SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2009
    M T W T F S S
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for December 9th, 2009

Indonesia Terancam Tak Bisa Menonton SEA Games

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 9, 2009


Jakarta (ANTARA News) – Orang Indonesia terancam tidak bisa menonton pesta olahraga Asia Tenggara SEA Games XXV yang akan diselenggarakan di Laos pada 8-18 Desember 2009, karena hak siar untuk meliput perhelatan itu dinilai terlalu mahal oleh stasiun televisi nasional.

Panitia penyelenggara SEAG XXV memasang tarif 300.000 dolar AS (sekitar Rp3 miliar), padahal pada penyelenggaraan SEA Games sebelumnya hak siar tak pernah diberlakukan oleh tuan rumah.

“Jika perhelatan olahraga setingkat SEA Games diberlakukan sistem hak siar, maka ini merupakan kemunduran, apalagi jika maksud diselenggarakannya event ini mempunyai missi untuk persahabatan diantara negara ASEAN,” kata Manajer Siaran Olahraga TVRI Aldy Irfan di Jakarta, Minggu.

Sebagai perbandingan, Asian Games 2010 Guangzhou, China, saja menetapkan hak siar hanya 55.000 dolar AS(sekitar 500 juta).

Pada SEA Games XXIII di Manila 2005, panitia tidak memberlakukan sistem Hak Siar dan hanya memperkenankan stasiun tv untuk menyewa booth (tempat) di International Broadcaster Centre (IBC). Hal berlaku pada SEA Games XXIV 2007 di Nakon Ratchasima, Thailand.

Harga Hak Siar 300.000 dolar AS itu ternyata belum termasuk biaya penggunaan fasilitas di IBC sehingga jika dijumlahkan akan mencapai 1.000.000 dolar AS.

Fasilitas lainnya yang tersedia selain biaya Hak Siar adalah sewa broadband internet 150.000 dolar, sewa satelit 150.000 dolar dan fasiltas lain.

Aldy Irfan mengatakan, pihaknya sudah bernegosiasi demham Broadcast Stasiun TV Pemerintah, peserta SEA Games di Laos 17-18 Oktober 2009, namun panitia tetap pada pendirian semula akan memberlakukan sistem Hak Siar bagi peliputan langsung.

“Kalau setingkat Asian Games dan Olimpiade sangat wajar diberlakukan Hak Siar karena untuk menjadi tuan rumahnya pun prosesnya tidak mudah,” ujarnya.

Aldy menambahkan, jika panitia tetap memberlakukan hak siar, maka hampir dipastikan tak akan ada Stasiun TV dari Indonesia yang akan meliput SEA Games Laos.

“Kalau seperti ini berat bagi kami dan stasiun televisi swasta lainnya untuk dapat meliput SEA Games karena tanpa Hak Siar sulit untuk beraktifitas melakukan peliputan di sana,” ujarnya.

Waka Biro Media Humas KONI, Firmansyah Gindo sangat memahami kendala yang dialami stasiun televisi nasional mengenai tingginya harga hak siar itu.

“Mudah mudah ada solusi terbaik di tengah kesulitan seperti ini sehingga masyarakatpun bisa menyaksikan duta-duta bangsa berjuang di arena SEA Games Laos,” ujar Firmansyah

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Chong Wei pulls out, world No.1 blames recurring knee injury

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 9, 2009


A DAY after sensatio­nally defending his title in the Super Series Masters Finals, Malay­sia’s Lee Chong Wei has dropped a bombshell by pulling out from the Laos SEA Games.

The world number one men’s singles shuttler has been certified to be medically unfit for the Games following the recurrence of a knee injury.

In his absence, Kuan Beng Hong will join Mohd Hafiz Hashim in the individual event.

The other member in the team is Liew Darren.

Without Chong Wei, it will be tough for Malaysia to challenge for honours in the team and individual events – especially with Indonesia sending their best players.

Chong Wei aplogised for turning his back on the Games at the eleventh hour although he had been looking forward to winning his first ever SEA Games individual title.

Chong Wei has never made it to the final of the singles event at the Games. He, however, was a member of the team who won the gold medal at the 2005 Manila SEA Games.

Chong Wei said that his strong showing against Peter-Gade Christensen of Denmark and South Korea’s Park Sung-hwan en route to winning the Masters Finals had taken its toll on him.

“I felt pain on the same spot in my knee and sought the advice of Dr Saw (Khay Yong) from the ISN (National Sports Institute) after the Masters Finals,” Chong Wei said in a telephone interview yesterday.

“I wanted to go but the doctor said that there would be a big risk involved. It may threaten my playing career if something goes wrong.

“We decided that it was best that I stayed back and prepare for the Opens in South Korea and Malaysia next month. Next year is an important year for me and I want to select the tournaments (that I will play in) and do well in every one of them.”

The South Korean and Malaysian Opens are the first two legs of next season’s Super Series season. Chong Wei is also being counted on to lead the team at the Thomas Cup Finals, World Championships, Commonwealth Games and Asian Games.

“I may not be there at the SEA Games but I hope the team will do well and I wish them well. I will try to be there next time,” he said.

Malaysian chef-de-mission Datuk Dr Ramlan Aziz hoped that Chong Wei’s absence would not dampen the spirit of the contingent.

“I trust Dr Saw’s take on this and have endorsed his decision. It is unfortunate that Chong Wei will not be around,” said Dr Ramlan.

“The others just have to soldier on and not worry about the medal prospect. All that matters is that they give their best.

“I commend Chong Wei for taking a professional approach in this by seeking medical advice and heeding it. But I do hope that he will follow this principle strictly in the future and not just when it suits him.”

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

KEJUARAAN BULUTANGKIS DI PONTIANAK MINIM

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 9, 2009


Pontianak, 7/12 (Antara/FINROLL News) – Pemerhati Cabang Olah Raga Bulutangkis Provinsi Kalimantan Barat, Deni menyatakan kejuaraan untuk bulutangkis di Kota Pontianak dan provinsi tersebut pada umumnya sangat jarang ada atau minim.

“Akibat minimnya kejuaraan bulutangkis, berdampak pada stagnannya prestasi para atlet,” kata Deni di Pontianak, Senin.

Ia berharap instansi terkait dan masyarakat yang peduli kemajuan olah raga bulutangkis secara kontinyu menggelar kejuaraan untuk semua usia agar bisa menjadi acuan dalam mengukur prestasi atlet di provinsi itu.

Menurut dia, prestasi bulutangkis Kalbar bisa bangkit jika kejuaraan sering dilakukan. “Kalau yang saya lihat dalam beberapa tahun terakhir kejuaraan bulutangkis baik tingkat junior maupun senior minim digelar,” ujarnya.

Deni menambahkan, hingga kini kejuaraan sekelas kejuaraan daerah (Kejurda) baru sekali digelar. “Bagaimana atlet bulutangkis kita mau maju kalau kejuaraan jarang dilakukan,” kata Deni.

Salah seorang Pengurus Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Pontianak, Zalviawan mengatakan, pembangunan cabor bulutangkis tak terlepas dari peran serta Ketua Umum PBSI Kalbar, Tambul Husein.

“Kami berharap ketua umum PBSI Kalbar bisa membuat bulutangkis lebih maju dari sebelumnya,” kata Zalviawan.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan di bidang olah raga salah satunya memperbanyak kejuaraan baik tingkat lokal maupun nasional. Tanpa adanya dukungan dari itu, dia yakin sulit untuk memajukan cabang olah raga tertentu.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: