SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2009
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for December 5th, 2009

Super Series Masters Finals 2009 : Kejutan, Saina Disingkirkan Pemain Jerman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 5, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Satu kejutan terjadi di semifinal Super Series Masters Finals di Johor Bahru, Sabtu (5/12). Pada sektor tunggal putri, unggulan pertama asal India Saina Nehwal, di luar dugaan kalah dua set langsung 18-21, 18-21, dari pemain tak terkenal asal Jerman, Juliane Schenk.

Padahal, Saina yang bulan Juni lalu menjadi juara Indonesia Terbuka Super Series, sangat diunggulkan untuk menang dan maju ke final, bahkan menjadi juara di turnamen berhadiah 500.000 dollar AS ini. Tetapi, setelah berjuang selama 41 menit, Saina tak mampu mengalahkan Schenk yang bermain sangat ulet dan penuh determinasi. Ya, dalam duel dua set itu, Schenk selalu memimpin perolehan poin sampai meraih tiket ke final.

Di partai puncak, Minggu (6/12), Schenk akan menghadapi pemain tuan rumah, Wong Mew Choo, yang juga mengalahkan Saina di penyisihan Grup A. Tunggal putri Malaysia tersebut lolos setelah menang straight set 21-10, 21-10 atas pemain Belanda, Yao Jie.

Selain di sektor tunggal putri ini, tak ada kejutan lagi, karena para pemain unggulan berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka untuk bertemu di final.

Lee Chong Wei, kembali tampil memukau ketika menghadapi salah satu musuh bebuyutannya, Peter Hoeg Gade. Unggulan pertama asal Malaysia ini menang straight set 21-17, 21-16 atas unggulan kedua dari Denmark tersebut, yang membuat dia tak pernah kehilangan satu set pun sepanjang turnamen ini. Karena, sejak penyisihan grup hingga menjejakkan kaki di final, Chong Wei selalu menang dua set.

Di final, Chong Wei akan bertemu lagi dengan lawan berat, Park Sung Hwan. Pemain nomor satu Korsel tersebut tak terlalu kesulitan menyingkirkan pemain China, Bao Chunlai, yang ditaklukkan dengan 21-14, 21-14, dalam waktu 41 menit.

Masih ada satu wakil lagi dari Malaysia yang lolos ke final, yaitu ganda putri Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Pasangan nomor satu dunia ini hanya perlu waktu 32 menit untuk menang 21-15, 21-18 atas pasangan Thailand Duang Anong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul, dan akan bertemu pasangan Denmark Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen, yang menang 21-17, 10-21, 21-16 atas pasangan Taiwan unggulan kedua, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin.

Keberhasilan Wong Mew Choo, Chong Wei dan ganda putri ini, tak diikuti oleh Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Abdul Latif Mohd Zakry. Ganda putra nomor dua Malaysia ini (setelah Koo Kien Keat/Tan Boon Heong) ini tak berdaya membendung kehebatan pasangan Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, yang menang 21-14, 21-11.

Di final, Lee/Jung akan bertemu dengan unggulan kedua Carsten Mogensen/Mathias Boe. Pasangan Denmark tersebut menyegel tempat di partai puncak setelah berjuang selama 45 menit untuk menyingkirkan pasangan non-unggulan dari China, Xu Chen/Guo Zhendong, dengan 21-19, 21-17.

Sedangkan untuk sektor ganda campuran, pasangan India V Diju/Gutta Jwala, masih terlalu tangguh bagi pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk. Diju/Gutta hanya perlu waktu 30 menit untuk mengalahkan juara Hongkong Terbuka Super Series tersebut dengan 21-19, 21-11.

Selanjutnya, Diju/Gutta akan menghadapi pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Unggulan pertama ini menang straight set 21-13, 21-17 atas pasangan Inggris Anthony Clark/Donna Kellogg dengan 21-13, 21-17.

Dari hasil semifinal ini, Denmark dan tuan rumah Malaysia menjadi negara yang paling sukses, karena mereka mampu meloloskan tiga wakilnya ke final. Sementara itu, Korsel menempatkan dua wakil, disusul India dan Jerman yang hanya memiliki satu wakil.

Pada Super Series Masters Finals kali ini, Indonesia dan China tidak menurunkan pemain-pemain topnya. Para pemain Pelatnas Cipayung terpaksa tak ikut karena harus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games Laos bulan Desember ini, begitu juga dengan China, yang akan tampil di East Asian Games.

Indonesia hanya diwakili oleh Taufik Hidayat di sektor tunggal putra, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan dan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan di ganda putra, serta Hendra AG/Vita Marissa di ganda campuran. Sayang, semua wakil dari Tanah Air tersebut langsung tersisih di babak penyisihan grup.

Sementara itu, China hanya menurunkan dua pemain, yaitu Bao Chunlai di tunggal putra, serta Xu Chen/Guo Zhendong di ganda putra. Meskipun demikian, mereka bisa bertahan sampai babak semifinal.

Berikut ini hasil pertandingan semifinal :

– Jadwal final, Minggu (6/12)

Tunggal putra

(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs Park Sung Hwan (Korsel)

Tunggal putri

Wong Mew Choo (Malaysia) vs Juliane Schenk (Jerman)

Ganda putra

Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (Korsel) vs (2) Carsten Mogensen/Mathias Boe (Denmark)

Ganda putri

(1) Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Malaysia) vs Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen (Denmark)

Ganda campuran

V Diju/Gutta Jwala (India) vs (1) Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: