SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 30th, 2009

DJOKO SANTOSO : BULUTANGKIS INDONESIA SEDANG VAKUM

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 30, 2009


Pontianak, 30/6 (Roll News) – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Jenderal TNI Djoko Santoso, mengatakan olah raga bulutangkis di Indonesia, kini sedang mengalami vakum atau tanpa kegiatan, sehingga berdampak pada turunnya prestasi baik tingkat nasional maupun internasional.

“Kevakuman terjadi karena mata rantai pencarian atlet bulutangkis kita ada yang terputus,” kata Djoko Santoso, usai melantik Pengurus Provinsi PBSI Kalimantan Barat, di Pontianak, Selasa.

Untuk itu, ia meminta semua Pengprov seluruh Indonesia membantu PBSI dalam pencarian bibit atlet bulutangkis yang punya kemampuan.

“Dalam kepengurusan PB PBSI periode 2008-2012 kita mempunyai visi meningkatkan prestasi bulutangkis di tingkat internasional,” katanya.

Djoko menjelaskan, masa kevakuman bulutangkis dimaksudkan banyak pemain bulutangkis Indonesia, seperti Taufik Hidayat, Nova Widianto, Liliana Natsir, Windu Hanggoro, yang prestasinya sudah jauh menurun sehingga perlu dicarikan atlet pengganti.

Sementara atlet bulutangkis level kedua Indonesia, seperti Tommy Sugiarto dan teman-teman hingga saat ini masih belum bisa menunjukkan prestasi di kancah internasional.

“Untuk level ketiga kita baru tahap mempersiapkan bibit-bibit atlet baru pengganti pemain senior di masa mendatang,” ujarnya.

Langkah pendek PBSI hingga saat ini tetap mempertahankan atlet senior sampai batas waktu tertentu secara maksimal. “Langkah untuk meningkatkan atlet level dua selanjutnya yaitu memberikan pengalaman kepada atlet itu dengan mengikutsertakan mereka pada kejuaraan nasional dan internasional,” katanya.

Djoko mengatakan, saat ini PBSI sedang melakukan pelatihan dasar kepada sebanyak 39 orang atlet level tiga di Akademi Militer selama enam bulan. “Sekarang mereka baru latihan selama dua bulan, alasan dilakukan pelatihan di Akmil agar para atlet tersebut nantinya punya kedisiplinan yang tinggi, dan punya patriotisme dan semangat untuk berprestasi,” kata Djoko.

Sementara target perolehan mendali di SEA Games 2009 Desember di Laos, PBSI menargetkan memperoleh mendali emas sebanyak-banyaknya. “Terutama untuk pasangan ganda putra dan perorangan putra,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hendrawan believes that staying together is the best way to know the players

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 30, 2009


KUALA LUMPUR : Staying together with the players is the best way to get to know them better.

And for this reason, Malaysia’s newly-appointed singles coach Hendrawan checked into one of the rooms in the Rakan Muda Sports Complex in Bukit Kiara yesterday. The complex houses senior and junior players in the Badminton Association of Malaysia’s (BAM) set-up.

The Indonesian said that good rapport with the players was the first step in winning their hearts to get them to strive for excellence in the sport.

“I will know the players better by staying with them and spending more time with them. I can establish a good relationship with them and also keep an eye on them,” said the 37-year-old Hendrawan.

“Besides, my family is not with me here at the moment and for the time being, this is the best arrangement.”

Hendrawan flew in yesterday without fanfare and the modest former world champion was all excited over reporting for duty with the team tomorrow.

National chief coach Rashid Sidek said on Sunday that for a start, Hendrawan would take charge of the elite back-up singles shuttlers, among them Tan Chun Seang, Mohd Arif Abdul Latif, Chong Wei Feng and Liew Daren.

“I am looking forward to coaching these back-up players. I am here with good intentions and I want to help raise their standard,” said Hendrawan.

“There is a difference in coaching the seniors and juniors. It will take a little more time to see results among the juniors and I hope that I will be given time.”

He reiterated that he would want the players to have dreams and to set targets.

“They will have to set their own goals and be motivated to achieve them. I can help them to build this up as I have do so with the Indonesian women’s singles players,” said Hendrawan.

The BAM general manager, Kenny Goh, said that a meeting between all the singles coaches would be held today to redefine their roles.

“It will be best for the coaches to sit down together and decide on who and how they want to go about coaching the players,” he said.

Besides Rashid, the others expected to attend the meeting are Misbun Sidek and Teh Seu Bock.

A decision on whether Hendrawan takes charge of two senior players as well, Mohd Hafiz Hashim and Kuan Beng Hong, will also be decided today.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ujian Kontra Eks Pelatnas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 30, 2009


Pemain pelatnas utama lapis kedua PB PBSI mendapat kesempatan merasakan atmosfer kompetisi. Tommy Sugiarto dkk bakal bersaing pada Filipina Grand Prix yang dimulai besok (30/6).

Meski berlabel pemain pelatnas utama, beberapa pemain Cipayung harus merangkak melalui babak kualifikasi pada turnamen berhadiah total USD 120 ribu itu. Sebab, banyak pemain papan atas yang ambil bagian dalam pertandingan yang dihelat di Philippine Sports Multi-Purpose Arena (ULTRA) tersebut. Di antaranya, Zhou Mi dan Wang Cheng dari Hongkong. Mereka menjadi unggulan pertama dan kedua pada nomor tunggal wanita.

Tantangan lain datang dari beberapa pemain eks pelatnas Indonesia maupun Tiongkok. Misalnya, Fauzi Adnan/Tri Kusharjanto, Hendra A. Gunawan/Alvent Yulianto, Gao Ling/Wei Yili. Wakil pelatnas di tunggal wanita harus melewati babak penyisihan. Yakni, Linda Weni Fanetri dan Rizki Amelia Pradipta. Hanya Aprilia Yuswandari yang bisa langsung melenggang ke babak utama.

Pada sektor tunggal pria, wakil pelatnas tak perlu berjuang melalui babak penyisihan. Pada putaran pertama, sebagai unggulan keenam, Tommy Sugiarto malah mendapatkan bye. Yoga Pratama ditantang pemain tuan rumah Kelvin Ang. Nugroho Andi Saputro harus menghadapi pemain Filipina Ramon Jr Dalo.

Yoga berjanji bakal tampil lebih baik daripada hasil yang dituainya pada Vietnam Challenge beberapa waktu lalu. Saat itu, dia terhenti pada putaran pertama. “Saya belum pernah bertemu Kevin. Sudah seharusnya, saya tidak mau hanya merasakan putaran pertama,” ungkap pemain asal PB Tangkas Jakarta tersebut.

Kesempatan untuk membawa pulang gelar dimiliki ganda pria dan ganda wanita. Bona Septano/Mohammad Ahsan menjadi unggulan pertama pada sektor ganda pria. Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati menjadi unggulan pada nomor ganda wanita. “Anak-anak harus bisa mengatasi pemain eks pelatnas Tiongkok maupun jebolan Cipayung,” tegas pelatih ganda wanita pelatnas Cipayung Aryono Miranat. (vem/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Pelatnas Cipayung setelah Gagal di Indonesia Open Genjot Fisik di Mabes TNI

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 30, 2009


JAKARTA – Hasil buruk pemain Pelatnas Cipayung pada dua super series, Singapura Open dan Indonesia Open, benar-benar disayangkan. Karena itu, PB PBSI merasa perlu melakukan gebrakan untuk meningkatkan kembali prestasi Sony Dwi Kuncoro dkk.

Mulai hari ini, pelatnas menetapkan jadwal latihan yang berbeda untuk Sony dkk. Jika biasanya mereka berlatih teknik di Cipayung, mulai hari ini fisik mereka bakal digenjot. Tempat yang dipilih pun cukup istimewa. Mereka akan digenjot di Markas Besar (Mabes) TNI di Cilangkap.

Jadwal latihan di Cilangkap akan diselenggarakan setiap Senin dan Kamis. Jadwalnya cukup panjang, mulai 07.00 sampai tengah hari. Sesi latihan sore hari kembali diselenggarakan di Cipayung. Dengan jadwal tersebut, para pemain wajib berkumpul sebelum pukul 06.00 untuk bersiap-siap berangkat bersama.

Perubahan lain juga terjdi pada jadwal latihan Rabu siang. Sebelumnya, penggawa Cipayung beristirahat latihan. Namun, mulai pekan ini, latihan tetap digeber dengan porsi yang lebih ringan.

Richard Mainaky, pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung, menyambut baik program itu. Maklum, nomor ganda campuran boleh dibilang selalu menjadi andalan. Meski, penampilan Nova Widianto saat ini mulai menurun seiring bertambahnya usia. “Ini perubahan besar karena sebelumnya tidak ada. Kalau tujuannya bagus, kenapa tidak dilaksanakan?” ujar Richard kepada Jawa Pos kemarin (28/6).

Kesempatan anak asuhnya berlatih di Mabes TNI dianggap sebagai latihan yang ideal. Maklum, tidak ada trek lari yang panjang di Cipayung. Malah, biasanya para pemain berlari di dalam gedung latihan. Tentu, mereka tak bisa maksimal karena lintasan cukup pendek dan berbentuk segi empat. Trek lari di luar gedung pun cukup bergelombang yang membuat lari tak bisa kencang.

Malah, seluruh anak asuhnya, Liliyana Natsir, Lita Nurlita, Richi Puspita Dili, Pia Zebadiah, Debby Susanto, Muhammad Rijal, Fran Kurniawan, dan Tantowi Ahmad, diwajibkan melahap seluruh porsi latihan. “Hanya Nova yang saya beri perhatian khusus. Sebab, kondisinya justru akan drop jika dibebani latihan berat,” jelas Richard.

Program anyar itu, menurut dia, juga tak akan menganggu persiapan menuju Kejuaraan Dunia di Hyderabag, India, Agustus nanti. “Sekarang, memang saya fokuskan untuk berlatih fisik lebih dulu bagi pemain utama yang mau berangkat ke India. Bagi yang muda, mereka malah harus menambah ketrrampilan,” bebernya.

Aryono Miranat, pelatih ganda wanita pelatnas Cipayung, juga setuju dengan program tersebut. Maklum, dia memiliki pekerjaan rumah (PR) yang tidak ringan. Apalagi, sektor itu memang sering dipandang sebelah mata.

“Kalau melihat antusiasme anak-anak saat ini, tak ada masalah. Sebab, mereka malah tak segan menambah latihan sendiri selama ini. Lagi pula, Senin dan Kamis pagi memang jatah berlatih anak-anak di lapangan Cipayung,” ujar Aryono. (vem/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

 
%d bloggers like this: