SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April 12th, 2009

Rapor dan Mission Impossible

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


Panglima TNI Djoko Santoso adalah orang baru saat dirinya terpilih secara aklamasi dalam Munas PBSI November tahun lalu. Tugas utamanya sebagai pemimpin TNI membuat Djoko memerlukan bantuan dari orang-orang lama yang ada di kabinet kepengurusan PBSI 2008-2012.

Tugas Djoko dan kabinetnya memang tak ringan. Yang paling utama adalah tetap menghasilkan atlet yang bisa meraih gelar juara di setiap turnamen yang diikuti lalu menyiapkan pemain yang bisa melapis pemain utama atau melakukan regenerasi. Yang tak kalah penting adalah mendapatkan uang sekitar Rp 30 miliar setahun untuk memutar roda organisasi dan menjalankan pelatnas. Jumlah yang tak gampang didapat di masa krisis macam sekarang

Tahun 2009 sudah berjalan tiga bulan, atlet Pelatnas Cipayung telah turun di empat turnamen super series dan satu turnamen gold grand prix. Hasilnya, hanya satu gelar juara diraih Nova Widianto/Lilyana Natsir di Malaysia SS.

Buat urusan meraih prestasi, hasil ini tentu masih jauh dari harapan. Apalagi SS All England, yang jadi salah satu bidikan Djoko, selain Piala Sudirman dan Kejuaraan Dunia, juga gagal dijuarai atlet kita.

Untuk urusan regenerasi atlet, usaha ke arah sana sudah dilakukan. Salah satunya dengan cara berencana mengirim atlet pratama untuk ditempa mental dan kedisiplinannya di Akademi Militer, Magelang. Selama ini, banyak yang menyebut dua hal ini menjadi kelemahan atlet kita sehingga belakangan jadi minim prestasi tapi tetap kaya tuntutan.

Soal uang sudah ada kontrak dengan Yonex sebagai sponsor lama. Nilainya bertambah dari 1,275 juta dolar AS ke 1,4 juta dollar AS (sekitar Rp 15 miliar) per tahun. Jumlah ini kurang dan sampai sekarang PBSI masih mencari sponsor pendamping.

Melihat rapor PBSI di tiga bulan awal ini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Djoko sudah menyebut apa yang dihasilkan kepengurusan PBSI adalah tanggung jawabnya selaku pemimpin. Namun, sesungguhnya, justru para pengurus yang memegang peran vital.

Tak semua pengurus di kabinet 2008-2012 adalah orang lama yang mengerti bulu tangkis dan tetek-bengeknya. Namun, Djoko pasti tak asal pilih dan menempatkan orang.

Tak Cukup Komitmen

Yang dibutuhkan di sini adalah kesolidan dan kebersamaan untuk melewati tantangan. Pengurus lama idealnya memberikan masukan bagi mereka yang baru dan masih awam soal bulu tangkis. Sementara itu mereka yang baru hendaknya terbuka dan tak alergi dengan masukan. Yang juga jangan dilupakan adalah saling menghormati rel masing-masing supaya tak terjadi tumpang-tindih wewenang.

Piala Sudirman, yang digelar di Guangzhou, Cina, 10-17 Mei, adalah tantangan terdepan buat PBSI. Mampukah Indonesia merebut lambang supremasi beregu yang baru bisa dikuasai di edisi pertama pada 1989?

Melihat prestasi dan kondisi terkini Pelatnas Cipayung, atlet kita seperti menjalani mission impossible. Namun, tak ada yang tak mungkin dalam olah raga.

Asalkan didampingi pengurus yang pas dan ditangani dengan pendekatan yang tepat, para atlet tentu rela menempa dirinya dengan lebih keras dalam masa persiapan.

Butuh lebih dari sekadar komitmen dari pengurus untuk menyiapkan tim Piala Sudirman. Pengorbanan dan tindakan nyata adalah hal yang mutlak dilakukan untuk mendukung atlet yang akan berjuang di lapangan.

Yang penting berusaha maksimal dulu, hasil akan menyusul kemudian. Jika hasilnya tetap kalah, seperti kata Djoko, asal dalam prosesnya kita sudah habis-habisan dan maksimal berusaha, tak ada lagi yang bisa dilakukan. (Bolanews.com

Posted in Berita, Fun | Leave a Comment »

Kido/Hendra Raih Gelar Pertama Tahun Ini

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


Jakarta (ANTARA News) – Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar pertama tahun ini setelah mengalahkan pasangan Korea, unggulan delapan Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong 21-18, 26-24 pada final Kejuaraan Asia di Suwon, Korea, Minggu.

Ganda putra peringkat satu dunia itu hanya membutuhkan waktu 36 menit untuk memastikan gelar meskipun harus berjuang untuk memenangi game kedua dengan skor ketat 26-24.

“Ya senang lah pasti, mudah-mudahan saja terus bertambah dengan gelar-gelar berikutnya,” kata Markis Kido mengenai kemenangannya itu.

Pebulutangkis yang belum pulih sepenuhnya dari cedera lutut kiri itu mengaku kakinya masih rawan dari sakit, namun kemenangan tersebut membuatnya lebih percaya diri menghadapi Piala Sudirman yang akan berlangsung di Guangzhou, China, 10-17 Mei.

Mengenai game kedua yang harus melalui beberapa kali deuce, Kido mengaku agak kendor, sedangkan Hendra terganggu oleh buruknya kinerja hakim garis.

“Iya nih, tadi agak terganggu, beberapa kali linesman-nya nggak ‘bener’, jadi hilang konsentrasinya,” ujar Hendra.

Juara Asia merupakan gelar pertama pasangan peraih medali emas Olimpiade Beijing itu, setelah sebelumnya mencapai semifinal di Malaysia Super Series dan tersingkir pada babak 16 besar Korea Super Series sebelum absen di All England dan Swiss Super Series.

China merebut tiga gelar setelah ganda putri Ma Jin/Wang Xiaoli mengalahkan pasangan tuan rumah Korea, unggulan ketiga Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung 21-11, 21-18, serta Bao Chunlai dan Zhu Lin memenangi pertarungan antar pemain China.

Unggulan keempat Bao Chunlai mengalahkan rekan senegaranya Chen Long 16-21, 21-10, 21-16, sedang Zhu Lin yang menjadi unggulan keenam menyisihkan unggulan kelima Xie Xinfang 21-11, 21-10.

Sementara tuan rumah Korea meraih satu gelar melalui ganda campuran setelah unggulan pertama Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung mengalahkan sesama pasangan Korea Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung 21-12, 21-15. (*)

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Ketua Umum PBSI, Djoko Santoso Memelihara Optimisme Menjelang Piala Sudirman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


Empat bulan berjalan sudah buat kabinet PBSI 2008-2012 pimpinan Ketua Umum Djoko Santoso. Kepengurusan menghadapi sejumlah tantangan. Termasuk di dalamnya adalah prestasi pebulu tangkis Indonesia yang belakangan ini tak terlalu mengilap. Sederet kegagalan mewarnai perjalanan skuad Cipayung pada 2009. Tim Indonesia bakal menghadapi perebutan Piala Sudirman di Guangzhou, Cina, 10-17 Mei.

Apa pendapat dan evaluasi Djoko soal kinerja PBSI di awal 2009? Berikut penuturannya saat ditemui Broto Happy, Erwin Fitriansyah, dan Erly Bahtiar dari BOLA di Pelatnas Cipayung, Jumat (3/4).

Kepengurusan PBSI 2008-2012 sudah empat bulan berjalan. Apa rencana jangka pendek dan panjang hingga saat ini?

”Berdasarkan visi-misi, PBSI menyusun agenda untuk jangka pendek dan panjang. Pertama melakukan konsolidasi organisasi, lalu meningkatkan kualitas latihan di pelatnas, meningkatkan kualitas turnamen dalam negeri dan partisipasi atlet di turnamen luar negeri. PBSI juga akan mengadakan pelatihan untuk pelatih. Lalu kita juga akan memeratakan pembinaan bulu tangkis, khususnya di luar Jawa. Terakhir adalah meningkatkan kesejahteraan pelatih dan atlet. Semua ini misi jangka pendek, tapi juga akan terus-menerus kita lakukan. Target lain adalah menyiapkan pemain lapis ketiga dan keempat untuk pelatnas.”

Hanya ada satu gelar dari Super Series Malaysia. Kenapa?

”Sistem dan metode pembinaan olah raga pada umumnya dan bulu tangkis khususnya kita sudah tertinggal dari negara pesaing. Hal ini sudah mencakup semua komponen, pelatih, atlet, disiplin, dana, peran pemerintah, semua saling terkait.”

Bukan karena persiapan buruk dan konsentrasi atlet yang terpecah karena masalah kontrak?

”Sejauh kita sadar akan hak dan kewajiban, sebetulnya tak akan ada masalah. Yang perlu diingat saat ini kita menghadapi dominasi Cina. Makanya kita perlu menyiapkan pemain lapis kedua dan ketiga dengan lebih serius.”

Kebutuhan biaya sudah tertutup?

”Tahun ini sulit karena sedang krisis. Selain itu kita sedang menghadapi pemilu. Bukan hal mudah mencari dana. PBSI masih bisa meningkatkan nilai kontrak dengan Yonex tahun ini. Hal itu juga dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan atlet dan pelatih. Bunga dari dana abadi bisa dipakai tapi kecil. Lalu juga ada donatur yang kadang membantu kalau ada tim atau pemain akan berangkat.

Sampai saat ini belum ada sponsor tambahan. Mudah-mudahan sambil berjalan PBSI bisa mendapatkannya.”

Soal keputusan melepaskan beberapa pemain?

”Saya mencoba untuk meletakkan fondasi olah raga modern. Semua ada standar, ukuran, dan aturannya. Mereka yang pergi tidak memiliki kesepakatan dengan hal ini. PBSI maunya tak melepas mereka. Memang tak ada tawar-menawar nilai kontrak karena hitungannya sudah disesuaikan dengan apa yang didapat PBSI. Ini sudah maksimal. Kalau mereka bisa sukses di luar pelatnas tak masalah. Kita ikut bangga dan harus menyikapinya juga dengan profesional.”

Apa peran dan usaha PBSI untuk kembali memopulerkan bulutangkis?

”Ada beberapa yang sedang diusahakan. Antara lain membuat film dan buletin. Ada pemikiran untuk mendandani atlet kita supaya lebih menarik penampilannya di lapangan.”

Peran Djarum

Ada rumor di luar, PBSI menjadi milik Djarum karena kedekatan Anda dengan Yan Haryadi, pengurus Djarum.

”Kita melihat Djarum adalah klub yang menyumbang pemain ke pelatnas. Sama dengan klub lain. Djarum menjadi sponsor turnamen dan juga menjadi donatur. Tapi, tidak ada ceritanya PBSI menjadi milik Djarum.”

Setelah menentukan pemain pelatnas tahap pertama, ada kesan selanjutnya gerak PBSI cukup lambat dalam menentukan hal lain, seperti asisten pelatih dan pelatnas pratama.

”Tenaga untuk menyiapkan pembenahan di bidang manajemen dan sistem cukup terbatas. Begitu juga untuk mempersiapkan atlet. Kami juga harus membagi tugas dengan kondisi sekarang.”

Ada cara khusus untuk mencetak pemain supaya lebih berkualitas?

”Kita akan libatkan beberapa aspek secara simultan untuk meningkatkan kemampuan mereka, seperti aspek kesehatan, psikologi, teknologi. Tapi, dalam waktu singkat mengubah pola pembinaan kita yang sudah tertinggal ini tidak gampang.”

Punya pendapat soal disiplin atlet sekarang ini?

”Ini yang sedang kita coba perbaiki. Salah satunya dengan mengirim pemain pratama untuk berlatih di Akademi Militer biar mereka juga merasakan hidup dengan disiplin. Hal itu pasti akan mereka rasakan manfaatnya nanti.”

Untuk Piala Sudirman, akan mengandalkan pemain pelatnas saja atau memanggil pemain nonpelatnas?

”Hal itu sedang digodok tim. Kita harus pikirkan seberapa perlunya hal itu. Kalau mau bergabung oke, kalau tak mau tak masalah. Yang penting kita berusaha dan tidak takut kalah. Semua ada hitungannya. Kalau tak banyak berpengaruh, lebih baik tak usah.”

Pengurus sekarang sudah bekerja sesuai jalur? Contoh di turnamen besar seperti All England justru pelatih seperti Christian Hadinata, yang analisisnya amat dibutuhkan, justru tak berangkat.

”Keputusan itu sudah dirapatkan bersama. Hal semacam itu saya serahkan kepada pengurus lain yang lebih mengerti.”

Dengan hasil belakangan ini yang tak terlalu bagus, masih yakin kita bisa sukses di Piala Sudirman?

”Tak ada yang tak mungkin meskipun kita harus bertanding di kandang Cina. Bagaimana atlet kita serius berlatih dan mempersiapkan diri. Lalu bagaimana mereka tampil di lapangan. Kalau memang belum berhasil, itu merupakan sebuah risiko dan tanggung jawab saya sebagai pemimpin. Mental juara itu adalah bagaimana kita bisa bangkit dari kekalahan dan dengan arif menyikapi kemenangan. Yang terpenting dalam proses tersebut atlet kita sudah maksimal.”

(Sumber: Bolanews.com)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Hafiz, Beng Hong unlikely to lose their places in national team

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


KUALA LUMPUR: The Badminton Association of Malaysia (BAM) are not saying it yet but singles players Mohd Hafiz Hashim and Kuan Beng Hong are set to keep their places in the national team.

After all the hoopla over the future of these two players, the BAM have named the duo as reserves for the Sudirman Cup, which will be held in Guangzhou from May 10-17.

Early this year, former All-England champion Hafiz and Beng Hong were issued an ultimatum by the BAM – to either shape up or ship out.

A decision on whether to retain them in the national team was to have been made after the Indian Open and the on-going Asian Badminton Championships (ABC) in Suwon, South Korea.

Hafiz put up a creditable show in the Indian Open, defeating world junior champion Chen Long en route to the final, where he went down fighting to Indonesia’s Taufik Hidayat.

But at the ABC, Hafiz fell to Chen Long in the second round, proving that his game is still plagued by inconsistency.

Beng Hong, meanwhile, went down fighting to Taufik in the quarter-finals of the Indian Open and China’s Bao Chunlai in the third round of the ABC.

The inclusion of the duo for the Sudirman Cup shows that BAM still have faith in them.

BAM president Datuk Nadzmi Mohd Salleh, however, said they would decide on Hafiz and Beng Hong’s fate after getting a report from coach Datuk Misbun Sidek next week.

“Yes, we have named them for the Sudirman Cup but only as reserves. We can name as many players as we want for this world mixed team event,” Nadzmi said after chairing the coaching and training committee meeting at Stadium Juara in Bukit Kiara yesterday.

“But we still have the right to drop the reserves just before the team leave for China. It will all depend on the report from Misbun.

“Hafiz and Beng Hong are still world class players. We cannot simply drop them. We must have very good reasons to do so. Both still have a few good years ahead of them. The can still improve.

“Let’s wait for a complete report from the coach. He (Misbun) will also take into account the players’ commitment in training and their fitness.”

The BAM will probably have to depend on Hafiz and Beng Hong again because the performances of the second echelon of shuttlers have not been very encouraging.

In the recent ABC, all top four elite back-up shuttlers – Liew Daren, Tan Chun Seang, Mohd Arif Abdul Latif and Chong Wei Feng – crashed out in the early rounds.

Posted in Berita | Leave a Comment »

SUDIRMAN CUP – China reveals line up

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


sudirman

The deadline for sending the line up to BWF was April 10th and China waited until the last minute to announce the final set of 24 players participating in their home event next month. No major surprise in the 24 names sent, apart from the appearance of Bao Chunlai, who had been said once on the side line because of his knee injury.

His participation in the ongoing Asia Badminton Championships was a sign however that the tall left hander could be part of the team travelling to Guangzhou.

Some names are missing, however : Jiang Yanjiao, who has been performing well lately, is ranked number 4 in China and hence does not make the cut. Zhu Lin, world Champion, is once again left on the Bench – a position she had experienced already during the Olympics, but her recent poor performances on court may have to do with the Chinese official’s decision. More surprisingly, youngsters Cheng Shu and Zhao Yunlei were not fielded either in the women’s double, in spite of a much better record than the pair of Tian/Pan, which appears in the line up.

A chance was given to Chen Long, the new upcoming star of the Chinese team in the men’s single event (world junior champion in 2007), and Chai Biao.

Here are the names of the full squad

MS : Lin Dan, Chen Jin, Bao Chunlai, Chen Long
WS : Xie Xingfang, Lu Lan, WANG Lin, WANG Yihan
MD : Cai/Fu, Xu/Guo, Shen/Chai
WD : Du/Yu, Zhang/Zhao, Tian/Pan
Mx : He/Yu, Xie/Zhang, Zheng/Ma

Posted in Berita | Leave a Comment »

RUDY HARTONO: BULUTANGKIS KITA SEKARAT

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


Jakarta : Perbulutangkisan Indonesia sudah sekarat dan semakin terpuruk. Pemerintan dan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) harus lebih serius lagi dan segera mengubah kebijakan kalau tidak ingin tertinggal dari negara-negara lain yang sudah semakin meningkat.

“Dulu Cina tidak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia, sekarang, boro-boro Cina, sama Malaysia saja kita sudah kalah,” ujar maestro bulutangkis Indonesia Rudy Hartono, yang berbicara dalam seminar dan talk show bulutangkis di Kampus FISIP UI Depok, Senin (30/3).

Ditambahkan, selama ini Indonesia terbuai dengan nama besar para pemainnya yang sudah melanglang buana, sehingga lupa dengan pembinaan secara berkelanjutan, yang harus dilakukan sejak dini.

“Pembinaan hanya diserahkan ke klub, sementara sekolah sepertinya tidak mempunyai tanggungjawab apa-apa,” tambahnya.

Padahal, lanjut juara All England delapan kali tersebut, ketika dirinya masih berjaya, sekolah selalu menjadi tumpuan harapan pembibitan. Klub-klub bulutangkis berdiri karena pasokan dari sekolah yang antusias mendaftarkan diri menjadi anggota. Namun sekarang kondisinya berbalik.

“Justru klub kesulitan mencari bibit karena sekolah tidak ada pembibitan,” lanjutnya.

Selama ini, lanjutnya, mereka yang telah berhasil menjadi juara dunia akibat pengaruh besar dari orang tuanya. Sangat jarang mereka yang menjadi juara hasil dari didikan sekolah dan klub. Keperdulian orang tua yang berlatarbelakang suka terhadap bulutangkis yang membentuknya.

“Makanya peran orang tua sangat penting disamping pemerintah, bahwa yang paling realistis bisa dicapai menjadi juara dunia hanya di bulutangkis. Pemerintah lewat kebijakan-kebijakannya harus senantiasa mendorong,” tambah Rudy.

Padalah, lanjutnya, asal mempunyai kemauan tinggi, untuk menjadi juara sangatlah mudah. Walaupun perlu kedisiplinaan tinggi dan kerja keras, ini harus dibiasakan sejak usia dini kalau Indonesia tidak ingin tertinggal lagi. Dan ini harus dibangun semenjak sekarang.

Salah satu tolak ukur ketidakberhasilan bulutangkis Indonesia, di All England yang sama sekali merah putih tidak mempunyai wakil. Sementara di Swiss Superseries juga sama, Indonesia gagal menggondol gelar. Hanya India Open yang tingkatannya lebih bawah, Indonesia baru berbicara, dapat dua gelar.

“Kita ingin tahu sejauh mana prestasi kita di Sudirman Cup, kalau tetap gagal, saatnya kita harus mengubah kebijakan,” tambah mantan Kabid Bimpres PBSI tersebut.

Deputi Pengembangan Prestasi Olahraga dan IPTEK Tunas Dwidarto mengakui selama ini pihaknya lebih mempercayakan pengembangan olahraga pada masyarakat.

“Tapi dengan adanya UU Olahraga, keberpihakan pemerintah kini lebih nyata, kita akan menggalakkan olahraga mulai dari pelajar SD,” ujarnya. ***

Posted in Berita | 1 Comment »

Kido/Hendra Maju ke Final Kejuaraan Asia (Hasil Semi Final)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


Jakarta, (ANTARA) – Unggulan pertama ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan maju ke final Kejuaraan Asia setelah meraih kemenangan 21-17, 21-15 atas pasangan China Chai Biao/Liu Xiaolong pada semifinal di Suwon, Korea, Sabtu.

Pada final, pasangan peringkat satu dunia itu akan menghadapi salah satu dari ganda Korea, Hwang Ji Man/Han Sang Hoon atau unggulan delapan Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong yang belum bertanding.

“Ya, bermain maksimal saja,” kata Kido pendek saat ditanya mengenai persiapan menghadapi pasangan tuan rumah di final.

Kido juga mengaku permainannya sudah lebih baik dibanding pada babak-babak awal saat ia dan pasangannya harus bermain tiga game untuk meraih kemenangan. “Mudah-mudahan besok lebih enak lagi,” katanya.

Tuan rumah Korea dipastikan merebut gelar ganda campuran setelah memastikan final antar pasangan Korea, antara unggulan pertama Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dengan Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung.

Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung menang atas pasangan China Tao Jiaming/Ma Jin 21-16, 21-18, sedangkan Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung menyisihkan ganda Jepang Noriyasu Hirata/Miyuki Maeda dengan kemenangan 21-15, 21-15.

Sementara sektor tunggal putri sepenuhnya milik China setelah negara bulutangkis terkuat itu menempatkan pemainnya pada seluruh keempat posisi semifinalis.

Unggulan ketiga Wang Lin dikalahkan oleh Zhu Lin unggulan keenam dengan skor 21 – 12 dan 21 – 16 sekaligus membukukan 1 tempat di final unggulan kelima Xie Xinfang yang mengkandaskan unggulan delapan Wang Yihan pada semifinal lainnya dengan rubber games 21 – 18, 19 – 21 dan 21 – 12.

China juga memastikan meraih gelar tunggal putra setelah unggulan keempat Bao Chunlai mengalahkan pemain Jepang unggulan sembilan Sho Sasaki 22-20, 21-10, dan pada final akan bertemu dengan Chen Long yang mengalahkan Du Pengyu 21-16, 28-26.

Berikut Jadwal lengkap pertandingan final Happy Suwon Asia Badminton Championships 2009 :

final-suwon

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

CHRISTOPHER BANTAH MASUK PELATNAS KARENA NEPOTISME

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


Surabaya, 11/4 (Sports.Roll) – Christopher Rusdianto membantah anggapan bahwa pemanggilannya ke Pelatnas karena nepotisme sebab posisi ayahnya Yacob Rusdianto yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PB PBSI.

Hal itu dikemukakan Christopher kepada wartawan di sela-sela sesi latihan dan pelepasan enam atlet Jatim yang dipanggil masuk Pelatnas Pratama di GOR Bulu Tangkis Suryanaga Surabaya, Sabtu.

“Saya tidak pernah berpikiran seperti itu dan yakin pemanggilan ini berdasarkan kemampuan saya selama mengikuti seleknas beberapa waktu lalu,” kata pemain spesialis ganda itu.

Selain Christopher, lima atlet Jatim lainnya yang dipanggil PB PBSI adalah Seto Danu, Siswanto (tunggal putra), Rian Agung, Hendra Setyo (ganda putra), dan Tike Arieda Ningrum. Keenam pemain itu semuanya berasal dari Klub Suryanaga Surabaya.

Acara pelepasan keenam atlet yang rencananya berangkat ke Jakarta pada Minggu (12/4), dilakukan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang kebetulan mengadakan latihan bulu tangkis di GOR Suryanaga.

Christopher mengaku tidak terlalu memikirkan soal kemungkinan munculnya sorotan dari banyak pihak yang mempersoalkan pemanggilan dirinya di Pelatnas.

“Saya bertekad membuktikan kemampuan saya ketika berada di Pelatnas nanti. Saya tidak ingin memikirkan hal lain, kecuali fokus mempersiapkan diri dan berlatih dengan keras,” kata pengagum mantan pemain ganda Pelatnas Candra Wijaya itu.

Pada saat seleknas, Christopher yang berpasangan dengan Rian Agung hanya memenangi tiga dari tujuh pertandingan yang harus dijalani. Empat kekalahan dialami dari mantan penghuni Pelatnas Pratama dan pasangan putra senior.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Suryanaga yang juga anggota tim pemandu bakat PB PBSI Wijanarko Adimulya mengemukakan, pemanggilan Christopher Rusdianto dan 38 atlet lainnya, sudah melewati berbagai tahapan tes dan diskusi tim pelatih serta Binpres PBSI.

“Ada dua opsi yang ditawarkan tim pemandu bakat kepada PB PBSI menyangkut pemanggilan atlet pratama yakni 33 atau 39 atlet. Akhirnya diputuskan memanggil sebanyak 39 atlet dari sekitar 63 atlet yang ikut seleknas,” katanya.

Wijanarko menambahkan, penetapan ke-39 atlet tersebut didasarkan pada hasil tes fisik dan permainan, kesehatan serta psikologi yang dilakukan pada 10-17 Maret lalu.

“Tim pemandu bakat, pelatih pelatnas dan Binpres PB PBSI, kemudian membahas hasil tes tersebut sebelum menetapkan nama-nama yang dipanggil,” katanya.

Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto yang dihubungi terpisah membantah adanya unsur nepotisme dalam pemanggilan atlet Pelatnas Pratama, termasuk masuknya nama Christopher Rusdianto.

“Semua tahapan seleknas dilakukan secara ‘fair play’ dan tidak ada pemain yang diistimewakan. Christopher juga melalui tes yang sama dengan pemain lainnya dan saya tidak pernah ikut campur dalam proses seleknas,” katanya.

Posted in Berita | Leave a Comment »

TIM SUDIRMAN MALAYSIA HANYA DIPERKUAT 10 PEMAIN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 12, 2009


Jakarta, 11/4 (Sports.Roll) – Tim Piala Sudirman Malaysia hanya akan diperkuat 10 pemain, tujuh di antaranya sudah ditetapkan sedangkan tiga lainnya akan ditambahkan lagi dari daftar pemain cadangan.

Seperti disiarkan situs thestar.com, Sabtu, tujuh pemain yang sudah ditetapkan adalah tunggal putra peringkat satu dunia Lee Chong Wei, pemain tunggal putra Wong Mew Choo, ganda putra Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dan ganda putri Chin Eei Hui/Wong Pei Tty.

Pemain lainnya dalam tim Malaysia adalah Ng Hui Lin yang akan berpasangan dengan Koo Kien Keat sebagai ganda campuran pada Piala Sudirman, yang akan digelar di Guangzhou, China, 10-17 Mei.

Kien Keat/Hui Lin adalah ganda campuran Malaysia berperingkat tertinggi di dunia, peringkat 36.

Malaysia juga menyiapkan sembilan pemain cadangan untuk Piala Sudirman, namun hanya tiga yang akan berangkat ke China. Mereka adalah Tan Chun Seang, Mohd Hafiz Hashim, Kuan Beng Hong, Julia Wong, Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari/Mohd Zakry Abdul Latif, Goh Liu Ying, Woon Khe Wei serta Vivian Hoo.

Presiden Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) Datuk Nadzmi Mohd Salleh mengatakan, hanya akan mengirim 10 pemain, dengan tiga pemain yang belum ditetapkan akan ditentukan oleh para pelatih.

Piala Sudirman 2009 diikuti 34 negara terdiri atas 13 negara dari Asia, masing-masing satu dari zona Pan Amerika, Asia dan Afrika, sedangkan Eropa diwakili 18 negara.

Ke-34 negara tersebut dibagi dalam empat grup, yakni Grup 1: China, Indonesia, Inggris, Korea, Denmark, Malaysia, Hong Kong dan Jepang.

Grup 2 terdiri atas Thailand, Singapura, Polandia, Taiwan, Jerman, Belanda, Rusia dan Prancis.

Adapun negara-negara yang masuk dalam Grup 3 adalah Swedia, India, Skotlandia, AS, Republik Ceko, Ukraina, Australia, dan Bulgaria.

Sedangkan Grup 4 adalah Swiss, Lithuania, Sri Lanka, Afrika Selatan, Luksembourg, Portugal, Islandia, Turki, Mongolia dan Filipina.

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: