SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

BULUTANGKIS (PROFIL) – LYA ERSALITA INGIN MENGIKUTI JEJAK SUSI SUSANTI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 8, 2009


Lya ErJakarta, 7/6 (Roll News) – Postur tubuhnya tidak begitu tinggi dan kekar sebagaimana idealnya atlet bulutangkis pada umumnya, namun prestasi yang ditorehkan remaja putri yang pada 7 Agustus 2009 nanti genap berusia 12 tahun ini mengundang decak kagum banyak orang.

Lya Ersalita, begitulah nama lengkapnya, merupakan atlet bulutangkis junior binaan klub Jayaraya Jakarta yang sudah meraih segudang prestasi di usianya yang masih belia.

Dalam Kejurnas Bulutangkis Usia Dini “Tetra Pak Open Milk Cup” 2009 yang berakhir Sabtu (6/6) di GOR Asia Afrika Senayan, Jakarta, Lya tampil sebagai juara pertama kategori tunggal putri pemula. Di final, ia mengalahkan rekan seklubnya, Russely Hartawan dengan skor 21-18, 21-16.

Sebelumnya, putri pasangan Drs Asriel (guru SMAN 51 Jakarta) dan Erna Hikmayati (karyawan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta) ini menjuarai turnamen Jakarta Terbuka 2008 dan 2009, juara pertama tunggal anak putri (di bawah usia 11 tahun) Tetra Pak Open 2008, juara I kejuaraan daerah (kejurda) DKI Jakarta, juara I kejuaraan usia dini BM-77, juara I kejuaraan Astec, juara I, juara I Olimpiade Olahraga dan Siswa Nasional (O2SN).

Tahun yang sama Lya juga menembus babak perempatfinal kejuaraan SGS Elektrik Bandung pada kategori tunggal remaja putri.

Prestasi terbaik pemain kelahiran Jakarta 7 Agustus 1997 ini yaitu mempersembahkan medali emas tunggal putri pada cabang bulutangkis olimpiade pelajar sekolah dasar se-Asia Tenggara yang berlangsung di Jakarta tahun 2008.

Atas keberhasilannya itu, siswa kelas VI SDN 01 Kebagusan, Ragunan Jakarta ini dianugerahi penghargaan Satya Lencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal tahun 2009 lalu.

Lya yang mengidolakan ratu bulutangkis Indonesia era 90-an, Susi Susanti menargetkan masuk Pelatnas Bulutangkis di Cipayung pada usia 15 tahun. Ia bercita-cita ingin menjadi juara dunia dan peraih medali emas bulutangkis tunggal putri di kancah olimpiade sebagaimana pernah ditorehkan oleh sang idolanya, Susi Susanti.

“Cita-cita saya menjadi pemain bulutangkis terbaik sampai tingkat dunia seperti Tante Susi Susanti,” tuturnya.

Guna mewujudkan cita-citanya itu, setiap hari Senin-Jumat ia tekun berlatih bulutangkis di GOR Jayaraya. Dalam sehari, ia menghabiskan waktu empat hingga lima jam untuk berlatih.

Lya berkenalan dengan dunia bulutangkis sejak usia 3,5 tahun. Saat itu, sang ayah Drs Asriel yang mengajari putrinya ini cara memegang raket dan memukul shutle cok. Ia mulai digembleng di klub Jayaraya sejak duduk di bangku sekolah TK Ratna Kusumah, Condet, Jakarta Timur.

Diakui Lya, prestasi yang diraih selama ini lantaran dukungan yang sangat besar dari kedua orang tuanya. Pak Asriel dan isterinya selalu menyempatkan diri datang ke arena pertandingan setiap kali putri mereka bertanding. Tidak itu saja, ayah dan ibunda Lya selalu memberikan motivasi dan wejangan agar putri mereka bisa bermain lepas dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya agar bisa menjadi juara.

“Sebagai orang tua tentu kami selalu mendukung keinginan anak untuk meraih prestasi yang lebih tinggi baik melalui doa, nasihat maupun juga menyiapkan berbagai kebutuhannya sebagai atlet,” kata Ny Erna Hikmayati, ibunda Lya.

Meski sering ditinggalkan putrinya itu harus tinggal di Diklat Jayaraya, Ny Erni mengatakan hal itu tidak perlu dipermasalahkan demi mewujudkan impian Lya menjadi juara dunia dan ratu bulutangkis Indonesia.

Pelatih Lya, Hendry Januari mengakui anak didiknya merupakan calon pemain hebat di dunia bulutangkis Indonesia masa depan.

“Bakatnya luar biasa, dia memiliki teknik yang lengkap, pukulannya bagus dan ngotot di lapangan,” kata Hendry.

Menurut Hendry, fisik Lya yang kurang jangkung bisa ditutupi oleh kemampuan skill di atas rata-rata ditambah pergerakannya yang lincah di lapangan.

“Saya berharap ke depan Lya tetap mempertahankan prestasinya dan bisa dilatih oleh pelatih yang bagus sehingga cita-citanya menjadi juara dunia bisa terwujud,” kata Hendry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: