SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 2nd, 2009

Doubles shuttler misses training in run-up to Indonesian Open

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


By LIM TEIK HUAT

PETALING JAYA : The men’s doubles pair of Mohd Zakry Abdul Latif-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari will make their international return at the Indonesian Open but coach Rexy Mainaky fears they may not be up to the mark in the championships scheduled for June 16-21.

A commitment by Zakry to turn up for his employers, Yayasan Negri Sembilan, in a tournament in Kuantan has put the spanner in the works on Rexy’s plans to get the pair ready for the defence of the Indonesian Open title.

Zakry remained in Kuantan after successfully partnering Fairuzi­zuan to bag their first title on the domestic circuit at the Pahang Open last week.

His fitness has been a concern and it was the reason for Rexy leaving the pair out of the squad for the Singapore Open from June 9-14.

But Zakry-Fairuzizuan get to com­pete in Jakarta together with Koo Kien Keat-Tan Boon Heong to give them the chance to improve on their rankings before the World Championships in Hyderabad from Aug 10-16.

The Indonesian Open is the last Super Series event before the World Championships and it is the first international meet for Zakry-Fairuzizuan in three months.

“Just when things get going, Zakry now has to miss training until this weekend. He is only ex­­­pected to be back here on Fri­day and we will be leaving for Sin­­­gapore the following day,” said Rexy.

“It’s disappointing as they will miss a good part of the preparations for the Indonesian Open. I would prefer him to be committed to the training programme drawn out but there is sometimes no choice over such matters. We have to see his condition after he rejoins the team.”

The Badminton Association of Ma­­­­­­­laysia (BAM) are only sending the seniors to Jakarta.

World No. 1 Lee Chong Wei, who won the title two years ago, will lead the charge in Jakarta where almost all the Malaysian qualifiers for the World Championships will be in competition.

Former national player Wong Choong Hann, who has also made the cut for the World Champ­ion­ships, will see action along with Ha­­fiz Hashim and Kuan Beng Hong.

In the women’s singles, Wong Mew Choo is the only BAM representative competing in Jakarta as Julia Wong has been ruled out for the rest of the year after undergoing knee surgery last month.

Men’s singles: Lee Chong Wei, Hafiz Hashim, Kuan Beng Hong, Wong Choong Hann, Roslin Hashim. Men’s doubles: Koo Kien Keat-Tan Boon Heong, Mohd Zakry Abdul Latif-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari, Choong Tan Fook-Lee Wan Wah, Chew Choon Eng-Chan Chong Ming, Gan Teik Chai-Tan Bin Shen.

Women’s singles: Wong Mew Choo, Anita Kaur.

Women’s doubles: Wong Pei Tty-Chin Eei Hui, Ng Hui Lin-Woon Khe Wei.

Mixed doubles: Kien Keat-Hui Lin, Fairuzizuan-Pei Tty, Mohd Razif Latif-Khe Wei, Zakry-Eei Hui.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

SUMUT TARGETKAN BAYU PANGESTU RAIH JUARA TETRA PAK OPEN 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


Jakarta, 2/6 (Roll News) – Tim bulutangkis Sumatera Utara (Sumut) yang ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open 2009 menargetkan atletnya Bayu Pangestu meraih prestasi tertinggi turnamen itu.

“Kami menargetkan Bayu Pangestu bisa keluar menjadi juara pada kejurnas bulutangkis kali ini,” kata Yafiz Fahmi Lubis, manajer tim Sumut di GOR Bulutangkis Senayan, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Bayu Pangestu yang turun pada nomor tunggal pemula putra kejurnas bulutangkis usia dini itu merupakan runner-up kejuaraan yang sama tahun lalu.

Prestasi pemain bulutangkis dari klub Indocafe Medan itu merupakan juara berturut-turut pada kejuaraan daerah (kejurda) bulutangkis Sumut tahun 2007 dan 2008 serta prestasi terakhir masuk delapan besar Jakarta Open 2009.

“Jadi sudah saatnya Bayu meraih prestasi tertinggi yakni juara pada kejurnas kali ini,” ujarnya.

Sumut sendiri pada Kejurnas Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open 2009 menurunkan 17 pemain terbaiknya yang berasal dari empat klub yakni Indocafe Medan, Deli Raya Medan, Budi Jaya Medan dan PT Satu Asahan.

Belasan atlet tersebut turun pada semua nomor yang dipertandingkan dari tanggal 31 Mei-6 Juni 2009 yang digelar di GOR Bulutangkis Senayan.

Kejuaraan yang berlangsung dalam sepekan itu diikuti oleh 18 propinsi yang terdiri dari 119 klub dan 1.260 peserta yang bertanding di kelompok anak-anak di bawah 12 tahun dan pemula di bawah 14 tahun.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

MUTIARA BANDUNG TARGETKAN JUARA PEMULA TUNGGAL PUTRI TETRA PAK OPEN 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


Jakarta, 2/6 (Roll News) – Persatuan Bulutangkis (PB) Mutiara Bandung, Jawa Barat menargetkan juara untuk nomor pertandingan pemula tunggal putri (usia 12-14 tahun) pada kejuaraan tingkat nasional Bulutangkis Usia Dini “Tetra Pak Open Milk Cup” 2009. “PB Mutiara mentargetkan juara dan semifinalis pada nomor pemula tunggal putri,” kata pelatih PB Mutiara, Dea Adi Rangga di Jakarta, Selasa. PB Mutiara menargetkan juara pada nomor tersebut atas nama Mairina Lukmanda, sedangkan sasaran semifinalisnya yakni Sinta Arum. Dea mengatakan alasan target Mairina Lukmanda jadi juara karena atlet tersebut berhasil menjadi kampium pada nomor anak tunggal putri pada kejuaraan yang sama pada 2008, sedang Sinta Arum menjadi semifinalis. Selain itu, klub bulutangkis yang pernah mencetak atlet legendaris Tan Joe Hok dan Christian Hadinata tersebut, menargetkan para atletnya untuk bisa mencapai semifinal pada nomor pemula tunggal putra atas nama atlet Rizal Syaifudin dan Gian Sanjaya. Kejuaraan antar klub bulutangkis tersebut diikuti 1.261 peserta dari 17 provinsi di Indonesia, dengan mempertandingkan nomor tunggal dan ganda putra/putri usia 6-11 tahun serta tunggal dan ganda putra/putri usia 12-14 tahun, digelar sejak 31 Mei hingga 6 Juni 2009 di GOR Persatuan Bulutangis Seluruh Indonesia (PBSI) Senayan, Jakarta. Dea menyebutkan lawan terberat akan datang dari klub asal Jakarta seperti Jaya Raya dan Tangkas Alfamart yang bertindak sebagai juara umum pada kejuaraan yang sama tahun lalu. Dea mengungkapkan pihaknya mengirimkan 13 atlet pada kejuaraan tersebut, terdiri dari nomor anak tunggal putra sebanyak satu orang, pemula tunggal putra (empat orang) dan pemula tunggal putri (delapan orang). Lebih jauh, pelatih PB Mutiara tersebut mengharapkan PBSI menambah kejuaraan nasional bulutangkis usia dini untuk menambah proses regenerasi bakal atlet. “Klub daerah butuh ajang nasional untuk menambah pengalaman atlet usia dini sehingga harapannya PBSI bisa menambah agenda kompetisinya,” kata Dea.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ricky Belum Ingin Jadi Pelatih, tetapi Aktif dalam Pembinaan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pebulu tangkis ganda nasional Indonesia, Ricky Soebagdja, ikut prihatin dengan prestasi Indonesia dalam beberapa turnamen bergengsi terakhir. Para pemain Pelatnas Cipayung gagal memberikan gelar, meskipun masyarakat Indonesia sangat berharap bahwa mereka bisa mengharumkan nama bangsa lewat olahraga nomor satu di Tanah Air tersebut.

TogetherMenurut Ricky, ada beberapa faktor yang membuat kualitas pemain Indonesia menurun meskipun, secara kuantitas, pebulu tangkis Indonesia cukup banyak. Selain kurangnya pembinaan atlet, juga karena masalah kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia untuk atlet maupun pelatih, terutama di luar Jawa.

Tak heran jika rata-rata pemain hanya berasal dari Jawa meskipun sebenarnya ada pemain dari luar (Jawa) yang memiliki potensi luar biasa dan layak dibanggakan. Karena itu, Ricky berharap ada perhatian dari PB PBSI untuk lebih banyak menghidupkan turnamen di luar daerah serta menggiatkan kembali pemusatan latihan daerah (pelatda) sehingga proses regenerasi pemain lebih cepat.

Hal itu dikatakannya ketika hadir dalam acara pembukaan Kejuaraan Swasta Nasional Bulu Tangkis Usia Dini Tetra Pak Open 2009, Minggu (31/5) di GOR PBSI Senayan, Jakarta. Jadi, dia menyambut baik turnamen seperti ini (kejurnas), yang menjadi salah satu upaya regenerasi.

“Turnamen seperti ini sudah bagus. Sekarang tinggal bagaimana dukungan dari semua pihak, termasuk dari orangtua. Selanjutnya, setelah ikut turnamen ini kita harus melihat lagi perkembangan di klub. Ini yang mau saya lihat beberapa tahun ke depan, apakah setelah juara dari sini (Tetra Pak Open), mereka masih bisa berprestasi?” ungkap Ricky yang hadir sebagai Duta Kampanye Minum Susu.

“Jika sampai pemain tersebut tenggelam, maka pembinaan kita gagal karena harus mencari bibit baru lagi. Padahal, para juara turnamen merupakan bibit yang sudah ada sehingga harus dijaga dan terus dibina secara intensif,” tambahnya.

Nah, untuk merealisasikan pembinaan itu, Ricky yang sekarang fokus di Batam tak tinggal diam. Meskipun belum terjun secara penuh sebagai pelatih, dia ternyata telah melahirkan dua atlet dari daerah itu yang kini telah menghuni pelatnas, yakni Weni Anggraini dan Irfan Fadilah, yang merupakan pemain ganda campuran.

“Sebenarnya banyak yang sudah minta saya untuk jadi pelatih—seperti Rexy Mainaky—tetapi saya belum terima. Meskipun demikian, sebenarnya saya tetap aktif di bulu tangkis karena sekarang saya menjadi ketua sebuah klub dan diklat di Batam, yaitu Cahaya Bulu Tangkis Nusantara. Kami telah melahirkan dua pemain yang sekarang masuk pelatnas. Ini merupakan sebuah kebanggaan,” ungkapnya.

Tentang kondisi di pelatnas saat ini, Ricky tak bisa berbicara banyak karena tidak melihat langsung. Namun menurutnya, prestasi yang sedang menurun itu seharusnya menjadi pemacu para pemain untuk berusaha lebih giat demi menaikkan kembali derajat olahraga kebanggaan bangsa itu.

Ricky pernah menjadi ganda putra nomor satu dunia dan Indonesia. Bersama Rexy, mereka mengukir prestasi gemilang, termasuk meraih medali emas Olimpiade 1996.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

TETRA DIHARAPKAN BINA ATLET JUARA KEJURNAS BULUTANGKIS

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


Jakarta, 1/6 (Roll News) – Perusahaan pengemasan pangan PT Tetra Pak diharapkan tidak hanya menjadi sponsor utama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open 2009 namun juga membina atlet yang keluar sebagai juara dalam kejuaraan tersebut.

“Dari kompetisi ini setidaknya harus diambil mereka yang berbakat dan menjadi juara untuk dilatih lebih serius lagi,” ujar pelatih Avisena Indomaret, Tangerang, Oman Hermandi di GOR Bulutangkis Senayan, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, sangat disayangkan jika event yang menggelar enam nomor pertandingan tunggal anak-anak putra/putri, tunggal pemula putra/putri dan ganda pemula putra/putri itu hanya sebatas turnamen.

Karena untuk mencetak pebulutangkis yang handal bertanding pada even-even tingkat dunia di masa mendatang adalah pembinaan yang intensif sejak usia dini dan membutuhkan dana besar.

Menurut dia, banyak klub-klub bulutangkis di daerah yang mengalami masalah pendanaan sehingga meski bakat pemain telah terlihat sejak usia dini, namun tidak bisa meneruskan bakat tersebut karena mengalami masalah klasik itu.

“Jadi tidak ada salahnya Tetra Pak mengambil 10 atau 15 orang mereka yang terbaik dari kejurnas ini lalu dibiayai, diasramakan dan difokuskan ke bulutangkis selain diberikan pendidikan sekolah umum,” katanya.

Sementara itu Heru (45) warga Kelapa Gading, Jakarta yang datang khusus menonton kejurnas itu mengatakan jika saja setiap perusahaan yang menjadi sponsor turnamen bulutangkis pada atlet berprestasi maka niscaya cabang olahraga itu akan melahirkan atlet-atlet yang akan mengharumkan nama bangsa.

“Kalau saja pemain terbaik di setiap event kejurnas bulutangkis dibina pihak sponsor maka bukan tidak mungkin akan memunculkan satu atau dua orang menjadi atlet yang handal,” katanya.

Kejuaraan nasional bulutangkis usia dini itu diikuti 1.261 peserta berasal dari 17 propinsi di Indonesia dan dibagi dalam kelompok usia 6-11 tahun serta 12-14 tahun. (T.SDP-40)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

KEMENANGAN WO WARNAI KEJURNAS BULUTANGKIS USIA DINI TETRA PAK OPEN 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


Jakarta, 1/6 (Roll News) – Kemenangan tanpa bertanding karena lawan tidak hadir atau walk out (wo) mewarnai babak penyisihan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open 2009.

Menurut data panitia, pada hari pertama babak penyisihan setelah turnamen itu dibuka Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault pada Minggu (31/5) terdapat 43 pemain yang menang wo dari total 262 pertandingan.

“Pada hari kedua Selasa (1/6) sedikitnya terdapat 30 pemain menang wo dari rencana 282 pertandingan yang digelar, “kata Koordinator Perwasitan Kejurnas Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open 2009, Unang Sukardja di Jakarta, Senin.

Menurut dia, sebagian pemain yang wo itu karena atlet yang mengikuti even yang berlangsung dari tanggal 31 Mei-6 Juni 2009 di GOR Bulutangkis Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta masih berstatus sebagai siswa.

“Para pemain umumnya berstatus siswa sehingga mereka mencocokkan jadwal pertandingan yang digelar dan tidak sedikit yang memilih sekolah ketika terjadi bentrokan antara sekolah dan bertanding,” ujarnya.

“Selain itu terdapat juga kesalahan dari ofisial dan pelatih dalam memberikan informasi jadwal pertandingan kepada pemain,” katanya.

Oman Hermadi, pelatih klub bulutangkis Avisena Idomaret, Banten mengaku pada hari pertama pertandingan anak didiknya Cintia yang turun pada nomor pertandingan tunggal pemula putri diuntungkan karena menang wo dua kali berturut-turut dari lawan-lawannya.

Fikar (9) atlet yang turun pada nomor pertandingan tunggal anak-anak putra dari klub bulutangkis Gaya Cerdas, Jakarta mengaku senang karena tidak perlu keluar keringat untuk mengalahkan lawannya Hilmi dari klub Yudha karena tidak hadir.

Kejurnas Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open 2009 sendiri diikuti 1.261 atlet dari 111 klub bulutangkis yang tersebart pada 17 provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Anak-anak usia 6-14 itu mengikuti enam nomor pertandingan yakni tunggal anak-anak putra dan putri, tunggal pemula putra dan putri serta ganda pemula putra dan putri. (T.SDP-40)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

SGS BANDUNG TARGETKAN SEMIFINAL KEJURNAS USIA DINI TETRA PAK OPEN 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


Jakarta, 1/6 (Roll News) – Pelatih bulutangkis SGS Elektrik Bandung, Agus Suparman menargetkan pemainnya berhasil menembus semifinal pada nomor tunggal putra dan putri usia 6 hingga 11 tahun dalam kejuaraan bulutangkis usia dini “Tetra Pak Open Milk Cup” 2009.

“Target kami realistis saja karena persaingannya berat,” kata pelatih SGS Elektrik Bandung, Agus Suparman di Jakarta, Senin.

Klub bulutangkis yang mampu mencetak pemain mantan juara dunia Taufik Hidayat tersebut, mengandalkan pada nomor tunggal putra dan putri usia 11 tahun atas nama Guntur (SGS Elektrik Bandung Barat) dan Putri Ayu (SGS Elektrik Cijerah).

Kejuaraan usia dini yang dibuka Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault tersebut, diikuti 1.261 peserta berasal dari 17 provinsi di Indonesia, dengan dibagi dalam kelompok usia 6-11 tahun dan 12-14 tahun yang digelar sejak 31 Mei hingga 6 Juni 2009 di GOR Bulutangkis Senayan, Jakarta.

Agus mengatakan SGS Elektrik Bandung mengirimkan pemain dari dua pusat pelatihan, yakni SGS Elektrik Bandung Barat dan Cijerah dengan jumlah atlet sebanyak 14 orang.

Agus menuturkan persaingan pada turnamen kejurnas usia dini tersebut, cukup ketat dan berat karena pesertanya dari seluruh Indonesia, sehingga kekuatannya merata.

Pelatih SGS tersebut menyebutkan klub asal sesama Kota Bandung, yakni PB Mutiara, Sekolah Bulutangkis Ivana Lie (SBI) dan PB Kota Bandung (Kotab), serta sejumlah klub asal Jakarta, antara lain Jaya Raya Jakarta dan Tangkas Alfamart yang bertindak sebagai juara bertahan dianggap sebagai lawan yang tangguh.

Sementara itu, pada pertandingan putra/putri kelompok usia 14 tahun, Agus menjelaskan SGS Elektrik tidak mentargetkan prestasi karena peserta dari klub lain memiliki kualitas permainan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan program PBSI yang menjadwalkan turnamen bulutangkis khusus usia dini secara rutin, sebanyak tiga hingga empat kali setiap bulannya di sejumlah daerah, mendapat sambutan positif dari klub-klub karena membantu pembinaan dan pencarian calon atlet yang berpotensi. (sdp-41/

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

SUSI : INDONESIA HARUS TIRU CHINA CIPTAKAN ATLET

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan ratu bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti, mengatakan, Pemerintah Indonesia harus meniru China untuk mencari dan menciptakan atlet yang andal.

“Pemerintah China sangat mendukung proses pembinaan atlet bulu tangkisnya sehingga tidak pernah kehilangan generasi,” kata Susi setelah melakukan pertandingan ekshibisi pada kejuaraan nasional bulu tangkis usia dini Tetra Pak Open Milk Cup di Jakarta, Senin (1/6).

Susi mengatakan, Pemerintah China tidak hanya mencari calon atlet sejak usia dini, tetapi juga menerapkan kebijakan untuk menanggung seluruh biaya kebutuhan anak yang dianggap memiliki potensi menjadi atlet.

Selanjutnya, anak tersebut juga diikutsertakan dalam pusat pelatihan intensif hingga menjadi atlet yang berprestasi di kejuaraan dunia.

Atlet yang menggondol emas pada Olimpiade Barcelona tahun 1992 tersebut mengungkapkan, Indonesia melalui PBSI belum mampu menerapkan sistem pencarian calon atlet potensial seperti yang diterapkan China.

Menurut dia, kemungkinan PBSI tidak memiliki cukup anggaran untuk menerapkan sistem pembinaan atlet bulu tangkis secara periodik sejak usia dini.

Istri mantan pebulu tangkis Alan Budikusumah tersebut menuturkan, proses pembinaan sejak usia dini yang diterapkan China berdampak terhadap prestasi atletnya yang saat ini mendominasi pada berbagai kejuaraan di dunia.

Lebih lanjut, Susi mengatakan, penyebab mundurnya prestasi bulu tangkis Indonesia khususnya pada atlet putri akibat pencarian bibit atlet dan sistem pembinaan yang tidak maksimal. Karena itu, kemampuan bermain mereka tidak menonjol.

Susi berharap Pemerintah Indonesia tidak hanya menerapkan sistem pembinaan atlet sejak usia dini, tetapi mencontoh sistem pembinaan atlet seperti China, dengan menanggung biaya hidupnya sebagai anak negara.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

MANTAN PEBULUTANGKIS NASIONAL RAMAIKAN TETRA PAK OPEN MILK CUP 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


Jakarta, 1/6 (Roll News) – Sejumlah mantan pebulutangkis nasional seperti Susi Susanti, Ivana Lie, Sarwendah Kusumawardani dan Rosiana Tendean tampil dalam pertandingan eksebisi guna meramaikan ajang Kejurnas bulutangkis usia dini “Tetra Pak Open Milk Cup 2009” yang berlangsung di GOR Bulutangkis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin.

Dalam pertandingan eksebisi itu, Susi berpasangan dengan Sarwendah harus mengakui keunggulan pasangan Ivana/Rosiana dengan skor 21-16.

Meski cuma bertanding satu set, kehadiran para mantan ratu bulutangkis Indonesia di era 80-an tersebut mengundang decam kagum ratusan atlet bulutangkis usia dini yang datang dari berbagai daerah.

Usai bertanding, atlet-atlet cilik bulutangkis berebutan berfoto bersama Susi dan rekan-rekannya.

Susi yang pernah menyumbang medali emas tunggal putri saat Olimpiade Barcelona tahun 1992 mengatakan, sangat mendukung penyelenggaraan Kejurnas Bulutangkis Usia Dini dalam rangka merangsang minat dan bakat anak-anak Indonesia agar menyenangi olahraga tepok bulu ini.

“Oh, bagus sekali. Saya kiri ini langkah yang baik untuk menarik minat dan bakat anak-anak agar sejak usia dini bisa bermain bulutangkis,” kata Susi.

Menurut istri Alan Budikusuma itu, untuk menghasilkan atlet yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional maka harus dipersiapkan sejak usia dini.

“Melalui kejuaraan seperti ini mereka nantinya lebih terlatih untuk bertanding di kejuaraan yang lebih tinggi seperti kejuaraan antar klub, antar daerah, PON dan lain-lain,” kata Susi yang telah meraih juara di berbagai event bulutangkis dunia seperti All England, Kejuaraan Dunia dan Olimmpiade itu.

Rekan Susi, Rosiana Tendean yang juga dipercaya menjadi ketua panitia dalam kejuaraan ini mengatakan Kejurnas Swasta Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open Milk Cup 2009 diikuti 18 provinsi yang terdiri dari 119 klub dengan jumlah peserta 1.260 peserta.

Peserta dibagi dalam dua kelompok umur yaitu kelompok anak-anak di bawah 12 tahun dan pemula di bawah 14 tahun.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi mata rantai dari sistem pembinaan prestasi yang berkelanjutan dan dapat melahirkan pemain muda potensial yang akan menjadi harapan bangsa dan negara,” kata Rosi.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hendrawan aims to take Malaysia to greater heights in badminton

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2009


FORMER world champion Hen drawan received hundreds of responses from his disappointed fans in Facebook when news broke on his appointment as the singles coach of the Malaysian national team. And even his players could not accept it. The Indonesian tells Starsport’s RAJES PAUL on the difficult decision that he had to take and the new challenges that he is ready to face with the Malaysian team. AN offer to coach Malaysia is nothing new to me. In fact, it dated back to 2005 during the Thomas Cup qualifying tournament in India. Follow the rules: Hendrawan, however, wants the players to treat him like a friend when they are not in training. Then, I was just two years into coaching the Indonesian women’s singles team. It was Rexy (Mainaky), who approached me first. He asked whether I was interested to coach Malaysia. That was the start and since then, I have been approached by the Malaysian officials every year until I said yes to them recently. It took me four years to have the courage to say yes to Malaysia even though I have had offers from Hong Kong, Singapore and Poland. I could not leave earlier because of my commitment to help the Indonesian team until the Beijing Olympic Games (last August). I had also started training the men’s singles players in 2007 and my goal was to help Sony (Dwi Kuncoro) and Simon (Santoso) win a medal in Beijing. My decision to leave did not go down well with the PBSI (All-Indonesia Badminton Federation), my players and the fans. In my Facebook, fans asked why I was leaving to coach outside Indonesia, especially arch-rivals Malaysia. The PBSI coaxed me to stay but eventually, they accepted my decision to leave and told me to maintain a good relationship. Simon was injured during the Ko­­rean Open this year and Sony fell to a similar fate during the All-England. I thought that it was the best time to break the news to the players. I wanted a better future for myself and family. Besides that, I also needed new challenges and the time seemed right to uproot myself from my motherland. Time, I think, however, will be against me as I prepare the Malaysian team for two major tournaments next year — the Thomas Cup Finals (in Malaysia) and Asian Games (in Guangzhou). I have won in every Thomas Cup Finals I competed in with Indonesia (1998, 2000, 2002) and I will work hard to help Malaysia win it this time. I will have about a year to prepare the team and that will be a big challenge to me. But challenges keep me going and I love to set targets. As a player, targets drove me to succeed. I like to set a high target and go all out to achieve it. And I expect the same from my players. I have good intentions and I am sincere to serve Malaysian badminton in the best possible way. To me, having a good relationship with a player is important. But as a coach, I know where to draw a line. I expect the players to follow the rules I set during training. But off court, I like to treat them just like a dear friend and vice versa. I hope language will not be a barrier. In Indonesia, I can have a heart-to-heart talk with the players and they can understand what I say. I hope I will be able to put across my thoughts in the best possible way with the Malaysian players. I admit, though, I had my anxiety after accepting this job. I was worried of the culture in the badminton circle in Malaysia. I can handle the high expectations and the spotlight on badminton because it is the same in Indonesia. But I need to understand the different culture in Malaysia. I will do my best to adapt to it. For now, I have not discussed with Malaysia’s coach Rashid (Sidek) or Ganga (Rao, BAM secretary) on who I will be coaching in Malaysia. I am currently on a one-month break before I report for duty on July 1. But I plan to bring my family for a holiday in Malaysia from June 7-14. I will pay the players a visit, especially those in the back-up squad. I will also see the BAM and get more details on who I have to work with. Like Indonesia, Malaysia too are trying to add depth in the singles department. I will try my best to increase the pool of quality men’s singles players in Malaysia. It appears difficult but nothing is impossible to me.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: