SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    July 2009
    M T W T F S S
    « Jun   Aug »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,603 other followers

Stenny Kusuma setelah Tiga Tahun di Spanyol (Pindah ke Sevilla, Prestasi Semakin Berkembang)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 30, 2009


StennyStenny Kusuma tampil meyakinkan di dua babak awal Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jatim 2009. Sabetan raketnya sanggup mengandaskan lawan-lawannya.

Pada babak pertama, Stenny mengalahkan Hari (Boschlamps). Pada babak kedua kemarin (28/7), dia mengandaskan Siswanto (Pelatnas Pratama). Saat ditemui di GOR Sudirman, Surabaya, tempat pelaksanaan Sirnas Jatim, kemarin Stenny masih kelelahan dan meneteskan peluh. Maklum, dia baru saja bertanding.

Tiga tahun sudah, atlet kelahiran Surabaya 7 April 1986 itu menghabiskan waktu di Spanyol. Baru tahun ini, pebulu tangkis yang dibesarkan Suryanaga tersebut kembali ke Indonesia. Turnamen pertama yang diikutinya setelah kembali adalah Sirnas Jateng di Tegal yang berakhir 25 Juli lalu. Di sana, dia hanya mampu bertahan di babak pertama setelah dikalahkan Nandang Arif Saputro.

Di Sirnas Jatim, dia juga merasa belum yakin bisa melaju sampai babak-babak penting. ”Sebenarnya, saya tidak pasang target di Sirnas Jatim. Hanya ingin menjajal kemampuan bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Stenny.

Dalam dua kejuaraan itu, dia membela bendera Spanyol. Pebulu tangkis bertinggi badan 180 cm tersebut mengatakan, di Spanyol levelnya memang masih jauh jika dibandingkan dengan Indonesia. Itu disebabkan bulu tangkis bukan termasuk olahraga populer di Negeri Matador tersebut. Dia menyatakan, orang di sana lebih tertarik bermain sepak bola atau tenis.

Lalu, bagaimana Stenny bisa berkiprah di negeri yang begitu jauh dari Indonesia tersebut? Setelah didepak dari pelatnas pada 2003 yang dihuninya selama setahun, dia tidak yakin karirnya di bulu tangkis bisa berkembang baik. Tapi, justru tawaran menarik menghampirinya. Itu terjadi pada 2005.

”Waktu itu, ada dua orang dari Spanyol datang ke Suryanaga untuk mencari pemain. Kebetulan, saya dan Hendri Winarto sedang main. Akhirnya, saya yang ditawari oleh pengurus Suryanaga,” ungkapnya. ”Setelah lihat permainan saya dan Hendri, sepertinya mereka cocok dan langsung menawari kami kontrak,” lanjutnya.

Sembilan bulan setelah itu, dia resmi menjadi pebulu tangkis pelatnas Spanyol di Madrid. Stenny mengatakan, banyak kendala yang dihadapi dirinya dan Hendri, terutama masalah bahasa. Sebab, saat mau berangkat, mereka tidak belajar bahasa Spanyol sama sekali. Itu disebabkan di Surabaya tidak ada kursus bahasa Spanyol. Tapi, setelah tujuh bulan di sana, Stenny mengatakan, dirinya dan Hendri sudah bisa berbahasa Spanyol.

Sama dengan ketika melakoni pelatnas di tanah air, di Spanyol Stenny hanya bertahan setahun. Tapi, hal itu tak membuatnya memutuskan untuk pulang ke tanah air. Putus dari pelatnas, dia menerima tawaran untuk bermain di Sevilla.

”Saya memutuskan keluar dari pelatnas Spanyol karena tidak cocok dengan pengurusnya. Kebetulan, waktu itu ada tawaran dari klub bulu tangkis Riconada di Sevilla yang akhirnya saya terima,” kata penghuni peringkat 303 BWF itu. Hal serupa dilakukan Hendri. Dia pindah ke sebuah klub bulu tangkis di Huelva.

Tak disangka, di Riconada, Stenny justru lebih berkembang. Gelar kejuaraan nasional sempat direbutnya. Puncaknya, dia berhasil menjadi juara di Portugal Challenge 2009. Atlet yang mengaku pendukung klub Premier League Arsenal itu mengatakan, di Riconada dirinya lebih nyaman karena merasa lebih dipercaya. Tak hanya sebagai pemain, tapi juga sudah diminta untuk melatih anak-anak di klub tersebut.

Bahkan, berkat pengalamannya sebagai pelatih di Spanyol, Stenny berencana mengambil lisensi pelatih, meski usianya baru 23 tahun. ”Saya akan minta izin ke bos Riconada, tahun ini mau pulang untuk mengambil lisensi pelatih,” katanya. (diq)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: