SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Atik Jauhari, Sosok Indonesia berbendera Internasional

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 21, 2009


Atik Djauhari

Satu lagi sosok Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di dunia Bulutangkis internasional dan dengan caranya sendiri.

Memasuki babak utama turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2009 kemarin terlihat beberapa wajah Indonesia yang berbendera negara lain.

Mereka yang turun lapangan antara lain Mona Santoso (USA), Cynthia Tuwankota (USA), Tony Gunawan (USA), Hendri Kurniawan (SIN), Hendra Wijaya (SIN), Yohan Hadi Kusuma (HKG) dan Dicky Palyama (NED). Pada saat lain ketika pemain-pemain India bermain, duduk dipinggir lapangan sosok Indonesia asli yang mengenakan kaos berbendera India. Wajah yang amat dikenal itu adalah Atik Jauhari mantan pelatih Pelatnas yang sekarang menukangi tim bulutangkis India. “Saya mulai melatih di India sejak Agustus tahun lalu”, jelas Atik saat diwawancara wartawan situs badminton-indonesia.com.

Atik Jauhari terlihat cukup sibuk karena banyak anak asuhnya yang bermain hari ini. Atik menerangkan bahwa :  ” India datang dengan kekuatan penuh sebagai persiapan menghadapi Commanwelth Games 2010″. Pemerintah India sangat mendukung pengiriman atlet-atletnya ke berbagai arena di luar negeri. India menargetkan bulutangkis menjadi salah satu tambang medali nanti-nya. Harapan terbesar India berada di pundak Juara Dunia Yunior, Saina Nehwal yang bertanding dinomor tunggal putri. “Saat saya datang, Saina baru peringkat ke-15 dunia. Sekarang sudah peringkat ke-7 dan target dalam waktu dekat diharapkan naik ke posisi lima besar dunia”, Ungkap pelatih kelahiran Bandung 14 Agustus 1949 itu.

Pada pertandingan Djarum Indonesia Open Super Series 2009 hari ini Saina Nehwal melaju ke babak kedua dengan mulus dengan mengalahkan pemain Bulgaria, Petya Nedelcheva 21-18 21-12. Anak asuh Atik Jauhari lainnya yang mencatat kemenangan hari ini adalah pasangan ganda putri Jwala Gutta / Ashwini Ponnappa yang mengalahkan Mona Santoso / Cynthia Tuwankota (USA) 21-19 21-23 21-16. Kemudian disusul pemain tunggal putri lainnya Aditi Mutatkar yang menang dari Nicole Grether (GER) 21-19 19-21 21-7. Bahkan pemain tunggal putra Anand Pawar sempat membuat khawatir publik Istora setelah hampir mengalahkan andalan tuan rumah, Sony Dwi Kuncoro. Pawar akhirnya kalah dengan skor ketat 15-21 21-13 18-21.

Semua pertandingan pemain-pemain India tersebut tidak lepas dari pemantauan Atik Jauhari. Jabatan Atik Jauhari sebagai pelatih kepala membuatnya harus mengawasi semua nomor. Posisi Atik merupakan level kedua kedua dalam kontingen India. Diatas Atik Jauhari terdapat seorang manajer yang dipegang mantan juara All England Pulela Gopichand. Dua pelatih asal Indonesia lainnya yang pernah melatih di India yakni Hadi Sugianto dan Hadi Idris. Sedangkan pelatih lokal sifatnya hanya membantu saja karena mereka sebenarnya mempunyai pekerjaan di perusahaan-perusahaan. Mereka dikirim oleh perusahaan tempatnya bekerja untuk melatih yang menjadi semacam program CSR (Corporate Social Responcibility). “Pelatih Lokal India tidak seperti di Indonesia. Mereka tidak digaji sebagai pelatih. Mereka semua mempunyai pekerjaan di perusahaan”, cerita Atik.

Berbicara mengenai bulutangkis India, Atik Jauhari menilai terdapat kelemahan mendasar karena hanya dimainkan golongan tertentu. “Bulutangkis itu diyakini berasal dari India yakni salah satu daerah yang bernama Poona. Saat itu hanya putri-putri terpandang saja yang memainkan permainan ini. Budaya itu terbawa sampai sekarang sehingga hanya golongan orang-orang kaya saja yang main bulutangkis”, demikian cerita Atik Jauhari. Bulutangkis di India belum dimainkan secara massal oleh masyarkatnya. Bahkan pemain-pemain India tetap menomorsatukan pendidikan. Atik berkata : “Kalau saat ujian terpaksa latihan diliburkan. Pemain seperti Saina Nehwal tetap kuliah dimana dia mengambil jurusan manajemen disalah satu universitas”. Tetapi kondisi ini bukan hal yang baru buat Atik Jauhari. Saat masih melatih tim Thailand pun demikian. Anak asuhnya seperti Bonsak Polsana bahkan saat itu sedang mengambil S2. Atik menjadi pelatih di Thailand tahun 2006-2008.

Pengalaman panjang Atik melatih mulai dari Pelatnas 1974-1999 kemudian Swedia 1999-2004, kembali lagi ke Indonesia tahun 2004-2006 dan Thailand serta India telah menjadikan Atik sebagai pelatih yang disegani. Atik dan beberapa pelatih Indonesia yang melatih di luar negeri seperti Rexy Mainaky, Hendrawan dan Indra Gunawan (alm) semakin menancapkan Image Indonesia sebagai penguasa bulutangkis dunia. Atik mengibaratkan Indonesia itu seperti kekuatan Brazil di Sepakbola. “Bibit-bibit pebulutangkis Indonesia itu luar biasa tetapi Indonesia belum menerapkan pendekatan Iptek dalam kepelatihan. Di Indonesia itu Litbang hanyalah singkatan Sulit berkembang padahal Libang itu menjadi sangat penting dalam penerapan Iptek tersebut”, demikian ungkapan Atik ketika ditanya mengenai perbulutangkisan di tanah air.

Atik Jauhari telah berhasil mejalankan karirnya pelatih profesional. Keberhasilan Atik Jauhari ini bisa menjadi rujukan bagi mantan-mantan atlet yang ingin berkiprah sebagai pelatih. Atik bukan saja menjadi bagian prestasi India tetapi juga membawa nama baik bangsa ini. Commanwelth Games 2010 dimana India menjadi tuan rumah akan menjadi ajang pertaruhan prestasi Atik sebagai pelatih.

Sumber : http://www.badminton-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: