SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2009
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for March 13th, 2009

Fairuzizuan-Zakry’s world top four hopes dashed

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


PETALING JAYA: The hopes of men’s doubles pair Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Latif to break into the top four of the world rankings were dashed with a first-round exit in the Swiss Open in Basel on Wednesday.

The current world No. 5 had only themselves to blame for throwing away a chance to beat Shuichi Sakamoto-Shintaro Ikeda. The fourth seeded Malaysians won the first game 21-14 but the Japanese came back to carved out a 21-19, 21-9 win in 52 minutes.

Sakamoto-Ikeda, who were bronze medallists in the 2007 World Championships, will play against England’s Robert Blair-Chris Adcock for a place in the quarter-finals.

Fairuzizuan-Zakry, who were semi-finalists at the Swiss Open last year, look set to tumble out of the top five bracket as they have no more tournaments to look forward to for the next few weeks to rake in world ranking points.

The pair, who bowed out in the quarter-finals of the All-England in Birmingham last week, will not feature in the India Open at the end of the month and Asian Championships in South Korea early next month.

Their performance against the Japanese in Basel, especially the inept display in the rubber game, did not go down well with national doubles chief coach Rexy Mainaky.

“They were leading halfway through the second game but lost their focus after that to allow their opponents to pick up easy points,” said Rexy.

“The problem with this pair is their difficulty to get back in once their opponents break their rhythm. They start to lose confidence and throw away points.”

Rexy added that he would get to the root of what is troubling his charges when they return home.

“Fairuz is playing well in the mixed doubles and I don’t understand why his (Men’s doubles) combination (with Zakry) is not working out well,” he said.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Wilson Badminton Swiss Open 2009 Nova/Lilyana dan Shendy/Meiliana Melaju

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


Oleh: Sudarnianto Bin Mat Sarjo
Langsung dari Basel, Swiss

(Bulutangkis.com) – Pasangan nomor satu dunia Nova Widianto/Lilyana Natsir yang merupakan unggulan satu masih perkasa. Dengan pertarungan yang sangat seru berhasil menaklukkan pasangan ganda campuran Korea Selatan Sung Hyun Ko/Jung Eun Ha dengan skor 21-17, 12-21, 21-12.

Nova/Lilyana telah mengeluarkan sekuat tenaga untuk mengantongi babak perempat final. Lapangan nomor 3 dimana mereka bermain, menjadi tontonan utama. Permainan pemain ganda campuran nomor satu dunia tersebut sangat alot dan kadang kendur. Penempatan bola-bola dari team Korea sering merepotkan Nova/ Lilyana dan menambah angka team Korea. Pada set pertama, Nova/Liliyana unggul tipis 21-17. Sedang pil pahit kekalahan telak 12-21 harus ditelan pada set kedua. Kepahitan pada set kedua tersebut ditularkan kepada team Korea yang kalah dengan angka 21-12. Suatu kekalahan dengan angka yang adil.

Besok siang jam 15.40 (waktu Basel), mereka ditantang pasangan China, Bo Zheng/ Jin Ma. Lawan ini tidak bisa dianggap remeh karena mereka telah meremukkan team unggulan ke 5 dari Denmark, Thomas Laybourn/ Kamilla Rytter Juhl.

Keberhasilan Nova Widianto/ Lilyana Natsir juga dialami oleh pasangan ganda putri yang baru masuk pelatnas asal PB Djarum Shendy Puspa Irawati/ Meiliana Jauhari yang mengalahkan ganda putri Korea Selatan Jang Ye Na/ Kim Mi Young dua set langsung dengan skor 23-21 dan 21-11.

Shendy/ Meiliana yang merupakan atlit asal klub Djarum ini benar-benar punya masa depan yang bagus, asal bebas dari cidera dan diberi kesempatan untuk bertanding di kelas Super Series. Pada pertandingan kali ini Shendy/ Meiliana sangat tertekan pada set pertama dan merih kemenangan angka tipis. Setelah pengarahan dari sang pelatih, pada set kedua mereka mampu menekan lawan dan berhasil dengan angka yang telak 21-11.

Sebelumya, mereka sering ikutan kelas Grand Prix. Dari pengalaman tersebut, mereka berdua menjadi pasangan yang sangat bertaji. Gaya mereka yang khas dan bagus dalam bertahan, sering membuat lawan patah semangat karena kesenangan Shendy/ Meiliana mengajak bermain rally.

Pasangan muda dalam dunia Super Series ini akan ditantang pasangan Korea Selatan Lee Hye Jung/ Lee Kyung Won yang merupakan unggulan nomor 3. Tentunya perlawanan yang cukup berat dari team Korea ini akan menguras segala kemampuan mereka. Moga-moga Shendy/ Meiliana bisa membuat kejutan

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Wilson Badminton Swiss Open 2009 Kubu Indonesia Berguguran, Taufik Jadi Primadona

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


(Bulutangkis.com) – Harapan Devin Lahardi Fitriawan/ Lita Nurlita yang merupakan ganda pertama Indonesia yang memulai pertandingan punah. Permainan yang sangat ulet terlihat pada set kedua. Seakan tidak mau mengulangi kesalahan pada set pertama yang tertinggal 21-15, mereka mencoba untuk mengurangi kesalahan sendiri.

Pertarungan sangat ketat dan set kedua ditutup oleh team China dengan angka ketat 22-20 akibat pengembalian bola tipis Lita yang kembali kelapangannya. Setelah pertandingan, Lita duduk di samping meja wartawan yang bersebalahan dengan saya. Dengan suara yang lembut, ramah dan berahabat itu, dia masih gregetan dengan kekalahan tipis tersebut. Padahal kedua pasangan sudah bisa mengimbangi permainan lawan. Nasi sudah menjadi bubur. Semoga pertandingan hari ini (Kamis, red) akan memberi arti untuk kedepan.

Joko Riyadi/ Candra Wijaya juga tidak luput dari kekalahan atas pemain Malaysia Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong juga dengan dua set langsung. Rally-rally yang mengagumkan terjadi dan penonton sangat terhibur dibuatnya. Seperti terkomando dengan apik, bola-bola pasangan Malaysia banyak diarahkan ke Joko Riyadi. Candra Wijaya terlihat sangat menikmati permainan meskipun harus takluk ditangan Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong dengan skor terakhir 21-17 dan 21-16.

Kekalahan teman satu group yang tinggal di hotel yang sama Joko Riyadi/ Candra Gunawan melimbas ke pasangan Alvent Yulianto Candra/ Hendra Aprida Gunawan dengan rubber set melawan pasangan baru Korea yaitu Yong Dae Lee/ Baek Choel Shin. Alvent/ Hendra sempat unggul pada set pertama dengan angka 21-18. Sedang pada set kedua dan ketiga, pasangan Indonesia tersebut tunduk dari team Malaysia.

Suhu kekalahan merambat juga pada pasangan ganda wanita Nitya Khrishinda Maheswari/ Greysia Polii atas pasangan unggulan 6 dari Denmark Lena Frier Kristiansen/ Kamila Rytter Juhl dengan 2 set langsung 21-14, 21-17.

Taufik Hidayat primadona

Siapa sih yang tidak tahu Taufik Hidayat? Itulah jawaban yang saya peroleh dari beberapa penonton dan juga teman-teman wartawan dari media lain. Kejadian tahun lalu terlihat saat Taufik bermain di St.Jakobshalle, yaitu penuhnya pengunjung dan tepukan tangan, serta kata kagum yang terucap dari penonton.

Kedatangan Taufik masih sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Eropa dan Swiss pada khususnya. Mereka menilai bahwa Taufik adalah pemain yang punya karakter dan gaya istimewa. Gayanya yang kalem dan berkharisma di mata masyarakat Eropa.

Unggul 21-19 pada set pertama melawan tunggal putra asal China Gong Weijie. Kekalahan Taufik pada set kedua dengan angka tipis 18-21, berhasil dibayar di set ketiga dengan kemenangan yang cukup telak untuk pemain sekelasnya dengan skor 21-14. Sebagai unggulan tujuh pada kejuaraan ini permainan Taufik sepertinya suatu taktik adu fisik belaka. Akhir-akhir ini Taufik Hidayat sering sekali menang pada permainan rubber set. Taufik seakan ingin menguras tenaga lawannya dengan taktik tersebut.

Taufik masih bertaji dan benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Semoga besok Taufik berjaya lagi melawan musuh bebuyutan Lee Chong Wei yang berhasil menaklukkan tunggal putra asal Thailand Boonsak Ponsana dengan skor 21-8, 21-15.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Wilson Badminton Swiss Open 2009 Sirna Harapan Tuan Rumah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


(Bulutangkis.com) – Pada hari Kamis, (12/03/09) Waktu Basel hanya disediakan 3 lapangan dan pertandingan pertama yang saya tonton adalah pasangan Agung Ruhanda/ Cynthia Tuwankotta melawan pemain unggulan nomor 8 dari China Xie Zhongbo/ Zhang Yawen.

Meski kalah cukup jauh pada set pertama, pasangan Swiss asal Indonesia itu benar-benar menunjukkan kebolehannya. Cynthia dengan cekatan mengambil bola dengan sambaran tangan melintir tubuh berkali-kali mencoba mengembalikan smash-smash keras team China.

Hasil bertahan yang sangat bagus tersebut menghasilkan angka dan tentunya menjadi tontonan yang sangat menarik. Pada set kedua, pasangan yang membela Swiss tersebut seakan mengharapkan terjadi rubber set, akan tetapi harapan itu sirna saat team China menggempur dan menyudahinya dengan angka 21-17. Suatu perlawanan team tuan rumah yang gigih.

Sisa team gado-gado Swiss/ Polandia yaitu Corinne Joerg/ Aleksandra Walaszek harus tersungkur dalam-dalam setelah pasangan Korea Jung Eun Ha/ Min Jung Kim berhasil menggundulinya dengan sangat mudah dan waktu yang sangat cepat. Tim gado-gado tersebut kalah telak 2 set langsung dengan waktu 19 menit. Sirna sudah harapan tuan rumah

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Gelar bagi PB Djarum : Berry/ Ulin Lanjutkan Gelar Di Jerman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


Setelah berhasil meraih gelar juara ganda putra pada 1 Maret 2009 lalu di Dutch Junior 2009, Harleem, Belanda, prestasi yang sama kembali dilanjutkan pasangan ganda putra ini di German Junior 2009, Berlin, Jerman. Turnamen yang dimulai dari tanggal 5 Maret sampai 8 Maret 2009 ini mengakhiri pertandingan final setelah mengandaskan pasangan yang sama seperti pada final Ducth Junior 2009 minggu lalu, yakni pasangan gado- gado Perancis/ Irlandia unggulan 5/8, Sylvian Grosjean/ Sam Magee dengan skor 21-16, 21-10.

Berbeda pada saat di Belanda dimana Berry/ Muhammad Ulinnuha ditempatkan sebagai pemain non unggulan, maka pada saat turnamen di Jerman kali ini, mereka menempati posisi unggulan 3/4. Nomor lainnya yang berhasil menempatkan pemain- pemain PB Djarum di pertandingan babak final adalah ganda campuran yang kembali diwakili oleh Muhammad Ulinnuha/ Jenna Gozali, namun disayangkan gelar juara seperti yang diraih di Belanda minggu lalu gagal dilanjutkan di turnamen ini sehingga harus puas mendapat posisi sebagai runner up, setelah dikandaskan pasangan ganda campuran asal Korea Selatan Ji Wook Kang/ Hye In Choi, 20-22, 17-21.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Wilson Swiss Open 2009 : He Hanbin/Yu Yang Terlalu Tangguh bagi Devin/Lita

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


Jakarta (ANTARA News) – Unggulan ketiga He Hanbin/Yu Yang yang baru saja menjuarai All England, masih terlalu tangguh bagi pasangan Devin Lahardi/Lita Nurlita yang untuk keduakalinya berturut-turut gagal mengatasi pasangan China itu saat bertemu di babak 16 besar Swiss Terbuka.

Dalam pertandingan yang digelar di St. Jakobshalle, Basel, Kamis, Devin/Lita menyerah dua game langsung 15-21, 20-21 kepada pasangan peringkat dua dunia tersebut.

Salah seorang pelatih yang mendampingi pemain ke Swiss, Aryono Miranat mengatakan, meski penampilan pasangan juara Taiwan Terbuka 2008 itu lebih baik dibanding pekan lalu di All England, namun pertahanan Devin/Lita masih kurang bagus.

“Pengembalian servis juga kurang baik, sedangkan serangan baru pada saat-saat akhir mendapat poin, jadi konsistensi, konsentrasi juga masih kurang,” katanya.

Pekan lalu Devin/Lita disingkirkan oleh pasangan yang sama di perempatfinal All England dengan skor 21-14, 21-8.

Dalam lima turnamen Super Series yang mereka ikuti sejak menjadi juara di Grand Prix Taiwan, pasangan peringkat 17 dunia itu belum pernah mencapai lebih dari perempat final yang diraihnya di Prancis dan All England.

Selain Devin/Lita, pemain pelatnas yang akan bertanding pada babak 16 besar adalah unggulan pertama ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir, dan dua ganda putri, unggulan delapan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari dan Greysia Polii/Nitya Krishinda.

Sedang dari luar pelatnas, terdapat pemain tunggal putra Taufik Hidayat, pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG serta Candra Wijaya/Joko Riyadi.(*)

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Chong Wei, Taufik to spice things up at Indian Open

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


PETALING JAYA: The presence of world No. 1 Lee Chong Wei and former Olympic champion Taufik Hidayat will spice things up in the Indian Open, which will be held in Hyderabad from March 24-29.

The Open will be a rehearsal of sorts for the organisers before they stage the World Championships in August.

Barring any upsets, top seed Chong Wei should renew his rivalry with the Indonesian star in the final.

Chong Wei has a first-round match against Asian junior champion Chen Long of China.

And either Mohd Hafiz Hashim and Chong Wei Feng could set up an all-Malaysian semi-final against Chong Wei. But the duo have tough hurdles to clear in the third round. Wei Feng and Hafiz are projected to play against third seeded Indian Chetan Anand and fifth seeded Indonesian Andre Kurniawan Tedjono respectively.

Back-up player Liew Daren will probably have to overcome former national players Lee Tsuen Seng and Roslin Hashim to reach the quarter-finals.

It is a lofty task for Mohd Arif Abdul Latif to advance far as he has Taufik in his path in the second round.

Top Malaysian women’s singles player Wong Mew Choo is making a return to competition after a three-month break to recover from knee and ankle injuries. She is the third seed and has sixth seed Yu Hirayama of Japan in her quarter.

If Mew Choo reaches the semi-final, she should be facing top seed Pi Hongyan of France.

Also expected to face their toughest challenge from the quarter-finals are elite back-up players Julia Wong and Lydia Cheah.

National No. 2 Julia is slated to meet world junior champion and second seed Saina Nehwal of India while Lydia could be up against Indonesia’s Olympic bronze medallist Maria Kristin Yulianti.

The senior men’s pairs of Koo Kien Keat-Tan Boon Heong and Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Latif are not competing in the India Open. But Malaysia have the top two seeds in the former national pairs of Choong Tan Fook-Lee Wan Wah and Chan Chong Ming-Chew Choon Eng.

Doubles coach Rexy Mainaky has opted to field five national back-up pairs – Mohd Lufti Zaim Abdul Khalid-Teo Kok Siang, Hoon Thien How-Lin Woon Fui, Tan Wee Kiong-Mak Hee Chun, Goh Wei Shem-Ong Jian Guo and Khoo Chung Chiat-Ong Soon Hock.

The challenge will be for them to hold their turf against the likes of their senior Malaysian counterparts and the scratch Indonesian pair of Candra Wijaya-Joko Riyadi.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Empat Pemain Hengkang dari Pelatda Bulu Tangkis Jatim

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


SURABAYA – Belum sebulan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Bulu Tangkis U-16 Jatim berjalan, hambatan sudah menghadang. Pelatda yang digelar mulai 1 Maret lalu itu telah kehilangan empat atletnya. Hal itu membuat jumlah atlet yang bernaung di Pelatda kini menjadi 16 orang.

Menurut manajer Pelatna bulu tangkis U-16 Jatim Widjanarko Adi Mulya, keluarnya keempat pemain tersebut karena masalah di luar arena. ”Mereka keluar karena alasan sekolah. Kami tidak bisa memaksa mereka untuk tetap tinggal,” ungkapnya kemarin (11/3). Wijar – sapaan akrab Widjanarko – tak menyebutkan nama empat atlet tersebut. Hanya, dia memastikan bahwa mereka berasal dari Surabaya.

Meski ditinggal empat pemainnya, Pelatda tetap jalan terus. Sebab, ajang ini sudah dianggarkan untuk dilangsungkan dalam jangka panjang. Hanya, belum ada keputusan apakah keempat pemain yang mengundurkan diri itu akan digantikan atlet lain atau tidak.

Wajar jika atlet-atlet yang hengkang tersebut mengalami masalah dengan sekolahnya. Sebab, ketika mengikuti pelatda, mereka diharuskan untuk tinggal di mes atlet yang berada di kompleks GOR Bulu Tangkis Sudirman, Surabaya. Jarak antara tempat tinggal dan sekolah yang jauh pun mencuatkan masalah.

Sementara itu, 16 pebulu tangkis yang tersisa kini digembleng oleh duet pelatih Romy Arnold dari Suryanaga Gudang Garam (SNGG) dan Felix Anthonius dari Hi-Qua Wima (HQW). Pada bulan pertama ini, kedua pelatih tersebut memfokuskan diri untuk membentuk ketahanan fisik para penghuni pelatda.

”Fisik adalah dasar sebelum berlanjut ke program latihan lainnya. Saat ini banyak yang fisiknya belum bagus. Terutama yang berasal dari luar Surabaya,” ujar Wijar

Even pertama yang akan diikuti para pebulu tangkis Pelatda adalah Piala Wali Kota Surabaya. Even tahunan tersebut digelar bersamaan dengan peringatan ulang tahun Kota Pahlawan pada Mei mendatang. (nar/ca)

Posted in Berita | Leave a Comment »

PENGAMANAN TURNAMEN BULUTANGKIS INDIA OPEN DIPERKETAT

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 13, 2009


New Delhi, 12/3 (ANTARA/Bernama) – Sebanyak sepuluh negara telah memastikan ikut serta dalam turnamen bulutangkis Yonex-Sunrise India Open Gold 2009 di Hyderabad, India, 24-29 Maret, yang pengamanannya akan diperketat.

“Kami tidak akan berkompromi soal keamanan para pemain dan ofisial. Ahli keamanan federasi bulutangkis dunia, John Ahlert, telah berada disini selama tiga hari dan telah bertemu para pejabat,” kata sekretaris Persatuan Bulutangkis India Punnaniah Choudary, Kamis.

Para pejabat India di Hyderabad, ibukota negara bagian Andra Pradesh, tidak akan mengabaikan soal keamanaan setelah kasus penyerangan terhadap tim kriket Sri Langka di Lahore baru-baru ini.

Pemain yang baru selesai mengikuti turnamen All England seperti Lee Chong Wei dari Malaysia dan Taufik Hidayat dari Indonesia termasuk di antara 200 pemain yang akan tampil di Hyderabad.

Di tunggal putra yang diikuti 69 pemain, Lee menempati unggulan pertama.

Negara lainnya yang akan mengirim atletnya untuk turnamen berhadiah total 120 ribu dolar AS ini adalah China, Inggris, Prancis, Hong Kong, Jepang, Nepal, Singapura dan Taiwan.

Namun China kemungkinan tidak akan mengirimkan pemain-pemain terbaiknya yang mencatat sejarah menyapu bersih gelar juara All England pekan lalu.

“China akan mengirim pemain-pemain lapis kedua. Mereka sedang konsentrasi untuk Piala Sudirman dan turnamen super series lainnya,” kata Choudary.

Posted in Berita | 1 Comment »

 
%d bloggers like this: