SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2009
    M T W T F S S
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for December 14th, 2009

Sony Menang “Rubber Game”, Simon kalahkan Bonsak

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 14, 2009


VIENTIANE, KOMPAS.com — Sony Dwi Kuncoro melewati babak pertama SEA Games XXV dengan mengalahkan pemain Malaysia, Muhammad Hafiz Hashim, Senin (14/12/2009).

Sony mengalahkan Hafiz dalam rubber game 21-12, 19-21, dan 21-14 dalam pertandingan yang berlangsung di Gym Hall 1, National Sports Complex. Sony unggul atas Hafiz dalam 54 menit.

Ini merupakan kemenangan kedua Sony atas Hafiz di arena SEA Games XXV di Laos. Di nomor beregu, Sony juga menang rubber game atas pemain veteran Malaysia tersebut 22-20, 14-21, dan 21-12.

Di perempat final, Sony akan bertemu dengan Chen Yong Zhao Ashton. Pemain Singapura ini lolos setelah menang 21-9, 18-21, 21-12 atas pemain Filipina Jaime Junio Jr.

Dengan demikian, dua pemain Indonesia yang tampil di nomor perorangan tunggal putra ini lolos ke babak kedua, karena sebelumnya Simon Santoso mengalahkan pemain Thailand, Boonsak Ponsana, dalam dua game langsung 21-19, 21-18.

Ini juga mempertahankan peluang Indonesia untuk meraih emas dan perak. Sebab, jika Sony dan Simon terus melaju, maka mereka akan bertemu di final.

Sementara itu, tunggal putera Indonesia, Simon santoso mengalahkan pemain Thailand, Boonsak Ponsana di babak pertama cabang bulu tangkis SEA Games XXV, Senin (14/12/2009).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Gym Hall 1, National Sports Complex ini, Simon menang dalam dua game langsung 21-19 21-18. Pemain tunggal kedua Indonesia ini mengalahkan pemain Thailand ini dalam 50 menit.

Di babak kedua atau perempat final, Simon akan bertemu dengan Wong Zi Liang Derek. Pemain Singapura ini lolos setelah menang dua set langsung atas pemain Kamboja Teav Yongvannak.

Hari ini, pemain puteri Maria Kristin Yulianti akan menghadapi pemain Singapura, Fu Mingtian. Sementara tunggal utama Indonesia, Sony Dwi Kuncoro akan menghadapi pemain utama Malaysia, Muhammad Hafiz Hashim.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sayang, Firda Dkk Kalah dari Malaysia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 14, 2009


JAKARTA, Kompas.com – Tim bulu tangkis puteri gagal merebut medali emas setelah dikalahkan regu puteri Malaysia 1-3 di final SEA Games XXV, Minggu (13/12).

Meski sudah berusaha keras, Adrianti Firdasari dkk gagal mengimbangi para pemain Malaysia yang memang memiliki peringkat lebih baik. Dengan hasil ini untuk sementara, tim Indonesia dan Malaysia berbagi medali emas, setelah sebelumnya tim putera Indonesia mengalahkan Malaysia juga dengan 3-1.

Di partai pertama, Adrianti Firdasari menyerah dua game dari tunggal utama Malaysia, Wong Mew Choo. Firda menyerah 18-21 17-21 dalam waktu 37 menit.

Malaysia kemudian menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah ganda utama mereka, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui mengalahkan ganda muda Indonesia, Shendy P. Irawati/Meiliana Jauhari 21-17 21-13. Ganda Malaysia ini mengakhiri peralwanan Shendy/meilaina dalam 33 menit.

Tim Indonesia sempat memperpanjang nafas setelah tunggal kedua Maria Kristin Yulianti tidak menemui kesulitan untuk mengalahkan tunggal kedua Malaysia, Lidya Cheah Li Ya. Kristin unggul 21-8 21-9 dalam 30 menit.

Malaysia kemudian memastikan diri merebut medali emas setelah ganda kedua mereka, Wong Khe Wei/Ng Hui Lin mampu mengalahkan ganda dadakan Indonesia, Greysia Polii/Lilyana Natsir 19-21 21-12 21-18. Pasangan Grace/Butet sebenarnya berpeluang memenangi pertandingan, sayang eklmudian kehialngan konsentrasi.

Setelah Malaysia unggul 3-1, partai kelima antara tunggal puteri ketiga Indonesia Linda Weni Fanetri dan Sannatasah Saniru urung dimainkan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lin Dan Terjegal di Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 14, 2009


HONG KONG, Kompas.com – Pemain tidak terkenal Korea Selatan, Choi Ho-jin membuat kejatan dengan mengalahkan pemain utama China, Lin Dan di final tunggal putera pesta olahraga Asia Timur, Minggu.

Lin dan, juara dunia tiga kali ini mengalami kesulitan dengan tata lampu stadion. Ia tampak kesulitan menentukan arah shuttle-cock yang melambung. Di game pertama ia menyerah 19-21.

Di game kedua, Lin Dan unggul lebih dulu 4-1 hingga 15-12. Namun Choi mampu menyodok 15-15 bahkan unggul 20-17. akhirnya pemain Korea Selatan ini merebut game kedua 21-17.

Lin Dan, 26, mengkau m,erasa sangat lelah setelah menjalani musim yang panjang. “Saya bermain di banyak turnamen pada paruh kedua muism tahun ini. saya main di Perancis dan China<‘ kata Lin dan.

Lin Dan tdiak menganggap lawannya sebagai pemain istimewa. “Normal saja, banyak pemain muda saat ini dan mereka bermain sepenuh tenaga saat menghadapi anda,” lanjutnya.

China gagal mendominasi cabang olah raga bulu tangkis pesta olah raga Asia Timur di Hong Kong. Mereka tampil all china final di ganda campuran dan ganda puteri namun tunggal puteri dan ganda pouetra di kuasai para pemian Taiwan dan Hong Kong.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 2 Comments »

Nova Antar Regu Putera Raih Emas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 14, 2009


Vientiane, Kompas.com – Keputusan Indonesia menurunkan pasangan dadakan membuahkan hasil, ketika Nova Widhyanto dan Muhammad Ahsan dipasangkan dalam pertandingan menentukan yang membuat Indonesia menang 3-1 atas Malaysia.

Pada partai final di Kompleks Olahraga Nasional Vientiane, Minggu, Nova langsung berteriak gembira ketika bola penempatannya di sisi kiri belakang lapangan lawan tidak terjangkau pemain Malaysia sehingga memastikan kemenangan telak 21-18, 21-17 atas pasangan M. Fairuzizuan/M. Zakry Abd. Latif.

Tunggal pertama Sony Dwi Kuncoro meraih angka pertama untuk Indonesia setelah berjuang tiga game untuk mengalahkan Muhammad Hafiz dengan skor 22-20, 14-21, 21-12.

Malaysia sempat berhasil menyamakan kedudukan 1-1 ketika ganda pertama Koo Kien Kiet/Tan Bon Heong menaklukkan juara Olimpiade 2008 Beijing Markis Kido/Hendra Setiawan dengan skor 21-19, 20-22, 10-21.

Simon kembali membuat Indonesia unggul 2-1 berkat kemenangan dua game langsung atas Kuan Beng Hong 21-18, 21-13.

Indonesia pun menampilkan kejutan pada ganda kedua karena menurunkan pasangan yang tidak lazim, yaitu Nova Widhyanto dan Muhammad Ahsan.

Nova yang bersama Liliyana Natsir meraih perak di Olimpiade 2008 Beijing, selama ini dikenal sebagai spesialis ganda campuran dan tidak pernah bermain sebagai ganda putra, sementara M. Ahksan selama ini berpasangan dengan Bona Septiano.

Dengan memasang pasangan tak lazim itu, pasangan Malaysia yang dilatih Rexy Mainaky tampak kaget karena tidak menduga perubahan yang dilakukan Indonesia.

Pertandingan ganda putra tersebut juga menjadi persaingan kakak beradik karena ganda Indonesia dilatih oleh Richard Mainaky yang tidak lain adalah kakak kandung Rexy.

Usai pertandingan, Ahsan mengatakan bahwa ia selama ini sama sekali tidak pernah berpasangan dengan Nova, baik dalam latihan sekali pun. “Di Cipayung, saya dalam latihan sehari-hari pun tidak pernah berpasangan dengan Nova. Kita memang ingin memberikan kejutan. Kalau lawan tidak kaget, mungkin malah kita yang kaget,” kata Ahsan usai pertandingan.

Sementara itu manajer tim Jacob Rusdiyanto mengatakan bahwa ia sangat gembira dengan hasil tersebut, terutama dengan keberhasilan ganda dadakan tersebut. Ia juga memuji penampilan Nova yang ternyata bisa menjalankan tugas dengan baik. “Malaysia memang lebih diunggulkan dalam beregu putra ini, maka kita mencoba mengubah strategi dengan menurunkan pasangan dadakan,” kata Jacob.

Pada awal pertandingan, pasangan dadakan tersebut belum bisa menyesuaikan diri dengan baik karena Ahsan banyak melakukan kesalahan, terutama saat berada di depan net. Akibatnya mereka sempat tertinggal jauh 4-11 sebelum secara perlahan mulai memperkecil selisih ketinggalan menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Mereka kemudian berhasil mengunci perolehan angka pasangan Malaysia tersebut untuk merebut game pertama dengan skor 21-18.

Pada game kedua, Nova/Ahsan kembali tertinggal lebih dulu 0-4 kemudian berbalik unggul 17-14. Pasangan Indonesia tersebut mulai mendapat rasa percaya diri dan dengan mudah merebut set kedua 21-17 untuk memastikan emas pertama Indonesia dari cabang bulutangkis.

Indonesia berpeluang untuk menambah satu emas lagi untuk mencapai target minimal lima emas ketika beregu putri Indonesia juga akan bertemu Malaysia di final yang berlangsung pada hari yang sama.

Di SEA Games 2007 lalu, tim bulutangkis Indonesia berhasil menyapu bersih seluruh tujuh emas yang diperebutkan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: