SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for May 20th, 2009

Rashid : Good coach useless if players are not committed

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 20, 2009


PETALING JAYA : Having a good coach provides the boost to the players. But national singles chief coach Rashid Sidek also felt that the shuttlers themselves need to show firm commitment, in the first place.

The Badminton Association of Malaysia (BAM) announced on Monday that they had hired Indonesia’s former world champion Hendrawan to help improve the standard of the national singles players.

The 37-year-old Hendrawan signed a two-year contract with the BAM after the conclusion of Indonesia’s campaign in the Sudirman Cup world mixed team championships in Guangzhou last week.

He will work with Rashid to help in the coaching of the national elite back-up and back-up singles shuttlers.

Rashid is all for the appointment of Hendrawan but he also hoped to see the shuttlers show better commitment.

“If they do not show the commitment themselves, how can we help them to improve? You can have the best coach in the world but if the player is not committed to the programme, it is hard to make headway,” said Rashid yesterday.

“This is partly why there is a big gap in standard between Lee Chong Wei and the rest of the singles players in the national set-up.

“Our players can consider themselves lucky as they do not have to go far for inspiration. We have the world No. 1 in Chong Wei and his commitment to the game is the reason for him being able to get to the top.

“In my playing days, we do not even have full support facilities enjoyed by the team today. And I also went through one of the toughest coach in the world (Fang Kaixiang). I do not think most of the current players can stomach the training we had to endure.”

Rashid showed the firm side recently by excluding all the singles players from the Singapore Open next month except for Chong Wei and Tan Chun Seang.

“It is a good thing for our current batch of singles players to learn from another foreign coach. He may have a different approach to training,” he said.

On how he plans to divide the workload, Rashid said that he was leaving it to the management.

Hendrawan is the third reputable Indonesian to be part of a team to chart the fortunes of Malaysian badminton.

Rexy Mainaky is the current chief coach of the doubles players while Indra Gunawan was the singles coach of the Malaysian men’s team in 2001 and 2002.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

CHINA NATIONAL BADMINTON TEAM : MILITARY CAMP !

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 20, 2009


Diposting tanpa maksud mendeskreditkan para punggawa bulutangkis kita

Mungkin seluruh atlit dan pelatih penghuni Cipayung wajib seperti foto dibawah ini  agar mereka lebih memiliki rasa kebanggaan akan Indonesia, disiplin dan setia kepada bangsa dan negara. Buat para pejabat teras PBSI juga diharapkan ikut serta agar mereka terbuka mata dan batinnya sehingga mereka tidak merendahkan apa yang sudah diperjuangkan oleh para atlit sehingga terjadi keseimbangan antara prestasi  dan apresiasi !.  Semoga…. Bagaimana menurut anda ??!

china-1

china-2

Posted in Berita | 2 Comments »

Final Piala Sudirman : Cina Tak Pernah Puas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 20, 2009


Piala Sudirman XI, yang digelar di Guangzhou Gyamnasium, Guangzhou, Cina, 10-17 Mei, menjadi satu momen yang tak akan dilupakan Lin Dan. Pemain berjuluk Super-Dan ini menjadi aktor penting buat tim Cina dalam meraih gelar ketujuh Piala Sudirman.

Penampilan saya di turnamen ini adalah yang terbaik sepanjang 2009,” kata Lin Dan, yang akhirnya dianugerahi gelar sebagai pemain terbaik Piala Sudirman 2009.

Selama Cina berlaga, sejak penyisihan subgrup 1B, semifinal, hingga final, Lin Dan selalu diturunkan. Padahal, masih ada Bao Chunlai dan Chen Jin.

“Cina masih mempunyai pemain tunggal putra yang bagus, tapi mungkin mereka tidak dalam kondisi terbaik karena cedera. Saya bisa selalu tampil dan menang karena memiliki waktu persiapan dan latihan yang bagus,” ucap Lin Dan.

Pemain yang kini menempati peringkat tiga dunia di bawah Lee Chong Wei dan Peter Gade ini hanya kehilangan gim ketika menang atas Simon Santoso.

Usai final, Lin Dan sempat ditanya para jurnalis soal rencananya ke depan, termasuk soal hubungannya dengan Xie Xingfang. “Saya tak mau berkomentar soal itu. Yang jelas saya masih akan fokus ke bulu tangkis hingga empat atau lima tahun ke depan,” kata pemain berusia 25 tahun ini.

Cina meraih gelar juara tanpa kehilangan satu pun poin. Sukses ini tak lepas dari rasa percaya diri dan kecerdikan pelatih kepala Li Yongbo.

Di final, kecerdikan Yongbo kembali terbukti. Pada partai pembuka yang menjadi penentu, Cina memainkan Zheng Bo/Yu Yang. Padahal, Zheng biasanya bermain dengan Ma Jin, sedangkan Yu pasangan He Hanbin. Hasilnya Zheng/Yu mengatasi juara Olimpiade, Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung.

Satu hal yang patut dicontoh, meski menang dengan dominan atas lawan-lawannya, sebetulnya Cina tetap tak mau terlena.

“Kami akan menikmati kemenangan ini, tapi hal itu tak akan lama. Kami akan segera berlatih lagi. Persaingan sekarang sangat ketat. Kami tak boleh lengah sedikit pun karena bisa saja nanti ada negara lain yang lebih kuat dan mengalahkan Cina,” ujar Yongbo.

Sikap seperti itulah yang patut dicontoh pemain mana pun jika ingin sukses.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Persaingan Sponsor : Li Ning Mengincar Dunia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 20, 2009


Piala Sudirman XI, yang berlangsung di Guangzhou, bagaikan ajang unjuk kekuatan Li Ning. Selain menjadi sponsor utama turnamen, produk apparel asli Cina ini sekarang juga menjadi sponsor buat tim bulu tangkis Cina.

Kesepakatan antara Li Ning dengan tim bulu tangkis Cina ini terjadi pada April lalu. Piala Sudirman, yang digelar di Guangzhou Gymnasium, adalah ajang pertama buat Li Ning dan tim Cina untuk mulai memamerkan kolaborasinya.

Produk ini didirikan Li Ning, atlet senam Cina yang meraih tiga medali emas di Olimpiade Los Angeles 1984. Usai pensiun pada 1988, Li Ning mulai bergerak untuk membangun perusahaan ini pada 1990.

Setelah bertahun-tahun menjalin kerja sama dengan produk apparel asal Jepang, Yonex, keputusan Cina untuk mengubah haluan ke Li Ning ini sebetulnya tak terlalu mengherankan. Sebelum menggaet Lin Dan dkk., Li Ning sudah mengikat kerja sama dengan tim nasional Cina di cabang menembak, menyelam, tenis meja, dan senam.

“Li Ning sudah membuktikan kontribusinya dengan memberikan bantuan untuk olah raga Cina. Kesepakatan dengan tim bulu tangkis ini akan membawa hasil yang positif,” kata Liu Fengyan, Direktur Bidang Tenis Meja dan Badminton di Pemerintahan Cina, seperti dikutip Newswire Asia.

Kerja sama ini merupakan sukses besar buat Li Ning. Pasalnya, di Cina bulu tangkis adalah olah raga yang amat populer. Diperkirakan sekitar 250 juta masyarakat di Cina adalah penggemar bulu tangkis. Hasil survei yang dilakukan lembaga China Youth Daily, bulu tangkis menduduki tempat teratas cabang olah raga paling diminati dengan hasil sebesar 68,7%.

Promosi Besar

Pelatih kepala Cina, Li Yongbo, menyebut kerja sama ini adalah hal yang saling menguntungkan. Apalagi tim Cina juga masih disponsori produk jasa layanan Fedex, yang mendapat jatah display di dada pemain.

“Tim riset dari Li Ning telah menemukan apa yang dibutuhkan para atlet. Mereka menyediakan apa yang dibutuhkan atlet profesional. Hal ini sudah kita tunggu selama sekian tahun,” ujar Yongbo.

“Kami bangga memasuki pasar bulu tangkis karena Li Ning adalah produk asli Cina. Menjadi partner tim Cina, kami akan semakin dikenal dunia,” kata Li Ning, yang menjadi chairman grup.

Dari pengamatan BOLA di Guangzhou selama Piala Sudirman dihelat, promosi besar-besaran memang dilakukan Li Ning. Di sekitar venue pertandingan, banyak tersebar poster-poster berukuran besar bergambar pemain Cina. Di jalanan kota, hal yang sama juga mudah ditemukan. Gambar Lin Dan, Chen Jin, Wang Yihan, Li Yongbo, Fu Haifeng, dan Cai Yun yang menjadi model, terpasang di banyak halte bus yang jadi kendaraan favorit warga Guangzhou. Di stasiun televisi lokal CCTV, iklan Li Ning, yang juga dibintangi Lin Dan cs., kerap muncul.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sponsor Alternatif Kenapa Kita Tidak Bisa ?

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 20, 2009


Meski sudah mulai terbuka, Cina sebagai negara komunis tak mudah mengumbar soal nilai kontrak suatu sponsor. Apalagi, bos bulu tangkis Cina, Li Yongbo, pernah mengatakan bahwa besarnya kontrak sangat relatif sebab dengan kemampuan teknis yang tinggi, Lin Dan cs. tak akan terpengaruh dengan apa pun merek raket yang dipakai.

Keputusan menerima Li Ning tanpa menyebut besarnya kontrak mengundang prasangka terhadap Yongbo, godfather bulu tangkis Cina yang sukses.

“Ada kabar Yongbo juga menerima bagian keuntungan karena ikut menjadi aktor penentu terjadinya kesepakatan antara Li Ning dan tim bulu tangkis Cina, tapi hal ini sulit dibuktikan karena di Cina semuanya serbatertutup,” ujar Ji Fei Wang, wartawan dari koran harian Chengdu Economic. Rumor lain menyebut Yongbo memiliki saham di Li Ning.

Apa pun, yang jelas pengurus bulu tangkis Cina pandai menjual pemainnya yang berprestasi. Hal ini harusnya dijadikan pelajaran oleh PBSI. Hingga kini, PBSI baru mendapat kesepakatan kerja sama dengan Yonex. Tempat kosong di dada pemain yang sudah bisa dijual hingga kini masih melompong. Pasalnya kabar beberapa waktu lalu yang menyebut Pertamina digaet untuk menjadi partner hingga kini juga belum terealisasi.

Persaingan

Sebenarnya, pihak Yonex tidak risau dengan maraknya sponsor pesaing,

“Kehadiran produk pesaing itu wajar terjadi. Tidak di cabang bulu tangkis saja. Kami tak khawatir dengan munculnya pesaing baru. Yonex tetap mengandalkan teknologi dan kami yakin hal itu yang membuat kami lain daripada produk pesaing,” tutur Berry Tamba, Senior Promotion Executive Sunrise Yonex.

Yonex antara lain masih memiliki Malaysia, Indonesia, dan Jepang serta beberapa negara Eropa yang menjadi partner. Selain itu, brand Yonex memang fokus dan lebih terkenal di cabang bulu tangkis. Beda dengan Li Ning, yang juga merambah ke cabang lain seperti renang dan menembak.

Adanya campur tangan dari pemerintah agaknya membuat tim bulu tangkis Cina akhirnya melepas Yonex dan beralih ke Li Ning. Maklum, Cina tentunya berusaha timnya memakai produk negeri sendiri.

Untuk menghadapi persaingan Yonex sudah memiliki rencana matang.

“Kami sudah memiliki perwakilan di banyak negara. Mungkin yang selama ini masih kecil akan digarap lebih serius lagi supaya menjadi lebih besar,” sebut Berry.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Ahsan, Putra Kebanggaan Palembang

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 20, 2009


Mohammad Ahsan/Bona Septano berlaga melawan pasangan Inggris di kualifikasi kejuaraan Piala Sudirman 2009

Sejak debutnya di layar kaca Global TV kala bertanding di kejuaraan piala Sudirman pekan lalu, nama Mohammad Ahsan langsung melejit tinggi. Berpasangan dengan Hendra Setiawan untuk menggantikan Markis Kido yang cedera, Ahsan memperlihatkan permainan yang matang. Siapakah sebenarnya Ahsan?

Ahsan lahir di Palembang, 7 September, 22 tahun yang lalu. Diarahkan untuk bermain serius di bulutangkis oleh orangtuanya, Ahsan beserta dengan kakaknya hijrah ke Jakarta setelah lulus SMP di Palembang. Sembari bersekolah dan berlatih bulutangkis, Ahsan akhirnya bergabung dengan Bona Septano untuk memperkuat partai ganda putra merah-putih sejak tahun 2005.

Kiprah Ahsan/Bona cukup mengejutkan masyarakat dalam maupun luar negeri karena tiba-tiba sudah muncul saja di papan 10 besar dunia dan menjadi pasangan pelapis ganda utama Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan. Ditambah lagi penampilannya yang cukup memukau pada saat berpasangan dengan Hendra di babak kualifikasi melawan Tiongkok dan semifinal melawan Korea Selatan – terlihat bahwa ia mampu mengimbangi permainan kelas dunia Hendra maupun lawan-lawannya.

Memang sejak Indonesia Super Series tahun lalu (2008), pelatih utama pelatnas, Christian Hadinata, mengatakan bahwa pelatnas mempersiapkan Ahsan/Bona sebagai pelapis Markis/Hendra karena mereka dianggap yang paling siap dan mumpuni. Dan, terbukti sekarang dengan keberadaan mereka di peringkat delapan dunia dengan prestasi terbaik menjadi runner up di Jepang Super Series 2008.

Gaya permainan Ahsan ini sedikit mengingatkan kita pada salah satu pahlawan bulutangkis era sebelum ini, yakni, Sigit Budiarto. Ahsan memiliki pertahanan yang kuat, pukulan yang cukup menekan walaupun tidak sembarang jedar-jeder, dan yang paling memikat hati penonton adalah cukup seringnya ia melakukan gaya akrobatik, baik “pertunjukan” pertahanannya dari gempuran smes bertubi-tubi ataupun mengambil bola dari balik badan atau dari antara kedua kaki.

“Saya selalu berusaha dengan bekerja keras untuk mewujudkan apa yang saya cita-citakan,” ujarnya kepada klub Djarum. “Dan tidak lupa agar selalu berdoa.”

Apa sih cita-citanya?

Pengagum Tony Gunawan ini masih bercita-cita menjuarai pertandingan Super Series dan menjadi peringkat satu dunia.

Semoga berhasil

Sumber http ://bulutangkis.wordpress.com/

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | 3 Comments »

Milo School Competition 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 20, 2009


Minuman cokelat berenergi Nestlé MILO kembali menggelar kompetisi bulutangkis antar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), MILO School Competition (MSC) 2009, yang akan melibatkan hampir 2.500 siswa di Pekanbaru, Banjarmasin dan Manado, memperebutkan Piala Taufik Hidayat dan uang pembinaan berjumlah total Rp 64 juta. Kompetisi yang telah diselenggarakan delapan tahun berturut-turut sejak 2002 ini merupakan bentuk dukungan MILO terhadap pembinaan bulutangkis di Indonesia. MSC telah dilaksanakan di 19 provinsi dan diikuti lebih dari 20.000 siswa serta turut membesarkan nama-nama pemain yang kini tampil di kancah internasional seperti Febby Angguni dan Tommy Sugiharto. “MILO ingin menyediakan wadah penyaluran semangat para siswa dalam cabang olahraga bulutangkis melalui MSC ini”, kata Bpk. Leonard Bimbuain, Brand Manager MILO, PT Nestle Indonesia. Kota Pekanbaru menjadi kota pertama ajang kompetisi ini di GOR Angkasa tanggal 26-31 Mei 2009, dilanjutkan di GOR Hasanudin Banjarmasin tanggal 9-14 Juni 2009 dan terakhir di GOR KONI Sario Manado tanggal 23-28 Juni 2009. Juara di setiap kota akan berhak melaju ke grand final MSC di Senayan, Jakarta, bulan Juli 2009. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan klub-klub bulutangkis mendukung MSC dengan menghadirkan tim talent scout, karena diharapkan akan terpantau bibit-bibit unggul dalam cabang olahraga bulutangkis yang dapat berprestasi dunia. MILO berharap, MSC mampu mendukung terwujudnya generasi baru atlet bulutangkis Indonesia yang dapat mengukir prestasi dalam sejarah bulutangkis dunia, seperti yang dicita-citakan oleh masyarakat Indonesia. MILO terus mempromosikan pentingnya olahraga, terutama bagi anak-anak. Olahraga itu penting tidak saja untuk kebugaran dan kesehatan, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan, seperti kompetisi, semangat berprestasi, dan juga sportivitas. MILO adalah minuman cokelat berenergi yang terbuat dari bubuk cokelat, ekstrak malt, dan susu. Kandungan unik dari Actigen-E untuk pelepasan energi optimal dan protomalt sebagai sumber energi yang penting untuk aktifitas fisik semacam olahraga. Actigen E adalah panduan unik vitamin B, C, dan diperkaya Kalsium dan Magnesium, serta beberapa mineral penting lain untuk membantu menghasilkan energi secara optiaml dari karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan. Sedangkan Protomalt adalah ekstrak malt yang mengandung karbohidrat kompleks sebagai sumber energi yang jangka waktu pelepasannya lebih panjang. Nestlé Indonesia adalah anak perusahaan Nestlé S.A., produsen makanan dan minuman terkemuka di dunia yang berpusat di Vevey, Swiss. Moto Nestlé : “Good Food, Good Life”, menggambarkan komitmen Nestlé untuk memanfaatkan kemajuan iptek dan ketenaran merek-merek produknya, dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu makanan yang berkualitas tinggi, bergizi, serta aman dan menyenangkan untuk dikonsumsi, demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik. (Kontributor: Ken Lituhayu)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 4 Comments »

 
%d bloggers like this: