SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April 9th, 2009

Hasil babak pertama Asian Badminton Championship 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2009


Saat ini sedang berlangsung kejuaraan individual bulutangkis tingkat Asia, atau sering pula disebut Asian Badminton Championship (ABC). Pada tahun 2009 ini, ABC diadakan di Suwon, Korea Selatan. Pada turnamen ini, Indonesia hanya diwakili oleh 2 wakil, yakni di bagian ganda putra, melalui pasangan juara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido-Hendra Setiawan, serta pasangan ganda campuran, Flandy Limpele-Vita Marissa. Berikut hasil babak pertama ABC, serta perjuangan kedua pasangan Indonesia di ajang kejuaraan tersebut.

Tunggal Putra.

Di bagian tunggal putra, unggulan teratas ditempati oleh pemain asal Thailand Boonsak Ponsana. Boonsak sendiri berhasil melangkah ke babak selanjutnya, setelah di babak pertama berhasil mengalahkan pemain asal Laos, Latsavong Yothin, 21-5, 21-7, dan pemain Filipina, Antonio Benjamin Gadi, dengan skor 21-6, 21-12. Di babak selanjutnya Boonsak akan ditantang unggulan 9 asal Jepang, Sho Sasaki, yang sebelumnya mengalahkan pemain asal Malaysia Liew Daren (17-21, 21-16, 21-11), dan pemain China Taipei Liao Sheng Shiun (21-18, 16-21, 21-18).

Di bagian lain, tim tangguh China menurunkan pemain lapis mereka. Pemain peringkat tertinggi yang dikirm China adalah si jangkung Bao Chun Lai. Bao juga berhasil melangkah ke babak selanjutnya, setelah di babak sebelumnya berhasil mengalahkan pemain asal Srilangka, Karunarate Niluka, 21-14, 21-18, dan rekan senegaranya, Qiu Yanbo, dengan skor 21-17, 21-16. Di babak selanjutnya Bao akan berjumpa dengan pemain asal Malaysia yang menjadi unggulan 14, Kuan Beng Hong, yang sebelumnya mengalahkan pemain asal Jepang, Yamada Kazushi (21-15, 21-13) dan pemain Filipina, Kennevic Asuncion (21-14, 21-13).

Secara keseluruhan, semua pemain unggulan di bagian tunggal putra berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Dua pemain unggulan yang tersisih adalah jagoan tuan rumah yang menjadi unggulan 15, Hong Ji Hoon, dan unggulan 6 asal Hongkong, Chan Yan Kit. Hong Ji Hoon harus mengakui pemain asal India, Parupalli Kashyap, dengan skor 14-21, 21-7, 19-21. Sementara Chan Yan Kit, harus mengakui pemain tangguh tuan rumah, Lee Cheol Ho, dengan skor 18-21, 21-19, 17-21.

Tunggal Putri.

Di bagian tunggal putri, yang menjadi unggulan teratas adalah pemain asal Hongkong, Zhou Mi. di babak pertama Zhou berhasil melewati pemain asal Jepang, Megumi Taruno, dengan skor 21-11, 21-11. Di babak selanjutnya, Zhou Mi akan berjumpa dengan pemain asal China, Zhu Jingjing, yang sebelumnya mengalahkan pemain Jepang lainnya, Sato Sayaka, dengan skor 21-16, 21-19.

Di bagian tunggal putri, China sepertinya menurunkan kekuatan penuh. Terdapat para pemain tangguh China, seperti unggulan 2, Lu Lan, unggulan 3 Wang Lin, unggulan 5, Xie Xingfang, unggulan 6, Zhu Lin, dan masih terdapat pemain China lainnya seperti Wang Yihan, Jiang Yanjiao, dan Zhu Jingjing. Semua pemain China berhasil lolos ke babak kedua.

Pertandingan seru dari para pemain China datang dipertandingan Wang Lin melawan pemain Hongkong, Yip Pui Yin. Wang Lin akhirnya berhasil membalas dendam kekalahannya atas Yip, dengan skor 17-21, 21-7, 21-12. Sebelumnya, Wang Lin harus kalah di babak kedua All England 2009 melawan Yip Pui Yin. Di babak selanjutnya, Wang Lin akan berjumpa dengan jagoan Malaysia, Wong Mew Choo, yang sebelumnya mengalahkan pemain Hongkong, Mong Kwan Yi, dengan skor 21-8, 21-9.

Pertandingan seru lainnya diciptakan oleh pemain kidal China, Jiang Yanjiao, yang berhasil menumbangkan jagoan India, Saina Nehwal, dengan skor 14-21, 21-14, 21-12. Selanjutnya di babak kedua, Jiang akan berjumpa dengan pemain asal China Taipei, Chen Hsiao Huan, yang sebelumnya mengalahkan pemain Malaysia, Lydia Cheah Li Ya, dengan skor 18-21, 22-20, 21-13.

Ganda Putra.

Di bagian ganda putra, unggulan teratas berada di tangan pasangan Indonesia, Markis Kido-Hendra Setiawan. Kido-Hendra berhasil melangkah ke babak kedua, setelah mengalahkan pasangan Jepang, Hajime Komiyama-Yoshiteru Hirobe, dengan skor 3 set, 21-12, 17-21, 21-10. Dibabak selanjutnya Kido-Hendra akan berjumpa dengan pasangan China Tao Jiaming-Sun Junjie, yang sebelumnya mengalahkan pasangan China Taipei, Tsai Chia Hsin-Hu Chung Shien, dengan skor 21-13, 21-12.

Di bagian lain, unggulan 2 asal Jepang, Shintaro Ikeda-Shuichi Sakamoto haus mengakui ketangguhan pasangan tuan rumah Cho Gun Woo-Kim Ki Jung, dengan skor 15-21, 21-19, 11-21. Di babak selanjutnya pasangan Korea ini kan berjumpa pasangan Hongkong, Albertus Njoto Susanto-Hui Wai Ho, yang sebelumnya mengalahkan pasangan Filipina, Kennevic Asuncion-Antonio Benjamin Gadi, dengan skor 21-12, 21-13.

Di bagian lain, pemain juara bertahan, Lee Yong Dae, yang kini berpasangan dengan partner baru, Shin Baek Cheol, harus menelan pil pahit ketika harus takluk di babak pertama. Yong Dae-Baek Cheol harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia yang menjadi unggulan 5, Hoon Thien How-Lin Woon Fui, dengan skor 18-21, 16-21.

Ganda Putri.

Di bagian ganda putri, yang menjadi unggulan teratas adalah pasangan asal China Taipei, Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin. Cheng-Chien mendapat bye di babak pertama. Di babak kedua, pasangan China Taipei ini akan berjumpa dengan pasangan tuan rumah, Yoo Hyun Young-Jang Soo Young, yang sebelumnya mengalahkan pasangan Uzbekistan, Anna Smirnova-Yana Katerinich, dengan skor 21-6, 21-4.

Hal menarik pada bagian ganda putri ali ini adalah tampilnya ganda veteran China, Yang Wei-Zhang Jiewen. Pasangan emas olimpiade Athena ini menjadi unggulan 4. Pada babak pertama, Yang-Zhang mendapat bye. Di babak kedua, pasangan China ini akan berjumpa dengan pasangan tuan rumah, Eom Hye Won-Jung Kyung Eun, yang sebelumnya mengalahkan pasangan Jepang, Mami Naito-Shizuka Matsuo, dengan skor 21-14, 21-16.

Ganda Campuran.

Di bagian ganda campuran, yang menjadi unggulan teratas adlah pasangan tuan rumah, Lee Yong Dae-Lee Hyo Jung. Pasangan Korea ini berhasil melangkah ke babak kedua, setelah sebelumnya mengalahkan pasangan Vietnam, Nguyen Huynh Khang-Vu Thi Trang, dengan skor 2 set langsung 21-4, 21-8. Di babak selanjutnya, pasangan Korea ini akan berjumpa dengan pasangan Malaysia, Mohd Razif Abdul Latif-Woon Khe Wei, yang sebelumnya mengalahkan pasangan Jepang, Kenta Kazuno-Reika Kakiiwa, dengan skor 21-19, 19-21, 21-16.
Di bagian lain, pasangan andalan Indonesia, Flandy Limpele-Vita Marissa, berhasil melaju ke babak kedua, setelah mengalahkan pasangan Vietnam lainnya, Pham Cao Hieu-Nguyen Thi Sen, dengan skor 14-21, 21-14, 21-12. Di babak kedua, Flandy-Vita akan berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Kim Ki Jung-Eom Hye Won, yang sebelumnya mengalahkan pasangan Jepang, Hajime Komiyama-Mami Naito, dengan skor 21-6, 21-15.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Piala Sudirman : 20 Atlet Indonesia Siap Rebut Kembali

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2009


sudirman-cupPiala Sudirman yang akan berlangsung dari 10 sampai 17 Mei 2009 di Guangzhou China akan segera berlangsung. Waktu yang tersisa bagi skuad merah putih untuk mengembalikan kembali Piala Sudirman ke Indonesia telah siap untuk bertanding.  China sampai sekarang masih menjadi favorit juara, apalagi mereka akan bertanding di publiknya sendiri, tentu akan menjadi faktor yang lebih menguntungkan. Sedangkan Negara-negara lain seperti Korea dan Malaysia telah siap berbenah dan kekuatan merekapun semakin meningkat.

Untuk tim China memang tidak diragukan lagi, dari lima nomor yang dipertandingkan. Piala sudirman adalah ajang kejuaraan beregu campuran yang mempertandingkan seluruh nomor. China sendiri masih menjadi ancaman bagi seluruh Negara. China hanya lemah di nomor ganda putra yang kemungkinan akan menurunkan Fu Haifeng/Cai Yun. Sedangkan di Nomor tunggal dan ganda putri peta kekuatan China masih datas Negara-negara lain.

Ancaman lainnya dari negeri ginseng Korea Selatan. Korea selatan memiliki ganda putra kuat dan juga ganda campuran yang kuat. Di nomor ganda campuran Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dipastikan akan turun. Disamping itu tunggal putra Korea juga masih perlu di perhitungkan, karena beberapa kali tunggal-tunggal putra Korea kerap mempecaundangi lawan.  Sedangkan dari Malaysia masih ada Ganda dan tunggal putra yang masih di takuti pemain Indonesia. Di ganda Putra Koo Kien Kiet/Tan Boon Heong masih menjadi momok bagi pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, sedangkan tunggal putra nomor satu Malaysia juga masih berada diatas angin.

Untuk Indonesia sendiri, meski menurunkan wakilnya dengan kekuatan penuh, akan tetapi peta persaingan yang kian ketat, menyebabkan peluang Indonesia untuk melangkah hingga ke final juga semakin berat, apalagi setelah tunggal putra dan putri terlilit cedera meski sudah sembuh akan tetapi sewaktu-waktu bisa kambuh.

Sejak pertama kali digelar, Piala Sudirman baru mampir di Indonesia 1 kali yaitu tahun 1989, setelah itu lepas dan belum kembali lagi hingga sekarang. Baru tiga Negara yang meraih piala Sudirman yaitu Indonesia satu kali, China enam kali  dan Korea tiga kali. Terakhir di Glasslow skotlandia, meski Indonesia melangkah ke final, akan tetapi di final harus bertekuk lutut dengan China yang langsung menekuk dengan 3-0.

Tim Piala Sudirman kini telah terbentuk untuk membawa misi merebut kembali Piala Sudirman ke pangkuan Indonesia meski dengan materi pemain yang memang apa adanya seperti sekarang ini. Akan tetapi meski demikian, target tetap kemenangan, meskipun peluang tuan rumah China sangat terbuka, akan tetapi dalam kejuaraan beregu, faktor mental lebih diutamakan, karena biasanya kekuatannya lebih merata.

PBSI telah membentuk Tim Piala Sudirman sebanyak 20 atlit. Taufik Hidayat, Flandy Limpele dan Vita Marissa yang di sebut-sebut mempunyai kans untuk masuk di tim inti, ternyata tidak dimanfaatkan oleh PBSI. Namun demikian, hal ini mempunyai nilai positif tersendiri, karena dengan demikian PBSI lebih mempercayakan pemain yang ada meski itu belum berpengalaman. Dan apapun hasilnya nanti, suka dan tidak suka, itulah tim inti yang terbentuk dan dipercaya untuk merebut kembali Piala Sudirman.

Inilah kedua puluh atlet yang terpilih :

Tunggal Putra :

1.       Sony Dwi Kuncoro

2.       Simon Santoso

3.       Tommy Sugiarto

Tunggal Putri :

1.       Maria Kristin Yulianti

2.       Adriyanti Firdasari

Ganda Putra :

1.       Markis Kido

2.       Hendra Setiawan

3.       M. Ahsan

4.       Bona Septono

5.       Rian Sukmawan

6.       Yonathan Suryatama Dasuki

Ganda Putri :

1.       Greysa Polii

2.       Nitya Krishinda Maheswari

3.       Shendy Puspa Irawati

4.       Meiliana Jauhari

Ganda Campuran :

1.       Nova Widianto

2.       Lilyana Natsir

3.       Devin Lahardi Fitriawan

4.       Lita Nurlita

5.       Frans Kurniawan

Melihat materi pemain yang ada, Indonesia hanya matang di nomor ganda putra dan ganda campuran, sedangkan di tunggal putra meski ada Sony Dwi Kuncoro, akan tetapi pemain yang kerap did era cedera tersebut masih tergolong biasa-biasa saja bagi lawan sehingga lawanpun merasa tidak takut jika berhadapan dengan Sony dibanding dengan Taufik Hidayat misalnya. Akan tetapi melalui latihan yang intensif, ke 20 atlet tersebut siap merebut kembali Piala Sudirman yang telah lama pergi dari Indonesia.

Tapi apapun hasilnya, ayo rebut kembali Piala Sudirman!! Go Indonesia….

Posted in Berita | 2 Comments »

Nova Terbentur Kecepatan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2009


PADA 10 Oktober nanti, usia Nova Widianto genap 32 tahun. Bersama Liliyana Natsir, pria yang akrab disapa Kedeng itu masih berkibar sebagai pemain nomor satu dunia.

Sebagai pemain senior, Nova bakal menjadi nakhoda saat berjuang di Guangzhou, Tiongkok, 10–17 Mei nanti. Di sisi lain, usianya yang tak lagi muda itu banyak disoroti sebagai sumber penurunan prestasi di lapangan. Memang gelar juara Malaysia Terbuka Super Series dituainya bersama Liliyana.

Tapi, pada tiga turnamen super series selanjutnya, pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu tak bisa mengulang sukses. Bahkan, di Korsel Nova/ Liliyana harus menyerah dari pasangan nonunggulan asal India, Diju V./ Jwala Gutta, pada putaran kedua.

Pada dua super series Eropa, All England, dan Swiss Terbuka, pasangan nomor satu dunia itu kandas di perempat final. Pertama atas pasangan gado-gado Flandy Limpele/ Anastasia Russkikh, kedua atas pasangan Tiongkok Zheng Bo/ Gao Ling.

Kondisi fisik ditengarai menjadi ganjalan pasangan Nova/ Liliyana untuk tampil stabil. Kondisi fisik itu berimbas pada menurunnya kecepatan pemain yang besar di klub Tangkas Jakarta tersebut. ”Benar sekali penilaian itu. Saya juga merasa mulai lambat menghadapi bola-bola lawan,” kata Nova. Sebaliknya, para pemain ganda campuran –pria dan wanita– Tiongkok dan Korsel –pemain pria– punya kecepatan di ata srata-rata.

Salah satu sebab lambatnya permainan Nova itu tak terlepas dari berat badannya. Dia merasa kegemukan sekitar 3 kg. Saat ini bobot badannya 79 kg. ”Seharusnya bobot maksimal saya hanya 76 kg. Tapi, susah rasanya menurunkan berat badan. Mungkin ada sangkut pautnya dengan usia ya,” paparnya.

Dalam tiga pekan tersisa menuju Piala Sudirman, Nova berharap dapat segera menurunkan berat badan. Tak hanya mengikuti latihan rutin yang diinstruksikan pelatih fisik pelatnas Cipayung, Felix Ary Bayu Marta. Nova juga menambah latihan, lari sendirian.

Dia juga masih punya PR (pekerjaan rumah), menambah kelenturan pinggang. Sebab, pada dua turnamen super series Eropa lalu, Nova sering tidak bisa membungkuk seusai bertanding. ”Saya harus menambah latihan sendiri. Mungkin karena tim belum terbentuk, makanya belum terlalu semangat,” kelakarnya. (vem/cfu/jawapos.co.id)

Posted in Berita | Leave a Comment »

GANDA PUTRA TETAP BERUSAHA SUMBANG SATU ANGKA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2009


Jakarta, 8/4 (Sports.Roll) – Sektor ganda putra akan tetap berusaha menyumbang satu angka bagi tim Piala Sudirman Indonesia meskipun terdiri atas pemain-pemain yang baru pertamakali tampil dalam kejuaraan beregu.

“Kami tetap akan berusaha menyumbang satu angka, tetapi sudah tidak bisa diharapkan seperti dulu karena baru kali ini pemain-pemain yang masuk tim masih muda-muda dan sebagian besar belum berpengalaman,” ujar pelatih ganda putra Sigit Pamungkas di Pelatnas Cipayung, Rabu.

Kepada para pemainnya, Sigit lebih menekankan proses mereka dalam menjalani pertandingan. Kalaupun mengalami kekalahan, bukan merupakan kekalahan yang mudah.

“Bagi saya, ini lebih bertujuan untuk mempersiapkan mereka ke depan, karena setelah Piala Sudirman masih ada SEA Games dan Piala Thomas tahun depan,” katanya.

Pada Piala Sudirman yang akan digelar di Guangzhou, China, 10-17 Mei, sektor ganda putra diperkuat pasangan peringkat satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan, peringkat delapan dunia Bona Septano/Mohammad Ahsan serta ranking 11 dunia Rian Sukmawan/Yonatan Surtayama.

Dari tiga pasangan tersebut, hanya Kido/Hendra yang mempunyai pengalaman bermain dalam turnamen beregu, namun Kido masih belum pulih sepenuhnya dari cedera lutut kirinya sehingga tidak bisa sepenuhnya diandalkan.

Sektor ganda putri pun kondisinya tidak jauh berbeda, dengan hanya satu dari empat pemain yang disiapkan, yang mempunyai pengalaman bermain dalam kejuaraan beregu yakni Greysia Polii.

Tiga pemain lainnya, yakni pasangan Greysia, Nitya Krishinda dan duet Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari baru pertamakali memperkuat tim Indonesia.

“Selama ini saya main kejuaraan beregu hanya di tingkat klub saja, karenanya tidak menyangka masuk tim (Sudirman), apalagi sebelumnya masih ada senior-senior seperti Vita (Marissa), Jo (Novita), dan yang lainnya,” ujar Meiliana.

Bersama Shendy, Meliana yang sekarang menjadi ganda putri terbaik di pelatnas (peringkat sembilan dunia) mengaku agak terbebani dengan perannya saat ini.

“Beban pasti ada, tetapi kalau melihat lawan-lawan yang semuanya rata-rata di atas kami, kami hanya akan berusaha semaksimal mungkin. Tidak terlalu memikirkan hasilnya,” tambah Meiliana.

Sebagai persiapan menghadapi kejuaraan yang tinggal kurang dari sebulan itu, Meiliana yang tampak dilatih khusus melakukan servis oleh pelatihnya Aryono Miranat pada sesi latihan Rabu, mengaku masih terus memperbaiki teknik permainan dan meningkatkan kekuatan fisik.

dari sepuluh kali penyelenggaraan Piala Sudirman sejak 1998 hingga 2007, Indonesia baru sekali memenangi piala tersebut saat pertamakali digelar meskipun berhasil tujuh kali mencapai final termasuk pada dua penyelenggaraan terakhir, 2005 dan 2007

Posted in Berita | Leave a Comment »

PELUANG INDONESIA TERGANTUNG HASIL UNDIAN PIALA SUDIRMAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2009


Surabaya, 8/4 (Sports.Roll) – Peluang Tim Indonesia untuk berprestasi di kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman yang berlangsung di Guangzhou, Cina, 10-17 Mei 2009, sangat tergantung dari hasil undian.

Pelatih Puslatda Bulu Tangkis Jatim, Ferry Stewart kepada ANTARA di Surabaya, Rabu, mengatakan kekuatan tim “Merah Putih” masih cukup menjanjikan untuk bersaing dengan negara-negara lain, seperti Korea Selatan, Malaysia, Denmark, dan Hongkong.

“Asalkan tidak berada satu grup atau bertemu Cina lebih dulu, saya optimis Indonesia bisa menembus final. Saat ini kekuatan Cina memang paling ditakuti oleh pesaingnya,” katanya.

Cina memiliki kekuatan merata di semua nomor dan rata-rata pemainnya memiliki peringkat dunia cukup bagus. Sementara negara-negara pesaing lainnya, kekuatannya timpang dan masih mungkin untuk dikalahkan.

“Kalau Indonesia bertemu Malaysia, Korea atau Denmark, pasti ramai dan peluang untuk memenangkan pertandingan sama besar,” ujar Ferry yang juga mantan pelatih kepala Tim PON Jatim itu.

Sebelumnya, PB PBSI telah mengumumkan 20 pemain, terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri masuk dalam tim inti Piala Sudirman 2009.

Semua pemain tersebut adalah anggota Pelatnas dan sebagian di antaranya pertama kali memperkuat Tim Piala Sudirman, seperti Tommy Sugiarto, pasangan Bona Septano/Mohammad Ahsan, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, dan Nitya Krishinda.

Ferry Stewart mendukung keputusan PB PBSI untuk tidak memasukkan pemain nonpelatnas dan mendaftarkan beberapa muka baru yang belum banyak berpengalaman di kejuaraan beregu dunia.

“Inilah kekuatan terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini dan saya tetap optimis dengan mereka, meskipun peluang merebut juara sangat berat. Kuncinya adalah motivasi dan kesiapan fisik serta mental,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Jatim itu.

Senada dengan Ferry Stewart, pelatih PB Suryanaga Surabaya, Wijanarko Adimulya yang ditemui terpisah, mengakui saat ini hanya Cina yang memiliki materi pemain paling lengkap dan layak diunggulkan merebut Piala Sudirman.

“Bukan berarti saya mengecilkan kekuatan negara lain, tapi kenyataannya memang begitu. Namun, kejuaraan beregu sangat berbeda dengan kejuaraan perorangan, karena mental dan kekompakan juga berpengaruh pada tim,” katanya.

Wijanarko berharap Tim Indonesia memperoleh hasil undian yang menguntungkan di babak awal dan terhindar bertemu dengan tuan rumah Cina.

“Saya juga salut kepada PBSI yang mulai berani memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk memikul tanggung jawab yang sangat berat ini,” tambahnya.

Posted in Berita | Leave a Comment »

TUNGGAL PUTRI SIAPKAN LINDA UNTUK PIALA SUDIRMAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 9, 2009


Jakarta, 8/4 (Sports.Roll) – Sektor tunggal putri menyiapkan Linda Wenifanetri sebagai cadangan dalam tim Piala Sudirman karena dua pemain utama Maria Kristin dan Adriyanti Firdasari dalam kondisi kurang fit.

“Dia akan menjadi ‘back up’ andaikan Maria dan Firda tidak bisa main sama sekali,” ujar pelatih tunggal putri Marleve Mainaky saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu.

Marleve mengatakan, Linda terpilih setelah memenangi kompetisi yang digelar selama dua hari melawan dua rekannya, Aprilia Yuswandari dan Rizki Amalia.

Menurut dia, Linda yang pernah memperkuat tim Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Junior 2008, lebih stabil dan konsisten serta mempunyai mental yang cukup baik.

Selain bermain dalam Kejuaraan Dunia Junior, Linda pernah juga membela Indonesia dalam Women Islamic Games 2005 di Iran dan kejuaraan ASEAN School 2006 di Brunei Darussalam.

Linda didaftarkan masuk tim Sudirman menyusul belum pulihnya kesehatan dua pemain tunggal putri utama pelatnas, Maria dan Firda.

Maria masih belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut kanan yang membuatnya absen pada dua turnamen Super Series Eropa, All England dan Swiss Terbuka. Sedangkan Firda masih dalam pemulihan dari sakit tifus yang menyerangnya sepulang mengikuti turnamen di Eropa.

“Saat ini Firda masih dalam pemulihan, sedangkan Maria tinggal memelihara kondisinya saja,” tambah Marleve.

Untuk mengikuti Piala Sudirman, kejuaraan dunia beregu campuran yang akan digelar di Guangzhou, China, 10-17 Mei, PB PBSI telah menyiapkan 20 pemain yang terdiri atas 12 putra dan delapan putri.

Separuh di antaranya adalah pemain yang baru pertamakali memperkuat tim Sudirman.

Indonesia merebut piala tersebut saat pertama kali digelar pada 1989 di Jakarta dan enam kali kalah di final, termasuk pada dua edisi terakhir, saat kalah 0-3 dari China berturut-turut di Beijing 2005 dan Glasgow 2007

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: