SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April 7th, 2009

Berharap Kuota 2 1/2

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


Nomor ganda putra semestinya menjadi andalan Indonesia saat bertanding di Piala Sudirman 10-17 Mei di Guangzhou, Cina. Pelatnas Cipayung memiliki juara Olimpiade Beijing sekaligus pasangan nomor satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan, di sektor ini. Namun, cedera yang dialami Kido membuat pelatih Sigit Pamungkas mulai memutar otak untuk melakukan langkah antisipasi.

Salah satu strategi yang dipikirkan Sigit adalah menyiapkan pasangan lain jika kondisi Kido tak kunjung fit sebelum Piala Sudirman dimainkan. Saat ini ada Bona Septano/M. Ahsan dan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama yang menghuni pelatnas.

“Jika harus memilih untuk ke Piala Sudirman, Bona/Ahsan sementara ini lebih pantas. Permainan mereka cocok untuk menghadapi lawan-lawan dari Eropa,” kata Sigit.

“Ciri Bona/Ahsan mengandalkan kecepatan dan kekuatan, sedangkan Rian/Yonatan lebih berteknik, tapi pukulan mereka saat ini kurang mematikan lawan,” ucap Sigit.

Sebagai antisipasi, dalam beberapa kesempatan latihan Sigit meminta Alvent Yulianto untuk ikut bergabung. Bersama pasangannya saat ini, Hendra Aprida Gunawan, Alvent sebetulnya masuk dalam pemanggilan pelatnas kedua. Namun, karena tidak cocok dengan nilai kontrak yang disodorkan, Alvent/Hendra memilih keluar dan berkarier secara profesional.

“Saya memang minta Alvent untuk ikut latihan supaya gampang memantau. Kalaupun Alvent ternyata tak dipanggil untuk tim Piala Sudirman, dia juga tak masalah,” ujar Sigit.

Pengalaman Alvent

Saat ini Kido/Hendra tengah turun di Kejuaraan Asia yang digelar di Suwon, Korea 7-12 April. Turnamen ini juga dipakai untuk melihat kondisi Kido.

Dalam latihan, Alvent kadang dipasangkan dengan Hendra atau Ahsan. Rotasi lainnya dilakukan dengan memasangkan Hendra dengan Ahsan.

Dari pengalaman, Alvent memang cukup mumpuni karena pernah memperkuat Indonesia di ajang beregu macam Piala Thomas dan Sudirman.

Saat berpasangan dengan Luluk Hadiyanto, pemain asal Suryanaga ini sempat menduduki peringkat satu dunia pada 2004. Hampir seluruh pasangan terbaik dunia saat ini pernah mereka tundukkan.

“Saat diminta ikut latihan saya pikir tak ada salahnya. Bisa latihan gratis dan mendapat lawan main. Kalau dipanggil ke tim Sudirman saya pasti menyanggupi. Kalaupun tidak dipanggil juga tak masalah,” ujar Alvent.

Kalaupun dipanggil, Alvent memiliki satu permintaan. “Tolong jangan dibedakan antara hak atau kewajiban pemain pelatnas dan nonpelatnas,” ucap Alvent lagi.

“Saya sih berharap membawa tiga pasangan ke Piala Sudirman. Kalaupun tak bisa, dua setengah juga tak apa,” tutur Sigit. Setengah yang dimaksud Sigit ini adalah Alvent, yang memang diproyeksikan untuk bisa main dengan siapa pun. (win/riz)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Tak Pusing Ditolak

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


Melalui penyataan di media massa, Vita Marissa sudah mengindikasikan dirinya akan menolak jika diminta memperkuat tim Piala Sudirman. Nama Vita sebetulnya masih masuk dalam pemanggilan pemain ke pelatnas. Namun, ketidakcocokan nilai kontrak membuat Vita akhirnya mundur pada Februari setelah bergabung dengan pelatnas selama 12 tahun.

Kalau mau jujur, tenaga Vita bisa dipakai di nomor ganda putri. Vita bisa saja dipasangkan dengan Greysia Polii. Di nomor ganda campuran, Vita juga bisa berpasangan dengan M. Rijal.

PBSI tak mau ambil pusing soal hal ini. “Tak masalah kalau kita tak memakai pemain nonpelatnas. Hanya saja, yang patut diingat, pemain nonpelatnas harus ingat kalau mau bertanding di luar negeri mereka tetap butuh PBSI sebagai induk organisasi yang diakui internasional,” kata Djoko Santoso, Ketua Umum PBSI.

Selain Vita, masih ada Taufik Hidayat, yang tenaganya mungkin dibutuhkan. Namun, saat mundur dari pelatnas Taufik sudah menyebut kini waktunya pemain lain untuk maju.

“Saya siap saja jika suatu saat dipanggil, tapi saya berharap pemain lain saja yang masuk tim. Masak masih mau terus mengandalkan saya?” sebut Taufik. (win)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Menjelang Piala Sudirman Kerja Keras di Putri

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


Harapan pebulu tangkis putri Indonesia untuk bisa bersaing di pentas dunia sempat mengapung tahun lalu. Namun, kini kerja ekstra keras harus dilakukan sebelum skuad Cipayung turun di Piala Sudirman bulan depan.

Tahun lalu bisa dibilang tahun kebangkitan pebulu tangkis Indonesia setelah era Susy Susanti dan Mia Audina. Tim Piala Uber, yang tak diunggulkan, berhasil melaju ke final meski akhirnya takluk dari Cina. Di ajang Olimpiade Beijing, Maria Kristin juga tak diunggulkan, tapi mampu menerobos persaingan papan atas dunia dan meraih medali perunggu.

Hasil tersebut membuat optimisme sempat menyelimuti Kasubid Pelatnas, Christian Hadinata. Jika keadaan itu bisa dipertahankan, Indonesia akan lebih mantap menghadapi turnamen beregu campuran, Piala Sudirman.

Namun, yang terjadi sekarang, beberapa anggota tim Piala Uber sudah tak lagi di pelatnas karena ketidakcocokan nilai kontrak atau tak lagi dipanggil. Masalah cedera lutut juga dihadapi Maria.

Di nomor tunggal, tinggal Adriyanti Firdasari, tunggal kedua tim Uber yang melapis Maria. Pia Zebadiah sudah pindah ke ganda campuran.

“Cedera seperti Maria sulit untuk bisa pulih total. Sekarang tinggal keberaniannya saja, mau atau tidak main habis-habisan,” kata Marlev Mainaky, pelatih tunggal putri.

Menurut Marlev, gaya Maria kini sudah dihafal lawan-lawannya. Tambahan lagi, rival kini juga sudah mengetahui kondisi lutut kanan Maria yang tak lagi sempurna.

“Lawan biasanya mengajak bermain dengan reli-reli panjang karena tahu cedera Maria membuatnya tak bisa meladeni permainan reli. Makanya dalam latihan sekarang Maria terus berlatih dengan strategi baru. Dia harus bisa mematikan lawan dengan waktu yang tak terlalu lama. Akurasi pukulan harus tepat. Sementara itu kelenturan Firda harus ditambah supaya dia bisa mengambil bola-bola sulit,” ucap Marlev.

Minim Pengalaman

Di ganda putri, tak ada pemain yang berkutat dengan cedera. Tapi, Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari minim pengalaman di turnamen beregu.

Hanya Greysia yang sudah pernah merasakan bermain di Piala Uber atau Sudirman. Lilyana Natsir sebetulnya bisa bermain di ganda putri, tapi Lilyana kini tak lagi bisa “dipinjam” karena harus konsentrasi juga untuk mengamankan poin di ganda campuran bersama Nova Widianto.

“Mau tak mau memang harus memaksimalkan pemain yang ada. Siapa lagi yang akan main kalau tak mempercayai mereka? Inilah saatnya pemain yang ada sekarang mengejar kemampuan para seniornya,” kata Aryono Miranat, pelatih ganda putri.

“Mungkin kekuatan di sektor putri diragukan, tapi saya pribadi tak ingin sekadar jadi pelengkap jika terpilih di tim Piala Sudirman,” ujar Grace, sapaan akrab Greysia.

Sebagai satu-satunya yang punya pengalaman di ajang beregu, Grace tentu jadi tumpuan di nomor ganda. “Kemampuan kedua pasangan yang ada saat ini seimbang. Tapi, dalam ajang beregu, pengalaman punya peran cukup penting,” ujar Aryono. (Erwin Fitriansyah)

Posted in Berita | 1 Comment »

Pratama Jamin Tanpa Titipan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


Setelah lama menunggu kepastian, calon pemain pelatnas pratama mendapatkan gambaran kapan mereka bakal dipanggil. PBSI menegaskan skuad pelatnas pratama akan mulai berkumpul pada Senin (13/4).

“Pemain yang dipanggil sekitar 30 hingga 40 orang dari berbagai daerah yang lolos seleknas. Mereka sudah menjalani tes kemampuan, kesehatan, dan psikologi,” kata Jacob Rusdianto, Sekjen PBSI.

Jacob menegaskan bahwa seleknas dilakukan secara adil tanpa ada unsur titipan dari daerah maupun klub. Pemain yang dipanggil masuk pelatnas benar-benar berkualitas dan memenuhi kualifikasi. “Kami jamin tidak ada pemain titipan. Kalau pemain memang kualitasnya bagus, lolos tes kesehatan dan psikologi serta menempati peringkat teratas saat seleknas, dia pasti dipanggil,” sebutnya.

Pekan lalu juara seleknas di nomor tunggal putra Ary Trisnanto dan juara ganda putra Rizky Yanu/Albert Saputra menjuarai turnamen Giraldilla di Kuba. Rencananya, sebelum masuk ke pelatnas pratama, para pemain akan digembleng soal kedisiplinan dan wawasan kebangsaan di Akademi Militer, Magelang. Setelah tiga bulan, baru mereka akan masuk ke Pelatnas Cipayung. (win/riz)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Cara memasang senar raket (Stringing Racquets Instructions)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


Stringing Racquets Instructions
altSubject
NS9000X, NS9000S
Mains
Start from top centre, keep on stringing until B9 ( skip A7, A9 & A11 ) . Go through B12, directly to A16, and then straight to A14, down to B10 and tie off at B8. ( Opposite side : the same procedure )
Cross
Make a knot at b6 and start crosses from b9. Keep on stringing until A7 ( skip a12 & a10 ), then directly to A5 and tie off.

altSubject
ARC10, ARC9, ARC7, NS9900, NS8000, NS7000, AT900, AT600
Mains
Start from top centre, keep on stringing until B9 ( skip A8 & A10 ). Go through B12, directly to A15 , and then straight to A13, down to B10 and tie off at B8. ( Opposite side : the same procedure )
Cross
Make a knot at b6 and start crosses from b9. Keep on stringing until A8 (skip A11 & A9) , then directly to A5 and tie off.

altSubject
Other Racquets
Mains
Start from top centre, keep on stringing until B9. Go through B12, directly to A11, and then straight to A10, down to B10 and tie off at B8.
(Opposite side : the same procedure )
Cross
Make a knot at B6 and start crosses from B9. Keep on stringing until A7, skip A6 and tie off at A5.

alt

Bagi teman-teman yang suka dan mau tahu cara menyenar raket, inilah petunjuk yang bagus untuk di ikuti, selamat mencoba!! [Source : YONEX.COM]

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | 1 Comment »

INDONESIA DIPERKUAT 20 PEMAIN DI PIALA SUDIRMAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


Jakarta, 7/4 (Sports.Roll) – Tim Indonesia yang dipersiapkan ke kejuaraan dunia bulutangkis beregu campuran Piala Sudirman, akan diperkuat 20 pemain yang seluruhnya diambil dari pelatnas Cipayung, tanpa satu orang pun pemain non pelatnas.

Berdasarkan daftar susunan pemain yang dikeluarkan PB PBSI di Jakarta, Selasa, separuh dari 20 pemain tersebut baru pertama kali memperkuat tim Piala Sudirman, diantaranya Tommy Sugiarto, pasangan Bona Septano/Mohammad Ahsan, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dan Nitya Krishinda.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, tidak dimasukkannya pemain non-pelatnas adalah hasil diskusi dengan para pelatih mengenai tingkat kebutuhannya dan peluangnya.

“Kalau peluangnya sama saja dengan pemain pelatnas, lebih baik memilih pemain pelatnas, karena kalau memilih pemain luar, nanti ada pikiran merasa tidak terpakai. Sehingga semua sepakat memilih pemain pelatnas,” katanya.

Selain itu, hasil diskusi dengan pelatih juga memutuskan bahwa untuk tim Sudirman yang akan berlaga di Guangzhou, China pada 10-17 Mei itu, tidak ada simulasi seperti yang dilakukan sebelumnya.

PBSI memilih untuk menciptakan kejasama tim dengan menyelenggarakan “outbond” pada 25-26 April yang tempatnya ditentukan kemudian.

Sejak memenangi Piala Sudirman saat pertamakali digelar pada 1989, Indonesia belum pernah lagi menjadi juara turnamen beregu campuran tersebut meskipun tujuh kali menjadi finalis, termasuk dalam dua edisi terakhir.

Pada final 2005 di Beijing dan 2007 di Glasgow Skotlandia, Indonesia kalah dari juara bertahan China masing-masing dengan skor 0-3.

Tim Indonesia yang dipimpin manajer tim Yan Haryadi dan pelatih kepala Christian Hadinata menurut rencana akan berangkat menuju Guangzhou pada 6 Mei, empat hari menjelang turnamen dimulai.

Berikut ini susunan tim Piala Sudirman Indonesia: Tunggal putra: Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto Tunggal putri: Maria Kristin, Adriyanti Firdasari Ganda putra: Markis Kido/Hendra Setiawan, Bona Septano/Muhammad Ahsan, Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Ganda putri: Shendy Puspa Irawati/Meliana Jauhari, Greysia Polii/Nitya Krishinda Ganda campuran: Nova Widianto/Liliyana Natsir, Devin Lahardi/Lita Nurlita dan Fran Kurniawan

Posted in Berita | Leave a Comment »

CANDRA WIJAYA MEN’S DOUBLES CHAMPIONSHIP 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


chandra-championships

doc-kejuaraan2

Posted in Berita, Kejuaraan, Pengumuman | Leave a Comment »

Mew Choo is a fighter, says national coach Misbun

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


PETALING JAYA: Women’s singles shuttler Wong Mew Choo did not return with a bang after a three-month break from competition at the recent India Open.

But national singles coach Misbun Sidek was still singing her praises.

In fact, Misbun is optimistic that Mew Choo will hit the right notes in the Asian Championships (ABC), which begin on Wednesday in Suwon, South Korea.

A good showing may see Mew Choo regain her status as the national No. 1 and it will also put her in good stead ahead of the World Championships, which will be held in Hyderabad from Aug 10-16. Currently, Mew Choo is at No. 15, three rungs lower than compatriot Julia Wong.

Gritty lass: Wong Mew Choo has shown great determination to return to form after a three-month injury break, says national singles coach Misbun Sidek. – AFP

The India Open recently was Mew Choo’s first tournament after taking three months to recover from knee and elbow injuries and she was beaten 11-21, 21-14, 18-21 by unheralded Mong Kwan Yi of Hong Kong in the second round.

Misbun said that he was pleased with the fighting spirit and determination showed by Mew Choo to get back into form.

“Mew Choo is a rare breed … many would have quit given her condition but not Mew Choo. What amazes me is that she does not show her pain during training,” he said.

“I am not worried that her ranking had dropped. If she continues to adopt this positive approach in training, she will be back at the top sooner than expected.”

Misbun added that a top-eight target was possible for Mew Choo in the ABC.

And that means Mew Choo will have to beat the winner of the match between two top players, Wang Lin of China and Hong Kong’s Yip Pui Yin, in the second round. She is fancied to turn the tables on Kwan Yi in the opening round.

“I am only expecting a gradual comeback from Mew Choo. It is unfair for us to expect too much from her at this stage. I will be happy if she can make it to the quarter-finals at the ABC,” said Misbun.

Also in Mew Choo’s half of the draw are top seed Zhou Mi of Hong Kong, China’s Zhu Lin, India’s Saina Nehwal and compatriot Lydia Cheah.

Julia is in the other half of the draw with second seed Lu Lan of China and two other top Chinese, Wang Yihan and Xie Xingfang, and Hong Kong’s Wang Chen.

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: