SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for May 3rd, 2009

TIM SUDIRMAN TIDAK KHAWATIR VIRUS FLU BABI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 3, 2009


Surabaya, 3/5 (Roll Sports) – Tim Piala Sudirman Indonesia tidak terlalu khawatir dengan merebaknya virus flu babi yang telah melanda sejumlah negara di kawasan Asia, dan akan melakukan langkah antisipasi semaksimal mungkin.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar PBSI, I Gusti Made Oka kepada wartawan di sela-sela meninjau persiapan kejuaraan bulu tangkis internasional Piala Indocock Wali Kota Surabaya, Minggu.

“Kami sudah antisipasi hal itu dan sampai sejauh ini, BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) juga menginformasikan kalau Cina sebagai tuan rumah kejuaraan Piala Sudirman masih aman dari virus tersebut,” katanya.

Didampingi Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto, ia mengatakan salah satu bentuk antisipasi yang dilakukan adalah mengisolir anggota tim dan ofisial dari kemungkinan terburuk.

“Tidak harus melakukan pencegahan dengan sangat ketat, tapi cukup mewaspadai lokasi-lokasi yang dianggap punya kerawanan. Prinsipnya, pemain tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Made Oka.

Menurut ia, BWF dan tuan rumah Cina sangat menaruh perhatian terhadap masalah virus flu babi tersebut.

“Kalau memang ada kerawanan atau penyebaran virus flu babi sudah masuk katagori enam, BWF bisa menghentikan kejuaraan itu,” tambah Made Oka.

Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto menambahkan rombongan tim Piala Sudirman akan berangkat ke Guangzhou Cina pada 6 Mei mendatang.

Kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman dijadwalkan berlangsung pada 10-17 Mei 2009.

“Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur, baik fisik maupun mental. Kami minta mereka fokus pada persiapan dan tidak memikirkan hal lain,” tambah Yacob.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Badminton World Championship 2009 – China to have maximum presence

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 3, 2009


swo07CHINA will once again have a huge presence in the World Championships in Hyderabad on August 10-16, as their players have secured maximum spots available in all but the men’s doubles when the qualifying period ended yesterday.

Olympic champion Lin Dan, the World No 3, will lead the charge in the men’s singles where he will be supported by World No 4 Chen Jin and World No 9 Bao Chunlai as a country can have a maximum of three players or pairs if they are ranked in the top 24.

However, veterans Cai Yun-Fu Haifeng are the only pair to have earned a spot in the men’s doubles.

The women’s singles is the event where China will face a selection dilemma. They have six players — World No 3 Lu Lan, World No 4 Xie Xingfang, World No 6 Zhu Lin, World No 7 Wang Lin, World No 8 Wang Yihan and World No 16 Jiang Yanjiao.

Olympic champions Du Jing-Yu Yang, Zhang Yawen-Zhao Tingting and Cheng Shu-Zhao Yunlei are likely to get the nod ahead of Pan Pan-Tian Qing while another pair Yang Wei-Zhang Jiewen, who are World No 12, have already left the Chinese national team.

In the mixed doubles, China must also select three pairs from the four pairs of He Hanbin-Yu Yang, Xie Zhongbo-Zhang Yawen, Zheng Bo-Ma Jin and Xu Chen-Zhao Yunlei who ranked in the top 24. However, Malaysia don’t have to worry about selection woes as their line-up have been predictable several weeks before the qualification ended.

World No 1 Lee Chong Wei, World No 11 Wong Choong Hann and World No 18 Lee Tsuen SEng are through in the men’s singles while Julia Wong, 11th, and Wong Mew Choo have made it in the women’s singles.

Koo Kien Keat-Tan Boon Heong, Zakry Latif-Fairuzizuan Tazari and veterans Choong Tan Fook-Lee Wan Wah have clinched their places in the men’s doubles while Kien Keat-Ng Hui Lin will feature in the mixed doubles.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Wan Wah : Malaysia can end long wait for a world champion

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 3, 2009


PETALING JAYA: Former national doubles ace Lee Wan Wah feels that Malaysia will finally be able to end their long wait for a world champion now that the men’s doubles scene has become less competitive.

Wan Wah, who will be making a record sixth appearance with his regular partner Choong Tan Fook at the World Championships in Hyderabad, India, from Aug 10-16, said the current top pairing of Koo Kien Keat-Tan Boon Heong had the best shot at winning the title.

Wan Wah-Tan Fook were Malaysia’s best performers at the last world meet in Kuala Lumpur two years ago when they beat defending champions Fu Haifeng-Cai Yun of China to reach the semi-finals before settling for the bronze medal.

Surprisingly, the pair, who have been out of the national team since the Beijing Olympics last August, have found their way back into the top 10 in the latest world rankings list.

But Wan Wah said they had no big expectations for the world meet this time.

“I feel that Koo-Tan have a better chance of challenging for the title as they are more mature compared to when they made their debut at the world meet two years ago,” said Wan Wah.

“It is also good the men’s doubles scene are not as competitive as before because a lot of the top players have retired after the Olympics.

“Denmark’s most experienced pair of Jens Eriksen-Martin Lundgaard have retired while Indonesia’s Alvent Yulianto-Luluk Hadiyanto are no longer together.

“There are only three or four pairs, apart from Koo-Tan, who are consistent on the international stage.

“They are the likely contenders but they are beatable,” added Wan Wah, referring to current world No. 1 Markis Kido-Hendra Setiawan of Indonesia, Denmark’s Mathias Boe-Carsten Mogensen, China’s Fu Haifeng-Cai Yun and South Korea’s Lee Yong-dae-Jung-Jae-sung.

Wan Wah-Tan Fook, two-time World Championships medal winners, said they were determined to give their best in Hyderabad despite not enjoying the best of trainings compared to when they were with the national team.

“We sometimes train with the national players but there are also times when we are on our own.

“It is more flexible now that we are independent players,” said Wan Wah.

The pair, who bagged the India Open title in their last international competition in March, have five outings lined up for them before the world meet.

They are the Pahang Open at the end of this month, followed by the Singapore and Indonesia Super Series in June and the Thailand and Philippines Opens in July.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Eksibisi Rexy/Ricky melawan Candra/Sigit hibur penonton

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 3, 2009


master(Bulutangkis.com) – Sebagai cabang olahraga populer di Indonesia bulutangkis bukanlah semata sebagai cabang olahraga yang kaku dan tak bisa memberikan hiburan bagi penonton. Prestasi atlit bulutangkisnya kerap mengharumkan nama Indonesia dan satu-satunya cabang olahraga yang mampu memberikan kontribusi dalam meraih medali emas di ajang olimpiade semenjak tahun 1992. Prestasi dunia yang diraih atlit-atlit kita melahirkan variasi pukulan dan gerak yang atraktif serta memiliki keunikan tersendiri dan memukau dari setiap atlit.

Candra Wijaya Men’s Doubles Badminton Championships 2009 kejuaraan yang mengkhususkan perebutan gelar juara ganda putra untuk kategori Ganda Putra Dewasa, Ganda Putra Taruna dan Ganda Putra Remaja. Kejuaraan ini merupakan bukti dedikasi Candra Wiajaya sebagai atlit ganda putra bagi dunia bulutangkis Indonesia. Candra Wijaya berharap melalui nomor-nomor Ganda Putra Taruna dan Ganda Putra Remaja akan muncul atlit-atlit ganda putra yang handal dan mampu melanjutkan prestasi senior-seniornya mengarumkan nama Indonesia.

Demikian juga halnya pada acara final kejuaraan bulutangkis khusus ganda putra ini panitia menghadirkan hiburan menarik bagi para penonton yang hadir dengan pertandingan eksibisi oleh para mantan atlet-atlet nasional ganda putra yang berprestasi dunia. Candra Wijaya berpasangan dengan pasangannya saat merebut Juara Dunia 1997 Sigit Budiarto. Sementara lawan Candra/Sigit adalah seniornya yaitu Rexy Mainaky yang berpasangan dengan Ricky Subagja peraih medali emas Olimpiade 1996.

Pertandingan eksibisi yang dimainkan menjadi menarik dan menghibur dengan gaya sporttainment yang dimainkan Rexy. Sigit Budiarto yang selama karirnya di bulutangkis sering membuat pertadingan-pertadingan yang menghibur dengan teknik pululan yang memukau kini harus mengakui keunggulan Rexy yang mampu membuat penonton terhibur.

Berbeda dengan pertandingan eksibisi saat pembukaan antara Candra Wijaya/Sigit Budiarto melawan juniornya Markis Kido/Hendra Setiawan juara Olimpiade Beijing 2008. Pertandingan Candra Wijaya/Sigit Budiarto melawan Rexy mainaky/Ricky Subagja kali ini lebih banyak diwarnai dengan tingkah dan gaya yang atraktif Rexy dengan gerakan-gerakan bulutangkisnya bagaikan akrobatik dan menghibur.

Sekali saat Rexy hendak melakukan service ke arah Sigit Budiarto yang telah bersiap-siap menerima service, secara tiba-tiba gerakan Rexy berubah dengan melap keringat di wajahnya. Kadang Rexy saat menerima jumping smash dari Sigit, Rexy mengembalikan bola tinggi kembali ke arah Sigit dan Sigit melakukan jumping smash. Demikian gaya Rexy dan Sigit berulang-ulang seakan Rexy sedang melatih Sigit melakukan jumping smash. Kadang Rexy dan Sigit kembali bermain seperti latihan dengan pukulan-pukulan bola datar di atas net. Kadang Rexy melakukan gerakan seperti hendak melakukan smash tetapi ternyata bola dibiarkan jatuh ke bawah baru boal dipukul. Kadang pada saat bola tinggi Rexy melakukan pukulan berulang-ulang baru saat bola telah hampir mencapai lantai baru kembali menyeberangkan bola.

Tingkah pola Rexy ini menjadi menarik bagi para penonton yang hadir. Tak disangka wasit bertidak tegas. Wasit mengeluarkan kartu kuning kepada Rexy. Kartu kuning dikeluarkan untuk Rexy Mainaky karena membuang-waktu. Rexy dengan gaya kocak keberatan atas sikap wasit. Setelah Ricky disabarkan oleh pasangannya Ricky, akhirnya Rexy menerima hukuman kartu kuning. Permainan kembali dilanjukan.

Sigit yang merasa staminanya terkuras juga mencoba membuang-buang waktu. Saat Sigit hendak melakukan service dan lawan telah siap menerima service, tiba-tiba Sigit mendatangi hakim kedua minta ganti bola. Melihat gelagat ini Ricky juga tidak tinggal diam membela Rexy pasangannya yang sebelumnya telah kena kartu kuning. Ricky mendatangi wasit dan protes kepada wasit atas sikap Sigit. Wasit tidak menanggapinya, akhirnya Ricky yang mengambil kartu peringatan dari wasit. Tidak tanggung-tanggung, yang dapat kartu merah. Ricky pun memberi kartu merah kepada Sigit. Bukan main, baru kali ini ada atlit yang memberi kartu hukuman bagi sesama atlit.

Sigit Budiarto juga tidak kalah menghiburnya. Sigit dikenal sebagai atlit yang memiliki teknik pukulan tinggi dan selalu membuat decak kagum. Ricky yang piawai bermain bola-bola di bibir net, saat menerima service pendek dari Sigit mengembalikan bola pendek lagi ke Ricky berulang-ulang tanpa mati. Sekali saat Ricky dan Sigit kembali bermain bola di bibir net, Ricky mengembalikan bola pendek ke Sigit yang lagi sedikit membungkuk melewati kepala Sigit. Dengan gaya akrobatik bulutangkisnya Sigit mampu mengembalikan kembali bola pendek ke arah lawan di atas bibir net dengan memukul bola dari arah belakang. Penonton pun berdecak kagum dan memberi tepuk tangan.

Hiburan eksibisi semakin meriah dan menghibur penonton. Tingkah pola Sigit Budiarto dengan gaya yang kecapaian. Saat permainan sedang berlangsung dengan tenang melangkah keluar lapangan mengambil air minum seakan kehausan. Membiarkan Candra bermain sendiri melawan Rexy dan Ricky. Sambil minum di luar lapangan Sigit memperhatikan partnernya Candra bermain sendiri.

Pertandingan eksibisi antara Rexy Mainaky/ Ricky Subagja melawan Candra Wijaya/ Sigit Budiarto mampu menghibur para penonton yang hadir. Teknik-teknik pukulan tinggi dan kaya variasi yang dimiliki Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Candra Wijaya dan Sigit Budiarto adalah proses pelatihan panjang dan melelahkan yang mereka lakukan selama karir mereka di dunia bulutangkis. Ini membuktikan olahraga bulutangkis tak kalah menariknya dengan cabang-cabang olahraga lainnya. Dengan eksibisi yang menghibur seperti ini diharapkan kecintaan terhadap olahraga bulutangkis semakin tumbuh di masyarakat Indonesia. Semoga. (ferry kinalsal)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Candra Wijaya Men’s Doubles Badminton Championships 2009 Alvent/Hendra Juara !

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 3, 2009


juara(Bulutangkis.com) – Disaksikan penonton yang berjubel memenuhi Gedung Bulutangkis Asia Afrika, Senayan, Jakarta kemarin sore (Sabtu, 02/05/09) pasangan Alvent Julianto/ Hendra AG berhasil keluar sebagai juara pada kejuaraan Candra Wijaya Men’s Doubles Badminton Championships 2009. Alvent/ Hendra meraih juara pada kejuaraan bulutangkis khusus ganda putra ini setelah menaklukkan pasangan Luluk Hadiyanto/ Rendra Wijaya dengan straight set 21-9, 21-11.

Pertandingan final ganda putra dewasa ini terlihat kurang menarik. Bagi pasangan Alvet/Hendra game ini memperlihatkan ketangguhan mereka setelah di babak semifinal berhasil menggusur pasangan Fernando Kurniawan/Lingga Lie dengan skor 21-18, 21-15. Sementara bagi pasangan Luluk/Rendra game ini saakan menjadi anti klimaks saat mereka tampil bagus di babak semifinal dengan manggusur ambisi wakil dari Singapura Hendra Wijaya/ Hendri Saputra Kurniawan dengan skor 21-13, 13-21, 21-19.

Gelar juara yang diraih pasangan Alvent Julianto/ Hendra AG ini menjadi pendorong pasangan ini untuk berkiprah pada turnamen-turnamen bulutangkis profesional. Alvent/Hendra yang seharusnya menjadi tim pelatnas memilih mundur setelah tidak sepakat dengan nilai kontrak yang diterima dari PBSI.

Kekalahan ini bagi Rendra Wijaya mengubur impian untuk mengukir catatan indah pada kejuaraan khusus ganda putra yang didedikasikan sang kakak Candra Wijaya bagi dunia bulutangkis Indonesia.

Sementara pada nomor kelompok Ganda Putra Taruna pasangan dari klub Djarum Didit Juang/ Seiko Wahyu keluara sebagai juara. Pada partai final Didit Juang/ Seiko Wahyu berhasil menaklukkan pasangan Budi (Ratih)/ M.S. Allan (Suryanaga) dengan skor 21-18, 21-17.

Pada nomor Ganda Putra Remaja ambisi klub Djarum menambah kembali satu gelar juara pupus di tangan pasangan dari Pusdiklat DKI. Pasangan dari klub Djarum Bagus Hadiyanto/ Felix Kinalsal harus mengakui keunggulan pasangan Alvian Eko/ Andrio Samonco dua set 16-20, 20-22.

Fernando Kurniawan/Lingga Lie raih juara tiga

Di awal pembukaan kejuaraan kemarin sore dipertandingkan perebutan juara tiga. Pada nomor Ganda Putra Dewasa pasangan Fernando Kurniawan/Lingga Lie berhasil keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan ganda putra Singapura yang juga Hendra Wijaya/ Hendri Saputra Kurniawan 14-21, 21-17, 21-18. Hendra/Hendri adalah bersaudara kembar dan mantan atlit Indonesia yang pada saat usia 14 tahun memilih berkarir bulutangkis di Singapura.

Pada kelompok Ganda Putra Taruna pasangan Agriprina Prima/ Subhan Hasan dari klub Jaya Raya keluar sebagai juara tiga. Pasasangan Agriprina Prima/ Subhan Hasan berhasil mengalahkan pasangan ganda putra klub Suryanaga Ericsson Rusdianto/ Nur Wahid dengan skor 21-16, 21-19.

Sementara pada nomor Ganda Putra Remaja keluar sebagai juara pasangan Fajar Kusuma/ Galih Pangestu R.dari Pusdiklat DKI yang mengalahkan pasangan Rangga/ Zentara dari klub Jaya Raya dengan skor 21-18, 19-21, 21-12.

Eksibisi Rexy/Ricky melawan Candra/Sigit

Pada acara final kejuaraan bulutangkis ini menjadi hiburan menarik bagi para penonton yang hadir dengan pertandingan eksibisi oleh para mantan atlet nasional. Candra Wijaya berpasangan dengan pasangannya saat merebut Juara Dunia 1997 Sigit Budiarto. Sementara lawan Candra/ Sigit adalah seniornya yaitu Rexy Mainaky/Ricky Subagja peraih medali emas Olimpiade 1996.

Lelang Amal untuk Unang Abdul Patah

Pada kesempatan final kemarin saat usai pertandingan eksibisi antara Rexy Mainaky/ Ricky Subagja melawan Candra Wijaya/ Sigit Budiarto diadakan lelang amal. Acara lelang amal ini merupakan upaya mencari dana untuk meringankan beban mantan atlit bulutangkis Unang Abdul Patah. Lelang amal dilakukan dengan menggelar lelang empat raket milik Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Candra Wijaya dan Sigit Budiarto. Hasil lelang yang diperoleh sejumlah Rp. 90 juta rupiah.

Mantan atlit bulutangkis Unang Abdul Patah saat ini beusia 71 tahun terbaring sakit di Banding dan membutuhkan dana berobat yang tidak sedikit. Prestasi Unang bagi bulutangkis Indonesia sangat besar besar. Adapun catatan prestasinya sebagai atlit Thomas Cup di Tokyo tahun 1964 berpasangan dengan Tan King Gwan yang membawa Indonesia meraih gelar juara Thomas Cup saat mengalahkan Denmark di final.

Apresiasi untuk The Legends

Pada kesempatan yang sama juga tidak lupa Candra Wijaya dan Panitia memberikan apresiasi atas mantan-mantan pebulutangkis ganda putra Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada pasangan Tjun Tjun/ Johan Wahyudi dan Christian Hadinata/Ade Candra.

Prestasi ke empat atlit ganda putra Indonesia ini cukup fenomenal di ajang bulutangkis dunia di masa dekade tahun 1970-an. Christian Hadinata/Ade Candra merupakan juara All England 1972 dan 1973. Tjun Tjun/ Johan Wahyudi mampu meraih juara All England sebanya enam kali di tahun 1974, 1975, 1977, 1978, 1979 dan 1980. Hingga saat ini prestasi Tjun Tjun/ Johan Wahyudi merupakan rekor terbanyak juara ganda putra All England.

Sayang pada acara apresiasi kali ini Tjun Tjun tidak terlihat hadir menerima penghargaan mendampingi Johan Wahyudi, Christian Hadinata dan Ade Candra. Pihak panitia telah berupaya menghubungi Tjun Tjun tapi tak berhasil.(ferry kinalsal)

Posted in Berita | Leave a Comment »

Last spot for world badminton meet a toss-up between two mixed pairs

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 3, 2009


KUALA LUMPUR: It will be a toss-up between two elite back-up mixed doubles pairs – Mohd Razif Abdul Latif-Woon Khe Wei and Chan Peng Soon-Goh Liu Ying – for the last spot in the squad for the World Championships, which will be held in Hyderabad, India from Aug 10-16.

Thursday was the last day of qualifying for the world badminton meet.

Based on the Badminton World Federation’s (BWF) list yesterday, Malaysia will have three players in the men’s singles – Lee Chong Wei, Wong Choong Hann, Lee Tsuen Seng – and three in the men’s doubles – Koo Kien Keat-Tan Boon Heong, Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Abdul Latif and Choong Tan Fook-Lee Wan Wah.

In the other three events, Malaysia will have two representatives each.

Seasoned campaigner Wong Mew Choo and Julia Wong have made it in the women’s singles while world No. 1 Chin Eei Hui-Wong Pei Tty and Sabrina Chong-Woon Khe Wei have qualified in the women’s doubles.

In the mixed doubles, the BWF have listed Pei Tty-Lim Khim Wah and Kien Keat-Ng Hui Lin as their top two qualifiers.

But with Pei Tty and Khim Wah not playing together any more, Malaysia can field another pair.

And national mixed doubles coach Jeremy Gan said they had narrowed down the selection of their second mixed doubles pair to Razif-Khe Wei and Peng Soon-Liu Ying.

“We have one slot in the mixed doubles that needs to be filled. We still have time to name the qualifiers by name.

“We are looking at these two pairs,” said Jeremy.

“We will look at their performances in training and their potential as a pair.

“Based on their performances this year, Razif-Khe Wei have been more consistent.

“But we are keeping our options open and will decide soon.”

Currently, in the world ranking,

Peng Soon-Liu Ying are ranked 57th in the world and Razif-Khe Wei 78th.

Both have showed promise in international tournaments this year.

In their debut at the Malaysian Open in January, Razif-Khe Wei came within a whisker of beating the top Thai pair of Sudket Prapakamol-T. Saralee in the second round.

Peng Soon-Liu Ying did well to reach the quarter-finals of the Asian Badminton Championships (ABC) in Suwon, South Korea, last month.

Although the cast for the world meet is almost complete, Malaysia stand a realistic chance of winning only in the men’s singles and men’s doubles events.

The best bets to end the country’s search for a first world title are world No. 1 Chong Wei and Kien Keat-Boon Heong.

Posted in Berita | Leave a Comment »

MALAYSIA TURUNKAN ATLET JUNIOR DI PIALA INDOCOCK

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 3, 2009


Surabaya, 2/5 (Roll Sports) – Tim nasional Malaysia hanya menurunkan pebulu tangkis junior pada kejuaraan internasional Piala Indocock Wali Kota Surabaya 2009, yang berlangsung di GOR Bulu Tangkis Sudirman Surabaya pada 4-9 Mei mendatang.

Pelatih Timnas Junior Malaysia, Wong Miew Kheng yang ditemui wartawan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sabtu, mengaku tidak memasang target kepada anak asuhnya pada kejuaraan itu.

“Kami sudah melakukan persiapan sekitar dua bulan untuk menghadapi kejuaraan ini dan berharap bisa meraih hasil sebaik mungkin,” katanya saat disambut Ketua Pengkot PBSI Surabaya Abdul Chodir.

Rombongan Timnas Malaysia hanya berkekuatan 10 atlet yang berusia rata-rata 14 tahun. Mereka akan turun di kelompok remaja pada kejuaraan berhadiah total Rp130 juta itu.

Selain timnas, Negeri Jiran juga diwakili dua klub lain, yakni Powerfull dan Selangor SS yang masing-masing berkekuatan sebanyak 12 dan 23 atlet.

“Kami tidak banyak tahu kekuatan lawan, tapi kami optimistis anak-anak mampu bersaing dengan peserta lain,” katanya.

Ia mengatakan ada dua pemain yang diharapkan bisa menembus persaingan di kejuaraan itu, yaitu Darren Isaac Devadas (putra) dan Sylvia Kavita Kumares (putri).

Menurut Miew Kheng, kedua anak didiknya itu merupakan pemain berbakat yang disiapkan untuk menjadi andalan Malaysia di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum Pengkot PBSI Surabaya, Abdul Chodir mengatakan sebagian besar peserta asing dan lokal sudah tiba di Surabaya untuk persiapan menghadapi event tahunan tersebut.

Selain dari Malaysia, pebulu tangkis asing yang ambil bagian dalam kejuaraan ini berasal dari Singapura, Jepang, Nepal, dan Meksiko. Total peserta asing tahun ini sebanyak 62 atlet.

“Seluruh peserta akan diterima Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono pada acara jamuan makan malam di Halaman Balai Kota pada hari Minggu (3/5), sekaligus pembukaan kejuaraan,” kata Chodir.

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: