SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2009
    M T W T F S S
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for March, 2009

Sony Dwi Kuncoro Siap Ikut Piala Sudirman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 31, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Tunggal putra utama Indonesia, Sony Dwi Kuncoro mengaku sudah pulih dari sakit pinggang yang sempat mengganggunya, dan siap memperkuat tim Piala Sudirman. “Sudah sembuh, sekarang latihannya juga sudah cukup berat,” ujar Sony di Jakarta, Minggu.

Sony yang absen di Swiss Super Series akibat sakit pinggang yang menyerang tiba-tiba, mengaku sudah tidak terganggu oleh sakitnya itu, bahkan sudah menambah beberapa latihan khusus untuk memperkuat bagian-bagian tubuh tertentu. “Saya juga melakukan latihan tambahan di luar latihan rutin untuk memperkuat bagian yang masih kurang kuat, selain itu juga terus menjalani terapi agar benar-benar pulih,” kata Sony yang juga sempat diganggu cedera paha itu.

Pemain ganda putra Hendra Setiawan yang akan ambil bagian pada Kejuaraan Asia bulan depan bersama pasangannya Markis Kido, juga mengaku siap menghadapi Piala Sudirman Mei mendatang. Pasangan Kido/Hendra yang batal ke turnamen Eropa karena cedera lutut Kido belum pulih, mengaku satu turnamen sudah cukup baginya untuk persiapan Sudirman. “Satu turnamen (Kejuaraan Asia) cukup lah, sudah terbiasa bertanding juga,” kata Hendra yang menargetkan juara di Kejuaraan Asia yang akan digelar di Suwon, Korea pada 7-12 April.

Ia juga menyebutkan cedera lutut Kido sudah jauh membaik dan pasangan juara Olimpiade dan juara dunia itu sudah dapat berlatih normal. “Meskipun masih tampak sakit ketika melakukan gerakan tertentu,” katanya.

Sony dan Kido/Hendra kemungkinan akan menjadi tumpuan harapan Indonesia dalam kejuaraan dunia beregu Piala Sudirman di Guangzhou, China 10-17 Mei saat Indonesia berusaha memperbaiki hasil dua tahun lalu ketika keluar sebagai runner-up. (Kompas)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Atlet Bulu Tangkis Indonesia Dapat Pasokan Suplemen

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 31, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan penjualan langsung Amway yang memproduksi makanan suplemen Nutrilite memastikan memberi dukungan terhadap enam pebulu tangkis Indonesia dengan mengontrak mereka selama satu tahun.

“Gagasan ini muncul ketika kami tahu bahwa atlet-atlet bulu tangkis Indonesia adalah konsumen Nutrilite sehingga timbul gagasan untuk membentuk Tim Nutrilite Indonesia,” ujar Presiden Direktur Amway Indonesia Koen Verheyen yang menambahkan bahwa, meskipun kontrak awal selama satu tahun, tetapi ada niat untuk melanjutkan hingga Olimpiade London 2012.

Keenam pebulu tangkis tersebut adalah peraih medali perunggu Olimpiade Athena, Sony Dwi Kuncoro, juara Olimpiade Beijing pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin, Simon Santoso, dan Adriyanti Firdasari. “Ini pertama kalinya bagi atlet bulu tangkis secara tim dikontrak oleh satu perusahaan karena selama ini yang ada hanya kontrak pribadi saja,” ujar Hendrawan, pelatih yang juga dikontrak perusahaan itu.

Selain nilai kontrak dengan jumlah nominal tertentu, para atlet tersebut mendapat bantuan suplemen nutrisi, baik secara umum, maupun khusus sesuai kebutuhan masing-masing. Kontrak tersebut terwujud setelah PB PBSI membuka peluang adanya sponsor pendamping di luar sponsor utama selama ini, Yonex.

Atlet dunia yang juga dikontrak perusahaan tersebut antara lain adalah pelari Asafa Powell dan Liu Xiang, pesepak bola Ronaldinho, dan tim sepak bola AC Milan. (Kompas)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Pemain Non Pelatnas penyelamat muka PBSI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 31, 2009


Oleh: Arief Rachman

(Bulutangkis.com) – Kembali PBSI harus berterimakasih kepada pemain-pemain non pelatnas. Dua kali pemain-pemain Non Pelatnas menyelamatkan muka PBSI. Adalah Taufik Hidayat, Flandy Limpele serta Vita Marissa menjadi pemain yang mampu mengangkat nama Indonesia kembali bertengger di kancah bulutangkis dunia.

Meski di turnamen All England pemain-pemain non pelatnas yang diwakili oleh Taufik Hidayat serta Flandy Limpele hanya mampu berbicara hingga babak semifinal, namun hasil tersebut masih lebih baik jika dibandingkan pemain-pemain pelatnas yang hanya bisa sampai babak perempat final.

Setali tiga uang dengan All England, di turnamen Yonex Sunrise India Open 2009 pemain-pemain non pelatnas kembali meraih prestasi lebih tinggi dari pemain pelatnas bahkan Taufik Hidayat, Flandy Limpele/ Vita Marissa berhasil meraih gelar juara, sementara pemain-pemain pelatnas sudah harus angkat koper di babak semifinal. Khusus untuk Vita Marissa, rasanya layak mendapat kredit poin tersendiri. Berpasangan dengan Nadya Melati di ganda putri, Vita mampu menembus babak final meski akhirnya kalah dari pasangan China.

Gengsi antar kubu Pelatnas dan Non Platnas terjadi di babak semifinal Yonex Sunrise India Open 2009. Dan rupanya Taufik Hidayat masih terlalu tangguh bagi Tommy Sugiarto yang digadang-gadang sebagai pemain masa depan Indonesia. Demikian pula dengan Flandy Limpele/ Vita Marissa. Di babak semifinal mereka memberi pelajaran berharga bagi junior mereka penghuni Cipayung, Tantowi Ahmad/ Richi Puspita Dilli.

Pekerjaan rumah terbesar bagi PBSI adalah menyiapkan pemain-pemain yang akan berlaga pada Turnamen Sudirman Cup 2009. Akan kah PBSI menutup mata dengan hanya mengirimkan pemain berlabel pelatnas pada Sudirman Cup? Ataukah PBSI akan meminta bantuan kepada Pemain-pemain Non Pelatnas yang nota bene mempunyai prestasi lebih baik? Sudah sepatutnya PBSI mengaca pada kekuatan sendiri serta pandai dalam menyiasati pemilihan pemain.

Bagi masyarakat Indonesia, mereka hanya menginginkan Indonesia bisa berprestasi dan berbicara kembali di Kancah bulutangkis dunia. Tak perduli label mana yang di usung. Yang ada hanya satu nama “INDONESIA”.

Posted in Berita | Leave a Comment »

The First Set of Badminton Aerobics wiil be in Guangzhou Sudirman Cup

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 31, 2009


LIHATLAH BAGAIMANA CHINA MEMPERSIAPKAN SUDIRMAN CUP 2009 ! BAGAIMANA CHINA INGIN MEBUAT BADMINTON AMAT MENARIK UNTUK DITONTON ! Postingan dibawah ini kiranya dapat mewakili semua itu.

http://www.gzba.org Lining 2009 Sudirman Cup World Team Badminton Championships will be held in Guangzhou Gymnasiem from May 10th to May 17th. Now there are less than 2 months left before the championships begins. At this time, the first set of aerobics whose theme is badminton comes into being. Professional dancers had a rehersal for the first time in the hall of the Guangzhou Badminton Administrative Center yesterday. This set of aerobics will be performed to the citizens,who go to the venue to watch matches, during the intervals btween matches. And it will make its first appearance in public in the Badminton Super Challenge live on TV on March 29th.

The first set of badminton aerobics

Badminton aerobics is the first cheer leading with the theme of badminton and is originated by Guangzhou Badminton Association and Guangdong Dancing School. In the beginning, the form world champion Chen lin who was assigned by Guangzhou Badminton Association was responsible for showing a series of standard badminton movements to the creative production team of Guangdong Dancing School. Then the leader of the creative production team– Chai Mensen combined this set of aerobics with those movements. After two weeks’ of creation, 12 professional dancers made the first rehersal in the badminton hall of Guangzhou Badminton Administrative Center yesterday afternoon.


Professional dancers were very dynamic when making a rehersal of badminton aeromics

This set of aerobics can be divided into two parts, each of which lasts for 3 minutes. With dynamic music, the performing team which contains 6 men and 6 women were very dynamic. Their swing action was almost as standard as that of the professional players. Chai Mensen stated that this set of aerobics’ core was the badminton movements, with the theme of dynamic, active, youthful. Its aim was to propagate badminton culture through dancing and let more badminton enthusiasts like this set of aerobics when watch worldclass matches.However, this set of aerobics was still at the stage of rehersal, and needed to be improved. Chai Mensen also stated that after absorbing the advices of the professionals in Guangzhou Badminton Association, he and his creative production team would redesign the movements of the aerobics in order to make it more perfect.


The performing team was full of energy

During the time of rehersal, Guan Weizhen, deputy director general of Administration of Sport of Guangzhou Municipality and the president of Guangzhou Badminton Association, was in the ground and provided much professional advice.” These badminton babies are mainly responsible for making performances during the periond of the Sudirman Cup. Considering that? the venue of this championships is very large, aerobics can enliven the audience’s atmosphere” Ms Guang Weizhen said, ” The rythm of the aerobics needs to be strengthened. I believe that with the improvement, the effect of it will be better. At present, Guangzhou Badminton Association is devoting itself to creating badminton culture in all directions. In the purpose of achieving this, the creation of aerobics is a very important action. If possible, we are planning to promote badminton aerobics in schools. “

Posted in Berita | Leave a Comment »

PROFILE – Pi Hongyan : Out of China

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 31, 2009


pi-hong-yan-01

Pi Hongyan, the world’s fourth-best badminton player, cried on the flight to India. She was watching a movie and the visuals of children born into slums were too disturbing. This is a top-ten player who deals with on-court pressure better than most people on the planet. “But what I liked was the hope that the boy had,” she said.
Hope has always been her most precious commodity. Back in her teens (she’s now 30), when she was at the national centre in Beijing (for juniors), training eight hours a day, six days a week, for two years straight, the only thing that kept her going was hope — hope that she would someday break into the national squad. That was the meaning of life for her and her classmates.

The training was hard,” she says, relaxing at a hotel in Hyderabad. “We had one free hour a day. I was staying away from home, couldn’t meet my parents often. Initially it was difficult, but then I got used to it. Did I get bored? No, because I loved the game. And when you have hope, when you dream of playing for the country, you don’t get bored.

Hongyan is often referred to as the ‘French player of Chinese origin’. She’s among the early generation of promising Chinese players — Germany’s Xu Huaiwen is another — who left their homeland to play for other countries — a practise initially frowned upon by Chinese authorities. Top-level women’s singles has long been dominated by Asians — with just a few guest appearances by Europeans such as Camilla Martin and now Tine Rasmussen. Hongyan’s decision to move to France was seen as the beginning of a migration of second-rung Chinese players to talent-starved Europe. The migration never happened in significant numbers, however.

Hongyan was part of the junior national programme for two years. Among her classmates were some who went on to become world and Olympic champions. But Hongyan could never reach the top-8 and was told she wouldn’t be good enough to crack the senior team. That’s when she decided to move. She played for a club in Denmark for two years before shifting to France in 2002, and the move paid off with her breaking into the top ten. She’s now one of the most consistent players on the circuit. Much of her success, of course, is due to the rigorous training of her early years. “In China, if a coach tells you to do something, you do it, no questions. In France, a coach asks you to do something and then enquires about how you feel. But you can’t produce champions that way. I’d prefer a middle path, taking the best of both systems, with hard training and concern for the well-being of players. I think even the Chinese coaches these days are taking into account modern methods, but I’m not sure. I was there nine years ago, it’s a long time back.

With the Chinese sweeping all five events at the 2009 All England, the world has wondered awe-struck at the system they have in place. Most critics however refer to the downside of their system — the high incidence of injuries and mental trauma that isn’t known to the outside world, and which would make that system unacceptable in democratic societies. “I know,” she says. “My best friend had to drop out because of an injury. And she was better than me.

I asked her if she, as a teen, ever wondered if all the hard work was worth it, whether playing for the national squad was worth the years away from home, the risk of injury and the pressure of having to prove herself in a mass of potential world champions. She never understood the question. The prize of playing for the country, and the meaning of all the hard work, was an ideal (of real or purported value) that the Chinese system needed — to justify itself. That she was touched by the Slumdog story makes one wonder if it in some way connected with her own: the need for hope, with escape as the metaphor.

Posted in Berita, Tokoh | Leave a Comment »

Sony Dikarantina Jelang ke Piala Sudirman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 31, 2009


JAKARTA – Persiapan pebulutangkis Indonesia menghadapi Piala Sudirman semakin fokus. Mereka bahkan mulai menjalani program karantina jelang laga di Guangzhou, China, 10-17 Mei 2009.

Tunggal putra Sony Dwi Kuncoro misalnya, dia terus menjalani latihan rutin di Pelatnas Cipayung. Bahkan, pihak pelatnas sengaja tidak mengirimkan pemain ranking 5 dunia itu menjalani turnamen terdekat seperti Kejuaraan Asia di Suwon, Korea Selatan (Korsel), 7-12 April mendatang.

Menurut Sony, kebijakan itu bertujuan mempersiapkannya lebih matang menjalani turnamen beregu tersebut. Apalagi, wakil Indonesia akan bertamu ke kandang macan di Guangzhou.

“Kami dipersiapkan lebih matang lagi. Latihan pun mulai terasa berat karena porsinya ditambah, mulai fisik hingga mengasah kemampuan bertanding,” ungkap Sony.

Yang penting, Sony telah siap membela nama besar Indonesia di event prestisius tersebut. Dia pun tak mempermasalahkan cedera pinggang yang kerap menghantuinya dalam menjalani beberapa event terakhir.

Dengan waktu persiapan lumayan panjang, ditambah perhatian khusus menghadapi event tersebut. Sony antusias Indonesia akan merebut gelar kedua Piala Sudirman setelah terakhir meraihnya 20 tahun lalu.

“Kami mulai optimistis menghadapi turnamen itu meski harus berhadapan dengan pemain tuan rumah. Ditambah kami mendapatkan penanganan serius dari pelatih, mulai latihan hingga porsi makanan,” cetus arek Suroboyo tersebut.

Hendrawan selaku Pelatih Sony menambahkan, pihaknya tak boleh sembarangan memberikan asupan nutrisi kepada pemainnya. Hanya nutrisi atau suplemen makanan tepat yang bisa dikonsumsi untuk menyeimbangi kegiatan mereka setiap hari. (Edi Yulianto/Koran SI/zwr)

Posted in Berita | Leave a Comment »

DOWLOAD KOLEKSI VIDEO BULUTANGKIS

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 30, 2009


Buat para penggila Bulutangkis, anda dapat mendownload aneka koleksi video bulutangkis dari tahun 1989 s/d sekarang. MOHON TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN !! KEBETULAN DAPAT LINKNYA. THANKS BUAT YANG UDAH CARE DAN POSTING. MOHON IJIN UNTUK MEMPUBLIKASIKANNYA, UNTUK PERKEMBANGAN BULUTANGKIS INDONESIA. Setelah selesai download anda bisa menggabungkan file file nya dengan HJ – Split. Kemudian untuk memutarnya gunakan Real Player atau Media Player atau gunakan KM Player yang lebih universal dengan berbagai format. Link Downloadnya tersedia di Blogroll sebelah kanan atas Blog ini. Just click picture bellow for download the videos :

the-players

Posted in Video | 24 Comments »

Tan Fook-Wan Wah save the day for Malaysia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 30, 2009


PETALING JAYA: Veterans Choong Tan Fook-Lee Wan Wah were the saving grace for Malaysia in the India Open at Hyderabad yesterday after Mohd Hafiz Ha­­shim and Julia Wong served up double disappointments in the men’s and women’s singles finals.

Tan Fook-Wan Wah took only 17 minutes to demolish Hendri Kurniawan Saputra-Hendra Wijaya of Singapore 21-9, 21-11 in one of the most lopsided men’s doubles finals.

Despite playing in a weakened field, the win was important for Wan Wah-Tan Fook.

The former national pair are hoping to be named as the third Malaysian men’s pair for the World Championships, which will be held at the same venue from Aug 6-10.

The other two pairs assured of their places are Koo Kien Keat-Tan Boon Heong and Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Abdul Latif.

No sweat: Lee Wan Wah (left) and Choong Tan Fook showing off their India Open media after winning the men’s doubles title yesterday.-AFP

Wan Wah said that they were happy to save the day for Malaysia.

“Overall, we are satisfied although the field was not so strong. We probably scored our easiest ever win in a final match,” said Wan Wah in a telephone interview.

“This is the last tournament for us to impress the selectors because we are not going for the ABC (Asian Bad­minton Championships in Suwon from April 7-12). We have done our part (by winning the India Open) and now it is up to the selectors to decide whether to select us for the world meet.

“We will continue with our training and get ready for the next four tournaments (the Opens in the Philippines, Singapore, Indonesia and Malaysia next month).”

Hafiz and Julia failed to make it a triple joy for Malaysia, losing their final matches in contrasting fashion.

Hafiz’s dream to win his first title in two years and ending his losing streak against Taufik Hidayat of Indonesia did not materialise when he went down 18-21, 19-21 in 30 minutes.

There were glimpses of Hafiz’s past brilliance but his inability to adapt to the draught in the stadium and inconsistent performances, especially at the crucial stages, saw the Malaysian bowing out to the fired-up Indonesian.

But for Julia, it was a big disappointment after coming agonisingly close to winning her first career title.

She was devastated after going down fighting 21-17, 15-21, 14-21 to world number four Pi Hongyan of France in a 54-minute battle.

“This is the closest that I came to winning a title. I was leading in the rubber game but yet I allowed her to get back into the match. I am truly very disappointed with myself,” said Julia.

“I played too safely in the second game. I should have wrapped up the match by playing more aggressively. My next tournament is the ABC and I will be out to give a better showing.”

Julia can walk tall despite the defeat. She put up a great fight and displayed variety in her attacking shots but unfortunately, it was the China-born player who came out superior when it mattered most.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

DJARUM ARENA OPEN : PB Djarum Raih Empat Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 30, 2009


Djarum Arena Open yang berlangsung di kota Cirebon dari tanggal 24 Maret hingga 28 Maret 2009 ini telah berakhir. PB Djarum yang turun dengan pemain-pemain mudanya berhasil memperoleh empat gelar juara di kejuaraan swasta nasional tersebut.

Dalam partai final tersebut PB Djarum sukses membuat tiga partai All PB Djarum Final yakni pada nomor tunggal putra remaja, ganda campuran taruna, dan ganda putra remaja yang diperoleh melalui, Thomi Azizan yang mengalahkan Rudi Cahyadi dengan skor 21-16, 22-20, Didit Juang/ Gloria mengalahkan Sigid Sudrajad/ Farah Amalia dengan rubber game 16-21, 21-12, 21-19, serta Thomi Azizan/ Arya Maulana yang mengalahkan Felix Kinalsal/ Bagus Hariyanto dengan skor 21-18, 21-11. Satu gelar lainnya dipersembahkan melalui tunggal putri pemula yakni, Marsa Indah Salsabila yang mengalahkan Rafika (AGP Tasikmalaya) dengan skor 21-9, 21-16.

Sementara itu dua partai final lainnya anak- anak PB Djarum harus puas mendapatkan posisi sebagai runner up yakni pada ganda putri taruna yang diwakili oleh Gloria/ Deariska dan ganda putri dewasa yang diwakili oleh Cisita/ Ratih. Perlu diketahui juga untuk nomor ganda putra remaja yang sukses meraih juara seperti diberitakan diatas, di babak semifinal PB Djarum sebelumnya sukses membuat All PB Djarum semifinal dengan menempatkan pasangan lainya yakni Gilang Kusuma/ Hardi Yuda dan Kenny Putra/ Edi Subaktiar.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Result Final India Open 2009 : Indonesia rebut 2 gelar.

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 29, 2009


India Open 2009 usai sudah. Permainan-permainan seru terjadi di India Open 2009. Kontingen Indonesia sendiri, akhirnya berhasil membawa 2 gelar juara, melalui Taufik Hidayat, dan pasangan Flandy Limpele-Vita Marissa. Berikut ulasan singkat hasil Final India Open 2009.

Ganda Putri.

Partai final pertama India Open mempertandingkan partai ganda putri. Pada partai ini, mempertemukan pasangan Indonesia, Vita Marissa-Nadya Melati, melawan pasangan China, Ma Jin-Wang Xiaoli. Pertandingan ini diprediksi sebelumnya akan berlangsung seru.
Di babak pertama, pasangan Vita-Nadya, memulai dengan unggul 1-0. Namun Ma Jin-Xiaoli membalas dengan langsung meraih 6 angka berturut-turut, sehingga pasangan China ini unggul dengan kedudukan 6-1. Vita-Nadya berusaha untuk mengejar ketertinggalan poin, namun pasangan China ini terus menjaga jarak, hingga kedudukan di pertengahan set pertama 11-6. Setelah istirahat sejenak, pertandingan kemudian dilanjutkan. Pasangan Vita-Nadya terus berusaha mengejar ketertinggalan, hingga memperkecil selisih poin hingga 15-13. Namun Ma Jin-Xiaoli kembali meraih 5 angka berturut-turut, dan unggul 20-13. Vita Nadya hanya mampu meraih 1 poin, sebelum akhirnya set pertama dimenangkan oleh Ma Jin-Wang Xiaoli dengan kedudukan 21-14.

Memasuki babak kedua, kedua pasangan bermain lebih ketat, kejar mengejar angka terlihat di babak-babak awal. Sempat kedudukan imbang 2-2, pasangan China memperoleh 5 angka berturut-turut sehingga unggul 7-3. Vita-Nadya mencoba memperkecil jarak, hingga tertinggal 1 poin, menjadi 7-6. Namun, pasangan China sepertinya tidak mau lengah, dan selelu menjaga jarak perolehan poin, dan hingga pertengahan babak kedua, pasangan Ma Jin-Wang Xiaoli unggul dengan skor 11-8. Setelah, break pasangan China ini terus meninggalkan pasangan Indonesia, dan akhirnya set kedua ditutup dengan kemenangan pasangan Ma Jin-Wang Xiaoli dengan skor 21-13.

Hasil ini sudah merupakan hasil yang baik bagi pasangan Vita Marissa-Nadya Melati, mengingat ini turnamen pertama mereka, setelah mereka berpasangan.

Tunggal Putri.

Partai kedua India Open 2009, mempertandingkan partai tunggal putri. Partai ini mempertemukan unggulan teratas asal Prancis, Pi Hongyan, melawan unggulan 5 asal Malaysia, Julia Wong Pei Xian.

Di babak pertama, kedua pemain bermain sangat hati-hati. Terlihat perolehan poin yang saling mengejar. Di awal babak pertama, Julia sempat unggul dengan kedudukan 5-2, namun Pi Hongyan mengejar ketertinggalan dengan selisih 1 poin, menjadi 5-4. Kejar mengejar angka pun terus terjadi, namun 4 angka berturut-turut yang diperoleh Pi Hongyan membuatnya unggul di pertengahan babak pertama menjadi 11-9. Setelah break, kejar-mengejar angka kembali tak bisa dihindari. Julia memperoleh 4 angka kritis, sehingga unggul menjadi 13-11. Pi Hongyan pun mengejar kembali, sehingga perolehan angka sempat imbang menjadi 15-15. Namun, Julia akhirnya berhasil mengambil poin-poin penting dan akhirnya menutup set pertama dengan keunggulan 21-17.
Memasuki babak kedua, keadaan tidak jauh berbeda. Kejar-mengejar angka masih terjadi. Pi Hongyan sempat unggul 2-0 di awal babak kedua. Namun Julia membalas nya dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2, dan akhirnya unggul hingga kedudukan 5-3. Enam angka berturut-turut yang direbut Pi Hongyan, membuat pemain Prancis ini leading dengan kedudukan 9-5. Julia pun terus berusaha mengejar keteringgalannya, hingga pada akhirnya Julia unggul tipis 11-10, di pertengahan babak kedua. Setelah break, Pi Hongyan menyamakan kedudukan menjadi 11-11, dan akhirnya memperoleh 5 angka beruntun, yang membuat dia unggul menjadi 16-12. Julia berusaha memperkecil ketertinggalan, namun Pi Hongyan bermain lebih baik, hingga akhirnya set kedua ditutup dengan kemenangan Pi Hongyan dengan kedudukan 21-15. Pertandingan rubber set pun akhirnya harus dilakukan.

Di babak ketiga, kedua pemain terlihat masih memperlihatkan permainan terbaiknya. Pi Hongyan unggul terlebih dahulu 3-0, di awal babak ketiga. Enam angka yang diperoleh Julia, membuat pemain Malaysia ini unggul menjadi 7-4. Kejar-mengejar angka pun tak terhindarkan, hingga kedudukan imbang 8-8. Namun, Pi Hongyan sepertinya bermain lebih baik, hingga pertengahan babak kedua dan setelah break, Pi Hongyan jauh meninggalkan Julia, dengan kedudukan 13-9. Julia masih terus berusaha untuk mengajar ketertinggalan, namun, Pi Hongyan yang sudah berada di atas angin, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, dan akhirnya babak ketiga pun ditutup dengan membawa kemenangan buat Pi Hongyan, dengan skor 21-14.

Ganda Putra.

Partai selanjutnya India Open adalah ganda putra. Partai ini mempertemukan unggulan teratas asal Malaysia, Chong Tan Fook-Lee Wan Wah, melawan pasangan Singapura, hendri Kurniawan Saputra-Hendra Wijaya.
Pada babak pertama, pertandingan sebenarnya terlihat sangat tidak seimbang. Pada awal-awal babak pertama, pasangan Tan Fook Wan Wah langsung leading dengan kedudukan 4-1, namun Hendri-Hendra berusaha mengejar, hingga kedudukan 6-5. Namun Tan Fook-Wan Wah sepertinya tidak mau memberikan celah untuk pasangan Hendri-Hendra, hingga akhirnya di pertengahan babak pertama, Tan Fook-Wan Wah unggul 11-6. Setelah break, permainan tidak bayak berubah, dengan perolehan angka buat pasangan Malaysia tersebut, hingga akhirnya babak pertama ditutup Tan Fook-Wan Wah dengan kemenangan 21-9.

Memasuki babak kedua, Hendri-Hendra bermain lebih hati-hati. Terlihat dari perolehan angka yang terus berimbang hingga kedudukan 5-4 untuk keunggulan Tan Fook-Wan Wah. Namun, Tan Fook-Wan Wah kembali menemukan permainan terbaiknya, dan tidak mau kehilangan kesempatan, dan akhirnya, unggul kembali hingga pertengahan babak kedua, dengan skor 11-7. Setelah break, pasangan Malaysia ini terus leading, dan sangat sulit untuk dikejar oleh pasangan Singapura tersebut. Akhirnya, babak kedua pun dimenangkan oleh Chong Tan Fook-Lee Wan Wah, dengan perolehan skor 21-11.

Tunggal Putra.

Partai keempat India Open mempertandingkan partai tunggal putra. Pada partai final ini, mempertemukan jagoan Indonesia, yang diunggulkan ditempat ke-2, Taufik Hidayat, melawan jagoan Malaysia yang merupakan unggulan 10 asal Malaysia, Muhammad Hafiz Hashim.

Pada babak pertama, kedua pemain bermain terlihat sangat hati-hai, dan sering terjadi kejar-mengejar angka. Kedudukan sempat imbang hingga 4-4, Namun Taufik berusaha meninggalkan Hafiz hashim Hingga akhirnya unggul jauh di pertengahan babak pertama dengan skor 11-6. Setelah break, Taufik masih terus memimpin pertandingan, meskipun Hafiz Hashim berusaha untuk memperkecil ketertinggalan. Babak pertama pun akhirnya dimenangkan Oleh taufik dengan kemenangan 21-18.

Memasuki babak kedua, Hafiz Hashim berusaha untuk bermain lebih lepas. Terbukti dengan sempat unngul 4-2. Namun, taufik membalasnya dengan keunggulan menjadi 7-4. Taufik pun terus unggul hingga kedudukan 9-5. Namun Hafiz Hashim berhasil mengejar ketertinggallan dan akhirnya unggul hingga 11-10, di pertengahan babak kedua. Setelah break, kejar-mengejar angka sudah tidak terhindarkan lagi. Kedua pemain yang sudah mempunyai segudang pengalaman ini, akhirnya berada pada skor yang sama, 19-19, sebelum akhirnya, Taufik mengambil 2 poin kritis, dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19.

Ganda Campuran.

Partai terakhir penyelenggaraan India Open adalah partai ganda campuran. Pada partai ini, mempertemukan unggulan 3 asal Indonesia, Flandy Limpele-Vita Marissa, melawan unggulan 2 asal India, Diju V-Jwala Gutta.
Pada babak pertama, kedua pemain bermain sangat apik. Namun, pengalaman bertanding yang tinggi, membuat Flandy Limpele-Vita Marissa unggul dalam permainan. Set pertama pun akhirnya dimenangkan oleh Flandy-Vita, dengan perolehan skor 21-14.

Di set kedua, pertandingan terasa lebih ketat, terbukti, dari awal babak edua sampai akhir babak kedua, kedua pemain terus menerus kejar-mengejar angka. Di babak kedua ini, Flandy-Vita sempat tertinggal di akhir-akhir pertandingan. Namun, dengan segudang pengalaman, akhirnya Flandy-Vita berhasil kembali merebut set kedua, dengan keunggulan 21-17.

India Badminton

Hasil final India Gold Grand Prix:

Tunggal pria

Taufik Hidayat (Indonesia) v Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia): 21-18, 21-19

Tunggal wanita

Pi Hongyan (Prancis) v Wong Julia Pei Xian (Malaysia): 17-21, 21-15, 21-14

Ganda pria

Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Malaysia) Hendri Kurniawan Saputra/Hendra Wijaya (Singapura): 21-9, 21-11

Ganda wanita

Ma Jin/Wang Xiaoli (Tiongkok) v Vita Marissa/Nadya Melati (Indonesia): 21-14, 21-13

Ganda campuran

Flandy Limpele/Vita Marissa (Indonesia) v Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (India): 21-14, 21-17

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: