in Birmingham on Mar 3-8 but this is not expected to give the World No 1 a big advantage due to potential danger awaiting as early as the first round.

Hafiz Hashim was the last Malaysian to win the title but achieved it as an unseeded player in 2003 while Tan Aik Huang won the crown as the favourite in 1966 where there were no official world ranking or seedings available.

Winning the All England as the top seed would be hugely satisfying for Chong Wei as not only does he need to deal with some darkhorses early but the ultimate challenge of toppling Olympic champion Lin Dan of China in the final.

World No 10 Simon Santoso of Indonesia, Thailand’s Boonsak Ponsana, ranked 11th, and Bao Chunlai of China, ranked 12th, are the players Chong Wei, semi-finalist in 2006 and last year, needs to be cautious about as he might find himself playing them in the preliminary rounds.

The quarter-final stage could also be tricky as the luck of the draw could pit him against Indonesian Taufik Hidayat or South Korean Park Sung Hwan.
Chong Wei could be taken the distance by these players but if current form is anything to go by, he will find Lin Dan as the sternest test in securing his first All England title.

The men’s doubles seeding is also favourable to Malaysia as Koo Kien Keat-Tan Boon Heong and Zakry Latif-Fairuzizuan Tazari, the third and fourth seeds respectively, will avoid meeting each other until the final.

This means both pairs can make it to the semi-finals should they overcome early obstacles, including Korea Open champions Mathias Boe-Carsten Mogensen of Denmark and China’s Fu Haifeng-Cai Yun.

The top two seeds are Markis Kido-Hendra Setiawan of Indonesia and Lars Paaske-Jonas Rasmussen of Denmark respectively and Kien Keat-Boon Heong and Zakry-Fairuz have a fighting chance to book a final date.

Kien Keat-Boon Heong, the 2007 winners, are in a better position to advance to the final as they have beaten the top two pairs but Zakry-Fairuz may find it tough if they are drawn to face Olympic champions Markis-Hendra in the last four.

World No 2 Wong Pei Tty-Chin Eei Hui face a tough battle to reach even the women’s doubles quarter-finals as China, led by Du Jing-Yu Yang, will be back in full force.

Posted in Berita | Leave a Comment »

FAIRUZ AIMS TO EMULATE YONG DAE

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 14, 2009


NST Online : 13 February 2009
By : K.M. BOOPATHY

FAIRUZIZUAN Tazari is not just aiming for glory with Zakry Latif in the All England men’s doubles but is also looking forward to doing well in the mixed doubles with Wong Pei Tty in Birmingham on Mar 3-8.

Although Fairuz will place more emphasis on the men’s doubles where Zakry and him are seeded fourth, the former is excited about the reunion with Pei Tty after playing in their last mixed doubles tournament – the Singapore Open – almost 15 months ago.

Zakry-Fairuz, ranked World No 5, have been boosted by the withdrawal of Jung Jae Sung, one half of the South Korean World No 1 combination with Lee Yong Dae, as they will avoid meeting top pairs until the semi-finals.

That is not the case in the mixed doubles as Fairuz-Pei Tty will have to negotiate past the qualifying rounds but the former is optimistic of a quarter-final berth.

“Our target in the men’s doubles is obviously to go for the title and the absence Jae Sung will make it easier.
“We will avoid the top three pairs until the semi-finals and we intend to exploit this,” said Fairuz yesterday.

“The main aim is to regain consistency and at worst, we must be in the semis. We must avoid losing to lower ranked opponents.

“As for the mixed doubles, I’m looking forward to partnering Pei Tty again as we have done well before.

“Although we will play in the qualifying rounds, my target is a quarter-final berth.

“Our chances of qualifying for the 2012 London Olympics in the mixed doubles is equally good but much will depend on Pei Tty.

“If Pei Tty decides to play on after the Asian Games (in Guangzhou) next year, I will pushing hard to qualify for both events in the Olympics.”

Fairuz, 26, is also aware that he has to work harder in order to sustain a high level of fitness to play in two events but he is not complaining.

Having seen compatriot Koo Kien Keat, who partners Tan Boon Heong in the men’s doubles and Ng Hui Lin in the mixed doubles, improving on his fitness and performance since playing two events after the Beijing Olympics last year, Fairuz feels that he is on the right path.

The other player who has given Fairuz the confidence to take up double duty is Yong Dae who has been successful in both events.

Posted in Berita | Leave a Comment »

SENSANI TRIO MARIA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 14, 2009


(Bulutangkis.com) – Kita mengenal bahwa di sekitar tahun 2000 muncul sensasi tiga srikandi bulutangkis berbadan imut, yaitu Atu Rosalina, Yuli Marfuah dan Dian Novita Sari.

Dilihat dari permainannya, permainan mereka cukup bagus dan bermain agresif, terutama Atu Rosalina. Meskipun sebenarnya, ketiganya itu benar-benar mendapatkan kritikan dan celaan dengan permainan mereka.

Di tahun 2009 ini, mungkinkah muncul kembali sensasi seperti Trio Wek-Wek namun dengan performa dan permainan yang memuaskan?

Hingga saat ini, srikandi-srikandi Indonesia yang masuk jajaran ranking 50 besar dunia adalah Maria Kristin Yulianti (11), Adrianti Firdasari (24), Pia Zebadiah Bernadet (35), Maria Elfira Cristina (42), Maria Febe Kusumastuti (37) dan Rosaria Yusfin.

Dan kita menyadari, tiga pemain muda PB Djarum, trio Maria benar-benar main meyakinkan. Maria Kristin tercatat yang terhebat. Pertama kali memulai debut bulutangkis internasional sekitar tahun 2003, permainannya terus membaik hingga saat ini.

Sensasi pertama Maria Kristin adalah dengan menyumbangkan medali emas perorangan dan beregu di SEA Games 2007 yang lalu. Ini benar-benar merupakan kejutan besar bagi kubu putri Indonesia.

Memasuki tahun 2008, penampilkan Maria kian memuaskan. Bermain sebagai pemimpin tim Uber 2008, Maria dkk. berhasil maju ke final walaupun harus rela kalah telak dari Cina 0-3.

Penampilan Maria tidak berhenti sampai di situ. Memasuki bulan Juni, tampil di Indonesia Open 2008 sebagai satu-satunya tunggal putri yang lolos ke babak 16 besar, tak disangka-sangka dia berhasil melewati deretan pemain unggulan. Sebut saja peraih emas Olimpiade 2004 dan 2008, Zhang Ning. Di semifinal, Maria berhasil mengalahkan Zhang Ning meskipun lewat pertarungan ketat. Berhasil masuk final, Maria tidak menyiakannya. Melawan juara dunia Zhu Lin, dia sempat merebut set kedua walau akhirnya kalah.

Sensasi yang paling mengejutkan adalah keberhasilan dia meraih medali perunggu Olimpiade 2008. Deretan pemain-pemain unggulan yang dikalahkannya dari babak 1 hingga semifinal adalah Juliane Schenk (Jerman), Yoana Martinez (Spanyol), Tine Rasmussen (Denmark) dan Saina Nehwal (India). Namun, sayang, Zhang Ning berhasil membalaskan dendamnya. Di perebutan perunggu, Maria main begitu memuaskan dengan mengalahkan peringkat 2 dunia Lu Lan dari Cina.

Apabila Maria Kristin bermain penuh prestasi, bagaimana dengan duo Maria lainnya, Maria Febe dan Maria Elfira. Kedua pemain ini sudah sering bolak balik masuk pelatnas, terutama Elfira yang sudah senior. Prestasi mereka ternyata cukup mumpuni juga. Elfira pernah menjadi juara di suatu kejuaraan internasional dengan mengalahkan pemain unggulan, dan Febe berhasil menjadi juara Bulgaria Terbuka 2008.

Sebenarnya, sensasi Trio Maria ini masih sangat diperlukan bagi kubu Indonesia. Kita lihat saja, apakah mereka bisa meningkatkan kekompakan mereka? Dan apakah mereka akan bisa menyusul prestasi trio SMY (Susi Susanti, Mia Audina, Yulianti Santosa) atau VIM (Verawaty, Ivana Lie, alm.Minarni)?

Bravo Trio Maria!

Posted in Berita | Leave a Comment »

PELATNAS PRATAMA RENCANA DI MAGELANG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 14, 2009


Pelatnas pratama plus seleknas belum dilakukan PBSI. Meski pemain ataupun pelatih belum dipilih, satu hal yang hampir pasti adalah rencana PBSI untuk menggelar pelatnas pratama di Magelang, Jawa Tengah.

”Kami ingin pemain muda ditempatkan di lokasi yang memiliki suasana disiplin. Harapannya, jika mereka suatu saat berada di Pelatnas Cipayung, tanpa ada yang mengawasi mereka sudah menerapkan disiplin diri sendiri,” ucap I Made Oka, Wakil Ketua Umum II PBSI.

Jika jadi berkumpul di Magelang, pemain pratama akan ditempatkan di lokasi Akademi Militer. Wakil Ketua Umum I, Mayjen TNI Sabar Yudo, adalah Gubernur Akmil.

Menurut Kasubid Pelatnas, Christian Hadinata, ditempatkannya pemain pelatnas pratama ke Magelang ini ada sisi positif-negatifnya.

”Jika diawasi dan diterapkan peraturan ketat, mereka akan terbiasa disiplin. Tempat yang jauh dari keramaian juga akan membuat mereka konsentrasi latihan,” jelas Christian.

”Jika tetap di Cipayung, bila dibutuhkan kadang mereka bisa latih tanding dengan pemain senior. Kemampuan mereka bisa terkatrol. Jika berada di Magelang, mereka hanya akan main lawan kawan-kawannya sendiri,” lanjut Christian.

”Sekarang tempatnya sedang disiapkan. Setelah selesai turnamen All England-Swiss mungkin sudah ada kepastian,” kata Oka. (win)

(Sumber: Bolanews.com)

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: