SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2009
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for March 25th, 2009

Rexy Mainaky Tidak Ingin Cepat Puas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


PETALING JAYA – Pelatih asal Indonesia, Rexy Mainaky, mengaku tidak ingin cepat puas dengan keberhasilan pemain asuhannya, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, menjuarai Swiss Terbuka.

Ganda putra Malaysia ini menjadi juara dengan mengalahkan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-14 21-18, Minggu (15/3) lalu. Ini merupakan gelar juara turnamen Super Series pertama bagi Koo/Tan sejak menjuarai Denmark Terbuka pada Oktober 2007.

Sejak keberhasilan pada musim 2007, prestasi ganda putra Malaysia ini terus merosot. Hal ini sempat menimbulkan kemarahan Rexy yang menganggap pasangan ini tidak konsisten dan cenderung malas berlatih.

“Kien Keat dan Boon Heong telah membuktikan meraka merupakan salah satu ganda putra terbaik di dunia saat ini dengan keberhasilan di Swiss Terbuka,” kata Rexy yang pernah meraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 saat berpasangan dengan Ricky Subagja.

“Namun hasil di Swiss terbuka tersebut tidak dapat menghapus fakta bahwa mereka tampil buruk di All England. Kita harus mencari tahu mengapa mereka bisa tampil buruk di satu turnamen dan tampil baik di turnamen berikutnya,” kata Rexy lagi.

Rexy mencontohkan kasus bagaimana pasangan ini mampu menjuarai final Super Series di Kota Kinabalu, Desember 2008, tetapi tersingkir di perempat final Malaysia Terbuka, sebulan kemudian.

“Sekarang mereka mampu kembali menjuarai turnamen Super Series. Saya harap mereka akan lebih meningkatkan penampilan mereka sehingga dapat lolos ke kejuaraan dunia yang berlangsung Agustus mendatang,” kata Rexy.

Rexy Mainaky menangani ganda putra Malaysia setelah ia melepas jabatan pelatih kepala di Inggris. Terkenal sebagai pelatih bertangan dingin, Rexy selalu menolak bila dituduh ia tidak ingin melatih di Indonesia. “Tentu saja saya mau. Siapa yang tidak mau menangani negeri sendiri. Namun ada beberapa hal yang harus dipenuhi,” kata Rexy saat pulang ke Jakarta beberapa saat lalu. (sihc/skoc)

Posted in Berita | Leave a Comment »

PBSI Hanya Sertakan Kido/hendra ke Kejuaraan Asia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


JAKARTA – PB PBSI hanya akan mengikut-sertakan ganda putra nomor satu Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan ke Kejuaraan Asia di Korea, 7-12 April, demi persiapan untuk Piala Sudirman.

“Sudah disepakati kami tidak akan mengirim pemain (untuk bertanding) ke Korea (Kejuaraan Asia), untuk konsentrasi ke persiapan Sudirman,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Jakarta.

Tujuan mengirimkan Kido/Hendra ke Korea untuk ambil bagian dalam kejuaraan berhadiah 150.000 dolar AS itu, adalah untuk memberi mereka suasana bertanding sebelum memperkuat tim Piala Sudirman menyusul absennya mereka di All England dan Swiss Super Series yang baru lalu, karena cedera lutut kiri Kido belum pulih.

“Sudah tidak ada turnamen lagi untuk Mei (Piala Sudirman), jadi kita akan kirim mereka ke sana, kalau tidak nanti mereka sama sekali tidak merasakan suasana bertanding sebelum Sudirman,” jelas Lius.

Bagi pemain tunggal putri Maria Kristin yang juga batal ke Eropa karena cedera lutut kanan, akan mendapat kesempatan merasakan bertanding di India Terbuka pekan depan.

Sementara itu, pemain-pemain pelatnas lainnya berlatih mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan dunia beregu campuran yang akan digelar di Guangzhou, China, 10-17 Mei itu.

“Praktis persiapannya hanya tinggal selama April saja,” kata Lius yang pekan depan akan memimpin tim Indonesia mengikuti kejuaraan Grand Prix Gold India Terbuka. “Saya bersama 11 pemain berangkat Minggu (22/3) ke India,” tambahnya.

Ditanya mengenai kemungkinan mengambil pemain dari luar pelatnas untuk tim Piala Sudirman, Lius mengatakan, tidak tertutup kemungkinan.

“Ada beberapa usulan dari pelatih, tetapi masih perlu pemantauan. Pertimbangannya penampilan mereka bagaimana, perlu tidak (mengambil pemain dari luar),” kata Lius yang mengatakan ancaman untuk tim Indonesia tidak hanya datang dari tim China yang mengalahkan Indonesia pada final dua edisi terakhir, tetapi juga dari tim Korea, Malaysia dan Denmark.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Mereka Hijrah karena Bulutangkis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


Lama tak terdengar kabarnya, pelatih ganda putra Indonesia, Atik Jauhari, tiba-tiba muncul di Birmingham Arena, tempat penyelenggaraan turnamen bulu tangkis paling tua di dunia, All England.

Dengan jaket merah bertuliskan “India”, Atik hanya sesekali menyapa pemain Indonesia. Selebihnya, ia lebih sering mengamati para pemain asal India yang tampil di All England. Atik yang pernah melatih pasangan Ricky Subagdja/Rexy Mainaky ternyata sudah menjadi pelatih kepala tim nasional India.

Bagi penggemar bulu tangkis Indonesia, nama Atik tak asing lagi. Ia pernah melatih banyak bintang nasional, mulai dari angkatan Liem Swie King pada era 1970-an, pasangan ternama Ricky Subagdja/Rexy Mainaky, hingga ganda putra Candra Wijaya/Sigit Budiarto, juara ganda putra All England 2003. Karier kepelatihannya yang panjang mengantar Atik, yang kini berusia 59 tahun, menerima pinangan untuk melatih dari sejumlah negara.

Selepas bersama tim Indonesia sejak 1974, tahun 1999 ia melatih di Swedia hingga 2003. “Selesai di Swedia, saya kembali ke Indonesia sampai 2006. Tawaran berikutnya datang dari Thailand, yang saya latih antara 2006 hingga 2008,” kata pria yang kini tinggal bersama istrinya, Neng Titi, di Hyderabad, India, itu.

India yang ingin mengembalikan kejayaan bulu tangkis 1970-an, saat mereka punya pemain tunggal putra legendaris Prakash Padukone, tertarik pada Atik. Lewat proses negosiasi, Atik kini dikontrak selama 2,5 tahun hingga 2010.

Melatih tim negeri orang bukan tanpa tantangan. Atik sudah akrab dengan target. Tahun ini, misalnya, ia dibebani target meraih setidaknya empat medali emas di ajang multievent Commonwealth Games.

Jalan menuju ke sana sudah dirintisnya. Salah satu anak didiknya, Saina Nehwal, kini masuk 10 besar dunia. Di tunggal putra, Atik berusaha meningkatkan kemampuan Anand Chetan yang kini masuk 15 besar dunia.

“Berbeda dengan di Indonesia, yang kebanyakan pemain bulu tangkis berasal dari kalangan menengah ke bawah, pemain-pemain India justru dari menengah ke atas,” kata Atik lagi.

Seusai tersingkir

Lain Atik, lain pula Pi Hongyan. Atlet kelahiran China ini kini bermain untuk negeri mode, Perancis. Ketatnya persaingan pemain di China membuat Pi harus menyingkir. Maklum, ia dianggap terlalu pendek oleh tim pelatih China sehingga tidak layak masuk tim nasional.

“Saya dinilai terlalu kecil,” ujar Pi sebelum bertanding di All England, awal bulan ini. Semangatnya yang membara untuk terus bermain membawa Pi hijrah ke Denmark dan bergabung di salah satu klub di negara tangguh bulu tangkis Eropa itu. Perjalanan hidup membawa Pi membela Perancis sejak 2002 hingga kini, ketika ia menempati peringkat kelima dunia.

Perjuangan Pi di negara yang bulu tangkisnya tak begitu populer membuatnya jatuh bangun tampil di berbagai turnamen. Tidak banyak bantuan fasilitas seperti yang dinikmati pemain China. Tak heran, Pi pun harus minta tolong sukarelawan dadakan untuk menjaga kamera video guna merekam pertandingannya di kota Kinabalu, Malaysia, saat tampil di final Super Series Masters 2008.

Meski sudah bertengger di lima besar tunggal putri dunia, Pi masih punya obsesi ingin menjadi pebulu tangkis Perancis pertama yang menjuarai All England. Harapan itu nyaris terwujud saat ia melaju hingga babak final 2007, melawan Xie Xingfang. Sayang ia harus kalah dari Xingfang.

Tak hanya Pi Hongyan. Ada Xu Huaiwen asal China yang membela Jerman, juga Yao Jie untuk Belanda. Itu belum termasuk pemain China yang bermain untuk Hongkong, yang masih dianggap bagian dari China. Sebut saja Zhou Mi, atlet putri Hongkong, peraih emas tunggal putri Asian Games 2002.

Indonesia juga termasuk negara pengekspor banyak atlet dan pelatih bulu tangkis. Sebut saja Ronald Susilo, pemain tunggal putra Singapura kelahiran Kediri, Jawa Timur, atau Cynthia Tuwanakota, atlet ganda putri Swiss asal Maluku. Selain itu, ada juga Rexy Mainaky, kini pelatih kepala tim bulu tangkis Malaysia, Sigit Budiarto yang melatih di Rusia, dan Eng Hian yang menangani tim Singapura.

Beda benua

Pentas bulu tangkis dunia juga menghubungkan pemain antarnegara tampil bersama. Kisah terkini dicatat mantan atlet ganda Pelatnas Cipayung, Flandy Limpele, yang sejak Januari 2009 berduet dengan atlet putri Rusia, Anastasia Russkikh. Duet “gado-gado” Indonesia-Rusia ini memaksa Flandy, Februari lalu, berlatih di Denmark sebelum tampil di Jerman Terbuka. “Saya berlatih bersama Anastasia di Denmark karena klubnya di Denmark. Latihan seminggu sudah cukup untuk menyesuaikan diri. Ini untuk menebus penampilan di Korea Super Series yang kacau karena kami langsung tampil tanpa latihan dulu,” kata pemain asal Manado itu.

Meski hanya berlatih sepekan, hasilnya lumayan. Flandy/Anastasia mampu melaju hingga semifinal Jerman Terbuka dan All England. Di All England, ganda campuran ini membikin kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama asal Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Berlatih dengan waktu terbatas karena domisili beda benua juga beberapa tahun dijalani Candra Wijaya, yang selama beberapa tahun berpasangan dengan Tony Gunawan. Tony saat ini sedang kuliah di Orange County, California, sembari melatih di The Orange County Badminton Club. Pasangan ini lalu berpisah pada 2009 karena Candra saat ini berduet dengan Joko Riyadi dan Tony tampil bersama sesama atlet AS, Howard Bach.

Inilah bulu tangkis yang membuat ratusan pemain dan pelatih hijrah dari negara asalnya demi mewujudkan obsesi dan cita-cita mereka. Indonesia, yang sejak 1960-an dikenal sebagai negara dengan prestasi mendunia, menyumbang banyak pemain dan pelatih yang kini membela negara lain. Atik dan Pi hanya sebagian dari mereka yang hijrah karena bulu tangkis. (sihc/skoc)

Posted in Berita, Tokoh | Leave a Comment »

Daftar Pemain Piala Sudirman Sudah Siap

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


JAKARTA – PB Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebenarnya telah mendapatkan nama pemain menghadapi Piala Sudirman di Guangzhou, China, 10-17 Mei 2009. Namun, usulan dari tim pelatih itu baru bisa diputuskan setelah mendapatkan restu dari Ketua Umum (Ketum) PBSI Djoko Santoso, Jumat (10/4/2009).

Menurut Kabid Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, pihaknya memang telah mengantongi beberapa nama untuk tampil di event dua tahunan tersebut. Tapi, sekali lagi, dia tak ingin mendahului untuk memberikan bocoran sebelum mendapat perintah dari ketum.

Dia pun belum berani menjawab berapa pebulu tangkis Indonesia yang bakal dibawa untuk berjuang membawa nama Merah Putih di Negeri Tiongkok tersebut. “Sebenarnya tak ada batasan quota dalam menghadapi event itu. Setiap negara peserta berhak membawa pemain sebanyak-banyaknya, bahkan bisa juga membawa sepuluh pemain meski terbilang riskan,” ujarnya.

Yang jelas, pihaknya telah siap memberikan nama pemain sebelum entry form by name berakhir 10 April mendatang. Pihaknya pun terus menggenjot persiapan pemain melalui berbagai latihan rutin di Pelatnas Cipayung.

Meski belum terkuak siapa yang bakal membela Indonesia, tapi beberapa pemain kenamaan seperti pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan patut dikedepankan. Mereka layak menjadi bagian tim Piala Sudirman Indonesia karena memiliki kualitas mumpuni di nomor ganda putra. Selain itu, pasangan Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki pun bisa menjadi pelapis Markis/Hendra selaku ranking satu dunia.

Di tunggal putra, nama Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso kemungkinan besar akan tampil di sana. Mereka sejauh ini masih menjadi terbaik di sektor tunggal putra. Sementara Maria Kristin Yulianti dan Adrianti Firdasari diprediksi akan turut serta di dalamnya. Dua srikandi bulu tangkis Tanah Air itu masih yang terbaik di tunggal putri.

Kecemasan otoritas bulu tangkis nasional itu baru muncul saat mempersiapkan nomor ganda putri. Setelah Vita Marissa cerai dengan Lilyana Natsir, praktis belum ada pasangan ganda putri Indonesia yang menonjol.

PBSI kemungkinan akan mencoba peruntungan mereka memasukkan nama Shendy Puspa Irawati berpasangan dengan Meiliana Jauhari atau Nitya Krishinda Maheswari dengan Greysia Polii. (sihc/sozc)

Posted in Berita | 1 Comment »

Pembuktian di India

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


JAKARTA – Pebulu tangkis Indonesia, terutama pemain bidikan untuk memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia harus tampil maksimal di India Gold Grand Prix, 24-29 Maret 2009. Mereka wajib melakukan itu sebelum terpilih terjun di Guangzhou, China, 10-17 Mei mendatang.

Dalam event tersebut, sepuluh pemain Indonesia telah diberangkatkan. Dari sepuluh nama, sosok Maria diharapkan bisa memanfaatkan momentum itu sebelum dipanggil memperkuat tunggal putri Indonesia di Piala Sudirman.

Maria harus tampil impresif karena dia merupakan satu-satunya pemain tunggal putri terbaik di pelatnas Cipayung saat ini. Bukan meremehkan kualitas tunggal putri lainnya seperti Adrianti Firdasari, tapi Maria memang membutuhkan turnamen itu setelah lama absen karena cedera lutut.

Kasubbid Pelatnas Cipayung Christian Hadinata menjelaskan, pemain Indonesia yang diberangkatkan ke Indonesia memang harus membuktikan kapabilitas mereka. Termasuk Maria untuk memastikan cederanya benar-benar pulih sebelum tampil ke Guangzhou. “Tidak hanya Maria, semuanya harus tampil maksimal,” ungkap Christian.

Di drawing sendiri, Maria ditempatkan sebagai unggulan keempat. Dia berpeluang bisa menembus semifinal jika merujuk lawan. Maria kemungkinan tak akan mengalami kendala saat berhadapan dengan pemain Singapura Zhang Beiwen di babak pertama.

Dia pun masih bisa melenggang saat bertemu pemenang antara Zhu Jinjing (China) versus Sampada Sahastrabuddhe (India) di babak kedua. Tantangan terbesarnya baru muncul ketika kemungkinan bertemu duo Malaysia Lydia Li Ya Cheah dan Julia Pei Xian Wong di perempat final. Lalu, kemungkinan akan bentrok dengan unggulan kedua tuan rumah Sania Nehwal di semifinal jika mampu mengatasi semua rintangan sebelumnya.

“Dengan kualitas yang dimiliki Maria, saya optimistis dia akan mampu melakukannya. Apalagi, jika cedera lututnya tak akan mengganggu selama pertandingan,” cetus Christian. (sihc/sozc)

Posted in Berita | Leave a Comment »

20 NEGARA DIUNDANG IKUT PIALA WALI KOTA SURABAYA 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


Surabaya, 19/3 (Sports.Roll) – Sedikitnya 20 negara di Asia dan Eropa diundang mengikuti kejuaraan bulu tangkis internasional Piala Indocock Wali Kota Surabaya 2009, di GOR Sudirman Surabaya, pada 5-9 Mei mendatang.

Ketua Umum Pengkot PBSI Surabaya, Abdul Chodir didampingi Kabid Pertandingan Panpel, Nanang Hidayat kepada wartawan di Surabaya, Kamis, mengatakan, saat ini baru dua negara yakni Malaysia dan Singapura yang sudah memastikan ambil bagian.

“Beberapa negara lain sudah menjawab undangan kami melalui e-mail, tapi belum memberi kepastian. Kami akan terus berkomunikasi untuk memastikan keikutsertaan mereka,” katanya.

Pebulu tangkis mancanegara yang diharapkan bisa mengikuti kejuaraan tahunan ini, antara lain Filipina, India, Cina, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya.

Pada penyelenggaraan 2008, sebanyak enam negara asing mengirimkan atletnya pada kejuaraan yang diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Surabaya itu, yakni Inggris, India, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Cina yang diwakili pebulutangkis dari Provinsi Xiamen.

Selain peserta asing, panpel juga berharap pebulu tangkis dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung PBSI juga turun.

“Tahun lalu, pebulu tangkis pelatnas absen, karena jadwal berbenturan dengan kejuaraan lain. Kami harapkan tahun ini mereka bisa ikut, meskipun hanya pebulu tangkis kelompok pratama,” kata Chodir menambahkan.

Pemilik PB Surya Baja Surabaya ini juga berharap, peserta tahun ini bisa lebih banyak dari 2008 atau minimal sama. Pada 2008, jumlah peserta mencapai lebih dari 1.600 atlet dari 99 klub di seluruh Indonesia dan enam negara.

Chodir optimistis, peserta akan membeludak, karena kejuaraan yang telah menjadi kalender tahunan PB PBSI ini, memiliki kualitas cukup bagus, terutama dalam kepesertaan.

Klub-klub bulu tangkis besar di Tanah Air, seperti Djarum Kudus, Tangkas Jakarta, SGS Bandung, Suryanaga Surabaya, Ratih Banten, dan lainnya, selalu mengirimkan atletnya pada kejuaraan ini.

Posted in Berita | Leave a Comment »

DJARUM TERJUNKAN TIGA ATLET KE INDIA OPEN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


Semarang, 24/3 (Sports.Roll) – PB Djarum Kudus hanya menerjunkan tiga pebulu tangkisnya pada turnamen bulu tangks India Open yang berlangsung di Hyderabad, 24-29 Maret 2009, kata Ketua PB Djarum Kudus, FX. Supandji.

“Kita bagi-bagi pebulu tangkis yang ikut turnamen di luar negeri sehingga tidak bisa menurunkan atlet dalam jumlah yang besar pada event internasional termasuk India Open tersebut,” katanya ketika dihubungi dari Semarang, Selasa.

Menurut dia, setiap pengiriman pebulu tangkis ke luar negeri untuk mengikuti turnamen biaya sepenuhnya ditanggung klub, tetapi kalau pebulu tangkis Djarum yang masuk ke pelatnas kemudian terjun pada event internasional biaya sepenuhnya ditanggung oleh PB PBSI.

Ia menyebutkan, untuk India Open yang tampil hanya Andre Kurniawan dan ganda putra pasangan Afiat Yuriskiawan/Rifky Windarto. “Mereka berangkat atas nama klub sehingga biaya seluruhnya ditanggung oleh PB Djarum Kudus,” katanya.

Ketika ditanya soal target ketiga pebulu tangkis tersebut di India Open, dia mengatakan, tidak ada target khusus kepada mereka apalagi untuk nomor ganda putra harus melalui babak kualifikasi peringkat Rifky/Afiat di luar 50 besar dunia,” katanya.

Tetapi, kata dia, kalau Andre Kurniawan kemungkinan langsung bertanding pada babak utama karena peringkat dunia yang dimiliki pebulu tangkis ini sudah memenuhi syarat.

“Kemungkinan besar, Andre langsung bertanding di babak utama. Saya belum melihat peringkat dunia terakhir dari Andre tetapi dia langsung bertanding dengan pebulu tangkis dunia lainnya,” katanya.

Untuk Andre, kata dia, tidak dibebani target khusus, yang penting mereka tampil maksimal sudah baik mengingat persaingannya cukup ketat. “Kita tidak pernah memasang target terhadap pebulu tangkis yang diterjunkan pada event internasional terutama turnemen berbintang. Yang penting mereka tampil maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, pada bulan April 2009 ada beberapa event, seperti Osaka Challenge (Jepang), kejuaraan bulu tangkis di Finlandia (2-5 April), Kejuaraan Junior Eropa di Italia (3-12 April), Kejuaraan Asia di Korea (7-12 April), Vietnam (berhadiah total 15 ribu dolar AS), Rumania, Peru (hadiah total 5 ribu dolar AS), dan lainnya.

Menurut dia, kalau untuk kejuaraan bulu tangkis di Osaka Jepang, Peru, Kanada, dan Finlandia kemungkinan tidak akan mengirimkan atletnya karena letaknya terlalu jauh dan persaingannya kurang ketat.

Untuk Kejuaraan Bulu Tangkis Asia di Korea Selatan yang menyediakan total hadiah 200 ribu dolar AS tersebut, kata dia, Djarum Kudus masih akan menunggu aturannya karena biasanya turnamen besar seperti itu ada persyaratan khusus bagi pebulu tangkis yang bisa tampil pada event-event, seperti itu, misalnya dilihat dari rangking dunianya.

“Kita lihat saja dulu aturannya. Kalaupun bisa kemungkinan yang masuk adalah Andre Kurniawan, karena saat ini yang bersangkutan berada pada rangking 25 besar dunia (WBF) meskipun dia tidak masuk pelatnas utama di Cipayung Jakarta,” katanya.

Posted in Berita | Leave a Comment »

LEE CHONG WEI ATLET TERBAIK MALAYSIA 2008

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


Jakarta, 24/3 (Sports.Roll) – Pebulu tangkis peringkat satu dunia Lee Chong Wei dan pelatihnya Misbun Sidek dinobatkan sebagai atlet dan pelatih putra terbaik 2008 di Malaysia.

Seperti disiarkan situs resmi Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Selasa, dalam upacara penghargaan Senin malam, peraih medali perak Olimpiade Beijing itu meraih penghargaan tertinggi sebagai atlet putra terbaik.

Namun pebulu tangkis yang berusia 26 tahun tersebut tidak dapat hadir untuk menerima trofi dan hadiah uang 10.000 ringgit Malaysia karena sedang mengikuti turnamen India Terbuka. Untuk itu ia diwakili oleh ayahnya Lee Ah Chai.

Selain medali perak Olimpiade, Chong Wei juga menang dalam Malaysian dan Singapura Terbuka Super Series, dan Final Super Series Masters serta berakhir sebagai runner-up Jepang, Makau dan China Terbuka tahun lalu.

Penghargaan nasional tersebut adalah yang kedua kali bagi Chong Wei, yang juga menerima penghargaan yang sama pada 2005. Kali ini ia menyisihkan atlet lain yang juga dinominasikan, di antaranya Mohd Azizul Hasni Awang (balap sepeda), Zulmazran Zulkifli (boling), Cheng Chu Sian (panahan) dan Lee Hup Wei (atletik).

“Senang untuk mendapat award lagi. Kali ini lebih spesial karena pelatih saya juga menjadi salah satu pemenang,” ujar Chong Wei, yang target utamanya tahun ini adalah menjadi juara dunia. kejuaraan Dunia akan digelar di India pada 11-16 Agustus.

Sementara itu, atlet squash putri peringkat satu dunia Nicol David meraih penghargaan atlet putri terbaik untuk keenam kali.

Selain meraih 10 gelar profesional dalam WISPA Tour, ia juga merebut gelar dunia dan memimpin tim putri Malaysia menduduki peringkat tiga dalam Kejuaraan Beregu Dunia.

Pasangan bulu tangkis ganda putri Chin Eei Hui/Wong Pei Tty termasuk dalam nominasi untuk penghargaan yang sama selain Fatehah Mustapa (balap sepeda), Wendy Chai (boling), Siti Zalina Ahmad (lawn bowl), Siow Yi Ting (renang) dan Chai Fong Yin (wushu).

Posted in Berita | Leave a Comment »

PIA KONSENTRASI DI GANDA CAMPURAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


Jakarta, 21/3 (Sports.Roll) – Pelatih tunggal putri Marleve Mainaky memastikan salah satu pemain asuhannya, Pia Zebadiah, telah beralih ke nomor ganda dan akan berkonsentasi pada nomor ganda campuran meskipun ada kemungkinan bermain rangkap dengan ganda putri.

“Pia sudah pasti pindah ke ganda, mungkin akan main pada ganda campuran dan ganda putri,” kata Marleve di Jakarta, Sabtu.

Menurut Marleve, beralihnya adik kandung pemain ganda putra, Markis Kido dan Bona Septano yang sempat menyatakan mundur dari Pelatnas Cipayung itu ke nomor ganda adalah demi karir jangka panjangnya.

“Kami sudah berunding, demi prospek yang lebih tinggi lebih baik dia bermain di ganda putri dan ganda campuran. Untuk tunggal putri secara keseluruhan sudah berat,” jelas mantan pemain tunggal putra pelatnas itu.

Hilangnya Pia dari sektor tunggal putri menyisakan hanya Maria Kristin dan Adriyanti Firdasari yang berpengalaman dalam kejuaraan beregu seperti Piala Uber dan Sudirman, sehingga menurut Marleve kemungkinan dua pemain tersebut yang akan masuk tim Indonesia pada Piala Sudirman Mei mendatang.

“Untuk Sudirman hanya diperlukan satu orang, jadi paling Maria sama cadangannya Firda,” katanya.

Sementara itu, pelatih ganda putri Aryono Miranat menegaskan bahwa Pia akan dimatangkan dulu pada ganda campuran.

Meski demikian, tambah Aryono, jika pada ganda campuran sudah berjalan dengan baik, kemungkinan Pia akan dijajal bermain pada ganda putri juga, berpasangan dengan pemain putri ganda campuran lainnya.

“Ganda putri sudah penuh, mau dipasangkan dengan siapa lagi, tetapi nanti mungkin bisa dicoba dengan pemain ganda campuran lainnya, bisa dengan Debby (Susanto) atau dengan pemain baru lainnya,”ujar Aryono.

Pada ganda campuran, Pia akan mengawali langkahnya dengan berpasangan dengan Fran Kurniawan. Mereka akan dicoba pada turnamen Vietnam International Challenge di Hanoi, Vietnam, pada 21-26 April.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Pemain dan Dunia Maya Pertemanan hingga Bisnis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 25, 2009


Perangkat gadget dan aktivitas di dunia maya saat ini juga menjalar ke sebagian besar anggota pelatnas PBSI.

Umumnya penghuni pelatnas Cipayung berurusan dengan gadget macam laptop atau ponsel cerdas macam Blackberry (BB) karena kebutuhan untuk berkomunikasi dengan keluarga atau orang-orang dekat. Jika sedang berada di luar negeri saat mengikuti turnamen, mereka menyiasati mahalnya biaya dengan cara berkirim e-mail, chatting lewat laptop atau BB, yang sudah dilengkapi fasilitas Yahoo Messenger (YM), dan chatting lewat situs Facebook.

”Bisa tekor kalau mau lewat telepon biasa atau terus-terusan berkirim SMS. Saya pakai YM atau BB saat chat untuk menghemat. Biasanya untuk berkomunikasi dengan istri. E-mail hanya dibuka sesekali untuk keperluan bisnis,” kata Nova Widianto, pemain ganda campuran.

Saat ini yang paling ngetren di kalangan pemain adalah penggunaan BB yang dibarengi dengan booming situs jejaring sosial Facebook (FB).

”Saya juga pakai BB untuk memudahkan komunikasi meski belum terlalu lancar memakainya. Ini juga pacar saya yang mengajari,” tutur pemain tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro, beberapa waktu lalu.

FB belakangan ini dipakai oleh sejumlah pemain untuk berbagai keperluan. Termasuk interaksi dengan penggemar.

”Awalnya saya tertarik karena memudahkan komunikasi jika sedang berada di luar negeri. Di situs FB saya juga bisa berkomunikasi dengan teman-teman dan penggemar. Sama seperti orang lain, saya bisa bertemu dengan teman lama di FB,” kata Pia Zebadiah, yang mengaku mulai memiliki akun di FB sejak setahun belakangan.

Pemain ganda putri Greysia Polii termasuk yang rajin meng-update halaman FB miliknya. ”Tiap hari saya membuka FB dan memperbarui status. Yang pasti, kegunaan situs ini adalah untuk saling tetap kontak dengan kerabat,” tutur Grace, sapaan akrabnya.

Risiko Ngetop

Hanya, status sebagai figur publik terkadang cukup merepotkan. ”Kalau mau di-approve semua bisa-bisa telepon jarang berhenti berbunyi. Kalau orang-orang yang tak saya kenal lebih sering saya diamkan,” kata Nova.

”Permintaan untuk menjadi teman di situs FB amat banyak. Belum semua saya aprrove,” kata Markis Kido, pemain nomor ganda putra.

”Orang yang tidak saya kenal justru lebih sedikit dibanding yang saya kenal dalam daftar teman yang ada sekarang,” tambah Devin Lahardi, pemain ganda campuran.

Itu belum termasuk komentar yang mengganggu.

“Kalau saya menanggapi hal itu dengan tenang, malah sering saya menambahkan komentar lagi. Saya tak terlalu ambil pusing,” ucap Pia.

Lain lagi dengan cara Grace.

“Saya sudah menemukan solusi untuk hal itu. Membuat akun saya dalam bentuk privat,” tutur Grace, yang pernah memiliki akun serupa di situs seperti Friendster dan Hi5. (Erwin Fitriansyah/ Aprelia Wulansari)

(Sumber: Bolanews.com)

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: