SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for May 24th, 2009

Febby Angguni Juara Tunggal Putri Jakarta Terbuka

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 24, 2009


Jakarta (ANTARA News)- Pebulutangkis Febby Angguni dari klub Djarum Kudus berhasil menjadi juara tunggal dewasa putri setelah mengalahkan rekan satu klubnya Rosaria Y pada babak final Sirkuit Nasional Bulutangkis Jakarta Terbuka XXII 2009 di Gedung Bulutangkis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu. Febby menang rubber set, di game pertama kalah 22-24, namun di game kedua dan ketiga berhasil unggul 21-10 dan 21-12. “Sebenarnya kualitas permainan keduanya dalam latihan sehari-hari setara, yakni punya kelemahan dan kelebihan masing-masing,” kata Manajer Tim Djarum Kudus, Fung Permadi usai pertandingan. Menurut dia, Febby punya keunggulan pada kekuatan fisik, sedangkan Rosaria pada skill, sehingga pada permainan tiga game, Rosaria tampak kelelahan. “Keduanya merupakan atlet kami yang potensial, dan hasil pertandingan ini akan menjadi evaluasi latihan,” katanya. Sementara untuk katagori tungal taruna putri, Ana Rovita (Djarum) berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Ganis (Pertamina) dengan rubber set 21-9, 18-21, dan 21-7. Sedangkan tunggal remaja putri juara diraih Hana (Mutiara Bandung) setelah menang atas Amelia (Pusdiklat DKI Jakarta) 21-9, 19-21 dan 21-14. Untuk katagori tunggal pemula putri juara pertama diraih unggulan pertama, Lya Ersalita (Pusdiklat Jaya Raya) setelah mengalahkan Anes Penty Naris (Djarum Kudus) 21-13 dan 21-15. Saat ini babak final sejumlah katagori sedang berlangsung dan Sirkuit Nasional ini berakhir pada Minggu (24/5) sore yang dihadiri Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso. Turnamen ini diikuti 109 klub dari berbagai daerah. Selain DKI Jakarta juga diikuti Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Riau, Batam, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Banten dengan jumlah atlet mencapai 1.464 orang. Selain katagori taruna (usia di bawah 19 tahun) juga pemula (usia di bawah 14 tahun), dan katagori remaja (usia di bawah 16 tahun) serta pebulutangkis dewasa di antaranya para mantan pemain Pelatnas. Masing-masing kategori tersebut mempertandingkan lima nomor, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.(*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hendrawan Bersiap-Siap Berangkat ke Malaysia Kontrak Dua Tahun, Mudik Sebulan Sekali

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 24, 2009


Hendrawan merasakan pertentangan batin yang begitu berat sebelum memutuskan hijrah ke Malaysia. Hatinya luluh juga setelah bertahun-tahun dirayu. Seperti apa ?

PAK, tugas saya sudah selesai. Sony (Dwi Kuncoro) menang,” kata Hendrawan kepada Wakil Ketua Umum PB PBSI I Gusti Made Oka sesaat setelah Indonesia ditundukkan Korea Selatan (Korsel) 1-3 pada semifinal Piala Sudirman, Sabtu (16/5).

Sekilas, tidak ada yang berlebihan dari pernyataan Hendrawan tersebut. Itu layaknya pelatih yang melapor kepada atasan setelah satu even berakhir. Tapi, pernyataan tersebut bukan sekadar laporan biasa. Tugas selesai yang dimaksud Hendrawan saat itu sekaligus menjadi kalimat perpisahan pelatih asal Malang, Jawa Timur, tersebut. Dia tak akan lagi menangani tunggal pria pelatnas Cipayung mulai 1 Juni nanti. Dia telah membuat perjanjian dengan BAM (Federasi Bulu Tangkis Malaysia) untuk menjadi pelatih hingga dua tahun ke depan.

Hendrawan sebenarnya sudah menyerahkan surat pengunduruan diri Maret lalu. Dia bisa mulai melatih Malaysia pada 1 April. Tapi, PB PBSI meminta untuk menunda perpisahan setelah Piala Sudirman 2009 rampung. “Saya rasa, ini saat yang tepat untuk mundur. Saya merasa sudah selesai di PBSI. Saya akan melatih di Malaysia,” tegasnya.

Menurut Hendrawan, keputusan hijrah ke Malaysia itu bukan sesuatu yang dilandasi emosi. Selain ingin menjawab tantangan sebagai pelatih junior di Malaysia, dia tak memungkiri bahwa keputusan tersebut didasari kebutuhan akan jaminan masa depan dan keluarga. Di Malaysia, gaji seorang pelatih bulu tangkis memang jauh lebih tinggi daripada Indonesia. Rexy Mainaky, pelatih asal Indonesia yang lebih dulu di sana, memiliki gaji lima kali lebih besar daripada pelatih pelatnas Cipayung.

“Selama ini, sebagai pemain dan pelatih, saya sudah memberikan yang terbaik untuk negara. Kali ini pun, meski melatih Malaysia, itu karena saya harus memulai karir sebagai pelatih profesional. Memang pilihan berat. Jika memang jalannya harus seperti ini, bagaimana?” tutur Hendrawan. Dia tidak mau kepergian ke Malaysia lantas membuatnya dicap sebagai sosok yang tidak nasionalis.

Hendrawan mengungkapkan pertentangan batin dalam mengambil keputusan itu. Bapak dua anak tersebut ditawari BAM (Persatuan Bulu Tangkis Malaysia) sejak empat tahun lalu. Tepatnya bersamaan babak kualifikasi Piala Uber 2005. Kala itu, dia masih menjadi pelatih tunggal wanita. “Waktu itu saya tegaskan kepada mereka bahwa saya tak mungkin pindah sampai saya menyelesaikan tugas di Olimpiade 2008,” terang pria kelahiran Malang, 7 Juni 1972, tersebut.

Malaysia tak menyerah begitu saja. Setiap bertemu dengan salah seorang pengurus BAM, Hendrawan terus ditagih. Dia benar-benar menanggapi serius ajakan itu setelah mengantarkan Maria Kristin Yulianti meraih medali perunggu di Olimpiade.

Hendrawan pun merasa mantap untuk pergi. Dia merasa telah memberikan sesuatu yang berarti bagi bulu tangkis Indonesia. Medali tersebut membuat sektor tunggal wanita Indonesia kian terangkat. Padahal, sebelumnya, tunggal wanita dipandang sebelah mata. Dia juga melihat bahwa prestasi Sony dan Simon Santoso, dua anak asuhnya di tunggal pria, mulai stabil di persaingan internasional.

Rencananya, pekan depan, dia berpamitan dengan pengurus dan atlet pelatnas PB PBSI. Sebab, 1 Juni nanti, dia sudah harus bergabung di pelatnas Malaysia. “Saya akan ke sana sendirian. Keluarga tetap di sini. Toh saya bisa pulang sekali sebulan atau jika anak-anak sedang libur sekolah, mereka akan ke Malaysia,” papar ayah dari Josephine Sevilla dan Alexander Thomas itu.

Silvia, istri Hendrawan, tak mempersoalkan kepindahan Hendrawan tersebut. Dia siap untuk menjalani rumah tangga berjauhan. “Anak-anak tidak mau ikut pindah ke sana. Kata dia, mereka sudah memiliki best friend di sini,” kata kakak kandung Hendra Setiawan itu.

Lagipula, selama ini, Silvia dan anak-anak terbiasa ditinggal Hendrawan dalam waktu yang tidak sebentar. Misalnya, urusan pertandingan atau bisnis yang digeluti. Pertimbangan lain yang dipilih Silvia menyangkut adaptasi dengan lingkungan dan budaya baru yang tentu tidak mudah. “Biarlah Mas Wawan (sapaan karib Hendrawan) dulu yang ke sana. Kalau misalnya cocok, barulah saya dan anak-anak menyusul,” ujarnya. (ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Gaji Rexy Lima Kali Lipat Per Bulan Dibandingkan Pelatih Cipayung

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 24, 2009


JAKARTA – Perjuangan PB PBSI untuk mendapatkan pelatih sebagus Hendrawan bakal sulit terwujud. Penyebabnya, keterbatasan dana yang menurunkan daya saing otoritas olahraga tepok bulu tanah air itu. Seperti Hendrawan yang segera melatih Malaysia, di luar negeri pelatih lokal bisa mendapatkan gaji lebih banyak daripada penghasilan di Pelatnas Cipayung.

Fakta itu disampaikan oleh Bendahara PB PBSI Djendjen Zaenanasri. “Kalau bersaing dengan negara lain, kami akan kalah. Sebab, kisaran honor yang ditawarkan negara lain jauh lebih besar,” terang Djendjen di Jakarta kemarin (20/5).

Dia mencontohkan, pelatih pelatnas hanya menerima honor sebesar Rp 15-20 juta setiap bulan dan tak ada jaminan uang pensiun setelah merampungkan tugasnya. Nilai itu jauh di bawah Atik Jauhari yang kini memoles India. Dalam sebulan, dia mendapatkan honor mencapai Rp 56 juta.

Asep Suharno yang kini menangani Singapura jauh lebih beruntung. Setiap bulan koceknya mendapat tambahan Rp 86 juta. “Setahu saya, nilai tertinggi dipegang Rexy Mainaky. Sebagai pelatih ganda di Malaysia, dia mendapatkan uang saku mencapai Rp 100 juta,” terang Djendjen. Artinya, gaji Rexy sebulan besarnya lima kali gaji pelatih Cipayung.

Bahkan, di beberapa negara, Djendjen mendapati pelatih yang memperoleh fasilitas pensiun layaknya pegawai negeri sipil di tanah air. Swedia adalah salah satu negara yang menerapkan kebijakan itu.

“Saya rasa, sangat manusiawi jika mereka memilih pindah ke negara lain. Sebab, para pelatih itu tentu memikirkan masa depan masing-masing,” terang Djendjen.

Kebutuhan keluarga, lanjut dia, menjadi latar belakang utama untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Kesulitan lain PBSI untuk menggaet pelatih pelatnas adalah izin dari klub yang menaungi. Belum tentu klub mau menyerahkan pelatih terbaiknya untuk memoles pemain pelatnas.

Meski sulit, Djendjen yakin pengganti Hendrawan bisa didapatkan. Menurut kabar dari Cipayung, pelatih yang akan dipilih adalah Kurnia Hu dari PB Tangkas Jakarta.

Pria itu tak sekali ini menjadi kandidat pelatih Cipayung. Pada 1996, Kurnia pernah diminta bergabung, tapi batal. Pada 2004, Taufik Hidayat pernah meminta dilatih oleh Kurnia. Rencana itu juga batal setelah Mulyo Handoyo memilih pulang ke Indonesia setelah membesut Singapura.

“Mungkin, pekan depan kami sudah mendapatkan nama pelatih tunggal pria. Sebab, turnamen terdekat sudah berada di depan mata,” terang I Gusti Made Oka, wakil ketua umum PB PBSI. (vem/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hendrawan Hengkang, Program Latihan di Pelatnas Tetap Lancar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 24, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com – Hendrawan telah mundur dari Pelatnas Cipayung. Meskipun demikian, program latihan untuk sektor tunggal putra yang menjadi spesialisasinya, tak terpengaruh.

Hal itu dikatakan Kasubid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata. Menurutnya, asisten pelatih selama Hendrawan masih berada di bawah atap Cipayung, Davis Efraim, bisa meneruskan program di pelatnas.

“Program latihan di pelatnas tetap berjalan, meski Hendrawan keluar. Kan kita ada asisten pelatih. Meskipun demikian, saya tetap berharap segera mendapat pelatih pengganti Hendrawan,” kata Christian di Jakarta, Sabtu (23/5).

Apalagi, kata dia, program latihan di pelatnas tidak mengenal libur kecuali libur hari besar seperti hari raya keagamaan.

Christian mengaku, mereka belum tahu siapa yang bakal mengantikan posisi pelatih tunggal putra nanti. Pasalnya, PBSI belum melakukan komunikasi membahas masalah tersebut.

Namun dia memastikan, pengganti Hendrawan sudah ada sebelum kejuraan dunia bulu tangkis pada 10-16 Agustus 2009 di India.

Sementara itu Sekjen PBSI, Jakob Rusdianto mengatakan, dalam waktu dekat PBSI akan melakukan rapat untuk mencari siapa yang akan mengisi posisi pelatih pelatnas itu. “Mungkin dalam satu-dua hari ini kami akan membahas pelatih tunggal putra itu,” katanya.

Disamping itu, Jakob mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan bertemu dengan Hendrawan untuk membicarakan rencana kepindahan mantan juara dunia 2001 itu untuk menjadi pelatih di Malaysia.

Ditempat terpisah, Hendrawan mengatakan dia berangkat ke Malaysia untuk mengawali kariernya sebagai pelatih atlet negara jiran itu pada Juli nanti. Dia akan terikat kontrak selama dua tahun.

“Keputusan ini memang berat, apalagi selama ini saya selalu berjuang untuk Indonesia. Sementara saya sudah harus profesional, memikirkan masa depan keluarga,” kata Hendrawan.

Peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu berharap masyarakat tidak mempertanyakan rasa nasionalismenya saat memutuskan melatih di luar negeri. Ayah dua anak itu mengatakan, dia ke Malaysia hanya seorang diri, sedangkan keluarga tetap tinggal di Indonesia.

“Mundurnya saya ini, semoga PBSI bisa lebih baik,” kata mantan pebulu tangkis yang bulan depan genap berusia 37 tahun itu.

Namun Hendrawan belum memikirkan rencana selanjutnya setelah selesai kontrak dengan Malaysia nanti. “Kalau dibutuhkan saya siap kembali melatih di Indonesia,” ujarnya.

Kakak ipar pemain ganda putra Hendra Setiawan itu mulai masuk pelatnas pada 1993 sebagai pemain tunggal putra, yang menghasilkan medali perak Olimpiade Sydney 2000. Dia juga menjadi juara dunia 2001, dan membantu Indonesia memenangi Piala Thomas pada 1998, 2000 dan 2002.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lin Dan Langsung Fokus ke Olimpiade London 2010

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 24, 2009


BEIJING, KOMPAS.com – Usai membawa China mempertahankan gelar juara turnamen bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman, Lin Dan langsung fokus ke persiapan Olimpiade London 2012. Meskipun pesta olahraga dunia itu masih jauh, tetapi pemain tunggal putra China tersebut ingin kembali ke performa terbaiknya, sehingga bisa mempertahankan medali emas yang diraihnya pada Olimpiade Beijing 2008.

Hal itu dikatakan Lin Dan dalam wawancara dengan media lokal, Senin (18/5) waktu setempat. Pemain Terbaik Dunia 2008 versi WBF (Federasi Bulu tangkis Dunia) itu mengatakan, selama tiga tahun ke depan dia yakin bisa kembali ke bentuk permainan terbaiknya seperti sebeulm tahun 2008.

“Saya berharap bisa kembali menjadi Lin Dan sebelum 2008, dan berlatih sendiri seperti dulu. Tujuanku sekarang adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin menghadapi Olimpiade London 2010. Saya harap bisa mewujudkannya,” ungkap pemain berusia 25 tahun tersebut kepada sina.com.

Dalam daftar ranking BWF, saat ini Lin Dan berada di urutan dua, di bawah tunggal putra Malaysia Lee Chong Wei. Meskipun demikian, permainan Lin Dan masih lebih bagus dari musuh bebuyutannya tersebut, karena di final Olimpiade Lin Dan yang menang.

Bahkan dalam pertemuan terakhir di semifinal Piala Sudirman, Lin Dan membuat Chong Wei tak berdaya karena harus menyerah 0-2, yang membuat langkah China ke final sangat mulus. Akhirnya, China kembali menggenggam trofi turnamen itu usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-0.

Ini merupakan kali ketiga secara berturut-turut China menjuarai Piala Sudirman. Dan secara keseluruhan, “negeri tirai bambu” itu sudah tujuh kali membawa pulang trofi bergengsi tersebut. Di samping itu, keberhasilan menjadi juara Piala Sudirman akhir pekan lalu membuat China mencatat kesuksesan 63 kali menyabet gelar juara dunia.

Meskipun demikian, pelatih kepala China Li Yongbo tak mau terlalu jumawa sehingga dia mengatakan, China masih jauh dari “tidak terkalahkan”. Akan tetapi dia tetap yakin, dominasi timnya di cabang olahraga tepok bulu ini akan terus berlanjut dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Impian terbesarku adalah anakku bisa menjadi pembawa gelar ke-100 dunia bagi China,” ungkap Li, yang memiliki anak berusia 17 tahun, Li Gen, yang telah masuk tim nasional junior untuk nomor ganda putra.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sirkuit Nasional Bulutangkis Jakarta Open XXII 2009 : ALAMSYAH BERTEMU DIONYSIUS DI FINAL TUNGGAL PUTRA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 24, 2009


Unggulan pertama tunggal dewasa putra Alamsyah (Tangkas Alfamart) akan bertemu dengan Dionysius Hayom (Djarum Kudus) pada babak final Sirkuit Nasional Bulutangkis Jakarta Open XXII 2009 di Gedung Bulutangkis Gelora Bung Karno, Jakarta.

Alamsyah pada semifinal Sabtu berhasil mengalahkan Fauzi Adnan (Surya Naga, Surabaya) dengan rubber set 15-21, 21-12, 21-14, sedangkan Dionysius menang atas Budi Santoso (Mutiara Bandung) 21-17, 21-17.

Sementara pada katagori tunggal taruna putra pebulutangkis, Kenas Adi Haryanto (Djarum) maju ke final setelah menundukan Subhan Hasan (Pusdiklat Jaya Raya) 21-18 dan 21-19.

Kenas akan menantang Agripina Prima (Pusdiklat Jaya Raya) yang pada semifinal dipaksa main rubber set oleh M Andrean (Citra Raya Unesa) 21-23, 21-18 dan 21-19.

“Seluruh katagori telah menyelesaikan pertandingan dan babak final digelar Minggu (24/5) yang akan dihadiri Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso,” kata wasit PB PBSI Nelson.

Pada ganda dewasa putri, unggulan pertama pasangan Nadya/Nathalia pada semifinal berhasil mengalahkan Dining/Indarti Isolina (DMS) dengan rubber set 10-21, 21-11 dan 21-12.

Nadya/Nathalia di final akan menantang pasangan unggulan kedua Rufhika Olivita/Juliani (Djarum Kudus) yang menyingkirkan Elsa/Fairela (Ratih) 21-15 dan 21-18.

Sementara katagori ganda remaja putri unggulan pertama, Anggia Shita/Shela Devi (Pusdiklat Jaya Raya) berhasil mengalahkan pebulutangkis satu klubnya Lya Ersalita/Ruselly Hartawan dengan skor 21-7 dan 23-21.

Anggia/Shela akan bertemu pasangan Ila Alvionita/Ni Ketut Mahadewi (Pelatda Indocock Jawa Timur) di final setelah tiga game atas unggulan kedua Rina Andriani/Tresna Novelia (Ragunan) 11-21, 21-17 dan 24-22.

Sedangkan katagori ganda taruna putri pasangan unggulan pertama Aulia Putri/Nurbeta Kwanrico (Djarum Kudus) akan menantang unggulan kedua Andriani R/Maya Rosita (Citra Raya Unesa).

Aulia/Nurbeta sebelumnya mengalahkan pasangan Mega Cahya/Sri Wulan (Pusdiklat DKI Jakarta) 21-12 dan 21-13 sedangkan Andriani/Maya menang atas Dian Fitriani/Eri Oktaviani (Pusdiklat Jaya Raya) dengan rubber set 21-18,8-21 dan 21-9.

Sirkuit Nasional berakhir pada Minggu (24/5) diikuti 109 klub dari berbagai daerah selain DKI Jakarta juga datang dari Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Riau, Batam, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Banten dengan jumlah atlet mencapai 1.464 orang.

Selain katagori taruna (usia di bawah 19 tahun) juga pemula (usia di bawah 14 tahun) dan katagori remaja (usia di bawah 16 tahun) serta pebulutangkis dewasa diantaranya para mantan pemain Pelatnas.

Masing-masing kategori tersebut akan mempertandingkan lima nomor, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sirkuit Nasional Bulutangkis Jakarta Open XXII 2009 : ROSARIA TANTANG FEBBY DI FINAL TUNGGAL PUTRI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 24, 2009


Jakarta, 23/5 (Roll News)- Pebulutangkis tunggal dewasa putri, Rosaria Y dari klub Djarum Kudus melaju ke babak final dan akan berhadapan dengan rekan satu klubnya Febby Anggun pada babak final Sirkuit Nasional Bulutangkis Jakarta Open XXII 2009 di Gedung Bulutangkis Gelora Bung Karno, Jakarta. Rosaria pada semifinal Sabtu berhasil mengalahkan unggulan pertama Maria Efira (Djarum Kudus) dengan skor 21-13 21-13, sedangkan Febby menang atas Fransiska Ratnasari (Djarum Kudus) 21-19 21-14. Sementara itu pada kategori tunggal taruna putri pebulutangkis Ana Rovita (Djarum) unggulan pertama melaju ke final setelah mengalahkan Novalia Agustia (Tangkas Alfamart) 21-7 21-10. Ana akan menantang Ganis (PTI) pada babak semifinal yang menundukan Elizabeth P SGS Elterik dengan rubber set 21-19, 14-21 dan 22-20. Sirkuit Nasional ini akan berakhir pada Minggu (24/5) yang direncanakan akan dihadiri Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso. T Turnamin ini diikuti 109 klub dari berbagai daerah selain DKI Jakarta juga datang dari Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Riau, Batam, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Banten dengan jumlah atlet mencapai 1.464 orang. Selain katagori taruna (usia di bawah 19 tahun) juga pemula (usia di bawah 14 tahun) dan katagori remaja (usia di bawah 16 tahun) serta pebulutangkis dewasa diantaranya para mantan pemain Pelatnas. Masing-masing kategori tersebut akan mempertandingkan lima nomor, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: