SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April, 2009

Indonesia pada Sudirman Cup 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


Cipayung, 30 April 2009 – Kejuaraan Sudirman Cup 2009 telah dekat. Berbagai persiapan dilakukan oleh PB.PBSI untuk menghadapi atlit-atlit dari luar negeri seperti mengadakan Simulasi Internal, latihan yang keras, dan lain-lain. Rencananya PB. PBSI mengadakan pelepasan Tim Sudirman Cup 2009 bersamaan dengan hari ulang tahun PB.PBSI yang ke-58 pada hari selasa, 5 Mei 2009.

Acara pelepasan dan HUT PB.PBSI dipimpin oleh Ketua Umum PB.PBSI, Bapak Djoko Santoso dan dihadiri oleh Pengurus PB.PBSI lainya.

Adapun atlit yang akan bertanding di Guangzhou, China sebagai berikut :

Team Group :

Jadwal Pertandingan :

Posted in Berita | 2 Comments »

Simulasi Internal PB. PBSI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


Menjelang turun di kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman, Guangzhou, Cina, 10-17 Mei, tim Indonesia menggelar pertandingan yang mirip dengan kondisi pertarungan lewat simulasi.

Pertandingan tim yang oleh Kabid Binpres PBSI, Lius Pongoh, disebut sebagai latihan bersama ini digelar pada Jumat (24/4) dan Rabu (29/4). Hampir seluruh pemain yang terpilih masuk tim Sudirman 2009 mendapat kesempatan bertanding.

“Latihan bersama ini juga bertu-juan membangun kebersamaan. Soal penampilan tiap pemain, mungkin tidak akan sama dengan pertandingan sesungguhnya. Tapi, mereka pasti juga tak akan memberikan kemenangan mudah buat lawan,” ujar Lius.

Beberapa pemain mengaku tetap bermain serius, meskipun tekanan yang mereka rasakan pastinya berbeda dengan simulasi yang biasanya digelar di luar pelatnas Cipayung.

“Kita bertanding dalam suasana tim. Beda dengan latihan biasa yang main sendiri-sendiri. Jadi, kami tetap bermain serius,” ujar Devin Lahardi, pasangan Lita Nurlita di nomor ganda campuran.

“Main seperti biasa. Tapi, gengsi juga kalau sampai kalah. Pastinya kami tak mau sembarangan main,” ucap Greysia Polii, partner Nitya Krishinda.

Meski hanya dilakukan di dalam pelatnas Cipayung, atmosfer yang sedikit berbeda dirasakan pemain. Sejumlah karyawan PBSI diplot untuk mendukung tim yang sedang bertanding.

Untuk merangsang semangat pemain, disediakan bonus sebanyak Rp 10 juta di hari Jumat dan Rp 20 juta pada Rabu. Tim yang kalah kebagian Rp 5 juta dan Rp 10 juta.

Dadakan Dikritik

Pertandingan dadakan ini mengundang kritik dari Rosiana Tendean, mantan pemain nasional. Awalnya acara outbound yang sudah dilakukan pekan lalu diplot untuk menggantikan simulasi.

“PBSI sepertinya kurang bisa membuat program, bahkan untuk jangka pendek. Tadinya tidak ada simulasi tapi ternyata tiba-tiba ada. Kalau simulasi seperti ini, tentu tekanan untuk pemain kurang. Sebetulnya kalau dilakukan di luar Cipayung, masyarakat luas juga bisa melihat bagaimana kemampuan pebulu tangkis nasional sekarang ini,” sebut Rosi.

Soal ini, PBSI punya alasan.

“Kita sengaja tak melakukan simulasi di luar untuk efisiensi waktu. Cara ini juga ada tekanannya, meskipun hanya sedikit. Selain itu, jika menggelar simulasi di luar, biasanya pemain juga akan main lebih ngotot, rentan cedera. Ini juga kita hindari,” papar Jacob Rusdianto, Sekjen PBSI.

“Mungkin tidak seperti kalau mereka bertanding di tempat lain, tapi cara ini juga ada sedikit tekanannya. Yang jelas atmosfernya tidak seperti latihan biasa,” tutur Hendrawan, pelatih tunggal putra. (Erwin Fitriansyah)

Hasil Simulasi  sebagai berikut :

Posted in Berita | Leave a Comment »

Kiprah Mantan Pemain Ganda Putri Dalam Turnamen Khusus Ganda Putra

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


Oleh: Hendri Kustian

(Bulutangkis.com) – Candra Wijaya Men’s Doubles Championships mulai digelar. Salah seorang yang paling sibuk selain Candra sendiri adalah Rosiana Tendean. Sosok mantan atlet bulutangkis nasional ini memegang peran penting sebagai wakil ketua panitia sekaligus ketua pertandingan. Peran yang sangat vital sebagai salah satu kunci suksesnya turnamen.

Hadirnya Rosiana Tendean sebagai ketua pertandingan merupakan suatu prestasi sendiri baginya. Dimana pensiunan atlet bulutangkis lebih banyak mendedikasikan kemampuannya sebagai pelatih tetapi Rosiana memilih dedikasi dalam bentuk yang lain.

Sosok Rosiana Tendean sebelumnya dikenal akan prestasinya sebagai pebulutangkis andalan Indonesia era akhir 80-an hingga awal 90-an. Diantaranya menjuarai empat kali Indonesia Open mulai tahun 1997 bersama Ivana Lie dan 1989 berpasangan dengan Erma S di nomor ganda putri. Dua gelar lainnya diraih dari nomor ganda campuran bersama Rudy Gunawan tahun 1990 dan 1993. Prestasi bersama Gunawan ini semakin lengkap dengan menjuarai Invitasi World Cup tiga tahun berturut-turut 1990-1992. Gelar turnamen Internasional lainnya yang ditoreh Rosiana antara lain German Open (1988), Grand Prix Final (1989) dan Hongkong Open (1993).

Selepas pensiun dari Pelatnas, pebulutangkis kelahiran Makasar, 25 Agustus 1964 ini tetap tidak lepas dari olahraga yang telah mengangkat nama-nya ini. Awal 2009 ini, Rosiana telah di percaya perusahaan BUMN Pertamina untuk menggelar Turnamen Pertamina Open. Sukses dengan Pertamina Open, Rosiana kini hadir kembali di Candra Wijaya Men’s Double Championships . Pada turnamen yang digagas Candra Wijaya ini menjadi tantangan tersendiri buat Rosiana karena memimpin pagelaran pertandingan khusus putra dan berskala Internasional.

Kiprah Rosiana menjadi pucuk kepanitiaan turnamen bulutangkis mengingatkan kita pada sosok Mimi Irawan. Hampir semua pertandingan besar di Indonesia diketuai oleh Mimi termasuk Indonesia Open Superseries tahun lalu. Membandingkan Rosiana dengan Mimi Irawan tentu belum waktunya. Tetapi kiprah Rosiana dalam mengorganisasi pertandingan membuat Indonesia mempunyai kader baru dalam bidang ini. Bila ditekuni dengan konsisten maka bukan mustahil Rosiana bisa mengikuti jejak Mimi Irawan dalam menggelar turnamen-turnamen kelas dunia.

Bagi mantan pemain lainnya, apa yang ditekuni Rosiana layak menjadi salah satu alternatif dalam mendedikasikan kemampuannya dalam dunia bulutangkis. Dalam menggelar suatu turnamen Internasional, kesuksesan bukan hanya dari segi prestasi atletnya tetapi juga prestasi penyelenggara-nya. Berada di balik layar akan suksesnya suatu penyelenggaraan turnamen bisa menjadi kebanggaan tersendiri karena nama baik bangsa menjadi pertaruhannya. Atas dasar tersebut maka menarik untuk ditunggu apakah Rosiana dapat mewujudkan kesuksesan dalam menyelenggarakan sebuah turnamen Internasional.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Rasmussen’s absence raises Malaysia’s semi-final hopes

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


KUALA LUMPUR: The absence of Denmark’s immensely talented woman singles shuttler Tine Rasmussen has brightened Malaysia’s chances of reaching the semi-finals of the Sudirman Cup for the first time.

Based on the draw conducted last week, top seeds Denmark were seen as one of the biggest stumbling blocks for Malaysia in the world mixed team event as they had a balanced side.

Great Dane: Tine Rasmussen is definitely out of Denmark’s squad for the Sudirman Cup competition.

Malaysia have been grouped with Denmark, South Korea and Hong Kong in Division One. Defending champions China are in the other group with Indonesia, Japan and England.

The top two teams from each group will advance to the semi-finals.

A statement on the http://www.badzine.info yesterday reported that Rasmussen had to give up the chance to help Denmark in the Sudirman Cup due to a heel injury.

Without her, Denmark will be counting on young Nanna Brosolat Jensen to win a point in the women’s singles event. The youngster did well to reach the semi-finals of the All-England in March.

The others in Denmark’s team are Peter-Gade Christensen, Jan O Jorgensen, Mathias Boe-Carsten Morgensen, Lars Paaske-Jonas Rasmussen, Thomas Laybourn-Joachim Fischer Nielsen (men); and Jensen, Christina Pedersen, Kamilla Rytter Juhl-Lena Frier Kristensen and Helle Nielsen-Mie Schjoett-Kristensen (women).

Malaysia’s top women’s singles shuttler Julia Wong, who is expected to be confirmed a place in the Sudirman Cup squad when the Badminton Association of Malaysia (BAM) finalise their cast this week, said that Denmark’s overall strength would be diluted without Rasmussen.

“I think it is a good news for Malaysia and also the other teams. Tine is a great player … she is even feared by China,” said Julia who, however, warned teams not to underestimate Nanna.

Julia should know because Nanna played brilliantly to beat her in the quarter-finals of the All-England.

Besides the women’s singles, Denmark will be hoping to secure points from the men’s singles (Christensen), men’s doubles (Paaske-Rasmussen) and mixed doubles (Laybourn-Rytter Juhl)

If the Malaysians play true to their form, they have a shot at winning three points, which should come from the men’s singles (Lee Chong Wei), men’s doubles (Koo Kien Keat-Tan Boon Heong) and women’s singles (either Wong Mew Choo or Julia).

For the record, Malaysia finished sixth in Glasgow two years ago. It was their best result in the Sudirman Cup.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Candra Wijaya Men’s Doubles Badminton Champsionships 2009 Pemain Unggulan Melaju ke Babak Tiga

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


(Bulutangkis.com) – Kejuaraan bulutangkis Candra Wijaya Men’s Doubles Badminton Championships 2009 yang dibuka kemarin pagi (Rabu, 29/04/09) oleh Menpora Adhyaksa Dault mendapat sambutan meriah dari masyarakat bulutangkis Jakarta. Sambutan meriah masyarakat bulutangkis Jakarta ini terlihat dengan penuhnya tribun penonton yang ingin menyaksikan kejuaraan bulutangkis khusus ganda putra.

Pembukaan kejuaran bulutangkis ini ditandai juga dengan pembukaan secara simbolis Akademi bulutangkis ”Candra Wijaya International Badminton Centre” yang akan dididirikan Candra Wijaya di Serpong, Tangerang. Gedung bulutangkis yang akan didirikan di atas lahan seluas 5.000 meter ini akan dilengkapi dengan fasilitas sembilan lapangan bulutangkis yang menggunakan karpet, jogging track, fitness center dan fasilitas lainnya.

Sebagai kemudahan informasi bagi masyarakat bulutangkis untuk mengetahui segala aktivitas Candra Wijaya pada kesempatan pembukaan juga diperkenalkan website resmi Candra Wijaya dengan nama http://www.candrawijaya.com.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi ganda putra antara Candra Wijaya/ Sigit Budiarto melawan juniornya Markis Kido/ Hendra Setiawan yang merupakan juara Olimpiade Beijing 3008. Pertandingan menjadi menarik saat Candra/Sigit yang merupakan juara Dunia 1997 masih mampu bermain baik dan mengeluarkan teknik-teknik pukulan yang mengagumkan para penonton.

Bagi pasangan Markis Kido/ Hendra Setiawan ekshibisi ini menjadi ajang pemanasan menjelang kejuaraan Piala Sudirman yang akan berlangsung di nanti di Guangzhou, China pada 10-17 Mei yang akan datang. Pertandingan berlangsung dengan alot, perebutan point saling mengejar. Tak mudah bagi Markis/ Hendra menaklukkkan senior mereka Candra/ Sigit. Paruh pertama game dimenangkan Markis/ Hendra dengan skor 15-12. Game akhir akhirnya Markis Kido/ Hendra Setiawan megakui keunggulan Candra Wijaya/ Sigit Budiarto dengan skor 34-36 yang menggunakan rally point. ”Senang sekali bisa bermain kembali dengan senior kami,” ungkap Hendra Setiawan di akhir game.

Unggulan melaju tanpa kesulitan

Pada pertandingan hari pertama kemarin pada nomor Ganda Putra Dewasa semua pemain unggulan belum mendapat hambatan. Pemain-pemain unggulan yang mendapat bye pada pertandingan pertama melaju ke babak ketiga. Pasangan Fernando Kurniawan/ Lingga Lie yang merupakan unggulan satu tanpa kesulitan menundukkan ganda putra klub Bina Bangsa Raya A.S. Ramdoni/ Ardani dengan skor 21-17, 21-12. Pada babak ketiga hari ini Fernando/ Lingga akan menghadapi ganda putra klub SGSE Flypower Imam S/ Ujang. Imam/ Ujang melaju ke babak ketiga setelah menaklukkan ganda putra klub Ganesa Adi Ariadi/ Ichwansyah ‘Iwan Bule’ dengan skor 19-21, 21-19, 21-12.

Singapura yang hadir dua wakilnya juga meriahi kemenangan untuk melaju ke babak ketiga. Pasangan Chayut Triyachart/ Danny Bawa Christinanta (unggulan 5/8) menaklukkan ganda putra Ardi/ Hari Wibowo dengan skor 21-10, 21-12. Dan hari ini Chayut/ Danny akan menghadapi ganda putra klub Djarum Berryangriawan/ Ulinnuha. Wakil Singapura lainnya pasangan Hendra Wijaya/ Hendri Kurniawan Saputra tanpa kesulitan menaklukkan pasangan Daniel/ Suhendi Wijaya dengan skor 21-9, 21-4.

Pada hari ini pasangan Alvent Julianto/ Hendra Ag yang merupakan unggulan 3/4 akan menghadapi ganda putra Jepang Yasumura Kousuke/ Yone Takao. alvent/ Hendra melaju ke babak ketiga setelah menaklukkan ganda putra klub Orbit Wahyu Dwi Putro/ M. Ayskuru dengan skor 21-12, 21-13. Sementara ganda putra Jepang Yasumura Kousuke/ Yone Takao berhasil menaklukkan pasangan Andre/ Rahmat Adianto dengan skor 21-10, 21-17.

Satu wakil Eropa yang turut berpartisipasi juga melaju ke babak ketiga. Pasangan ganda putra Ceska Andrei Kopriva/ Tomas Kopriva yang merupakan unggulan 5/8 hari ini akan menghadapi pasangan Anggun Nugroho/ Hadi Saputra. Andrei Kopriva/ Tomas Kopriva melaju ke babak ketiga dengan menalahakan ganda putra klub Asri Didit Trisetya/ Nendy Arisnandia dengan skor 21-17, 21-18, sementara Anggun Nugroho/ Hadi Saputra menaklukkan ganda putra klub Bina Suka Angga/ M. Yusuf dengan skor 21-16, 21-12.

India juga hadir dengan wakilnya Rupes Kumar/ Sanave Thomas yang menjadi unggulan dua melaju kedua setelah menaklukkan ganda putra klub Kuda Laut Andre Banteng/ Hendri Apriliyanto dengan bermain tiga set 20-22, 21-17, 21-10. Pada babak ketiga Rupes Kumar/ Sanave Thomas akan menghadapi pasangan ganda putra Jepang Harmono Yuwono/ Kurose Takatoshi yang melaju tanpa bermain.

Pasangan Luluk Hadiyanto/ Rendra Wijaya yang merupakan unggulan 5/8 meraih kemenangan wo melawan ganda putra klub Mandom Badminton School Jajang Alan Kurniawan/ Wilianto yang tidak hadir. Pada babak ketiga hari ini Luluk/ Rendra akan menghadapi ganda putra Jakarta Raya Chrisna Adi Wijaya/ Syarif Syahmie.

Afiat/ Wifqi pasangan ganda putra Indonesia uang menjadi unggulan 3/4 tanpa kesulitan melaju ke babak ketiga hari ini setelah kemarin sore berhasil menaklukkan ganda putra klub Lion Ade Riadi/ Ian Berlian dengan skor 21-16, 21-16. Hari ini Afiat/ Wifqi akan berhadapan dengan ganda putra Singapura Hendra Wijaya/ Hendri Kurniawan Saputra .

Magnit Taufik

Taufik Hidayat yang merupakan spesialis tunggal putra tak ketinggalan meramaikan kejuaraan ganda putra Candra Wijaya. Kehadiran Taufik menjadi daya tarik sendiri bagi para penggemar bulutangkis Jakarta yang hadir dan salah satu pertandangan yang dinantikan para penonton. Penampilan Taufik Hidayat/ Flandy Limpele kali ini mengulang kebersamaan mereka saat bermain ganda di kejuaraan Superliga dua tahun lalu yang mampu yang menaklukkan pasangan M. Rijal/ Lingga Lie dari Musica Flypower.

Berpasangan dengan Flandy Limpele rekan satu klub di SGS dan tidak menjadi unggulan pada kejuaraan ini berhasil melaju ke babak ketiga tanpa kesulitan. Pada babak pertama Taufik Hidayat/ Flandy Limpele menaklukkan pasangan ganda putra Abdul Rahman/ Alamsyah dengan skor 21-17, 21-13. Pada babak kedua yng dimainkan kemarin sore Taufik/Flandy menaklukkan pasanagan ganda putra Hendra Ong/ Tjio Hwat dengan skor 21-8, 21-16.

Pagi ini Taufik/Flandy akan menghadapi ganda putra asal Malaysia Gan Teik Chai/ Tan Bin Shen yang merupakan unggulan 5/8. Gan Teik Chai/ Tan Bin Shen melaju ke babak ketiga setelah menaklukkan pasanganDavin/ Roby dengan 21-10, 21-15. (ferry kinalsal)

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Profile : Icuk Sugiarto

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


Icuk SugiartoIcuk Sugiarto, lahir tanggal 4 Oktober 1962 dari pasangan Harjo Sudarmo dan Ciptaningsih (alm) di kota Solo. Terlahir dari anak 3 dari tujuh bersaudara. Pendidikan dasar dan menengah ditempuhnya di kota Solo. Sang ayah adalah seorang pensiunan Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta dari bagian Karawitan.Sejak kecil orang tua Icuk selalu mendukung apa yang menjadi tujuan hidupnya, menjadi atlet bulutangkis. Icuk kecil mengenal olahraga ini pada saat ia berusia 12 tahun. Klub tempat Pertama kali Icuk diasah adalah Klub Taruna, kemudian Klub Abadi. Pelatih Suratman adalah orang yang pertama kali mempengaruhi gaya bermain Icuk.

Penampilannya Icuk di Munadi Cup tersebut mempesona banyak orang, salah satunya adalah M. Ridwan S., yang pada saat itu menjabat sebagai pelatih sekaligus pencari bibit atlet muda dari Bimantara Tangkas. Diapun menggandeng Icuk, yang kemudian dimasukkan ke sekolah atlet Ragunan di Jakarta Selatan. Tak lama di sana, Icuk di tarik ke Pelatihan Nasional (Pelatnas) dibawah bimbingan pelatih Tahir Djide, saat itu tahun 1979. Dibawah pelatihan Tahir Djide permainan Icuk semakin terasah, ia pun berhasil meraih juara I Kompetisi Bulutangkis Pelajar Se-Asia pada tahun 1979, saat usianya 17 tahun. Setahun selepas saat itu, Icuk berhasil meraih juara I Kejuaraan Nasional di Nomor Ganda Putra bersama Sigit Pamungkas.

Perjuangan Icuk mencapai puncaknya pada tahun 1983. Dia berhasil menjadi Juara Dunia di Kejuaraan Dunia Di Coppenhagen, Jerman. Dengan mengalahkan Liem Swie King. Icuk bermain sangat gemilang tepat di depan presiden IOC (International Olympic Comitee) saat itu, Juan Antonio Samaranch, ketika Federasi Bulutangkis Intenasional (IBF) sedang berusaha membuat olahraga bulutangkis dimasukkan kedalam salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di dalam olimpiade.

Sejak saat itu prestasi Icuk semakin meningkat. Dalam kurun waktu antara tahun 1983-1989, Icuk menyabet sekitar 32 gelar kejuaraan.

Icuk Sugiarto menikah pada tahun 1983 dengan seorang wanita yang bernama Nina Yaroh pada tanggal 5 juli. Istrinya adalah wanita asli Medan, Sumatera Utara, yang lahir pada 26 Juni 1962 dan juga atlet putri nasional. Ibu Nina Yaroh juga aktif dalam kepengurusan cabang PBSI daerah Jakarta Barat.

Dari pernikahan Icuk dan Nina Yaroh, terlahir 2 orang putra putri. Seorang putri bernama Nastassia Oktaviani Sugiarto, lahir pada tanggal 3 Oktober 1984 dan seorang putra yang bernama Tommy Sugiarto yang lahir pada tanggal 13 Mei 1988, dan si bungsu Jauza Fadhilla Sugiarto.

Steleah memutuskan menggantung reket sebagai atlet, Icuk memulai karir sebagai pelatih klub PB Paelita Bakrie. Kecintaannya terhadapa bulu tangkis Indonesia dibuktikan dengan menolah tawaran menjadi pelatih di luar negeri seperti Perancis dan Malaysia. Keaktifannya dalam organisasi bulu tangkis membawanya hingga kepengurusan PBSI.

Tahun 2004, ia melepaskan posisi di PBSI setelah diangkat menjadi Staff Khusus Menteri Negara Pemuda dan Olahraga untuk periode 2004-2009.

Prestasi

Prestasi Icuk Sugiarto

Prestasi Icuk dimulai saat ia bertanding merebut Piala Munadi di Semarang, Jawa Tengah, di tahun 1974. Penampilannya Icuk di Munadi Cup tersebut mempesona banyak orang, salah satunya adalah M. Ridwan S., yang pada saat itu menjabat sebagai pelatih sekaligus pencari bibit atlet muda dari Bimantara Tangkas. Diapun menggandeng Icuk, yang kemudian dimasukkan ke sekolah atlet Ragunan di Jakarta Selatan. Tak lama di sana, Icuk di tarik ke Pelatihan Nasional (Pelatnas) dibawah bimbingan pelatih Tahir Djide. Saat itu tahun 1979. Dibawah pelatihan Tahir Djide permainan Icuk semakin terasah, ia pun berhasil meraih juara I Kompetisi Bulutangkis Pelajar Se-Asia pada tahun 1979, saat usianya 17 tahun. Setahun selepas saat itu, Icuk berhasil meraih juara I Kejuaraan Nasional di Nomor Ganda Putra bersama Sigit Pamungkas.

Perjuangan Icuk saat itu mencapai puncaknya pada tahun 1983. Dia berhasil menjadi Juara Dunia di Kejuaraan Dunia Di Coppenhagen, Jerman. Sejak saat itu prestasi Icuk semakin meningkat. Dalam kurun waktu antara tahun 1983-1989, Icuk menyabet sekitar 32 gelar kejuaraan.

Prestasi yang pernah diraihnya antara lain :

1979 & 1980 Juara I Single & Double Asean Pelajar.
1980 Juara Double Nasional.
1981 Juara I Double India Terbuka.
1981 Juara Double PON IX.
1982 Juara I Double Asian Games
1982, 1986, 1988 Juara I Single Indonesia Terbuka
1985 Juara Single PON X
1983 s/d 1987 Juara Nasional.
1983 s/d 1986 Juara I Taiwan Terbuka.
1983 Juara Dunia Single.
1984 Juara I Single Malaysia Terbuka.
1984, 1985 Juara I Single Thailand Terbuka.
1984 Juara I Single Belanda Terbuka
1985 Juara I Single Piala Dunia ALBA
1985, 1987, 1989 Juara Single Sea Games.
1986 Juara I Single China Terbuka.
1986 Juara I Single Piala Dunia 555
1987 Runner Up Single All England
1988 Juara I Single Perancis Terbuka
1988 Juara I Single Hongkong Terbuka
1984, 1986, 1988, 1990 Team Thomas Cup.
1983, 1984, 1985 Team Asia.

Prestasi Icuk

Prestasi Icuk


Posted in Berita, Tokoh | Leave a Comment »

JAPAN – New Pair Preps for Cup

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


japan-sudirmanJapan’s National Team held a press conference at the National Training Centre in Tokyo on April 28th where Reiko Shiota / Shintaro Ikeda (pictured) were introduced as Japan’s new secret weapon in the mixed doubles category.  The conference marked the kick-off of the team’s final training camp in preparation for the Sudirman Cup.  They will be training there until they leave Japan for the Sudirman Cup venue early next month.

Story and photos by Miyuki Komiya, Badzine Correspondent, Live in Tokyo
The present training camp will be Ikeda/Shiota’s court debut as a mixed doubles pair but as far as the Sudirman Cup goes, they will be among the few veterans as most of the Japanese team members will be vying for the Cup for the first time.

We have selected the players who showed us good performance through our national team training,” said Japanese National Team coach Keita Masuda.  “We believe that this is the best Japanese team now.

New Pair Grabs the Spotlight

Star veterans Shiota and Ikeda also announced their new aim.  While both of them focussed all their energies on the Beijing Olympics in their respective doubles pairs, after the Olympics, Shiota hadn’t decided on a direction for her career.  In February, the Japan Badminton Association suggested to Shiota that she try mixed doubles.  At the time, she had also thinking about changing to mixed because she despaired of finding a partner better than Kumiko Ogura in women’s doubles.

When I was winning tournaments in Japan with Kumiko Ogura, I felt I might have a chance to be a top-ranked player,” Shiota said, “but lately, I hadn’t had the drive to play badminton until I thought about mixed doubles.  When the association offered me the chance to play mixed doubles with Shintaro Ikeda, I was naturally very interested in it and I thought that I wanted to challenge the top badminton players again in mixed doubles.

Shintaro Ikeda added “I was very glad.  I knew that she was very skilled in the women’s game and also I felt that her spirit for badminton was similar to mine.  So I greatly appreciated the opportunity to play with her.

The two players graduated from the same high school so they have plenty to talk about during breaks. Shintaro Ikeda is known as a cool player in Japan.  Shiota explains “I understand that we don’t play a power game so we will focus our training on how to win with our brains.

We are not yet sure of their potential in mixed doubles,” Keita Masuda said.  “Actually, another pair Noriyasu Hirata / Miyuki Maeda already did well in the Asian badminton championships this month. If Ikeda/Shiota can’t show us great things in training, we don’t intend to use them in the Sudirman Cup.

Our aim is always high level,” Ikeda said.  “I believe that we can improve our skill and performance step by step through our training.

Shiota added, “London Olympic 2012 will definitely be one of our big goals as we begin participating in tournaments together.

This training camp is the key.  If they perform well there, then we may well see them in action during the Sudirman Cup.  If not, their first tournament will be the Singapore Open this coming June.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Yonex loses contract with the worlds biggest Badminton Playing Nation

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


china-teamOn April 23, 2009 the Chinese National Badminton Team reached an agreement with Li Ning Company Limited, a leading Chinese sports brand. The badminton team became the 5th Chinese team to partner with Li Ning, along with the Chinese National Table Tennis Team, the Chinese National Gymnastics Team, the Chinese National Shooting Team and the Chinese National Diving Team. VIP guests at the signing included the director of the Table Tennis & Badminton Administration Center of the General Administration of Sports of China, Liu Fengyan, the athletic representatives of five generations in the badminton history of China: Tang Xianhua, Lin Shiquan, Li Yongbo, Zhang Ning, and Lin Dan, the chairman of the board from Li Ning Company Limited, Li Ning, and CEO of Li Ning Company Limited, Zhang Zhiyong. All attended the press conference to witness the signing of the agreement with the theme of “the glory of badminton,” an historic milestone.

The press conference also provided a rare opportunity for the badminton athletes to get together and speak their minds. Reviewing the glorious history of Chinese badminton, they talked about the future of the sport. Also, Liu Fengyan and Zhang Zhiyong discussed ways of promoting the development of badminton in China with the other influential guests attending the conference. At the end of the conference Mr. Li Ning presented a gold badminton bat as a special gift to the chief coach, Li Yongbo, and the athletes of the Chinese National Badminton Team, wishing them continued glory and their dream of grabbing all five medals at the next Olympic Games. According to the badminton personnel attending the conference, the partnership between the leading Chinese sports brand and the top badminton team in the world will undoubtedly give Chinese badminton a new breath of life.

Liu Fengyan also highly praised the alliance between Li Ning and the China National Badminton Team. “The brand of Li Ning has been part of the development of all sports in China since its founding and has made remarkable contributions to the development of Chinese sports and I believe the ‘win-win combination’ between Li Ning Company Limited and the Chinese National Badminton Team will surely promote the flourishing development of badminton in China, as well as the whole world,” said Liu. Li Yongbo also expressed his views about the cooperation between both parties. He was quoted as saying: “The development team from Li Ning Company Limited has built a thorough understanding of the leading trends of the development of badminton technology. From the close cooperation of both parties, the technical performance and application of the complete set of Li Ning outfits have obtained athletic recognition as such outfits can meet or exceed professional demands. Li Ning Company Limited is definitely capable of providing the professional, skilled, and customized service that we have awaited for many years! I believe the great all-round support provided by Li Ning Company Limited will undoubtedly help the Chinese National Badminton Team to achieve outstanding performance on the court.”

Mr. Li Ning said at the press conference that Li Ning Company Limited will perform its duties as a Chinese brand with its entry into the badminton market to enhance the popularity, participation in, and the influence of badminton throughout the world. Zhang Zhiyong expressed that Li Ning Company Limited will do its best to promote the popularity and development of badminton by utilizing its powerful commercial promotion platform and professional experience in integrated marketing and promotion in addition to supporting the Chinese National Badminton Team with top-notch equipment. “Li Ning Company Limited has confidence in its partnership with the Chinese National Badminton Team. We believe that Li Ning will become a leading brand in the badminton field through its persistent input and operations in badminton,” said Zhang Zhiyong.

A survey on the status of sports participation throughout China conducted by the General Administration of Sports of China shows that badminton has the largest participation in China next to the relaxed sporting event of “walking,” with the number of fans in China reaching 250 million. According to the survey entitled “The Most Suitable Olympic Event for the Public,” released by the Social Survey Center of China Youth Daily, badminton ranked first with a participation rate of 67.8%. Moreover, the report released by the International Olympic Committee shows that the TV news reports and the number of viewers for badminton events rapidly increased over the last three Olympic Games. A total Chinese audience of 800 million watched the badminton games during the Athens Olympic Games, and the audience reached a new record during the Beijing Olympic Games. The market size behind such figures is significant, and it shows that badminton is in a golden era of flourishing development. And the agreement entered into by Li Ning Company Limited and the Chinese National Badminton Team is an important link for its strategic commercial deployment. Li Ning Company Limited will form a regional business orientation with leading advantages throughout the world through badminton. Depending on the power of brand influence, solid product development strength, and professional sponsorship experience, Li Ning Company Limited will not only provide top-notch professional equipment and service support to the Chinese National Badminton Team and help them to reach a new level, but also promote the growth of the badminton market in China and assist Chinese badminton in it’s international development.

It is reported that the Chinese National Team will be completely equipped with Li Ning products for the first time in May for the upcoming Sudirman Cup in which the Chinese National Badminton Team will show up internationally for the first time after the signing of the agreement by both parties.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Shuttlers get the nod to take part in Indonesian Open

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 30, 2009


KUALA LUMPUR: The country’s top shuttlers will compete in the Indonesian Open after all.

This is because the National Sports Council (NSC) are looking at postponing the Mini Olympics, which would have clashed with the dates for the Indonesian Open from June 16-21.

Although the NSC’s intention was to get the country’s top stars to feature in the Mini Olympics, they also did not want to interrupt the athletes’ training and competition programmes.

Thus, their decision to look into postponing the Mini Olympics.

The Indonesian Open will allow the national shuttlers to enjoy some high quality preparation ahead of the World Championships, which will be held in Hyderabad, India, from Aug 10-16.

It will also give the World Championships-bound players an opportunity to improve their world rankings and get good seedings in India.

Those under the BAM banner confirmed of places for the world meet are world No. 1 Lee Chong Wei, Wong Mew Choo, Julia Wong, Koo Kien Keat-Tan Boon Heong, Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Abdul Latif, Chin Eei Hui-Wong Pei Tty and Ng Hui Lin.

Fairuzizuan-Zakry are the defending champions in the men’s doubles event.

NSC director of sports management Abdul Jalil Abdullah said yesterday that a decision would be made on a new date for the Mini Olympics during a meeting on May 5.

“Earlier, no objection was raised when we fixed the dates for the Mini Olympics. But now, we have been notified that there is a clash in the dates for the Indonesian Open and the Mini Olympics,” said Jalil.

“We will look into this. We will not impose this (sticking with the dates for the Mini Olympics) on the association if it disrupts their plan. The organising committee will hold a meeting on May 5 and we will work towards a new date,” he said.

Besides badminton, the other sports in the Mini Olympics are archery, athletics, aquatics, cycling, gymnastics, shooting and weightlifting.

The Mini Olympics will be a biennial event, held on alternate years to the Malaysian Games (Sukma).

For the record, the Indonesian Open is the last Super Series event to determine the seedings for the players gearing up for the world event. The other Super Series event is the Singapore Open, which will be held a week before the Indonesian meet.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Chandra Wijaya Men’s Doubles Badminton Championships 2009 Angkat Pamor Ganda Putra

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 29, 2009


candra-5(Bulutangkis.com) – Candra Wijaya yang telah meraih sukses sepanjang karirnya di dunia bulutangkis kini kembali menggebrak perbulutangkisan Indonesia. Sebagai atlit yang meraih prestasi melalui nomor ganda putra menggelar kejuaraan bulutangkis khusus ganda putra dengan title Candra Wijaya Men’s Doubles Badminton Championships 2009 pada tanggal 29 April hingga 02 Mei 2009 di Gedung Bulutangkis, Asia – Afrika, Senayan Jakarta. Kejuaraan ini akan terbagi pada tiga nomor di nomor Remaja (U-16), Taruna (U-19) dan Dewasa.

”Kejuaaraan ini akan meningkatkan pamor ganda putra sebagai salah satu nomor di bulutangkis. Selain tunggal putra, nomor ganda putra juga memiliki daya tarik tersendiri, dan akan menggairahkan bulutangkis,” demikian Candra mengungkapkan pada Selasa sore (28/04/09) di Jakarta.

Sebagaimana disampaikan Candra Wijaya bahwa kejuaraan ini merupakan bentuk kepedulian dirinya bagi dunia bulutangkis yang telah mengangkat namanya. Dan Candra berharap kejuaraan ini bisa terselenggara secara rutin dan memiliki prestise serta menjadi kalender tatap BWF.

Pada kesempatan yang sama salah satu pahlawan bulutangkis Indonesia yang juga merupakan atlit ganda putra Christian Hadinata menyambut baik dan bangga akan ide dan upaya Candra untuk memajukan prestasi ganda putra. Christian Hadinata yang kini merupakan Kasubid Pelatnas PB PBSI menyampaikan juga dengan diadakannya kejuaraan khusus ganda putra ini pada nomor remaja dan taruna akan menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit atlit ganda putra seperti Candra, Tony, Ricky Subagja dan Rexy Mainaky.

150 Pasang Ganda Putra

Kejuaraan yang diikuti oleh lebih kurang 150 pasang ganda putra untuk tiga nomor ganda putra akan dimulai hari ini jam 08.30 wib. Pembukaan secara resmi langsung oleh Menpora Adhyaksa Dault yang dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi antara juara ganda putra Olimpiande Beijing 2008 Markis Kido/ Hendra Setiawan melawan pasangan ganda putra Juara Dunia 1997 Candra Wijaya/ Sigit Budiarto.

Pada nomor kelompok Remaja dan Taruna masih diikuti atlit-atlit lokal, hal ini disebabkan informasi yang disampaikan kepada peserta luar masih terbatas kepada atlit yang bersangkutan khususnya pada atlit-atlit dewasa. Pada penyelenggaraan tahun depan undangan resmi akan disampaikan ke organisasi bulutangkis setiap negara, demikian yang disampaikan Rosiana Tendean selaku Ketua pertandingan.

Patut menjadi perhatian panitia untuk penyelenggaran tahun mendatang agar meperhatikan jadwal ujian anak sekolah khususnya yang mengkitui nomor remaja, tidak dapat berpartisipasi karena saat ini sedang berlangsung ujian sekolah.

Pada kejuaraan kali ini atlit-atlit luar negeri yang berpartisipasi adalah atlit Singapura seperti Chayut Triyachart/ Danny Bawa Chrisnanta (unggulan 5/8), Hendra Wijaya/ Hendri Kurniawan Saputra, atlit Jepang seperti Yasumura Kousuke/ Yone Takao, Harmono Yuwono (Ina)/ Kurose Takatoshi, atlit Ceska seperti Andrej Kopriva/ Tomas Kopriva (unggulan 5/8), atlit Malaysia seperti Gan Teik Chai/ Tan Bin Shen (unggulan 5/8), atlit India seperti Rupes Kumar/ Sanave/ Thomas merupakan unggulan 2 .

Sementara atlit-atlit pelatnas dan mantan atlit pelatnas juga meramaikan kejuaraan ini diantaranya Fernando K/ Lingga Lie (unggulan 1), Alvent Julianto/ Hendra Ag (unggulan 3/4), Luluk Hadiyanto/ Rendra Wijaya (unggulan 5/8). Tak kalah menarik adalah turunnya tunggal putra juara Olimpiade Athena 2004 Taufik Hidayat yang berpasangan dengan rekan satu klubnya di SGS Flandy Limpele yang selama ini berkiprah pada nomor ganda campuran.(ferry kinalsal)

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: