SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2009
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for April 15th, 2009

Rexy wants Koo-Tan to show their true colours at Sudirman Cup

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 15, 2009


PETALING JAYA: Doubles chief coach Rexy Mainaky hopes to see the better side of Koo Kien Keat-Tan Boon Heong coming out in the Sudirman Cup world mixed team championships, which will be played in Guangzhou from May 10-17.

Malaysia will be playing in Division One of the championships, which also has China, Indonesia, Denmark, South Korea, England, Hong Kong and Japan. And the draw for a two-group preliminary rounds will be made on April 25.

Kien Keat-Boon Heong are expected to be the main men’s doubles pair for crucial ties and they will have to deliver if Malaysia are to realise their hopes of reaching the semi-finals for the first time in the series.

In the last championships in Glasgow two years ago, the pair failed to deliver the winning point expected of them in the opening tie against England, losing their match against Anthony Clark-Robert Blair. A 2-3 defeat in the tie put paid to Malaysia’s hopes of reaching the semi-finals. England advanced together with China.

True potential: Coach Rexy Mainaky says Koo Kien Keat (left) and Tan Boon Heong must stand up and deliver to realise Malaysia’s hopes of a semi-final spot.

Kien Keat-Boon Heong also gave a listless display against China’s Fu Haifeng-Cai Yun and were beaten in straight games in the final group tie.

In their first Thomas Cup Finals appearance together in Jakarta last year, Kien Keat-Boon Heong also lost to Cai Yun-Haifeng and China went on to beat Malaysia 3-2 in the semi-final tie.

Rexy is certainly hoping that history does not repeat itself.

“Koo-Tan can certainly become the best men’s doubles pair Malaysia have ever seen. Unlike the previous top Malaysian pairs, Jalani Sidek-Razif Sidek and Cheah Soon Kit-Yap Kim Hock, they are good in both attack and defence,” he said.

“But what they lack is the strength in character of their predecessors. It is important to have both qualities because if you are not strong in character, it will be difficult to handle pressure.”

However, Rexy added that from the performances in their last two outings in Europe, he was optimistic that the pair would not let him down again.

Kien Keat-Boon Heong bowed out in the All-England quarter-finals but redeemed themselves by bagging the Swiss Open title the following week.

The duo have regained their status as the top ranked Malaysian pair at world No. 4.

“Previously, it was difficult to motivate them to fight back after failure in a major tournament. But this time after the All-England, the managed to beat a same field in the Swiss Open,” said Rexy.

“In fact, they wanted to play in Asian Championships (in South Korea last week) as they were confident of doing well. This is a positive attitude from them and I hope to see a more improved performance from them in a team competition this time.”

Besides Kien Keat-Boon Heong, the others confirmed of places in the Sudirman Cup squad are Lee Chong Wei, Chin Eei Hui-Wong Pei Tty, Wong Mew Choo and Ng Hui Lin, who will play in the mixed doubles with Kien Keat.

Those on the reserve list are Tan Chun Seang, Mohd Hafiz Hashim, Kuan Beng Hong, Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Abdul Latif, Julia Wong, Goh Liu Ying, Woon Khe Wei and Vivian Hoo. And only three from the list will make the trip to Guangzhou.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Peringkat Atlit Indonesia (9 April 2009)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 15, 2009


Tunggal Putra

5. Sony Dwi Kuncoro
6. Taufik Hidayat (7) +
8. Simon Santoso (11) +
17. Andre Kurniawan Tedjono (18) +
39. Tommy Sugiarto (49) + +
48. Ari Yuli Wahyu Hartanto (45) –
58. Alamsyah Yunus (63) +
85. Dionysius Hayom Rumbaka (101) + + +

Banyak peningkatan berarti yang terlihat dari sektor tunggal putra secara keseluruhan setelah All England dan Swis Super Series berlangsung bulan lalu. Sony yang absen di Swis Super Series karena cedera pinggangnya ternyata masih belum tersingkir dari posisi lima besarnya, sedangkan Taufik yang cukup jauh melaju di kedua Super Series naik satu peringkat. Bagi Tommy, sumbangsih terbesar adalah dari lolosnya ia ke semifinal India GP Gold, sedangkan Dion mendapat pasokan poin terbesar dari gelar juaranya di Kejuaraan Banuinvest Internasional Series yang berlangsung di Timisoara, Romania – gelar yang langsung ia sabet pada kejuaraan pertamanya tahun ini. Semoga konsistensi ini dapat terus berlangsung.

Tunggal Putri

18. Maria Kristin Yulianti (14) –
23. Adriyanti Firdasari
31. Pia Zebadiah Bernadet
50. Maria Febe Kusumastuti (52) +
53. Maria Elfira Christina (41) – –
55. Rosaria Yusfin Pungkasari (49) –

Sektor ini sempat memperlihatkan atensi positif pada awal-awal tahun ini ketika jumlah pemain di 100 besar bertambah dan mengalami kenaikan peringkat yang cukup signifikan. Tapi rapor bulan ini memperlihatkan bahwa sektor ini masih yang terlesu dan perlu mendapat perhatian lebih, apalagi dengan cedera yang dialami atlit utama, Maria Kristin dan hijrahnya Pia ke sektor ganda. Jadi notabene bisa dikatakan bahwa saat ini pelatnas hanya memiliki Firda sebagai atlit unggulan karena tidak ada cedera yang menderanya, dan Firda jugalah yang paling berpengalaman dibandingkan atlit-atlit yunior lainnya.

Ganda Putra

1. Markis Kido/Hendra Setiawan (2) +
8. Muhammad Ahsan/Bona Septano (11) +
11. Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan (15) +
18. Fran Kurniawan/Rendra Wijaya (17) –
24. Fernando Kurniawan/Lingga Lie (26) +
26. Tony Gunawan/Candra Wijaya (12) – –
42. Hendra Gunawan/Joko Riyadi (29) – –
43. Alvent Yulianto/Hendra Gunawan (79) + + + + +
55. Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan (56) +
56. Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto (30) – – – –
92. Joko Riyadi/Candra Wijaya (NEW)

Cerainya pasangan utama Korea, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung berbuah manis bagi Markis/Hendra yang kembali ebrada di tampuk tertinggi walaupun prestasi mereka kurang pakem karena cedera lutut Kido yang menghalangi juara Olimpiade ini dari konsistensi prestasi yang selama ini mereka anut. Dan seperti biasa, sektor ini pula yang paling baik prestasi dan proses regenerasinya. Seperti yang kita lihat, pasangan yunior sudah mulai berada di papan atas, seperti Ahsan/Bona, Rian/Yonatan, Fran/Rendra, dan Fernando/Lingga. Gambaran regenerasi yang apik.

Ganda Putri

6. Lilyana Natsir/Vita Marissa (5) –
9. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (10) +
27. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (35) + +
36. Jo Novita/Rani Mundiastuti (45) + +
40. Jo Novita/Greysia Polii (23) – – –
59. Endang Nursugianti/Lita Nurlita (60) +
71. Rani Mundiastuti/Endang Nursugianti (33) – – – – –
81. Nadya Melati/Devi Tika Permatasari (87) +
93. Dewi Komala/Debby Susanto (NEW)

Dengan keluarnya Vita dari pelatnas, maka posisi ganda utama jatuh ke pangkuan Shendy/Meiliana yang baru bergabung di pelatnas tahun ini. Tapi Shendy/Mei bukannya tanpa pengalaman. Rapor mereka sepanjang tahun 2008 membuktikan bahwa mereka siap berlaga di kelas Super Series karena di empat turnamen GP tahun lalu mereka selalu masuk final. Memang di empat Super Series yang mereka hadapi awal tahun ini, lemparan terjauh mereka adalah semifinal di Malaysia, tetapi untuk pasangan yang baru tahun ini mulai difokuskan untuk terus mencicipi Super Series, hasil ini sama sekali tidak buruk, apalagi mengingat rata-rata mereka dapat tembus sampai ke perempat final. Partai yang cukup membuat was-was, tapi bukannya tanpa harapan.

Ganda Campuran

1. Nova Widianto/Lilyana Natsir
14. Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawaty (11) –
17. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (25) + +
22. Flandy Limpele/Vita Marissa (20) –
25. Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari (23) –
34. Muhammad Rizal/Vita Marissa (35) +
48. Anggun Nugroho/Endang Nursugianti (47) –
54. Flandy Limpele/Greysia Polii
59. Flandy Limpele/Anastasia Russkikh (INA/RUS/NEW)
79. Muhammad Rizal/Greysia Polii (53) – – – –

Partai yang sebelumnya didukung kuat oleh Flandy Limpele dan Vita Marissa tahun ini harus berjuang untuk melakukan regenerasi yang lancar karena tidak ada lagi Flandy dan Vita di pelatnas. Walaupun Nova/Lilyana masih di pelatnas, tetapi mengingat umur Nova yang sekarang menjadi pemain paling senior di garda depan pelatnas, regenerasi harus segera dipikirkan dengan matang. Masuknya Fran/Shendy dan Rendra/Mei tahun ini merupakan angin segar, tetapi menjajal kemampuan yunior bimbingan pelatnas juga perlu menjadi prioritas karena pelatnas tidak bisa selamanya terus berharap pada “pasokan” atlit berkualitas siap-tempur dari luar.

Posted in Berita | 2 Comments »

Chong Wei hopes national team can get good draw in Sudirman Cup

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 15, 2009


KUALA LUMPUR: World No. 1 Lee Chong Wei has several tasks to accomplish in Guangzhou in the next one month. And he plans to make them all a success.

He will leave for Guangzhou next week to be part of the draw ceremony for the Sudirman Cup world mixed team championship, which will be held on April 25.

Major task: World number one Lee Chong Wei will spearhead Malaysia’s campaign in the Sudirman Cup in Guangzhou next month. – AP

And he is keeping his fingers crossed that Malaysia get a favourable draw for the championship, which will be held in the same city from May 10-17.

“The BWF (Badminton World Federation) have invited me to attend the ceremony. This is an honour for me. I will be there for three days and this job will probably be the easiest one for me,” said Chong Wei.

Malaysia are in Division One of the championship with China, Indonesia, Denmark, South Korea, England, Hong Kong and Japan. The teams will be seeded based on the April 23 world ranking and the preliminary rounds will be played in two groups with the top two teams advancing to the semi-finals.

Chong Wei will spearhead the Malaysian challenge and he has an unbeaten record to protect in the championship besides bidding to help the country win their first medal in the series.

Besides Chong Wei, the others confirmed in the squad are Koo Kien Keat-Tan Boon Heong, Chin Eei Hui-Wong Pei Tty, Wong Mew Choo and Ng Hui Lin, who will play in the mixed doubles with Kien Keat.

Those on the reserve list are Tan Chun Seang, Mohd Hafiz Hashim, Kuan Beng Hong, Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Abdul Latif, Julia Wong, Goh Liu Ying, Woon Khe Wei and Vivian Hoo. And only three from the list will make the trip to Guangzhou.

Chong Wei said that it was time to change Malaysia’s fortunes in the Sudirman Cup.

Among the players hoping to make the squad is Julia Wong. – AFP

“We have been in Division One for two consecutive years now. And we will be going into matches in each tie this time with better chances to win points, including in the women’s singles and doubles,” he said.

“Our women have improved, especially Eei Hui-Pei Tty. In the mixed doubles, Koo-Hui Lin can give their opponents a run for their money.

“Based on the high ranking of our players, we are likely to be seeded third. It will be great if we can win at least a bronze medal to justify our status as a much improved and balanced team.”

Chong Wei can expect his rivals in the other teams to be Lin Dan (China), Sony Dwi Kuncoro (Indonesia), Peter-Gade Christensen (Denmark) and Park Sung-hwan (South Korea).

“I hope to keep my clean record in the Sudirman Cup intact. This is also an additional opportunity to play against these top players ahead of the world championships,” he said.

The world championships will be held in Hyderabad from Aug 10-16 and Malaysia have yet to produce a champion in the series.

Posted in Berita | 1 Comment »

Pelatnas Pratama Diwarnai Klub Kecil

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 15, 2009


PB PBSI resmi memanggil 39 pemain untuk pelatnas pratama, Selasa (7/4). Semua pebulu tangkis yang terpanggil sudah harus berkumpul pada 13 April di Pelatnas Cipayung untuk mendapat pengarahan dari Ketua PB PBSI, Djoko Santoso.

Setelah itu mereka akan dimasukkan ke Akademi Militer di Magelang, Rabu (15/4), untuk mendapatkan gemblengan mental. Rencananya, mereka akan berada di kompleks Akmil, Magelang, selama tiga bulan sebelum kembali berlatih di Pelatnas Cipayung.

Di Magelang, para pemain pelatnas akan ditempatkan di lokasi yang sama dengan para taruna Akmil. Mereka akan berada di bawah tanggung jawab Wakil Ketua I PBSI, Mayjen Sabar Yudo Suroso, Gubernur Akmil.

Jakarta menjadi penyumbang atlet terbanyak dengan 16 pemain, diikuti Jabar dengan delapan pemain, enam dari Jatim, lima dari Jateng, dan Banten serta Kepulauan Riau masing-masing dua orang. Terpilihnya pemain dari PB Ratih (Banten), Mutiara (Bandung), dan CBN (Batam) ini adalah fenomena menarik.

Dua klub ini berhasil menerobos dominasi klub-klub besar macam Djarum, Jaya Raya, Tangkas Alfamart, Suryanaga, atau SGS. Sejak kejurnas tahun lalu, pemain seperti Hermansyah (Ratih) atau Irfan Fadila/Weni Anggraeni (CBN) sudah unjuk gigi dengan menjadi juara.

Sekjen PB PBSI, Jacob Rusdianto, menyatakan bahwa sistem promosi-degradasi akan diterapkan di pelatnas pratama. Jacob meminta pemain yang terpilih tak lantas jadi besar kepala.

“Pemain yang tak maksimal atau tak bisa berkembang akan terkena degradasi. Jadi, mereka harus bekerja keras jika tak ingin tersingkir,” ujar Jacob.

Mereka yang belum terpilih tetap punya peluang untuk masuk ke pelatnas pratama. “Kami harap pemain yang gagal jangan putus asa dan tetap mengasah kemampuannya supaya mereka bisa langsung siap jika dipanggil masuk pelatnas. Klub yang pemainnya belum terpilih juga jangan berkecil hati. Kalau ada pemain yang bagus pasti akan dipanggil. Kami tak akan menutup mata,” kata Jacob. (riz)

Tunggal Putra: Adi Pratama (Jaya Raya), Ary Trisnanto, Evert Sukamta, Nandang Arif Saputro (Tangkas Alfamart), Senatria Agus Setia (SGS Bandung), Seto Danu, Siswanto (Suryanaga Gudang Garam Suryanaga), Dewantoro (Djarum Kudus), Hermansyah (Ratih Banten)
Tunggal Putri: Bellaetrix Manuputy, Rena Suwarno (Jaya Raya), Siti Anida (Ragunan), Tieke Arieda (Suryanaga), Maziyah Nadhir (SGS), Hera Desi (Mutiara Bandung)
Ganda Putra: Yohanes Rendy (Ratih), Albert Saputra, Rizky Yanu (Djarum), Angga Pratama, Kevin Alexander, Erwin Winardi, Rizki D, M. Nur Rofii (Jaya Raya), Hendra Setyo, Rian Agung, Christopher Rusdianto (Suryanaga), Andhika Anhar (SGS)
Ganda Putri: Ayu Rahmasari, Dwi A, Suci Rizki, Tiara Rosalia (Mutiara), Ni Made Claudia, Della Destiara, Wenny Setyawati (Jaya Raya), Gebby R (Ragunan)
Ganda Campuran: Hendra Mulyono, Luluk Maria (Djarum), Irfan Fadila, Weni Anggraeni (CBN Batam)

Posted in Berita | Leave a Comment »

DJARUM KUDUS DATANGKAN PELATIH FISIK AUSTRALIA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 15, 2009


Semarang, 14/4 (Sports.Roll) – PB Djarum Kudus mendatangkan pelatih fisik dari Australia untuk meningkatkan ketahahan fisik pebulu tangkisnya, kata Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji.

“Jackson (pelatih dari Australia) kita coba untuk jangka waktu tiga bulan mulkai April 2009 ini. Kalau memang nantinya cocok dan membuahkan hasil, akan kita perpanjang untuk jangka waktu tertentu,” katanya ketika dihubungi dari Semarang, Selasa.

Menurut dia, dipilihnya Jackson ini karena yang bersangkutan sudah memiliki pengalaman menangani fisik pebulu tangkis nasional di Pusat Bulu Tangkis Indonesia (PBI) Cipayung, Jakarta Timur.

“Dia pernah menangani fisik pebulu tangkis putri Djarum Kudus yang berada di pelatnas, yaitu Maria Kristin,” katanya menegaskan.

Kebetulan, kata dia, kontrak Jackson dengan PB PBSI tidak diperpanjang makanya dirinya mengambil pelatih asal Australia itu untuk menangani pebulu tangkis Djarum Kudus. “Untuk fisik semua pebulu tangkis baik yang junior dan senior yang semula ditangani pelatih lokal, kini ditangani pelatih asal Australia tersebut,” katanya.

Pada tahap pertama, kata dia, yang bersangkutan masih membenahi peralatan yang akan digunakan untuk latihan fisik pemain, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program, baru kemudian langsung menangani atlet.

“Selama ini, selain pelatih lokal, kita juga sering mendatangkan pelatih tamu ternama seperti Tahir Djide, dan lain sebagainya,” katanya.

Ketika ditanya agenda pebulu tangkis PB Djarum Kudus untuk tampil pada berbagai kejuaraan internasional, dia mengatakan, yang jelas Djarum Kudus tetap akan menerjunkan atletnya tampil pada berbagai kejuaraan bulu tangkis internasional.

“Soal siapa-siapa yang diterjunkan dan turnamen apa yang diikuti tergantung pada manajer timnya, Fung Permadi,” katanya.

Sebelumnya, Supandji mengatakan, selama Maret hingga April 2009 ini ada sekitar tujuh turnamen bulu tangkis internasional yang diikuti pebulu tangkis PB Djarum Kudus.

Ia menyebutkan, sejumlah turnamen yang diikuti pebulu tangkis Djarum Kudus, yaitu kejuaraan bulu tangkis di Rumania (19-22 Maret) dengan menyertakan Hayong Rumboko, Bandar Sigit Pamungkas, dan Maria Febe.

Kemudian akhir Maret 2009 akan mengirimkan Andre Kurniawan (tunggal putra), dan pasangan Afiat Yuriskiawan/Rifky Windarto pada kejuaraan bulu tangkis India Open, kemudian pada bulan April 2009 ada puluhan turnamen bulu tangkis, tetapi tidak semua.

“Kita akan pilih beberapa turnamen yang tidak terlalu jauh, tetapi hadiahnya cukup besar dan gengsinya cukup besar untuk tingkat dunia, baik yang junior maupun senior. Di samping itu, kita memilih mengirimkan atletnya pada event yang tidak terlalu dekat pelaksanaannya,” katanya.

Ia menyebutkan, pada bulan April 2009 ada beberapa event, seperti Osaka Challenge (Jepang), kejuaraan bulu tangkis di Finlandia (2-5 April), Kejuaraan Junior Eropa di Italia (3-12 April), Kejuaraan Asia di Korea (7-12 April), Vietnam (berhadiah total 15 ribu dolar AS), Rumania, Peru (hadiah total 5 ribu dolar AS), dan lainnya.

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: