SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 18th, 2009

Rekor Indonesia Open

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 18, 2009


Selama kurun waktu 27 tahun, hanya enam pebulu tangkis asing yang bisa meraih gelar juara pada nomor tunggal putra di Indonesia Open.

Mereka adalah Han Jian asal Cina pada 1985, Yang Yang (Cin, 1987), Xiong Guobao (Cin, 1989), Yong Hock Kin (Mas, 1998), Lee Hyun-Il (Kor, 2005), dan Lee Chong Wei (Mas, 2007).

Sisanya dikuasai pemain tuan rumah. Bahkan, dua pebulu tangkis, Ardy Bernadus Wiranata dan Taufik Hidayat, menorehkan prestasi gemilang dengan enam kali menjuarai kejuaraan yang dimulai sejak 1982 itu.

Ardy dan Taufik mencetak hat-trick dan pernah menjadi nomor satu dunia pada eranya. Mereka menggapai gelar juara enam kali Indonesia Open dalam kurun waktu delapan tahun.

Ardy pada kurun waktu 1990-1997 dan Taufik pada 1999-2006. Namun, Taufik sedikit unggul. Ardy meraih gelar pertama pada usia 20 tahun, sedangkan Taufik saat dua tahun lebih muda dari seniornya itu.

“Saya sudah memenangi Indonesia Open enam kali. Catatan ini sama dengan yang dimiliki Ardy, tapi saya berharap bisa melebihi Ardy,” ujar Taufik dalam perkenalan clothing line miliknya.

Taufik mungkin saja melampaui rekor Ardy dan mengoleksi gelar terbanyak karena ia masih aktif di dunia bulu tangkis. Kita tunggu. (prel)

PEMENANG 18 TAHUN TERAKHIR
———————————————————–
1990 Ardy B. Wiranata
1991 Ardy B. Wiranata
1992 Ardy B. Wiranata
1993 Alan Budi Kusuma
1994 Ardy B. Wiranata
1995 Ardy B. Wiranata
1996 Joko Suprianto
1997 Ardy B. Wiranata
1998 Yong Hock Kin (MAS)
1999 Taufik Hidayat
2000 Taufik Hidayat
2001 Marlev Mainaky
2002 Taufik Hidayat
2003 Taufik Hidayat
2004 Taufik Hidayat
2005 Lee Hyun-Il (KOR)
2006 Taufik Hidayat
2007 Lee Chong Wei (MAS)
2008 Sony Dwi Kuncoro

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Motivasi Taufik Hidayat Pasca DB

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 18, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Persiapan Taufik Hidayat ke Djarum Indonesia Terbuka Super Series 2009 sempat terganggu DB.  Meski begitu ia ingin membuktikan masih eksis di dunia bulu tangkis.

Dalam pertandingan babak pertama Djarum Indonesia Terbuka Super Series, Rabu (17/6), Taufik menyingkirkan pemain Inggris, Andrew Smith. Unggulan kelima ini menang dalam dua game 21-10 21-15 dalam 33 menit.

Dalam pertandingan ini, para penonton mencoba melihat kembali sisa-sisa kejayaan Taufik yang pernah menghasilkan gelar juara Olimpiade  dan juara dunia ini.  Di game pertama  ia bermain menekan  Smith hingga ke garis belakang. Pemain Inggris ini berkali-kali melakukan unforced error yang membuat Taufik unggul cepat 21-10.

Namun di game kedua,  permainann  Taufik mendadak menurun.  Permainan cepat dengan variasi pukulan ke bagian depan dan belakangnya, berkali-kali membuat Taufik kesulitan untuk meraih bola.  Untung saja, Taufik sudah unggul jauh sehingga akhirnya menang 21-10 21-15 dalam 33 menit.

Taufik mengaku persiapannya menghadapi Djarum Indonesia Terbuka Super Series ini sempat terganggu. “Sebenarnya saya sudah mempersiapkan diri sejak April lalu. Namun persiapan saya terganggu karena saya terkena kembali virus demam berdarah dengue (DBD),” kata Taufik.

Taufik pernah terkena virus DBD menjelang mempertahankan gelarnya di Olimpiade Beijing, Agustus tahun lalu. Ia kemudian tetap berangkat ke Beijing namun tersingkir di babak pertama.

Meski begitu, meski baru pulih, Taufik tetap berusaha ikut Indonesia Terbuka Super Series ini. “Saya memiliki motivasi tersendiri mengikuti turnamen ini, apalagi tahun lalu saya sempat absen,” katanya.

Statusnya yang kini sudah tidak lagi menjadi pemain pelatnas ikut mendorongnya mengikuti turnamen ini. “Sebagai pemain profesional di luar pelatnas, saya merasakan sulitnya mencari kesempatan berlatih maksimal. Saat ini untuk ikut latihan bersama, saya harus minta ijin pada PBSI,” kata Taufik. Setelah tinggal selama 12 tahun, Taufik resmi meninggalkan pelatnas Cipayung pada Januari 2009.

Dua tahun lalu, ketika terakhir kali ikut Indonesia Terbuka, Taufik masih berstatus sebagai pemain pelatnas. Saat itu ia pun masih berstatus menjadi pemain utama Indonesia. Kali ini, ia sudah  tidak lagi menjadi pusat perhatian publik bulu tangkis. “Bagi saya tidak masalah. Hal ini malah membuat saya bermain tanpa beban.”

Meski begitu, nama Taufik memang menjadi salah satu daya tarik Indonesia Terbuka Super Series ini. Pelatih tunggal utama China, Lin Dan, mengaku bahwa  Taufik merupakan satu-satunya pemain Indonesia yang berpotensi berbahaya dalam turnamen ini. Meski senang, Taufik sendiri menyayangkan hal ini. “Tentu saja saya senang masih diperhitungkan seperti itu. Tetapi di samping itu, seharusnya kan justru pemain-pemain muda seperti Sony atau Simon yang  disegani seperti itu.”

Di babak kedua, Kamis (18/6), Taufik akan menghadapi pemain Thailand, Boonsak Ponsana. “Saya selalu berusaha berhati-hati menghadapi dia. Boonsak punya sesuatu yang membuat dirinya sulit untuk dikalahkan,” kata Taufik.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: