SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for May 17th, 2009

SUDIRMAN CUP 2009 : Seventh Sudirman Cup ! CHINA LUAR BIASA !

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 17, 2009


sudirman-cup-mascotKorea memang HEBAT tetapi CHINA MEMANG LUAR BIASA ! Itulah kata kata yang paling cocok untuk mengungkapkan keperkasaan team bulutangkis   ‘ negeri tirai bambu ‘ itu,  sekaligus tuan rumah Lining Sudirman Cup 2009 kali ini. Pada partai final , bermain dihadapan 10.000 penonton pendukungnya di Guangzhou Gymnasium, Minggu malam, China menekuk habis Korea dengan 3 – 0 tanpa balas dan mengkokohkan diri sebagai team yang memegang rekor tidak pernah terkalahkan dalam setiap penampilan pemain mereka di Lining Sudirman Cup 2009 kali ini. Di penampilan perdana mereka menekuk Inggris dengan telak 5 – 0. Kemudian di penampilan kedua manakala berhadapan dengan Jepang, mereka juga menang dengan skor 5 – 0. Dan pada penampilan terkahir yang merupakan penentuan juara grup, mereka mengalahkan Indonesia juga dengan skor telak 5 – 0. Sementara  di Semi Final mereka mengalahkan Malaysia dengan 3  – 0.

Terlepas dari keberhasilan China tersebut, ada hal menarik yang ditampilkan team China pada partai Final kali ini . Di partai final, untuk nomor ganda campuran, China dengan berani menampilkan  pasangan ganda campuran yang selama ini tidak pernah saling berpasangan, Zheng Bo/Yu Yang untuk menantang juara olimpiade Beijing 2008  Lee Young Dae/Lee Hyo Jung. Kesenioran seorang Zheng Bo tampaknya mampu membuat dan mengakat moral pemain pemain China lainnya untuk tampil lebih tenang dan bermain habis habisan. Biasanya pemain China justru tampil buruk pada partai final di negerinya sendiri.  Dengan segudang pengalamannya Zheng Bo yang dulu berpasangan dengan Gao Ling berhasil mengakat moral Yu Yang sehingga mereka mampu mengkandaskan Lee Young Dae/Lee Hyo Jung dengan skor 18 – 21, 21 – 19 dan 21 – 16 dalam tempo 1 jam 12 menit.

Usai pertandingan saat dikonfirmasi Yu Yang mengaku terkejut saat mengetahui ia akan dipasangkan dengan Zheng Bo pada pertandingan final karena belum pernah berpasangan dengan dia dan belum pernah main bareng dalam pertandingan. Ia mengatakan, kekalahan pada game pertama disebabkan karena mereka terlalu banyak melakukan kesalahan.

Sementara Zheng Bo mengaku ia dipilih karena lebih berpengalaman dibanding He Hanbin, sehingga meskipun ia belum pernah berpasangan dengan Yu yang, itu tidak menjadi masalah.   “Untuk memenangi pertandingan, kerjasama bukan hal yang utama, yang paling penting adalah kemampuan masing-masing pemain,”  ujar Zheng Bo usai pertandingan. Baginya, merebut angka pertama sangat penting.

Pada partai kedua seperti sudah di prediksi sebelumnya, tunggal putra andalan China dengan tanpa kesulitan mengalahkan Park Sung Hwan dengan skor 21 – 14 dan 21 – 18  membuat  China memimpin 2 – 0 atas Korea.

Partai mempertandingkan ganda putra Fu Haifeng/Cai Yun dan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae berlangsung cukup ketat. Akan tetapi Lee Yong Dae yang juga bermain di nomor ganda campuran terlihat cukup kelelahan sehingga hasil yang diperoleh juga tidak maksimal. Di set pertama Fu Hai Feng/Cai Yun berhasil unggul atas Korea dengan 21 – 14, akan tetapi memasuki set kedua pasangan China harus mengakui keunggulan pasangan Korea yang berhasil memaksakan rubber set dengan 17 – 21. Di set penentuan pasangan China berhasil menang dengan 21 – 19 sekaligus melengkap kemenagan China 3 – 0 dan memastikan Piala Sudirman tetap berada di China untuk ke-tujuh kalinya sepanjang penyelenggaraan Sudirman Cup.

“Penampilan tim malam ini sangat bagus, meskipun Korea juga bagus. Tetapi pada ganda campuran dan ganda putra kami ketat meskipun kami sedikit lebih baik dan dapat memanfaatkan itu untuk menang,” kata manajer tim China Li Yongbo usai pertandingan.

Selain pengalungan medali kepada tim China yang meraih medali emas, Korsel medali perak serta perunggu bagi Indonesia dan Malaysia yang kalah di semifinal, pada kesempatan yang sama pebulutangkis China Lin Dan menerima trofi sebagai pemain terbaik 2008.

Setelah 11 kali penyelenggaraan, berikut ini adalah tabel hasil penyelenggaraan Sudirman Cup :

Rekap

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Turnamen | Leave a Comment »

Peringkat Atlit Indonesia (14 Mei 2009)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 17, 2009


Tidak banyak perubahan berarti dari bulan lalu karena masa vakum turnamen yang disebabkan oleh persiapan para atlit untuk ebrlaga di Piala Sudirman awal bulan ini.

Tunggal Putra

5. Taufik Hidayat (6) +
6. Sony Dwi Kuncoro (5) –
8. Simon Santoso
17. Andre Kurniawan Tedjono
44. Tommy Sugiarto (39) –
45. Ari Yuli Wahyu Hartanto (48) +
67. Alamsyah Yunus (58) – –
69. Dionysius Hayom Rumbaka (85) + + +

Tunggal Putri

15. Maria Kristin Yulianti (18) +
20. Adriyanti Firdasari (23) +
30. Pia Zebadiah Bernadet (31) +
44. Maria Elfira Christina (53) + +
46. Maria Febe Kusumastuti (50) +
55. Rosaria Yusfin Pungkasari
99. Fransiska Ratnasari

Ganda Putra

1. Markis Kido/Hendra Setiawan
8. Muhammad Ahsan/Bona Septano
11. Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan
18. Fran Kurniawan/Rendra Wijaya
22. Fernando Kurniawan/Lingga Lie (24) +
25. Tony Gunawan/Candra Wijaya (26) +
42. Alvent Yulianto/Hendra Gunawan (43) +
53. Hendra Gunawan/Joko Riyadi (42) – –
54. Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan (55) +
91. Joko Riyadi/Candra Wijaya (92) +

Ganda Putri

7. Lilyana Natsir/Vita Marissa (6) –
8. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (9) +
25. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (27) +
35. Jo Novita/Rani Mundiastuti (36) +
59. Endang Nursugianti/Lita Nurlita
61. Jo Novita/Greysia Polii (40) – – –
79. Rani Mundiastuti/Endang Nursugianti (71) – –
83. Nadya Melati/Devi Tika Permatasari (81) –
89. Dewi Komala/Debby Susanto (93) +

Ganda Campuran

1. Nova Widianto/Lilyana Natsir
15. Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawaty (14) –
21. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (17) –
23. Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari (25) +
27. Flandy Limpele/Vita Marissa (22) –
33. Muhammad Rizal/Vita Marissa (34) +
51. Flandy Limpele/Greysia Polii (54) +
55. Flandy Limpele/Anastasia Russkikh (INA/RUS/59) +
60. Anggun Nugroho/Endang Nursugianti (48) – –
90. Tantowi Ahmad/Puspita Richi Dili (NEW)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 2 Comments »

BWF Ubah Format Turnamen Beregu

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 17, 2009


GUANGZHOU, KOMPAS.com – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan mengubah format turnamen beregu, Piala Sudirman serta Piala Thomas dan Uber, untuk penyelenggaraan yang akan datang. Ini dilakukan untuk memberikan peluang kepada tim-tim grup bawah meraih kemenangan.

Deputi Presiden BWF Paisan Rangsikitpho mengatakan, hasil pertemuan dewan (council meeting) BWF yang berakhir Sabtu (16/5), antara lain, sepakat mengubah format Piala Sudirman.

“Format baru akan memberi peluang seluruh tim untuk memenangi trofi, dengan menggelar babak grup terlebih dahulu sebelum babak sistem gugur. Unggulan akan ditentukan berdasarkan peringkat dunia. Namun itu masih dibicarakan,” kata Paisan.

Dia menambah, format baru Piala Sudirman akan dibahas lagi dan disahkan pada pertemuan tahunan (AGM) yang akan datang.

Sementara itu format baru Piala Thomas dan Uber adalah, melakukan pengundian ulang usai babak penyisihan grup, untuk memasuki babak perempat final. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya tim yang berusaha menghindari pertemuan dengan tim lain.

“Dengan demikian, setiap tim yang lolos ke perempat final tidak tahu siapa lawan berikutnya,” kata Paisan yang memberi keterangan pers bersama presiden BWF Kang Young Joong dan sekjen BWF Stuart Borrie.

Mengenai tuan rumah Piala Sudirman, manajer marketing dan administrasi BWF, Selvaamresh Supramaniam mengatakan, hingga batas akhir penawaran tidak ada negara yang tertarik. Karena itu, penawaran dibuka kembali hingga akhir Juni.

Posted in Badminton, Berita | Leave a Comment »

Lelang Raket di Jakarta Open 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 17, 2009


(Bulutangkis.com) – Dalam rangka pelaksanaan Sirkuit Nasional Jakarta Open 2009 dari tanggal 18 Mei sampai dengan 24 Mei 2009, akan dilaksanakan acara Lelang Raket milik 4 (empat) mantan atlit bulutangkis nasional yaitu Liem Swie King, Joko Supriyanto, Hariyanto Arbie dan Taufik Hidayat.

Raket-raket mantan atlit tersebut sejumlah empat buah raket akan dipajang di Gedung Bulutangkis Asia Afrika, Senayan selama penyelenggaraan Sirkuit Nasional Jakarta Open 2009.

Harga tawaran pembuka adalah sebesar Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) per-raket. Adapun hasil lelang raket ini akan disumbangkan kepada mantan atlit dan pelatih nasional Bapak Indra Gunawan yang saat ini sedang sakit.

Jika di antara komunitas bulutangkis ada yang berkenan mengikuti lelang tersebut sambil beramal untuk membantu biaya pengobatan untuk Bapak Indra Gunawan, dipersilahkan menghubungi panitia penyelenggara Sirkuit Nasional Jakarta Open 2009 saat turnamen berlangsung.

Posted in Badminton, Berita | 2 Comments »

Gilas Malaysia, China Bertemu Korea di Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 17, 2009


sudirman-cup-mascotGUANGZHOU, KOMPAS.com – Dominasi China di ajang bulu tangkis dunia belum bisa dilunturkan oleh siapapun. Buktinya, “negeri tirai bambu” tersebut kembali meraih kemenangan meyakinkan saat menggilas Malaysia di semifinal Piala Sudirman, Sabtu (16/5).

Dalam laga di Guangzhou Gymnasium itu, Lin Dan dkk yang mendapat dukungan penuh dari suporternya sangat perkasa. Dalam tiga partai yang dimainkan, mereka langsung menyapu bersihnya untuk unggul 3-0 dan maju ke final.

Di partai puncak turnamen beregu campuran tersebut, Minggu (17/5), China akan bertemu Korea Selatan yang lebih dulu melangkah ke final usai menaklukkan Indonesia 3-1. Berbicara peluang, China tampaknya bisa menggilas lagi Korea untuk mempertahankan trofi kejuaraan dua tahunan tersebut yang sudah dua kali berturut-turut di genggamannya.

Turun di partai perdana, ganda campuran He Hanbin/Yu Yang menang straigt set 21-11 21-14 atas Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Wong Pei Tty. Duel ini berlangsung relatif singkat karena hanya memakan waktu 34 menit.

Setelah itu, giliran Lin Dan yang beraksi, melawan pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Tampil agresif di set pertama, Lin Dan menang 21-16.

Pada set kedua, Chong Wei yang kesulitan menemukan irama permainan terbaiknya karena terbawa arus permainan Lin Dan, sempat menempel ketat lawan dalam pengumpulan poin. Tetapi Lin Dan secara perlahan bisa menjauh dari kejaran usai skor 14-14. Peraih medali emas Olimpiade Beijing itu terus melejit dan menang 21-16.

Keunggulan 2-0 membuat China berada di atas angin dan perlu satu kemenangan lagi untuk menyegel tiket final. Sebaliknya, Malaysia tertekan karena harus menang di partai ketiga untuk menambah panjang nafas perjuangannya menuju final.

Alhasil, ganda putra Koo Kean Keat/Tan Boon Heong sempat memberikan harapan karena berhasil menang 21-19 di set pertama atas pasangan China, Cai Yun/Fu Haifeng. Tetapi di set kedua, giliran Cai Yun/Fu Haifeng yang tampil sangat agresif sehingga menang 21-15 dan memaksa duel dilanjutkan dengan game ketiga.

Pada set penentuan ini, pertarungan berlangsung ketat dan seru. Dua pasangan tersebut saling melancarkan serangan dan memperlihatkan pertahanan yang kokoh, sehingga pertandingan sangat enak untuk ditonton.

Akhirnya, Cai Yun/Fu Haifeng bisa mengakhiri perjuangan gigih mereka setelah menang 23-21. Kemenangan dalam laga yang berdurasi 1 jam 6 menit itu membuat Cai Yun/Fu Haifeng memastikan China maju ke final dan sangat berpeluang mempertahankan trofi bergengsi tersebut.

Melihat perjalanan China melaju ke babak final tanpa pernah kehilangan satu poin, ini membuktikan dominasi China di dunia bulutangkis masih diakui. Akankah Korea Selatan bisa mematahkan ambisi China yang bertanding di kandang sendiri? Apakah Korea Selatan telah memiliki strategi khusus untuk menekuk China. Perkiraan di atas kertas kekuatan Korea Selatan hanya berimbang pada sektor ganda. Sementara pada nomor tunggal diperkirakan akan menjadi milik China.

Bagi komunitas bulutangkis Indonesia pertandingan final besok (Minggu, 17/05) masih dapat disaksikan siaran langsungnya melalui TV Global yang akan dimulai pukul 17.30 wib.

Hasil semifinal Malaysia vs China

Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Wong Pei Tty  vs  He Hanbin/Yu Yang : 11-21 14-21
Lee Chong Wei  vs  Lin Dan : 16-21 16-21
Koo Kean Keat/Tan Boon Heong  vs  Cai Yun/Fu Haifeng : 21-19 15-21 21-23

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Turnamen | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: