SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2009
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for February 24th, 2009

Suryanaga Juara Umum Bulu Tangkis Piala Bupati Sidoarjo

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Jawa Post,  Selasa, 24 Februari 2009

SIDOARJO – Suryanaga Gudang Garam (SNGG) masih menjadi klub bulu tangkis terkuat di Jawa Timur. Setidaknya, hal itu bisa dilihat dari hasil kejuaraan bulu tangkis Piala Bupati Sidoarjo di GOR Pagerwojo yang berakhir kemarin (23/2). Tim besutan Cahyadi tersebut mampu menjadi juara umum dengan mengoleksi 5 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu.

Gelar itu diawali oleh kemenangan M. Amin Istigfar yang mengalahkan Noufal (Gemilang Surabaya) dengan skor 2-1 (19-21, 23-21, 23-21) di kelas tunggal pemula pria. Sang penutup pesta SNGG adalah pasangan pria Ericson/Nurwahid yang mengalahkan Ricky/Suherly (Surya Baja Surabaya) dua set langsung (21-18, 21-18) di kelas ganda taruna pria.

Tanda-tanda kejayaan SNGG sebenarnya sudah terlihat dari banyaknya atlet yang lolos ke final. Total, tim yang bermarkas di GOR Suryanaga, Jalan Dharma Husada Indah, Surabaya, tersebut meloloskan sebelas atlet. Tiga di antaranya harus saling jegal sesama penghuni SNGG. “Dengan mengirimkan sekitar 67 atlet, kami memang membidik agar bisa menjadi juara umum. Itu target awal yang kami usung,” papar Cahyadi di sela-sela pertandingan.

Namun, dia sempat dikejutkan oleh kekalahan beberapa pebulu tangkis andalannya. Illa Alvionita contohnya. Atlet yang bertarung di kelas tunggal remaja wanita tersebut bertekuk lutut di hadapan Ni Ketut yang juga penghuni SNGG.

“Biasanya, Ni Ketut ini selalu kalah kalau bertanding dengan Illa. Tapi, kali ini kok bisa menang. Ini kejutan. Mungkin ini karena motivasinya yang sangat kuat agar tak terus-terusan kalah dari Illa. Selain itu, dia tentu sudah mengetahui gaya permainan Illa karena sering berlatih bersama. Ini yang akan menjadi evaluasi,” jelas Cahyadi.

SNGG dibayangi Citra Raya Unesa (CRU) yang berada di peringkat kedua. CRU mengoleksi 3 emas serta 3 perunggu. Hebatnya, seluruh pebulu tangkis CRU yang lolos ke final sanggup menggondol emas.

Mereka adalah Rona yang menggasak Rosario (SNGG) dengan skor 2-1 (21-10, 17-21, 21-18) di kelas tunggal pemula wanita, Maya Rosita yang menang atas Eka Tindra (SNGG) lewat rubber set (21-14, 19-21, 21-7) di kategori tunggal taruna wanita, serta Andrean yang membenamkan Yasirul (Satria Surabaya) dua set langsung (21-15, 21-15).

“Sejak awal kami memang memperkirakan SNGG akan menjadi saingan terberat. Tapi, target kami terpenuhi, yaitu emas di nomor taruna pria dan wanita. Tiga emas cukup baik. Sebab, kami hanya menurunkan sepuluh atlet,” tutur Yudi Haniek Priyanto, pelatih CRU. (ru/ko)

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

PELATNAS MASIH BONGKAR PASANG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Pelaksanaan pelatnas terpadu yang masih buram kian bertambah suram. Beberapa pengurus besar (PB) belum juga menuntaskan pendaftaran nama atlet ke pelatnas. Beberapa PB yang sudah mendaftarkan nama pun ada yang diganti setelah SK atlet pelatnas terbit.

Tercatat enam PB belum memasukkan nama atlet meski pengukuhan pelatnas sudah dimulai. Sepak bola, bulu tangkis, panahan, balap sepeda, tenis lapangan, dan angkat besi. Bulutangkis dan sepak bola beralassan kendala administratif, sedangkan empat lainnya ditolak pengajuannya karena nama yang didaftarkan di bawah standar yang ditetapkan KONI.

Pekan lalu, PB PBSI sudah menyerahkan 26 nama, begitu pula angkat besi. Empat cabang lainnya bergeming. Mereka belum juga menyerahkan daftar ke pelatnas. PB ISSI misalnya, baru menyerahkan permintaan kuota pada tiap-tiap nomor. PP Perpani yang hanya mendapatkan kuota enam atlet sepertinya kesulitan mencari pemanah untuk mengisi pelatnas.

”Kami berharap mereka secepatnya menyerahkan nama-nama atlet,” harap Mulyana, Kabid Binpres KONI.

Namun, pihaknya juga tak memberikan ketegasan kapan batas waktu bagi cabor untuk menyerahkan nama. Pihaknya juga tak memberikan semacam ultimatum. PB PASI termasuk induk organisai yang merevisi daftar atlet meski sudah di-SK-kan.

Atletik mendapatkan kuota enam atlet pada pelatnas terpadu. Darwati (Jatim) sebagai peraih emas Pekan olahraga Nasional (PON) XVII dari nomor jalan cepat 20 km diganti Risa Wijayanti (Jateng) yang menuai perak. Begitu pula Christian Lumban Tobing (Riau) digantikan Sutrisno (Jateng) yang memeroleh perak.

”Penggantian Darwati tidak menutup kemungkinan dia akan tetap memperkuat Indonesia pada SEA Games nanti, tapi karena usianya yang sudah tidak muda itu menjadi pertimbangan kami,” kata Budi Dharma, kabid binpres PB PASI. Lagipula, lanjut dia, Darwati sudah punya sarana latihan dan pelatih sendiri. ”Pelatihnya kan suaminya sendiri,” kelakar Budi.

Rupanya penggantian nama-nama itu tak berhenti di cabang atletik. Sepak takraw, bola voli, dan taekwondo masih mengajukan perubahan nama atlet pelatnas. (vem/cfu)

(Sumber: Jawapos.co.id)

Posted in Berita | Leave a Comment »

PBSI GELAR OPEN TURNAMEN GARUT CUP 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Thursday, 19 February 2009 10:57
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar kejuaraan bulutangkis open turnamen kelompok umur prestasi “Garut Cup 2009” yang dijadulkan 8-15 Maret 2009.

Garut, 19/2 (Sports.Roll) – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar kejuaraan bulutangkis open turnamen kelompok umur prestasi “Garut Cup 2009” yang dijadulkan 8-15 Maret 2009.

Sekretaris Pengcab PBSI Garut Drs Heri Suherman, Kamis mengatakan kejuaraan bulutangkis kelompok umur itu terbuka bagi peserta dari seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat itu sekaligus menyemarakan hari jadi Kabupaten Garut ke-197 bertepatan 17 Maret 2009.

Panitia open turnamen “Garut Cup 2009” menyediakan fasilitas pertandingan untuk 800 orang peserta, selain untuk menjaring bibit pebulutangkis berprestasi di Garut menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar tahun 2010.

Kejuaraan terbuka bulutangkis garut Cup 2009 dipusatkan di GOR Terusan Jalan Pembangunan Garut penuh sejak pagi hingga malam hari, diselingi digelar tanding persahabatan antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se Garut.

Pengcab PBSI Garut memastikan turunnya enam atlet andalan Garut yaitu tiga pebulutangkis putra yaitu Sandi, Rexa dan Didiet serta dua pebulutangkis putri diantaranya Tiara.

Open turnamen Garut Cup 2009 mensyaratkan pebulutangkis yang boleh tampil maksimal usia 23 tahun dan belum pernah mengikuti PON serta Pelatnas.

Hingga saat ini banyak pebulutangkis Garut yang mengikuti berbagai program latihan dan pembinaan di Bandung, tapi pada saatnya mereka kembali untuk membela Garut pada berbagai event, kata Heri Suherman. ***5***

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

GANDA MALAYSIA BERJUANG KURANGI BERAT BADAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Tuesday, 24 February 2009 16:44

Ganda putra peringkat enam dunia Zakry Latif dan Fairuzizuan Tazari berjuang mengatasi kegemukan menjelang kejuaraan All England bulan depan.

Kuala Lumpur, 24/2 (ANTARA/Reuters) – Ganda putra peringkat enam dunia Zakry Latif dan Fairuzizuan Tazari berjuang mengatasi kegemukan menjelang kejuaraan All England bulan depan.

Pasangan Malaysia itu harus mengurangi kelebihan berat badan jika mereka ingin tampil dengan baik pada turnamen itu, yang digelar di Birmingham 3-8 Maret, lapor media setempat.

Latif dan Tazari absen dari panggung kompetisi sejak Super Series Masters Desember lalu karena Zakry cedera lutut.

“Kami sedang menjalani diet khusus kurangi karbohidrat,” kata Tazari kepada New Straits Times. “Kami sudah berlatih keras dan saling pengertian kami di lapangan sangat bagus. (Namun) berat kami naik karena lama absen.”

Akan tetapi, Tazari menegaskan, mengurangi berat badan tidak akan menjadi masalah.

“Ini bukan masalah,” katanya. “Berat saya 72Kg dan ini di atas berat ideal saya. Sama juga bagi Zakry.”

“Penting untuk mengurangi kelebihan berat kami agar menonjol di All England. Kami sedang menjalani diet khusus … dan seharusnya kembali ke berat ideal sebelum pekan depan.”

Posted in Berita | Leave a Comment »

BULU TANGKIS – ATLET SURYANAGA MANTAPKAN PERSIAPAN HADAPI SELEKNAS

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Saturday, 21 February 2009 19:27

Sekitar delapan pebulu tangkis PB Suryanaga Gudang Garam Surabaya terus memantapkan latihan fisik dan teknik, untuk persiapan menghadapi seleksi nasional yang akan menjaring pemain untuk program Pelatnas Pratama PB PBSI.

Surabaya, 21/2 (Sports.Roll) – Sekitar delapan pebulu tangkis PB Suryanaga Gudang Garam Surabaya terus memantapkan latihan fisik dan teknik, untuk persiapan menghadapi seleksi nasional yang akan menjaring pemain untuk program Pelatnas Pratama PB PBSI.

Pelatih PB Suryanaga, Wijanarko Adi Mulya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu, mengatakan kendati jadwal pelaksanaan seleknas hingga kini belum ada kepastian, program latihan keras tetap dijalani anak asuhnya.

Pada pebulu tangkis Suryanaga itu juga tidak disertakan pada berbagai kejuaraan hingga seleknas, agar kondisi fisiknya tetap terjaga dengan baik.

“Sebenarnya anak-anak sudah siap kalau seleknas digelar pada Februari ini, tapi PB PBSI mengumumkan jadwal diundur sekitar Maret mendatang. Sekarang atau Maret, anak-anak tetap menjalani latihan intensif setiap hari,” katanya.

Delapan atlet yang disiapkan ikut seleknas adalah Rian Agung, Christopher Rusdianto, Seto Danu, Setiyo Widi Harto, dan Wawan Setiawan di kelompok putra.

Sedangkan di bagian putri terdapat Aurien Hudiono, Meissy Jolly dan Maya Fransisca. Para pebulu tangkis kelompok taruna itu telah menjalani latihan intensif sejak Januari lalu.

Wijanarko berharap dari delapan atletnya yang ikut seleknas, minimal satu orang bisa lolos masuk pelatnas pratama.

“Kalau melihat peluangnya, kami optimis lebih dari satu orang yang bisa lolos seleknas, terutama di bagian putra,” ujarnya.

Suryanaga terakhir meloloskan satu atletnya yakni Viki Indra Oktana masuk pelatnas pratama pada 2007 lalu. Viki Indra kini kembali ke klubnya setelah PB PBSI era kepemimpinan Sutiyoso memulangkan seluruh penghuni pelatnas pratama pada akhir 2008 lalu.

Saat ini, wakil Suryanaga di pelatnas tinggal menyisakan Soni Dwi Kuncoro, setelah Alvent Yulianto mengundurkan diri karena tidak sepakat dengan nilai kontrak baru yang ditawarkan PB PBSI.

Sebelum Viki Indra, salah satu klub ternama di Pulau Jawa ini pernah menempatkan beberapa pemain di pelatnas pratama, seperti Fauzi Adnan dan Yunita Tety. Namun, mereka tidak mampu bertahan lama dan kemudian dipulangkan bersama beberapa pemain dari klub lain. ***4***

Posted in Berita | Leave a Comment »

HARYANTO ARBI : BABAK PERTAMA ALL ENGLAND SUSAH DIPREDIKSI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Thursday, 19 February 2009 17:06

Mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi berpendapat, babak pertama turnamen All England sulit untuk diprediksikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang untuk dapat melangkah ke babak kedua.

Semarang, 19/2 (Sports.Roll) – Mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi berpendapat, babak pertama turnamen All England sulit untuk diprediksikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang untuk dapat melangkah ke babak kedua.

“Biasanya, pada babak pertama ini dimanfaatkan pemain untuk melakukan pengenalan lapangan. Siapa yang cepat beradaptasi dengan lapangan, tentunya dialah yang akan keluar sebagai pemenang pada pertandingan babak pertama,” katanya ketika dihubungi dari Semarang, Kamis.

Makanya, kata Hastomo yang pernah tiga kali tampil pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini, pebulu tangkis Indonesia yang turun pada event tersebut hendaknya cepat beradaptasi dengan lapangan. “Jadi saya kira siapapun lawannya, kalau kita mampu beradaptasi lapangan dengan cepat tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi kita,” katanya.

Ketika ditanya pada undian pemain di All England ini, sejumlah pebulu tangkis Indonesia langsung berhadapan dengan pemain unggulan, seperti Simon Santoso yang langsung bertemu dengan Peter Gade (Denmark), dia mengatakan, kalau Simon mampu beradaptasi lapangan dengan cepat, tentunya bisa mengalahkan pebulu tangkis Denmark yang diunggulkan di tempat keempat.

“Memang sulit diprediksi siapa yang menang saat Simon bertemu Gade mendatang, meskipun melihat daftar unggulan pebulu tangkis Denmark itu lebih tinggi dibanding Simon. Siapa yang cepat beradaptasi dengan lapangan maka dialah yang diuntungkan,” kata Hastomo yang meraih prestasi terbaik di All England ini dengan masuk babak 16 besar (kalah dari pebulu tangkis Denmark, Morten Frost Hansen).

Sebenarnya pertemuan antara Simon Santoso melawan Peter Gade ini merupakan partai ulangan pada babak semifinal Korea Super Series, Febuari 2009. Sayang, waktu itu Simon sakit sehingga mundur dan memberikan tiket gratis kepada Gade yang akhirnya keluar sebagai juara.

Pada nomor ganda putra, pebulu tangkis PB Djarum Kudus, Ryan Sukmawan/Jonathan Suryaatmadja langsung bertemu unggulan keempat dari Malaysia, Mohd Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari, ganda putri pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda bertemu unggulan pertama asal Taiwan, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin.

Dua tunggal putri juga menghadapi lawan berat yaitu Maria Kristin (PB Djarum Kudus) langsung bertemu juara Jepang Super Series 2008, Wang Yihan dari Cina di babak pertama dan babak kedua kemungkinan bertemu unggulan kedua, Zhou Mi dari Hongkong.

Kemudian Ardiyanti Firdasari akan bertemu unggulan kelima, Xie Xinfang dari Cina yang merupakan juara tiga kali berturut-turut (2005-2007). ***4***

Posted in Berita | Leave a Comment »

PELUANG BERAT ALL ENGLAND 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Suara Surabaya.net| Peluang terbaik Indonesia di persaingan turnamen bulutangkis bergengsi All England musim ini diprediksi berat.

Demikian ditegaskan YAKOB RUSDIANTO Sekjen Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI )Jawa Timur pada BUDI reporter Suara Surabaya, Selasa (24/02).

Menurut YAKOB, beratnya peluang atlet-atlet Indonesia karena kejuaraan bulutangkis All England akan diikuti beberapa negara unggulan.

Karena nilai gengsi turnamen yang sudah melegenda ini, ditambahkan YAKOB, beberapa negara dipastikan akan menurunkan atlet-atlet terbaiknya.

Untuk Indonesia, menghadapi pertandingan All England seluruh atlet sudah melakukan latihan selama bergabung di Pelatnas.

Mereka juga sudah menyatakan siap bersaing. Bahkan ditambahkan YAKOB, TAUFIK HIDAYAT yang sekarang tidak bergabung di Pelatnas juga siap menjaga reputasinya sebagai pemain tunggal Indonesia.

YAKOB optimis dengan persiapan yang sudah dilakukan, meski persaingan berat, atlet Indonesia masih punya peluang besar untuk meraih prestasi terbaik.

Kejuaraan bulutangkis All England akan digelar di Birmingham, Inggris mulai 4 sampai 8 Maret mendatang.

Event yang berhadiah total 200 ribu dolar Amerika Serikat ini menjadi satu diantara turnamen bulutangkis dunia bergengsi, karena sejarahnya. Di event ini, Indonesia mengirimkan sekitar 20 atlet terbaiknya.(bud/git/ipg)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Pei Tty-Eei Hui must scale Great Wall for title

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


WO M E N ‘S doubles Wong Pei Tty Chin Eei Hui will face serious threats from China’s leading pairs in their bid to capture the All England title but national doubles coach Rexy Mainaky views it as an ideal situation to cement their reputation as a world class pair.

Pei Tty-Eei Hui, theWorld No 2, are expected to meet China’s No 4 Pan Pan-Tian Qing in the second round, followed by Zhao Tingting- Zhang Yawen in the quarter-finals and Olympic champions Du Jing-Yu Yang, the World No 6, in the semis.

This is the toughest draw any pair could have asked for but Rexy said it is better to overcome such tough matches early and, if the Malaysians survive, it would raise their self-belief and more success will follow.

Pei Tty, 28, and Eei Hui, 27, have beaten all three pairs before but Du Jing-Yu Yang have a 4-1 record and the odds will be against the Malaysians in Birmingham on March 3-8.

“It is a good test for Pei Tty-Eei Hui as they must beat three China pairs to reach the final.

“This is unavoidable as they will have to beat these pairs if they want to become champions,” said Rexy.

“At their age, Pei Tty-Eei Hui cannot improve on their skills that much and all they need to do is maintain their physical condition and avoid injuries.

“Confidence is going to be the key if they want to beat China pair s.

“They have beaten them before but it must be achieved on a regular basis. Beating them in an important tournament like the All England will raise their self-confidence.

“If they can be successful in the All England, we will witness Pei Tty-Eei Hui securing more titles and establishing themselves as a truly world class pair.” Pei Tty-Eei Hui’s best effort in the All England was a semi-final spot in 2007 and they need to produce something spectacular again to better the achievement.

Rexy’s optimism is based on the fact that Pei Tty-Ei Hui, despite being on the receiving end on most occasions, don’t really fear playing China’s pairs.

Should they turn the form book upside down and advance to the final, Pei Tty-Eei Hui could meet South Koreans Lee Kyung Won- Lee Hyo Jung for the title.

That will be a totally new ball game for Pei Tty-Eei Hui who have never beaten the Koreans before and Rexy may have a crucial role to play should his charges go all the way.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Preview German Open Grand Prix 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


By Ferry Irawan

(Bulutangkis.com) – European tour session one will be opened in Mulheim from 24 February-1 March 2009, German Open Grand Prix. This tourney could be ‘warming up’ for most of players before the prestigious All England Super Series 2009 in a week after. The Chinese comes almost with all of their best shuttlers to this event which has money prize US$ 80,000 since their not participate at Malaysia SS and Korea SS last January.

Men’s Singles

As defending champion last year, Lee Hyun Ill will not participating to this event since he retired after Olympic Bejing 2009. World #12 Bao Chunlai (1) looks very obvious among the other top seeded after Malaysia, Indonesia and Denmark didn’t send their best players. He has big chance taking final match if he could deal with Andrew Smith (5) in the quarterfinals. Hence, this battle only happen if Smith can handle India’s Arvind Bhat (9) or dark horse from Malaysia, Mohammad Arif Abdul Latif on his previous match.

The winner of Swedish International Challenge, Jan O Jorgensen should rematch against the Dutch, Eric Pang before facing Bao Chunlai at semifinal stage. But it will bedifficult way since he have to beat Korean, Hong Ji Hoon in the third round and the Japanese, Kenichi Tago (4) in the quarterfinlas.

Sho Sasaki (6) might want to repeat his last year achievement as runners-up but before take quarterfinal ticket, he should pass over 2 Chinese players, Wen Kai in the second round and last year semifinalist, Gong Weijie in the third round. The only Pelatnas’s shuttler of Indonesia, Tommy Sugiarto will fade his dream into quarterfinal but not an easy way as he has to crash with seeded #2 from India, Chetan Anand in the second round and Denmark’s Hans Kristian Vittinghus in the round after.

Seeded #3 from Malaysia, Wong Choong Hann should be the other player in the semifinal spot if he can stop the India’s raising star, Anup Sridhar (15) in the third round. Malaysian youngster, Tan Chun Seang or Dicky Palyama (8) will be the next opponent for Hann in the quarterfinals.

Women’s Singles

Runners-up this tournament last year, Wang Yihan, (6) should have no worries to reach at quarterfinal stage if she could pass a giant-killer, Ai Goto in second round. To take final ticket and meet with her compatriot, Zhu Lin (1), Yihan probably meet up with Hwang Hye Youn (5) in the quarterfinal and the home soil player, Xu Huaiwen (2) in the next round.

The top seeded, Zhu Lin has an easy way in her first and second round before challenge Malaysia’s, Wong Pei Xian Julia or Megumi Taruno in the quarterfinals. The opponent’s of Zhu’s in the semifinal probably between two European ladies, Bulgarian’s Petya Nedelcheva (3), Judith Meulendijks (Netherland) or Juliane Schenk (8). Petya and Judith would meet at second round when Juliane Schenk have to turn her luck over two dark horse players, Korean’s Bae Youn Joo or Singaporean, Fu Mingtian.

Men’s Doubles

World #1, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae separates their partnership at this event. Lee Yong Dae get new combination with Shin Baek Choel and being seeded 5. Both of them probably meet with their compatriot’s, Ko Sung Hyun/Cho Gun Woo before facing the Danish, Simon Mollyhus/Anders Kristiansen (4). The other top Korean doubles player, Hwang Ji Man alsa take new chance with most formidable mixed player, Han Sang Soon. As the sevent seeded they have to face Malaysian, Gan Teik Chai/Tan Bin Shen. On their first match.

The other interesting match at first round is between two America’s, Tony Gunawan who’s separate himself from Candra Wijaya and partnering back with Howard Bach and the new collaboration from China, Guo Zhendong/Xu Chen. Guo Zhendong has many experience with Xie Zhongbo and Xu Chen took his highest achievement with Cai Yun as the runners-up of French SS 2008. The winner between this match would have big opportunity to reach semifinal stage.

Women’s Doubles

As always, this sector would be between Korea or China and also this time. Silver medalist Olympic 2008 as defending champion of this tournament last year, Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won probably will face the winner of Japan SS and China Masters SS 2008, Cheng Shu/Zaho Yunlei in the semifinal round. The match between duo Lee and Cheng/Zhao will be an interesting match with with both pairs coming from countries with a solid badminton culture that have been competing for primacy in the discipline of late. In the bottom half, the other KoreanHa Jung Eun/Kim Min Jung if they can beat the dark horse from Singapore, Yao Lei/Shinta Mulia Sari. The other Chinese pair, Pan Pan/Tian Qing probably meet with this two Korean for semifinal ticket.

Mixed Doubles

The unforgettable moments created by Olympic gold medalist, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (1) in this tournament last year when they’re almost lost over Chinese pair, He Hanbin/Yu Yang, went down from 9-21 before surprisingly force their luck 27-25 and winning the decider 21-18. Now they’re back and should no worries for semifinal ticket. But to keep their crown and taking step into final round, they should against Chinese new partnership semifinalist Hongkong SS 2008,, Zheng Bo/Ma Jin in the top four round. But before meet the Korean, Zheng Bo.Ma Jin probably face semifinalist Korea SS 2009 from India, Diju/Jwala (4).

The other Korean pair, Han Sang Hoon/Kim Min Jung (7) will face stiff challenges from England’s pair, David Lindley/Suzanne Rayappan (3) in the quarterfinals if these two Britannia can handle the dark horse from Indonesia/Russia, Flandy Limpele/Anastasia Rushkikh in their first match. To make it info final battle with their compatriot’s Lee/Lee, Han/Kim will be tested by runners-up China SS 2008, Xu Chen/Zhao Yunlei in the semifinal for their talent and consistency.

(Ferry Irawan, http://www.bulutangkismania.wordpress.com)

Posted in Berita | Leave a Comment »

MENANTI SIKLUS 30 TAHUN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 24, 2009


Pelaksanaan All England Super Series 2009 kian dekat. Karena itu, PB PBSI bakal memberangkatkan Sony Dwi Kuncoro dkk Jumat nanti (27/2). Ada dua alasan yang mendasari pemberangkatan jauh-jauh hari sebelum turnamen itu digeber pada 3-8 Maret mendatang. Yakni, masalah tiket penerbangan dan adaptasi para pemain.

Nova Widianto, pemain ganda campuran nomor satu dunia, berharap agar hal tersebut membantu dia dan rekan-rekannya untuk tampil di All England. Maklum, misi Nova yang bakal tampil bersama Lilyana Natsir tidak gampang.

Juara dunia dua kali (2005 dan 2007) itu diharapkan dapat memecahkan paceklik gelar di nomor ganda campuran sejak 30 tahun lalu. Terakhir, Indonesia meraih gelar tersebut pada 1979 lewat pasangan Christian Hadinata/Imelda Wiguna.

”Saya harus memecahkan misteri 30 tahun itu. Tahun lalu sudah sampai finalis, nanti harus juara,” tutur Nova optimistis. Keinginan itu didukung penuh Christian Hadinata, kasubbid pelatnas PB PBSI.

”Peluang untuk meraih gelar juara sangat terbuka bagi Nova/Lilyana yang saat ini berada di ranking pertama dunia,” ucap Christian.

Christian juga berharap agar tunggal pria Sony Dwi Kuncoro bisa bersinar nanti. Pengalaman menuai tiga kali gelar juara super series secara berturut-turut di musim 2008 menjadi bekal penting bagi arek Suroboyo itu. Sejatinya, peluang dimiliki pemain ganda pria Markis Kido/Hendra Setiawan. Tapi, setelah keduanya diparkir, Christian belum bisa memberikan beban kepada pasangan di bawah juara Olimpaide 2008 Beijing itu.

”Saya berharap agar anak-anak tidak menjadikan even ini sebagai sebuah beban. Sebaliknya, mereka harus menjadikannya sebagai motivasi untuk memecahkan misteri All England, kok sudah lama kita tidak dapat,” ucap Christian.

Di atas kertas, Nova memang sangat berpeluang memperbaiki perolehan tahun lalu. Di final lalu, mereka dikandaskan wakil Tiongkok Zheng Bo/ Gao Ling. Nah, kali ini musuh bebuyutan Nova/Lilyana bukan lagi Zheng Bo/ Gao Ling, melainkan pasangan Korsel peraih emas Olimpiade 2008 Beijing Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung. (vem/diq)

(Sumber: Jawapos.co.id)

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: