SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April 14th, 2009

Rashid to take action against back-up shuttlers who flopped in ABC

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 14, 2009


KUALA LUMPUR: Two immediate actions will be taken against the national elite back-up shuttlers following their wishy-washy performances in the Asian Badminton Championships (ABC), which ended in Suwon, South Korea, yesterday.

National chief coach Rashid Sidek will cut down on the number of international tournaments for the four second liners – Tan Chun Seang, Mohd Arif Abdul Latif, Chong Wei Feng and Liew Daren. He also wants to make it compulsory for them to attend a weekly motivation class.

Rashid said that his frustration was at its height following the elimination of all the four players in the first round of the ABC.

No-nonsense approach: National chief coach Rashid Sidek giving a stern word to elite back-up shuttler Daren Liew during the Malaysian Open in January.

“I would not have been this upset if they had given fighting shows in the ABC. Their level of commitment in a tournament is like a yo yo,” he said.

“I push them hard in training. I give them moral support. But they do not walk their talk. They say a lot of things, about their goals and targets, but they are unable to achieve them.”

Rashid added that he would be selective of his players for international competitions, especially for four consecutive tournaments in June – the Philippines Open (June 2-7), Singapore Open (June 9-14), Indonesia Open (June 16-21), Malaysia Gold Grand Prix (June 23-28).

“They can forget about going for all these tournaments in June. I will discuss with the management and they will only be selected for one or two tournaments,” said Rashid.

“It is no longer about exposure for this group of players. They have to go out and win titles or live up to certain expectations. If they cannot meet this, it is best that they leave the team.”

For now, only Chun Seang has been named as a reserve for the Sudirman Cup world mixed team championships in Guangzhou from May 10-17.

Chun Seang was picked for scoring upset wins over seeded players Nguyen Tine Minh of Vietnam and India’s Anup Sridhar en route to a quarter-final appearance in the recent India Open.

Rashid said that he hoped that weekly motivation talk would also change the mind set of the under-performing players.

“Whether they like it or not, they have to attend the talk. I will make arrangements with the NSI (National Sports Institute) to instil confidence in them,” he said.

“I am pleased with their physical condition and in fact, I am not too worried about their skills. But what is lacking is their self-confidence.

“I have faith in these players and hopefully, they will be able to stand out in future tournaments.”

Posted in Berita | Leave a Comment »

PUSLATDA JATIM TAMBAH ENAM ATLET

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 14, 2009


Surabaya, 13/4 (Sports.Roll) – Pengprov PBSI Jawa Timur menyertakan tambahan enam atlet untuk melengkapi kuota 14 atlet yang ditetapkan KONI setempat, dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100 “jilid” II tahun 2009.

Pelatih Kepala Puslatda Bulu Tangkis Jatim, Ferry Stewart kepada wartawan di Surabaya, Senin, mengatakan, enam atlet tambahan itu dibiayai sepenuhnya oleh Pengprov PBSI, sementara 14 atlet lainnya mendapat anggaran dari KONI Jatim.

“Seperti puslatda tahun-tahun sebelumnya, kami selalu memasukkan beberapa atlet tambahan untuk melengkapi kuota yang diberikan KONI. Tujuannya untuk mempercepat proses pembinaan dan mengantisipasi kemungkinan atlet utama tidak bisa bertanding,” katanya.

Sejumlah mantan anggota Tim PON XVII dan penghuni Pelatnas utama serta pratama, masuk dalam daftar skuad Puslatda tahun ini. Namun, Puslatda kali ini banyak didominasi atlet-atlet muda dari sejumlah klub.

Nama-nama pebulu tangkis gaek, seperti Tri Kusharyanto, Bambang Supriyanto, Jeffer Rosobin, Toni Gunawan, dan Roni Agustinus yang masih dipaksakan tampil pada PON 2008, sudah tidak lagi dimasukkan.

Ke-20 atlet Puslatda Jatim tersebut, terdiri dari 12 pemain putra, yakni Soni Dwi Kuncoro, Fauzi Adnan, Seto Danu, Setyo Widiharto, Siswanto (tunggal), Alvent Yulianto, Viki Indra, Hendra Setyo, Tri Kusuma Wardana, Ricky Widianto, Christopher Rusdianto, dan Rian Agung Saputro (ganda).

Sedang pada kelompok putri terdapat Aprilia Yuswandari, Tike Arieda Ningrum, Shendy Puspa, Maya Rosita, Maya Fransisca, Andriani, Aurien Hudiono, dan Silvina Kurniawan.

Selain Ferry Stewart, PBSI Jatim telah menetapkan Aji Santoso dan Yeni Diah sebagai pelatih. Sementara posisi manajer tim masih dipercayakan kepada Wijanarko Adimulya dengan dibantu Ketua Pengkot PBSI Surabaya, Abdul Chodir sebagai asisten manajer.

“Selain dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan nasional akhir 2009 mendatang, para atlet Puslatda juga akan diturunkan dalam berbagai event nasional, termasuk sirkuit nasional yang menjadi kalender PBSI,” kata Ferry Stewart menjelaskan.

Manajer Tim Puslatda, Wijanarko Adimulya menambahkan, sistem promosi degradasi akan diterapkan dalam program Puslatda, dimana prestasi dan kemampuan atlet terus dievaluasi secara berkala.

“Mereka yang prestasinya ‘stagnan’ dan kalah bersaing, bisa dipastikan akan tergusur. Selain kejurnas, ajang sirkuit nasional juga menjadi penilaian para atlet,” kata Wijanarko menegaskan.

Ia menambahkan, pihaknya tetap menargetkan minimal satu medali emas atau gelar juara pada kejurnas 2009, seperti yang dicapai pada PON 2008 dan kejurnas 2007.

Selain itu, empat rangkaian sirnas 2009, seperti di Jakarta, Bandung dan Surabaya diharapkan juga bisa dimanfaatkan para atlet Puslatda untuk meraih prestasi maksimal

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: