SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2009
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for February 18th, 2009

KIDO KEMUNGKINAN ABSEN DI ALL ENGLAND 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 18, 2009


MedanBisnis – Jakarta, 18-02-2009

Karena belum pulih dari cedera lutut kiri, juara ganda putra Olimpiade, Markis Kido kemungkinan besar akan absen pada turnamen Super Series, All England yang berlangsung di Birmingham, Inggris, 3-8 Maret. “Kita tunggu perkembangannya sampai hari Jumat (20/2), tetapi saya ragu akan pulih,” ujar pelatih ganda putra Sigit Pamungkas di Jakarta, Selasa.

Menurut Sigit, saat dicoba berlatih dalam bentuk pertandingan, pemain yang sempat menyatakan mundur dari Pelatnas itu tampak kesulitan menggerakkan kakinya. Secara terpisah, Kido juga mengatakan cedera lutut kiri yang dialaminya saat bermain pada Indonesia Terbuka Super Series 2008, belum pulih.

“Sakit lagi, untuk All England kita lihat perkembangannya minggu ini,” kata Kido yang mengaku  masih terus menjalani latihan, namun terbatas untuk tangan saja, “Kaki diistirahatkan,” tambahnya.

Bersama pasangannya Hendra Setiawan, Markis Kido menjadi unggulan pertama dalam turnamen yang akan digelar di National Indoor Arena, Birmingham tersebut. Dalam undian pertandingan yang dirilis dalam situs resmi BWF, Selasa petang, ganda putra yang saat ini berperingkat dua dunia itu mendapat pasangan Jerman Kristof Hopp/Johannes Schoettler sebagai lawan pertama mereka.

Mereka juga berpeluang berjumpa ganda putra Pelatnas lainnya, Bona Septano/Mohammad Ahsan pada putaran kedua jika kedua pasangan berhasil melalui rintangan pertama mereka.

Meski telah menjadi juara dunia dan Olimpiade, pasangan Kido/Hendra masih mengejar gelar All England pertama setelah dalam empat kali keikutsertaan mereka, pasangan itu bahkan belum pernah mencapai perempatfinal. (ant)

Posted in Berita | Leave a Comment »

RIJAL PUN BATAL KE ALL ENGLAND 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 18, 2009


rijalJAKARTA – Kepergian Vita Marissa dari pelatnas meninggalkan pekerjaan rumah (PR) yang tidak enteng bagi Richard Maynaki, pelatih ganda campuran pelatnas PB PBSI. Padahal, turnamen besar sudah di depan mata, All England 2009.

Richard wajib mendongkrak penampilan anak asuhnya, Devin Lahardi/Lita

Nurlita yang kini berada di urutan ke-22. Masalah mental Muhammad Rijal juga tidak enteng bagi Richard. Setelah Vita mundur, Rijal tak lagi punya pasangan sehingga dia pun batal ke All England.

Dengan demikian, wakil Indonesia di even itu hanya Devin/Lita dan pasangan nomor satu dunia Nova Widianto/Lilyana Natsir. Rencana awal, Rijal yang berpasangan dengan Vita setelah Olimpiade Beijing 2008, diharapkan bisa mendekati kemampuan Nova, sebelum pemain ganda campuran terbaik tanah air itu pensiun. Maklum, usia Nova sudah tak lagi muda.

Untuk Nova/Liliyana, Richard sudah memberikan kepercayaan penuh. Itu berdasarkan track record yang dimiliki juara dunia 2005 dan 2007. Sedangkan bagi Devin dan Lita yang belum lama tampil bersama, Richard punya target khusus.

”Saya punya tugas mengantarkan pasangan lain ke All England dan Swiss. Maka, saya harus fokus ke sana,” ungkap Richard di Jakarta kemarin. Pasangan yang dimaksud adalah Nova/Lilyana dan Devin/Lita.

Lebih lanjut Richard mengatakan, karena kondisi internal PBSI, pasangan ganda campuran Indonesia berkurang. ”Sebaliknya, kekuatan negara lain bertambah. Boleh dibilang kekuatan hampir merata dari semua negara di nomor ini. Kalau tidak segera berbenah, bisa-bisa kita ketinggalan,” ungkap Richard.

Selain itu, kebijakan pengurus yang menetapkan All England menjadi turnamen awal penilaian merupakan sebuah tanggung jawab yang tidak enteng. ”Bagi Nova/ Lilyana itu tidak sulit, tapi bagi pasangan muda

Devin/Lita tidak cukup dinilai dari dua turnamen berturut-turut,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut dia, dibutuhkan lebih banyak turnamen untuk mengevaluasi peningkatan kualitas anak asuhnya itu. Tahun lalu, di All England Nova/Lilyana harus puas sebagai finalis.(vem/cfu)

Posted in Berita | Leave a Comment »

RANGKING ATLIT BULUTANGKIS INDONESIA (12 Feb 2009)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 18, 2009


Tunggal Putra

5. Sony Dwi Kuncoro (4) –
7. Taufik Hidayat (8) +
10. Simon Santoso (14) +
18. Andre Kurniawan Tedjono (23) +
44. Tommy Sugiarto (41) –
48. Ari Yuli Wahyu Hartanto (50) +
57. Alamsyah Yunus (54) –
99. Dionysius Hayom Rumbaka (118) + + +

Sektor ini terlihat semakin kuat dan merata. Sedikit kesenjangan yang perlu diperbaiki adalah lapis Tommy, Ari, dan Alam untuk dapat segera menjadi pelapis empat orang teratas. Untuk saat ini, bintang paling cemerlang dari lapis ini adalah Ari, kemudian Alam. Tommy perlu menemukan jalan keluar untuk lepas dari kungkungan tembok tinggi di depannya saat ini. Bagi Andre sendiri, jika ia bisa membuktikan pada pelatnas bahwa ia mampu merangsek ke 15 besar, tentu bargain position-nya akan lebih menarik di mata PBSI.

Tunggal Putri

11. Maria Kristin Yulianti (12) +
23. Adriyanti Firdasari (34) + +
33. Pia Zebadiah Bernadet (37) +
42. Maria Elfira Christina (43) +
47. Rosaria Yusfin Pungkasari (55) + +
52. Maria Febe Kusumastuti (46) –

Kabar baik dari tunggal putri yang berhasil mematahkan mitos “mandeg” dan “tidak bisa maju lebih.” Penampilan Maria Kristin konsisten di sepanjang semester kedua tahun lalu, dengan pencapaian tertinggi menjadi runner up di Indonesia Terbuka dan semifinalis Olimpiade 2008. Firda juga sudah maju selangkah di Super Series dengan melaju ke babak perempat final di Singapura (2008), Denmark (2008), dan Korea (2009) – sebelumnya dia selalu gugur di babak satu atau dua. Bagi Pia, Fira, Yusfin, dan Febe…tahun ini ditunggu gebrakan berartinya.

Ganda Putra

2. Markis Kido/Hendra Setiawan (1) –
11. Muhammad Ahsan/Bona Septano (19) + +
13. Tony Gunawan/Candra Wijaya (8) –
15. Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan
19. Fran Kurniawan/Rendra Wijaya (20) +
26. Fernando Kurniawan/Lingga Lie (43) + + +
29. Hendra Gunawan/Joko Riyadi (22) –
30. Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto (17) – –
55. Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan (73) + + +
79. Alvent Yulianto/Hendra Gunawan (NEW)
97. Syarif Syahmie Radhitian/Chrisna Adi Wijaya (89) – –

Yang ditakutkan akhirnya terjadi juga. Pasangan muda kroea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae akhirnya menyikut Markis/Hendra dari posisi supremasi dunia itu. Markis/Hendra tersikut per rangking tanggal 22 Januari 2009, yakni setelah kekalahan Markis/Hendra di babak kedua Korea Super Series tahun ini. Tetapi angka merekat idak terpaut jauh. Masih banyak kesempatan bagi Markis/Hendra untuk merebut kembali tahta mereka. Kabar baik juga berhembus dari para pelapis, terutama Ahsan/Bona, Fernando/Lingga dan Wifqi/Afiat. Tanpa diduga, Ahsan/Bona telah begitu dekat dengan papan 10 besar. Di atas mereka (# 10) adalah Michael Logosz/Robert Mateusiak (Polandia) yang hanya berbeda 500 poin dengan mereka. Bukan tidak mungkin Bona menemani kakaknya di papan 10 besar dalam waktu dekat. Bagi pasangan lainnya, selamat berjuang!

Ganda Putri

5. Lilyana Natsir/Vita Marissa (4) –
10. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (12) +
20. Jo Novita/Greysia Polii (17) –
31. Rani Mundiastuti/Endang Nursugianti (23) – –
36. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (39) +
47. Jo Novita/Rani Mundiastuti (49) +
54. Nitya Krishinda Maheswari/Lita Nurlita (50) –
62. Endang Nursugianti/Lita Nurlita (67) +
92. Nadya Melati/Devi Tika Permatasari (90) –
96. Nathalia Christine Poluakan/Yulianti (94) –

Inilah partai yang cukup membingungkan – mungkin juga membingungkan para pelatih. Perombakan pasangan yang dilakukan tahun lalu yang seperitnya cukup memberikan sensasi di awal, ternyata sekarang mulai terlihat berat. Mereka mulai menghadapi tantangan yang sebenarnya; lajur curam itu.Grace/Nitya, Jo/Rani, dan Endang/Lita – bersama para pelatih, perlu menemukan kunci emas untuk dapat melaju kencang kembali.

Ganda Campuran

1. Nova Widianto/Lilyana Natsir
11. Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawaty (13) +
20. Flandy Limpele/Vita Marissa (9) – –
22. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (18) –
23. Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari (38) + + +
36. Muhammad Rizal/Vita Marissa (44) + +
45. Muhammad Rizal/Greysia Polii (29) – – –
48. Anggun Nugroho/Endang Nursugianti (51) +
52. Flandy Limpele/Greysia Polii
64. Tantowi Akhmad/Yulianti (68) +

Hasil yang campur aduk terlihat disini. Pasangan Djarum, Fran/Shendy dan Rendra/Meiliana menunjukkan hasil luar biasa dan tidak mungkin mereka akan menjadi pelapis utama Nova/Lilyana di pelatnas. Sedangkan, Devin/Lita yang sebelumnya diharapkan menjadi pelapis malah mulai menghadapi angin kencang…tinggal bagaimana strategi mereka untuk mengatasi angin kencang tersebut dan melayang tinggi.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Nia-Ale Terinspirasi Kehebatan Legenda Bulutangkis LIM SWIE KING

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 18, 2009


KOMPAS ,  Rabu, 4/2/2009

JAKARTA, SELASA – Sosok Lim Swie King, legenda bulutangkis Indonesia, yang mampu mencatat tinta emas dalam sejarah percaturan bulutangkis dunia, ternyata memunculkan inspirasi  bagi pasangan Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale.

Di bawah bendera rumah produksi Alenia, keduanya berniat menghadirkan sebuah film yang mengusung tema olahraga bulutangkis  ke layar lebar.  Lewat film ini, Nia dan Ale  berharap filmnya tersebut  bisa membangkitkan kepedulian anak muda Indonesia terhadap dunia olahraga, khususnya bulutangkis.

“Film ini terinspirasi dari perjalanan kesuksesan Lim Swie King. Tapi perlu ditegaskan, film ini bukan film biografi Lim Swie King,” kata Nia, yang menjadi produser film tersebut, di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Selasa  (3/2).

Menurut Nia,  bulutangkis adalah olahraga yang sangat mendunia.  Olahraga  ini juga  sering mengibarkan bendera  Merah Putih di pentas Internasional. Baik Ale maupun Nia mengaku mendapat ide mengangkat film tersebut  setelah menyaksikan secara langsung Piala Uber,  di Istora Senayan  Jakarta, beberapa waktu lalu.  “Misi kita membuat film ini untuk memberikan hal positif  kepada masyarakat dan memberikan motivasi kepada anak-anak muda untuk menjadi dan mewujudkan cita-citanya menjadi pebulutangkis.

Sementara Ari, yang akan bertindak  sebagai sutradara, berharap film ini bisa mendorong anak-anak muda  untuk mengenal pahlawan-pahlawan bulutangkis, yang menjadi kebanggan Bangsa Indonesia.

Rencananya,  syuting film yang berjudul King itu, akan dimulai pada  6 Februari 2009 dengan mengambil lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur,  seperti Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Kudus. Pemilihan lokasi tersebut , terang Ari,  diharapkan bisa memberikan suasana lain dalam filmnya tersebut.

Liem Swie King, yang hadir dalam acara jumpa pers tersebut, berharap besar film ini akan membangkitkan kembali kejayaan olahraga bulutangkis di Tanah Air.  “Saya melihat  ada pesan-pesan  sangat mulia dalam film ini, yakni  membantu dan memotivasi para pebulutangkis kita. Pesan bahwa kita untuk mencapai sesuatu harus bersusah payah, berjuang karena sukses itu tidak  bisa datang begitu saja,” ujar Lim Swie King. (FIAN/EH)

Posted in Berita | 1 Comment »

SELESAI SUDAH : VITA MARISA RESMI MUNDUR DARI PELATNAS

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 18, 2009


Dunia perbulutangkisan Indonesia telah kehilangan salah satu pemain terbaiknya. Vita Marissa akhirnya mundur dari pelatnas setelah tak ada komunikasi yang lancar antara pengurus dan pemain.

vita“Pintu untuk kembalinya Vita Marissa kembali ke pelatnas sudah tertutup. Kami telah memberikan waktu yang cukup lama untuk berpikir. Kami harus mengambil keputusan agar tak merugikan program latihan pemain lain,” ujar Wakil Ketua Umum II PB PBSI, I Gusti Made Oka.

Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso, pun telah mengetahui hal tersebut. Bahkan Panglima TNI itu menyebutkan bahwa PBSI sudah sangat toleran dengan pebulutangkis kita.

Tapi, apa yang disampaikan Oka ini menegaskan bahwa pengunduran diri Vita yang disampaikan secara resmi ke PBSI telah diterima. Ketika dihubungi BOLA mengenai hal tersebut, pebulutangkis berusia 28 tahun ini merasa lega dan senang.

“Akhirnya saya mendapat kepastian. Saya juga telah menghubungi Pak Oka tapi bukan untuk meminta kembali ke pelatnas,” ujar Vita.

“Sebenarnya saya sendiri tak ada masalah. Saya merasa bahwa apa yang telah saya lakukan untuk PBSI sudah cukup. Saya bukan melakukan tindakan semena-mena, tapi saya juga memiliki alasan untuk melakukan hal tersebut. Hanya saja belum sempat untuk bertemu langsung dan membicarakannya,” ujar pebulutangkis yang turun di nomor ganda campuran dan ganda putri itu.

Vita menyebutkan bahwa salah satu alasan tersebut adalah bahwa ia hanya ingin agar usahanya selama 12 tahun ini dihargai. Namun, PBSI memiliki penilaian sendiri.

“Bukan peringkat saat Vita masih berpasangan dengan Flandy Limpelle yang jadi patokan kami, tapi peringkat dia saat ini dengan pasangan barunya, M. Rijal,” jelas Djoko.

Tak adanya keselarasan ini sebenarnya bisa diselesaikan jika ada pembicaraan di antara kedua pihak. Namun, semua itu tak terjadi. Bahkan, pengurus tak mau mengubah apa pun dengan anggapan bahwa pelanggaran kesepakatan akan mempermalukan kepengurusan.

Terjun ke Pro

Bagi Vita, keluar dari pelatnas bukanlah akhir dari segalanya. “Saya akan terjun ke pro. Saya akan mencoba bermain bersama Flandy meskipun saya belum membuat rencana untuk turun di kejuaraan apa,” ujarnya.

Kini mantan pasangan Lilyana Natsir ini dalam tahap perencanaan untuk karier profesionalnya. Yang pasti, telah banyak yang dipelajari Vita selama menjadi atlet pelatnas.

“Saya berterima kasih atas dukungan senior, kepada PBSI, dan pelatih saya Richard Mainaky. Kepada Kak Richard, saya sudah mengecewakan dia karena saya tak bisa bertahan lebih lama,” tutur Vita. (Djamaludin/cw-2)

Posted in Berita | 29 Comments »

BUTET FOKUS DI GANDA CAMPURAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 18, 2009


JAKARTA (SINDO) – Pengunduran diri Vita Marissa membuat Pelatnas Cipayung kehilangan salah satu ganda putri terbaiknya.

butetDampaknya, Lilyana Natsir yang menjadi rekan Vita di ganda putri, kini lebih difokuskan ke ganda campuran. Kasubbid Pelatnas Cipayung Christian Hadinata menegaskan, Butet -panggilan akrab Lilyana-memang sudah tidak akan diturunkan lagi di ganda putri setelah kepergian dari pelatnas.

Kebijakan itu bukan karena tak ada pemain lain yang bisa diduetkan dengan Butet. Tapi, PBSI ingin Lilyana konsentrasi di ganda campuran bersama Nova Widianto. Rencananya, Pelatnas Cipayung mempersiapkan Nova/ Lilyana tampil maksimal di ganda campuran All England, 3-8 Februari 2009.

“Butet tak lagi tampil di ganda putri. Kami menunjuknya konsentrasi penuh di ganda campuran. Saya pikir keputusan itu membuatnya lebih fokus setiap menjalani nomor tersebut,” kata Christian kepada SINDO kemarin.

Memang, tak ada masalah ketika Butet dan Vita menjalani dua nomor sekaligus. Namun, pihaknya ingin Butet konsentrasi di nomor campuran saat turun di All England.

“Pemain yang menjalani dua nomor bukan hanya Butet. Masih banyak pemain negara lain melakukan hal serupa. Namun, kami ingin Nova/Lilyana fokus ke campuran saja,” ujar Christian. Christian juga menepis anggapan ganda putri Indonesia akan habis setelah pasangan Butet dan Vita berpisah. Sebab, PBSI telah mempersiapkan penggantinya seperti pasangan Meiliana Jauhari/ Sandy Puspita dan Greysia Polii/Nidya.

“Saya optimistis dua ganda putri ini akan berbicara ke depannya, apalagi Meiliana/ Sandy telah memiliki peringkat mumpuni di BWF,” cetus mantan pemain nasional tersebut.

Sementara Butet membenarkan dirinya melakukan persiapan matang di ganda campuran. Dia berharap latihan keras yang telah dilaluinya di pelatnas akan mengantarkan mereka meraih gelar di All England. “Saya kini lebih fokus. Berbeda dengan sebelumnya karena saya bermain di dua nomor sekaligus,” kata Butet. (edi yuli)

(Sumber: Seputar-indonesia.com)

Posted in Berita | 2 Comments »

 
%d bloggers like this: