SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2009
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for March 8th, 2009

Jadwal Final All England 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 8, 2009


Final akan dimulai pukul 19:30 WIB (12:30 GMT). Di Indonesia GlobalTV akan menyiarkan secara langsung. Berikut urutan pertandingan:

1. Ganda campuran : He Han Bin/Yu Yang vs Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun

2. Tunggal Putra : Lin Dan vs Lee Chong Wei

3. Ganda Putri : Cheng Shu/Zhao Yunlei vs Zhang Yawen/Zhao Tingting

4. Tunggal Putri: Tine Rasmussen vs Wang Yihan

5. Ganda Putra: Han Sang Hoon/Hwan Ji Man vs Cai Yun/Fu Hai Feng

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Atik Jauhari Susun rencana menjelang pensiun

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 8, 2009


Sigit Purnomo
Produser BBC Siaran Indonesia

Ditemui di National Indoor Arena Birmingham disela-sela perhelatan kejuaraan All England Atik Jauhari memakai jaket berwarna merah, tapi di belakangnya bukan bertuliskan Indonesia, melainkan India.

Dengan logat Sunda yang masih kentara, Atik bercerita kalau sejak 19 Agustus 2008 dia melatih tim nasional India.

”Persatuan bulutangkis India memang secara khusus meminta saya untuk melatih pemain mereka” ujar Atik.

”Kebetulan saat itu kontrak saya dengan Thailand juga sudah berakhir, jadi saya terima tawaran India itu” tambah Atik.

Atik melatih Thailand pada periode 2006-2008. Dan, sebelum itu, lelaki yang kini berusia 59 tahun itu juga pernah melatih tim nasional Swedia.

”Tapi disela-sela itu saya juga pernah kembali menangani pemain di Cipayung sekitar tahun 2004 hingga 2006,” tambah Atik.

”Totalnya sekitar 27 tahun saya melatih pebulutangkis nasional Indonesia, pemain-pemain seperti Liem Swie King, Icuk Sugiarto sampai Ricky/Rexy dan Chandra/Tony itu, saya yang ikut menangani,” ceritanya.

”Sebagai pelatih yang sudah banyak menelurkan banyak pemain dunia tentu menjadi tantangan bagi saya untuk bisa membagi ilmu terutama bagi negara lain yang membutuhkan,” kata Atik saat mengenai keputusan pertanyaan mengenai kenapa dia mau melatih India.

Selain itu menurut Atik, faktor lain yang menjadi pertimbangannya alasan dia bersedia melatih India adalah kelengkapan sumber daya di negara itu.

”India cukup menjanjikan dari sisi pemain dengan kualitas yang lumayan dan mereka juga memiliki fasilitas yang bagus,” kata Atik yang sambil tertawa ia menambahkan ”nilai kontrak yang mereka tawarkan juga bagus”, tapi dia enggan menyebutkan seberapa besar nominal yang dia terima dari Pengurus Bulutangkis India.

Ketika ditanya mengenai seperti apa kualitas pemain India, Atik menjawabnya dengan mengatakan kualitas pemain India masih kalah jauh dari Indonesia

”Jangan dibandingkan dengan kualitas pebulutangkis Indonesia, perlu diketahui kalau di India orang yang mau menjadi atlit bulutangkis berasal dari kalangan menengah ke atas, beda dengan Indonesia, jadi penanganannya juga beda,” tuturnya.

”Tapi India saat ini memiliki pemain potensial, seperti tunggal putri Saina Nehwal yang bisa mencapai babak perempatfinal Olimpiade Beijing, dan di sektor putra ada Chetan Anand yang kini masuk dalam top 15,” katanya.

Target medali

Atik mangaku sistem pelatihan yang diterapkannya di India tidak jauh berbeda dengan pola yang dia lakukan semasa melatih di Indonesia.

Oleh Persatuan Bulutangkis India Atik Jauhari dikontrak dua tahun setengah dan ditargetkan membawa tim bulutangkis negara itu menjadi juara umum cabang olahraga ini di ajang Commonwealth Games 2010 nanti.

”Setidaknya merebut 4 medali emas di ajang itu,” kata Atik.

Menurut Atik secara pribadi dia memiliki target sendiri, yaitu membawa tunggal putra India Chetan Anand sebagi pemain kelas dunia dengan target mencapai peringkat 5 dunia.

Menanggapi pertanyaan apakah kontraknya akan diperpanjang jika target itu dicapai, dengan lugas Atik menjawab akan menolaknya.

”Saya akan menolaknya, setelah ini saya akan pensiun sebagai pelatih tim nasional, di rumah saya ada lapangan bulutangkis, saya akan melatih disana mencari bibit baru di daerah,” tambahnya.

Menurut Atik, menjadi pelatih di luar negeri bagi saya seperti mendapat tugas sebagai duta negara, kami orang Indonesia yang sekarang melatih di luar negeri tetap memiliki rasa nasionalisme dan mengedepankan Indonesia.

”Tapi, tentunya tetap menjunjung tinggi profesionalisme sebagi pelatih yang dikontrak oleh negara asing dengan menjadikan pebulutangkis negara itu menjadi lebih baik, dan jika itu tercapai tentunya menjadi hal yang membanggakan,” jelas Atik ketika ditanya mengenai apakah bangga menjadi pelatih Indonesia di luar negeri.

(Sumber: BBCIndonesia.com)

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Result Semifinal All England 2009 : Wakil Indonesia tak bersisa

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 8, 2009


All England sudah memasuki babak semifinal, dan selangkah lagi All England 2009, akan segera berakhir. Di babak semifinal ini, banyak sekali terjadi pertandingan-pertandingan seru yang disuguhkan pemain-pemain kelas dunia. Berikut liputan singkat All England 2009, dan kegagalan Indonesia, untuk masuk final All England 2009.
Tunggal Putra.
Di bagian tunggal putra, satu-satunya harapn Indonesia untuk melaju ke babak final, Taufik Hidayat, akhirnya harus puas hanya sampai semifinal. Taufik di babak semifinal dikalahkan unggulan utama asal Malaysia, Lee Chong Wei 2 set langsung, 21-8, 21-13. Kekalahan ini melengkapi kegagalan Indonesia di ajang paling bergengsi ini.
Sementara itu, yang akan menjaadi lawan Lee Chong Wei di partai puncak adalah pemegang medali emas Olimpiade Beijing, Lin Dan. Lin Dan berhasil mengalahkan rekannya sesama pemain China, Chen Jin, dengan skor 21-12, 11-6(retired). Pertemuan ini adalah ulangan dari final Olimpiade Beijing, dan pasti akan menarik tentunya.
Tunggl Putri
Di bagian tunggal putri, harapan All Chinese final gagal terwujud. Unggulan utama asal Denmark, Tine Rasmussen, harus susah payah melaju ke bbak final, setelah di semifinal menhadapi perlawanan yang sangat sengit dari pemain China, Jiang Yanjiao, dengan skor 22-24, 25-23, 21-15. Hampir saja Tine Rasmussen mengubur impiannya untuk melaju ke final, setelah di babak kedua tertinggal jauh atas Jiang. Namun, dengan pengalaman dan ketenangan, akhirnya Tine berhasil membalik keadaan, sehingga dapat memenangi pertandingan dengan memakan waktu yang sangat lama, dan sangat melelahkan.
Di babak final Tine akan menghadapi pemain masa depan China, Wang Yihan. Wang Yihan masih terlalu tangguh bagi pemain Denmark, Nanna Brosolat Jensen. Wang Yihan unggul 2 set langsung, 21-11, 21-7 atas Nanna Brosolat Jensen.
Ganda Putra
Di bagian ganda putra, 2 wakil Korea harus saling berhadapan di babak semifinal. Mereka adalah Lee Yong Dae-Shin Baek Cheol melawan seniornya Han Sang Hoon-Hwang Ji Man. Semula diprediksi permainan ini akan sangat menarik. Namun pertandingan ini tidak selama yang dibayangkan, karena akhirnya pasangan Han Sang Hoon-Hwang Ji Man berhasil mengatasi permainan Lee Yong Dae-Shin Baek Cheol, dengan skor 2 set langsung, 21-17, 21-18.
Di partai puncak nanti, Han Sang Hoon-Hwang Ji Man akan berjumpa dengan pasangan China, peraih Perak Olimpiade Beijing, Cai Yun-Fu Haifeng. Cai-Fu menang atas pasangan Denmark, Mathias Boe-Carsten Mogensen, 2 set langsung, 23-21, 21-14.
Ganda Putri.
Di bagian ganda putri, terjadi All Chinese final. Tiga dari 4 pasangan yang berlaga di partai final adalah pemain China. Hanya pasangan Ha Jung Eun-Kim Min Jung yang bukan berasal dari China. Ha Jung Eun-Kim Min Jung berhadpan dengan juara German Open 2009, Cheng Shu-Zhao Yunlei. Akhirnya pasangan China ini berhasil mengalahkan pasangan Korea, dengan skor 3 set, 21-23, 21-15, 21-17.
Di babak selanjutnya, pasangan Cheng Shu-Zhao Yunlei berhadapan dengan seniornya, sesame pemain China, Zhang Yawen-Zhao Tingting. Zhang-Zhao melangkah ke final, stelah menumbangkan peraih emas Olimpiade Beijing, Du Jing-Yu Yang, dengan pertrungan ketat 3 set, 16-21, 21-16, 21-16. Sehingga dari sektor ganda putri, China dipastikan sudah memboyong satu gelar.
Ganda Campuran.
Di bagian ganda campuran, pasangan China He Hanbin-Yu Yang berhasil melangkah ke final, setelah mengalahkan pasangan campuran Indonesia-Rusia Flandy Limpele-Anastasia Russkikh, 2 set langsung, 21-12, 21-14. Pertarungan ini relatif mudah bagi pasangan China tersebut.
Di babak final, pasangan China tersebt akan berjumpa pemain Korea, yang mengikuti All England dari babak kualifikasi, Ko Sung Hyun-Ha Jung Eun. Pasangan ini menggagalkan terjadinya all Chinese final, setelah di semifinal mengalahkan pasangan Zheng Bo-Ma Jin, dengan skor 3 set yang sangat ketat, 20-22, 24-22, 21-12. Pertarungan di partai final ini tentunya akan sangat menarik, karena pasangan Korea tersebut sudah menumbangkan pemain-pemain unggulan, seperti unggulan 4 Anthony Clark-Donna Kellogg (Inggris), dan unggulan 8, Sudket Prapakamol-Saralee Thoungthongkam (Thailand).

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

TAUFIK TERHENTI DI SEMIFINAL ALL ENGLAND

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 8, 2009


Birmingham, 8/3 (Sports.Roll) – Langkah Taufik Hidayat terhenti di semifinal kejuaraan All England setelah dikalahkan pemain Malaysia Lee Chong Wei, unggulan pertama di National Indoor Arena, Birmingham, Sabtu siang.

Dalam pertandingan yang mencekam dan dukungan dari para penonton sebagian besar masyarakat Inggris dan juga pelajar Indonesia tergabung dalam PPIM Birmingham Taufik kalah 8-21, 13-21

Kepada korespoden Antara London, Taufik mengatakan bahwa ia telah berusaha maksimal untuk bisa memenangkan pertandingan namun akhirnya Tuhan yang menentukan.

Saat melawan Chong Wei, Taufik mengaku sulit untuk mengikuti permainan lawannya yang bermain sangat lamban.

Mengenai stamina fisiknya Taufik mengakui bahwa tenaganya kemarin habis terkuras saat bertanding di perempat final dan menang melawan Peter Gade dengan 21-17, 21-18.

Namun ia merasa bersyukur bisa melaju hingga semifinal, bila dibandingkan dengan pemain lainnya, untuk itu ia akan terus bertanding.

“Tahun depan saya akan coba lagi,” ujar Taufik seraya menambahkan bahwa ia perlu waktu untuk latihan fisik.

Taufik mengatkaan, sebagai juara Olimpiade 2004, ia tidak akan menyerah dan akan tetap bermain bulutangkis.

Usai All England, katanya, ia akan bertanding di Swiss Open dan setelah itu melakukan latihan fisik guna meningkatkan stamina dan pemulihan dari cidera

Pelatih Taufik, Mulyo Handoyo mengakui bahwa Taufik kalah stamina dari Chong Wei yang usianya jauh lebih muda.

Sementara itu pelatih Chong Wei, Misbun Sidek mengatakan bahwa dari empat semifinalis semua bagus, hanya yang siaplah yang akan menjadi juara.

Pemain Indonesia lain di perempat final adalah pasangan gado-gado Flandy Limpele dan Anastasia Russkikh dipaksa mengakui keunggulan pasangan China Hanbin He/Yang Yu dengan 21-12 , 21-14.

Pada pertandingan perempatfinal lainnya pemain Denmark Tina Rasmussen, unggulan pertama, berhasil mengalahkan pemain China Jiang Yanjiao dengan 22-24,25-23 dan 21-15. (U-ZG)

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Chen clings to All-England badminton title hopes after controversial win

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 8, 2009


BIRMINGHAM, England (AFP) – Chen Jin clung to his All-England title by the width of a net tape and amidst a storm of booing during a controversial finish to his quarter-final in the All-England Open on Friday.

It looked as though his unseeded Japanese opponent, Sho Sasaki, had come back from a five-point final game deficit to 20-20 when he leapt forward and dismissed a tight net shot from Chen with a lunging kill.

But the third-seeded Chinese player stood and pointed, objecting that there had been a foul, and umpire Mike Wright of New Zealand, after an agonising pause, and a slow gesture, agreed, calling the match to Chen by 14-21, 21-13, 21-19.

Sasaki was stunned, dropped his racquet and complained while Chen shook hands with all the officials.

This brought noisy hoots from the crowd and for a while it looked as though a major incident might blow up, as Chen had completed his formalities and began to make his way towards his kitbag.

But at the last moment, Sasaki got over his frustration, completed his circles of frenzied walking, and shook hands with the champion, and the umpire.

“His racquet definitely touched the net,” said Chen. “Though it wasn’t his fault. It was my game and I am happy to take the point. Just as long as I won it doesn’t matter to me how it happens.”

Earlier, Chen had been in trouble when he went a game and 7-12 down, but suddenly he achieved a better mixture of defence and attack and began coaxing errors from the nimble, patient Sasaki.

Chen was later joined in the semi-finals by Taufik Hidayat, the former Olympic and world champion who reached the All-England final when he was only 17 but in ten years since has never won it.

The controversial Indonesian was trailing by two points in both games against Peter Gade, the former world number one from Denmark, but raised his game brilliantly when it most mattered to secure a 21-17, 21-18 win.

Taufik now plays Lee Chong Wei, the world number one from Malaysia, who conceded only 18 points in beating Ville Lang of Finland, while Chen’s title defence took him to a semi-final with Lin Dan, the Olympic champion.

Chen looked superb as he crushed Joachim Persson, the sixth-seeded Dane, and the only remaining European, by 21-13, 21-6, and then suggested he would be happy to coach any promising European youngsters if they were to come to Beijing.

Two Danes and two Chinese, however, have reached the women’s singles semi-finals, which may be more to the taste of a predominantly European crowd.

Titleholder Tine Rasmussen let slip a frightening seven match points in a row from 20-9 in the final game but still beat Yip Pui Yin of Hongkong 21-17, 18-21, 21-16, thus earning a match with Jiang Yanjiao, one of three surprise survivors.

And in the other semi, Nanna Brosolat, who has progressed further than any previous women’s singles qualifier, plays Wang Yihan, the rising young world number 17.

Wang had already beaten one compatriot who is a former All-England champion, Zhou Mi, and now beat another, Xie Xingfang, 21-9, 21-13.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

UPDATE – HASIL KEJUARAAN BULUTANGKIS ALL ENGLAND

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 8, 2009


Birmingham, 7/3 (Sports.Roll) – Berikut hasil pertandingan kejuaraan bulutangkis All England di Birmingham, Inggris, Sabtu WIB (tanda “x” menyatakan unggulan):

Perempat-final tunggal putra: – Taufik Hidayat (INDONESIA x7) vs Peter Gade (Denmark x4) 21-17, 21-18 – Chen Jin (China x3) vs Sho Sasaki (Jepang) 14-21, 21-13, 21-19 – Lee Chong Wei (Malaysia x1) vs Ville Lang (Finlandia) 21-19, 21-9 – Lin Dan (China x2) vs Joachim Persson (Denmark x6) 21-13, 21-6

Perempat-final tunggal putri: – Jiang Yanjiao (China) vs Lu Lan (China x3) 21-18, 22-20 – Nanna Brosolat (Denmark) vs Wong Pei Xian (Malaysia) 21-16, 21-16 – Tine Rasmussen (Denmark x1) vs Yip Pui Yin (Hongkong) 21-17, 18-21, 21-16 – Wang Yihan (China) vs Xie Xingfang (China x5) 21-9, 21-13

Ganda putra: – Cai Yun/Fu Haifeng (China x7) vs Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark x2) 21-17, 21-16 – Lee Dong Dae/Shin Baek Choel (Korsel x6) vs Mohammad Ahsan/Bona

Septano (INDONESIA) 17-21, 21-15, 21-14 – Han Sang Hoon/Hwang Ji Man (Korsel) vs Mohammed Abdul Latif/Mohammed Tazari (Malaysia x4) 21-9, 22-20 – Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark x5) vs Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia x3) 21-7, 21-17

Ganda putri: – Du Jing/Yu Yang (China x4) vs Jenny Wallwork/Gabby White (Inggris) 21-6, 21-8 – Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won (Korsel x3) vs Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korsel x5) w/o – Cheng Shu/Zhao Yunlei (China) vs Chen Wen Hsing/Chien Yu Chin

(Taiwan x1) 16-21, 21-15, 21-11 – Zhang Yawen/Zhao Tingting (China x7) vs Pan Pan/Tian Qing (China) 21-17, 21-18

Ganda campuran: – Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun (Korsel) vs Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris x6) 16-21, 21-15, 21-11 – Flandy Limpele (INDONESIA)/Anastasis Russkikh (Rusia) vs Nova Widianto/Lilyana Natsir (INDONESIA x1) 21-13, 21-23, 21-16 – Zheng Bo/Ma Jin (China) vs Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korsel x2)

13-21, 21-18, 21-18 – He Hanbin/Yu Yang (China x3) vs Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (INDONESIA) 21-14, 21-8

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

TAUFIK MELAJU KE SEMIFINAL ALL ENGLAND

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 8, 2009


Birmingham, 7/3 (Sports.Roll) – Unggulan ketujuh Taufik Hidayat melaju ke semifinal kejuaraan All England setelah mengalahkan unggulan keempat Peter Gade 21-17, 21-18, pada perempatfinal yang berlangsung di National Indoor Arena, Birmingham, Jumat malam waktu setempat (Sabtu dinihari WIB).

Setelah dipaksa bermain tiga game pada dua babak sebelumnya, pada babak delapan besar itu Taufik berhasil membukukan kemenangan straight game untuk memperbaiki rekor pertemuannya dengan Gade menjadi 6-6 dalam pertemuan ke-12 mereka.

Pertemuan antara Taufik dan Gade itu merupakan pertandingan ulangan final All England 10 tahun lalu saat Taufik harus mengakui keunggulan pemain Denmark yang lebih tua lima tahun. Pada final All England 1999, Taufik harus mengakui keunggulan ayah dua putri yang berhasil menang 15-11, 7-15, 15-10.

Bermain ketat sejak awal pertandingan, Taufik yang mendapat dukungan penuh dari para penonton dan juga masyarakat Indonesia serta para pelajar yang tergabung dalam PPIM Birmingham, menghasilkan 21 angka melalui smesnya dibanding lawannya yang menghasilkan 12, untuk meraih kemenangan dalam waktu 46 menit.

Kepada koresponden ANTARA London, usai pertandingan Taufik mengatakan sudah menjadi obsesinya untuk bisa mengalahkan Peter Gade.

“Saya bersyukur akhirnya bisa menang melawan Peter,” ujar Taufik yang mengatakan kalah menang dalam satu pertandingan merupakan hal yang biasa.

“Sudah menjadi target saya untuk bisa menjadi juara di All England,” tambah Taufik yang pada semifinal turnamen berhadiah total 200.000 dolar itu akan bertanding melawan unggulan pertama Lee Chong Wei dari Malaysia yang hanya membutuhkan waktu 26 menit untuk meraih kemenangan mudah 21-9, 21-9 atas lawannya Ville Lang dari Finlandia.

Lang maju ke babak delapan besar dengan kemenangan tanpa tanding menyusul pengunduran diri pemain Indonesia Sony Dwi Kuncoro karena sakit punggung.

Taufik mengakui belum mempunyai strategi khusus untuk menghadapi Lee Chong Wei yang sudah sering dihadapinya dalam berbagai turnamen.

“Tentunya strateginya harus beda saat menghadapi Peter dan Chong Wei karena Chong Wei lebih muda,” kata Taufik yang akan berkonsultasi dulu dengan palatihnya Mulyo Handoyo.

Menurut Taufik, sebagai satu satunya pemain tunggal putra Indonesia yang tersisa ia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik karena meskipun ia bukan lagi pemain Pelatnas, namun ia tetap membawa nama Indonesia.

Pelatih Taufik, Mulyo Handoyo mengatakan saat menghadapi Gade, Taufik sempat kurang yakin, “semoga itu tidak akan terjadi pada saat menghadapi Lee Chong Wei”.

Bona/Ahsan tersingking

Sementara itu, satu-satunya ganda putra Indonesia yang tersisa, pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan gagal mempertahankan keunggulan mereka pada game pertama untuk mengalahkan unggulan keenam dari Korea Lee Yong Dae/Shin Baek Cheol.

Sempat memimpin di awal game kedua, Bona/Ahsan bermain ketat pada pertengahan game tersebut sebelum tertinggal saat ganda Korea yang pekan lalu menjuarai Jerman Terbuka itu mengumpulkan enam angka beruntun sebelum menyudahinya dengan kemenangan 21-15.

Situasi berbalik pada game ketiga saat pasangan Indonesia terus tertinggal setelah berhasil menyamakan kedudukan 6-6 hingga menyerah pada kedudukan 14-21. Pasangan Indonesia kalah 21-17, 15-21, 14-21 setelah bertanding selama 52 menit.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: