SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April 4th, 2009

Kwong Beng gets tongue-lashing from Misbun

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 4, 2009


KUALA LUMPUR: A tongue-lashing by national coach Misbun Sidek has given youngster Chan Kwong Beng a much-needed wake-up call.

Yesterday, Misbun lost his cool when Kwong Beng repeatedly made the same mistakes in his game during a training session at Stadium Juara in Bukit Kiara.

Misbun had specifically spent more time with Kwong Beng yesterday in the absence of world number one Lee Chong Wei, who had been given a day off to recover from flu.

National coach Misbun Sidek was unhappy with Chan Kwong Beng’s lackadaisical attitude

But the coach was visibly upset over his future potential charge, whom Misbun had taken under his wings in 2007.

Misbun hoped that Kwong Beng would communicate better and build a stronger rapport with him in training.

The 21-year-old Kwong Beng, who is the least prominent player in the back-up singles squad, has vowed to buck up, after the scolding.

“I know why Misbun is upset. He wants the best for me but does not see the same expectation from me. He believes that I can make it big but, unfortunately, I am not showing the same enthusiasm,” said Kwong Beng.

The National Schools (MSSM) Under-18 champion did well in the Indian Open last week when he pulled off an upset win over compatriot Chong Wei Feng in the second round before going down tamely to Andre Kurniawan Tedjono of Indonesia in the last 16.

Kwong Beng belongs to the third group of players in the national team.

The first two tiers comprise elite players, led by Chong Wei and elite-back-up, which include Wei Feng, Tan Chun Seang, Liew Daren and Mohd Arif Abdul Latif.

Kwong Beng admitted that Misbun had every right to be disappointed.

“I was the happiest person when Misbun chose me to be under his care in 2007. I saw it as an opportunity to make it big in badminton,” said the Taiping lad.

“Then, I was dedicated. I worked hard in training. But after some good results, it all got to my head.

“My performance dropped and I have been struggling to regain my form. I know my fitness is the key but sometimes I try to play fancy.

“I fear and respect Misbun because he is a good coach. I have to be more open to him and share what goes through my mind. Sometimes, I keep everything to myself … I hope things will be better from now.”

Kwong Beng, ranked 131st in the world, will compete in the Vietnam International Challenge in Hanoi from April 21-26 and he hopes to break into the top 100 this year.

Misbun hoped his “provocation” would bring out the best in Kwong Beng.

“All I want is his time and energy and I can make him a world-beater. But I get frustrated when I see his lackadaisical attitude in training. I do not want any player to waste my time,” said Misbun.

“I have confidence in him but I cannot help if he is not helping himself. I hope what I said to him will motivate him to become a better player.”

Posted in Berita | Leave a Comment »

Hafiz all fired up to do well in Asian meet

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 4, 2009


KUALA LUMPUR: Singles shuttler Mohd Hafiz Hashim aims to put up another good showing in next week’s Asian Badminton Cham­­­­pionships (ABC) in Suwon, South Korea, in a bid to extend his stay with the national team.

Just when many thought Hafiz’s career was dead and buried, the former Nusa Mahsuri shuttler surprised everyone with a much-improved performance en route to a runner-up finish at last week’s Indian Open in Hyderabad.

He defeated world junior champion Chen Long of China in the semi-finals but failed to overcome Indonesia’s Taufik Hidayat for the title, which would have been his first in three years.

His performance in Hyderabad has seen him move from 32nd spot to 24th in the world rankings and it has now given Hafiz a slim chance of making the team for the World Championships, which will be held in India from Aug 10-16.

The best three in the top 24 bracket are assured of their places and three players are currently ranked ahead of him – world No. 1 Lee Chong Wei, Wong Choong Hann (No. 11) and Lee Tsuen Seng (19).

Hafiz acknowledged that it would take more than just one good performance to impress the national selectors, given his many disappointments over the last two years.

“I know that my place (in the national team) is still not guaranteed. I guess, the BAM want to be very sure with me before making a decision,” said Hafiz.

“I am also hoping that my performance in India is not a one-off thing. I still love badminton and I went all out there to save my career.”

And the former All-England champion is looking beyond the ABC. which will begin on Wednesday.

“I have a lot to gain if I can maintain my form at the ABC. I will get to keep my place in the national team and even be considered for the world meet. These are my motivation to do well in Suwon,” he said.

“But like many, I am also hoping to be consistent throughout the year.”

At the ABC, Hafiz will have to reach at least the quarter-finals to be worthy of a place in the national team.

He is in the same quarter with Chen Long and Taiwan’s Hsieh Yu-shin. He is expected to meet Chen Long in the second round.

Hafiz and all the other Malaysian players, including the four back-up shuttlers – Tan Chung Seang, Mohd Arif Abdul Latif, Chong Wei Feng and Liew Daren – will leave for South Korea today.

Posted in Berita | Leave a Comment »

PBSI BELUM PASANG TARGET DI PIALA SUDIRMAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 4, 2009


Surabaya, 4/4 (Sports.Roll) – Pengurus Besar PBSI belum berani memasang target pada kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman, pada 10-17 Mei 2009 di Guangzhou, China, sebelum menetapkan susunan pemain yang memperkuat tim.

Sekretaris Jenderal PB PBSI, Yacob Rusdianto kepada wartawan di Surabaya, Sabtu, mengatakan, nama-nama pemain yang masuk Tim Piala Sudirman sedang digodok tim pelatih dan rencananya diumumkan pekan depan.

“Sampai sekarang saya belum mendapat laporan dari Kabid Binpres, siapa saja pemain yang masuk tim. Tapi prinsipnya, pemain yang masuk tim adalah yang kondisinya paling siap,” katanya.

Ditemui di sela-sela menghadiri Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Surabaya, Yacob Rusdianto mengakui, banyak pihak yang meragukan kekuatan Tim Indonesia di Piala Sudirman tahun ini.

Menurun dia, prestasi pemain-pemain Pelatnas dalam beberapa waktu terakhir dan hengkangnya sejumlah pemain potensial dari Pelatnas, menjadi sejumlah alasannya.

Selain itu, sejumlah pemain inti Pelatnas, seperti Soni Dwi Kuncoro dan Markis Kido dikabarkan masih belum sembuh seratus persen dari cedera.

“Target tertentu belum ditetapkan, tapi yang jelas, semua pemain ditargetkan meraih kemenangan pada setiap pertandingan,” katanya.

Menurut Yacob, tuan rumah China, Korsel dan Malaysia yang memiliki talenta-talenta pemain bagus, menjadi ancaman serius bagi tim “Merah Putih”, untuk kembali membawa pulang Piala Sudirman.

“Justru dengan posisi ‘underdog’ dan tidak diunggulkan, bukan tidak mungkin pemain-pemain kita bisa bermain lebih lepas dan membuat kejutan,” katanya menambahkan.

Soal kemungkinan bergabungnya beberapa mantan pemain Pelatnas, seperti Taufik Hidayat, Alvent Yualianto dan Vita Marissa, Yacob Rusdianto belum berani memastikan, karena semuanya diserahkan kepada tim pelatih dan Binpres PBSI.

“Saya kira Binpres dan pelatih yang paling tahu soal kebutuhan pemain, apakah perlu memanggil kembali mantan pemain Pelatnas atau cukup mengandalkan pemain-pemain yang ada di Pelatnas saat ini,” katanya menambahkan.

Posted in Berita | Leave a Comment »

INDONESIA MASIH BERPELUANG REBUT PIALA SUDIRMAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 4, 2009


Semarang, 4/4 (Sports.Roll) – Tim bulu tangkis Indonesia masih mempunyai peluang untuk merebut lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran Piala Sudirman yang akan berlangsung di Guangzhou, China, Mei 2009.

Kakak beradik mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi dan Heryanto Arbi yang dihubungi secara terpisah dari Semarang, Sabtu, mengatakan, dengan materi pemain yang ada sekarang ini peluangnya tetap ada meskipun sangat berat.

Pahlawan bulu tangkis Piala Thomas 1984, Hastomo Arbi menyebutkan, negara-negara yang memiliki materi pemain yang merata seperti tuan rumah China, Korea , dan Denmark sehingga melawan mereka tinggal sepandai-pandainya menyusun strategi.

China, kata dia, memiliki kekuatan merata untuk semua nomor, baik tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan ganda campuran, terbukti dengan dominasi negara tersebut dalam berbagai event bulu tangkis internasional.

Korea juga memiliki kekuatan untuk nomor ganda putra-putri, dan campuran, sedangkan Denmark memiliki kekuatan menonjol di tunggal putral, tunggal putri, dan ganda putra, serta campuran.

Malaysia, memiliki kekuatan menonjol di tunggal putra dan ganda putra.

Ia menambahkan, hasil kurang bagus yang dicapai pebulu tangkis Indonesia pada berbagai turnamen internasional seperti All England, Swiss Super Series, dan lain sebagainya belum bisa menjadi tolok ukur.

Menurut dia, pertandingan di nomor perorangan berbeda dengan beregu.

Juara All England dua kali Heryanto Arbi mengatakan, selama ini Indonesia mengandalkan pada tiga nomor yaitu tunggal putra, ganda putra, dan campuran, sedangkan untuk putri tampaknya cukup berat.

“Siapapun yang kita hadapai, harus bisa mengamankan tiga nomor tersebut, syukur-syukur di tunggal dan ganda putri bisa mencuri angka,” katanya.

Kedua mantan pebulu tangkis PB Djarum Kudus itu sepakat untuk menghadapi Piala Sudirman, pebulu tangkis tunggal putra Taufik Hidayat dimasukkan dalam tim untuk memperkuat tim.

“Akan lebih baik kalau Taufik yang sudah keluar dari pelatnas PBSI itu dimasukkan dalam tim,” kata Hastomo dan Heryanto Arbi. (H015)

Posted in Berita | 1 Comment »

PIALA INDOCOCK TERBENTUR PADATNYA JADWAL KEJUARAAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 4, 2009


Surabaya, 3/4 (Sports.Roll) – Panpel kejuaraan bulu tangkis Piala Indocock Walikota Surabaya sedikit kesulitan menghadirkan peserta asing, karena jadwal event yang berbenturan dengan sejumlah kejuaraan di Indonesia dan luar negeri.

Ketua Bidang Luar Negeri Panpel Piala Indocock, Ferry Stewart yang ditemui di Surabaya, Jumat, mengatakan beberapa kejuaraan yang berdekatan waktunya adalah Sirkuit Nasional di Jakarta dan Bandung serta Thailand Satellite.

“Semua kejuaraan itu digelar pada akhir April hingga Mei, sehingga peserta asing akan memprioritaskan pada event-event yang jarak tempuhnya lebih dekat dan punya level lebih tinggi,” katanya.

Sesuai jadwal, kejuaraan Piala Indocock Wali Kota Surabaya yang sudah menjadi kalender tetap PBSI, akan dilaksanakan pada 4-9 Mei di GOR Bulu Tangkis Sudirman Surabaya.

Jadwal itu sebenarnya sudah dikoordinasikan dengan PB PBSI agar tidak berbenturan dengan kalender kejuaraan lain, Namun, agenda politik yang begitu padat, membuat jadwal beberapa kejuaraan di dalam negeri harus disesuaikan.

Sedikitnya pebulu tangkis dari enam negara ditambah peserta dari dalam negeri, ambil bagian pada Piala Indocock 2008 lalu. Total jumlah peserta asing dan lokal tersebut lebih dari 1.600 atlet.

Ferry Stewart mengatakan hingga saat ini baru dua negara yang sudah memastikan ikut Piala Indocock, yakni Malaysia dan Singapura. Thailand dan India kabarnya juga akan ambil bagian, tapi belum memberi kepastian.

Malaysia rencananya mengirimkan lebih kurang 40 atlet, dimana delapan di antaranya anggota pemusatan latihan nasional. Sementara Singapura akan menyertakan 10 atletnya.

“Kami terus berusaha menghubungi beberapa negara, seperti Jepang, Taiwan, Thailand, dan Jepang agar bersedia ambil bagian. Memang agak berat karena jadwal yang berbenturan, tapi kalau optimis lima negara bisa ikut,” katanya.

Untuk peserta lokal, terutama dari klub-klub besar, Ferry Stewart tetap yakin mereka akan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya.

Beberapa klub besar yang dipastikan ikut antara lain Suryanaga dan Wima Surabaya, Djarum Kudus, SGS Bandung, Tangkas Jakarta, dan Ratih Banten.

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: