SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 27th, 2009

Malaysia Open Grand Prix Gold 2009 : Dua Ganda Gagal ke Final, LAGI LAGI CHINA … !!

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 27, 2009


JOHOR, Kompas.com – Indonesia gagal menempatkan finalis di turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold setelah ganda Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa dan Alvent Yulianto Chandra/Hendra AG kandas di babak semifinal, Sabtu.

Ganda campuran Hendra AG/Vita Marissa gagal mengatasi perlawanan unggulan 3 asal China, Xu Chen/Zhao Yunlei. Hendra/Vita menyerah dalam dua game 12-21 15-21 dalam pertandingan yang berlangsung 41 menit.

Sementara di nomor ganda putera, Hendra AG yang berpasangan dengan Alvent Yulianto Chandra juga gagal ke semifinal. Unggulan kelima ini disingkirkan unggulan dua dari Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong rubber game 13-21 21-17 11-21 dalam 37 menit.

Di babak final yang akan berlangsung, Minggu (28/6) tempat final hanya diisi para pemain dari China dan Malaysia. China bahkan berhasil menciptakan dua all chinese final di ganda campuran dan tunggal puteri.

Semi Malay

Final Malay

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

PEMAIN PRATAMA DIKIRIM IKUT KEJUARAAN JUNIOR ASIA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 27, 2009


Surabaya, 26/6 (Roll News) – Kejuaraan Junior Asia 2009 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 12-19 Juli mendatang, akan menjadi turnamen resmi pertama yang diikuti pebulu tangkis Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Pratama PB PBSI.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Yacob Rusdianto, yang ditemui wartawan di Surabaya, Jumat, menjelaskan setelah Kejuaraan Junior Asia 2009, sejumlah turnamen lain juga sudah diagendakan.

Turnamen tersebut adalah dua sirkuit nasional di Tegal, Jateng dan Surabaya, Jawa Timur, serta turnamen internasional Indonesia Challenge di Jakarta pada Agustus 2009.

“Khusus untuk kejuaraan junior Asia di Malaysia, tidak semua pemain pratama dikirim, hanya yang usianya 19 tahun ke bawah. Tapi untuk sirnas dan Indonesia Challenge, rencananya semua pemain diturunkan,” kata Yacob.

Para pemain Pelatnas Pratama telah menjalani program latihan di Akmil Magelang sejak pertengahan April lalu. Rencananya, mereka berlatih di kompleks militer tersebut selama enam bulan.

Selama hampir tiga bulan, pebulu tangkis lapis kedua itu tidak diikutkan turnamen dan hanya mendapatkan latihan fisik serta teknik yang cukup berat.

Yacob Rusdianto mengatakan, tidak ada target yang dibebankan kepada pemain pratama pada beberapa turnamen tersebut, kecuali untuk mengevaluasi dan mengukur kemampuan atlet.

“Keikutsertaan mereka di berbagai turnamen itu, juga untuk menghilangkan kejenuhan pemain, karena selama tiga bulan penuh mereka terus digenjot dengan latihan berat,” tambah Yacob yang juga Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim.

Ia mengakui, pada minggu-minggu awal berada di Akmil Magelang, sebagian besar pemain pratama merasa tidak betah dan jenuh, karena harus menjalani kehidupan ala militer.

“Tapi sekarang mereka sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Hanya mereka memang perlu `sparring partner` untuk latihan teknik dan strategi, agar tidak jenuh,” ujarnya.

Pelatnas pratama ini merupakan proyek jangka panjang PB PBSI di era kepemimpinan Jenderal TNI Djoko Santoso. Dalam dua-tiga tahun ke depan, sebagian besar pemain tersebut mampu menjadi pemain handal harapan Indonesia.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Bingo Bonanza Philippine Open Grand Prix Badminton Championship 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 27, 2009


Bingo Bonanza Philippine Open Grand Prix Badminton Championship 2009 diselenggarakan mulai tanggal 30 Juni 2009 hingga 7 Juli 2009 di Manila, Filipina.Binggo

Pemain Indonesia yang akan berpartisipasi antara lain :

Tunggal Putra
1. Nugroho Andi Saputro*
2. Tommy Sugiarto
3. Yoga Saputro

Tunggal Putri
1. Aprilia Yuswandari
2. Melicia Kurniawan
3. Linda Weni Fanetri
4. Rizki Amelia Pradipta

Ganda Putra
1. Bona Septano / Muhammad Ahsan*
2. Rian Sukmawan * / Yonatan Suryatama Dasuki*
3. Fernando Kurniawan* / Lingga Lie*
4. Alvent Yulianto / Hendra Aprida Gunawan

Ganda Putri
1. Shendy Puspa Irawati* / Meiliana Jauhari*
2. Greysia Polii / Nitya Krishinda Maheswari
3. Pia Zebadiah Bernadet / Debby Susanto*

Ganda Campuran
1. Tantowi Ahmad* / Richi Puspita Dili
2. Fran Kurniawan* / Pia Zebadiah
3. Muhammad Rijal* / Debby Susanto*
4. Lingga Lie* / Keshya Nurvita Hanadia
5. Hendra Aprida / Vita Marissa

Keterangan :
(*) Pemain asal klub PB Djarum yang bergabung di pelatnas PBSI

Fran Kurniawan
Meiliana Jauhari
Mohammad Ahsan
Nugroho Andi Saputro
Rian Sukmawan
Shendy Puspa Irawati
Yonathan Suryatama Dasuki
Debby Susanto
Fernando Kurniawan
Lingga Lie
Tantowi Ahmad
Muhammad Rijal

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Keuangan PB PBSI Tipis Sulit Tambah Jatah Kompetisi Junior

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 27, 2009


JAKARTA – Hasil buruk dua turnamen super series, Singapura Open dan Indonesia Open, yang berakhir pekan lalu menjadi peringatan bagi PB PBSI untuk semakin giat mengirim pemain muda ke turnamen internasional. Namun, itu tak akan mudah dilaksanakan dalam tahun ini.

Dana masih menjadi persoalan krusial bagi PB PBSI. Sampai saat ini, PBSI belum berhasil menggaet sponsor pendamping Yonex yang menjadi mitra utama. Pemerintah yang diharapkan bisa membantu juga tak kunjung memberikan jawaban positif. Ketika baru terpilih akhir tahun lalu, Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menyatakan bahwa kebutuhan dana selama setahun diperkirakan mencapai Rp 28 miliar. Nah, biaya kompetisi sudah dianggarkan mencapai 50 persen. Artinya, dalam setahun, anggaran para pemain untuk mengikuti kompetisi ialah Rp 14 miliar.

“Anggaran itu sudah kami estimasikan untuk seluruh pemain pelatnas, baik untuk tampil di sirkuit nasional, satellite, challenge, maupun ke super series,” ujar Djendjen Djaenanasri, bendahara PB PBSI, kemarin (25/6).

Memang, wacana untuk menaikkan anggaran kompetisi sudah mengemuka, namun jumlahnya tak banyak alias hanya 5 persen. Jumlah kenaikan itu pun masih dianggap kurang untuk bisa mendukung program akselerasi pemain muda.

Senada dengan Djendjen, Sekjen PB PBSI Jacob Rusdiyanto mengakui bahwa lembaganya masih sangat membatasi kompetisi yang diikuti pasukan Cipayung. Tak ada tambahan turnmanen ke depan. “Kalau memikirkan frekuensi turnamen, itu berkaitan dengan dana. Sampai saat ini, tidak ada rencana memperbanyak turnamen karena PBSI saat ini harus mencari dana sendiri,” ujar Jacob.

Kondisi itu, lanjut dia, berbeda dengan tahun lalu, yakni masa kepengurusan Sutiyoso. Kala itu, PBSI menerima dana untuk persiapan Piala Thomas Uber sebesar Rp 15 miliar dan Rp 3 miliar selama setahun. Jika dihitung, kepengurusan Sutiyoso tinggal memenuhi kekurangannya sekitar Rp 10 miliar dengan estimasi kebutuhan Rp 28 miliar setahun. “Itu sangat membantu kerja pengurus. Beban prestasi diberikan, tapi bantuan untuk mendapatkan apa yang ditargetkan juga ada,” ujar pria asal Surabaya tersebut.

Menurut sumber di lingkungan PB PBSI, KONI dan Program Atlet Andalan (PAL) yang diharapkan bisa menjadi sumber tambahan dana pun tidak mengucurkan anggaran. Dari data PAL, enam pemain masuk daftar mereka dan 18 pemain di pelatnas KONI. Selain biaya kompetisi, PBSI tak menerima uang saku seperti atlet cabang olahraga lainnya. (vem/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Malaysia Open Grand Prix Gold 2009 : Andre Tersingkir Secara Tragis, Saina Kalah, Hendra AG raih dua tiket semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 27, 2009


JOHOR, KOMPAS.com — Wakil Indonesia di nomor tunggal putra tersapu bersih dari ajang Malaysia Open Grand Prix Gold 2009. Ini terjadi setelah Andre Kurniawan Tedjono tersingkir secara tragis di babak perempat final.

Dalam pertandingan di Stadium Bandaraya Johor Bahru, Jumat (26/6), Andre yang merupakan unggulan keenam di turnamen berhadiah 120.000 dollar AS tersebut menyerah dari pemain Hongkong, Hu Yun. Satu-satunya pemain Indonesia di babak perempat final ini menyerah dua set langsung dengan skor mencolok, 6-21 dan 15-21, dalam waktu 30 menit.

Sebelumnya, Taufik Hidayat sudah lebih dulu angkat koper. Finalis Djarum Indonesia Open Super Series 2009, dan unggulan kedua di turnamen tersebut, langsung tersingkir di babak pertama.

Di turnamen ini, tak ada pemain dari Pelatnas Cipayung meskipun ada beberapa yang sudah ikut drawing. Para pemain pelatnas terpaksa mundur karena PB PBSI membatalkan keikutsertaan mereka. Dengan demikian, yang tampil hanyalah pemain-pemain non-pelatnas yang menempuh jalur profesional.

Dari nomor ganda campuran, pasangan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa menembus babak semifinal. Mereka mendapatkan tiket babak empat besar itu setelah menang rubber set 8-21, 21-14, dan 21-16 atas pemain India yang merupakan unggulan pertama, Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta.

Sayang, langkah Hendra AG/Vita tak diikuti oleh pasangan gado-gado Flandy Limpele (Indonesia)/Anastasia Russkikh (Rusia). Pasangan unggulan keenam tersebut menyerah 10-21 dan 14-21 dari pemain China, Zhang Nan/Pan Pan.

Sementara itu, Hendra AG melanjutkan keperkasaannya di turnamen ini. Setelah memastikan diri maju ke semifinal ganda campuran, dia juga mendapatkan tiket babak empat besar untuk nomor ganda putra. Berpasangan dengan Alvent Yulianto Chandra, dua pemain mantan Pelatnas Cipayung tersebut, yang menjadi unggulan kelima, menang straight set 21-19 dan 21-13 atas pemain Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata.

Dengan hasil tersebut, maka Indonesia hanya meloloskan dua wakil ke semifinal, masing-masing di nomor ganda campuran: Hendra AG/Vita dan ganda putra: Alvent/Hendra AG.

Namun di babak empat besar, Sabtu (27/6), lawan yang dihadapi dua wakil dari Tanah Air tersebut sangat berat. Hendra AG/Vita akan menantang unggulan ketiga asal China, Xu Chen/Zhao Yunlei, dan Alvent/Hendra AG bertemu pasangan tuan rumah yang merupakan unggulan kedua, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

Saina Nehwal tersingkir

Di sektor tunggal putri, terjadi kejutan besar. Pemain nomor satu India yang merupakan unggulan kedua, Saine Nehwal, gagal melaju ke semifinal karena disingkirkan oleh pemain China, Wang Xin, dengan 14-21 dan 10-21.

Dalam pertarungan yang berdurasi 26 menit, Saina yang pekan lalu mencetak sejarah besar seusai menjuarai Djarum Indonesia Open Super Series—tercatat sebagai pemain putri India pertama yang menjuarai turnamen superseries—tak mampu memberikan perlawanan maksimal.

Saina hanya bisa bersaing ketat di set pertama dan sempat memimpin 5-3. Setelah itu, Wang Xin bisa menyamakan skor menjadi 5-5 dan terus memimpin sampai menang 21-14.

Di game kedua, Saina benar-benar tak berdaya. Sejak awal dia langsung tertinggal 0-6, yang membuat Wang Xin terus melaju kencang dan menyudahi set itu dengan kemenangan 21-10.

Berikut ini jadwal pertandingan semifinal Malaysia Open Grand Prix Gold 2009 :

Sunrise

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: