SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April 6th, 2009

Hukuman untuk para atlit yang kalah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 6, 2009


Pada saat penandatanganan kontrak disalah satu pasalnya disebutkan apabila pemain tidak mencapai target yang ditetapkan oleh PBSI selama mengikuti kejuaraan dua kali berturut-turut maka mereka harus bersedia melakukan ‘Re-trainning’ selama 1,5 bulan dan tidak akan diikutsertakan dalam kejuaraan selama re-trainning tersebut. (Dengan catatan bahwa mereka kalah denga lawan yang di bawah peringkat mereka tapi apabila mereka ditargetkan masuk perempat final tapi dalam drawingnya mereka langsung bertemu pemain-pemain unggulan yang peringkatnya lebih bagus dari mereka maka jelas mereka tidak dapat dikenakan sanksi tersebut).

Apabila berhasil menjadi juara jelas ada penghargaan berupa bonus ‘uang’ sesuai dengan tingkat kejuaraan yang diikuti, tapi harus diingat hanya menjadi juara yang mendapatkan bonus apabila hanya runner up or semifinalis dapet bonus ‘omelan’ dari pencinta bulutangkis di tanah air.

Sebagai tambahan, pemain yang lolos seleksi dalam seleknas yang baru lalu, tidak langsung masuk pelatnas Cipayung tapi digodok dulu di Magelang asrama calon taruna TNI selama 4 bulan (kalau ngga salah lho, soalnya sampai sekarang tema saya yang lolos seleknas kemarin juga masih belum tau disana berapa lama, empat atau enam bulan). Katanya sich disana buat ditingkatkan lagi rasa nasionallisme dan cinta tanah airnya. Dan tentunya untuk melatih disiplin dan stamina. (Cuma yang saya pikir tuh selama disana berarti ngga boleh gondrong atau merokok tentunya. He he he… Mungkin mereka lebih sering pegang senapan dibanding raket kali ya. Ntar kalau sudah betah boleh ngelanjutin jadi calon taruna TNI ngga ya? Dibanding jadi atlet badminton. Wakakakak)

Untuk catatan bahwa stamina Lee Chong Wei tuh lebih bagus dibandingkan dengan stamina Lin Dan tapi memang pukulan Lin Dan lebih bertenanga dibanding LCW. jadi apakah kita harus ngikutin cara berlatihnya Lin dan atau LCW nich Bung Kris? Atau ngikutin gaya berlatihnya Taufik Hidayat saja yang memiliki tehnik pukulan yang paling komplit dibanding pemain lainnya. Karena tipikal permainan dari pemain yang berbeda-beda maka tidak bisa kita seenaknya meniru gaya berlatih seseorang. (Contohnya yang mengikuti pelatihan ala militer di China bukan hanya Lin Dan tapi kok Bao Cun Lai or Chen Jin tidak dapat secermelang Lin Dan?

Seperti halnya LCW mereka juga mengikuti pelatnas di Malaysia bersama-sama tapi kenapa hanya LCW yang bisa muncul menjadi juara dari Malaysia? He he he. Jadi menurut saya sich, walaupun berlatih bersama atau mengikuti cara berlatih seseorang juara bukan berarti otomatis dia juga bisa menjadi juara karena tidak semua tipikal permainan cocok dengan gaya berlatih orang lain. Contohnya Taufik Hidayat yang selalu membawa sendiri pelatihnya karena dia merasa paling cocok dengan gaya melatih pelatihnya, mirip dengan gaya berlatih pemain tenis profesional, dan menurut saya sich ini gaya berlatih yang bagus. Karena contohnya selama dipelatnas Taufik memiliki teman berlatih yang juga dilatih oleh Mulyo (pelatih Taufik). Tapi hasilnya sangat-sanat berbeda.

Jadi menurut saya gaya berlatih yang memiliki pelatih sendiri seperti petenis profesional lebih bagus dibanding gaya berlatih bersama-sama. He he he, ini hanya pemikiran saya doang lho, yang kebetulan sependapat dengan Taufik Hidayat, mungkin karena saya mirip-miri Taufik Hidayat ya gaya mainnya. Wakakakaka (ngga boleh protes ya…).

Untuk tambahan lagi, bahwa pemain profesional Indonesia saat ini berlatih di GOR Banthong Cijantung yang sudah disewa oleh Taufik Hidayat selama satu tahun, kalau mau lihat latihan mereka bisa dateng aja kesana untuk melihat mereka latihan. Beberapa pemain pelatnas juga sering diminta untuk ikutan latihan disana, karena sebenarnya mereka kekurangan sparing partner yan seimbang. (badminton-indonesia@yahoogroups.com)

Posted in Berita | Leave a Comment »

PB PBSI ke Kuba untuk Selamatkan Bulutangkis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 6, 2009


SURABAYA – Tradisi emas Indonesia pada olimpiade yang diretas sejak 1992 di Barcelona terancam. Sebab, belum ada kepastian apakah bulutangkis dipertandingan pada Olimpiade 2016. Padahal, hanya dari cabang itulah Indonesia bisa merebut emas.

”Bulutangkis harus diselamatkan. Meski, pada Olimpiade London 2012 masih aman, pada Olimpiade 2016 masih tanda tanya,” kata Sekjen PB PBSI Jacob Rusdianto kemarin (4/4).

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Pengda PBSI Jatim tersebut menyatakan, saat ini bulutangkis berada di urutan bawah dalam hal dukungan untuk bertahan pada olimpiade. Jika tak segera dicarikan pendukung, nasib bulutangkis akan sama seperti baseball dan softball yang dipastikan tersingkir dari olimpiade tiga tahun mendatang di London.

Menyikapi hal itu, PB PBSI tidak tinggal diam. Jacob menyatakan, induk olahraga bulutangkis di tanah air tersebut terus menggalang dukungan dari negara-negara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Salah satunya dilakukan dengan berkunjung ke Havana, Kuba.

Selain itu, memimpin rombongan tim pelatnas untuk melakukan turnamen bulu tangkis di negara sosialis di kawasan Karibia tersebut pada 25-29 Maret. Jacob juga berusaha berpromosi agar mereka mendukung bulutangkis bertahan di olimpiade.

”Bulutangkis juga harus dipopulerkan di negara-negara Amerika Utara dan Karibia. Semakin banyak negara yang mendukung, nasib bulutangkis akan semakin aman,” terangnya.

Di sana, tiga di antara lima pemain Indonesia yang dikirim berhasil menjadi juara. Mereka adalah Ary Trisnanto yang menjadi juara tunggal pria serta pasangan Albert Saputra/ Rizky Yanu Kresnayandi yang menjuarai ganda pria.

Dari perbicanngan dengan beberapa insan bulutangkis di sana, Jacob melihat adanya peluang kerja sama dengan jalan mengirimkan atlet dan pelatih ke sana. Selain itu, Meksiko dan Jamaika menyatakan ketertarikannya untuk belajar bulutangkis dari Indonesia.

Jacob mengungkapkan, hal tersebut sudah disampaikan kepada PB PBSI dan akan ditindaklanjuti dengan inventarisasi pelatih yang dimiliki. Sebelum para pelatih terpilih dikirim, akan ditandatangani lebih dulu Memorable of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan negara-negara itu. (nar/ang/jawapos.co.id)

Posted in Berita | Leave a Comment »

INGGRIS INGIN PERBAIKI HASIL DUA TAHUN LALU

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 6, 2009


Jakarta, 5/4 (Sports.Roll) – Inggris ingin memperbaiki hasil dua tahun lalu saat mereka mencapai semi final dalam kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman 2007 yang digelar di Glasgow, Skotlandia.

“Kami akan melakukan semua yang bisa (dilakukan) untuk menyamai, dan mungkin memperbaiki hasil di Glasgow tetapi kami tahu persis itu akan sulit,” ujar pelatih kepala Inggris Ian Wright seperti dikutip situs resmi Asosiasi Bulutangkis Inggris (Badminton England), Minggu.

Untuk Piala Sudirman 2009 yang akan berlangsung di Guangzhou, China, pada 10-17 Mei, Inggris telah menetapkan tim yang terdiri dari 11 pemain, tujuh di antaranya adalah pemain yang masuk dalam tim 2007.

Mereka yang memperkuat Inggris saat kalah 2-3 dari Indonesia di semi final 2007 adalah Nathan Robertson, Anthony Clark, Robert Blair, Andrew Smith, Rajiv Ouseph, Elizabeth Cann dan Donna Kellogg.

Sementara bagi empat pemain lainnya yakni Chris Adcock, Gabby White, Sarah Walker dan Jenny Wallwork, Guangzhou akan menjadi tempat mereka pertamakali tampil pada Piala Sudirman.

Sementara itu, tunggal putri Malaysia Julia Wong hampir dipastikan akan memperkuat negaranya setelah tampil bagus di India Terbuka dengan mencapai final meskipun kalah dari pemain Prancis Pi Hongyan.

Pelatih kepala Rashid Sidek dalam situs resmi Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) menyebutkan, Julia akan dimasukkan ke dalam tim Sudirman bersama tunggal putri terbaik Malaysia Wong Mew Choo.

Adapun Asosiasi Bulutangkis China (CBA) menyebutkan pemain tunggal putra China, Bao Chunlai kemungkinan tidak memperkuat tim tuan rumah sekaligus juara bertahan itu karena cedera lutut kiri.

Sementara tim Indonesia menurut Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto akan terdiri atas maksimal 20 pemain yang akan diumumkan awal pekan depan.

“Dari tim (yang dirapatkan) kemarin harus selesai, mungkin Senin (6/4) diberikan kepada saya untuk diajukan dan disetujui Ketua Umum. Perkiraan saya, Selasa (7/4) sudah kembali dan bisa diumumkan,” kata Yacob yang dihubungi Minggu.

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: