SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2009
    M T W T F S S
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

KBRI Rusia Mainkan “Diplomasi Shuttlecock”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 17, 2009


Kedutaan Besar RI di Moskwa, Rusia ternyata tak hanya menjalankan diplomasi seperti yang telah menjadi kewajibannya. Kali ini dunia olahraga yakni bulu tangkis menjadi modal dasar untuk “dimainkan” dalam diplomasi dengan pemerintah Rusia.

“KBRI Moskwa baru saja mendatangkan pelatih bulutangkis Sigit Budiarto dari Klub Djarum Indonesia,” tutur Konselor Penerangan KBRI Moskwa M Aji Surya dalam rilisnya kepada pers, Selasa (10/2).

Sigit Budiarto yang tergolong pelatih bulu tangkis muda itu tiba di Bandara Internasional Domodedovo, Moskwa, akhir pekan lalu. Tujuannya datang ke Rusia sangat jelas karena diminta oleh Pemerintah Indonesia untuk melatih pemain bulutangkis di negara tersebut. Saat tiba di Moskwa, Sigit bertemu dengan Duta Besar RI Hamid Awaludin.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengaku sudah beberapa kali dipinang oleh negara lain untuk menjadi pelatih bulutangkis, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong dan Kanada. “Semua ditolaknya dengan halus karena memang ingin mengabdikan pada pendidikan badminton bagi anak-anak negeri di klub Djarum. Hasilnya pun sangat menggembirakan baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Aji.

Tetapi menanggapi permintaan KBRI Moskwa untuk menyediakan pelatih dan sparring partner dari Indonesia untuk Rusia, Sigit langsung menerimanya. Apalagi Federasi Bulutangkis Rusia sudah langsung membidik nama Sigit Budiarto. Setelah dilakukan komunikasi secara intensif, mantan juara dunia tahun 1997 dan All England 2003 itu tidak bisa menggeleng. “Ketika permintaan resmi datang dari pemerintah, saya nilai ini sebuah tugas negara,” ujar Sigit dalam pernyataan pers tertulisnya.

Menurut Hamid Awaluddin, kedatangan Sigit Budiarto ke Rusia sangat kental dengan nuansa diplomasi. Setidaknya ada empat alasan dasar yang melatarbelakanginya. “Pertama Rusia membutuhkan Indonesia. Kedua, sejarah akan mencatat bahwa Indonesia memberikan kontribusi bagi pembangunan olahraga Rusia,” kata Hamid.

Ketiga, melalui pengiriman Sigit ini menunjukkan kepada dunia bahwa bulutangkis di Indonesia tidak mati. Dan keempat, kegiatan ini akan memicu semangat atlet muda Indonesia untuk tetap bersemangat karena mereka sangat dibutuhkan.

Dikatakannya, Sigit bukanlah target akhir dari sebuah diplomasi olah raga. Sebab dari dikenalnya Sigit di Rusia, maka akan muncul multiplayer effects yang menguntungkan Indonesia. Hal ini bisa dalam bentuk aneka produk maupun citra yang baik.

Menurut Aji Surya, Sigit akan mengadakan pembicaraan intensif dengan pihak Federasi Bulutangkis Rusia minggu ini sambil melihat sarana latihan yang tersedia dan juga kemampuan pemain bulutangkis setempat. Dari situ ia akan membuat kerangka latihan dan target yang ingin dicapai bersama. “Setelah semuanya disepakati, maka saya baru akan memulai melatih mereka untuk kurun waktu tertentu,” kata Sigit.

Demikian pula bagi Duta Besar, mendatangkan Sigit bukan puncak dari pekerjaan diplomasi shuttlecock KBRI Moskwa, sebab permintaan Rusia kini bertambah. “Mereka minta tambahan satu pelatih yang juga sparring partner. Inilah yang membuat pekerjaan saya tidak pernah selesai,” kata Hamid.

(Sumber : Kompas.Com – 10 Februari 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: