SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2009
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,682 other followers

Profile : Ardiansyah, Mantan Pelatnas yang Akan Ikut Liga Austria (Pernah Stres, Nikmati Dugem, lalu Main Tarkam )

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 2, 2009


Bagi Ardiansyah, bulu tangkis adalah bagian dari hidupnya. Sejak anak-anak dia memupuk harapan menjadi pebulu tangkis andal.

Impiannya kian dekat sejak dirinya direkrut masuk pelatnas pada 2000. Tapi, tiba-tiba angan untuk mendunia sebagai pemain bulu tangkis sirna ketika pada 2004 dia dicoret dari pelatnas.

”Saya diberhentikan dari pelatnas bukan karena kemapuan saya menurun, tapi karena indisipliner,” kata Ardiansyah saat ditemui di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin (31/7).

Tapi, pria kelahiran 7 Juni 1983 tersebut menolak menyebutkan pelanggaran yang dilakukan sampai harus dikeluarkan dari pelatnas. ”Yang jelas, keluar dari pelatnas membuat saya kehilangan semangat dan stres,” ujarnya.

Ardiansyah mengungkapkan, setelah dikeluarkan dari pelatnas, dirinya mengalami stres berat. Dia juga ogah mengayunkan raket lagi. Selama masa-masa berat tersebut, dia terjerumus ke dunia malam. Waktunya dihabiskan untuk dugem.

”Waktu setahun itu, saya sering pergi pagi, pulang pagi. Bagaimana nggak stres, sejak kecil saya sudah main bulu tangkis,” kenangnya.

Beruntung, akhirnya dia sadar dan menjauhi kehidupan yang semakin menghancurkan masa depannya tersebut. Dia menuturkan, yang membuat dirinya sadar adalah Sisca Yunita, pacarnya saat itu, yang sekarang menjadi istrinya.

”Waktu itu Sisca mengancam, kalau saya masih doyan dugem, dia akan meninggalkan saya,” ucapnya.

Mereka pun akhirnya menikah pada 2005. Meski sudah lepas dari masa-masa gelap, Ardiansyah masih enggan mengayunkan raket. Karena sudah tidak menjadi pebulu tangkis, akhirnya dia memilih mengelola bisnis lapangan bulu tangkis milik keluarganya di Bekasi.

Selama tiga tahun dia menjalankan bisnis yang dibangun sejak 1995 tersebut. Menjalankan bisnis bulu tangkis tak membuat Ardiansyah kembali tertarik bermain.

Dia mengaku hanya melihat, tanpa ada keinginan kembali bermandi peluh di lapangan. Dia bilang, kembali bermain bulu tangkis membuat dirinya sakit hati karena teringat masa lalu.

Ternyata, hasrat untuk bermain bulu tangkis mengalahkan rasa sakit hatinya tersebut. Bapak dua anak itu mengungkapkan, dirinya akhirnya kembali bermain bulu tangkis pada 2007.

Itu terjadi ketika dia diajak M. Ojat Sudrajat, seorang pengusaha, untuk bermain bulu tangkis dalam sebuah ekshibisi di Tangerang. ”Waktu itu, saya dibayar sejuta setiap kali main. Saya sempat main tiga kali,” katanya.

Setelah melakukan pembicaraan dengan Ojat, mereka pun memutuskan membuat sebuah klub yang akhirnya dinamakan PB Ganesha. Ardiansyah pun akhirnya resmi comeback ketika mengikuti Sirnas Ratih Open 2008.

Tak disangka, kemampuannya ternyata belum luntur. Di kejuaraan perdananya itu, dia berhasil menembus final dan berhadapan dengan Budi Santoso (Mutiara Bandung).

Sejak itu, dia pun kembali bermain bulu tangkis dari turnamen ke turnamen. Meski, motivasinya bukan untuk berprestasi, tapi mengumpulkan uang hadiah. Ardiansyah menuturkan, tahun lalu, dirinya mengikuti sepuluh turnamen resmi dan sejumlah kejuaraan tarkam (antarkampung). ”Biasanya, setiap tarkam saya patok Rp 3 juta. Saya main tarkam sampai ke Papua dan Kalimantan juga,” jelasnya.

Tak disangka, jalan lain akhirnya terbuka. Ardiansyah ditawari main di Liga Austria oleh seorang pemain bulu tangkis di sana. Dia mengaku sudah meneken kontrak berdurasi setahun dan akan bermain di Liga Austria membela Asko Traun sampai April 2010.

”Di Austria, saya digaji Rp 15 juta sebulan,” ungkapnya. (diq)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: