SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2009
    M T W T F S S
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for December 2nd, 2009

Super Series Masters Finals 2009 : Sayang, Yonathan/Rian Buang Enam Set Point

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 2, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putra Indonesia Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, menelan kekalahan menyesakkan di partai perdana Grup A Super Series Masters Finals di Johor Bahru, Rabu (2/12). Satu-satunya pasangan Pelatnas Cipayung yang tampil di turnamen berhadiah 500.000 dollar AS ini menyerah dua set langsung, 24-26, 20-22 dari pasangan China, Xu Chen/Guo Zhendong.

Ini membuat Yonathan/Rian harus bekerja ekstra keras di dua pertandingan selanjutnya ketika melawan pasangan-pasangan Malaysia. Jika ingin lolos ke semifinal, mereka wajib menaklukkan Tan Boon Heong/Koo Kian Keat, yang juga kalah dari kompatriotnya, Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Abdul Latif Mohd Zakry, pada laga perdananya tadi pagi.

Yonathan/Rian membuang kesempatan untuk meraih kemenangan pada pertandingan ini, karena keuntungan besar di set pertama dibuang percuma. Pasalnya, Yonathan/Rian total mendapat enam set point, tetapi semuanya tak bisa diselesaikan untuk meraih kemenangan.

Mereka sudah sempat unggul jauh sejak memimpin 14-8 sampai 20-16. Sayang, meskipun hanya membutuhkan satu poin lagi untuk menyelesaikan set pertama, Yonathan/Rian justru tertahan dan dipaksa deuce. Dalam kondisi kritis ini, Yonathan/Rian sempat meraih dua set point, ketika memimpin 22-21 dan 24-23. Tetapi, mereka lagi-lagi gagal sampai akhirnya Chen/Zhendong yang memenangkannya dengan 26-24.

Di awal set kedua, Yonathan/Rian sering tertinggal. Namun setelah mampu menyamakannya menjadi 15-15, ganda Pelatnas ini terus melejit sampai memimpin 19-16. Mirip set pertama, perolehan poin Yonathan/Rian kembali tertahan sehingga pasangan China bisa mengejar, dan menang 22-20.

Dengan hasil tersebut, maka dua ganda Indonesia gagal di hari pertama turnamen ini. Pada laga tadi pagi, pasangan non-Pelatnas yang tergabung di Grup B, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, juga tak berkutik menghadapi pasangan Denmark, Carsten Mogensen/Mathias Boe.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Super Series Masters Finals 2009 : Awal yang Bagus bagi Hendra AG/Vita

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 2, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda campuran Indonesia, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, mengawali perjuangannya di ajang Super Series Masters Finals dengan hasil yang menggembirakan. Dalam laga perdananya, Rabu (2/12) di Johor Bahru, Hendra AG/Vita yang tergabung di Grup B menang straight set 21-14, 21-13 atas pasangan Thailand, Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul.

Ini tentu hasil yang menggembirakan karena bisa membuka peluang mantan pasangan Pelatnas Cipayung tersebut lolos ke semifinal. Akan tetapi, mereka harus bisa meraih hasil positif lagi pada dua pertandingan berikutnya di grup ini, yaitu melawan pasangan India, V Diju/Gutta Jwala, dan pasangan Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg.

Kemenangan ini juga menjadi hiburan bagi Hendra AG yang juga bermain di nomor ganda putra. Pasalnya, di sektor tersebut (ganda putra), Hendra AG yang berpasangan dengan Alvent Yulianto Chandra dan tergabung di Grup B menyerah dua set langsung, 16-21, 18-21, dari pasangan Denmark, Carsten Mogensen/Mathias Boe. Mereka masih memiliki peluang lolos apabila berhasil meraih kemenangan di dua laga selanjutnya saat melawan ganda Korsel, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, dan pasangan Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson.

Hendra AG/Vita masih terlalu perkasa bagi Songphon/Kunchala, yang merupakan juara Jepang Terbuka Super Series pada bulan September tersebut (di final, lawan mereka ini mengalahkan ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen). Buktinya, mereka hanya membutuhkan waktu 21 menit untuk mengalahkan pasangan Thailand yang sedang naik daun tersebut.

Di set pertama, Hendra AG/Vita dengan cepat menjauh dari kejaran lawannya. Selepas skor 1-1, Hendra AG/Vita meraih empat poin, dan terus meninggalkan Songphon/Kunchala yang akhirnya menyerah 14-21.

Pada set kedua, Songphon/Kunchala berusaha bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Akan tetapi, perjuangan mereka hanya maksimal sampai skor 4-4 karena setelah itu Hendra AG/Vita kembali melejit sampai akhirnya menang 21-13 untuk memastikan diri meraih kemenangan pada partai perdananya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Super Series Masters Finals 2009 : Terburu Nafsu, Taufik Kalah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 2, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Gara-gara terburu-buru, Taufik Hidayat akhirnya dikalahkan pemain China, Bao Chunlai, di babak awal Grup A Super Series Masters Finals di Johor Bahru, Rabu (2/12).

Di game pertama, kedua pemain bertarung ketat sebelum Taufik menyerah 18-21. Setelah kehilangan game pertama, Taufik langsung memimpin 7-0 pada awal game kedua. Ia tidak terkejar oleh lawan yang mengalahkannya di final Jepang Super Series itu hingga kedudukan 20-17.

Namun, empat poin beruntun yang dihasilkan Bao membalikkan keadaan sehingga pemain China itu unggul tipis 21-20. Setelah itu kedua pemain bergantian meraih poin hingga kedudukan 24-24, sebelum Bao memenangi dua poin beruntun untuk menyudahi pertandingan dalam 45 menit.

“Iya sayang banget, terkejar setelah unggul 20-17. Terlalu terburu-buru tadi. Tapi saya sudah berusaha tetap saja kalah juga,” kata peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu seusai pertandingan.

Selanjutnya Taufik akan menghadapi pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei, yang juga juara bertahan dalam turnamen tutup tahun berhadiah total 500.000 dollar AS itu pada pertandingan Grup A selanjutnya.

Taufik mengaku bahwa grupnya yang terdiri atas Lee Chong Wei, Bao Chunlai, dan Hsieh Yu Shin dari Taiwan lebih berat dibanding Grup B yang terdiri atas Peter Gade (Denmark), Park Sung Hwan (Korea), Jan O Jorgensen (Denmark), dan Boonsak Ponsana (Thailand).

Menghadapi peraih medali perak Olimpiade Beijing, Lee Chong Wei, Taufik harus menang untuk mempertahankan peluangnya ke semifinal tetap hidup. “Ya harus menang kalau kalah ya… kecebur,” katanya berseloroh.

Dua pemain/pasangan terbaik dalam setiap grup akan maju ke semifinal. Di Grup B, finalis tahun lalu, Peter Gade, meraih kemenangan pertama setelah mengalahkan rekan senegaranya, Jan O Jorgensen, 21-12 21-15.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Bulu Tangkis “Disingkirkan” ke Wembley Arena

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 2, 2009


LONDON, KOMPASA.com — Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF) tidak ingin cabang bulu tangkis pada Olimpiade 2012 dipertandingkan terpisah dengan cabang-cabang lain.

Panitia penyelenggara Olimpiade 2012 bersikeras telah mendapat dukungan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menyelenggarakan pertandingan bulu tangkis di Wembley yang berjarak sekitar 40 menit dari perkampungan olimpiade yang tengah dibangun. Mereka mengatakan, pilihan tempat ini akan membuat panitia menghemat 40 juta poundsterling ketimbang membangun gedung baru.

Namun, pihak BWF mengaku tidak setuju dengan rencana ini. “Bagi kami, keputusan ini akan berpengaruh kepada para penonton dan pemain,” demikian pernyataan tertulis BWF.

Pemilihan Wembley Arena didukung oleh Wali Kota London Boris Johnson dan Komite Pelaksana London untuk Olimpiade (LOGOC). “(Keputusan) ini merupakan kombinasi dari biaya serta keberadaan dan pengalaman. Kita semua tahu, dunia sudah sangat berubah sejak kami mengajukan permintaan (jadi penyelanggara),” kata Ketua LOGOC Sebastian Coe.

Selian bulu tangkis, cabang lain yang “disingkirkan” ke Wembley Arena adalah cabang olahraga senam. Padahal, saat mengajukan penawaran menjadi tuan rumah pada 2005, panitia menjanjikan kedua cabang ini dipertandingkan di perkampungan olimpiade.

Ketua BWF Dr Kang Young Joong memiliki argumentasi yang lain. “Olimpiade merupakan puncak dari olahraga dan kami dari BWF, baik pemain maupun pengurus, memiliki tanggung jawab memperkenalkan bulu tangkis ke media dan dunia dengan segala cara,” kata Kang.

Indonesia memiliki tradisi emas di cabang bulu tangkis sejak pertama kali dipertandingkan di Olimpiade pada 1992. Pada 1992, Indoesia meraih dua emas melalui Susy Susanti dan Alan BK, 1996 melalui Ricky Subagja/Rexy Mainaky, 2000 melalui Tony Gunawan/Candra Wijaya, 2004 melalui Taufik Hidayat, serta 2008 melalui Markis Kido/Hendra Setiawan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lin Dan Fashion Apparel from Li Ning

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 2, 2009


Li Ning sports Apparel Company that sponsors the Chinese national badminton team has launched a series of fashion apparel dedicated to Lin Dan, who is a dominant Chinese player in World Badminton.

This collection comprising of street style fashion clothing worn by the superstar, will hit Li Ning stores soon. Fans of Lin Dan and common public are the target customers of this collection, said the badminton player.

The Olympic and three-time world champion gives his feedbacks on designs to Li Ning designers for creating more appealing products as he believes that youngsters have different thoughts and ideas on the products.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: