SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 6th, 2009

DJARUM SIRKUIT NASIONAL DUNLOP OPEN SINAR MUTIARA CUP

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


Edaran Tegal

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Turnamen | 1 Comment »

Gagal ke DPR, Icuk Fokus ke Olahraga

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


IcukJAKARTA, KOMPAS.com — Tidak lolos ke kursi DPR, mantan pebulu tangkis nasional Icuk Sugiarto menyatakan akan fokus ke dunia olahraga. Pasalnya, saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dalam pemilihan umum (pemilu) dengan membawa bendera salah satu partai, dirinya mengalami stres.

“Meski saya berusaha tidak mempersoalkan terpilih atau tidak masuk menjadi anggota DPR RI, namun saya stres. Bahkan saya sempat dinyatakan stroke ringan oleh dokter,” ujar Icuk di halaman belakang Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut juara dunia tunggal putra tahun 1980-an itu, stres yang dialminya karena beban pikirannya di awal tahun 2009 ini cukup berat. Setelah gonjang-ganjing untuk maju dalam Munas PB PBSI dan akhirnya mengundurkan diri, ia mencalonkan diri pada pemilu legislatif untuk daerah pemilihan Solo, Jateng.

Penantian apakah lolos sebagai anggota DPR RI atau tidak itu, katanya, memerlukan perjuangan panjang. Bahkan setelah namanya tidak dinyatakan lolos, ia dihadapkan pula dengan pertimbangan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Hal itu yang membuat saya pusing. Untuk itu saya pasrah pada garis tangan atau takdir dari Allah apakah masih punya kesempatan lolos sebagai anggota  DPR RI atau tidak,” paparnya.

Bila tidak ditakdirkan duduk di DPR RI, Icuk akan memfokuskan pada dunia olahraga sebagai Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta. Dengan begitu, pikirannya menjadi tenang untuk membina dan membangkitkan dunia bulutangkis yang prestasinya terus mengalami penurunan.

Guna mengembalikan lagi zaman kejayaan bulu tangkis nasional, Pengprov DKI akan meramaikan event nasional maupun internasional. Semua itu tentunya membutuhkan penanganan serius dan profesional.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

Cipayung Maksimalkan Eks Pelatnas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


JAKARTA – Vita Marissa dan beberapa pebulu tangkis lain yang telah pergi dari Pelatnas PB PBSI di Cipayung ternyata masih dibutuhkan. Bukan kembali menjadi pemain timnas, melainkan menjadi sparring partner skuad Merah Putih yang akan diterjunkan ke Singapura Terbuka Super Series.

Langkah itu sengaja diambil Aryono Miranat, pelatih ganda wanita Pelatnas Cipayung, untuk setidaknya mendekati perolehan prestasi Singapura Terbuka tahun lalu. Saat itu, Vita Marissa/Liliyana Natsir melaju ke semifinal. Kali ini, peluang untuk menyamai memang cukup berat. PB PBSI hanya mengandalkan dua pasangan di lapis pertama pelatnas utama, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati.

Skuad ganda wanita sekarang termasuk minim dalam hal kualitas. Untuk mendongkrak kemampuan mereka, latih tanding dengan Vita, Jo Novita, maupun Nadya Melati yang memiliki skill serta pengalaman yang tidak kalah bagus merupakan salah satu jalan terbaik. Meski dalam latihan, mereka akan mendapatkan lawan yang tidak kalah bagus dari pertandingan sebenarnya.

”Kami memang masih membutuhkan pemain-pemain itu karena pasangan pelatnas ini kurang matang, baik fisik maupun mentalnya,” jelas Aryono.

Dia mencontohkan, Greysia/Nitya yang kerap kurang bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan, meski memimpin perolehan angka lebih dulu. Di Singapura nanti, mereka sebenarnya memiliki peluang untuk menembus semifinal. Tapi, kalau masalah konsistensi kembali terjadi, target itu bisa lepas.

Persoalan Shendy/Meiliana malah lebih sulit. Keduanya terlihat kurang percaya diri di lapangan. Sebagai pasangan yang kerap menduduki unggulan, menurut Aryono, Shendy/Meiliana seharusnya tidak lagi sering membuat kesalahan sendiri. Apalagi, secara individu, dua pasangan tersebut memiliki modal kecepatan dan power yang sangat mendukung untuk mendominasi pertandingan.

”Dengan peringkat BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) yang dimiliki Melliana/Shendy, seharusnya mereka bisa mendapatkan hasil yang lebih baik daripada turnamen sebelumnya. Tapi, ternyata mereka masih terlalu sering membuat kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan,” ungkapnya. Karena itu, bagaimanapun keadaan mereka, sudah sepatutnya diberikan target khusus.

Aryono berharap Meiliana/Shendy minimal menembus delapan besar. Jika tidak sampai, dia akan menjalankan kebijakan pengurus yang memberlakukan retraining bagi pemain yang tak bisa memenuhi target dalam dua kali kejuaraan. Artinya, mereka tidak akan dikirimkan dalam kejuaraan internasional berikutnya. (vem/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Menggembirakan … Genjotan Akmil Bikin Kondisi Fisik Pemain Meningkat

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


MAGELANG, KOMPAS.com — Ada berita menggembirakan dari para pemain Pelatnas Pratama yang menjalani pelatnas bulu tangkis di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Setelah berlatih selama satu setengah bulan, 39 pemain mengalami peningkatan fisik yang signifikan.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Umum PB PBSI I Gusti Made Oka. Menurutnya, PBSI mengambil langkah itu setelah melihat penampilan para pemain senior di Piala Sudirman.

Memang harus diakui, fisik pemain Indonesia belum terlalu memadai. Padahal, keterampilan atlet bulu tangkis Indonesia tidak kalah dari negara lain.

“Faktanya ketika bertemu China di Piala Sudirman, empat nomor yang berakhir rubber-game tidak seorang pun pemain Indonesia yang menang,” ujar Oka saat memberi pemaparan di Akmil, Jumat (5/6).

“Tujuan mereka ditempatkan di Akmil adalah untuk menutup kekurangan tersebut. Apa yang terjadi pada atlet senior tidak terjadi pada atlet-atlet muda ini,” tambahnya.

Masa latihan yang sudah berlangsung sejak 15 April lalu itu ternyata diakui sejumlah atlet telah membuahkan hasil. Kondisi fisik mereka meningkat.

“Secara fisik saya rasakan memang kami ketinggalan jauh dari pemain-pemain asing. Terlihat dari pertandingan jika berlangsung rubber-game selalu keteteran,” kata atlet tunggal putri pratama Siti Anida.

Akan tetapi, berkat latihan yang sudah berlangsung sekitar satu setengah bulan, pebulu tangkis yang akrab disapa Dea itu mengaku kekuatan fisiknya bertambah.

“Latihan fisik terus digenjot. Setelah itu, baru fokus ke latihan teknik. Jadi kondisi fisik kami meningkat,” katanya seraya menambahkan, sulit untuk menerapkan teknik permainan dengan baik saat dilanda kelelahan dalam pertandingan.

Perkembangan positif pada atlet juga diakui pelatih ganda putri dan campuran Namrih Suroto. Dia menyebutkan, selain kekuatan fisik, disiplin dan tanggung jawab pemain juga meningkat.

Latihan ala militer

Memang, para pemain mendapat latihan layaknya militer.

Dalam sesi latihan Jumat, pemain tunggal mendapat giliran latihan fisik pada pagi hari yang dilakukan di lintasan lari Lapangan Sapta Marga. Mereka harus menjalani lima kali lari 800 m, delapan kali 400 m, dan sepuluh kali 200 m.

Latihan yang cukup berat sempat membuat pemain tunggal putra Hermansyah mengalami kram dan tidak melanjutkan latihan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu.

Selain latihan fisik dan teknik, para atlet muda tersebut juga mendapat pembinaan seperti yang didapat para Taruna Akmil antara lain, pembinaan sikap dan perilaku, jasmani, pengetahuan, mental, spiritual, dan kejuangan.

Oka menambahkan, para atlet yang diharapkan mempunyai mental kejuangan serta fisik yang terbina dengan baik itu pada 2010 sudah mampu menembus turnamen Super Series, termasuk All England.

“Karena 2012 sudah harus ke Olimpiade London, untuk itu sudah harus masuk turnamen Super Series, tidak seperti atlet-atlet lapis dua sekarang yang ke Indonesia Terbuka pun tidak bisa masuk,” tambahnya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Rosiana : Pemain Sekarang Kurang Miliki Semangat Juang

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com – Prestasi bulu tangkis Indonesia menurun drastis dibandingkan dengan negara-negara yang menjadi rivalnya seperti China, Korea dan Malaysia. Menurut Rosiana Tandean, semangat juang yang menjadi kendala utama.

Rosi–panggilan akrab Rosiana–yang merupakan pemain ganda putri bulu tangkis Indonesia era 80-an itu, mengatakannya di Jakarta, Kamis (4/6).

“Secara kualitas teknik, pemain kita sebetulnya tidak kalah kelas dari pemain China, Korsel dan Malaysia. Cuma adik-adik kita sekarang ini kelihatannya kurang memiliki semangat juang,” kata Rosi.

Dia mengatakan, kemampuan teknik yang lengkap tanpa didukung dengan motivasi tinggi untuk menjadi yang terbaik akan mengakibatkan pemain nasional yang selama ini menghuni Pelatnas Cipayung akan sulit mengembalikan supremasi bulu tangkis dunia ke Tanah Air.

Guna menggali potensi bibit atlet bulu tangkis berbakat di Indonesia, Rosi sangat mendukung berbagai kejuaraan yang mengikutsertakan atlet usia dini sebagaimana yang saat ini berlangsung di GOR Asia Afrika, Senayan Jakarta, yakni Kejurnas Bulu Tangkis Usia Dini Tetra Pak Open Milk 2009.

Dalam Kejurnas yang berlangsung 31 Mei-6 Juni itu, tampil 1.260 atlet usia dini (di bawah 11 tahun dan di bawah 14 tahun) yang berasal dari 119 klub di 18 provinsi.

Rosi yang dipercaya menjadi ketua panitia kejuaraan ini mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi, namun lantaran terbatasnya waktu dan tempat penyelenggaraan maka panitia terpaksa menolak sebagian peserta.

“Kami terpaksa menolak peserta yang lain karena keterbatasan waktu,” ujar Rosi yang saat masih aktif bermain berpasangan dengan Imelda Wiguna dan Verawati Fajrin.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Undian SS Singapura Berat buat Pelapis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


Pelatnas PBSI tak banyak mengirimkan pemain ke Super Series Singapura. Pada nomor-nomor yang menjanjikan seperti tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran, rata-rata pemain andalan Indonesia menemui lawan berat ketika masuk babak perempat final.

Ujian berat akan dihadapi pemain pelapis. Di nomor tunggal, jika mulus melangkah ,Simon Santoso akan bertemu Boonsak Ponsana di babak kedua dan Peter Gade (2) di perempat final.

Di ganda putra, Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama berada di pul yang sama dengan Lars Paaske/Jonas Rasmussen (4) dan Cai Yun/Fu Haifeng (5). Se mentara itu, M. Ahsan/Bona Septano berada satu pul dengan unggulan dua Carsten Mogensen/Mathias Boe.

Pada nomor ganda campuran, Devin Lahardi/Lita Nurlita juga harus melewati Joachim Fischer/Christinna Pedersen (4) dan Zheng Bo/Ma Jin (5) jika bisa lolos ke perempat final. (win)

PEMAIN KE SS SINGAPURA
—————————————————–
Tunggal putra: Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso
Tunggal putri: Adriyanti Firdasari
Ganda putra: Markis Kido/Hendra Setiawan, Bona Septano/M. Ahsan, Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama
Ganda putri: Greysia Polii/Nitya Khrisinda, Shendy Puspa/Meiliana Jauhari
Ganda campuran: Nova Widianto/Lilyana Natsir, Devin Lahardi/Lita Nurlita

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jelang Super Series Singapura Tambah Latihan demi Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


Suasana di hall tempat latihan pelatnas PBSI di Cipayung sudah sepi pada suatu siang dua pekan yang lalu. Sebagian besar lampu mulai padam karena semua pemain telah kembali ke asramasetelah melakukan latihan.

Meski suasana tak lagi terang, di salah satu lapangan masih ada aktivitas. Pelatih ganda campuran Richard Mainaky terlihat memberikan petunjukke pada Tontowi Achmad dan Fran Kurniawan.

“Postur mereka tinggi. Saya memberi tahu supaya mereka bisa meloncat maksimal. Ini di luar program,” kata Richard.

Itu adalah contoh bagaimana pemain berusaha menambah porsi latihan ekstra dari program yang sudah diberikan pelatih. Latihan ekstra ini dilakukan sejumlah pemain. Hanya caranya berbeda-beda.

Pada hari yang lain, Devin Lahardi dan Greysia Polii sibuk di sudut hall yang lain. Saat Devin berlatih sendiri, Lita Nurlita ,yangmen jadi pasangannya ,sedang di-drill oleh Richard.

“Pemain ganda memang agak sulit. Harus sama-sama kalau mau tambah porsi ,beda dengan pemain tunggal,” kata Devin.

Ruang fitness yang ada di sudut hall adalah salah satu tempat yang biasa disambangi pemain. Tiga kali seminggu, pelatih fisik Felix Ari Bayu Marta berada di ruang fitness. Felix biasa memberikan menu latihan apa yang sebaiknya dilahap guna meningkatkan kondisi di luar program yang sudah diberikan pelatih.

Ada juga pemain yang mencari suasana baru dengan melakukan fitness di luar pelatnas. ” Saya cukup di pelatnas. Memang kadang bosan dengan suasana di pelatnas. Kalau di luar ada suasana dan kawan baru,” ujar Fran.

Belakangan ini nomor ganda putri terlihat paling akhir menyelesaikan latihan. “Kebetulan saja kami yang selesai paling belakangan. Saya memberikan program ,tapi ada pemain yang masih merasa kurang dan menambah waktu sendiri. Biasanya mereka konsultasi harus menambah latihan yang seperti apa untuk memperbaiki kekurangan,” ucap Aryono Miranat, pelatih ganda putri.

Pada nomor ganda putra, di awal latihan pelatih Sigit Pamungkas memberikan menu teknik dan strategi. Setelah program selesai, pemain melakukan latihan gim. Dalam latihan gim, sering kali mereka bermain tidak dengan partner sesungguhnya. Sigit biasanya duduk di tepi lapangan sambil memberikan instruksi.

“Di ganda putra, yang membuat kemampuan pemain meningkat adalah latihan gim. Mau berapa kali mereka main, saya tak pernah melarang. Tapi ,kalau sudah mendekati hari pertandingan, biasanya porsi akan berkurang,”sebut Sigit.

Latihan ekstra ini memang amat tergantung dari kemauan atlet dan ketersediaan waktu dari pelatih. Yang jelas, jika dilakukan tepat sasaran ,hasil positif tentu akan didapat.

“Pemain memang harus selalu merasa lapar latihan. Mereka yang sudah merasa puas dengan apa yang didapat bukanlah seorang pemain bermental juara,” ujar Christian Hadinata, Kasubid Pelatnas PBSI.

Adakah hasil signifikan dari pemain yang menambah porsi latihannya sendiri? Mungkin sebagian jawabannya bisa dilihat di Super Series Singapura yang akan digelarpada9-14 Juni. (Erwin Fitriansyah)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tunggal-Ganda Putri Benahi Daya Tahan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2009


Berdasarkan evaluasi yang sudah dilakukan, pada Piala Sudirman lalu ada beberapa kelemahan di nomor ganda putri. Nomor ganda putri menurunkan Greysia Polii/Nitya Khrisinda dan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari. Saat turundiPiala Sudirman, Grace/Nitya menang 21-15, 21-7 ketika dimainkanme lawan Jennifer Wallwork/Gabrielle White (Inggris) di partai kedua. Ketikame lawan Jepang, Shendy/Meiliana kalah 16-21, 14-21 dari Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda. Grace/Nitya juga kalah 15-21, 13-21 saat menantang Du Jing/Yu Yang (Cina). Di semifinalm elawan Korea, ganda putri tak sempat turun karena Indonesia sudah lebih dulu kalah 1-3. “Hasil evaluasi adalahpemain ganda putri kita kurang kekuatan otot dan daya tahan. Ini yang harus dibenahi,”tutur Christian Hadinata, Kasubid Pelatnas PBSI. Menurut Christian, secara kualitas pukulan, pasangan Indonesia mungkin tak beda jauh dengan pemain lawan. Tapi ,ketika daya tahan menurun, perbedaan menjadi jelas terlihat. Ditambah lagi kekuatan otot juga mem pengaruhi pukulan. “Pemain ganda putri Cina saat ini memang sulit ditandingi oleh negara mana pun. Di gim pertama mungkin pertandingan masih berjalan ketat. Tapi , saat masuk gim kedua atau ketiga, kelihatan jelas mereka unggul di daya tahan dan kekuatan pukulan,” kata Christian lagi. Sebelum turun di SS Singapura (9-14 Juni), kekurangan ini yang coba dibenahi. Grace dkk. wajib melahap latihan di luar lapangan. Untuk menambah daya tahan, pelatih Aryono Miranat memberikan menu latihan lari jarak menengah. Latihan di ruangkebugaran pun masuk jadwal untuk meningkatkan kekuatan otot. “Jadwal dan program tersebut sudah dibuat berdasarkan hasil evaluasi pasca -Piala Sudirman. Kita harus meng atasi kekurangan dari pemain negara lain,” tutur Aryono. Hanya Firdasari Pada nomor tunggal putri, akhirnya hanya Adr iyanti Firdasari yang bertanding di SS Singapura. Tunggal putri terbaik Indonesia, Maria Kristin, difokuskan untuk tampil di SS Indonesia (16-20 Juni). Lantaran kondisi lututnya yang rentan cedera, Maria disimpan dan diharapkan bisa tampil maksimal ketika tampil di SS Indonesia. “Kami tak mau hanya mementingkan kuantitas. Lebih baik ikut sedikit turnamen tapi hasilnya maksimal. Materi pemain kita sedikit. Untuk pemain kelas Maria, sekali turun di turnamen memang seharusnya bisa memetik hasil minimal semifinal, final, atau bahkan juara,” ujar Christian. (win)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: