SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for May 21st, 2009

BAM going public to recruit new project manager

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 21, 2009


KUALA LUMPUR : The Badminton Association of Malaysia (BAM) will adopt an open door concept in hiring a new project manager.

The BAM are currently looking for an interested and qualified person to fill the “hot seat” to monitor the training and coaching set-up.

The person will be responsible for ensuring the smooth running of all the elite and back-up training programmes and to keep the coaches on their toes.

He will be the link between the people on the ground, the coaches and players, and the BAM coaching and training committee, headed by Datuk Nadzmi Mohd Salleh.

It will be first time in many years that the BAM are going public to appoint a person for an influential administrative post.

The BAM secretary, P. Ganga Rao, said: “We want genuine candidates to apply for this post. It is open to the public.”

Currently, the singles and doubles chief coaches — Rashid Sidek and Rexy Mainaky — and Bukit Jalil Sports School (BJSS) chief coach Sun Chenhua reports to acting coaching coordinator Kenny Goh, who is also the BAM general manager.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hafiz hopes to revive sagging career under Hendrawan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 21, 2009


KUALA LUMPUR : Singles shuttler Mohd Hafiz Hashim is ready to begin a new chapter in his badminton career under a new coach for the first time. After being under the wings of only one coach, Misbun Sidek, for almost a decade, Hafiz said that he had no qualms to seek new fortunes under the guidance of Indonesian Hendrawan. The Badminton Association of Malaysia (BAM) have hired the former world champion and it is learnt that two seniors players, Hafiz and also Kuan Beng Hong, will come under his charge together with several national back-up shuttlers. Both Hafiz and Beng Hong have reached a plateau, if not on a slide, in their badminton careers and the 37-year-old Hendrawan could give the duo the lift. National singles chief coach Rashid Sidek has been given the task to recommend the players to train under Hendrawan, who will report for duty on July 1. “A decision has not been made but I will give it a try to revive my career if I am placed under Hendrawan. I will follow the BAM’s decision,” said Hafiz. Hafiz has never benefited from any foreign coach since he came under the charge of Misbun in 2000 while other players, including world No. 1 Lee Chong Wei has had the benefit of training under several coaches with strong credentials, including Denmark’s Morten Frost, Indonesia’s Indra Gunawan and China’s Li Mao. “It will be a new experience for me to train under Hendrawan. His training style and method may be different. He may be able to help me,” said Hafiz. The former Nusa Mahsuri player said that Hendrawan, who retired as a player in 2003, would not be a total stranger to him. “I played against him before and lost the group tie match of the Thomas Cup Finals (in 2002 in Guangzhou). As a player, he is known for his great fighting spirit and skills,” said Hafiz. “We always greet each other whenever we meet during tournaments. There is a good rapport between him and me.” In the absence of Misbun, who is currently on a long leave to care for his sick wife, Hafiz has been training under Rashid and is now gearing up for the Pahang Open in Kuantan from May 26-29. For the record, Hafiz, who is ranked 29th in the world, has not won a major tournament since his career-best victory at the All-England in 2003.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

ALAN DUKUNG BULUTANGKIS DARI BALIK LAYAR

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 21, 2009


Jakarta, 20/5 (Roll News) – Telah lebih dari sepuluh tahun, mantan pebulutangkis tunggal putra Indonesia Alan Budikusuma mundur dari gemerlapnya dunia olahraga bulutangkis yang sempat mengharumkan namanya dan nama bangsa Indonesia.

Meski demikian, suami mantan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Susy Susanti ini tetap berupaya mendukung upaya peningkatan prestasi cabang olahraga ini.

Peraih medali emas bulu tangkis Olimpiade Barcelona 1992 ini tetap berkecimpung dalam perbulutangkisan Indonesia, meski hanya di belakang layar.

Saat ini, Alan mengaku tidak masuk dalam kepengurusan Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

“Terakhir saya ikut dalam kepengurusan PBSI semasa kepemimpinan Pak Sutiyoso,” kata pebulutangkis kelahiran Surabaya, 29 Maret 1968.

Tidak masuk dalam kepengurusan PBSI, bukan berarti kecintaan dan usaha Alan untuk terus meningkatkan prestasi bulu tangkis di Tanah Air ini menjadi hilang.

Kecintaannya terhadap bulu tangkis diwujudkannya dengan membangun usaha yang berkaitan dengan peralatan cabang olah raga ini.

Pasangan suami-istri Alan Budikusuma dan Susy Susanti ini membangun usaha peralatan bulu tangkis dengan merek Astec, yang diambil dari nama keduanya “Alan-Susi Technology”.

Melalui usaha yang dibangun ini, Alan masih berkecimpung di dunia bulutangkis, meski tidak secara langsung.

“Astec menjadi sponsor klub bulutangkis Tangkas untuk ikut serta dalam membina para pebulu tangkis muda,” katanya.

Selain menjadi sponsor, lanjut dia, Astec juga rutin menggelar kompetisi tingkat nasional yang bertajuk “Astec Open Challenge” atau Turnamen Astec Terbuka.

Ia menuturkan, kejuaraan terbuka bagi semua kelompok ini termasuk sebagai turnamen nomor empat dunia, di bawah seri kejuaraan dunia bulutangkis.

“`Astec Open Challenge` akan digelar pada bulan Agustus 2009,” kata ayah tiga orang anak ini.

Menanggapi prestasi bulutangkis Indonesia saat ini, menurut dia, PBSI memiliki tugas berat untuk mempercepat proses regenerasi atlet cabang olahraga ini.

Ia mengatakan, percepatan regenerasi tersebut perlu segera direalisasikan agar prestasi bulu tangkis Indonesia kembali terangkat.

Ia menjelaskan, komposisi tim Indonesia yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) saat ini sudah cukup baik.

Namun, lanjut dia, materi tim Indonesia yang sebagian berisikan pemain muda ini perlu lebih banyak pengalaman bertanding di tingkat internasional.

“Percepatan regenarasi ini menjadi pekerjaan rumah PBSI yang harus segera dituntaskan,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jakarta Open XXII 2009 : NOMOR TUNGAL REMAJA PUTRA MASUK BABAK KE EMPAT

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 21, 2009


Jakarta, 20/5 (Roll News)- Sejumlah pebulutangkis nomor tunggal remaja putra dari beberapa klub di tanah air memasuki babak ke empat pada Sirkuit Nasional Bulutangkis Jakarta Open XXII 2009 di Gedung Bulutangkis Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.

Pada hari ketiga, Rabu pemain tunggal katagori remaja (usia di bawah 16 tahun) putra unggulan berhasil mengalahkan lawan-lawanya diantaranya pebulutangkis Gustaf Firdaus menang atas Bastanta 21-13 dan 21-9.

Kemudian Fikri Ikhsandi mengalahkan M Mulki dengan 21-8 dan 21-13 sedangkan unggulan lainnya Hafidz Faizal unggul 21-18, 21-16 atas Denys Jino Ari.

Sementara ganda taruna (usia di bawah 19 tahun) putra yang masuk babak ke tiga yakni pasangan pebulutangkis Didit Juang Indrianto dan Seiko Wahyu Kusdianto menang atas pasangan Christian Bernard/Fajar Ari dengan skor 21-16 dan 23-21.

Pasangan Jones Rafly Jansen/Yudha Wiranata menang rubber set atas pasangan Bayu HB/M Fajar dengan angka 21-12, set kedua kalah 17-21 dan 21-10, sedangkan pasangan bersaudara Imam Aufa/Tunggul Aufa berhasil mengalahkan pasangan Pratyara Bayu/Steven Ferdiyanto 21-16 dan 21-17.

Untuk ganda campuran remaja pasangan Firman Ramadhan/Lolita mengalahkan pasangan Yuri Ramadtya/Nur Aisyah 21-11 dan 21-12, kemudian pasangan M Lutfi/Choirunisa dipaksa main tiga set oleh Aldo Abdillah/Ruselly Hartawan 21-12, 18-21 dan 21-15.

“Pertandingan hari ini akan berlangsung hingga malam hari dan masih dalam tahap babak penyisihan,” kata wasit PB PBSI, Nelson.

Sirkuit Nasional yang digelar 18-24 Mei 2009, diikuti 109 klub dari berbagai daerah selain DKI Jakarta juga datang dari Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Riau, Batam, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Banten dengan jumlah atlet mencapai 1.464 orang.

Selain diikuti katagori pemula (usia di bawah 14 tahun) juga pebulutangkis dewasa diantaranya para pemain nasional pratama (atlet lapis kedua di Pelatnas).

Masing-masing kategori tersebut akan mempertandingkan lima nomor, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PBSI MILIKI TUGAS BERAT PERCEPAT REGENERASI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 21, 2009


Jakarta, 20/5 (Roll News) – Pengurus Besar Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memiliki tugas berat untuk mempercepat proses regenerasi atlet cabang olahraga ini. Peraih medali emas bulu tangkis Olimpiade 1992 Alan Budikusuma, di Jakarta, Rabu, mengatakan, percepatan regenerasi tersebut perlu segera direalisasikan agar prestasi bulu tangkis Indonesia kembali terangkat. Menurut dia, komposisi tim Indonesia yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) sudah cukup baik. Ia mengatakan, materi sejumlah pemain muda dalam tim Indonesia perlu lebih banyak pengalaman bertanding di tingkat internasional. Menanggapi kegagalan Indonesia pada Piala Sudirman lalu, ia menilai, hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor nonteknis. Ia justru menyayangkan kekalahan Indonesia atas Korea Selatan sebagai kekalahan yang terlalu cepat. “Seharusnya Indonesia dapat melangkah lebih jauh,” katanya. Namun, lanjut dia, kekalahan atas Korea Selatan ini bukan merupakan tolok ukur bahwa tim Indonesia telah turun kelas dibanding negara-negara kuat lain, semacam China. “Kekuatan masing-masing negara masih cukup merata,” katanya. Selain itu, kata dia, Piala Sudirman ini dapat dijadikan sebagai kejuaraan untuk menambah jam terbang para pebulu tangkis Indonesia. Ke depan, ia mengharapkan, PBSI harus segera melakukan evalusi dan dapat lebih realistis dalam menetapkan target yang akan dicapai. “Kejuaraan terdekat yakni kejuaraan dunia, untuk itu target yang ditetapkan harus realistis,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: