SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2009
    M T W T F S S
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for February 19th, 2009

PROMISING SHUTTLER QUITS BADMINTON OFFICIALS

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


RikyRiky at Changi Airport yesterday before flying home to Indonesia. SBA officials had wanted him to become Singaporean in time to represent the country at this year’s SEA Games, but his parents felt he was too young to make the move. — ST PHOTO: DESMOND FOO

Doubles specialist Riky Widianto, 17, who has been here since 2005, flew home to Indonesia yesterday after tendering his resignation to the Singapore Badminton Association (SBA) earlier this month.

Badminton officials had wanted him to become Singaporean in time to represent the country at this year’s South-east Asia Games, but Riky said his parents felt he was too young to make the move.

‘I wanted to stay and fulfil my dream as a badminton champion for Singapore,’ he told The Straits Times. ‘But I had no choice because the association told me I had to become a citizen now, or quit.

‘My family told me to wait another year or two, but the SBA couldn’t wait.’

The full-time player was also unhappy with his monthly pay of $1,350, saying it was barely enough to cover his living expenses.

They included his $400 monthly room rent at the Singapore Sports School, and $350 a month for catered meals there.

The Surabaya native said he was sad to leave Singapore and his friends, but did not want to defy his family’s wishes.

Asked if Riky had been given an ultimatum, SBA chief executive Edwin Pang told The Straits Times: ‘We advised him to resign if he did not want to switch citizenship.’

He explained that the shuttler had been earmarked not only for the SEA Games, but also the World Junior Championships, Asian and Commonwealth Games next year.

Posted in Berita | Leave a Comment »

LILYANA NATSIR : DEMI BULUTANGKIS HANYA MENGECAP SEKOLAH DASAR

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


lilyana-natsirDi usia 12 dia meninggalkan rumah sebagai pemula. Di usia 21 dia kembali ke rumah sebagai jutawan. Di usia 12 dia memutuskan meninggalkan sekolah. Di usia 21 dia salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia–ganda campuran adalah spesialisasinya. Di kancah internasional, Lilyana Natsir menempati peringkat kedua dunia untuk ganda campuran.

Sembilan tahun Lilyana “menukarkan” hidupnya dengan bulu tangkis. Sembilan tahun bulu tangkis menjadikan dia bintang yang naik-turun podium kehormatan. “Orang tua saya menghargai keputusan saya meninggalkan sekolah. Syaratnya harus serius,” ujarnya kepada Tempo.

Gadis asal Manado itu mematuhi syarat orang tuanya, Beno Natsir dan Olly Maramis. Hasilnya? Sepanjang kurun 2000-2001, dia memenangi berbagai kejuaraan di tingkat nasional nomor ganda putri. Dia menjadi finalis Singapura Terbuka pada 2004 dan Swiss Terbuka 2005 serta semifinalis All England 2005.

Bersama pasangannya, Nova Widhianto, Lilyana menjuarai Indonesia Terbuka 2005, SEA Games 2005, dan Asian Badminton Championship 2006. Tak diunggulkan pada Kejuaraan Dunia di Anaheim, Amerika Serikat, pada 2005, Lilyana-Nova membawa pulang gelar juara.

“Terharu dan bangga bisa ngasih emas buat negara,” ujarnya kepada Tempo. Seusai dia berlaga, Beno dan Olly meneleponnya, menyatakan betapa bangga keduanya kepada putri kecil mereka.

Saat ke Amerika, dia satu-satunya atlet putri dalam kontingen bulu tangkis Indonesia. Toh, Lilyana tidak jengah. Gadis belia ini amat tomboi dalam penampilan sehari-hari. Rambutnya pendek, dicat merah. Lemari bajunya dipenuhi kaus dan jins. Harum parfum Calvin Klein yang masih menunjukkan identitas kewanitaannya.

Lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985, Lilyana datang dari keluarga pencinta bulu tangkis. Di waktu senggang, dia bersama ibu dan pembantunya kerap mengisi waktu dengan bermain badminton di depan rumah. Melihat bakat dalam diri si putri bungsu, orang tuanya mendaftarkan dia ke klub PB Pisok di Manado.

Pada 1997, dia hijrah ke klub PB Tangkas di Jakarta. Usianya 12 tahun ketika itu. Bagi seorang gadis kecil, sendirian dan jauh dari keluarga ibarat prahara. Tiap malam, Lilyana kenyang menangis. Kerap dia tergoda untuk menyerah dan kembali ke Manado.

Kala itu, Lilyana menjadi atlet paling kecil di klub. Para seniornya di klub, yang kebanyakan dari suku Batak, memanggilnya dengan nama kesayangan Butet.

Genap setahun merantau, Butet pulang ke Manado untuk berlibur. Suasana rumah yang hangat membuatnya enggan kembali ke Jakarta. Tapi ibunya dengan tegas melarang. “Mereka bilang sudah kepalang tanggung,” Butet menirukan ucapan kedua orang tuanya.

Kerja keras gadis kecil itu tidak sia-sia. Dia dipanggil masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 2002. Tujuh jam tiap hari Butet berlatih di hall bulu tangkis Cipayung. Dan mencatatkan prestasi demi prestasi.

Olahraga bulu tangkis mengalirkan penghasilan jumbo untuk Butet. Rekening pribadinya berisi hingga miliaran rupiah. Kontrak per tiga bulannya di pelatnas saja mencapai Rp 100 juta. Kakaknya, Kalista Natsir, seorang dokter, sempat “iri”. Dan siapa yang tidak?

Di usia semuda itu, dengan modal pendidikan hanya sekolah dasar, Butet mampu membeli mobil Nissan X-Trail. Dua pekan lalu, dia mendapat satu mobil Yaris sebagai bonus prestasi. Nona Manado ini berniat membeli sebuah rumah di Cibubur. “Penghasilanku lebih dari cukup,” ujarnya.

Semua ini harus dibayar mahal dengan latihan ketat setiap hari yang kerap membosankan. Butet memupus rasa bosan dengan nonton film, jalan-jalan ke mal, atau makan di luar bersama kawan-kawannya.

Sesekali dia mengisi akhir pekannya dengan dugem atau bermain biliar. Ditemani secangkir kopi, Lilyana betah berjam-jam menyodok bola biliar. Dia juga gemar bermain game di komputer atau menonton televisi di kamarnya yang berukuran 4 x 4 meter persegi.

Liburan panjang dan Natal adalah saat yang amat dia nantikan. Butet pasti pulang kampung. Semua masakan Manado dilalapnya, termasuk sup tikus hutan. Dia menyimpan cita-cita menjadi seorang pelatih. Tapi memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah.

“Sudah terlalu banyak ketinggalan kalau harus mulai dari awal,” ujarnya. Dia menukarkan pendidikannya untuk bulu tangkis. Boleh jadi, tidak sia-sia: bulu tangkis membawa Lilyana Natsir menjelajahi dunia jauh sebelum usia 21.

Posted in Tokoh | 132 Comments »

ADRIYANTI : SAYA SIAP KALAHKAN XING FANG !

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


Rabu, 18 Februari 2009 | 16:29 WIB

JAKARTA, RABU – Adrianti Firdasari tak terlalu memasang target muluk di kejuaraan klasik bulu tangkis All England. Pada turnamen yang mulai berlangsung 3-8 Maret di Birmingham itu, pemain nomor dua tunggal putri Indonesia tersebut mematok minimal sampai perempat final.

“Target menjadi juara sih pasti ada. Tetapi di turnamen sebesar All England ini pasti banyak pemain top sehingga perlu kerja keras. Namun, saya berani memasang target untuk mencapai babak perempat final,” ungkap pemain berusia 22 tahun tersebut, Rabu (18/2), ketika hadir di acara peluncuran program Biskuat Akademi Juara 2009.

Untuk meretas jalan ke sana (perempat final), mulai babak kedua nanti peringkat 23 dunia ini harus melewati rintangan yang berat. Pasalnya, pada putaran tersebut dia sudah bertemu mantan pemain nomor satu asal China, Xie Xingfang.

Namun, Adrianti mengaku tak gentar. Malah, pemain yang memperkuat Indonesia pada Piala Uber 2008 itu mengaku sudah tak sabar lagi untuk bertemu pemain jangkung tersebut yang baru sekali dihadapinya.

“Saya sudah lupa kapan bertemu Xingfang, yang pasti waktu itu kalah sehingga sekarang saya berambisi untuk mengalahkannya. Saya cukup yakin bisa melewatinya di babak kedua nanti,” ungkap Adrianti yang mengaku, tahun ini menjadi All England ketiganya.

Berdasarkan hasil undian, Adrianti akan bertemu pemain yang lolos dari babak kualifikasi. Setelah itu, dia harus menantang Xingfang yang performanya memang sedang menurun seusai menjadi finalis Olimpiade Beijing 2008 bulan Agustus.

Selama ini, Adrianti mempersiapkan diri secara matang di Pelatnas Cipayung. Dia juga merasa tak terganggu dengan adanya berita akhir-akhir ini tentang ketidakcocokan pemain dan PB PBSI menyangkut besaran kontrak sehingga berujung pada keputusan pemain untuk mundur dari Pelatnas.

“Suasana di Pelatnas saat ini sudah tenang dan semua pemain fokus untuk menghadapi All England. Tak ada lagi ketegangan karena ada berita mundurnya beberapa pemain yang tak sepakat dengan tawaran kontrak PBSI,” jelasnya.

Tentang rencananya sepanjang tahun 2009, Adrianti mengatakan, dia ingin tampil di semua ajang Super Series, setelah Malaysia Terbuka dan Korea Terbuka. Namun, semuanya masih harus dibicarakan lagi dengan pelatih.

“Kalau targetku sih ikut semua Super Series. Hanya saja, semua masih harus dilihat lagi selain perlu konsultasi dengan pelatih. Yang pasti, setelah ikut All England, saya dan teman-teman akan fokus untuk tampil di Piala Sudirman meskipun sampai sekarang belum ketahuan siapa yang terpilih masuk tim,” tambah Adrianti yang masuk babak 16 besar di Malaysia Terbuka dan menembus perempat final di Korea Terbuka sebelum ditaklukkan pemain Denmark Tine Rasmussen yang menjadi juaranya. (LOU)

Posted in Berita | Leave a Comment »

NOVA INGIN ULANGI PRESTASI CHRISTIAN/IMELDA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


Kompas,  Rabu, 18 Februari 2009 | 15:49 WIB

JAKARTA, RABU – Pemain ganda campuran Nova Widianto menyatakan harapannya mengakhiri paceklik gelar ganda campuran di turnamen “All England” yang sudah berlangsung selama 30 tahun.

“Persiapan bagus, mudah-mudahan bagus juga hasilnya,” kata Nova Widianto di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu, mengenai persiapannya bersama  Liliyana Natsir untuk berlaga pada turnamen All England, 3-8 Maret.

Menurut dia, Indonesia sudah lama tidak meraih gelar ganda campuran, yaitu sejak Christian Hadinata-Imelda Wiguna meraihnya pada 30 tahun lalu.

Meski demikian, pasangan runner-up kejuaraan yang sama tahun lalu yang menjadi unggulan pertama itu mewaspadai kemungkinan pertemuan dengan pasangan China Xie Zhongbo/Zhang di perempat final. “Terakhir kami kalah dua kali dari mereka, di China Masters dan Hong Kong Terbuka 2008,” ujar Nova mengenai pasangan China peringkat sembilan dunia tersebut.

China tidak menurunkan tim nasionalnya pada Final Super Series akhir tahun lalu dan dua turnamen Super Series pertama 2009, Malaysia dan Korea Terbuka, untuk melaksanakan pemusatan latihan selama tiga bulan. All England akan menjadi turnamen pertama tim Negeri Tirai Bambu itu turun dengan kekuatan penuh.

Nova mengatakan, persiapan yang bagus dan masa penyesuaian yang cukup karena datang lebih awal-tim Indonesia akan berangkat ke Inggris pada 27 Februari-akan membuat mereka lebih siap bertanding.

Sementara pasangan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama bertekad membalas kekalahan dari ganda Malaysia, unggulan keempat, Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari yang akan mereka hadapi pada putaran pertama. “Mereka mengalahkan kami di Singapura Terbuka,” ujar Rian mengenai satu-satunya pertemuan dengan ganda Malaysia itu.

Rian/Yonatan bersama Bona Septano/Muhammad Ahsan kemungkinan akan menjadi tumpuan harapan ganda putra menyusul ketidakpastian keberangkatan pasangan peringkat dua dunia Markis Kido/Hendra Setiawan, karena cedera lutut kiri Kido hingga saat ini masih belum pulih.

Namun, Rian enggan memasang target muluk-muluk pada turnamen All England keduanya bersama Yonatan. “Yang penting bisa melewati babak pertama dulu, kalau menang mudah-mudahan selanjutnya lebih ringan,” katanya.

All England dan Swiss Terbuka akan menjadi dua turnamen pertama PB PBSI memberlakukan sanksi tidak mengirim pemain yang tidak mencapai target dalam dua turnamen berturut-turut.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, jika pemain atau pasangan dua kali berturut-turut tidak mencapai target, mereka harus mengikuti latihan selama 1,5 bulan dan tidak akan dikirim mengikuti turnamen. “Tetapi proses (perjuangan pemain) dalam pertandingan juga menjadi pertimbangan,” ujar Lius.

Ia mengatakan, pada All England kali ini, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso ditargetkan mencapai semifinal, sedangkan Nova/Liliyana dan Kido/Hendra menjadi juara.

Posted in Berita | 1 Comment »

LIGA BULUTANGKIS PROFESIONAL CHINA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


Kompas, Rabu, 18 Februari 2009 | 16:54 WIB

BEIJING, RABU – China akan kembali memutar liga bulu tangkis profesional yang smepat terhenti selama tujuh tahun. Liga akan diikuti 6-8 klub beranggotakan 10 pemain.

Liga ini akan dimulai akhir 2009 ini. Hal ini diungkapkan oleh direktur badan bulu tangkis dan tenis meja China, Liu Fengyan.

Liga ini merupakan kelanjutan liga yang sempat tertunda tujuh tahun lalu karena kesulitan dana. Menurut Liu, pihaknya telah berhasil mendapatkan dana sponsor sebesar 20 juta yuan atau 2.93 juta dollar AS.

“Pada tahun pertama, kami akan melihat perkembangannya,” kata Liu. Menurutnya, liga ini akan membantu China mendapatkan para pemain dan pelatih kelas atas dan mencegah mereka pindah ke luar negeri. “Bila mereka tahu ada liga kelas atas di negaranya, mereka akan memilih tinggal.”

China mengejutkan dunia saat merebut tiga dari lima medali emas yang diperebutkan di Olimpiade Beijing 2008 lalu. Peraih emas tunggal putera, Lin Dan kemudian diperlakukan sebagai selebriti di negaranya.

Namun jarangnya kompetisi di tingkat nasional, membuat para pemain tersebut lebih banyak bertanding di luar negeri. Beberapa pemain kemudian malah pindah bermain untuk negara lain.

Seperti  mantan pemain nomor satu China, Zhou Mi yang bermain untuk Hong Kong setelah pensiun pada 2007. Zhou Mi memiliki peluang besar untuk menjadi juara di kejuaraan dunia pada Agustus mendatang.

Namun keberadaan liga ini kemungkinan tidak akan disukai oleh federasi bulutangkis dunia (BWF). BWF telah menunjukkan ketidaksenangan mereka karena banyaknya pemain China yang absen dalam beberapa turnamen Suers Series, akhir 2008 dan awal 2009. Pihak China beralasan para pemainnya mengalami kelelahan karena padatnya jadwal turnamen.

Posted in Berita | Leave a Comment »

UNDIAN ALL ENGLAND TAK BERSAHABAT

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


Rabu, 18 Februari 2009 | 17:33 WIB

Kompas, JAKARTA, RABU – Sejumlah pemain Indonesia harus berjuang ekstra keras sejak putaran pertama All England. Pasalnya, hasil undian turnamen klasik tersebut mengharuskan para pemain Indonesia menghadapi lawan-lawan berat.

Di sektor tunggal putra, Simon Santoso langsung bertemu pemain Denmark, Peter Gade. Ini menjadi sebuah tantangan berat bagi Simon karena lawannya merupakan unggulan keempat.

Sebenarnya, partai ini bisa menjadi duel ulangan semifinal Korea Super Series bulan lalu. Sayang, waktu itu Simon sakit sehingga mundur dan memberikan tiket final secara gratis kepada Peter yang akhirnya juara.

Di sektor ganda putra, pasangan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama langsung bertemu unggulan keempat asal Malaysia, Mohd Zakry Abdul latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari. Ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda juga sudah diadang unggulan pertama asal Taiwan, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin.

Dua tunggal putri juga menghadapi babak awal yang tidak mudah. Maria Kristin mengawali langkahnya dengan melawan juara Jepang Super Series 2008 Wang Yihan dari China, pada babak berikutnya kemungkinan jumpa unggulan kedua Zhou Mi dari Hongkong.

Pertandingan yang tidak mudah juga dihadapi Adrianti Firdasari. Jika lolos dari babak pertama, pada langkah selanjutnya, Adrianti sudah harus bertemu unggulan kelima asal China, Xie Xinfang, yang tiga kali berturut-turut (2005-2007) jadi juara All England.

Posted in Berita | Leave a Comment »

TAUFIK BERTEKAD LOLOS DARI DELAPAN BESAR ALL ENGLAND

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


Rabu, 18 Februari 2009 | 20:47 WIB

logo-all-england1TEMPO Interaktif, Jakarta:Taufik Hidayat mengaku siap menghadapi salah satu turnamen super seri bergengsi, All England, yang akan berlangsung pada 3-8 Maret mendatang di Birmingham. Di bawah asuhan pelatih, Mulyo Handoyo, Taufik targetkan hasil yang maksimal. “Mudah-mudahan bisa lebih baik dari atlet-atlet pelatnas (Cipayung), itu saja,” katanya ketika dihubungi Rabu (18/2) malam.

Taufik – juara dunia tahun 2005 – juga mengaku akan berjuang keras sejak babak pertama. Apalagi, kata dia, lawan pertamannya, Hsieh Yu Hsin asal Taiwan merupakan atlet yang cukup diperhitungkan. “Dia yang mengalahkan Sony (Dwi Kuncoro) saat Malaysia Terbuka kemarin,” katanya.

Bagi Taufik, yang terpenting nanti adalah mampu lolos pertarungan berat pada babak delapan besar. Pada saat itulah dia berpeluang berjumpa dengan unggulan empat asal Denmark Peter Hoeg Gade, atau Simon Santoso. “Mungkin di sinilah yang mulai berat, tetapi saya akan mengusahakan yang terbaik,” katanya. Jika terus melaju sampai semifinal, Taufik berpeluang bertemu dengan unggulan satu asal Malaysia, Lee Chong Wei atau Sony Dwi Kuncoro.

Taufik mengaku tetap mendapatkan pelatihan yang sama seperti yang dialaminya selama menjadi bagian dari pelatnas. Hanya saja, kata Taufik, ada sedikit perbedaan dengan metode pelatihan. “Kali ini saya mengajak teman sparring dua orang,” katanya. Meski enggan menyebutkan nama-nama rekan latih tandingnya, Taufik mengaku kedua orang itu merupakan atlet senior yang tidak lagi dipanggil masuk pelatnas.

Turnamen All England tahun 2009 ini akan menjadi turnamen pertama yang diikuti Taufik di luar naungan pelatnas PB PBSI. Taufik memutuskan untuk tidak menerima panggilan pelatnas dan berlatih sendiri. “Memang cukup susah karena ini pengalaman pertama saya untuk mengurus semuanya sendiri,” katanya. Meski demikian, Taufik mengaku bisa mengandalkan kerabat dekatnya untuk membantu.

Posted in Berita | Leave a Comment »

SEKILAS ALL ENGLAND

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 19, 2009


logo-all-england1All England (All England Open Badminton Championships) adalah salah satu kejuaraan bulutangkis tertua dan paling prestisius di dunia. Diadakan sejak tahun 1899 dengan nama The Open English Championships, turnamen ini telah berpindah-pindah lokasi kejuaraan sebanyak enam kali. Saat ini All England diadakan di National Inddor Arena, Birmingham dan sejak 1984 disponsori secara ekslusif oleh Yonex. Turnamen ini dianggap sebagai Kejuaraan Dunia tak resmi bulutangkis hingga tahun 1977.

winner-11

winner-21

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: