SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2009
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for December 4th, 2009

Super Series Masters Finals 2009 : Pupuslah Harapan Hendra AG/Vita ke Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Pupuslah harapan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa untuk maju ke semifinal turnamen bulu tangkis Super Series Masters Finals. Dalam laga krusial di Johor Bahru, Jumat (4/12), mantan pasangan Pelatnas Cipayung itu kalah 15-21, 21-16, dan 15-21 dari ganda campuran Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg.

Hasil tersebut membuat Hendra AG/Vita gagal ke babak empat besar turnamen berhadiah 500.000 dollar AS ini karena, dari tiga kali pertandingan di Grup B, mereka kalah dua kali. Pada laga pembuka, Rabu (2/12), Hendra AG/Vita menang 21-14, 21-13 terhadap pasangan Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, dan setelah itu menyerah 18-21, 16-21 dari pasangan India, V Diju/Gutta Jwala.

Padahal, hanya Hendra AG/Vita satu-satunya wakil Indonesia yang memiliki peluang ke semifinal. Ketiga wakil lainnya, tunggal putra Taufik Hidayat, serta dua ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Hendra AG dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, sudah lebih dulu tersingkir karena langsung kalah di dua pertandingan pertama. Dengan demikian, tak ada wakil Indonesia yang lolos.

Baik Clark/Kellogg maupun Hendra AG/Vita memang mengejar kemenangan di pertandingan ini untuk menyegel tiket ke semifinal sehingga pertarungan berlangsung sengit sejak set awal. Akan tetapi, Clark/Kellogg tampil lebih agresif dan memiliki akurasi jauh lebih baik dari Hendra AG/Vita sehingga lebih mendominasi set pertama. Selepas skor imbang 4-4, pasangan Inggris tersebut tak terkejar lagi hingga menang 21-15.

Di set kedua, Hendra AG/Vita berusaha bangkit untuk menyamakan skor. Usaha pasangan Indonesia ini membuahkan hasil karena, meskipun berlangsung ketat, mereka terus memimpin perolehan angka sampai menang 21-16 dan memaksa rubber set.

Pada set penentuan, performa Hendra AG/Vita malah jauh menurun. Ini membuat Clark/Kellogg sangat mendominasi karena langsung unggul 6-0, serta tak terkejar lagi sampai menang 21-15 dan memastikan diri sebagai juara Grup B. Mereka didampingi oleh pasangan India, Diju/Gutta, yang menang 21-12, 21-8 atas Songphon/Kunchala.

Bagi Hendra AG/Vita, kekalahan ini membuat mereka harus puas menempati peringkat tiga Grup A.

Rian/Yonathan Juru Kunci

Ganda putera Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama akhirnya terpuruk di urutan terbawah Grup A setelah kalah lagi menghadapi Moh Tazari Moh Fairuzizuan/Moh Zakry Abdul latif.

Rian/Yonathan tidak berdaya menghadapi ganda Malaysia tersebut dan menyerah 13-21 13-21 dalam 24 menit dalam pertandingan yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia ini.

Ini merupakan kekalahan ketiga buat ganda Pelatnas Cipayung ini. Sebelumnya mereka kalah saat menghadapai ganda China Guo Zhendong/Xu Chen 24-26 20-22 di pertandfngan Rabu. Sementara dalam pertandingan kedua, mereka dikalahkan pasangan Malaysia lainnya, Tan Boon Heong/Koo Kien Keat 15-21 14-21.

Wakil grup A masih akan ditentukan hasil pertandingan antara Tan Boon Heong/Koo Kien Keat dan ganda China, Xu Chen/Guo Zhendong.

Berikut ini adalah jadwal semifinal :

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hendrawan still believes in Hafiz

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


NATIONAL singles coach Hendrawan has not thrown in the towel yet on the enigmatic Hafiz Hashim and believes the former All England champion can make a difference for Malaysia in the Laos Sea Games on Dec 9-18.

World No 1 Lee Chong Wei and men’s doubles Koo Kien Keat-Tan Boon Heong and Zakry Latif-Fairuzizuan Tazari are seen as the trump cards in Malaysia’s bid for the team gold but Hendrawan begs to differ.

Hendrawan believes that if Hafiz can utilise his experience and progress he has shown lately, he will make an impact in the team event.

Malaysia are expected to play Thailand in the semi-finals and Indonesia in the final and this is where Hafiz must deliver.

Malaysia’s other singles players — Kuan Beng Hong and Liew Daren — are also under Hendrawan’s guidance and the Indonesian expects them to stand and be counted if given the opportunity to see action in crunch matches.

“Malaysia are not just about one singles and two doubles in the team event as I believe we can fight for all five points. Hafiz’s role in Laos will be very crucial as he must perform well to earn the trust of his teammates,” said Hendrawan yesterday.

“If Hafiz can win in both the crucial matches, we have a good chance of winning gold. I also expect the third singles, whether Beng Hong or Daren, to be able to raise their performance and contribute to the team’s cause.

“This is the first test before we go into more important team events next year like the Thomas Cup, Asian Games and Commonwealth Games. I want my players to prove that they can perform in team events.

“Thailand and Indonesia will be huge factors in the major events next year (except for the Commonwealth Games) and results in Laos will indicate where we stand.”

“This is a big test for Hafiz and also a chance for him to announce that there are still some good years of badminton in him.”

Hafiz faces a difficult opening match against two-time champion Sony Dwi Kuncoro of Indonesia in the individual event but Hendrawan welcomed the early challenge.

“It will be tough against Sony but Hafiz cannot give up. If he can beat Sony, there is a good chance of him winning a medal and this is what he must aim for.

“The pressure will be on Sony as Indonesia are aiming for the men’s singles gold.”

Hafiz, with his win over Sony, was instrumental in guiding Malaysia to the team gold in Manila ’05 but lost to another Indonesian, Simon Santoso in the individual semi-final.

That was Hafiz’s last significant contribution to Malaysia but the 28-year-old has been given yet another chance to prove his worth and failure will mean letting his teammates down.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Super Series Masters Finals 2009 : Lengkap Sudah Kegagalan Taufik; Alvent/Hendra Terhindar dari Juru Kunci

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Taufik Hidayat menelan kekalahan ketiga dalam tiga pertandingan di grup A Super Series Masters Finals di Johor Bahru, Jumat (4/12).

Dalam pertandingan terakhir ini, Taufik dikalahkan pemain Taiwan, Hsih Yu hsin. Taufik menyerah dalam dua game 17-21 15-21 dalam waktu 31 menit. Bagi kedua pemaia ini, hasil ini sudah tidak menentukan karena keduanya sudah pasti gagal ke semifinal setelah mengalamai dua kali kekalahan.

Dalam pertandingan kedua, Kamis malam, Taufik dikandaskan lawan berat sekaligus teman dekatnya asal Malaysia, Lee Chong Wei. Taufik yang sempat mengalami cedera pekan lalu, menyerah dalam dua game 6-21 13-21 dan gagal ke semifinal turnamen berhadiah 500 ribu dolar AS ini.

Sementara di pertandingan pertama, Rabu (2/12), Taufik juga kalah dalam dua game 18-21, 24-26 dari pemain China, Bao Chunlai. Dengan tiga kali kekalahan ini, lengkap sudah penderitaan Taufik dan ia harus terpuruk di urutan terbawah grup A.

Sementara itu, ganda putera Alvent Yulianto/Hendra AG terhindar dari posisi juru kunci Grup B Super Series Masters Finals setelah menang atas lawan mereka, Jumat (4/12).

Alvent/hendra yang sudah tidak lagi bergabung dengan pelatnas Cipayung mengalahkan ganda putera Inggris, Anthony Clark/Nathan Roberston 21-16 21-18. Dalam pertandingan yang berlangsung di Johor Bahru ini, Alvent/Hendra menang dalam 24 menit.

Ini merupakan satu-satunya kemenangan Alvent/Hendra dalam tiga pertandingan Grup B. Di pertandingan pertama mereka kalah dari pasangan Denmark Carsten Mogensen/Mathias Boe 16-21 18-21 dalam 40 menit. Sementara di partai kedua, Kamis (3/12), Alvent/Hendra tidak berdaya menghadapi ganda Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dan kalah 19-21 19-21 dalam 34 menit.

Dengan hasil ini, ganda Inggris, Anthony Clark/nathan Roberston berada di urutan terbawah Grup B. Baik pasangan Indonesia dan Inggris ini sudah gagal ke semifinal karena mengalami dua kali kekalahan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Super Series Masters Finals 2009 : Yonathan/Rian Kalah Kelas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra Pelatnas Cipayung, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, dipastikan gagal melangkah ke semifinal Super Series Masters Finals. Pasalnya, mereka kembali menelan kekalahan pada laga kedua Grup A turnamen berhadiah 500.000 dollar AS ini, ketika melawan ganda putra nomor satu dunia asal Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

Dalam pertandingan berdurasi 30 menit di Johor Bahru, Kamis (3/12), Yonathan/Rian menyerah 15-21, 14-21. Dengan demikian, finalis Jepang Terbuka Super Series ini berada di dasar klasemen karena sudah menelan dua kekalahan straight set. Kemarin, Yonathan/Rian juga ditaklukkan ganda China, Xu Chen/Guo Zhendong, dengan 26-24, 22-20.

Satu-satunya pemain pelatnas yang tampil di turnamen ini masih memiliki satu pertandingan lagi. Namun, laga pamungkas melawan pasangan Malaysia, Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Abdul Latif Mohd Zakry, ini tak menentukan lagi nasib mereka. Namun, kemenangan ini demi gengsi agar mereka tak pulang dengan kekalahan 100 persen.

Yonathan/Rian memang kalah kelas menghadapi Koo/Tan yang tampil sangat bagus. Praktis, sepanjang pertandingan dua set itu, Yonathan/Rian lebih banyak menerima serangan bertubi-tubi yang membuat pertahanan mereka jebol.

Di awal set pertama, Yonathan/Rian langsung tampil agresif untuk meraih poin. Sementara itu, pasangan Malaysia yang pada laga perdana kalah dari kompatriotnya, Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Abdul Latif Mohd Zakry, tampak bermain “santai” untuk menjajal kekuatan pasangan Indonesia.

Sempat tertinggal 3-7, Koo/Tan mulai bangkit dan tampil sangat agresif. Smes-smes keras yang dilancarkan membuat Yonathan/Rian harus jatuh-bangun. Setelah skor 10-10, Koo/Tan tak terbendung lagi karena mereka terus memimpin sampai menang 21-15.

Di set kedua, pertarungan berlangsung lebih alot dan menghibur karena Yonathan/Rian sempat menunjukkan permainan yang atraktif ketika menerima smes keras dari lawan. Meskipun demikian, Yonathan/Rian tak mampu mengimbangi “keganasan” Koo/Tan yang mengakhiri set kedua dengan skor 21-14.

Dengan hasil ini, Koo/Tan membuka peluang maju ke semifinal. Pada laga terakhir besok, mereka harus mengalahkan Xu Chen/Guo Zhendong, yang kembali meraih kemenangan straight set atas Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Abdul Latif Mohd Zakry.

Kegagalan Yonathan/Rian ke semifinal membuat Indonesia tak punya wakil ke semifinal untuk nomor ganda putra. Pasalnya, ganda putra non-pelatnas, Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan, juga dipastikan tersingkir karena sudah menelan dua kekalahan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

SEA Games XXV Laos : Bulu Tangkis Indonesia Target Juara Umum

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Tim bulu tangkis Indonesia tak memasang target muluk di SEA Games XXV 2009 Laos. Pasalnya, persaingan kali ini lebih berat dibandingkan dengan dua tahun lalu di Thailand, ketika Indonesia menyapu bersih tujuh medali emas yang diperebutkan.

Meski demikian, Ketua Subbid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata mengatakan, Indonesia tetap menargetkan menjadi juara umum. Jadi, kalau yang diperebutkan tujuh medali emas, paling tidak Indonesia harus bisa mendapat lebih dari setengah, ujarnya.

Untuk itu, para pemain masih terus menjalani latihan hingga saat-saat terakhir menjelang keberangkatan. Selain menjaga kondisi fisik agar tidak menurun, juga meningkatkan keterampilan bermain bagi pemain muda.

“Kalau berangkatnya malam, Senin pagi mereka masih latihan, untuk

menjaga kondisi agar tidak menurun,” ujar Christian.

Bagi atlet-atlet muda seperti Tommy Sugiarto dan Linda Weni Fanetri, Christian mengatakan, latihan hingga saat-saat terakhir bukan hanya menjaga kondisi tetapi juga bertujuan meningkatkan tekhnik dan kemampuan bermainnya.

Bulu tangkis ditargetkan meraih lima medali emas dalam SEA Games di Laos yang akan berlangsung 9-18 Desember 2009. Medali emas diharapkan diperoleh dari nomor beregu putra, ganda putra, ganda campuran, ganda putri, tunggal putra atau beregu putri.

Sebanyak 18 pemain, masing-masing sembilan putra dan putri, akan tampil untuk mewujudkan target tersebut bagi Merah Putih.

Pasangan juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan yang akan menjadi andalan dalam nomor beregu dan perorangan, tampak berlatih keras bersama pelatihnya, Sigit Pamungkas.

Ganda putra peringkat tiga dunia itu mengatakan lawan yang harus

diwaspadai selain pasangan Malaysia–Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dan Mohd Zakry/Mohd Fairuzizuan–, juga ganda Singapura.

Sedang bagi Sony Dwi Kuncoro yang juga diharapkan memberi kontribusi pada tunggal putra dan beregu, harus mewaspadai hadirnya peringkat satu dunia Lee Chong Wei, pemain Thailand Boonsak Ponsana dan pemain Vietnam Nguyen Tien Minh, yang beberapa kali berhasil mengalahkan pemain-pemain top dunia.

“Pokoknya nanti, siapa pun lawannya akan saya hadapi dengan bermain habis-habisan,” kata Sony yang akan didampingi Simon Santoso dan Tommy Sugiarto pada tunggal putra.

Tim bulu tangkis menurut rencana akan bertolak menuju Laos pada Senin (7/12) bersama rombongan besar kontingen Indonesia.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Christian : SEA Games Kali Ini Berat

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Ketua Subbid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata menilai, SEA Games 2009 di Laos kali ini lebih berat dibanding dua tahun lalu di Thailand. Pasalnya, kali ini negara-negera kuat menurunkan kekuatan terbaiknya.

Ketika di Thailand, tim bulu tangkis Indonesia memborong tujuh medali emas yang diperebutkan. Waktu itu, hanya Thailand yang diperhitungkan.

“Dulu yang turun dengan kekuatan penuh hanya kita (Indonesia), sehingga yang diwaspadai hanya tuan rumah Thailand,” kata Christian saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/12).

“Kali ini, putra-putri Thailand sudah mengalami perkembangan bagus

sehingga bisa menjadi saingan kita dalam nomor perorangan,” katanya.

Sedangkan untuk nomor beregu, selain Thailand, Indonesia akan menghadapi tantangan berat dari Malaysia yang pada SEA Games Thailand dua tahun lalu menurunkan pemain-pemain muda, tetapi kali ini juga turun dengan kekuatan penuh.

Tampilnya Malaysia dengan kekuatan penuh juga menambah pesaing pada nomor perorangan. “Adanya Lee Chong Wei dan pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong membuat situasinya tidak mudah,” tambahnya.

Ia mengaku sulit untuk memprediksi karena kekuatan saat ini merata. “Semua pernah menang tetapi juga pernah kalah,” kata Christian seraya mencontohkan pertemuan Sony Dwi Kuncoro dengan Lee Chong Wei yang pernah saling mengalahkan.

Dengan kondisi berimbang seperti itu, katanya, yang menjadi kunci untuk memenangi kompetisi adalah motivasi untuk meraih kemenangan.

“Siapa yang mempunyai keinginan kuat, dia yang akan menang,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Super Series Masters Finals 2009 : Taufik Tak Berdaya Hadapi Chong Wei

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Taufik Hidayat tak berdaya menghadapi Lee Chong Wei. Dalam laga keduanya di turnamen bulu tangkis Super Series Masters Finals, Kamis (3/12) di Johor Bahru, Taufik menyerah dua set langsung, 6-21, 13-21, sehingga mantan pemain Pelatnas Cipayung ini dipastikan gagal melangkah ke semifinal turnamen berhadiah 500.000 dollar AS tersebut.

Sehari sebelumnya, Taufik juga kalah straight set 18-21, 24-26 dari pemain China, Bao Chunlai. Dengan demikian, mantan juara dunia 2005 ini untuk sementara menghuni dasar klasemen sementara Grup A. Taufik berpeluang terhindar dari posisi ini (juru kunci) jika pada pertandingan terakhir yang tak lagi menentukan langkahnya berhasil mengalahkan pemain Taiwan, Hsieh Yu Hsin.

Dengan demikian, tiga wakil Indonesia yang tampil di Super Series Masters Finals ini dipastikan gagal karena semuanya sudah menelan dua kekalahan. Selain Taufik, masih ada dua ganda putra, yaitu pemain non-pelatnas, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, dan pemain pelatnas, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.

Hanya ganda campuran Hendra AG/Vita Marissa yang berpeluang meskipun kalah di pertandingan kedua karena kemarin mereka meraih kemenangan. Mantan pasangan pelatnas ini harus menang atas pemain Thailand dalam laga pamungkas Grup B, Jumat (4/12), untuk memperoleh tiket babak empat besar.

Dalam pertarungan berdurasi 28 menit ini jelas terlihat bahwa Taufik sangat kesulitan mengimbangi permainan cepat Chong Wei. Di set pertama, Chong Wei dengan mudah meraih poin sehingga pemain nomor satu dunia tersebut melaju sangat kencang. Taufik hanya sempat menyamakannya di skor 2-2. Setelah itu, Chong Wei melejit sampai menang 21-6.

Di set kedua, Taufik berusaha bangkit. Namun, perlawanan peraih medali emas Olimpiade Athena itu hanya mampu mengimbangi Chong Wei sampai skor 10-10 karena setelah itu Taufik kembali jauh tertinggal sampai akhirnya menyerah 13-21.

Hasil ini membuat Chong Wei dan Bao Chunlai sebagai wakil dari Grup A maju ke semifinal. Kedua pemain ini meraih tiket tersebut setelah meraih dua kemenangan karena, pada pertandingan lain, Bao Chunlai menang rubber set 17-21, 21-8, dan 21-16 atas Hsieh Yu Hsin.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Alvent/Super Series Masters Finals 2009 : Hendra Kalah Lagi, Vita/Hendra Masih Berpeluang

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 4, 2009


JOHOR BAHRU, Kompas.com – Ganda putera, Alvent Yulianto/Hendra AG dikalahkan ganda Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae di pertandingan grup B Super Series Masters Finals, Kamis (3/12).

Alvent/Hendra menyerah dalam dua game 19-21 19-21 dalam pertandingan yang berlangsung dalam 34 menit. Kekalahan ini praktis menutup peluang pasangan Indonesia ini karena dalam pertandingan pertama, Rabu (2/12) Alvent/Hendra dikalahkan ganda Denmark 16-21 18-21.

Sementara bagi ganda Korea, Jung/Lee kemenangan ini membuat mereka lolos ke babak semifinal turnamen tutup tahun yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia ini. Di partai pertama, Jung/Lee mengalahkan ganda Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson 21-18 21-13.

Sementara ganda putera lainnya, Yonathan Suryatama/ Rian Sukmawan akan menghadapi pasangan tangguh Malaysia, Tan Boon Heong/Koo Kien Keat. Ini merupakan pertandingan wajib menang buat Rian/Yonathan setelah sebelumnya kalah dari ganda China, Xu Chen/Guo Zhendong 24-26 20-22.

Di ganda campuran Vita Marissa/Hendra AG masih berpeluang lolos ke semifinal meski kalah dari ganda India, Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta, Kamis (3/12).

Vita/Hendra kalah dalam dua game, 18-21 17-21, dalam pertandingan Grup B Super Series Masters Finals di Johor Bahru, Kamis. Ganda senior ini kalah dalam 27 menit.

Peluang bagi Vita/Hendra masih terbuka karena dalam pertandingan pertama, Rabu (2/12), mereka mengalahkan ganda Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, 21-14 21-13.

Sementara ganda India, Diju/Gutta, hampir pasti lolos ke semifinal karena di pertandingan pertama mereka mengalahkan ganda Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: