SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 11th, 2009

Mengenal Lebih Jauh Pelatnas Pratama PB PBSI di Akademi Militer Magelang

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 11, 2009


Harus Bangun Pukul 04.00

Masalah disiplin dan semangat juang dianggap salah satu kelemahan pebulu tangkis Indonesia. Untuk menjawabnya, Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso mengambil langkah berani. Menempa atlet pelatnas ala taruna di Akademi Militer (Akmil) di Magelang.

SETIAP ketua umum PB PBSI pasti dihadapkan pada tanggung jawab yang berat. Yakni, mempertahankan tradisi emas Olimpiade yang diretas sejak 1992 di Barcelona. Termasuk ketua umum periode 2008-2012 Djoko Santoso di Olimpiade London 2012 mendatang.

Melihat hasil Olimpiade Beijing 2008, Djoko merasa harus melakukan gebrakan untuk mewujudkan misi itu. Taufik Hidayat tidak bisa diharapkan lagi. Sony Dwi Kuncoro belum juga menunjukkan kehebatan, padahal usianya sudah dalam periode emas. Ganda pria Markis Kido/Hendra Setiawan yang sukses merebut emas sulit diharapkan di London. Kido sering cedera.

Selain membentuk pemain yang memiliki skill hebat, Djoko merasa perlu untuk membentuk pemain yang tangguh secara mental. Dalam arti, dia memiliki disiplin dan semangat juang tinggi. Dua hal itu dirasa sebagai salah satu penyebab mundurnya prestasi bulu tangkis Indonesia belakangan. Terutama jika dibandingkan dengan Tiongkok dan Koera Selatan.

Nah, Djoko yang panglima TNI menilai bahwa Akmil adalah tempat yang tepat untuk mematrikan nilai-nilai disiplin dan nasionalisme kepada para pebulu tangkis muda. Sejak 15 April, 39 atlet pratama yang terdiri atas 23 pria dan 16 wanita dikirim ke Akmil. Mereka akan melakoni pendidikan ala taruna selama enam bulan penuh di sana.

“Kami tak memberikan perbedaan kepada anggota taruna dan atlet pelatnas PBSI. Mereka tinggal di sini, maka mereka juga harus mengikuti peraturan di sini,” ujar Kapten Joko Purwanto, komandan kompi pelatnas pratama PB PBSI, di Akmil beberapa waktu lalu.

Pada satu minggu pertama, para pemain hanya mendapatkan pelatihan dari TNI. Materinya pengenalan lingkungan Akmil, peraturan urusan dinas dalam (PUD) yang isinya mengatur lipatan baju, merapikan kamar dan isinya, serta lain-lain. Di samping itu, masih ada pelajaran peraturan penghormatan militer dan PBB serta kebangsaan dan nasionalisme.

“Kami bertekad untuk memberikan bekal kepada mereka bahwa saat masuk lapangan, yang ada hanya keinginan untuk membunuh lawan,” tegas Joko.

Jika dibandingkan dengan pelatnas utama di Cipayung, kegiatan pelatnas pratama di Magelang memang sangat padat. Mereka harus bangun pukul 04.00 untuk bersiap mengikuti senam pagi pukul 05.00 selama kurang lebih setengah jam. Dilanjutkan dengan mandi pagi dan beres-beres kamar. Mereka sarapan pukul 06.00 untuk kemudian mengikuti apel pagi setengah jam kemudian dan latihan pukul 08.00-pukul 12.00. Diikuti apel dan makan siang sebelum waktu istirahat, yang lebih sering mereka manfaatkan untuk mencuci pakaian.

Pukul 15.00-18.00 mereka kembali berlatih sebelum waktu makan malam. Apel malam dan segala kegiatan dihentikan pada pukul 22.00 untuk tidur.

Jika sampai alpa, hukuman push-up, lari, atau hukuman lain sudah menanti. Segala kegiatan yang padat itu masih ditambah pembatasan menggunaan telepon seluler, internet, dan sarana komunikasi lain. Alhasil, atlet-atlet tersebut bisa dipastikan hanya fokus pada latihan.

Setelah 1,5 bulan berjalan, sudah tak ada lagi selebor meletakkan handuk bekas pakai di sembarang tempat, lemari pakaian lebih tertata, dan mereka bisa merawat kamar yang disediakan dengan baik. Di lapangan, latihan fisik dilahap dengan mudah oleh mereka.

Dalam waktu dekat, hasil latihan selama di Akmil itu akan diuji di tiga rangkaian kejuaraan nasional dan internasional. Mulai kejuaraan Asia Junior di Malaysia pada 12-19 Juli, Sirkuit Nasional (Sirnas) Tegal (12-19 Juli), serta satu kejuaraan di Surabaya (27 Juli-1 Agustus).

“Anak-anak ini pasti sudah rindu sekali turun ke lapangan untuk bertanding. Mereka pasti berjuang sekuat tenaga untuk menang,” yakin pelatih ganda Bambang Supriyanto. (femi diah/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Aviva Singapore Open 2009 : Sony dan Kido/Hendra Harus Bermain Tiga Game

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 11, 2009


Jakarta (ANTARA News) – Pebulutangkis tunggal Sony Dwi Kuncoro dan ganda Markis Kido/Hendra Setiawan mengawali turnamen Singapura Terbuka Super Series dengan bermain tiga game sebelum membukukan tempat di babak berikutnya.

Sony yang menjadi unggulan ketiga turnamen berhadiah 200.000 dolar AS itu, meraih kemenangan tiga game atas pemain non unggulan dari India Arvind Bhat 21-12, 15-21, 21-9 dalam pertandingan yang digelar di Singapore Indoor Standium, Rabu.

Setelah terus memimpin setelah menyamakan kedudukan 2-2 pada game pertama untuk menang 21-12, Sony tertinggal sejak awal game kedua tanpa mampu mengejar angka lawan sehingga kehilangan game tersebut 15-21.

Setelah bermain ketat hingga kedudukan 10-9, Sony membukukan 11 poin beruntun untuk memenangi pertandingan dan selanjutnya bertemu pemain Taiwan Hsieh Yu Hsing yang menang atas pemain Malaysia Lee Tsuen Seng 21-13, 21-11.

Unggulan pertama ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan juga dipaksa bermain rubber-game oleh lawan mereka asal Jerman Michael Fuchs/Ingo Kindervater.

Pasangan peringkat satu dunia itu membutuhkan waktu 45 menit untuk meraih kemenangan 21-17, 18-21, 21-18 sekaligus mendapat tiket ke babak 16 besar bertemu ganda Jerman lainnya, Kristof Hopp/Johannes Schoettler yang juga bermain tiga game untuk menundukkan Chris Adcock/Robert Blair dari Inggris 21-16, 20-22, 21-13.

“Biasa, bermain pertama masih agak tidak enak mainnya. Besok sudah harus siap lagi,” kata Kido soal permainannya yang kurang maksimal pada pertandingan pertama.

Selain mereka, pemain Indonesia yang maju ke babak berikutnya adalah tunggal putra Simon Santoso, tunggal putri Adriyanti Firdasari, ganda putra Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama, dan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda.

Simon yang menang WO (walkover) atas pemain China Gong Weijie selanjutnya bertemu pemain andalan Thailand Boonsak Ponsana, sementara Firdasari akan menghadapi Saina Nehwal dari India pada putaran kedua setelah sebelumnya menang atas Kim Moon Hi dari Korea 23-21, 21-15.

Rian/Yonathan akan menghadapi lawan berat, unggulan keempat asal Denmark Lars Paaske/Jonas pada babak 16 besar setelah sebelumnya menang mudah 21-15, 21-14 atas ganda Belanda Jorrit De Ruiter/Jurgen Wouters.

Sedangkan satu-satunya ganda putri, Greysia/Nitya, setelah pasangan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari mundur karena Shendy sakit, menang mudah 21-10, 21-8 atas pasangan Korea Jang Ye Na/Kim Mi Young untuk membukukan pertemuan dengan pasangan tuan rumah Singapura Shinta Mulia Sari/Yao Lei pada babak kedua. (*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

TAUFIK HIDAYAT LUNCURKAN KOLEKSI PAKAIAN OLAHRAGA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 11, 2009


Jakarta, 10/6 (Roll News) – Pebulutangkis nasional Taufik Hidayat bekerjasama dengan perusahaan peralatan olahraga Yonex, di Jakarta, Rabu, meluncurkan koleksi pakaian olahraga dengan nama Yonex Taufik Hidayat Line (THL).

Dengan mengusung tema “Winning is an Attitude”, peluncuran merek pakaian olahraga dengan pemain bulutangkis sebagai ikonnya ini diklaim sebagai yang yang pertama di dunia bulutangkis.

“Saya ingin membuat sesuatu yang baru di luar arena pertandingan. Kerjasama dengan Yonex ini dimaksudkan untuk membuat produk pakaian olahraga yang modis dengan harga terjangkau,” kata Taufik.

Dia menjelaskan dalam proyek ini ikut menyumbang ide untuk desain dan warna 10 macam desain pakaian yang akan dibuat.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Yonex Sunrise & Co, Dalip Kumar Seth, menyatakan bahwa pihaknya memilih Taufik sebagai ikon produk pakaian olahraga karena menimbang prestasi Taufik yang gemilang selama menjadi pebulutangkis.

“Pencapaian Taufik sebagai seorang atlet luar biasa. Dia pernah menjuarai turnamen baik di tingkat lokal maupun internasional. Kami sudah 13 tahun bekerjasama dengannya sebagai sponsor dan bangga akhirnya bisa meluncurkan produk ini,” katanya.

Beberapa produk pakaian olahraga merek THL yang rencananya akan diproduksi antara lain tas, sepatu, baju, dan celana.

Namun, saat ini baru baju dan celana olahraga yang akan didistribusikan ke pasaran. Untuk kesempatan pertama, produk dengan harga berkisar antara 129 ribu hingga 200 ribu ini akan diluncurkan di ajang Indonesia Open 2009 di Jakarta 16-21 Juni.

Selanjutnya, koleksi pertama ini direncanakan juga akan dijual secara khusus pada saat Yonex OCBC US Open 7-12 Juli 2009 di Anaheim.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 3 Comments »

 
%d bloggers like this: